You are on page 1of 14

2.

16 ANTIMIKROBA Dengan terjadinya luka mengakibatkan hilangnya barier pertahanan
kulit sehingga memudahkan timbulnya koloni bakteri atau jamur pada luka. Bila jumlah
kuman sudah mencapai 105 organisme jaringan, kuman tersebut dapat menembus ke dalam
jaringan yang lebih dalam kemudian menginvasi ke pembuluh darah dan mengakibatkan
infeksi sistemik yang dapat menyebabkan kematian. Pemberian antimikroba ini dapat secara
topikal atau sistemik. Pemberian secara topikal dapat dalam bentuk salep atau cairan untuk
merendam. Contoh antibiotik yang sering dipakai : Salep : Silver sulfadiazine, Mafenide
acetate, Silver nitrate, Povidone-iodine, Bacitracin (biasanya untuk luka bakar grade I),
Neomycin, Polymiyxin B, Nysatatin, mupirocin , Mebo. · MEBO/MEBT (Moist Exposed
Burn Ointment / Therapy) BROAD SPECTRUM OINTMENT Preparat herbal,
mengungakan zat alami tanpa kimiawi Toxisitas dan efek samping belum pernah ditemukan
Terdiri dari : 1. Komponen Pengobatan : beta sitosterol, bacailin, berberine Yang mempunyai
efek : Analgesik, anti-inflamasi, anti-infeksi pada luka bakar dan mampu mengurangi
pembentukan jaringan parut. 2. Komponen Nutrisi : amino acid, fatty acid dan amylose, yg
memberikan nutrisi untuk regenerasi dan perbaikan kulit yg terbakar. Efek pengobatan : ·
Menghilangkan nyeri luka bakar · Mencegah perluasan nekrosis pada jaringan yg terluka. ·
Mengeluarkan jaringan nekrotik dengan mencairkkannya · Membuat lingkungan lembab pada
luka , yg dibutuhkan selama perbaikan jaringan kulit tersisa. · Kontrol infeksi dengan
membuat suasana yg jelek untuk pertumbuhan kuman. bukan dengan membunuh kuman. ·
Merangsang pertumbuhan PRCs ( potential regenerative cell ) dan stem cell untuk
penyembuhan luka dan mengurangi terbentuknya jaringan parut · Mengurangi kebutuhan
untuk skin graft Prinsip penanganan luka bakar dgn MEBO • Makin cepat diberi MEBO ,
hasilnya lebih baik ( dalam 4-12 jam setelah kejadian) • Biarkan luka terbuka • Kelembaban
yg optimal pada luka dengan MEBO • Pemberian salep harus teratur & terus menerus tiap612 jam dibersihkan dengan kain kasa steril jangan dibiarkan kulit terbuka tanpa salep > 2-3
menit untuk mencegah penguapan cairan di kulit dan microvascular menyebabkan thrombosit
merusak jaringan dibawahnya yang masih vital. • Pada pemberian jangan sampai kesakitan /
berdarah, menimbulkan perlukaan pada jaringan hidup tersisa • Luka jangan sampai maserasi
maupun kering • Tidak boleh menggunakan : desinfektan (apapun) , saline atau air untuk
Wound debridement FLOWCHART DARI PENANGANAN LUKA • EARLIER PERIOD
( 1 – 6 HARI ) Blister di pungsi , kulitnya dibiarkan utuh. Beri MEBO pd luka setebal 0,5-1
mm. Ganti dan beri lagi MEBO tiap 6 jam hari ke 3-5 kulit penutup bulla diangkat •
LIQUEFACTION PERIOD ( 6-15 HARI ) Angkat zat cair yg timbul diatas luka Bersihkan
dgn kasa , beri mebo lagi setebal 1 mm • PREPARATIVE PERIOD ( 10-21 HARI )
Bersihkan luka seperti sebelumnya Beri MEBO dengan ketebalan 0,5 – 1 mm Ganti dan beri
lagi MEBO tiap 6 - 8 jam • REHABILITATION Bersihkan luka yg sembuh dengan air hangat
Beri MEBO 0,5 mm, 1X-2X /hari Jangan cuci luka yg sudah sembuh berlebihan Lindungi
luka yg sembuh dari sinar matahari Catatan : 1. Untuk luka bakar grade 2 superficial : Pada
hari 6-15 : luka sembuh , mebo tetap diberi untuk 2 minggu 2X /hari 2. untuk luka bakar
grade 2 deep / grade 3 : Pada hari ke 6 – 15 terjadi pencairan jaringan necrotic Cairan rendam
: 0.5% silver nitrate, 5% mafenide acetate, 0.025% sodium hypochlorite, 0.25% acetic acid
6,8 2.17 KONTROL RASA SAKIT Rasa sakit merupakan masalah yang signifikan untuk
pasien yang mengalami luka bakar untuk melalui masa pengobatan. Pada luka bakar yang
mengenai jaringan epidermis akan menghasilkan rasa sakit dan perasaan tidak nyaman.
Dengan tidak terdapatnya jaringan epidermis (jaringan pelindung kulit), ujung saraf bebas
akan lebih mudah tersensitasi oleh rangsangan. Pada luka bakar derajat II yang dirasakan
paling nyeri, sedangkan luka bakar derajat III atau IV yang lebih dalam, sudah tidak
dirasakan nyeri atau hanya sedikit sekali. Saat timbul rasa nyeri terjadi peningkatan
katekolamin yang mengakibatkan peningkatan denyut nadi, tekanan darah dan respirasi,
penurunan saturasi oksigen, tangan menjadi berkeringat, flush pada wajah dan dilatasi pupil.

maksimal terjadi setelah delapan jam. Pembengkakan terjadi pelan-pelan. berkeringat. mencegah komplikasi seperti sepsis dan mengurangi angka mortalitas. tetapi bila lebih dari 20% akan terjadi syok hipovolemik dengan gejala yang khas. hasilnya tidak ada perbedaan dalam hal kosmetik atau fungsi organ. memperingan biaya perawatan di rumah sakit. Hal itu menyebabkan berkurangnya volume cairan intravaskuler. Today Deal $50 Off : https://goo. Dapat juga digunakan obat psikotropik sepeti anxiolitik. tangan dan kaki. mempersingkat durasi sakit dan lama perawatan di rumah sakit. nadi kecil. 8 Today Deal $50 Off : https://goo. Tapi kerugian dari metode ini adalah membuthkan waktu yang cukup lama (2-3 minggu) sampai kulit (autograft) yang baru tumbuh dan sering timbul luka parut. atau terjadi perdarahan masive akibat eksisi. akan timbul kesulitan mendapatkan donor kulit. prosedur operasi. Metode ini juga sangat mahal 6 Today Deal $50 Off : https://goo. Preparat anestesi seperti ketamin. pucat. Keratinocyte didapat dengan cara biopsi kulit dari kulit pasien sendiri. atau saat terapi rehabilitasi. Kerusakan kulit akibat luka bakar menyebabkan kehilangan cairan akibat penguapan yang berlebihan. graft akan terkelupas dengan sendirinya.gl/efW8Ef Infeksi Luka bakar merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. masuknya cairan ke bula yang terbentuk pada luka bakar derajat dua dan pengeluaran cairan dari keropeng luka bakar derajat tiga. Bila luas luka bakar kurang dari 20%. dingin. tranquilizer dan anti depresan. mencegah terjadinya infeksi pada luka bila dibiarkan terlalu lama. E&G dilakukan 3-7 hari setelah terjadi luka. dan produksi urin berkurrang. biasanya akan menyebabkan infeksi dalam 24-48 jam. biasanya mekanisme kompensasi tubuh masih bisa mengatasinya. Dalam kondisi yang lebih berat akan muncul bakteriemi atau septikemi yang kemudian akan tejadi penyebaran infeksi ke tempat yang lain. Untuk itu telah dikembangkan metode baru yaitu dengan kultur keratinocyte. setelah terjadi penyembuhan. dan cepat. Beberapa penelitian membandingkan teknik E&G dengan teknik konvensional. bahkan lebih baik hasilnya bila dilakukan pada luka bakar yang terdapat pada muka. seperti gelisah. Tapi ada juga ahli bedah yang sekaligus melakukan eksisi pada seluruh luka bakar. Terapi farmakologi yang digunakan biasanya dari golongan opioid dan NSAID.gl/efW8Ef EARLY EXICISION AND GRAFTING (E&G) Dengan metode ini eschar di angkat secara operatif dan kemudian luka ditutup dengan cangkok kulit (autograft atau allograft ). N2O (nitrous oxide) digunakan pada prosedur yang dirasakan sangat sakit seperti saat ganti balut. Pada luka bakar yang luas (>80% TBSA).gl/efW8Ef Efek sistemik · Kehilangan cairan Meningkatnya permeabilitas menyebabkan udem dan menimbulkan bula yang banyak elektrolit. Penggunaan benzodiazepin dbersama opioid dapat menyebabkan ketergantungan dan mengurangi efek dari opioid. Dalam kontrol rasa sakit digunakan terapi farmakologi dan non farmakologi. tekanan darah menurun.Pasien akan mengalami nyeri terutama saat ganti balut. pada umumnya tiap harinya dilakukan eksisi 20% dari luka bakar kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya. Metode ini mempunyai beberapa keuntungan dengan penutupan luka dini. Bakteriemi merupakan penyebab kematian tersering pada luka bakar mulai dari 24 . tapi cara ini memiliki resiko yang lebih besar yaitu : dapat terjadi hipotermi.

o Sebagai pilihan lain. Yang bertahan hidup. akan menderita cacat dan trauma psikis sebagai akibat rasa sakit dan perawatan yang lama di rumah sakit. Infeksi yang invasive ditandai dengan keropeng yang mula-mula kering dengan perubahan jaringan di tepi keropeng yang mula-mula sehat menjadi nekrotik. gunakan telapak tangan pasien untuk memperkirakan luas luka bakar. .  Seberapa luas tubuh pasien yang terbakar? o Gunakan bagan luas permukaan tubuh berdasarkan umur berikut ini. Telapak tangan pasien berukuran kira-kira 1% dari total permukaan tubuhnya. Streptococcus β-hemolitikus dan pseudomonas memproduksi enzym protease yang dapat mencegah penempelan dari skin graft. Bagan perkiraan persentase permukaan tubuh yang terbakar Perkirakan total daerah yang terbakar dengan menjumlahkan persentase permukaan tubuh yang terkena seperti yang ditunjukkan dalam gambar (lihat tabel untuk daerah A–F yang berubah sesuai dengan umur pasien). Today Deal $50 Off : https://goo. Penilaian Luka bakar dapat terjadi pada sebagian lapisan kulit atau lebih dalam. tidak terasa dan tidak memucat bila ditekan. Infeksi ringan dan noninvasif ditandai dengan keropeng yang mudah terlepas dengan nanah yang banyak.jam pertama sampai pada luka bakar yang sudah sembuh.1 Luka Bakar Luka bakar dan luka akibat benda panas berkaitan dengan risiko tinggi kematian pada anak. Tanyakan dua hal berikut:  Sedalam apakah luka bakar tersebut? o Luka bakar dalam. Infeksi kuman menimbulkan vaskulitis pada pembuluh kapiler di jaringan yang terbakar dan menimbulkan trombosis. akibatnya luka bakar yang mula-mula derajat dua menjadi derajat tiga. berwarna hitam/putih dan biasanya kering.gl/efW8Ef 9. melepuh atau berair dan nyeri. Luka bakar yang dalam (full-thickness) berarti seluruh ketebalan kulit pasien mengalami kerusakan dan tidak akan terjadi regenerasi kulit. berwarna merah muda atau merah.3. o Luka-bakar-sebagian.

bulu hidung terbakar). yang meliputi wajah. trakeostomi . tangan. o Luka bakar wajah yang berat atau trauma inhalasi mungkin memerlukan intubasi. perineum. luka bakar yang melingkar dan yang tidak bisa berobat jalan. kaki.Tatalaksana  Rawat inap semua pasien dengan luka bakar >10% permukaan tubuh. melewati sendi.  Periksa apakah pasien mengalami cedera saluran respiratorik karena menghirup asap (napas mengorok.

bau busuk. povidon dan bahkan buah pepaya tumbuk).  Mencegah Infeksi o Jika kulit masih utuh. beri oksigen (lihat bagian 10. o Berikan antibiotik topikal/antiseptik (ada beberapa pilihan bergantung ketersediaan obat: peraknitrat. Kulit yang melepuh harus dikempiskan dan kulit yang mati dibuang. Bersihkan dan balut luka setiap hari. o Luka bakar kecil atau yang terjadi pada daerah yang sulit untuk ditutup dapat dibiarkan terbuka serta dijaga agar tetap kering dan bersih. obati dengan amoksisilin oral (15 mg/kgBB/dosis 3 kali sehari). o Jika kulit tidak utuh. atau setengah garam normal dengan glukosa 5%. frekuensi napas. o 24 jam pertama: hitung kebutuhan cairan dengan menambahkan cairan dari kebutuhan cairan rumatan (lihat bagan 17) dan kebutuhan cairan resusitasi (4 ml/kgBB untuk setiap 1% permukaan tubuh yang terbakar)  Berikan ½ dari total kebutuhan cairan dalam waktu 8 jam pertama. tekanan darah dan jumlah air seni) o Transfusi darah mungkin diberikan untuk memperbaiki anemia atau pada lukabakar yang dalam untuk mengganti kehilangan darah. larutan garam normal dengan glukosa 5%.o Jika terdapat bukti ada distres pernapasan. lakukan nekrotomi. kompres jaringan bernanah dengan kasa lembap. selulitis). perak-sulfadiazin. bersihkan dengan larutan antiseptik secara perlahan tanpa merobeknya. Contoh: untuk pasien dengan berat badan 20 kg dengan luka bakar 25% Total cairan dalam waktu 24 jam pertama = (60 ml/jam x 24 jam) + 4 ml x 20kg x 25% luka bakar = 1440 ml + 2000 ml = 3440 ml (1720 ml selama 8 jam pertama) o 24 jam kedua: berikan ½ hingga ¾ cairan yang diperlukan selama hari pertama o Awasi pasien dengan ketat selama resusitasi (denyut nadi. dan kloksasilin (25 mg/kgBB/dosis 4 . hati-hati bersihkan luka bakar. gentian violet. Gunakan larutan Ringer laktat dengan glukosa 5%. dan sisanya 16 jam berikutnya.7). Antiseptik pilihan adalah perak-sulfadiazin karena dapat menembus bagian kulit yang sudah mati.  Resusitasi cairan (diperlukan untuk luka bakar permukaan tubuh > 10%).  Obati bila terjadi infeksi sekunder o Jika jelas terjadi infeksi lokal (nanah.

05–0. o Beri parasetamol oral (10–15 mg/kgBB setiap 6 jam) atau analgesik narkotik IV (IM menyakitkan).5 kali kalori normal dan 2-3 kali kebutuhan protein normal. buang keropeng tersebut .  Jika pasien dirawat-inap dalam jangka waktu yang cukup lama. seperti morfin sulfat (0.  Nutrisi o Bila mungkin mulai beri makan segera dalam waktu 24 jam pertama. o Anak dengan luka bakar luas membutuhkan 1. .1 mg/kg BB IV setiap 2–4 jam) jika sangat sakit. Kontraktur luka bakar Luka bakar yang melewati permukaan fleksor anggota tubuh dapat mengalami kontraktur.  Menangani rasa sakit o Pastikan penanganan rasa sakit yang diberikan kepada pasien adekuattermasuk perlakuan sebelum prosedur penanganan. vitamin dan suplemen zat besi. beri ATS atau immunoglobulin tetanus (jika ada) o Bila sudah diimunisasi.5 mg/kgBB IV/IM sekali sehari) ditambah kloksasilin (25–50 mg/kgBB/dosis IV/IM 4 kali sehari). Fisioterapi dan rehabilitasi  Harus dimulai sedini mungkin dan berlanjut selama proses perawatan luka bakar. walaupun telah mendapatkan penanganan yang terbaik (hampir selalu terjadi pada penanganan yang buruk). beri ulangan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) jika sudah waktunya. o Anak harus mendapat diet tinggi kalori yang mengandung cukup protein. Balutan ini harus dipakai pada waktu pasien tidur. Jika dicurigai terdapat septisemia gunakan gentamisin (7.  Periksa status imunisasi tetanus o Bila belum diimunisasi. seperti mengganti balutan.kali sehari). Jika dicurigai terjadi infeksi di bawah keropeng. sediakan mainan untuk pasien dan beri semangat untuk tetap bermain.  Cegah kontraktur dengan mobilisasi pasif atau dengan membidai permukaan fleksor Balutan dapat menggunakan gips.

Garamycin) dan Iodine (Betadine) juga efektif. Yang pertama adalah obat untuk mengatasi kemungkinan infeksi.Jika luka bakar tersebut ringan. Namun bila diperlukan dapat juga digunakan antibiotik kombinasi seperti CoAmoxiclav (Clavamox. Organ-organ kulit seperti folikel rambut. Claneksi) apabila ada kekhawatiran adanya resistensi. – Dijumpai bulae. Luka bakar derajat I – Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis – Tampak merah dan kering seperti luka bakar matahari – Tidak dijumpai bulae – Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi – Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari b. Ponstan. Derajat II dalam (deep) – Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis. Untuk mengurangi rasa nyeri. kelenjar sebasea sebagian besar . terutama untuk luka bakar ringan. Oleskan pada luka 2-3 kali sehari. maka beberapa obat dapat digunakan. Bagaimana dengan luka Laluna. Dentacid) ataupun ibuprofen (Proris). bisa digunakan obat-obat AINS seperti asam mefenamat (Mefinal. Amoksisilin (Amoxsan. Berdasarkan kedalaman luka bakar a. Jenis lain adalah obat yang mengandung ekstrak placenta dan antibiotik seperti Bioplacenton. Penutupan luka bisa saja dilakukan. Luka bakar derajat II ini dibedakan menjadi 2 (dua). Apakah luka bakar perlu untuk ditutup dengan kasa? Terdapat perbedaan pendapat untuk hal ini. – Dasar luka berwarna merah atau pucat. – Organ-organ kulit seperti folikel rambut. apa yang saya lakukan? Mengingat lukanya ingan saja. namun untuk itu harus rajin diganti. mengingat luka baka rentan infeksi. Beberapa antibitik topikal seperti gentamisin (Genoint. cukup saya oleskan antibitik topikal saja. kelenjar keringat. – Nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi. Sedangkan jika tidak ditutup. Kalmoxilin. sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal. Penmox) umum digunakan. berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi. dan ada sedikit lepuhan. Untuk itu digunakan antibiotik spektrum luas yang dapat diberikan baik oral (diminum) maupun topikal (dioles). hindarkan keluar rumah agar luka tidak terkena debu jalanan yang dapat meningkatkan resiko infeksi. yaitu : Derajat II dangkal (superficial) Kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis. kelenjar keringat. kelenjar sebasea masih utuh. Luka bakar derajat II – Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis. Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10-14 hari. sehai 2 kali. derajat 1 atau 2 dan tidak luas.

tergantung epitel yang tersisa. Endoskopi berguna untuk mendiagnosis gastritis stres.2. Pada kondisi pasien puasa dan stres maka PPI bukanlah pilihan. Tidak§ dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi.10 Penelitian-penelitian kecil telah menunjukkan efektifitas PPI pada pasien-pasien dengan . penggunaan mikrosfer atau sediaan intravena dapat berguna jika pasien diduga terdapat perdarahan akibat gastritis stres. Pada pasien-pasien yang sakit kritis dan terintubasi dengan selang nasogastrik atau selang makan Perkutaneus Endoskopi Gastrostomi (PEG). Pada pasien-pasien dengan ventilasi mekanik pemberian sukralfat dapat menurunkan risiko pneumonia nosokomial karena aspirasi. – Penyembuhan terjadi lebih lama. granul.5 Medikamentosa Tujuan tatalaksana adalah profilaksis yang dapat menurunkan kejadian gastritis stres sebanyak 50% jika profilaksis diberikan pada awal perawatan. oleh karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami kerusakan/kematian.8 Penghambat reseptor Histamin 2 (H2 bloker) (ranitidine. Penyembuhan terjadi lama karena tidak terjadi proses epitelisasi spontan dari dasar luka. Biasanya penyembuhan terjadi lebih dari sebulan. cairan(IV)). c. H2 bloker tersedia luas dan dapat digunakan secara intravena.2. Pada perdarahan aktif penggunaan infus H2 bloker selama 24 jam dapat digunakan karena dapat membuat konsentrasi yang stabil dari H2 bloker di mukosa gaster sehingga meningkatkan kesembuhan. PPI memblok jalur akhir dari sekresi asam dengan memblok enzim H-K-ATP ase. Sukralfat (kompleks garam dari alumunium hidroksida sukrosa dan sulfat) memiliki tegangan positif dan berikatan dengan tegangan negatif dari dasar ulkus untuk membentuk jeli yang berfungsi membentuk plug di dasar ulkus dan mencegah perburukan dari gastritis.4.10 PPI tersedia dalam berbagai bentuk (tablet. kelenjar keringat. Organ-organ kulit seperti folikel rambut. Efek samping utama obat ini adalah terjadinya Pneumonia Nosokomial yang diduga terjadi karena supresi asam lambung sehingga menyebabkan kolonisasi bakteri sekunder dan selanjutnya menyebabkan Pneumonia aspirasi. Kulit yang terbakar berwarna putih hingga merah. Obat ini tersedia luas dan mudah digunakan serta tidak mahal. kelenjar sebasea mengalami kerusakan. Penggunaannya ditunjukkan pada beberapa penelitian kecil.8 Sukralfat merupakan agen primer profilaksis untuk gastritis stres yang telah lama digunakan untuk menurunkan kejadian gastritis stres. Aktivitasnya secara selektif memblok reseptor H2 pada sel parietal sehingga menurunkan produksi ion Hidrogen. Luka bakar derajat III Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam. Pemantauan pH lambung dimana pH lambung diharapkan lebih dari 4 dan jika kurang maka dokter harus meningkatkan dosis obat yang digunakan untuk profilaksis. terutama jika tidak respon dengan rejimen yang telah dibahas sebelumnya. coklat atau hitam Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar.famotidin) telah juga digunakan untuk profilaksis. namun hingga saat ini beberapa penelitian klinis sedang berjalan. Tidak dijumpai bulae.masih utuh.9 Peranan Penghambat Pompa Proton (PPI) pada profilaksis belum banyak diteliti. namun tidak ada penelitian klinis acak secara besar-besaran. PPI adalah prodrug dan biasanya membutuhkan kondisi asam untuk menjadi aktif.2.

11 Constantin dan kawan-kawan membandingkan hasil data penelitian multisenter mengenai pencegahan penyakit gangguan mukosa akibat stres dan perdarahan pada pasien kritis yang diobati dengan PPI dan H2 bloker. Profilaksis dengan sukralfat atau ranitidin merupakan hal terpenting yang harus dilakukan pada pasien dengan kondisi kritis. PPI juga lebih efektif dibandingkan H2 bloker untuk profilaksis kejadian perdarahan ulang. Reveiz dan kawan-kawan melakukan systematic review dari uji klinik acak untuk menilai efek pengobatan profilaksis pada ulkus.12 Pada penelitian lain. providon iodine dan chlorohexidine. aksila. Endoskopi diperlukan untuk menegakkan diagnosis.13 Pada sebuah penelitian di pasien anak-anak dengan ventilator mekanik yang mendapat ranitidin menunjukkan perbedaan nyata pada temuan endoskopi mukosa gaster dengan histopatologi.10.13 Reveiz menyimpulkan bahwa meskipun dari analisis menunjukkan terapi profilaksis baik untuk mencegah perdarahan saluran cerna.ventilasi mekanik untuk menurunkan kejadian gastritis stres dan penggunaannya aman serta hemat biaya. Tidak semua pasien yang dirawat harus diberikan terapi profilaksis gastritis stres. gastritis dan perdarahan akibat stres pada pasien anak yang kritis dirawat di ruang ICU anak. Bila sudah terjadi perdarahan saluran cerna maka PPI merupakan pilihan utama. peneliti melihat bahwa pasien yang dirawat di ICU dengan berbagai kondisi medis secara konsisten tetap mengalami perdarahan baik secara klinis maupun endoskopi akibat penyakit gangguan mukosa akibat stres. dll 2) Lakukan nekrotomi jaringan nekrosis 3) Lakukan escharotomy jika luka bakar melingkar (circumferential) .14 Kesimpulan Gastritis stres merupakan komplikasi akibat suatu kondisi medis kritis dan seringkali terjadi pada pasien di perawatan ICU. • Urutan prosedur tindakan perawatan luka pada pasien luka bakar antara lain : 1) Cuci / bersihkan luka dengan cairan savlon 1% dan cukur rambut yang tumbuh pada daerah luka bakar sperti pada wajah. Perbandingan PPI dan plasebo menunjukkan keunggulan PPI pada kasus perdarahan ulkus peptikum. Walaupun telah diberikan terapi penekan asam lambung. pubis. sodium hipochloride. namun pada penggunaan PPI tidak ditemukan perbedaan yang nyata. Semakin awal terapi profilaksis diberikan dapat mencegah gastritis stres lebih besar. namun bukti-bukti yang menyokong belum begitu kuat.13 Herzig dan kawan-kawan menemukan bahwa kasus perdarahan saluran cerna nosokomial di luar ICU jarang terjadi dan pasien yang tidak kritis seyogyanya tidak diberikan pengobatan profilaksis penekan asam secara rutin. Ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok yang menerima terapi profilaksis dibandingkan yang tidak dimana perdarahan saluran cerna lebih banyak terjadi pada kelompok yang tidak mendapat terapi profilaksis.

Vitamin C. beri salep antibiotika) 11) Tutup dengan kasa steril (perawatan tertutup atau biarkan terbuka (gunakan cradle bed) Aksi Menghambat dinding sel sintesis mucopeptide bakteri.5 mg/kgBB IV/IM sekali sehari) dan metronidazol (7. Indikasi Pengobatan telinga. Eskartomi dilakukan oleh dokter 4) Bullae (lepuh) dibiarkan utuh sampai hari ke 5 post luka bakar. suplemen nutrisi untuk pasien yang kekurangan nutrisi sang Berikan antibiotik sampai selulitis sekitar luka sembuh (biasanya dalam waktu 5 hari). zat besi.     Luka B akar Ringan a.9% 9) Keringkan menggunakan kasa steril 10) Beri salep silver sulfadiazine (SSD) setebal 0. Malnutrisi Malnutrisi adalah masalah yang pelik di daerah tertinggal. saluran pernapasan bawah.5 mg/kgBB/dosis 3 kali sehari) jika dicurigai terjadi pertumbuhan bakteri saluran cerna. kulit dan struktur kulit.dan eschar menekan pembuluh darah.5cm pada seluruh daerah luka bakar (kecuali wajah hanya jika luka bakar dalam [derajat III] dan jika luka bakar pada wajah derajat I/II. dan infeksi gonore tanpa komplikasi akut yang disebabkan oleh strain yang rentan dari organisme tertentu. A. hidung. bersihkan dengan betadin sol 2% 7) Perhatikan ekspresi wajah dan keadaan umum pasien selama merawat luka 8) Bilas savlon 1% dengan menggunakan cairan NaCl 0. dan zink juga merupakan nutrien penting untuk penyembuhan luka. gentamisin (7. Protein dan kalori yang cukup diperlukan dalam proses penyembuhan luka. kecuali jika di daerah sendi / pergerakan boleh dipecahkan dengan menggunakan spuit steril dan kemudian lakukan nekrotomi 5) Mandikan pasien tiap hari jika mungkin 6) Jika banyak pus. tenggorokan. GU. . Jika tersedia.  Berikan ampisilin oral (25–50 mg/kgBB/dosis 4 kali sehari).  Berikan kloksasilin oral (25–50 mg/kgBB/dosis 4 kali sehari) karena sebagian besar luka biasanya mengandung Staphylococus.

tanah. Tetanus merupakan infeksi yang tergolong serius dan disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. kaki dan genitalia/perinerium e. Luka Bakar Sedang a. Luka Bakar Berat a. Luka bakar derajat II 20% atau lebih pada anak anak c. Bakteri tetanus sering kali masuk ke tubuh melalui luka terbuka akibat cidera atau luka bakar. Luka bakar dengan cedera inhalasi. Luka bakar mengenai tangan. Luka bakar derajat III < 2% 2. disertai trauma lain. Luka bakar derajat II < 10% pada anak anak c. Luka bakar derajat III < 10% 3. . wajah. Bakteri ini umumnya terdapat dalam debu. mata. Luka bakar derajat II 15 25% pada orang dewasa b.                                     Luka bakar derajat II < 15% b. Luka bakar derajat II 25% atau lebih pada orang dewasa b. serta kotoran hewan dan manusia. Luka bakar II 10 25% pada anak anak c. telinga. Luka bakar derajat II 10% atau lebih d.

23 Juli 2011 ATS DAN TETANUS TOKSOID Pemberian ATS dan Tetanus Toksoid a.5 ml tidak untuk mencegah tetanus saat itu. yaitu anti tetanus serum (ATS) dan vaksin tetanus toxoid... vaksin tetanus toxoid 0..... namun untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap tetanus. Pemberian Anti Tetanus Serum Suntikan tetanus ada 2 macam.sharing-sharing info jadi main utamanya. smoga blog yang Ordinary ini.. Neurotoksin yang mengacaukan kinerja saraf dapat menyebabkan pengidap mengalami kejang dan kekakuan otot yang merupakan gejala tetanus yang utama.:) Cheeky Quotes Sabtu. ilmu dan informasi will be more precious klo bisa dibagi buat semua. bakteri tetanus akan berkembang biak dan melepas neurotoksin. Ordinary Phoo Aslm. yaitu racun yang menyerang sistem saraf. Sementara itu. Gejala ini dapat menyebabkan rahang pengidap mengatup rapat dan tidak bisa dibuka atau biasa disebut dengan istilah rahang terkunci (lockjaw).. ATS sebanyak 1500 IU merupakan serum yang dapat langsung mencegah timbulnya tetanus.. Indikasi suntikan ATS (Anti Tetanus Serum)  Luka cukup besar (dalam lebih dari 1 cm)  Luka berbentuk bintang  Luka berasal dari benda yang kotor dan berkarat  Luka gigitan hewan dan manusia .. Selain itu.. juga mencegah tetanus pada kejadian lain dalam jangka waktu kira-kira 6 bulan bila tanpa booster. masalah sukar menelan juga dapat dialami oleh pengidap tetanus.Jika berhasil memasuki tubuh. Ordinary phoo ad pada dasarny cuma buat ngisi waktu luang. sehingga mencegah terjadinya tetanus di kemudian hari bila ternyata luka tersebut masih mengandung kuman. bisa bermanfaat bagi pengunjung ny.

Pemberian Tetanus Toksiod (Profilaksis the american college of surgeon committee on Trauma  Imunisasi pasif dengan human immune globulin tidak diindikasikan jika pasien tersebut sudah mendapat suntikan toksoid minimal 2 kali sebelumnya. Luka tembak dan luka bakar  Luka terkontaminasi. injeksi 0. Imunisasi tetanus toxoid (TT) Jenis imunisasi ini minimal dilakukan lima kali seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan penuh. dilakukan enam bulan setelah TT2 (perlindungan enam tahun). atau luka kurang dari 6 jam namun timbul karena kekuatan yang cukup besar (misalnya luka tembak atau terjepit mesin)  Penderita tidak memiliki riwayat imunisasi tetanus yang jelas atau tidak mendapat booster selama 5tahun atau lebih b.  Pasien dengan riwayat imunisasi pernah mendapat sekali injeksi atau kurang. misalnya sewaktu remaja. atau riwyatnya tidak diketahui harus mendapat toksoid tetanus untuk luka nontetanus.  Pasien dengan riwayat imunisasi lengkap tetapi booster yang didapat sudah melewati masa 10 tahun harus mendapat toksoid tetanus untuk semua luka tembus. Untuk luka yang dicurigai tetanus dapat diberikan ATS. Imunisasi TT yang pertama bisa dilakukan kapan saja. Imunisasi Luka kecil dan basah Luka-luka lainnya tetanus Toksoid Toksoid sebelumny TIG TIG . tidak memerlukan penatalaksanaan tambahan untuk luka-luka non tetanus biasa.5 ml toksoid tetanus booster yang dapat diabsorbsi harus diberikan jika pemberian terakhir telah lebih dari 5 tahun yang lalu. atau luka kurang dari 6 jam namun terpapar banyak kontaminasi. pasien yang sudah mendapat booster dalam 10 tahun terakhir. kemudian TT4 diberikan satu tahun setelah TT3 (perlindungan 10 tahun).  Pasien dengan imunisasi lengkap yaitu. Tahap berikutnya adalah TT3. Lalu TT2 dilakukan sebulan setelah TT1 (dengan perlindungan tiga tahun). yaitu: luka yang lebih dari 6 jam tidak ditangani. dan TT5 diberikan setahun setelah TT4 (perlindungan 25 tahun). Jika luka dicurigai mengandung tetanus.

TIG : Tetanus Imun Globulin (manusia) Td : Tetanus difteri toksoid - : Tidak diberikan Ya : Diberikan x : Kecuali luka lebih dari 24 jam xx : Kecuali telah lebih dari 10 tahun pemberian toksoid yang terakhir xxx : Kecuali telah lebih dari 5 tahun pemberian toksoid yang terakhi tetanus .a (dosis) Tidak jelas Td - Td Ya 0-1 Td - Td Ya 2 Td - Td -(x) 3-lebih -(xx) - -(xx) - Keterangan.