You are on page 1of 7

INSTALASI INDUSTRI

1. KETENTUAN TENTANG INSTALASI INDUSTRI

1.1. Instalasi motor listrik.


1.2. Instalasi kendali.

Ketentuan tentang instalasi industri

2. RANGKAIAN MOTOR LISTRIK


2.1.

Sirkit penghantar motor.


2.1.1. KHA sirkit motor tunggal minimal 125 % arus pengenal
beban penuh motor.
KHA = 125 % x In
2.1.2. Sirkit penghantar motor yang mensuplai 2 motor atau lebih,
minimal jumlah arus beban penuh semua motor + 25 % arus
beban penuh motor terbesar ( arus beban tertinggi).
KHA = I n + 25 % x I n terbesar.
2.1.3. Untuk motor dengan daur kerja intermitten, pembebanan
singkat, tidak bekerja bersama-sama, KHA penghantar sirkit
dapat minimal sama dengan beban maksimum yang terjadi.

2.2.

Proteksi beban lebih sirkit motor.


2.2.1. Beban lebih atau arus lebih pada waktu motor beroperasi
bila bertahan pada waktu cukup lama, akan mengakibatkan
kerusakan atau overheating pada sirkit motor.

Lanjutan 2.2.1.

2.2.2.

2.2.3.
2.2.4.

2.2.5.

2.2.6.

Setelan gawai proteksi dirancang maksimum sama


dengan setelan arus asut motor. Waktu tunda gawai
proteksi harus lebih kecil dari lama arus asut motor.
Pengaman lebur sebagai proteksi beban lebih motor
dipasang pada tiap-tiap fasa aktif motor.
Jika gawai proteksi bukan pengaman lebur (misalnya relai,
Bimetal) dipasang pada :
Satu fasa : pada penghantar fasa.
Tiga fasa : cukup pada penghantar fasa 1 dan 2, atau 2
dan 3, atau 1 dan 3.
Proteksi beban lebih harus dilengkapi dengan proteksi
arus hubung pendek.
Kontak tusuk yang di pakai untuk melayani motor harus
minimum mempunyai nilai pengenal I0A 250 Volt, setara
dengan KHA penghantar sirkit akhir kotak kontak tersebut.

Ketentuan tentang instalasi industri

Lanjutan 2.2.6

2.3.

Proteksi Hubung Pendek Sirkit Motor


2.3.1. Setiap motor harus diproteksi tersendiri terhadap
arus
hubung pendek, kecuali :

Sisi hulu sirkit telah di proteksi dengan nilai pengenal


maksimum 16 A.

Gabungan motor dengan proteksi satu gawai proteksi


yang dapat memutuskan semua motor tersebut.
2.3.2. Setelan atau nilai proteksi motor tunggal mengikuti tabel
5.5.2. PUIL 2000. (lihat halaman lain)
2.3.3. Setelan beberapa motor tidak boleh melebihi nilai terbesar
berdasarkan tabel 5.5.2 untuk masing- masing motor
ditambah jumlah arus beban penuh motor lain dalam
sirkit tersebut.
Setelan gawai = setelan gawai proteksi terbesar + In motor lain.

IG2
x

IN
IG3
x

Motor lain
M1

IN3

M2

IN2

M3

IN1

IG2 = IG3 + IN1 + In2

Lanjutan 2.3.3

2.4.

Proteksi Hubung Pendek Sirkit Cabang.


2.4.1. Arus gawai proteksi hubung singkat sirkit cabang yang
mensuplai beberapa motor :
Arus gawai proteksi menurut tabel 5.5.2 + Jumlah arus
beban penuh semua motor yang di pasok sirkit cabang
tersebut.
Contoh soal Aplikasi :
Suatu sirkit cabang motor, tegangan kerja 230 Volt sebagai
mana pada gambar :
Motor sangkar
: I n = 42 A
I Strat = 250% In
Motor sinkron
: I n = 54 A
I Strat = 200 % In
dengan asutan autotrafo
Motor cincin
: I n = 68 A I Start = 150% In
dua buah
Masing-masing motor diproteksi dengan pemutus sirkit
terhadap hubung pendek.

Ketentuan tentang instalasi industri

Lanjutan 2.4.1.

juga

Tentukan :
a. Kuat hantar arus sirkit cabang.
b. Setelan proteksi hubung pendek sirkit cabang.
c. Setelan proteksi saluran utama terhadap
hubung pendek bila sirkit cabang tersebut
memasok motor rotor cincin I n = 68 A
Penyelesaian :
Gawai proteksi 218 A

Sirkit cabang
Gawai proteksi
105A

Sirkit
Akhir
motor

A
x

85A + 52,5A +67,5A = 181A

B
108A

C
102Ax

125% x 42A 125% x 54A 125% x 68A


52,5A
67,5A
85A

M
Motort sangkar
IN : 42A

M
Motor sinkron
dengan autotrafo
IN : 54A

M
Motor cincin
IN : 68A

KHA Penghantar
Sirkit A
125% x 42A = 52,5 A
Sirkit B
125% x 54 = 67.5 A
Sirkit C
125% x 68 = 85A
LIHAT TABEL KABEL PUIL
Kuat hantar arus sirkit cabang
125% x Iu motor terbesar + In
masing-masing motor lain
= 125 % x 68A+42A+54 = 181A

Lanjutan 2.4.1.

KHA Penghantar :
- Sirkit A = 125 % x 42 A = 52,5 A DIPILH = MM
-Sirkit B = 125 % x 54 A = 67,5 A DIPILH = MM
-Sirkit C = 125 % x 68 A = 85 A DIPILH = MM
Kuat hantar arus sirkit cabang :
125 % x I n motor terbesar + In masing-masing motor lain =
125 % x 68 A + 42 A + 54 A = 181 A DIPILH = .. MM
Setelan gawai proteksi sirkit akhir :
Sirkit A = 250 % x 42 A = 105 A ( I Start ) -- PILIH MCB 125
Sirkit B = 200 % x 54 A = 108 A ( I Start) -- PILIH MCB 125
Sirkit C = 150 % x 68 A = 102 A ( I Start ) -- PILIH MCB 125

Ketentuan tentang instalasi industri

Lanjutan 2.4.1.

Rangkaian sirkit cabang :


Setelan gawai proteksi sirkit cabang
Setelan terbesar motor + I n motor motor lain
108 A + 42 A + 68 A = 218 A.
Motor rotor cincin yang tersambung (MD)
KHA sirkit = 1,25 + 68 A = 85 A
Setelan gawai proteksi = 150 % x 68 A = 102 A
Dipih MCB 125 A
Rangkaian sirkit utama :
KHA penghantar :
KHA sirkit cabang dengan KHA terbesar + I n motormotor lain = 181 A + 68 A = 249 A --- Dipilih 250 A

Lanjutan 2.4.1.

Gawai proteksi
218A+68A=286A
KHA = 181+68=249A

Sirkit Utama

1,5 x 68 = 102A

KHA =
1,25 x 68 = 85A

Gawai proteksi
= 108A + 42A + 68A
= 218 A

Sirkit Cabang
M

KHA =
85A+42+54
=181A
2,5 x 42
=105A
1,25 x 42
= 52,5A

Motor cincin
68A
x 2,5 x 54A x 1,5 x 68 =102A Gawa Proteksi

=108A
1,25 x 68
= 85A

1,25 x 54
= 67,5A

KHA
Sirkit Akhir

M
Motort sangkar
IN : 42A

M
Motor sinkron
dengan autotrafo
IN : 54A

Ketentuan tentang instalasi industri

M
Motor cincin
IN : 68A

Lanjutan 2.4.1.

2.5.

Rangkaian kendali
Rangkaian kendali adalah sarana yang mengatur tenaga listrik ke
sirkit beban. Pada rangkaian kendali motor termasuk alat asut motor.
Sirkit cabang
Pengaman hubung pendek
Sarana pemutus
Sirkit kendali motor
Pemutus / penghubung
Alat asut
Start / stop
M

2.6.

2.7.

Sirkit kendali minimum memenuhi ketentuan-ketentuan :


2.6.1. Dilengkapi sakelar yang dapat memutus semua sumber.
2.6.2. Harus ada dua saklar untuk memutus sumber dan untuk
memutus rangkaian sirkit motor yang ditempatkan pada
satu PHB yang sama.
Rangkaian sirkit kendali motor.
2.7.1. Rangkaian sirkit kendali motor terdiri atas :
Pemutus, dengan KHA minimal 115 % jumlah arus beban
pada keadaan beban penuh. Pemutus harus dapat
memutus semua rangkaian aktif

Lanjutan 2.7.1.

Gawai proteksi.
Satu untuk sirkit keluar.
Satu untuk sirkit masuk.
2.7.2. Jika motor menerima daya listrik lebih dari satu sumber,
masing-masing sumber harus mempunyai sarana pemutus
kutub 4 (rangkaian fasa da netral).
Mesin las busur listrik.
mesin las busur listrik yang menggunakan transformator, penyearah,
dan motor generator.
2.8.1. Kuat hantar arus penghantar suplai.
KHA penghantar = I n x k
k = Faktor daur kerja mesin listrik.
(lihat tabel 5.15-1 PUIL 2000).

2.8.

Ketentuan tentang instalasi industri

Lanjutan 6.4.2.

6.4.3.

Group pelayanan perlengkapan satu fasa, fasa dua, fasa


tiga, kemudian merupakan kelompok pelayanan sendirisendiri.

PHB UTAMA

PHB 1

PHB 2

Kelompok
instalasi tenaga

Kelompok
Instalasi
Penerangan atau
Perlengkapan
3 fasa

6.4.4.
6.4.5.

PHB 3

Instalasi
Fasa-1

Instalasi
Fasa-2

Instalasi
Fasa-3

KHA sakelar sirkit keluar minimal sama dengan KHA


pengaman proteksi.
Mekanisme sakelar dipilih degan buka tutup semua kutup
secara serentak/bersama-sama.

Ketentuan tentang instalasi industri