You are on page 1of 12

Metodologi Penelitian

JENIS-JENIS PENELITIAN

Oleh:
Fitha Febrilia Ruli
1414041007
Pendidikan Biologi

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


2016

Jenis-jenis Penelitian
1. Berdasarkan bidang ilmu
Secara garis besar penelitian menurut bidang ilmu yang dikaji di
antaranya adalah:
a. Social science (Ilmu pengetahuan sosial)
Penelitian sosial adalah istilah yang digunakan terhadap penyelidikanpenyelidikan yang dirancang untuk menambah kekayaan ilmu pengetahuan
sosial, gejala sosial, atau praktik-praktik sosial. Istilah sosial ini menunjuk
pada hubungan-hubungan antara, dan di antara orang-orang, kelompokkelompok seperti keluarga, institusi (sekolah, komunitas, organisasi, dan
sebagainya), dan lingkungan yang lebih besar.
b. Natural science (Ilmu pengetahuan alam)
Penelitian natural science adalah istilah yang digunakan terhadap
penyelidikan-penyelidikan yang dirancang untuk menambah kekayaan
yang berkaitan dengan gejala-gejala alam, benda-benda, tumbuhan, hewan,
ruang angkasa, zat-zat dan lainnya.
c. Humanities research
Humanities research adalah kegiatan penelitian dalam bidang ilmu
humaniora.
2. Berdasarkan tujuan
Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat dibedakan menjadi 3 macam,
yaitu:
a. Penelitian eksploratif
Penelitian eksploratif merupakan penelitian yang menggali secara luas
tentang sebab-sebab atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu.
Ciri-ciri penelitian eksploratif adalah:
1) Menjawab hipotesis
2) Mencari korelasi
3) Menemukan sesuatu yang baru dimana belum pernah diketahui
sebelumnya.
Contoh: Penelitian yang menghasilkan suatu metode baru pembelajaran
biologi yang menyenangkan siswa.
b. Penelitian pengembangan/developmental
Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang mengadakan
percobaan dan penyempurnaan. Ciri-ciri penelitian pengembangan adalah:

1) Mengembangkan atau memperdalam pengetahuan yang telah ada.


2) Menerapkan teknologi
3) Membuat prototype.
Contoh:

Penelitian

pembelajaran

tentang

biologi

yang

implementasi
sebelumnya

metode
telah

inquiry

dalam

digunakan

dalam

pembelajaran biologi lalu dikembangkan kembali.


c. Penelitian verifikasi
Penelitian verifikasi merupakan penelitian yang berfungsi untuk mengecek
atau menguji kebenaran hasil penelitian lain. Ciri-ciri penelitian verifikasi
adalah:
1) Melakukan pengujian
2) Studi perbandingan
Contoh: Penelitian dilakukan untuk membuktikan adanya pengaruh
kecerdasan emosional terhadap pembelajaran biologi.
3. Berdasarkan kegunaan/manfaat
a. Penelitian dasar (Pure research)
Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure
research) atau penelitian pokok (fundamental research) adalah penelitian
yang diperuntukan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan serta
diarahkan pada pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan teori
baru. Peneliti yang melakukan penelitian dasar memiliki tujuan
mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa memikirkan pemanfaatan secara
langsung dari hasil penelitian tersebut. Penelitian dasar justru memberikan
sumbangan besar terhadap pengembangan serta pengujian teori-teori yang
akan mendasari penelitian terapan.
Penelitian dasar ini dilandasi oleh beberapa tujuan diantaranya:
1) Menjawab rasa ingin tahu
2) Dalam rangka mengembangkan ilmu
3) Tidak langsung mempunyai kegunaan praktik
Contoh: Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan
perilaku manusia. Hasil penelitian tersebut sering digunakan sebagai

landasan dalam pengembangan sikap untuk mengubah perilaku melalui


proses pembelajaran/pendidikan.
b. Penelitian terapan (Applied research)
Penelitian terapan atau applied research dilakukan berkenaan dengan
kenyataan-kenyataan

praktis,

penerapan,

dan

pengembangan

ilmu

pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata.


Penelitian terapan berfungsi untuk mencari solusi tentang masalah-masalah
tertentu. Tujuan utama penelitian terapan adalah pemecahan masalah
sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia
baik secara individu atau kelompok maupun untuk keperluan industri atau
politik dan bukan untuk wawasan keilmuan semata. Dengan kata lain
penelitian terapan adalah satu jenis penelitian yang hasilnya dapat secara
langsung diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Dilihat dari segi tujuannya, penelitian terapan berkepentingan dengan
penemuan-penemuan yang berkenan dengan aplikasi dan sesuatu konsepkonsep

teoritis

tertentu,

memperbaiki

praktek-praktek

yang

ada,

meningkatkan efektivitas dan efesiensi.


Contoh: Penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang
berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau
administrator.

4. Berdasarkan sifat data


a. Penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif adalah peneltian yang menggunakan data kualitatif
(data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar) .
Penelitian kualitatif ini lebih diarahkan kepada deskriptif suatu objek yang
akan diteliti tanpa melakukan uji tertentu dan biasanya penelitian kualitatif
ini juga tidak diharuskan menggunakan hipotesis. Penelitian kualitatif
secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan
masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas
sosial, dan lain-lain. Salah satu alasan menggunakan pendekatan kualitatif

adalah pengalaman para peneliti dimana metode ini dapat digunakan untuk
menemukan dan memahami apa yang tersembunyi di balik fenomena yang
kadangkala merupakan sesuatu yang sulit untuk dipahami secara
memuaskan.
Contoh: Penelitian mengenai kemampuan siswa kelas IX SMP 8 Makassar
dalam memahami dan mengaplikasikan konsep geometri.
b. Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif
(data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan).
Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang ilmiah yang sistematis
terhadap bagian-bagain dan fenomena serta hubungan-hubungannya.
Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan
model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan
fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji
suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik,
untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat
mengembangkan

konsep,

mengembangkan

pemahaman

atau

mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmuilmu social. Metode yang sering digunakan adalah experimental, deskripsi,
survei, dan menemukan korelasional. Penelitian kuantitatif menyajikan
proposal yang bersifat lengkap, rinci, prosedur yang spesifik, literatur yang
lengkap dan hipotesis yang dirumuskan dengan jelas. Pada penelitian
kualitatif, proposalnya lebih singkat dan tidak banyak kajian literatur,
pendekatan dijabarkan secara umum, dan biasanya tidak menyajikan
rumusan hipotesis.
Contoh: Penelitian untuk mengetahui perbedaan efektivitas model
pembelajaran konvensional dalam meningkatkan prestasi belajar Biologi
siswa SMP 30 Makassar.
5. Berdasarkan tempat
a. Penelitian laboratorium

Penelitian laboraturium adalah penelitian yang dilakukan di ruangan


tertentu (laboraturium) untuk melakukan uji coba atau riset tertentu.
Contoh: penelitian di bidang Biologi tentang alat pernafasan untuk
beberapa jenis hewan.
b. Penelitian lapangan
Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan di lapangan terbuka
secara umum, misalnya penelitian dilakukan di masyarakat pesisir, atau
penelitian dilakukan di pasar tradisional, penelitian dilakukan di lokasi
objek wisata dan lain-lain. Jadi pada intinya penelitian lapangan inti tidak
dibatasi oleh ruang dan waktu.
Contoh: Penelitian tentang tingkat pemahaman studi matematika bagi
masyarakat di suatu kelurahan.
c. Penelitian perpustakaan
Penelitian perpustakaan adalah penelitian yang dilakukan di ruang
perpustakaan, biasa juga disebut studi kepustakaan karena objek
pengkajiannya di perpustakaan.
Contoh: Penelitian tentang isi jurnal yang berkaitan dengan model
pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran.
6. Berdasarkan Pendekatan (Dimensi Waktu)
a. Cross-sectional
Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan dalam satu
waktu tertentu. Penelitian ini hanya digunakan dalam waktu yang tertentu,
dan tidak akan dilakukan penelitian lain di waktu yang berbeda untuk
diperbandingkan. Satu hal yang perlu diingat bahwa pengertian satu waktu
tertentu tidak bisa hanya dibatasi pada hitungan minggu, hitungan bulan,
atau hitungan tahun saja. Tidak ada batasan yang baku untuk menunjukkan
satu waktu tertentu. Konsep satu waktu tertentu dalam satu penelitianlah
yang digunakan untuk menentukan bahwa penelitian tersebut merupakan
penelitian cross-sectional.

Contoh: Hubungan antara anemia dengan kelahiran bayi dengan berat


badan lahir rendah (BBLR).
b. Longitudinal
Penelitian longitudinal adalah penelitian yang dilakukan dengan ciri: waktu
penelitian lama, memerlukan biaya yang relatif besar, dan melibatkan
populasi yang mendiami wilayah tertentu, dan dipusatkan pada perubahan
variabel amatan dari waktu ke waktu. Penelitian ini secara umum bertujuan
untuk mempelajari pola dan urutan perkembangan dan/atau perubahan
sesuatu hal, sejalan dengan berlangsungnya perubahan waktu.
Contoh: Bagaimana pengaruh sosial satelit televisi di daerah-daerah
pedesaan Indonesia.
7. Berdasarkan Level of Explanation (Tingkat Eksplanasi)
Tingkat eksplanasi adalah tingkat kejelasan. Jadi penelitian menurut
tingkat eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan
variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan
variabel yang lain. Jenis penelitian berdasarkan tingkat eksplanasi antara lain:
a. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa
membuat perbandingan atau penghubungan dengan variabel yang lain.
Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya
untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting sosial atau
hubungan antara fenomena yang diuji. Penelitian deskriptif pada umumnya
dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan secara sistematis
fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat.
Contoh: Penelitian terhadap kemampuan menulis paragraf siswa kelas VII
SMP 30 Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes menulis
paragraf. Hasil tes kemudian dideskripsikan untuk menggambarkan tingkat
kemampuan atau keterampilan siswa SMP tersebut dalam menulis
paragraf.

b. Penelitian Komparatif
Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk
membandingkan suatu variabel (objek penelitian) antara subjek yang
berbeda atau waktu yang berbeda. Kedua variabel bisa jadi tidak
berhubungan atau mandiri. Tujuan penelitian ini antara lain untuk bisa
menentukan mana yang lebih baik atau mana yang sebaiknya dipilih.
Contoh: Perbandingan kemampuan membaca siswa laki-laki dan siswa
perempuan di SDN Parang Tambung. Pengumpulan data dilakukan dengan
melakukan tes kemampuan membaca siswa laki-laki dan perempuan. Hasil
tes kelompok laki-laki dan perempuan dipisahkan. Lalu dilakukan
perhitungan jumlah dan rata-rata hasil tes kedua kelompok. Dari rata-rata
hasil tes sudah bisa dilihat ada tidaknya perbedaan.
c. Penelitian Asosiatif
Penelitian asosiatif adalah penelitian yang berusaha mencari hubungan
antara satu variabel dengan variabel lain. Hubungannya bisa simetris,
kausal, atau interaktif. Hubungan simetris adalah hubungan antara dua
variabel yang bersifat sejajar, sama. Contoh penelitian asosiatif simetris:
hubungan antara kemampuan matematis dengan kemampuan berbahasa.
Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab-akibat. Salah satu
variabel (independen) memengaruhi variabel yang lain (dependen). Contoh
penelitian kausal: pengaruh kekerapan membaca terhadap kemampuan
efektif membaca. Hubungan interaktif adalah hubungan antar variabel
yang saling memengaruhi.
Contoh: Hubungan kepandaian dengan kekayaan (diasumsikan kepandaian
membuat orang bisa kaya, dan sebaliknya karena kaya orang mempunyai
biaya untuk belajar sehingga pandai).
8. Berdasarkan Sifat Masalah
a. Penelitian Historis
Penelitian historis bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau,
secara sitematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi,

memverifikasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan faktafakta dan bukti-bukti guna memperoleh kesimpulan yang akurat. Data
yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan. Maka tingkat
kepastian pemecahan permasalahan dengan metode ini adalah paling
rendah.
Contoh: Studi rekonstruksi pengajaran ejaan di Amerika Serikat selama
lima puluh tahun terakhir; menguji hipotesis bahwa Francis Bacon adalah
penulis sebenarnya dari karya-karya William Ahakespeare.
b. Penelitian Deskriptif
Penelitian Deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat
fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Tujuan penelitian deskriptif
adalah untuk membuat pecandraan secara sistematis, faktual, dan akurat
mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam
anti ini penelitian deskriptif itu adalah akumulasi data dasar dalam cara
deskriptif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling
berhubungan, mentest hipotesis, membuat ramalan, atau mendapatkan
makna dan implikasi, walaupun penelitian yang bertujuan untuk
menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode deskriptif.
Contoh: Penelitian untuk mengetahui seberapa besar tingkat kebutuhan
pendidikan keterampilan di Daerah Pangkep.
c. Penelitian Perkembangan
Penelitian perkembangan menyelediki pola dan proses pertumbuhan atau
perubahan sebagai fungsi dari waktu. Tujuan penelitian perkembangan
adalah untuk menyelediki pola dana perurutan pertumbuhan dan/atau
perubahan sebagai fungsi waktu.
Contoh: Pengembangan sistema penerimaan siswa baru SMP 30 Makassar
untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas siswa baru serata efisiensi
keterlibatan sumber daya sekolah.
d. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan (Case study and Field Research)
Penelitian Kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif
dan

terperinci

mengenai

latar

belakang

keadaan

sekarang

yang

dipermasalahkan. Tujuan penelitian kasus dan penelitian lapangan adalah


untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang,

dan interaksi lingkungan sesuatu unit sosial: individu, kelompok, lembaga,


atau masyarakat. Penelitian ini bersifat mendalam tentang suatu unit sosial
tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisir.
Contoh: Studi Kasus tentang pola konsumsi dan pola kehidupan
masyarakat kota.
Studi Lapangan tentang tingkatan hasil belajar masyarakat terpencil
e. Penelitian Korelasional
Penelitian Korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau
lebih berdasarkan koefisien korelasinya.
Ciri penelitian korelasional meliputi:
1. Penelitian macam ini cocok dilakukan bila variabel yang diteliti rumit
dan/atau tak dapat diteliti dengan metode eksperimental atau tak dapat
dimanipulasikan.
2. Studi macam ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan
saling berhubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya.
3. Apa yang diperoleh adalah taraf atau tinggi rendahnya saling hubungan
dan bukan ada atau tidak adanya saling hubungan tersebut.
4. Hal ml berbeda misalnya dengan pada penelitian eksperimental, yang
dapat memperoleh hasil mengenai ada atau tidak adanya efek tertentu.
Contoh: Penelitian tentang hubungan antara pola bejalar siswa dengan
prestasi belajar siswa.
f. Penelitian Kausal Komparatif
Penelitian Kausal Komparatif bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan
sebab akibat terjadinya suatu fenomena. Penyebab gejala yang diselidiki
dapat dilakukan dengan cara: berdasar atas pengamatan terhadap akibat
yang ada mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui
data tertentu. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang
mengumpulkan datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol.
Contoh: Penelitian tentang sikap siswa dalam kegiatan belajar yang
menyebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat
lapangan kerja.
g. Penelitian Tindakan
Penelitian Tindakan bertujuan untuk mengembangkan keterampilanketerampilan baru atau cara-cara pendekatan guru dan untuk memecahkan
masalah dengan cara penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual
yang lain.

Contoh: Upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan motivasi


belajar pada siswa kelas SMP 30 Makassar dengan menggunakan kuis dan
teka-teki Biologi.
h. Penelitian eksperimental
Penelitian eksperimental merupakan Penelitian dengan melakukan
percobaan

terhadap

kelompok-kelompok

eksperimen.

Kepada

tiap

kelompok ekspremen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan


kondisi-kondisi yang dapat dikontrol. Data sebagai hasil pengaruh
perlakuan terhadap kelompok ekspremen diukur secara kuantitatif
kemudian dibandingkan.
Contoh: Penelitian tentang keefektifan metode-metode mengajar.
9. Berdasarkan Jenis Data (Sumber Data)
a. Penelitian Primer
Penelitian Primer membutuhkan atau mengumpulkan data dari sumber
pertama yang biasanya diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner
atau metode wawancara. yang termasuk dalam kategori ini adalah : studi
kasus (menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studi dan
biasanya bersifat longitudinal), survei (studi yag bersifat kuatitatif untuk
meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu,yang menganut
aturan pendekatan kuantitatif yaitu semakin besar sampel semakin
mencerminkan populasi) dan Riset eksperimental (pada umumnya
menggunakan 2 atau lebih kelompok sebagai objek studi yang bertujuan
untuk melakukan perbandingan hasil, yang menggunakan desain yang
sudah baku, terstruktur dan spesifik).
Contoh: Studi Kasus tentang pola belajar siswa kelas VII SMP 30
Makassar
b. Penelitian Sekunder
Penelitian ini menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama
sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi yang menggunakan
studi kepustakaan yang biasanya digunakan oleh para peneliti yang
menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari suatu lembaga

survey, perpustakaan atau lembaga-lembaga negara yang memiliki pustaka


data yang update.
Contoh: Penelitian mengenai kemampuan siswa kelas IX SMP 30
Makassar dalam memahami dan mengaplikasikan konsep geometri.