You are on page 1of 10

REACTOR CONTINUE 2

I.

Tujuan Percobaan
- Mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja dari reaktor kontinu jenis CSTR
-

( Continous Stirred Tank Reactor )
Mahasiswa dapat mengetahui nilai konduktivitas terhadap waktu dalam
reaktor CSTR

II.

Alat dan Bahan
- Alat yang digunakan :
1. Alat Continuous Reactors Comparison
- Bahan yang digunakan :
1. Larutan HCl
2. Larutan CuSO4.5H2O

III.

Gambar Alat ( Terlampir )

IV.

Dasar Teori

REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK (RATB)
Reaktor ini termasuk sistem reaktor kontinyu untuk reaksi–reaksi sederhana. Berbeda
dengan sistem operasi batch di mana selama reaksi berlangsung tidak ada aliran yang masuk
atau meningggalkan sistem secara berkesinambungan, maka di dalam reaktor alir (kontinyu),
baik umpam maupun produk akan mengalir secara terus menerus. Sistem seperti ini
memungkinkan kita untuk bekerja pada suatu keadaan dimana operasi berjalan secara
keseluruhan daripadab sistem berada dalam kondisi stasioner. Ini berarti bahwa baik aliran
yang masuk , aliran keluar maupun kondisi operasi reaksi di dalam reaktor tidak lagi
berubah oleh waktu. Pengertian waktu reaksi tidak lagi sama dengan lamanya operasi
berlangsung, tetapi akivalen dengan lamanya reaktan berada di dalam reaktor. Penyataan
terakhir ini biasa disebut waktu tinggal campuran di dalam reaktor, yang besarnya ditentukan
oleh laju alir campuran yang lewat serta volume reaktor di mana reaksi berlangsung.
Reaktor tipe ini bisa terdiri dari satu tangki atau lebih. Biasanya tangki–tangki ini
dipasang vertikal dengan pengadukan sempurna. Pengadukan pada masing-masing tangki
dilakukan secara kontinu sehingga diperoleh suatu keadaan di mana komposisi campuran di
dalam reaktor benar-benar seragam. Reaktor tangki ini biasanya digunakan untuk reaksireaksi dalam fase cair, untuk reaksi heterogen cair – padat atau reaksi homogen cair- cair dan
sebagainya.

Sehingga reaktor yang di belakang akan memiliki komposisi produk yang lebih besar dibanding di depannya. Waktu tinggal dapat diketahui dengan membagi volum reaktor dengan kecepatan volumetrik cairan yang masuk reaktor. untuk menghemat digunakan banyak reaktor yang disusun secara seri daripada menggunakan reaktor tunggal yang besar. jika tidak tentu reaktor akan berkurang atau bertambah isinya. total nilai aliran dibagi berdasarkan reaktor-reaktor menurut volume yang ada. satu atau lebih reaktan masuk ke dalam suatu bejana berpengaduk dan bersamaan dengan itu sejumlah yang sama (produk) dikeluarkan dari reaktor. Dengan kata lain.  Seringkali. Dengan perhitungan kinetika reaksi.Mekanisme Kerja Pada RATB prosesnya berlangsung secara kontinyu. pengadukan adalah yang terpenting dalam reaktor ini karena dengan pengadukan menjadikan reaksinya menjadi homogen. Dengan asumsi ini.  Perhitungan RATB mengasumsikan pengadukan terjadi secara sempurna sehingga semua titik dalam reaktor memiliki komposisi yang sama. komposisi keluar reaktor selalu sama dengan bahan di dalam reaktor. konversi suatu reaktor dapat diketahui. Beberapa hal penting mengenai RATB:  Reaktor berlangsung secara ajeg. Untuk sebuah sistem paralel CSTR. Pengaduk dirancang sehingga campuran teraduk dengan sempurna dan diharapkan reaksi berlangsung secara optimal. Sebuah sistem N paralel CSTR pada ruang dan waktu yang sama. yang pada masing – masing reaktor dapat dianalisa secara terpisah. Di RATB. akan memberikan konversi keseluran sama . sehingga jumlah yang masuk setara dengan jumlah yang ke luar reaktor. konversi keseluran tertinggi didapat ketika konversi dimana pada masing-masing reaktor. CSTR dalam susunan paralel Pada gambar menunjukkan CSTR dalm susunan paralel dimana analisis sistem ini mirip pada analisis sistem paralel PFR. Pembagian Reaktor CSTR berdasarkan Susunannya : 1.

Dalam hal ini. CSTR dalam susunan seri Total volume reaktor minimum untuk CSTR dalam susunan seri adalah dideterminasikan dari volume reaktor minimum yang dibutuhkan untuk . Dalam bagian ini kita anggap bahwa tidak ada perubahan sistem antara reaktor. CSTR dalam susunan paralel Keuntungan dan kerugian dari rangkaian paralel o Keuntungan - Menghasilkan produk homogen - Memperbesar kapasitas produk - Waktu pengoperasiannya lebih cepat o Kerugian - Produk yang dihasilkan belum begitu sempurna - Menghasilkan konversi produk yang sama 2. cabang dari satu reaktor membentuk aliran yang ada pada reaktor yang berikutnya dalam susunan seri lainnya.sebagai sebuah CSTR tunggal dengan sebuah volume (Vt) sama untuk sejumlah volume total CSTR dalam susunan paralel. Persamaan konversi dapat diselesaikan untuk masing – masing reaktor dalam susunan seri. CSTR dalam susunan seri Sebuah sistem CSTR dalam susunan seri diilustrasikan pada gambar.

Susunan ulang persamaan tersebut untuk memberikan kondisi yang memberikan volume minimum. Lalu. dengan konversi dalam beberapa reaktor yang ditentukan dalam bentuk nilai aliran molar A ada pada reaktor pertama.memperoleh konversi pada kondisi yang ada pada reaktor pertama. Konstanta kesetimbangan untuk semua reaksi dalam bentuk konsentrasi adalah dengan mengasumsikan gas ideal. Keuntungan dan Kekurangan dari rangkaian seri o Keuntungan - Menghasilkan produk yang sempurna - Feed ( umpan ) diteruskan secara kontinyu - Memberikan konversi produk yang lebih tinggi o Kerugian - Kapasitas produk yang dihasilkan sedikit . ambil hasil penurunannya dengan mengikuti pada X A1 dan susun hasil dengan sama dengan nol. Minimisasi masssa dapat ditunjukan dalam bentuk nilai XAi yang meminimumkan volume reaktor total. Prosedur Percobaan 1. Persamaan keseimbangan mol data ditulis untuk masing – masing CSTR. Volume total minimum ditemukan dengan mengambil turunan volume total dengan mengikuti pada XA1. dan menyusun hasil yang sma dengan mol. Nilai aliran Inlet dan outlet dibagi dengan nilai reaksi dapat di plot sebagai sebuah fungsi konversi untuk sistem reaktor ini. Menyiapkan larutan yang akan digunakan .Membutuhkan waktu lama untuk operasi V.

5H2O dilakukan sekaligus 4. Data Pengamatan 1.5H2O. penambahan CuSO4. menyalakan agitator kemudian memasukkan larutan CuSO4. mengeluarkan larutan.2. penambahan CuSO4. Merekam perubahan konduktivitas dan suhu pada alat conductivity saat penambahan CuSO4. Sedangkan batch. Memasukkan larutan HCl 0.5H2O 5. Apabila semi-batch. . dan memutar main on ke kiri saat waktu yang telah diinginkan tercapai. membersihkan alat. Menghentikan pengadukan. Menghubungkan kabel alat ke stop kontak dan menghidupkan tombol main on ke arah kanan 3. VI.5H2O dilakukan perlahan.1 N sebanyak 500 mL pada tangki reaktor 3.

5 30.1 95.3 94.8 95.2 92.6 Suhu (°C) 30. 3.3 99.5 30.5 30. 1 2.6 88. Waktu (detik) 1.4 95. 9 10 11 12. 22 23. 5 6.3 91.0 97.7 92.7 99. 18. 19.6 96.8 92.6 95. 12 13.5 30. 21 22.4 99.4 30. 17 18 19 20 21. 6 7.9 91.5 89. 2 3 4. 27 28.8 94.6 96.9 92.8 100.5 98. 16 17. 30 Conductivity (µs) 96.8 97.4 30.7 93.7 97.7 99.3 93.5 30.5 92.5 30.4 30.5 30.0 100.7 92.1 99.2 99.5 91.5 30.4 30.9 90.5 30.5 30.5 30.2 90.2 88.4 .5 30.9 93.4 30. 24 25.5 93.5 30. 15 16. 8 9.8 95. 7 8.5 30.4 30.4 88. 10. 4 5. 14.3 91.5 30.6 92. 26 27.4 30.4 30.5 30.No.4 30.7 98. 29 30.5 30.5 92.4 30.5 30.5 99. 20.7 96.5 96. 13 14 15. 11. 23 24. 28 29.4 30. 25 26.

3 106.8 81. 4 5. 13 Conductivity (µs) 106.8 82. 44.5 83. 1 2.2 30. 31 33 34 35 47 36. 32.4 30. 38. 35. 41.3 106. 34.3 106.5 30.4 30.4 30.5 80.3 104.4 30.5 30.0 84.1 104. 6 7. 47 37.4 30.4 30.5 81.5 30.4 30.5 . 39.3 106. 2 3. 12 13.3 106. 5 6. 11 12. Waktu (detik) 1.4 30.9 Suhu (°C) 30.5 30.3 106.9 88.5 30. 43. 8 9.4 30.4 30.5 30.4 30.5 30.2 80.5 30.3 106.4 88.9 80. 3 4. 40.5 30. 33. No.5 30.2 80.5 85.4 30.31. 9 10.9 82. 52 53 60 64 66 75 77 87 88.4 30.5 30. 10 11.3 106. 7 8.4 2.5 30. 42.8 105.2 87.3 106.

2µs dan suhu 30. dimana pengisian larutan CuSO4.1µs dengan suhu 30. Di RATB.9µs. Kesimpulan . Pada percobaan pertama dengan proses batch. Suhu berjalan konstan sampai detik ke-13 pada proses ini. Dimana larutan yang digunakan adalah larutan HCl 0. Dimana pada detik ke-13.1 N yang dicampurkan dengan larutan CuSO4. Percoban kedua dilakukan dengan sistem semi-batch.5H2O dan dilakukan perhitungan suhu serta konduktivitasnya tiap waktu. satu atau lebih reaktan masuk ke dalam suatu bejana berpengaduk dan bersamaan dengan itu sejumlah yang sama (produk) dikeluarkan dari reaktor. Reaktor CSTR yang dilakukan dengan proses batch. pengisian larutan CuSO4. konduktivitasnya sebesar 104. sampai detik ke-7 larutan mengalami kenaikan konduktivitas yakni sampai 100. pengadukan adalah yang terpenting dalam reaktor ini karena dengan pengadukan menjadikan reaksinya menjadi homogen. Dan untuk semi-batch. Analisa Percobaan Dari percobaan yang dilakukan dapat dianalisa bahwa reaktor kontinu tipe CSTR atau RATB ( Reaktor Alir Tangki Berpengaduk ) dapat dilakukan dengan proses batch dan semi-batch. Dengan nilai konduktivitas yang hampir konstan sebesar 106. namun masih mengalami penurunan seiring dengan berjalannya waktu.VII. Percobaan dilakukan 2 kali.4 °C. pengisian larutan CuSO4.5°C lalu mengalami penurunan sampai detik ke-87 dengan nilai konduktivitas sebesar 80. yakni 30.5H2O dilakukan secara perlahan. VIII. Pengaduk dirancang sehingga campuran teraduk dengan sempurna dan diharapkan reaksi berlangsung secara optimal.3 µs.5°C.5H2O dilakukan secara sekaligus. Pada RATB prosesnya berlangsung secara kontinyu.5H2O dilakukan secara perlahan. dimana percobaan pertama dengan proses batch dan percobaan kedua dengan proses semibatch.

- Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa : Reaktor tipe CSTR/RATB dapat melakukan proses batch dan juga semi-batch Pengadukan merupakan hal yang terpenting dalam reaktor ini karena dengan - pengadukan membuat reaksinya menjadi homogen Semakin lama waktu berlangsung. maka semakin menurun nilai konduktivitasnya DAFTAR PUSTAKA .

2016. Palembang : Politeknik Negeri Sriwijaya .Jobsheet. Penuntun Praktikum Satuan Operasi 2 : Reaktor Kontinu 2.