You are on page 1of 5

A.

Hakekat Demokrasi
Kata demokrasi seringkali terdengar di telinga kita. Kata demokrasi digunakan
dalam berbagai aspek kehidupan, seperti demokrasi ekonomi, demokrasi dalam
politik, demokrasi dalam pemerintahan, dan sebagainya. Namun, tahukah kamu apa
artinya
demokrasi
tersebut?
Untuk memahami demokrasi dan penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat
dan bernegara ikutilah penjelasan di bawah ini.
Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos yang berarti rakyat dan
kratien yang berarti pemerintahan. Jadi demokrasi berarti pemerintahan rakyat.
Dapat dikatakan bahwa hakekat pemerintahan demokrasi adalah pemerintahan dari
rakyat,
oleh
rakyat,
dan
untuk
rakyat.

Di Yunani sendiri pelaksanaan demokrasi ini dilakukan secara langsung. Artinya
setiap warga negara terlibat langsung dalam membicarakan semua masalah di dalam
polis. Penerapan demokrasi berawal dari Solon, pemimpin masyarakat Athena
mengumpulkan warga negara Athena dalam amphiteater untuk bersidang dan
membicarakan permasalahan di dalam polis. Sistem ini terus dikembangkan oleh
Pericles setelah perang Yunani dan Persia berakhir. Dengan sistem demokrasi ini,
Athena berkembang menjadi pusat kebudayaan dan pemerintahan sipil di Yunani.
B. Sejarah Perkembangan Demokrasi
Pada permulaan pertumbuhannya demokrasi telah mencakup beberapa azas dan
nilai yang diwariskan kepadanya dari masa yang lampau, yaitu gagasan mengenai
demokrasi dari kebudayaan Yunani Kuno dan gagasan mengenai kebebasan beragama
yang dihasilkan oleh aliran Reformasi serta perang-perang agama yang menyusulnya.
Sistim demokrasi yang terdapat di negara-kota (city state) Yunani Kuno (abad ke6 sampai abad ke·3 S.M.) merupakan demokrasi langsung (direct democracy) yaitu
suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik
dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan
prosedur mayoritas. Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan
secara efektif karena berlangsung dalam kondisi yang sederhana, wilayahnya terbatas
(negara terdiri dari kota dan daerah sekitarnya) serta jumlah penduduk sedikit
(300.000 penduduk dalam satu negara-kota). Lagipula, ketentuan-ketentuan
demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi, yang hanya merupakan
bagian kecil saja dari penduduk. Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan
pedagang asing demokrasi tidak berlaku. Dalam negara modern demokrasi tidak lagi
bersifat langsung, tetapi bersifat demokrasi berdasarkan perwakilan (representative
democracy).

Memasuki Abad Pertengahan (600-1400) gagasan demokrasi Yunani boleh dikatakan hilang dari muka dunia Barat. di Prancis raja-raja Bourbon dan sebagainya. yang kemudian dikenal dengan istilah trias politica. Unsur universalisme inilah yang diterapkan pada masalah-masalah politik. Magna Charta merupakan semacam kontrak. Idee-idee bahwa manusia . Menurut John Locke hak-hak politik mencakup hak atas hidup. ini antara lain John Locke dari Inggris (I632-1704) da Montesquieu dari Perancis (1689-) 755). Pendobrakan terhadap kedudukan raja-raja absolut ini didasar suatu teori rasionalistis. Di fihak lain rakyat akan mentaati pemerintahan raja asal hak· hak alam itu terjamin.. Salah satu azas dari gagasan kontral sosial ialah bahwa dunia dikuasai oleh hukum yang timbul (nature) yang mengandung prinsip-prinsip keadilan yang universal: artinya berlaku untuk semua waktu serta semua manusia. yang umumnya dikenal sebagai social-contract (kontrak sosiaI). Teori kontrak sosial beranggapan bahwa hubungan antara raja dan rakyat didasari oleh suatu kontrak yang ketentuan-ketentuannya mengikat kedua belah fihak. antara beberapa bangsawan dan Rlija. ius. John dari Inggris di mana untuk pertama kali seorang raja yang berkuasa mengikatkan diri untuk mengakui dan menjamin beberapa hak dan privileges dari bawahannya sebagai imbalan untuk penyerahan dana bagi keperluan perang dan sebagainya. Pada hakekatnya teori-teori kontrak sosial merupakan usaha untuk mendobrak dasar dari pemerintahan absolut dan menetapkan hak-hak politik rakyat. Raja-raja absolut menganggap dirinya berhak atas takhtanya berdasarkan konsep ”Hak Suci Raja” (Divine Right of Kings). liberty and property). bangsawan atau rakyat jelata. atas kebebasan dan hak untuk memiliki (life. Montesquieu mencoba menyusun suatu sistim yang dapat menjamin hak-hak politik itu. yang kehidupan sosial serta spirituilnya dikuasai oleh Paus dan pejabat-pejabat agama lainnya. Masyarakat Abad Pertengahan dicirikan oleh struktur sosial yang feodal (hubungan antara vassal dan lord). Hukum ini dinamakan Natural Law (Hukum Alam. yaitu Magna Charta (Piagam Besar) (1215). Sesudah berakhirnya Abad Pertengahan antara 1500-1700 lahirlah negara-negara Monarcchi. Kontrak sosial menentukan di satu fihak bahwa raja diberi kekuasaan oleh rakyat untuk menyelenggarakan penertiban dan menciptakan suasana di mana rakyat dapat menikmati hak-hak alamnya (natural rights) dengan aman.naturale). maka Eropa Barat mengalami beberapa perubahan sosial dan kulturil yang mempersiapkan jalan untuk memasuki zaman yang lebih modern di mana akal dapat memerdekakan diri dari pembatasan-pembatasannya. apakah dia raja. yang kehidupan politiknya ditandai oleh perebutan kekuasaan antara para bangsawan satu sama lain. Filsuf-filsuf yang mencetuskan gagasan. Dilihat dari sudut perkembangan demokrasi Abad Pertengahan menghasilkan suatu dokumen yang penting.1516). Sebelum Abad Pertengahan berakhir dan di Eropa Barat pada permulaan abad ke16 muncul negara-negara nasional (national state) dalam bentuk yang modern. Raja-raja yang terkenal di Spanyol ialah Isabella dan Ferdinand (1479. Kecaman-kecaman . namun dianggap sebagai tonggak dalam perkembangan gagasan demokrasi.diontarkan terhadap gagasan absolutisme mendapat dukungan kuat dari golongan menengah (middle class) yang mulai berpengauruh berkat majunya kedudukan ekonomi serta mutu pendidikan. Biarpun piagam ini lahir dalam suasana feodal dan tidak berlaku untuk rakyat jelata.

sedangkan ahli Anglo Saxon seperti A. Dicey memakai istilah Rule of Law. dan yudikatif dipisahkan (sparate of power atau pemisahan kekuasan).V. 2) Demokrasi Liberal Dalam system liberal. seperti yang dikemukakan oleh A. C. Terjaminnya hak-hak manusia oleh undang-undang (di negara lain oleh undangundang dasar) serta keputusan-keputusan pengadilan. AhIi hukum Eropa Barat Kontinental seperti Immanuel Kant (1724-1804) dan Friedrich Julius Stahl memakai istilah Rechtsstaat. Sebagai akibat dari pergolakan yang tersebut di atas tadi maka pada akhir abad ke-19 gagasan mengenai demokrasi mendapat wujud yang konkrit sebagai program dan sistim politik. menteri-menteri kabinet harus mempertanggungjawabkan semua tindakannya kepada Dewan/DPR/Senat. 2. yaitu: Adanya perlindungan hak-hak manusia Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak. serta Revolusi Amerika melawan Inggris. Dalam demokrasi liberal pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum. Kedudukan yang sama dalam menghadapi hukum (equality before the law). DaliI ini berlaku baik untuk orang biasa. Demokrasi pada tahap ini semata-mata bersifat politis dan mendasarkan dirinya atas azas-azas kemerdekaan individu. maupun untuk pejabat. antara lain: 1) Demokrasi Parlementer Di dalam sistem parlementer. kekuasaan eksekutif.V. Kepala negara / presiden langsung dipilih oleh rakyat (contoh Amerika Serikat). Dicey dalam Introduction to the Law of the Constitution mencakup: 1. legislatif. Supremasi aturan-aturan hukum (supremacy of the law). tidak adanya kekuasaan sewenang-wenang (absence of arbitrary power). Macam-macam Demokrasi Beberapa macam demokrasi yang berkembang di dunia. sedangkan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. 3. kekuasaan legislatif terletak di atas kekuasaan eksekutif.1) 2) 3) 4) mempunyai hak-hak politik menimbulkan revolusi Perancis pada akhir abad ke-18. Oleh karena itu. Oleh Stahl disebut empat Unsur Rechtsstaat (negara demokrasi yang berdasarkan hukum) dalam arti klasik. Pemerintah setiap saat dapat dijatuhkan oleh Dewan/DPR/Senat dengan mosi tidak percaya. 3) Demokrasi Rakyat . dalam arti bahwa seseorang hanya boleh dihukum kalau melanggar hukum. Unsur-unsur Rule of Law dalam arti yang klasik.hak itu Pemerintah berdasarkan peraturan-peraturan Peradilan administrasi dalam perselisihan. kesamaan hak (equal rights) serta hak pilih untuk semua warganegara (universal suffrage) Dalam abad ke-19 dan permulaan abad ke-20 lahirlah gagasan mengenai demokrasi konstitusional.

pengambilan keputusan dapat ditempuh melalui pemungutan suara (Pasal 2. Demokrasi langsung. pada dasarnya rakyat tidak memperoleh hak yang lazimnya di dapat dalam sistem demokrasi lainnya. dan baru kemudaian menggunakan suara terbanyak 4. 5. Keunggulan demokrasi Pancasila dibanding dengan demokrasi lainnya sebagai berikut. Dalam Demokrasi Pancasila sangat diharapkan adanya musyawarah untuk mufakat. Dalam demokrasi Pancasila tidak mengenal dominasi mayoritas ataupun tirani minoritas. Sedangkan dilihat dari pelaksanaannya dikenal ada dua macam demokrasi. Tirani minoritas adalah kelompok kecil yang menguasai segala segi kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengabaikan kelompok besar. Adanyaa penghargaan terhadap hak asasi manusia dan hak-hak minoritas tidak akan diabaikan. WD 1945). Mendahulukan kepentingan rakyat. bila tidak tercapai mufakat. Dalam demokrasi rakyat. dalam hal ini hak rakyat diakui dan dihargai. Demokrasi tidak langsung atau perwakilan. Ayat (3). Lembaga ini . yaitu beberapa negarakota di Athena. adalah suatu sistem demokrasi yang melibatkan seluruh rakyatnya dalam membicarakan atau menentukan segala unsur negara secara langsung. 1. Demokrasi Pancasila Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Demokrasi yang pertama di dunia ini mampu melaksanakan demokrasi langsung dengan suatu majelis yang mungkin terdiri dari 5000 sampai 6000 orang dan berkumpul di satu tempat untuk melaksanakan demokrasi langsung. yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung (perwakilan). 2.Demokrasi ini terdapat dalam negara-negara komunis yang totaliter. Domiinasi mayoritas adalah kelompok besar yang menguasai segala segi kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengabaikan kelompok yang kecil. 3. Mengutamakan kejujuran dan iktikad baik. rakyat memilih wakil-wakil untuk duduk dalam suatu lembaga parlemen atau lembaga perwakilan rakyat. Kebenaran dan keadilan selalu dijunjung tinggi. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat. adalah suatu sistem demokrasi yang dalam menyalurkan aspirasinya. Akan tetapi. Mereka ini yang memegang dan mempergunakan kekuasaan menurut ideologi totaliter komunis. 2. 4. Demokrasi langsung pernah dipraktikan pada zaman Yunani kuno. Lembagalembaga demokrasi pada umumnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena kekuasaan ada di tangan sekelompok kecil pimpinan partai komunis. 1.

karena itu dalam demokrasi tidak langsung semua rakyat turut serta dalam membicarakan dan menetapkan kebijakan tentang persoalan-persoalan negara . oleh rakyat dan untuk rakyat.dipilih dari rakyat.