You are on page 1of 9

TUGAS

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI )

Disusun oleh

: Eva Fathonah

NIM

: D1A140886

Kls

: 2b

Fakultas

: MIPA

Jurusan

: FARMASI

UNIVERSITAS AL-GHIFARI BANDUNG
2014/2015

karena buku Iqro’ sudah mencakup yang dipersyaratkan Mackey yaitu: seleksi (selection). 1990). 2006). Metode Iqro’ Metode Iqro’ adalah metode pembelajaran membaca huruf-hurufhijaiyah dari permulaan dengan disertai aturan bacaan.Macam-macam Metode Pembelajaran Al-Qur'an 1. gradasi (gradation). 1997). sampai orang tua (usia lanjut) mampu membaca Al Qur’an dalam waktu yang . secara eksplisit tidak dikatakan bahwa buku Iqro’ dimaksud adalah sebuah metode. dan repetisi (repetition). Menurut Mackey (1965 dalam Supriyadi. namun secara implisit penyusun mengatakan bahwa buku Iqro’ adalah metode pembelajaran membaca Al Qur’an. Metode Iqro’ disusun oleh sebuah Teim Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Muslah (AMM) yang diketuai oleh ustad As’ad Humam dari Kotagede Yogyakarta pada tahun 1989. Dikatakan sebuah metode. presentasi (presentation). khususnya bahasa Arab. Yang melatar belakang penyususnan Metode Iqro’ adalah karena metode pembelajaran membaca Al Qur’an selama ini banyak kekurangannya (Budiyanto. Humam (1990) dalam kata pengantar buku Iqro’. Penyususun berusaha mencari metode yang ideal dalam membaca Al Qur’an dan buku Iqro’ merupakan sebuah metode membaca Al Qur’an (Supriyadi. Prinsip-prinsip Metode Iqro’ Buku Iqro’ ini terbukti telah sanggup mengantarkan anak-anak usia TK. 1997) buku Iqro’ dapat disebut sebagai metode pembelajaran bahasa. Huruf-huruf hijaiyah yang dimaksud adalah huruf Arab dimulai dari Alif ( ‫ ) ا‬sampai huruf Ya (‫ ) ي‬yang berjumlah 30 huruf. tanpa makna dan tanpa lagu dengan tujuan agar pebelajar dapat membaca Al Qur’an sesuai dengan kaidahnya (Humam.

2) At-thariqah Tadaruj Berangsur-angsur. diusahakan pembelajaran dilangsungkan sesederhana mungkin. 10 menit (bermain. 05 menit (salam dan do’a). Safi’i. dengan tidak diuraikan atau dieja. TKA/TPA ini masuk 6 kali dalam 1 minggu.Pebelajar dapat membaca bunyi huruf hijaiyah. privat. Maka Alif bukan dijabarkan namanya ini huruf ’Alif’ melainkan diajarkan bunyi suaranya ’a’ bagi yang bertanda fathah. 1993. klasikal I. pada masa operasional konkrit. 30 menit (belajar buku Iqro’). cerita dan menyanyi). klasikal II. lebih singkat dan mengurangi verbalitas. Membaca secara langsung susunan kata yang diperlukan menjadi lebih sedikit dan sederhana. Ditinjau dari segi psikologi belajar.relatif singkat dibandingkan dengan cara lama (Baghdadiyah) (Anwar. Fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa buku Iqro’ disusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1) At-thariqah As-shoutiyah Langsung dibaca atau langsung diajarkan menurut bunyi suaranya. 10 menit (hafalan). 05 menit (do’a dan salam). Hal ini tidak membingungkan bagi pebelajar. dan mempermudah pebelajar dalam mengucapkannya. agar mempermudah pebelajar di dalam menangkap materi pelajaran. nampaknya At-thariqah As-shoutiyahlebih mudah dilakukan anak-anak. 1995). ’i’ bagi yang bertandakasrah dan ’u’ bagi yang bertada dhamah (Budiyanto. terutama anak-anak. diperuntukkan: pembukaan. khususnya pada tingkat pemula. tiap kali masuk memakan waktu 60 menit. penutup. 1995). karena menekankan sistem membaca langsung atau membaca huruf yang sudah diberi tanda baca. Menurut Piaget. karena proses berfikir yang lebih sederhana. Pebelajar dapat membaca huruf Al Qur’an secara langsung. 1993 dan Budiyanto. Pembagian waktu di atas dapat diketahui bahwa untuk pelajaran membaca .

1995). maka anak usia TK akan dapat mempelajari buku Iqro’ ini dengan pelan-pelan bertahap dan tanpa ada perasaan tertekan. Pembelajar tidak lagi diperkenankan memberikan contoh dalam setiap halamannya. pembelajar tidak boleh ikut membacakan atau menuntunnya. yang merupakan perpaduan tiga ranah kognitif. intelektual dan emosional (Dimyati dan Mujiono. Prinsip ini memang sangat pentingkan. sedangkan bacaan pada lembar kerja yang digunakan sebagai latihan pebelajar. Karena prinsip yang berangsur-angsur tersebut di atas. Masing-masing pebelajar mendapatkan jatah waktu antara 5-10 menit untuk belajar Iqro’ dengan seorang pembelajar. dan pembelajar hanya bertugas menyimak dan memberi motivasi. mental. Pebelajarlah yang dituntut untuk aktif membacanya. afektif dan psikomotorik. 1995). Dengan demikian waktu untuk belajar membaca tidak lebih dari 10 menit tiap kali pertemuan. koreksi dan komentar-komentar seperlunya. sehingga pebelajar dibiarkan membaca sendiri di bawah bimbingan pembelajar. dengan cara bergantian. dalam pembelajaran buku Iqro’ seorang pembelajar hanya diperkenankan menerangkan dan memberikan contoh bacaan yang tercantum dalam pokok bahasan. Waktu 10 menit adalah waktu maksimal daya konsentarsi anak usia TK (Budiyanto. Lebih-lebih bila melihat bahwa buku Iqro’ disusun dalam buku kecil yang tipis dengan sampul yang warna-warni. maka bukan perasaan tertekan dalam diri anak tetapi justru tumbuh perasaan sense of success. 1994). atau dengan perkataan lain pembelajaran yang menekankan keaktifan pebelajar secara fisik. jika disandarkan pada taksonomi Bloom.(belajar membaca Iqro’ jilid 1-6) dilakukan secara privat. . artinya tiap pebelajar dihadapi oleh seorang pembelajar. Pembelajaran semacam itu dimaksudkan untuk memperoleh hasil belajar. 3) At-thariqah Riyadlotuil Athfal Riyadlotuil Athfal adalah suatu prinsip dalam pembelajaran yang diutamakan belajar dari pada mengajar (Budiyanto.

Buku jilid 1 merupakan prasyarat bagi jilid 2. Pembelajaran yang tidak memperhatikan masalah ini akan menjadi pemaksaan yang bisa mengakibatkan berantakannya usaha pembelajaran secara keseluruhan. tujuan yang hendak dicapai adalah ”pebelajar bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah tajwid yang ada. kemampuan mengeja. 1995).” Mengenai kemampuan mengenal nama-nama huruf. Untuk itu. Tujuan pembelajaran itu dapat tercapai dengan melakukan latihan-latihan membaca. 1988). 1995). sehingga tidak terjadi loncatan-loncatan yang tidak sistematis. potensipotensi dan watak pebelajar. karena belum menguasai materimateri yang menjadi prasyarat bagi materi yang baru (Budiyanto. 1995). Pemaksaan ini bisa terjadi kalau peserta didik belum siap menerima suatu materi pembelajaran. Dengan banyak latihan akan memperkuat retensi pebelajar (Degeng. dan jilid 2 merupakan prasyarat bagi jilid 3 dan seterusnya. mengetahui ilmu tajwid adalah termasuk alat untuk tercapainya tujuan tersebut.4) At-Tawassui Fi-lmaqaasid Lafil Alat At-Tawassui Fi-lmaqaasid Lafil Alat adalah pembelajaran berorentasi pada tujuan. Prinsip buku Iqro’ ini nampak pada sistem penyusunannya. kematangan. Dengan demikian yang dipentingkan adalah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. tidak boleh meloncat-loncat (Budiyanto. penguasaan pebelajar terhadap alat cukup sekedarnya saja (Budiyanto. Adapun kelemahan dan kelebihan metode Iqro’ adalah: . Setiap pebelajar harus tunduk mengikuti tertib jilil yang telah ditentukan. 5) At-Thariqah Bimuraa-a’til Listi’daadi Wal-thabiiy Pembelajaran itu haruslah memperhatikan kesiapan. nampak sekali buku Iqro’ ini telah diperhitungkan dengan cermat. Kaitanya dengan pembelajaran membaca Al Qur’an. bukan kepada alat yang dipergunakan untuk mecapai tujuan itu. Oleh penyusunnya.

Menggunakan metode CBSA. Kelebihan a. Bila ada santri yang sama tingkat pelajaran-nya. Cara pembelajaran metode ini adalah: - Hafalan - Eja - Modul - Tidak variatif - pemberian contoh yang absolute . c. b. Kekurangan a. jadi bukan guru yang aktif melainkan santri yang dituntut aktif. d. Metode Al-Baghdad Metode Al-Baghdady adalah metode tersusun (tarkibiyah). Bacaan-bacaan tajwid tak dikenalkan sejak dini. Dalam penerapannya menggunakan klasikal (membaca secara bersama) privat. Bukunya mudah di dapat di toko-toko. perhatian dan peng-hargaan. Metode ini adalah metode yang paling lama muncul dan metode yang pertama berkembang di Indonesia. ta’. Komunikatif artinya jika santri mampu membaca dengan baik dan benar guru dapat memberikan sanjungan. e.1. 2. maksudnya yaitu suatu metode yang tersusun secara berurutan dan merupakan sebuah proses ulang atau lebih kita kenal dengan sebutan metode alif. b. maupun cara eksistensi (santri yang lebih tinggi jilid-nya dapat menyimak bacaan temannya yang berjilid rendah). boleh dengan sistem tadarrus. 2. secara bergilir membaca sekitar dua baris sedang lainnya menyimak. Tak ada media belajar c. Tak dianjurkan menggunakan irama murottal. ba’.

yaitu: 1. Kekurangan a.Metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. b. Metode ini disusun oleh sebuah lembaga pendidikan Ma’arif Cabang Tulungagung. 3. maka materi pembelajaran AlQur'an tidak jauh berbeda dengan metode Qira’ati dan Iqro’. Karena metode ini merupakan metode pengembangan dari metode Al-Baghdady. b. santri sudah hafal huruf-huruf hijaiyah. Santri yang lancar akan cepat melanjutkan pada materi selanjutnya karena tidak menunggu orang lain. c. Santri kurang aktif karena harus mengikuti ustadz-ustadznya dalam membaca. Membutuhkan waktu yang lama karena harus menghafal huruf hijaiyah dahulu dan harus dieja. Kurang variatif karena menggunakan satu jilid saja. Program sorogan Al-Qur'an yaitu program lanjutan sebagai aplikasi praktis untuk meng-antarkan santri mampu membaca Al-Qur'an sampai khatam. Metode An-Nahdhiyah Metode An-Nahdhiyah adalah salah satu metode membaca Al-Qur'an yang muncul di daerah Tulungagung. Jawa Timur. Dan perlu diketahui bahwa pembelajaran metode ini lebih ditekankan pada kesesuaian dan keteraturan bacaan dengan ketukan atau lebih tepatnya pembelajaran Al-Qur'an pada metode ini lebih menekankan pada kode “Ketukan”. Dalam pelaksanaan metode ini mempunyai dua program yang harus diselesaikan oleh para santri. Kelebihan a. Program buku paket yaitu program awal sebagai dasar pembekalan untuk mengenal dan memahami serta mempraktekkan mem-baca Al-Qur'an 2. Santri akan mudah dalam belajar karena sebelum diberikan materi. 2. . yaitu: 1.

Dahlan Salim Zarkasy pada tahun 1986 bertepatan pada tanggal 1 Juli. tahqiq. Bashori Alwi (dalam Taufiqur-rohman) sebagai pencetus metode jibril. Metode jibril terdapat 2 tahap yaitu tahqiq dan tartil. lalu ditirukan oleh seluruh orang-orang yang mengaji. Metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan antara lain: Kelebihannya : . 5. adalah dilatar belakangi perintah Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengikuti bacaan Al-Qur'an yang telah diwahyukan melalui malaikat Jibril. Metode Jibril Terminology (istilah) metode jibril yang digunakan sebagai nama dari pembelajaran Al-Qur'an yang diterapkan di PIQ Singosari Malang. tapi secara individual (perseorangan).Dalam metode ini buku paketnya tidak dijual bebas bagi yang ingin menggunakannya atau ingin menjadi guru pada metode ini harus sudah mengikuti penataran calon guru metode An-Nahdhiyah. Kalipare). Sehingga mereka dapat menirukan bacaan guru dengan pas. H. M. Dalam program sorogan Al-Qur'an ini santri akan diajarkan bagaimana cara-cara membaca Al-Qur'an yang sesuai dengan sistem bacaan dalam membaca Al-Qur'an. 4. metode ini ialah membaca Al-Qur'an yang langsung memasukkan dan mempraktek-kan bacaan tartil sesuai dengan qa'idah ilmu tajwid sistem pendidikan dan pengajaran metode Qira’ati ini melalui system pendidikan berpusat pada murid dan kenaikan kelas/jilid tidak ditentukan oleh bulan/tahun dan tidak secara klasikal. dan taghanni. yaitu tartil. Menurut KH. Metode Qiro’ati Metode Qiro’ati disusun oleh Ustadz H. Dimana santri langsung praktek membaca Al-Qur'an besar.M Nur Shodiq Ahrom (sebagai penyusun didalam bukunya “Sistem Qa'idah Qira’ati” Ngembul. bahwa teknik dasar metode jibril bermula dengan membaca satu ayat atau lanjutan ayat atau waqaf. Disini santri akan diperkenalkan beberapa sistem bacaan.

Karena belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah sedangkan membaca Al-Qur'andengan tajwidnya itu fardlu ain. Jika santri sudah lulus 6 Jilid beserta ghoribnya. Siswa walaupun belum mengenal tajwid tetapi sudah bisa membaca Al-Qur'an secara tajwid. Kekurangannya: Bagi yang tidak lancar lulusnya juga akan lama karena metode ini lulusnya tidak ditentukan oleh bulan/tahun. . 3. 2. Dalam metode ini terdapat prinsip untuk guru dan murid. Pada metode ini setelah khatam meneruskan lagi bacaan ghorib. 4.1. maka ditest bacaannya kemudian setelah itu santri mendapatkan syahadah jika lulus test.