You are on page 1of 22

Presentasi Kasus RSK Dharma Graha

Ruth Zechariah Wiyono (406148145)

STATUS PASIEN
I. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn. H

Umur

: 39 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Tempat / Tanggal Lahir

: Jakarta / 20 Februari 1976

Pendidikan

: SMA

Agama

: Islam

Suku / Bangsa

: Banjar / Indonesia

Status Pernikahan

: Belum menikah

Pekerjaan

: Tidak bekerja

Alamat

: Jln. Ibnu Sina 1 No.24 komplek UIN, Ciputat-Tangerang Selatan

Tanggal masuk RS

: 29 Mei 2015

Riwayat Perawatan

:

1994

: Pasien dirawat inap dan berobat jalan di RSKO

1996

: Pasien dirawat inap di RS Khusus Dharma Graha

Ciganjur
2007-2008

: Pasien beberapa kali dirawat inap di RS Khusus Dharma

Graha Serpong
2008-2009

: Pasien beberapa kali dirawat inap di RS Khusus Dharma

Graha Serpong
2009-2012

: Pasien beberapa kali dirawat inap di RS Khusus Dharma


Graha
Februari 2013-April 2013
: Pasien dirawat inap di RS Khusus Dharma Graha Serpong
Agustus 2013-September 2013
: Pasien dirawat inap di RS Khusus Dharma Graha

Serpong
Desember 2013-Januari 2014

: Pasien dirawat inap di RS Khusus Dharma Graha

Serpong
1

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta
Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015

Presentasi Kasus RSK Dharma Graha

Ruth Zechariah Wiyono (406148145)

Maret 2014-Mei 2014

: Pasien dirawat di RS Khusus Dharma Graha

Serpong
Agustus 2014-September 2014

: Pasien dirawat di RS Khusus Dharma Graha

Serpong
Oktober 2014-Desember 2014

: Pasien dirawat di RS Khusus Dharma Graha

Serpong
29 Mei 2015-sekarang

: Pasien dirawat inap di RS Khusus Dharma Graha

Serpong

II. RIWAYAT PSIKIATRI
Autoanamnesa:

Autoanamnesa dengan pasien pada tanggal 7, 8, 9, 10 Juli 2015 di Pendopo dan di
lapangan RS Khusus Dharma Graha Serpong.

Alloanamnesa:

Melalui rekam medis dan keterangan perawat RS Khusus Dharma Graha Serpong.

A. KELUHAN UTAMA :
Autoanamnesa :
Pasien merasa tidak apa-apa. Hanya sempat emosi kepada ayah yang tidak mau mencukur
kumis padahal ayam saja mau menyerahkan nyawa untuk dimakan.
Alloanamnesa :
Pasien dibawa ke RS Khusus Dharma Graha karena pasien marah-marah hingga memotong
ekor kucing dan ayam.
B. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG:
Autoanamnesa:
Pasien terakhir dibawa ke RSK Dharma Graha menggunakan mobil penjemput RS.
Pasien mengatakan dirinya dijemput saat berada di rumah oleh 3 orang petugas dari RSK
Dharma Graha. Pasien sudah beberapa kali keluar masuk RSK Dharma Graha namun saat
2

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta
Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015

Pasien memiliki kebiasaan membagi-bagikan barang miliknya kepada teman-teman seperti cincin dan lain-lain ketika perasaan pasien sangat senang. Sehingga pasien sering kembali untuk dirawat ke RSK Dharma Graha. Pasien mengaku sulit menabung sejak dulu karena pasien suka membeli barang-barang seperti membeli hewan dan batu-batuan. Pasien seringkali merasa sedang berada di alam lain yaitu alam persilatan. radio. pasien seringkali melampiaskan emosinya kepada bendabenda seperti pintu. orang tua pasien seringkali menghubungi RSK Dharma Graha untuk menjemput pasien sebelum semakin parah. Jika emosi pasien mulai memuncak. Pasien mengaku dulu sering kambuh jika tidak teratur minum obat dan jika mulai kambuh pasien suka cepat emosi dan mulai marah-marah serta bicara meracau. anjing. Pasien juga mengatakan bahwa saat dijemput pasien sedang memotong ayam untuk dimasak karena sebentar lagi puasa. Pasien mengaku tidak teratur minum obat karena banyak teman-temannya yang mengatakan bahwa obat itu racun. Saat gejala tersebut timbul pasien merasakan orang yang dia hadapi merupakan tokoh dari dunia persilatan seperti di film Wirosableng. pasien tidak merasakan apa-apa. ikan. seperti batu-batu cincin. Binatang 3 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . burung. Pasien juga senang pergi ke pasar binatang untuk melihat-lihat ataupun membeli binatang. namun hal tersebut tidak pernah dilakukan karena mengingat ajaran agama. Pasien juga mengaku pernah merasa tidak berguna dan ingin bunuh diri saat sedang merasa “down”. Bila emosi pasien memuncak. Pasien mengaku pernah berobat jalan di RSKO dan pasien pernah tidak minum obat yang diberikan oleh dokter di RSKO dan saat itu pasien mulai merasakan gangguan pada pikirannya. Binatang yang dipelihara seperti kucing. Pasien sangat senang memelihara binatang sejak pasien kecil hingga dewasa saat ini. monyet. Pasien mengaku membeli barang-barang tersebut saat perasaan pasien sangat senang.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) kemarin dijemput. hanya saja sempat emosi kepada ayah yang tidak mau mencukur kumis padahal ayam saja rela mati untuk dimakan. namun tidak pernah melampiaskan kepada orang lain. dll. dll. musang. Binatang-bintang peliharaannya yang mati dikuburkan dihalaman sekitar rumah.

Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) yang dimiliki pasien berada 1 kamar dengan pasien dan memiliki nama masing-masing kecuali ikan. namun pasien juga sudah merasa terbiasa di RSK Dharma Graha karena sudah sering keluar masuk. Pasien mengatakan bahwa cukup membersihkan diri. Pasien belakangan terakhir sering telihat lebih 4 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . Pasien sering merasa ingin pulang ke rumah. Pada saat ini pasien terlihat tenang. Menurut pasien. pasien dekat dengan ibu dan adik bungsunya sedangkan hubungan dengan ayah kurang baik karena pasien sering merasa ucapan ayahnya menyakitkan. selain itu terdapat beberapa gerakan untuk melatihnya. Pasien juga mengaku kurang suka dengan saudara sepupu laki-lakinya karena saudara laki-lakinya suka menipu dan berpura-pura tuli padahal mendengarkan pembicaraan orang selama ini dan ingin mengambil warisan dari kakeknya. selain itu pasien juga sudah rajin minum obat. banyak bicara dan emosi stabil. Setiap dijemput di rumahnya. sehingga pasien sering keluar masuk rumah sakit. ilmu tersebut bersifat turun temurun. Pasien juga bercerita bahwa kakek pasien memiliki ilmu sehingga dapat berubah menjadi manusia harimau. kondisi psikiatri pasien sering mengalami naik turun karena minum obat tidak teratur. Pasien bercerita bahwa pasien pernah naik bus saat emosi. Saat ini pasien mengaku mengalami perbaikan mood. Pasien seringkali dijemput karena emosi yang naik turun. Perubahan wujud tersebut tidak dapat dilihat oleh diri sendiri melainkan dilihat oleh orang lain. Pasien beberapa kali terlihat berbicara sendiri saat sedang sendirian. merasa lebih energik dari biasanya hingga mengikuti banyak kegiatan tanpa merasakan lelah. Pasien menyangkal adanya halusinasi. Dalam kurun waktu puluhan tahun masa perawatan. Pasien juga merasa tetangga di sekitar rumahnya kurang menyukai pasien dan sering membicarakan pasien. kooperatif. saat itu pasien diam saja namun ada 2 pengamen kecil yang melihat pasien seperti harimau. pasien selalu berbicara meracau dan berhalusinasi. pakaian dan tempat tidur maka ilmu tersebut akan datang kepadanya. Alloanamnesa: Menurut keterangan perawat dan catatan medis pasien mulai timbul gejala pada tahun 1996.

3.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) aktif mengikuti setiap kegiatan di pendopo untuk menghilangkan kebosanan. Kemudian pada tahun 1996 pasien kembali dirawat inap di RSK Dharma Graha Ciganjur karena mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Pasien teratur minum obat selama di RSK Dharma Graha. Pasien mengaku tidak pernah menggunakan obat-obat tersebut dengan cara disuntikkan. Pasien merokok sejak SMP. Riwayat Zat Psikoaktif Menurut pasien. Lalu pada April 2007-2008 rawat inap di RSK Dharma Graha Serpong karena tidak teratur mengkonsumsi obat yang diberikan sebelumnya. 2. Cara menggunakannya dengan diminum secara oral (tablet) dan dihirup. perawat dan catatan medis. Clorilex 2x25mg (pagi dan sore). pasien pernah menggunakan zat-zat psikoaktif (Megadon dan Rohipnol) dan ganja. Riwayat Gangguan Psikiatri Menurut keterangan pasien. biasanya 3 linting digunakan bersama teman-teman pasien. Saat berhenti pasien merasa cemas dan gelisah tanpa sebab yang jelas. Pasien berkomunikasi dan mengobrol dengan pasien-pasien lainnya di RS. Pasien mengkonsumsi ganja kira-kira seminggu 3 kali dan biasanya menghirup 3 linting per harinya. C. Kondisi Medis Umum 5 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . Remital 1x10mg (sore). RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA : 1. Selama tahun 2008-2014 pasien berkalikali keluar masuk menjadi pasien rawat inap di RSK Dharma Graha Serpong dengan alasan serupa. Saat ini pasien mendapat pengobatan Frimania 1x200mg (pagi) dan 1x400mg (sore). Pasien juga mengatakan hal tersebut tidak dilakukan sendiri. Selain itu pasien juga aktif mengkonsumsi rohipnol dan megadon kira-kira 2 tablet per hari secara bergantian. pada tahun 1994 pasien dirawat inap dan sempat berobat jalan di RSKO karena menggunakan narkoba jenis psikotropika (megadon dan rohipnol) dan ganja.

MASA KANAK-KANAK AKHIR (PUBERTAS – REMAJA) Pasien cukup banyak teman di sekolah. Pasien mengaku sering usil dan mengganggu temantemannya. MASA KANAK-KANAK PERTENGAHAN (4-11 TAHUN) Pasien tumbuh dan berkembang normal sesuai dengan usianya namun tetap lebih aktif dibanding teman seusianya. II. Pasien senang berkumpul dan bercanda dengan teman-temannya. Riwayat Pendidikan Pasien menamatkan pendidikan SD Madrasah Pembangunan dan melanjutkan sekolah ke SMP 87 Pondok Pinang. C. Rumah pasien merupakan base-camp teman-temannya E. perawat dan catatan medis pasien tidak pernah ditemukan riwayat trauma kepala. perilaku dan kepribadiannya juga normal sesuai dengan usianya dan mempunyai banyak teman. RIWAYAT MASA DEWASA 1. Perkembangan. Kemudian melanjutkan sekolah menengah di SMA 47 Bintaro 6 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . Di sekolah.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) Menurut pasien. pasien tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya secara normal. D. B. Namun pasien mengaku sering terjatuh dari tempat tidur saat kecil. Pasien senang memancing dan memelihara binatang. pasien termasuk anak berprestasi walaupun diakuinya pasien jarang belajar. MASA KANAK-KANAK AWAL (0-3 TAHUN) Selama masa batita. MASA PRENATAL DAN PERINATAL Pasien mengatakan bahwa pasien dilahirkan secara spontan menurut ibunya. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI A. kejang. Tidak ada riwayat penyakit yang cukup berat.

namun belakangan ini pasien mengaku jarang shalat karena malas. Pasien juga pernah bekerja sebagai guru ekstrakurikuler bahasa inggris di TK. 3. tapi tidak sampai selesai. Riwayat Keluarga GENOGRAM 7 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . 5. 2. Kemudian sempat bekerja sebagai security di komplek tempat pasien tinggal. Pasien kemudian melanjutkan sekolah di SMA 4 Bogor. kain dan baju koko saat puasa. pasien pindah ke SMU Muhammadyah 8 di Ciputat sampai tamat. Riwayat Agama Pasien memeluk agama Islam sejak lahir dan orangtuanya mendidik pasien agama sejak kecil. serta binatang-binatang peliharaannya. tapi hanya sebentar. 8. Pasien juga pernah bekerja di perusahaan IT milik temannya. Riwayat Pekerjaan Pasien pernah mengecat di sekolah tempat ibunya bekerja. Pasien rajin sholat 5 waktu. Riwayat Pelanggaran Hukum Pasien tidak pernah melakukan tindakan pelanggaran hukum maupun berurusan dengan pihak berwajib. Pasien juga tidak berpuasa karena tidak bisa menghentikan rokoknya. Riwayat Pernikahan Pasien belum pernah menikah 4. Setelah menamatkan sekolah.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) tapi cuti saat kelas 2 karena malas sekolah akibat kecewa tidak bisa masuk jurusan yang diinginkannya. Pasien pernah berdagang seperti berjualan ikan di sekolah SD dekat rumahnya. pasien kuliah di UIN jurusan sosiologi-agama. Aktivitas Sosial Pasien sering berkumpul dengan orang-orang di lingkungan rumahnya dan terkadang pergi memancing bersama temannya. tetapi hanya selama 3 bulan karena tidak betah pada lingkungan yang buruk (banyak pengguna obatobatan terlarang). 7. Riwayat Psikoseksual Pasien mengaku belum pernah berhubungan seksual 6.

Pasien memiliki dua orang adik perempuan yang sudah menikah dan seorang adik laki-laki. Situasi Kehidupan Sekarang Sebelum masuk RS Khusus Dharma Graha pasien tinggal bersama kedua orang tua dan adik bungsunya di rumah pasien di Ciputat. Fantasi. dan Nilai-Nilai Pasien ingin cepat-cepat pulang agar bisa bertemu dan berkumpul bersama keluarga dan dapat melakukan aktivitas secara normal. Pasien senang mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan karena menganggap kegiatan tersebut menghilangkan kebosanan pasien selama dirawat. Persepsi Tentang Diri dan Lingkungannya Pasien mengetahui bahwa dirinya saat ini sedang dirawat di rumah sakit jiwa dan pasien sadar akan penyakit kejiwaan yang dialaminya yaitu berupa emosi yang sering meningkat akan tetapi pasien tidak menyadari bahwa ia memiliki waham dan hanya mau bercerita tentang hal yang tidak masuk akal namun dipercayainya terjadi. Pasien juga mau minum obat secara teratur supaya emosinya terkontrol dan tidak masuk ke RSK Dharma Graha lagi. 11. Pasien mengaku bisa beradaptasi dengan lingkungan dan penghuni RS yang lain. Mimpi. Selain itu pasien juga mau kembali merawat binatang-binatang peliharaannya. 10.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) Pasien merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Pasien juga menyangkal adanya halusinasi. Pasien suka bercerita dan bercanda dengan pasien lainnya. 8 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . Kedua adik perempuan pasien sudah menikah dan adik bungsunya sering bekerja di luar kota. tetapi meminta pemeriksa tidak menceritakannya kepada orang lain karena takut dianggap masih sakit sehingga tidak dapat segera keluar dari RSK Dharma Graha. Saat ini pasien tinggal di RS Khusus Dharma Graha. Tidak ada riwayat penyakit yang sama dalam keluarga seperti yang dialami pasien 9.

GANGGUAN PERSEPSI  Halusinasi a. Pasien seringkali sambil merokok saat dilakukan wawancara. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL A. banyak bicara. volume suara sedang dengan artikulasi yang jelas. 3. BICARA Pembicaraan spontan. 2. Penampilan Pasien seorang laki-laki berusia 39 tahun. rambut dicukur hingga botak. menggunakan kaos lengan pendek dan celana yang kadang pendek dan kadang panjang. antara pasien dan pemeriksa. Keserasian : serasi C. tidak terdapat perlambatan psikomotor. mampu menjawab pertanyaan secara tepat. Perawatan diri cukup baik. terdapat kontak mata. olfaktorik : Tidak ada 9 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . MOOD DAN AFEK 1. isi pembicaraan dapat dimengerti. Perilaku dan Aktivitas Motorik Selama wawancara. D. Perilaku dalam batas normal. tangan pasien terlihat bergetar (tremor). Sikap Terhadap Pemeriksa Sikap pasien terhadap pemeriksa cukup kooperatif dan terbuka. Aktivitas motorik. B.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) IV. Cara berpakaian seadanya. Mood : hipomania 2. DESKRIPSI UMUM 1. taktil : Tidak ada d. berkulit sawo matang. Afek : luas 3. auditorik : Ada b. dengan penampilan cukup rapi. visual : Tidak ada c. perawakan sedang dengan tinggi badan 167 cm.

Isi pikir :  Waham kebesaran : Tidak ada  Waham kejar : Tidak ada  Waham bizar : Ada  Waham rujukan : Tidak ada  Gagasan bunuh diri : Dulu pernah ada  Gagasan membunuh : Tidak ada  Fobia : Tidak ada  Obsesi dan kompulsi : Tidak ada  Preokupasi : Tidak ada  Kemiskinan isi : Tidak ada  Ideas of reference : Tidak ada 3. Proses pikir :  Produktivitas : cukup  Kontinuitas pikiran : cukup  Hendaya bahasa : tidak ada 2.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha e. Arus pikir :  Asosiasi longgar : Ada  Ambivalensi : Tidak ada  Ekolalia : Tidak ada  Flight of ideas : Tidak ada  Inkoherensi : Tidak ada  Verbigerasi : Tidak ada 10 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . PIKIRAN 1. gustatorik  Ilusi Ruth Zechariah Wiyono (406148145) : Tidak ada : Tidak ada E.

pasien dapat mengulang 3 kata yang baru diucapkan pemeriksa. dapat melakukan pengurangan 100 dikurangi 7 dan seterusnya (hingga 5 kali pengurangan). pasien dapat menyebutkan tempat dimana pasien dirawat. pasien dapat mengingat tanggal lahir pasien dan dimana tempat bersekolah dulu. Pasien dapat menggambarkan jam bulat lengkap dengan semua angka serta menempatkan jarumnya yang sesuai.  Konsentrasi dan Perhatian Baik. malam. pasien dapat mengingat menu makanan yang diberikan untuk makan malam kemarin dan sarapan pagi. serta dapat mengeja huruf dari sebuah kata. o Daya ingat segera Baik.  Daya Ingat : o Daya ingat jangka panjang Baik. bulan dan hari. terutama teman-teman sekamarnya. o Orang : baik. o Tempat: baik. SENSORI DAN KOGNITIF  Taraf kesadaran dan kesiagaan : compos mentis. o Daya ingat jangka pendek Baik. mengetahui tanggal. kesiagaan baik  Orientasi o Waktu : : baik.  Pikiran abstrak: 11 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 .  Kemampuan membaca Kemampuan membaca dan menulis baik  Kemampuan visuospasial Baik. pasien mengenali pasien-pasien yang ada di RS. pasien dapat membedakan pagi. siang.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha  Perseverasi Ruth Zechariah Wiyono (406148145) : Tidak ada F.

Tilikan Insight derajat IV. Pasien bisa menyebutkan nama Presiden Indonesia dan Presiden Amerika saat ini. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT A. “besar pasak daripada tiang” yang diartikan lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. H. V. Daya Nilai Realita :  Discriminative insight : baik  Discriminative judgement : baik 2.  Intelegensi dan kemampuan informasi Baik. G. DAYA NILAI DAN TILIKAN 1. pasien menyadari dirinya sakit dan butuh bantuan tetapi tidak memahami penyebab sakitnya. karena pasien dapat mengartikan peribahasa “air susu dibalas dengan air tuba” yang diartikan kebaikan dibalas dengan kejahatan.8 = normal) 12 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . STATUS INTERNUS  Keadaan umum : baik  Kesadaran : compos mentis  Keadaan gizi : baik  Nadi : 80x/menit  Tekanan Darah : 110/70 mmHg  Berat badan : 60 kg  Tinggi badan : 167 cm (IMT: 20. dan tidak agresif. KEMAMPUAN MENGENDALIKAN IMPULS Pasien dapat mengendalikan emosinya selama wawancara. I.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) Baik. berperilaku sopan. TARAF DAPAT DIPERCAYA / RELIABILITAS Secara umum pasien kurang dapat dipercaya.

conjunctiva tidak anemis. murmur (-) Paru-Paru : o Inspeksi : simetris dalam keadaan statis dan dinamis o Palpasi : stem fremitus kiri dan kanan sama kuat o Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru o Auskultasi : vesikuler. hepar dan lien tidak teraba pembesaran  o Perkusi : timpani pada keempat kuadran o Auskultasi : bising usus dalam batas normal Extremitas : edema (-). tidak tampak luka o Palpasi : supel. arcus senilis -/-. tidak teraba benjolan. visus ODS 6/6  Hidung  Telinga: bentuk normal. wheezing -/- Abdomen : o Inspeksi : tampak datar. refleks cahaya +/+. deformitas (-) 13 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . tidak ada sekret  Mulut : bibir tidak kering namun berwarna sedikit gelap. diameter 3mm/3mm. tidak ada sekret o Inspeksi : pulsasi ictus cordis tidak terlihat o Palpasi : ictus cordis teraba di MCL sinistra ICS V. gallop (-). tidak kuat angkat   o Perkusi : batas jantung dalam batas normal o Auskultasi : bunyi jantung I dan II reguler. isokor. letak uvula ditengah  Jantung : : bentuk normal. rambut hitam. PEMERIKSAAN FISIK  Kepala : bentuk normal. tidak mudah dicabut  Mata : sklera tidak ikterik. nyeri tekan (-).Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) B. pupil bulat. ronkhi -/-.

riwayat bradikinesia -. refleks cahaya langsung dan tidak langsung +/+  Sensorik : baik  Motorik : baik  Tanda efek ekstrapiramidal : tremor +. terdapat gangguan persepsi berupa halusinasi auditorik.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) C. dirawat di RSK Dharma Graha sejak tanggal 29 Mei 2015 dengan dijemput di rumahnya oleh pihak rumah sakit atas permintaan keluarga. Berdasarkan alloanamnesa. belum menikah dan beralamat di Ciputat. Tangerang dengan pendidikan terakhir SMA. STATUS NEUROLOGIS  Tanda rangsang meningeal : (-)  Peningkatan TIK : (-)  Nervus cranialis : dalam batas normal  Pupil : bulat. seorang laki-laki berusia 39 tahun. diameter 3mm/3mm. pasien dirawat di RSK Dharma Graha atas keputusan keluarga karena pasien marah-marah hingga memotong binatang. Dari hasil anamnesa dan observasi kepada pasien didapatkan gejala-gejala yang bermakna seperti :    Mood dan afek pasien yang meninggi selama beberapa hari terakhir Pasien banyak bicara Pasien sering terlihat bengong dan berbicara sendiri Dari pemeriksaan status mental didapatkan: mood hipomania. akatisia  Refleks patologis : -/-  Refleks fisiologis : +/+ VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Pasien Tn. gerak involunter -. afek luas. isokor. gangguan isi pikir berupa 14 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . antara mood dan afek serasi. rigiditas –. beragama Islam. H.

Peningkatan aktivitas pasien selama beberapa hari berturut-turut 4. Mood dan afek yang meningkat 2. Adanya halusinasi auditorik 2. isi pembicaraan dapat dimengerti dan jelas. Berdasarkan gejala-gejala adanya pola perilaku atau psikologik yang secara klinik bermakna yang ditemukan pada pasien yaitu : 1. Pasien banyak bicara 3. termasuk gangguan mental simptomatik.25) Berdasarkan : 1. Adanya mood dan afek yang meningkat Maka dapat disimpulkan bahwa pasien menderita suatu GANGGUAN SKIZOAFEKTIF II. Diketemukan waham maupun halusinasi Maka dapat disimpulkan bahwa pasien menderita GANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE MANIK (F25. Ditemukan tilikan derajat IV. sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien ini mengalami gangguan jiwa.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) waham bizar dan gangguan arus pikir berupa asosiasi longgar. VII. FORMULA DIAGNOSIS Pada pasien ini ditemukan adanya perubahan pola perilaku atau psikologis yang secara klinis bermakna dan secara khas berkaitan dengan suatu gejala yang menimbulkan penderitaan dan gangguan dalam berbagai fungsi psikososial dan pekerjaan. ataupun gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat. observasi. Berdasarkan dari hasil anamnesis. Dari hasil pemeriksaan internis dan penunjang yang ada tidak ditemukan kelainan yang mengarah ke gangguan mental organik. Pasien bersikap kooperatif dalam menjawab pertanyaan. Adanya waham bizar 3. volume suara cukup dan artikulasi jelas. pemeriksaan fisik dan menurut kriteria dari PPDGJ III. Status internis dan neurologis dalam batas normal. intonasi baik.0) AKSIS II (Gangguan Kepribadian): 15 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . komunikasi nonverbal baik. (F. AXIS I I.

Organobiologik : tidak ada masalah organobiologik 2. 16 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . DAFTAR MASALAH 1. AKSIS IV (Masalah Psikososial dan Lingkungan): Masalah dengan primary support group (ayah). VIII.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) Belum dapat ditentukan secara klinis yang cukup bermakna untuk menentukan adanya suatu gangguan kepribadian. AKSIS III (Kondisi Medik Umum): Berdasarkan auto-anamnesa dan pemeriksaan fisik didapatkan bahwa pasien tidak memiliki penyakit yang mempengaruhi kondisinya sekarang.0 Gangguan skizoafektif tipe manik Aksis II : Z30. EVALUASI MULTI AKSIAL Aksis I : F25. disabilitas sedang). Psikologik :  Gangguan persepsi : ada ditemukan  Isi pikir : ada ditemukan  Tilikan : derajat IV 3.2 tidak ada diagnosis Aksis III : Tidak di temukan kelainan bermakna pada pemeriksaan fisik maupun neurologis. maka tidak ditemukan diagnosis untuk aksis II. Lingkungan dan Sosioekonomi : Saat ini pasien dari segi ekonomi tidak mempunyai penghasilan. IX. AKSIS V (Penilaian Fungsi Secara Global): Global Assesment of Functioning (GAF) Scale dalam 1 tahun terakhir ini adalah 60-51 (gejala sedang.

 Memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang penyimpanan segala macam obatobatan di rumah termasuk obat pasien untuk tersimpan dengan rapi dan jauh dari jangkauan pasien. Psikoterapi: Supportive Therapy  Memastikan pasien meminum obat secara teratur dengan mengikutsertakan keluarga untuk dapat mengawasi pasien untuk minum obat. Aksis V : GAF 60-51 X. Terapi Psikososial  Konseling keluarga: memberikan informasi kepada keluarga pasien mengenai kondisi penyakit yang diderita pasien dan pentingnya dukungan dan motivasi kepada pasien. RENCANA TATALAKSANA A. Terapi perilaku  mengajak pasien untuk mengembangkan hobinya 17 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . PSIKOFARMAKA  Mood stabilizer : Lithium carbonat (Frimania) 2x400mg (Dosis : 400-1200 mg/hari )  Anti psikotik atypical : Olanzapine (Remital) 1x10mg Clozapine (Clorilex) 2x25mg  Trihexyphenydil (Hexymer) 2x2mg B.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) Aksis IV : Masalah dengan primary support group.  Memotivasi pasien untuk mengkonsumsi obat secara teratur demi kesembuhannya  Memotivasi dan memberi dukungan kepada pasien untuk dapat melakukan aktivitas seoptimal mungkin 2. NON PSIKOFARMAKA 1.  Terapi rekreasi: mengikutsertakan pasien dalam kegiatan rekreasi dan kesenian yang diadakan 3.

SGPT o Pemeriksaan profil lipid dan kadar gula darah o Pemeriksaan darah perifer lengkap termasuk serum lithium  Kadar litium normal : 0. fT4 o Fungsi hati : SGOT. RENCANA TATALAKSANA LAIN Anjuran pemeriksaan:  Anjuran monitor tekanan darah rutin dan berat badan  Pemeriksaan laboratorium darah (anjuran pemeriksaan 6 bulan sekali): o Fungsi ginjal : ureum.5-1. PROGNOSIS  Ad vitam : dubia ad bonam  Ad functionam : dubia ad malam  Ad sanationam : dubia ad malam TIMELINE Pasien lahir pada tanggal 20 Februari 1976 Pasien mulai menggu nakan NAPZA seperti ganja. kreatinin o Fungsi tiroid : TSH. rohipnol 1990 Pasien mulai sadar dan melakuka n pengobat an di RSKO 1994 Pasien merasakan adanya halusinasi dan dibawa ke RSK Dharma Graha Ciganjur 1996 Pasien berkali-kali keluar masuk RSK Dharma Graha Serpong karena tidak teratur minum obat dan mudah 2007-2014 Pasien dibawa ke RSK Dharma Graha Serpong karena emosi yang meningka Mei 2015skg 18 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 .5 mEq/L  Kadar intoksikasi : > 1.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) C. megadon .5 mEq/L XI.

Namun yang patut dicatat adalah adanya proses neuroadaptasi yaitu beradaptasinya sel saraf terhadap pasokan zat adiktif karena struktur kimia yang serupa antara neurotransmitter dengan zat tersebut. Bila zat adiktif digunakan dengan benar di bawah pengawasan medis. baik mental maupun fisik (harmful use) (Ghodse. 2002). 2002). Dalam DSM IV (Diagnostic Statistical on Mental Disorders) yang dimaksud dengan penyalahgunaan adalah apabila individu menggunakan zat psikoaktif sedikitnya dalam satu bulan dengan pola yang menetap. Tetapi bila zat itu dikonsumsi oleh seseorang di luar maksud medis dan atau penelitian. 1997). Efek lebih jauh adalah terjadinya toleransi yaitu diperlukan jumlah zat yang lebih dari biasanya guna memberikan efek yang diharapkan. United Nations Office on Drugs and Crime atau UNODC (2003) mengutarakan bahwa progres alamiah pemakaian zat adiktif ditandai dengan tahapan yang berurutan (sequential stages). yang kemudian akan menimbulkan gejala putus obat ataupun intoksikasi (Doweiko. Tahapan di antaranya tidak mempunyai titik potong 19 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . Diaz. yaitu abstinensi dan adiksi. Hal ini menuntun pada definisi zat adiktif yang dikembangkan oleh WHO yaitu menjadi zat psikoaktif yang dipakai dan menyebabkan kerusakan kesehatan. 2002. Zat adiktif akan mengakibatkan seseorang yang mengkonsumsinya menjadi senang atau hilang rasa nyerinya (Doweiko. maka efeknya dimaksud sebagai terapi. hal tersebut dapat disebut sebagai salah guna (“drug/ substance abuse”) yaitu penggunaan yang persisten atau sporadis berlebih dan inkonsisten dengan atau tak berhubungan dengan pemakaian medis yang diterima. 2002). Ditambahkan oleh Doweiko (2002) bahwa kontinum pemakaian zat adiktif mempunyai dua kutub tetap.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) LAMPIRAN Pemakaian zat adiktif merupakan masalah kesehatan masyarakat. Diketahui bahwa zat adiktif atau narkoba atau napza adalah zat psikoaktif yang bekerja pada SSP (Susunan Saraf Pusat) dan berpengaruh terhadap proses mental (Ghodse.

dan dapat berlanjut menjadi biasa menggunakan (habitual use). atau bermasalah. Selanjutnya Doweiko mengemukakan juga bahwa kontinum pemakaian zat adiktif berawal dari mencoba menggunakan (experimental use). pneumonia. koma. 2002. bradikardi. merupakan perilaku. hipotensi. fetal alcohol syndrome. dan kemudian menjadi tergantung. sehingga pengguna zat membutuhkan dosis yang lebih tinggi. kejang. kejang. gastritis.  Psikiatri : timbul halusinasi. bukan kondisi. ulkus peptikum. baik sosial. teratur. 2004).Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) yang tetap. yang sering mendatangkan masalah terkait pemakaian zat tersebut (problematic use) dan akhirnya menjadi kecanduan atau adiksi. ilusi. hilangnya refleks fisiologis. sampai adiksi. Jenis-jenis penyalahgunaan NAPZA 1. Doweiko juga menekankan bahwa pemakaian zat adiktif.  Gejala putus zat gastrointestinal. tapi kontinum dan dinamik. Opioid 20 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . Hal terakhir terjadi karena sel saraf beradaptasi terhadap adanya zat adiktif. Alkohol  Gejala intoksikasi : ataksia. psikotik. kanker hepar. euforia. tremor. 2. WHO. gangguan : depresi.  Sistemik : hepatitis alkoholik. diikuti dengan menggunakan sesekali (rare use) karena lingkungan teman atau kerabat disebut penggunaan sosial (social use). baik psikis dan atau fisik (Doweiko.

acute confusional state. 6. psikotik.  Psikiatri : acute confusional state. bronkitis kronis. imunologik dan saraf. panik. psikotik. memicu timbulnya kanker.Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145)  Sistemik : abses pada lokasi penyuntikan. : perilaku agresif akibat putus zat. cemas. gangguan gastrointestinal dan neurologi. 21 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 . letargi). Benzodiazepine  Sistemik : abses kulit. ide bunuh diri. stroke akibat emboli. cocain baby. dapat terjadi sepsis. agresif. HIV/ AIDS. paranoid.  Psikiatri : timbulnya sifat agresif. Ganja  Sistemik : infertilitas. depresi berat. depresi berat. gangguan ginjal.  Psikiatri : penurunan daya ingat. iritabel. Kokain  Sistemik : infeksi saluran pernafasan atas. kebingungan. hepatitis. sindrom amotivasional. takikardia. pneumonia. sepsis. psikosis paranoid. sindrom putus zat. timbulnya ide bunuh diri. fetal damage. panik. timbulnya ide bunuh diri. gejala putus obat. infeksi lokal akibat suntikan. hepatitis. 5. emboli paru. emfisema. halusinasi. stroke. abses kulit. kesulitan belajar. menurunnya libido. gangguan siklus haid.  Psikiatri : gejala putus zat (agitasi. impotensi. opiate neonatal abstinence syndrome. malnutrisi. infeksi hepatitis B atau C. Amfetamin dan turunannya  Sistemik : malnutrisi. HIV/ AIDS. gangguan siklus tidur. Jika berat. rasa cemas.  Psikiatri psikotik. psikotik. depresi berat. 3. endokarditis. infeksi hepatitis atau C. gangguan jantung. depresi. endokarditis bakterialis. infeksi saluran pernafasan akut. HIV/ AIDS. 4. penurunan nafsu makan.

Presentasi Kasus RSK Dharma Graha Ruth Zechariah Wiyono (406148145) 22 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta Periode 22 Juni 2015 – 25 Juli 2015 .