You are on page 1of 27

Faktor biotik dalam

lingkungan
Tim dosen biologi

FAKTOR BIOTIK
Di alam jarang sekali ditemukan
organisme yang hidup sendirian,
tetapi selalu berada dalam
asosiasi dengan organisme lain.
Antar jasad dalam satu populasi
atau antar populasi jasad yang
satu dengan yang lain saling
berinteraksi.

Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi. komunitas. saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. populasi. ekosistem.Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu. . dan biosfer.

 Secara lebih terperinci. tingkatan organisasi makhluk hidup adalah sebagai berikut. .

Interaksi dalam satu populasi organisme  Interaksi antar jasad dalam satu populasi yang sama ada dua macam.  Interaksi positif disebut juga kooperasi. Interaksi negatif disebut juga kompetisi. yaitu interaksi positif maupun negatif. .1. Meningkatnya kepadatan populasi. Interaksi negatif menyebabkan turunnya kecepatan pertumbuhan dengan meningkatnya kepadatan populasi. secara teoritis meningkatkan kecepatan pertumbuhan.  Interaksi positif menyebabkan meningkatnya kecepatan pertumbuhan dan perkembangbiakan sebagai efek sampingnya.

Interaksi antar berbagai macam populasi organisme Apabila dua populasi yang berbeda berasosiasi. maka akan timbul berbagai macam interaksi.2. negatif. Interaksi tersebut menimbulkan pengaruh positif. Nama masing-masing interaksi adalah sebagai berikut: . ataupun tidak ada pengaruh antar populasi yang satu dengan yang lain.

a. Hal ini dapat terjadi pada kepadatan populasi yang sangat rendah atau secara fisik dipisahkan dalam mikrohabitat. serta populasi yang keluar dari habitat alamiahnya. . Netralisme Netralisme adalah hubungan antara dua populasi yang tidak saling mempengaruhi.

b. Sistein dapat digunakan oleh Legionella pneumophila. Contohnya adalah:  . Komensalisme  Hubungan komensalisme antara dua populasi terjadi apabila satu populasi diuntungkan tetapi populasi lain tidak terpengaruh.Bakteri Flavobacterium brevis dapat menghasilkan ekskresi sistein. .

maka disebut sintropisme. E. coli  Arginine Agmatine S. faecalis E. coli    Ornithine Putrescine .c. Apabila asosiasi melibatkan 2 populasi atau lebih dalam keperluan nutrisi bersama. Sinergisme  Suatu bentuk asosiasi yang menyebabkan terjadinya suatu kemampuan untuk dapat melakukan perubahan kimia tertentu di dalam substrat.

. Contoh lain adalah Lichenes (Lichens). yang merupakan simbiosis antara algae sianobakteria dengan fungi.  Simbiosis bersifat sangat spesifik (khusus) dan salah satu populasi anggota simbiosis tidak dapat digantikan tempatnya oleh spesies lain yang mirip.  Contohnya adalah Bakteri Rhizobium sp. Mutualisme (Simbiosis)  Mutualisme adalah asosiasi antara dua populasi yang keduanya saling tergantung dan sama-sama mendapat keuntungan.d. yang hidup ada bintil akar tanaman kacang-kacangan.

Kompetisi  Hubungan negatif antara 2 populasi yang keduanya mengalami kerugian. Peristiwa ini ditandai dengan menurunnya jumlah organisme dan pertumbuhannya. atau dalam keadaan nutrien terbatas. Contohnya adalah antara singa dan ceetah .e. Kompetisi terjadi pada 2 populasi yang menggunakan nutrien / makanan yang sama.

. Umumnya merupakan cara untuk melindungi diri terhadap populasi mikroba lain. Amensalisme (Antagonisme)  Satu bentuk asosiasi antar spesies yang menyebabkan salah satu pihak dirugikan. toksin. pihak lain diuntungkan atau tidak terpengaruh apapun. atau antibiotika. Misalnya dengan menghasilkan senyawa asam.f.

g. Terjadinya parasitisme memerlukan kontak secara fisik maupun metabolik serta waktu kontak yang relatif lama. Parasitisme  Parasitisme terjadi antara dua populasi. Ukuran parasit biasanya lebih kecil dari inangnya. Contohnya adalah benalu dan tanaman mangga. Umumnya parasitisme terjadi karena keperluan nutrisi dan bersifat spesifik. . populasi satu diuntungkan (parasit) dan populasi lain dirugikan (host / inang).

h. dan peristiwanya berlangsung cepat. Umumnya predator berukuran lebih besar dibandingkan prey. Contohnya adalah Protozoa (predator) dengan bakteri (prey). . Predasi  Hubungan predasi terjadi apabila satu organisme predator memangsa atau memakan dan mencerna organisme lain (prey). Protozoa Didinium nasutum (predator) dengan Paramaecium caudatum (prey).

 Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem.Suksesi  Komunitas yang terdiri dari berbagai populasi bersifat dinamis dalam interaksinya yang berarti dalam ekosistem mengalami perubahan sepanjang masa. . yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.  Di alam ini terdapat dua macam suksesi. Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi ekologis atau suksesi. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan seimbang (homeostatis).

misalnya tanah longsor.  Gangguan ini dapat terjadi secara alami. dan minyak bumi. endapan Lumpur yang baru di muara sungai.  Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. .1. Suksesi Primer  Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu.  Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah. dan endapan pasir di pantai. batubara. letusan gunung berapi.

Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mulamula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. sehingga terbentuk tanah sederhana. Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya. Zat yang terbentuk karena aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur.  Kalau tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai (dekomposer). Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. .  Dengan adanya tanah ini. Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan.

 Sementara itu.  Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks. yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. . Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal.  Kemudian semak tumbuh. rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terus mengadakan pelapukan lahan.

 Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. tetapi juga melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia.  Materi yang berupa unsur-unsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan Materi dasar makhluk hidup dan tak hidup. Siklus unsurunsur tersebut tidak hanya melalui organisme.Siklus Biogeokimia  Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumi. .

balk secara alami maupun buatan. angin kencang.  Contohnya. Suksesi Sekunder  Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan. padang alang-alang. gelombang laut. kebakaran. gangguan alami misalnya banjir. .2. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. dan kebun karet yang ditinggalkan tak terurus.  Contoh komunitas yang menimbulkan suksesi di Indonesia antara lain tegalan-tegalan. dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja. belukar bekas ladang.

termasuk manusia). air. cuaca.Keseimbangan Lingkungan  Definisi lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. udara.  Komponen lingkungan terdiri dari faktor abiotik (tanah. suhu) dan faktor biotik (tumbuhan dan hewan. termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya. dan makhluk hidup. . daya keadaan.

. karena lingkungan memiliki daya dukung.  Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.  Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia. Lingkungan hidup. baik faktor biotik maupun abiotik berpengaruh dan dipengaruhi manusia.

lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada mampu untuk menyeimbangkan keadaannya. .  Namun tidak tertutup kemungkinan. kondisi demikian dapat berubah oleh campur tangan manusia dengan segala aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang melampaui batas. Dalam kondisi alami.

yaitu komponen.  Salah satu faktor penyebab gangguan adalah polusi di samping faktor-faktor yang lain seperti adaptasi dan evolusi. dan siklus biogeokimia dapat berlangsung.komponen yang ada terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan.  Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. . Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal. pemindahan energi (arus energi).

Akar . Daun  e.  a.Adaptasi morfologi  Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Paruh  d. Gigi-gigi khusus  b. Contoh adaptasi morfologi. antara lain sebagai berikut. Moncong  c.

Mimikri pada kadal (bunglon) .Adaptasi fisiologi Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Kelenjar bau b. a. Contohnya adalah sebagai berikut. Kantong tinta c.

Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah.  Contohnya sebagai berikut :  a. sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar. Migrasi  Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme. misalnya adanya penyakit. Pura-pura tidur atau mati  b. bencana alam.Adaptasi tingkah laku  Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. namun perubahan tidak selalu menyolok. imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi. dan wabah hama. . Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya. sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi.