You are on page 1of 25

KADAR AIR DAUN

Disusun Oleh :
Nama

: Andi Alfiani

Nim

: G111 14 307

Kelas

:C

Kelompok

:6

Asisten

: Rika

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk
kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air
menutupi hampir 71% permukaan bumi. Air diperlukan untuk kelangsungan proses
biokimiawi organisme hidup, sehingga sangat essensial. Tanah memegang peranan
penting dalam melakukan prespitasi air yang masuk ke dalam tanah, selanjutnya
sekitar 70% dari air yang diterima di evaporasi dan dikembalikan ke atmosfer berupa
air, dan tanah memegang peranan penting dalam refersi dan penyimpanan. Sisanya
itulah yang digunakan untuk kebutuhan tranpirasi, evaporasi dan pertumbuhan
tanaman.
Ketersediaan air untuk proses pertumbuhan merupakan salah satu faktor yang
sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Air bagi tanaman adalah sebagai bahan
penyusun yang sangat menentukan dalam sitoplasma, sebagai reagensia yang
terpenting dalam proses biologis, dan sebagai suatu faktor iklim yang mempunyai arti
sangat penting di sekitar tanaman. Air merupakan kebutuhan essensial bagi
pertumbuhan tanaman hingga berproduksi. Air merupakan faktor yang berkorelasi
positif, tetapi juga dapat berkorelasi negatif. Secara fungsional keadaan air dalam
tanah diklasifikasikan berdasarkan pada besar relatif retensinya, yaitu air bebas, air
kapiler, dan air higroskopis. Tidak tersedianya air yang cukup pada saat
perkecambahan dan awal pertumbuhan menimbulkan gangguan pertumbuhan pada

dalam praktikum ini dilakukan pengamatan pada jenis daun tertentu dengan tujuan untuk mengamati kadar air daun yang terkandung pada tanaman.tanaman. 1. Oleh karena itulah. tinggi tanaman. dan berat tanaman. yaitu menekan luas daun. Kekurangan air akan berpengaruh terhadap perkembangan tanaman. diameter batang.2 Tujuan dan Kegunaan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah untuk melakukan pengamatan dan analisis perhitungan kadar air daun pada berbagai jenis tanaman. . Praktikum ini dilakukan berguna untuk menggambarkan tentang kandungan kadar air daun tiap individu tanaman serta referensi studi dan sebagai pembanding atas materi praktikan dan mahasiswa lain yang diterima didalam kelas.

1 Defenisi Kadar Air Daun Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi. muka air tawar.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff. tetapi tidak di planet lain. asam. yaitu: melalui penguapan. danlautan es. yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya. 2004). sungai.15 K (0 °C). . uap air. Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting. yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273. tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar. muara) menuju laut (Steven A. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi.4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. meliputi mata air. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air. akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan. gula. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung). seperti garam-garam. Terdapat 1. hujan. hujan. Air bersifat tidak berwarna. beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik (Leopold. sungai. Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atomoksigen. 1964). danau.

Kadar air dalam bahan pangan ikut menentukan kesegaran dan daya awet bahan pangan tersebut. Mutu beras terutama ditentukan oleh kadar airnya. Tingginya kadar air beras dapat berakibat tumbuhnya jamur-jamur penghasil mikotoksin (racun) yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. kapang. 1983). Komoditi pertanian yang cukup penting untuk diketahui kadar airnya adalah beras. sehingga akan terjadi perubahan pada bahan pangan. mutunya semakin jelek.Air di dalam jaringan tanaman selain berfungsi sebagai penyusun utama jaringan yang aktif mengadakan kegiatan fisiologis. semakin tinggi kadar air beras. tekstur. dan khamir untuk berkembang biak. Kadar air juga salah satu karakteristik yang sangat penting pada bahan pangan. Hal ini merupakan pertimbangan utama dalam pengolahan dan pengelolaan pasca olah bahan pangan (Purnomo. kadar air yang tinggi mengakibatkan mudahnya bakteri.1995). . Salah satu bidang yang memerlukan pengukuran kadar air adalah bidang pertanian . Pengukuran kadar air dalam suatu bahan sangat diperlukan dalam berbagai bidang. 2006). dan citarasa pada bahan pangan. juga berperan penting dalam memelihara turgiditas yang diperlukan pembesaran dan pertumbuhan sel. Kadar air juga perlu diketahui untuk biji-bijian yang lain (Winarno. Kadar air merupakan banyaknya air yang terkandung dalam bahan yang dinyatakan dalam persen. Peranan yang penting ini menimbulkan konsekuensi bahwa secara langsung atau tidak langsung defisit air tanaman akan mempengaruhi semua proses metabolisme dalam tanaman yang mengakibatkan terganggunya proses pertumbuhan (Lestari. karena air dapat mempengaruhi penampakan.

dan juga memungkinkan untuk air (H2O) dan oksigen bebas (O2) untuk keluar. Selain membuka dan menutup stomata (perilaku stomata). umur simpannya semakin sebentar. Jadi. stomata memungkinkan CO2 untuk memasuk ke daun untuk melakukan sintesis glukosa. yang dibuka atau ditutup di bawah kendali sepasang sel berbentuk pisang yang disebut sel penjaga. Oleh karena itu kita harus mengetahui kandungan air dalam suatu bahan agar dapat memprekdisikan umur simpannya.Kadar air dalam bahan makanan sangat mempengaruhi kualitas dan daya simpan dari pangan tersebut. Oleh karena itu. Kandungan air dalam tubuh tanaman pun dapat hilang. dan semakin banyak air yang dapat dilepaskan. Kadar air dalam suatu bahan pangan sangat berpengaruh pada mutu produk pangan tersebut. hilang nya atau keluarnya air dalam tubuh tanaman melalui stomata. karena kalau suatu bahan banyak mengandung kadar air. (Christian 1980). biasanya di sisi bawah daun.2009). Stomata berbentuk pori-pori kecil. penentuan kadar air dari suatu bahan pangan sangat penting agar dalam proses pengolahan maupun pendistribusian mendapat penanganan yang tepat. maka sangat memungkinkan adanya mikroba yang tumbuh. lebih tinggi kerapatan stomata dapat sangat memperkuat potensi untuk kontrol perilaku atas kehilangan kadar air dan penyerapan CO2 (Grant dan Vatnick. Semakin banyak kadar air yang terkandung. Stomata daun adalah sarana utama pertukaran gas pada tumbuhan. Ketika terbuka. tanaman menggunakan kontrol atas pertukar gas mereka dengan memvariasikan kepadatan stomata dalam daun ketika mereka baru diproduksi (seperti pada musim semi atau musim panas). . Stomata per satuan luas (kepadatan stomata) bisa mengambil banyak O2.

2. Perbandingan dari pengurangan berat dan . Pengeringan ini dapat dilakukan dengan cara mengoven bahan sehingga seluruh airnya menguap. Kadar air bahan ini disebut dengan kadar air seimbang. Dkk. Kadar air keseimbangan adaalah kadar air dimana laju perpindahan air dari bahan ke udara sama dengan laju perpindahan air dari udara ke bahan. Sedangkan pada tanaman berat basah adakah berat mula-mula. otomatis berat bahan akan berkurang. Kadar air keseimbangan dapat digunakan untuk mengetahui kadar air terendah yang dapat dicapai pada proses pengeringan dengan tingkat suhu dan kelembaban udara relatif tertentu atau bias juga disebut dengan kadar air minimum yang dapat dicapai pada kondisi udara pengeringan yang tetap atau pada suhu dan kelembaban relatif yang tetap (Sudarmadji.2 Hubungan Kekeringan dengan Kadar Air Daun Kadar air adalah perbedaan antara berat bahan sebelum dan sesudah dilakukan pemanasan. Setiap kelembaban relatif tertentu dapat menghasilkan kadar air seimbang tertentu pula. Jumlah pengurangan ini dianggap sebagai selisih antar berat basah dan berat kering. Berat kering adalah berat bahan setelah dilakukan pengeringan. Setiap bahan bila diletakkan dalam udara terbuka kadar airnya akan mencapai keseimbangan dengan kelembaban udara di sekitarnya. Saat air menguap. 1989). Dengan demikian dapat dibuat hubungan antara kadar air seimbang dengan kelembaban relatif.

cahaya. Air yang menguap dari daun (stomata) ini menimbulkan kekuatan kapiler yang menarik air dari daerah yang berdekatan dalam daun. Hal ini berarti sel-sel hampir jenuh dengan uap air. kelembaban. luas daun. Kehilangan air dari daun umumnya melibatkan kekuatan untuk menarik air ke dalam daun dari berkas pembuluh yaitu pergerakan air dari sistem pembuluh dari akar ke pucuk. Pada transpirasi. Proses kehilangan air pada tumbuhan ini disebut transpirasi. 2009). Hal ini akan mengurangi . (2) Faktor luar (suhu. Secara alamiah tumbuhan mengalami kehilangan air melalui penguapan. hal yang penting adalah difusi uap air dari udara yang lembab di dalam daun ke udara kering di luar daun. 2007). dan bahkan dari tanah ke akar (Lakitan. dan angin). Kebanyakan daun tertutup oleh epidermis yang berkutikula yang memiliki resistansi (ketahanan) tinggi untuk terjadinya difusi air (Lakitan. Ruang interseluler udara dalam daun mendekati keseimbangan dengan larutan dalam fibrill sel pada dinding sel. molekul air menjadi lebih kecil. padahal banyaknya udara di luar daun hampir kering. 2007). Hilangnya uap air dari ruang interseluler daun menurunkan kelembaban relatif pada ruang tersebut.berat awal inilah yang kemudian diubah menjadi persen dan kadar air ditemukan (Ellya. antara lain: (1) Faktor dari dalam tumbuhan (jumlah daun. Ketika air meninggalkan daun. Besarnya uap air yang ditranspirasikan dipengaruhi oleh beberapa faktor. dan jumlah stomata).

30-09. 2007). alat tulis menulis. Bahan yang digunakan yaitu daun kakao. Tumbuhan yang efisien akan menguapakan air dalam jumlah yang lebih sedikit untuk membentuk struktur tubuhnya (bahan keringnya) dibandingkan dengan tumbuhan yang kurang efisien dalam memanfaatkan air (Lakitan.3 Prosedur kerja Prosedur kerja pada praktikum ini yaitu sebagai berikut: 1. Hal ini dapat terlihat ketika tanaman layu. daun kembang purin. Menyiapkan semua daun yang akan dihitung indeks luas daunnya. daun mangga. Untuk mengetahui tingkat efisiensi tumbuhan dalam memanfaatkan air. sering dilakukan pengukuran terhadap laju transpirasi. timbangan analitik. daun belimbing. daun jambu. . 3. 3. daun kedelai. BAB III METODOLOGI 3.tekanan turgor. kalkulator.1 Waktu dan Tempat Praktikum perhitungan indeks luas daun dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Oktober 2015 pukul 08.30 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. daun cabai. dan daun nangka hias masing-masinng 3 lembar. Makassar.2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu mistar.

Menimbang masing-masing daun menggunakan timbangan analitik BKD 7. 4. tengah dan ujung serta memberi tanda pada setiap bagian tersebut. Menghitung indeks luas daun dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan. ILD = P X L X C. Mengeringkan semua daun didalam oven selama 10 jam. 3. 6. kemudian ditotalkan nilai C daan dicari rata-ratanya. Mengukur panjang dan lebar daun pada masing-masing bagian daun kemudian memberi label untuk daun pertama. kedua dan ketiga. Menghitung LMA daun dengan rumus LMA = LD .2. sedangkan untuk mencari C digunakan rumus LD total panjang x lebar . 5. Membagi daun menjadi 3 bagian dari pangkal.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Daun ke-1 Daun ke-2 Daun ke-3 .9 30.8 2.8 27.7 58.2 2 Lebar (cm) 6. Daun ke-1 Daun ke-2 Daun ke-3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 Panjang (cm) 11 7 11.2 7.44 91 89.06 3.5 6.2 7.7 8 7.3 7. 69.8 7 7.5 7.6 28.8 22.56 PXL Total 73. Daun Jambu No .1 Hasil 1.2 7.2 4.16 PXL Total 241.2 23.5 8 8 7.8 6.5 7 6. Daun Nangka No .5 9.5 168.5 29. Daun ke-1 Daun ke-2 Daun ke-3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 Panjang (cm) 4 3.8 8 167.2 4.8 6.3 4 4.8 2 Lebar (cm) 8.5 3.4 54 56.5 6.3 7.8 6.5 4.5 56 92 51 46.44 28 31. Daun Kakao No .5 31.6 4.5 7.2 93.

8 1.4 5.5 6.5 3 3.5 5.6 6.4 4.2 2. 1 Panjang (cm) 1 2 3 1 2 3 3.8 6.1 7 6.6 3.82 129. Daun Cabai No .93 14.7 2 2 1. 21.7 5.7 Total 74.1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 Panjang (cm) 4.8 1 Panjang (cm) 3.4 6.4 22.4 25.16 83.9 2 Lebar (cm) 6.7 PXL 27.2 6. Daun ke-3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 Panjang (cm) 7.3 2 Lebar (cm) 2.5 2.5 2.8 5.8 3.1 6.6 3.9 2 Lebar (cm) 6.4 2.4 5.25 4 3.28 43.8 4.4 35.2 4 4.95 Daun ke-1 Daun ke-2 Daun ke-3 6.72 23.9 3.2 2.5 1 4 2 4.2 38.7 4 3.5 2 2.2 28.5 110. Daun ke-1 1 2 3 1 2 3 1 2 3 2.06 6 68.05 31 26.5 .4 4.2 5.6 20. Daun Mangga No .7 4.75 PXL 10.28 4.7 6.9 5.7 5 4.3 5.6 21.9 6 5.4 Total 37.4 6.28 Total 5.68 27.19 37.36 Daun ke-2 Daun ke-3 5.5 4.4 4.15 5. Daun Kedelai No .96 PXL 48.2 4 3.2 6 5.85 13.5 6.9 2.5 2 2 2.25 Daun ke-1 Daun ke-2 25.44 83.3 27.

6 30.46 20.2 32.21 8.7 2.35 24.6 9. Daun ke-1 Daun ke-2 Daun ke-3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 Panjang (cm) 3.1 2.1 3.67 6.9 2.3 6.8 8. Daun Purin No .5 6.1 10.5 5.4 7.52 11.8 8.7 3.9 3 2.54 Daun ke-1 Daun ke-2 Daun ke-3 8.3 2.6 2.2 2.99 97.3 2.76 17.15 34 88.3 2.5 2.07 .4 2 Lebar (cm) 2.77 29.5 8.8 8.98 6.5 2.4 3.5 3.8 12.9 Total 8.24 PXL Total 31.5 10.8 92.52 25.5 29.98 5.5 6.48 8. Daun Belimbing No .9 3 2 Lebar (cm) 2.22 6 8.99 9.05 5.4 3 2.8 3.2 Lebar (cm) PXL 7 25.84 33.3 6.7 3.2 6.7 2.8 27 39.9 PXL Total 20.6 3.5 2.73 6.6 3 3.3 2.6 2.6 2.6 2.3 2. 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 Panjang (cm) 2.5 2.

2 Pembahasan .4.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan .

Anatomi Tumbuhan.DAFTAR PUSTAKA Fahn. 1995. SM. 1987. I. dan R.. 428 p Sitompul. Plant Physiology. G. A. Yogyakarta. F. H. L. A l992. Mitchell. Universitas Mataram. Charles Griffin & Company. SC.M. G. 1991. R. Physiology of Crop Plants(Fisiologi Tanaman Budidaya. Lombok. Sitompul. PT Gramedia Jakarta Fitter.. B. Fisiologi Tanaman Tropis. Guritno. Bulletin Perkaretan. London.. . Sinauer Associates Incorporated.P. Analisis Pertumbuhan Tanaman. alih bahasa oleh Susilo.. Gadjah Mada University Press. Kempson. Beberapa Metode Pengukuran Luas Daun Klon Karet. Suhendry. Diterjemahkan oleh Sri Andani dan Purbayanti. Clark. A Mannual of Crop Experimentation. M. Universitas Indonesia Press. E.L.)..E. Jakarta. l99l. dan N.V.M. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Gardner. 5 (3):67-71. R. Pearce.. Gadjah Mada University Press. R.B. H. Zeiger. Pearce. 1988. 1995. Taiz. K. Dyke. and Hay. Alwi. S. 2010.

3 = = 2.98 = 245. C3 = Ctotal = LD 3 PXL C 1+C 2+C 3 3 = 168. C2 = P X L = 23.8 23.7 169.98 ILD1 = P X L X C = 29.3 X 0.99 = 168.3 X 7.75 = 0.5 X 8.3 3.2 X 7. C1 = LD 1 PXL 241.8 170.LAMPIRAN 1.94 3 = 241.99+0.5 X 0.5 = LD2 167.99 3 = 0.7 2.74 ILD2 = P X L X C = 23.36 = 0.5 X 8. Daun Kakao 1.3 X 7.2 X 7.96 = 167.99 0.5 29.3 X 0.98 = 166.69 .09 = 0.97 ILD3 = P X L X C = 23.5 250.98 = 165.96+0.

4 x 7.99 = 71.69 = 0. Daun Jambu 1.06 90. C2 = LD 2 PXL = 91 12.07 = 1.06 13.35 ILD2 = P X L X C = 12. C3 = LD 3 PX L = 89.97 = 0.02 = 0.08 1.44 Ctotal= C 1+C 2+C 3 3 = = 2.44 72.8 = 89.0044 2.5 = 91 93 3.5 x 0.98 3 = 0.6 x 6.8 x 0.02+0.98 .0053 LMA3 = BKD 3 LD = 0. C1 = LD 1 PXL = 73.LMA1 = BKD 1 LD = 0.97 +0.462 245.6 X 6.749 166.8 2.74 = 0.97 3 = 73.3 X 6.97 = 0.884 165.99 = 92.00188 LMA2 = BKD 2 LD = 0.4 X 7.99 ILD1 = P X L X C = 10.44 10.

07 = 0. C3 = Ctotal = LD 3 PX L C 1+C 2+C 3 3 = = = 68.3 x 6.91 = 65.3 = LD 2 83.90 = 0.94 3 2.16 13 X 6.74 3 = 0.9 = 74.8 68. C2 = P X L = 13.53 LMA1 = BKD 1 LD = 0. C1 = LD 1 PXL 74.25 2.ILD3 = P X L X C = 13.94 .52 = 0.28 72 0.0055 3.8 3.52 ILD2 = P X L X C = 13.90+0.3 x 0.28 12 X 6 74.91 ILD1 = P X L X C = 13 x 6.90+0.25 91.3x 0.16 81.53 = 0.0074 LMA3 = BKD 3 LD = 0.90 = 0.35 = 0.99 = 89.5 X 6.687 92.91 = 77.9 = = = 83.52 LMA1 = BKD 1 LD = 0.0092 = 0.0058 LMA2 = BKD 2 LD = 0.8 x 0. Daun Nangka 1.4876 88.39 ILD3 = P X L X C = 12 x 6 x 0.419 71.5 x 6.6870 74.

0099 4.72 = 0.39 = 0.36 90.LMA2 = BKD 2 LD = 0.95 = 130.52 = 0.97 LMA1 = BKD 1 LD = 1.98+ 0.6 x 5.92 3 2.2 x 6.1 X 5 C 1+C 2+C 3 3 = = = 129.49 = 0.5 20.6 X 5.84 3 = 0.95 = 85.95 ILD1 = P X L X C = 20.49 ILD2 = P X L X C = 19.0101 = 0.44 111.94 = 110.6427 77. C1 = LD 1 PXL 2.8 x 0.2 X 6.95 = 106.8 = 110.1 x 5 x 0.0083 LMA3 = BKD 3 LD = 0.94+0.7 x 0.5 137.92 .44 19.5 0.6503 65.98 = 83.7 = 83. C3 = LD 3 PX L Ctotal = = 129.3286 130.36 = 0.36 18. Daun Mangga 1. C2 = LD 2 PXL 3.13 ILD3 = P X L X C = 18.

95 6.5 x 0.5 = 13.0688 106.87+0.4 x 2.86+0. Daun Cabai 1.9 = 14.0090 5.85 6.36 = 0.5 C 1+C 2+C 3 3 = = = 20.85 = 20.4 x 2.85 = 14.93 8.7 x 2.8 x 2. C3 = LD 3 PX L Ctotal = = 20.85 ILD1 = P X L X C = 8.75 = 0.93 24.5 x 0.85 17 = 0.87 = 13.777 85.0411 20.8 x 2.23 LMA1 = BKD 1 LD = 0. C1 = LD 1 PXL 2.95 16.9466 = 0.97 = 0. C2 = LD 2 PXL 3.13 LMA3 = BKD 3 LD = 0.86 = 14.70 = 0.56 3 = 0.LMA2 = BKD 2 LD = 1.7 x 2.83 3 2.70 ILD2 = P X L X C = 6.0019 .83 0.9 x 0.45 ILD3 = P X L X C = 6.85 = 14.

C3 = LD 3 PX L Ctotal= = 88.5 = 97.0018 = 0.22 92. C1 = LD 1 PXL 2.8 x 0.5 x 0.0023 LMA2 = BKD 2 LD = 0.LMA2 = BKD 2 LD = 0.1982 85.1676 91. C2 = LD 2 PXL 3.99 11.66 = 92.92 ILD1 = P X L X C = 11.0075 LMA3 = BKD 3 LD = 0.0083 6.95 .2 = 92.92 = 101.92 = 85.4 12.76 3 = 88.45 = 0.99 99.24 = 0.2 LMA1 = BKD 1 LD = 0.93+0.8 C 1+C 2+C 3 3 = = 2.95+ 0.24 ILD2 = P X L X C = 11. Daun Kedelai 1.93 97.88 = 0.3 x 8.92 = 91.22 11.5 x 8.109 14.5 x 8.23 = 0.7 x 8.49 = 0.7 x 8.2 x 0.4 110 = 0.119 14.3 x 8.45 = 0.49 ILD3 = P X L X C = 12.88 3 = 0.

0038 = 0.7 = 31.74 3 = 29.92 = 0.48 LMA1 = BKD 2 LD = 0.1 x 0.6 = 2.6 x 0.1215 31.91 ILD1 = P X L X C = 9.35 9.739 24. C3 = Ctotal = LD 3 PX L = C 1+C 2+C 3 3 = 29.35 34.91 3 = 0.2 = = 0.91 = 29.LMA3 = BKD 3 LD 0.54 9 x 3.26 ILD3 = P X L X C = 9 x 3.6 x 3.41 2.48 = 0.91+ 0.0020 7.1 = 24.77 26.3 x 3.91 = 0.7 x 0.66 1.0918 29.3 x 3.91 = 31.92+ 0.31 LMA2 = BKD 2 LD = 0.2095 101. Daun Purin = 31.77 8.26 LMA3 = BKD 3 LD = 0.6 x 3.0030 = 0.54 32.4 0.31 ILD2 = P X L X C = 8. C1 = LD 1 PXL LD 2 3.91 = 24.91 .0031 = 0. C2 = P X L = 24.

92 = 20.92 = 17.4 x 2.91 .84 = C 1+C 2+C 3 3 = = = 0.4 x 2.07 8.81 = 0.8.09 = 0.6 = LD 2 17.92 ILD1 = P X L X C = 8.5 LD 3 PX L 20.94 = 0.02 ILD3 = P X L X C = 8. C3 = Ctotal= LD 1 PXL 20.0070 = 0.6 x 0.6 20.259 17.142 20.4 X 2.5 x 0.0015 LMA3 = BKD 3 LD = 0.0374 LMA2 = BKD 2 LD = 0.779 20.91 3 2.5 = 1.6 x 0.76 3 = 0.76 8.81 ILD2 = P X L X C = 7.94+0.7 X 2. C1 = 3.07 21.62 2.09 LMA1 = BKD 3 LD = 0.46 17.46 18. Daun Belimbing = 20.02 = 0. C2 = P X L = 7.92 = 20.76 22.91+ 0.7 x 2.4 X 2.91 = 0.