You are on page 1of 40

MODUL I

A. Judul
Termokimia
B. Tujuan
1. Setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi.
2. Perubahan kalor dapat diukur atau dipelajari dengan percobaan yang sederhana
C. Dasar Teori
Termokimia dalah studi tentang efek panas yang terjadi baik pada proses fisik
mapun dalam reaksi kimia. Efek panas ini biasanya disebut kalor reaksi yang merupakan
energi yang dipindahkan dari sitem ( kesistem atau dari lingkungan ), sehingga suhu reaksi
menjadi sama dengan proses pereaksi.
Jika energi itu dipindahkan dari sistem ( kelingkungan), maka reasi yang
bersangkutan merupakan reaksi eksoterm, sedangkan jika energi dipindahkan kesisten
( dari lingkungan, maka reaksi bersifat endoterm.
Besarnya kalor reaksi, bergantung pada kondisi reaksi.
Bagi reaksi pada volume tetap : kalor reaksi = qv = ∆u
Bagi reaksi pada tekanan tetap : kalor reaksi = qP = ∆H
Hubungan antar ∆u dan ∆H dapat diturunkan sebagai berikut :
H = u + Pv
H = ∆u + ∆ (Pv)
Bagi reaksi gas ( ideal ). ∆ (Pv) = ∆ (nRT) = (∆n) RT, sehingga persamaan diatas
dapat diubah menjadi :
∆H = ∆u + (∆n) RT
Dengan ∆n menyatakan selisih mol gas hasil reakis dan mol gas pereaksi. Persamaan
ini memberikan hubungan antara ∆H dan ∆u pada suhu yang sama. Bagi reaksi yang tiak
menyangkut gas ∆ (Pv) kecil sekali dibandingkan terhadap ∆u, sehingga dapat diabaikan.
( hiskia ahmad.2001.stoikiometri energetika kimia )
Penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia desebut
termikimia.yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia. Reaksi kimia
termasuk proses, isotermal, dan bila dilakukan diudara terbuka, maka kalor reaksi
Qp = ∆H
Akibatnya,kalor dapat dihitung dari perubahan entalpi reaksi
Q = ∆H reaksi = Hhasil reaksi- Hpereaksi.
Supaya dapat keseragaman harus ditetapkan keadaan standar, yaitu suhu 25 oC dan
tekanan 1 atm. Dengan demikian, perhitungan termikima didasarkan pada keadaan standar,
contoh :
AB + CD
AC + BD
∆H O = X KJ mol -1
O
∆H adalah lambang ( notasi ) perubahan entalpi reaksi pada keadaan itu.
a. Kalor pembentukan

Kalor pembentukan adalah kalor yang menyertai pembentukan satu mol senyawa
langsung dri unsur-unsurnya. Contohnya, amonia ( NH3 ) harus dibuat gas nitrogen dan
hodrogen sehingga reaksinya :
½ N2 (g) + 1 ½ H2 (g)
NH3 (g)
∆H1 = - 46 kj mol -1
Karena NH3 harus satu mol,maka koefisien reaksi nitrogen dan hidrogen boleh
dituliskn sebagai pecahan. Energu yang dilepaskan sebesar 46 KJ disebut kalor
pembentukan amonia (∆Ho NH3 ).
b. Kalor penguraian
Kalor penguraian adalah kalor yang menyertai penguraian satu mol senyawa langsung
menjadi unsur-unsurnya. Contoh:
NH3(g)
½ N2 (g) + 1 ½ H2 (g)
∆H = +46 kj mol -1
Hf (g)
½ H2(g) + ½ F2 (g)
∆H = +271 kj mol -1
c. Kalor penetralan merupakan kalor yang menyertai pembentukan 1 mol air dari reaksi
penetralan (asam dengan basa) . contoh :
HCl(aq) + NaOH(aq)
NaCl(aq) + H20(l) ∆H = 121 kj mol -1
HBr(aq) + ½ Ba(OH)2 (aq)
½ BaBr2(aq) + H20(l) ∆H = 98 kj mol -1
d. Kalor pereaksi
Kalor reaksi merupakan kalor yang menyertai suatu reaksi dengan koefisien yang
paling sederhana . contoh :
3 H2(g) + N2(g)
2NH3(g)
∆H = -92 kj
2C2H2(g) + 5O2(g)
4CO2(g) + 2H2O(l)
∆H = -2602 kj
Kalor reaksi dapat ditentukan dengan percobaan laboratorium atau dengan
perhitungan. Dengan perhitungan ada tiga cara yaitu berdasarkan Hukum Hess, data
kalor pembentukan standar dan data energi ikatan.
(Sukri S.1999.Kimia Dasar 1)
Termokimia mempelajari perubahan kalor dalam suatu reaksi kimia. Dalam
percobaan ini, perubahan kalor yang dipelajari pada tekanan osmotic. Jadi, perubahan
kalor yang ditentukan adalah perubahan entalpi (ΔH). Apabila sistem yang dipelajari
hanya menyangkut zat padat dan zat cair saja, maka yang bersangkutan dengan sistem
tersebut (= pΔV) dapat diabaikan. Oleh karena itu, perubahan entalpi (ΔH) dan
perubahan energi (ΔU) dalam hal ini adalah identik.
Jumlah perubahan kalor sebagai hasil reaksi kimia dapat diukur dalam suatu
kalorimeter (yang diukur dalam temperatur). Kalorimeter terdiri dari suatu tabung yng
dibuat sedemikian rupa sehingga tidak ada pertukaran atau perpindahan kalor denga
sekelilingnya, walaupun ada pertukaran sekecil mungkin sehingga dapat diabaikan.
Sebagai kalorimeter yang sederhana dapat pergunakan botol termos gelas kimia yang
dihubungkan atau dibungkus busa plastik, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa ada
pertukaran kalor antara kalorimeter dan isinya, sehingga perlu menera kalorimeter (yaitu
menentukan kalor yang diserap oleh kalorimeter, seteliti mungkin, sesuai dengan

persoalan yang dipelajari. Jumlah kalor yang diserap kalorimeter untuk kenaikan
suhunya sebesar satu derajat disebut tetapan kalorimeter. Salah satu cara untuk
menentukan tetapan kalorimeter seperti yang dilakukan dalam percobaan ini, yaitu
mencampurkan sejumlah air dingin (massa ml, suhu T) dengan sejumlah air panas
(massa ml, suhu T), didalam kalorimeter yang akan ditentukan tetapannya beda
temperatur air yang dicampurkan diatur tidak lebih dari 10°. Jika kalorimeter tidak
menyerap kalor pada campuran ini, kalor yang diberikan oleh air panas harus sama
dengan yang diserap oleh air yang lebih dingin. Tetapi oleh karena kalorimeter turut
menyerap kalor, maka kalor yang diserap oleh kalorimeter adalah selisih kalor yang
diberikan oleh air panas dikurangi dengan kalor yang diserap oleh air dingin. Harga
tetapan kalorimeter dengan perubahan temperaturnya, tidak langsuung dapat diukur.
Yang dapat diukur adalah perubahan temperaturnya
(Team Teaching.2013).
Suatu reaksi kimia dapat dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari 2 bagian
yang berbeda, yaitu pereaksi dan hasil reaksi atau produk. Perhatikan suatu reaksi yang
berlangsung pada sistem tertutup dengan volume tetap (∆V= 0) maka sistem tidak
melakukan kerja W=0. Jika kalor reaksi pada volume tetap dinyatakan denag qv maka
persamaan Hukum 1 termodinamika dapat ditulis:
∆U = qv+0 = qv= C
qreaksi disebut kalor reaksi hal ini berarti bahwa semua perubahan energi yang
menyertai reaksi akan muncul sebagai kalor. Misalnya: suatu reaksi eksoterem
mempunyai perubahan energi ebesar 100 kj. Jika reaksi itu berlangsung dengan volume
tetap maka jumlah kalor yang dibebaskan adalah 100 kj.
Kebanyakan reaksi kimia berlangsung dalam sistem terbuka dengan tekanan tetap
(tekanan atmosfir) maka sistem mungkin melakukan atau menerima kerja tekanan /
volume , W=0 oleh karena itu kalor reaksi pada tekanan tetap dinyatakan dalam q v maka
hukum 1 termodinamika dapat ditulis sebagai berikut :
AU = qv + w atau qv = ∆U-W = qreaksi
Untuk menyatakan kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap para Ahli
mendefinisikan suatu besaran termodinamika yaitu entalpi (Heat Content) dengan
lambang’H’ . Entalpi didefinisikan sebagai jumlah energi dalam dengan perkalian
tekanan dan sistem, yang dapat dinyatakan :
H = U+ PV
Reaksi kimia termasuk proses isotermal dan bila dilakukan diudara terbuka maka kalor
reaksi dinyatakan :
qv = ∆H

jadi kalor yang berlangsung pada tekanan tetap sama dengan perubahan entalpi. Oleh
karena itu sebagian besar reaksi berlangsung pada tekanan tetap yaitu tekanan atmosfir,
maka kalor reaksi selalu dinyatakan sebagai perubahan entalpi ( ∆ H ¿ akibatnya kalor
dapat dihitung dari perubahan entalpi reaksi yang menyertai suatu reaksi hanya
ditentukan oleh keaaan awal (reaktan) dan keadaan akhir (produk)
q= ∆Hreaksi =Hp – Hr
(http://www.chemistry.org/materi kimia/kimia fisika 1/termokimia/entalpidan-perubahan-entalpi-2)
Bentuk energi
Umumnya energi didefinisikan sebagai kapasitas kerja , yaitu sesuatu yang
terkandung dalam materi. Energi dapat berbentuk cahaya , bunyi,mekanik,listrik, kimia
dan kalor.
Energi dan perubahan entalpi
Besarnya entalpi sistem tidak dapat diukur, namun besarnya perubahan entalpi yang
menyertai reaksi kimia dapat diukur. Dalam termokimia, kalor yang berpindah diukur
pada tekanan tetap maka kalor tersebut dinamakan perubahan entalpi (DH) pada tekanan
tetap DH = Q atau DH= Qp bila entalpi pereaksi (reaktan) disimbolkan dengan Hr dan
entalpi hasil reaksi simbolnya Hp, perubahan entalpi dapat dirumuskan DH= Hp=Hr
Harga kalor reaksi dilakukan pada tekanan tetap oleh karena itu berlaku rumus
DH r= q (tekanan tetap)
Kapasitas kalor kalorimeter
Jika reaksi dilakukan pada kalorimeter bom atau alorimeter lain yang kapasitas kalor
alat ukurny harus diperhitungkan, maka besarnya kalor yng diserap kalorimeter dapat
dihitung dengan rumus berikut :
Q kalorimeer= C.DT (C=kapsitas kalor kalorimeter)
Rumus kalor reaksi
Kalor yang dilepaskan pada eksoterem, diserap oleh air hingga suhu air meningkat
sebesar DT .kalor yang diserap air (qb) digunakan untuk menghitung kalor reaksi (qr)
Qw = mw x Cw x DT
Keterangan:
Mw = massa air
Cw = kalor jenis air
Kapasitas kalor pereaksi
Bila zat berwujud padat maka kapasitas dapat dihitung dari c = M x C
C = kalor jenis zat
(http://skp.unair.ac.id./respository/guru-indonesia/termokimia-EtnaRufiati 10886.pdf)

D. Alat dan Bahan 1. Alat No Nama Alat 1 Kalorimeter Gambar Fungsi Untuk mengukur raksi kalor 2 Gelas Ukur  Buret berfungsi mengeluarkan larutan dengan  volume trtentu Statif berfungsi menegakkan buret .

4 Gelas ukur Untuk mengukur volume larutan 5 Kaki zTiga Sebagai penyangga saat merebus suatu zat kimia 6 Kasa Abses Sebagai penyebaran panas yang berasal dari pemanasan spritus .3 Termometer Untuk mengukur suhu.

Titik didih = 102 oC .Dapat digunakan sebagai .7 Buret dan Untuk membakar zat Statif atau memanaskan larutan 2.larut dalam air .reaksinya melalui frmentasi gula C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 .menjadi minuman yang C2H5OH meracuni 2 HCl .titik lebur = 169 oC .kloroform dan eter .kalor jenis = 0.tidak berwarna .berafinitas besar dari pada unsur lainnya .berbau tajam .115 kal/g o C .oksidator kuat .12 gr/cm3 .akan berasap tebal di udara yang lembab .racun bagi pernafasan .massa jenis = 3. Bahan No Nama Bahan 1 Etanol Sifat Kimia Sifat Fisika .titik leleh = -1010 oC .rumus molekulnya bahan bakar .dapat larut dalam alkali hidroksida .gasnya berwarna kuning .energi ionisasi = 1250 N/mol .pada suhu kamar HCl berbentuk gas tak berwarna .cairan mudah menguap .massa atom = 3645 .

Merupakan basa kuat .titik leleh = 318 oC .masa jenis = 1.19 gr/cm3 .massa molar = 1.Titik didih : 118.berbentul pelat.Mudah larut dalam air dingin .Titik lebur : 16.7°C .massa melebur .massa molar = 60.tidak berwarna .05 banyak logam gr/mol .mudah terionisasi 4 CH3COOH .serpihan.termasuk asam .3 NaOH .merupakan basa lemah .dapat melautkan senyawa gr/mol .bersifat korosi terhadap gr/mol .berwarna putih .049 polar dengan baik .bila dibiarkan diudara akan menyerap CO2 dan lembab .5°C . butiran .titik didih = 1390 oC .049 karboksilat .massa jenis = 2.

E.3 ml Etanol ke dalam kalorimeter dengan mengukur temperatur menggunakakn buret kedalam buret kedua Mengukur temperatur air dalam kalorimeter memasukkan ke dalam selama 2 menit dengan selang waktu ½ menit kalorimeter Mengocok campuran dalam kalorimeter Mencatat temperaturnya selama 4 menit dengan selang waktu ½ menit . Penentuan Tetapan Kalorimeter 20 ml Air Memasukkan ke dalam kalorimeter Memanaskan air ke dalam 20 ml Air dengan buret gelas kimia sampai ± 10° Mencatat temperaturnya diatas suhu kamar Mencatat temperaturnya Mencampurkan air panas kedalam kalorimeter Mengaduk/mengocok Mengamati temperaturnya selama 10 menit dengan selang waktu 1 menit perubahan suhu 2. Prosedur Kerja 1. Penentuan Kalor Pelarutan Etanol dalam air 18 mlMemasukkan Air ke dalam kalorimeter 29 ml Etanol Memasukkan dengan tepat dengan buret Mengukur temperatur air dalam kalorimeter ke dalam kalorimeter Mengukur temperaturnya selama 2 menit dengan selang waktu ½ menit dalam buret kedua Mengocok campuran dalam kalorimeter Mencatat temperaturnya selama 4 menit dengan selang waktu ½ menit Perubahan suhu 27 mlMemasukkan Air 19.

Perubahan suhu 36 mlMemasukkan Air 14.5 ml Etanol Memasukkan ke dalam kalorimeter dengan mengukur temperatur menggunakan buret mengukur temperatur air dalam kalorimeter selama 2 menit dengan selang waktu ½ menit ke dalam buret kedua memasukkan kedalam kalorimeter Mengocok campuran dalam kalorimeter Mencatat temperaturnya selama 4 menit dengan selang waktu ½ menit Perubahan suhu 36 ml Air 5.5 ml Etanol ke dalam kalorimeter dengan mengukur temperatur menggunakan buret Mengukur temperatur dalam kalorimeter Selama 2 menit dengsn selang waktu ½ menit kedalam buret kedua memasukkan dalam kalorimeter Mengocok campuran dalam kalorimeter Mencatat temperaturnya selama 4 menit dengan selang waktu ½ menit Perubahan suhu 36 ml Air 11.8 ml Etanol Memasukkan ke dalam calorimeter dengan mengukur temperatur mengukur temperatur air dalam calorimeter selama 2 menit dengan selang waktu ½ menit kedalam buret kedua memasukkan kedalam kalorimeter Mengocok campuran dalam kalorimeter Mencatat temperaturnya selama 4 menit dengan selang waktu ½ menit .

05 M Memasukkan ke dalam kalorimeter Mencatat temperaturnya Mencatat temperaturnya Mencampurkan ke dalam kalorimeter Mencatat temperatur cmapuran selama 5 menit dengan selang waktu ½ menit Perubahan suhu 4. Penentuan Kalor Penetralan NaOH dan CH3COOH 20 ml NaOH 20 ml CH3COOOH Memasukkan ke dalam kalorimeter Mencatat temperaturnya Mencatat temperaturnya Mencampurkan ke dalam kalorimeter .Perubahan suhu ke dalam calorimeter mengukur temperatur 45 ml Memasukkan Air 4. Penentuan Kalor Penetralan HCl dan NaOH 20 ml HCl 2 M 20 ml NaOH 2.8 ml Etanol Dengan menggunakan buret kedalam buret kedua Mengukur temperatur air dalam kalorimeter memasukkan kedalam selama 2 menit dengan selang waktu ½ menit kalorimeter Mengocok campuran dalam kalorimeter Mencatat temperaturnya selama 4 menit dengan selang waktu ½ menit Perubahan suhu 3.

Hasil Pengamatan 1. Penentuan Tetapan Kalorimeter Volume air dingin = 20 ml Volume air panas = 20 ml Suhu air dingin = 30°C Suhu air panas = 42°C Tabel Suhu Campuran t (menit) T (°C) 1 39 2 38 3 37 4 37 5 36 6 36 7 35 8 35 9 35 10 35 2.Mencatat temperatur campuran selama 5 menit dengan selang waktu ½ menit Perubahan suhu F. Penentuan Kalor Pelarutan Etanol dalam Air .

8 ml = 27°C . 29 ml = 29°C b.5 ml = 28°C d.a. 5.5 ml = 28°C e. 14. 19.3 ml = 28°C c.8 ml = 28°C f. Suhu Etanol a. Suhu Air t (menit) Ta (°C) Tb (°C) Tc (°C) Td (°C) Te (°C) Tf (°C) 1/2 1 1½ 2 30 30 30 30 28 28 28 28 28 28 28 28 28 28 28 28 27 27 27 27 28 28 28 28 b. 1. 4.

bf.5 cg. 33 aj. 2 cf. Tabel Suhu Campuran 30 29 3½ bk. x. 33 bm. 1 cb. 29 ah. 32 bg. 30 ag. 29 av. 20 ml HCl 2 M = 31°C bt. j. 3. be.5 ce. 1 33 ab. bh. 32 30 bp. y. 29 ao. Tf (°C) t. 1½ ai.05 M = 31°C bu. 33 ap. 32 as. al. 33 33 bd. 35 cc. 33 33 32 32 br. Penentuan Kalor penetralan HCl dan NaOH bs. t (menit) n. 1/2 33 33 32 32 30 z. 32 af. t (menit) bx. ba. T (°C) by. l. 32 bn. 2½ aw. Tc (°C) q. 35. bj. 1½ cd. ay. 29 bq. 34 ca. 32 30 bb. v. 32 am. Ta (°C) o. 33 ak. ½ bz. m. bo. 33 at. 33 bl. w. 32 30 29 u. ax. ar. 4 bv. Tb (°C) p. 20 ml NaOH 2. Suhu Campuran g. 32 az. 35. k. h. Td(°C) r. 32 33 33 3 32 ae.c. bw. 30 an. 29 aa. i. 33 ad. 32 30 au. Te (°C) s. 29 bc. ac. 2½ 34 . 2 aq. bi.

1½ dc. 3½ cl. 34 db. 4½ cp. 2½ dg. 4 dm. 34 cz. 20 ml NaOH 2 M = 29°C cs. Tabel Suhu Campuran cu. T (°C) cx. ½ cy. 34. 35 ck. 5 34 4. 33 dp. 3 di. 2 de.5 dh. 1 da. 20 ml CH3COOH = 29°C ct. 34 cq.5 cm. 33 dl. 33 dj.ch. ci. 3 cj. Penentuan Kalor Penetralan NaOH – CH3COOH cr. 34. 33 dn.5 co. 3½ dk. cv. 34 dd. 34. 5 33 . 4½ do. 4 cn. 34 df. t (menit) cw.

ds. 6 fb.2 J/gr K Tabel suhu campuan eo. eg. (menit) T (°K) eq. du. 308 . 310 ew. 9 fh. em. dw. en. dz. Va1 : Volume air dingin = 20 ml 273 = 303 K ek. 308 fg. eh. ef. Perhitungan 1. dr. ec. eb. 308 fe. dx. = 315 K el. 3 ev. 309 fa. ed. ee.dq. 4 ex. t ep. 8 ff. ea. dy. 2 et. Penentuan Tetapan Kalorimeter ej. dt. 7 fd. Dik. T air dingin = 30°C + Va2 : Volume air panas = 20 ml T air panas = 42°C + 273 ρ air = 1 gr/ml Sair = 4. 311 eu. ei. dv. 312 es. 310 ey. 1 er. G. 5 ez. 308 fc.

fk. fr.2K – 303 K fx.6 Joule  Menghitung tetapan kalorimeter (K) . = 5. = 520. = 20 gr x 4.8Joule  Menghitung kalor yang diserap air panas q2 = Ma2 x Sair x ΔT2 ge. =487. fo.33.2 J/gr K x 5.    10 fj.2 J/gr K x 6. ΔT2 = Ta2 – Tcamp fz. = 315 K – 309.2 K  Menghitung perubahan suhu air dingin fv. Tcamp = ΣT/n = 312  311  310  310  309  308  308  308  308  308 10 3092 10 fu. = 20 gr Menghitung suhu campuran ft. = 20 gr x 4. = 20 x 1 fp. gf.2 K  Menghitung kalor yang diterima oleh calorimeter (q3) gh. q3 = q2 – q1 gi. gc. = 20 x 1 fs. ΔT1 = Tcamp – Ta1 fw. Tetapan kalorimeter (K)….. = 6.8 K  Menghitung kalor yang diserap air dingin q1 = Ma1 x Sair x ΔT1 gb. = . = = 309. = 20 gr Menghitung massa air panas Ma2 = Va2 x ρ air fq.2–520.2 K  Menghitung suhu air panas fy. = 487. fl. 308 Dit.8 K gg.? Penyelesaian Menghitung massa air dingin Ma1 = Va1 x ρ air fn.8 gj. fm. = 309.2 K gd.fi.2 K ga.

92 J/gr K gv. ρair = 1 gr/ml gs. ρetanol = 0.gk. 2.8 –6. gq. Grafik hubungan antara temperatur dengan selang waktu 313 312 311 310 T (suhu) 309 308 307 306 0 2 4 6 8 10 t (waktu) gp.2 = -0. gn.2 J/gr K gt. Penentuan kalor pelarutan etanol dalam air a. Ma = Va x ρa gz.789 gr/ml gu. go. Sair = 4. = 18 gr  Menghitung massa etanol 12 .6  0. Untuk campuan air 18 ml dengan etanol 29 ml gr. Tetanol = 29°C + 273 = 302 K gw. gl. Entalpi Pelarutan (ΔH)……………. = 18 ml x 1 gr/ml ha.? gx. Setanol = 1.4 K gm.4 = = 84 J/K ΔT = ΔT2 – ΔT1 = 5.. Dik. Dit.  K= q3 T  33. Penyelesaian  Menghitung massa air dingin gy.

hb. qL = qair + qetanol + qk hr. qa = Ma x Sair x ΔT1 hi.2 x 3 ΔT1 = Tcamp – Tair = 306 K – 303 K hj. = 336 Joule  Kalor yang dihasilkan pada larutan tugas (qL) hq. qc = Metanol x Setanol x ΔT2 Tetanol hl. = 226. = hg. qk = K x ΔT2 ho. = 84 x 4 hp.5 Joule  Entalpi pelarutan tugas (ΔH) qL mole tan ol / molair ht.7 Joule  Kalor yang diserap kalorimeter (qk) hn.8 Joule  Kalor yang diserap etanol (qc) hk. = 738.5 29. = 22.881 gr  Menghitung suhu campuran T n he. Metanol = Vetanol x ρetanol hc. = 175.8 + 175.881 x 1. = 306 K  Kalor yang diserap air (qa) hh. = =3K ΔT2 = Tcamp – = 306 K – =4K . = 29 ml x 0.7 + 336 hs.92 x 4 302 K hm.0 / 58 hu. = 18 x 4. Tcamp = = 306  306  306  306  306  306  306  306 8 2448 8 hf. = 226. ΔH = 738. = 22.789 gr/ml hd.

? id.789 ij. qc = Metanol x Setanol x ΔT2 Tetanol =5K ΔT2 = Tcamp – . = 1.3 ml hx. Sair = 4.789 gr/ml ia.22 gr  Menghitung suhu campuran T n ik.5 0. Metanol = Vetanol x ρetanol ii.2 J/gr K hz. Entalpi Pelarutan (ΔH)……………. =27 x 4. = 19. Untuk campuan air 27 ml dengan etanol 19. = 15.5 hv.3 x 0.477 b. = hw. Ma = Va x ρa if.738. = 27 gr  Menghitung massa etanol ih. = 567 Joule  Kalor yang diserap etanol (qc) iq. = 306 K  Kalor yang diserap air (Qa) in. = 27 x 1 ig. Tetanol = 28°C + 273 = 301 K ic. Qa = Ma x Sair x ΔT1 ΔT1 = Tcamp – Tair io. Dit.2 x 5 = 306 K – 301 K ip. Setanol = 1.92 J/gr K ib. Tcamp = = 306  306  306  306  306  306  306  306 8 2448 8 il. = im. Dik. ρetanol = 0.. Penyelesaian  Menghitung massa air dingin ie. ρai = 1 gr/ml hy.

22 x 1. = 11.133. Dik.92 J/gr K jh. Untuk campuan air 36 ml dengan etanol 14. Entalpi Pelarutan (ΔH)…………….112 29 / 58 ja.  Menghitung suhu campuran . Penyelesaian  Menghitung massa air dingin jk. Setanol = 1.. qk = K x ΔT2 iu.5 x 0.22 c.? jj.4 gr jq. = 15. = 36 gr  Menghitung massa etanol jn. = 84 x 5 iv. = 1.266. qL = qair + qetanol + qk ix. Sair = 4. = 14.5 jb. = 567 + 146. Dit. = 146.789 jp. = 36 x 1 jm. = 420 Joule  Kalor yang dihasilkan pada larutan tugas (qL) iw.789 gr/ml jg.ir.2 J/gr K jf. ρetanol = 0.112 Joule  Kalor yang diserap kalorimeter (qk) it.112 + 420 iy. Metanol = Vetanol x ρetanol jo. ΔH = 1133. Tetanol = 28°C + 273 = 301 K ji.133. = 2.92 x 5 301 K is. = = 306 K – =5K jc.185 0. ρai = 1 gr/ml je. Ma = Va x ρa jl.5 ml jd. = 1.112 J  Entalpi pelarutan tugas (ΔH) qL mole tan ol / molair iz.

8 + 87.3 J  Entalpi pelarutan tugas (ΔH) qL mole tan ol / molair kg.5 ml ki. ρai = 1 gr/ml kj.5 + 336 kf.3 1028. Untuk campuan air 36 ml dengan etanol 11. qc = Metanol x Setanol x ΔT2 Tetanol jy.8 Joule  Kalor yang diserap etanol (qc) jx. = 305 K  Kalor yang diserap air (qa) ju. = 36 x 4.5 29 / 58 kh. Dik.4 x 1. = 336 J  Kalor yang dihasilkan pada larutan tugas (qL) kd. = 11.2 x 4 ΔT1 = Tcamp – Tair = 305 K – 301 K jw. = 84 x 4 kc. = 604. = 87.3 0.2 J/gr K kk.92 x 4 301 K jz.5 Joule  Kalor yang diserap kalorimeter (qk) ka. = 1028. Tcamp = T n = 305  305  305  305  305  305  305  305 8 2440 8 js. ρetanol = 0.789 gr/ml kl. = 604.6 d.jr. qk = K x ΔT2 kb. = = 2056.92 J/gr K =4K ΔT2 = Tcamp – = 305 K – =4K . = jt. qa = Ma x Sair x ΔT1 jv. Sair = 4. ΔH = 1028. qL = qair + qetanol + qk ke. Setanol = 1.

92 gr/ml x 4 K 301 K ld. = 11. Tetanol = 28°C + 273 = 301 K kn.8 + 69.2 x 4 301 K la. Dit. qk = K x ΔT2 lf.  Kalor yang dihasilkan pada larutan tugas (qL) li.45 Joule ΔT1 = Tcamp – Tair = 305 K – =4K ΔT2 = Tcamp – = 305 K – =4K . = 36 x 1 kr.07 gr x 1.65 Joule  Kalor yang diserap kalorimeter (qk) le. = kx. Penyelesaian  Menghitung massa air dingin kp.5 x 0. = 604.65 + 336 lk. Ma = Va x ρa kq. Metanol = Vetanol x ρetanol kt.km. = 1010. = 336 Joule lh. Tcamp = = 305  305  305  305  305  305  305  305 8 2440 8 kw. = 604. = 69. Entalpi Pelarutan (ΔH)……………. = 84 x 4 lg.8 Joule  Kalor yang diserap etanol (qc) lb. qc = Metanol x Setanol x ΔT2 Tetanol lc. = 36 gr  Menghitung massa air etanol ks. = 9. = 305K  Kalor yang diserap air (qa) ky. qa = Ma x Sair x ΔT1 kz..? ko.789 ku. qL = qair + qetanol + qk lj.07 gr  Menghitung suhu campuran T n kv. = 9. = 36 x 4.

Dit.45 0. Dik. = 2020. Metanol = Vetanol x ρetanol ma.9 e. = 36 x 1 ly.. = 5.2 J/gr K lr. ρai = 1 gr/ml lq.? lv. = me. Setanol = 1.92 J/gr K lt. Tcamp = = 303  303  303  303  303  303  303  303 8 2424 8 md. qa = Ma x Sair x ΔT1 ΔT1 = Tcamp – Tair .8 x 0.5 ln. Tetanol = 28°C + 273 = 301 K lu. Sair = 4.5762 gr  Menghitung suhu campuran T n mc. Penyelesaian  Menghitung massa air dingin lw.789 mb. Entalpi Pelarutan (ΔH)……………. qL mole tan ol / molair ΔH = 1010. ρetanol = 0. Ma = Va x ρa lx.45  29 / 58 1010.789 gr/ml ls. Untuk campuan air 36 ml dengan etanol 5. = 303 K  Kalor yang diserap air (qa) mf.8 ml lp. lm. = lo. = 4. = 36  Menghitung massa etanol lz. Entalpi pelarutan tugas (ΔH) ll.

8 x 0. Dik. Untuk campuan air 45 ml dengan etanol 4.92 x 2 301 K mk. qL = qair + qetanol + qk mp.7872 gr Menghitung suhu campuran = 303 K – =3K ΔT2 = Tcamp – = 303 K – =2K . = 168 Joule Kalor yang dihasilkan pada larutan tugas (qL) mo. Dit.57 Joule Kalor yang diserap kalorimeter (qk) ml. qc = Metanol x Setanol x ΔT2 Tetanol mj.5 29 / 58 ms.5762 x 1.17 Joule Entalpi pelarutan tugas (ΔH) qL mole tan ol / molair mr.789 nf. Tetanol = 27°C + 273 = 300 K my. Ma = Va x ρa nb. qk = K x ΔT2 mm.17 0.789 gr/ml mw. = 453.? mz. = 17. = 453.6 Joule  Kalor yang diserap etanol (qc) mi. ΔH = 639.3 f.17 639. Penyelesaian Menghitung massa air dingin na.       = 4.57 + 164 mq.92 J/gr K mx. Entalpi Pelarutan (ΔH)=. ρetanol = 0. = 639.6 + 17. = 45 gr Menghitung massa etanol nd. = 84 x 2 mn. = = = 1278.mg. Setanol = 1.2 x 3 300 K mh. = 4. ρai = 1 gr/ml mu.. Metanol = Vetanol x ρetanol ne. = 3.2 J/gr K mv. = 45 x 1 nc. Sair = 4.8 ml mt. = 36 x 4.

54 0. qk = K x ΔT2 np.54 371. = = 302 K  Kalor yang diserap air (qa) ni. qa = Ma x Sair x ΔT1 nj. qL = Qair + Qetanol + Qk nr.ng. Vetanol = 29 ml  Perubahan suhu mula-mula (ΔTM1) . = 189 + 14. = 3.7872 x 1. = = 743. = 371.54 Joule  Entalpi pelarutan tugas (ΔH) qL mole tan ol / molair nt. = 14. = 84 x 2 = 168 K  Kalor yang dihasilkan pada larutan tugas (qL) nq.5 29 / 58 nu. qc = Metanol x Setanol x ΔT2 Tetanol nm. Tcamp = T n = 302  302  302  302  302  302  302  302 8 2416 8 nh.2 x 1 301 K nk.92 x 2 ΔT1 = Tcamp – Tair = 302 K – =1K ΔT2 = Tcamp – = 302 K – 300 K nn.08 b. = 45 x 4. = 189 Joule  Kalor yang diserap etanol (qc) nl.54 + 168 ns. ΔH = 371.54 Joule =2K  Kalor yang diserap kalorimeter (qk) no. Mencari perbandingan mol air dan mol etanol dalam setiap campuran 1. Vair = 18 ml.

5 K oa.88 46 of.3 ml  Perubahan suhu mula-mula (ΔTM1) Tair  Te tan ol 2 oi. 2 : 1 2. = 1 mol gre tan ol e tan ol x V e tan ol   Mre tan ol Mre tan ol = 0. = 302. = od. ΔTa1 = Tcamp .5 K grair air x V air  Mrair Mrair  Mol air = 1 x 18  18 ob. nw. = og.49 mol  Mol air : mol etanol oh.789 x 29 46 22. ΔTM1 = . = 3. Vetanol = 19.  Mol etanol = oe. = 0. Tair  Te tan ol 2 ΔTM1 = 303  302 2 = nx. = 306 K – 302. 18 18 oc.ΔTM1 nz.5 K  Perubahan suhu akhir ny. Vair = 27 ml.nv.

33 mol Mol air : mol etanol os. 5 : 1 3. = 306 K – 301 K on. Vetanol = 14.3 15. = 305 K – 301 K ox. Perubahan suhu akhir ov.5 mol gre tan ol e tan ol x V e tan ol  Mre tan ol Mre tan ol Mol etanol = 0. =5K grair air x V air  Mrair Mrair Mol air= 1 x 27 18 oo.22 46 46 or. Vair = 36 ml. ΔTa1 = Tcamp .ΔTM1 ow. = 27 18 op. = 301 K Perubahan suhu akhir ol. = = = 0. = 1.        301  301 2 = ok. = oq. =4K grair air x V air  Mrair Mrair Mol air = .789 x 19. ΔTM1 = = = 301 K ou.ΔTM1 om.oj. Δta1 = Tcamp .5 ml Perubahan suhu mula-mula (ΔTM1) Tair  Te tan ol 301  301 2 2 ot.

5 46 pb.1 x 36 18 oy. Vetanol = 11. = 305 K – 301 K pk.44 46 pd. Δta1 = Tcamp . pa. 11. =4K grair air x V air  Mrair Mrair  Mol air = 1 x 36 18 pl. = ph. = 301K  Perubahan suhu akhir pi.  Mol etanol = 36 18 = = 2 mol gre tan ol e tan ol x V e tan ol  Mre tan ol Mre tan ol 0.789 x 14. =  pc.5 ml  Perubahan suhu mula-mula (ΔTM1) Tair  Te tan ol 2 pf. = .24 mol  Mol air : mol etanol pe. = 0.ΔTM1 pj. ΔTM1 = 301  301 2 pg. = oz. 8 : 1 4. Vair = 36 ml.

= = 0.5 K px.5 46 9. 10 : 1 5. = 303 K – 300. = 36 18 pz. Vair = 36 ml. = .5 K  Perubahan suhu akhir pv. Δta1 = Tcamp .19 mol  Mol air : mol etanol pr. = 300. = 2 mol e tan ol x V e tan ol Mre tan ol  Mol etanol = gre tan ol Mre tan ol po.8 ml  Perubahan suhu mula-mula (ΔTM1) Tair  Te tan ol 2 ps. pp.ΔTM1 pw. = 0.07 46 = pq. ΔTM1 = 300  301 2 pt.36 18 pm. = 2. = pu. = pn.5 K grair air x V air  Mrair Mrair  Mol air = 1 x 36 18 py. Vetanol = 5.789 x 11.

= 300.8 46 qb.5 K grair air x V air Mrair Mrair  Mol air = = 1 x 45 18 ql.5 mol . = 1. = qn. = 4. = qh.qa.8 ml  Perubahan suhu mula-mula (ΔTM1) Tair  Te tan ol 2 qf.5762 46 qc.ΔTM1 qj. = 302 K – 300. Vair = 45 ml. = qd. = 0. = 2 mol gre tan ol e tan ol x V e tan ol Mre tan ol Mre tan ol  Mol etanol = = 0.5 K  Perubahan suhu akhir qi. 20 : 1 6. = 45 18 qm. Vetanol = 4. ΔTM1 = 301  300 2 qg. Δta1 = Tcamp .09 mol  Mol air : mol etanol qe. = 2.789 x 5.5 K qk.

sh. Volume (ml) Massa (gr) qw.789 x 4.2 2 5 tr. ru.9 10. tm. rx.88 302. td. ss. sw. ti.5 -298 743. rn.5 -299 1. qp. rk.54 sn. 3.5 -298 1278. sa. tj. tt.37 4.4 301 4 -297 2056.25 .6 8. st.5 th. sq.787 300. rv.5 36 11. tn.8 36 4. 1 18 29 18 22.07 301 4 -297 2020. so. rb. tf. 31 : 1 qs. tq. rj. 2 27 19. tv. rz. rh. ua. 5 36 5. = 0. sj. 1. sy. si.567 300. ts. rw.08 31.7872 46 = qq.04 1 5 a etanol sd.08 mol  Mol air : mol etanol qr.22 301 5 -296 2266. ty. sp. rl. Mol air/mol rg. to. air eatnol air etanol rt. No qu.477 2. sk.3 27 15. 3 36 14. qt. ΔTm ΔT ΔT ΔH°/mol re. ry. te. tz.33 sx.3 22. sc. ta. qx. sg. qv. tu. sv. qz.8 46 3. tk. su. rm. sz. tl. se. sm.5 36 9. tx. 2. qy. 6 45 4. ri. tc. tb. rd. = 0. sb. tw.8 45 3. rc. ra. sf. 4 36 11. tg. tp. sl. Mol etanol = gre tan ol e tan ol x V e tan ol  Mre tan ol Mre tan ol qo. sr.

Suhu mula-mula (Tm) THCl  TNaOH 2 uk. Penentuan kalor penetralan HCl dan NaOH ud. Kalor penetralan…? ui.2 5 Grafik antara ∆H (Y) terhadap paerbandingan mol air/ mol ub. etanol (X) uc. SL = 3. Tm = 304  304 2 ul. Penyelesaian uj.03 gr/ml ue. = = 304 K um.000 500 0 0 5 10 15 20 25 Mol air/mol etanol 3. 2. T NaOH = 31°C + 273 = 304 K uh. Suhu akhir (Ta) 30 35 .96 J/gr K uf. ρL = 1.000 1. T HCl = 31°C + 273 = 304 K ug. Dik.500 ∆H 1.500 2. Dit.

6 K – 304 K us.5  307.6 K  Perubahan suhu akhir (ΔTa) uq. = = 0.6 K vb. = 84 x 584.089 gr/ml vl. = 3. = 49178. = 41. = 584. ΔTa = Ta – Tm ur. SL = 4. Q1 = Mlarutan x SL x ΔTa va. Q3 = Q1 + Q2 vg. Mlarutan = VL +ρL = 40 + 1.un. Q2 = K x Q1 vd.96 x 3.92 Joule  Kalor yang diseap kalorimeter (Q2) vc.536 mol 4. = 49133. Dik. ρL = 1.03 ux.12 Joule  Kalor penetralan Massalaru tan MrNaOH  MrHCl vi.5  307  308  308. = 41. up.5  307.92 + 49133. uy.5 vj.02 J/gr K vm. Ta = T n = 307  308  308. = 40 ml uw. Penentuan kalor penetralan NaOH dan CH3COOH vk.03 40  36.6 K ut. T NaOH = 29°C + 273 = 302 K . = 20 ml +20 ml uv.92 ve. VL = V HCl + V NaOH uu.6 10 = = 307. 307.2 vh.5  307  307 10 uo.03 x 3.2 Joule  Kalor yang dihasilkan reaksi (Q3) vf. Mol larutan = 41.03 gr  Kalor yang diserap (Q1) uz. = 584. = 307.

55 K Perubahan suhu akhir (ΔTa) vx. 307  307  307  307  307. vs.089 gr Kalor yang diserap (Q1) wf. T CH3COOH = 39°C + 273 = 302 K Dit. ΔTa = Ta – Tm vy.2 wn. = 84 x 751.02 x 4. = 751. = 63. vu.75 Joule Kalor penetralan . Q1 = Mlarutan x SL x ΔTa wg.55 K vz. = 751. Kalor penetralan…? Penyelesaian Suhu mula-mula (Tm) THCl  TNaOH 302  302 2 2 = Tm = = 302 K Suhu akhir (Ta) T n Ta = = vr.55 + 63. = 40 ml wc.55 K – 302 K = 4. vw.130.5 10      = = 06.55 wh. = 63. = 41. vo. = 20 ml +20 ml wb. = 40 + 1. vt.089 x 4.55 Joule Kalor yang diseap kalorimeter (Q2) wi.2 Joule Kalor yang dihasilkan reaksi (Q3) wl. vp. Mlarutan = VL +ρL wd.130. VL = V HCl + V NaOH wa.55 wk.089 we. = 306. vq. = 41.vn.5  306  306  306  306  306 10 vv. Q2 = K x Q1 wj. Q3 = Q1 + Q2 wm.881. 3065.

41089 mol . 41. wq. wr.Massalaru tan MrNaOH  MrCH 3 COOH wo. Mol larutan = wp.089 40  60 = = 0.

Termokimia dalah studi tentang efek panas yang terjadi baik pada proses fisik mapun dalam reaksi kimia. Penentuan tetapan kalorimeter wu. Sebelum ditambahkan air panas. 2. sehingga suhu reaksi menjadi sama dengan proses pereaksi. Pada percobaan ini didapatkan peningkatan suhu saat penambahan bahan lain yakni air panas. Dengan penghantar perubahan suhu pada kalorimeter. kita telah mengamati bagaimana setiap reaksi kimia yang selalu disertai dengan perubahan energi dan perubahan kalor yang diukur atau dipelajari dengan percobaan yang sederhana. memasukkan 29 ml etanol. dimasukkan 18 ml h2o kedalam kalorimeter dengan menggunakan buret. Jika kalorimeter tidak menyerap kalor dari campuran air. Pada percobaan kedua. Termokimia yang telah ita amati yaitu untuk penentuan tetapan kalorimeter. Pada percobaan ini terjadi proses eksoterm karena sistem melepaskan kalor. Harga tetapan kalorimeter diperoleh dengan cara membagi jumlah kalor yang diserap oleh kalorimeter ( q3 ). Pembahasan ws. diukur temperatur kedalam buret kedua. . Dan ketika ditambahkan air panas. temperatur naik menjadi 42 0C. Dalam percobaan ini yang pertama dilakukan adalah mencampurkan air dingin sebanyak 20 ml dan air panas sebanyak 20 ml juga. diukur temperatur dalam kalorimeter selama 2 menit dengan selang waktu ½ menit. Efek panas ini biasanya disebut kalor reaksi yang merupakan energi yang dipindahkan dari sitem ( kesistem atau dari lingkungan ). Pada pencampuran ini terjadi proses pelepasan dan penerimaan kalor ( proses eksoterm dan endoterm). suhu air dingin mula-mula sebesar 30 0C. Penentuan kalor pelarutan etanol dalam air wv. maka kalor yang diberikan oleh air panas sama dengan kalor yang diserap oleh air dingin. Kemudian. wt.H. maka kalor yang diserap oleh kalorimeter adalah selisih kalor yang diberikan oleh air panas dikurangi dengan kalor yang diserap air dingin ( q 3 = q2-q1 ). Pada percoban ini. untuk penentuan pelarutan etanol dalam air dan penentuan kalor penetralan HCl NaOH serta penentuan kalor penetralan NaOH – CH3COOH. Tetapi karena kalorimeter juga ikut menyerap kalor. 1.

4.selanjuynya memasukkan kedalam kalorimeter. Penentuan kalor penetralan NaOH dan CH3COOH wy. Besarnya perubahan kalor tergntung pada konsentrasi awal dan kosentrasi akhir larutan yang terbentuk. dicatat temperatur selama 4 menit dengan selang waktu ½ menit. wz. erubahan kalorimeter dan zat-zat yang berungsi sebagai penyerap kalor dalam siste kalorimeter. . ww. Stelah didapat suhu awal. dimasukkan kedalam dua gelas ukur yang berbeda. Kemudian kedua laruytan itu dicampurkan kedalam kalorimeter. Pada percobaan ini digunakan NaOH sebagai basa kuat dan CH3COOH sebagai asam lemah. memasukkan larutan HCl dengan volume 20 ml kedlaam kalorimeter dicatat temperatur yang terjadi. lalu masing-masing gelas ukur dimasukkan termometer dan diukur suhu awal dari asam lemah dan basa kuat tersebut. selanjutnya memasukkan larutan NaOH sebesar 20 ml dicatat temperaturnya.faktor tersebut dapat dinyatakan dalam persamaan asas black. Kedua larutan ini. 3. Jika etanol dilarutkan dalam air. diadik kemudian dimasukkan kedalam kalorimeter dan dilakukan pengukuran suhu tiap ½ menit selama 5 menit. Faktor. pada percobaan yang ketiga. yaitu Qlepas = Qterima. Selanjutnya. Nilai kalor netralisai dipengaruhi oleh bebrapa faktor. Pencampuran dilakukan agar larutan asam dan basa ternetralisasi sehingga bisa didapat kalor netralisasinya. Kedua larutan ini dicampurkan kedalam kalorimeter. kedua larutan dicampur. Hal ini terjadi karena dalam kalorimeter terjadi pencampuran atau pertukaran kalor maupun materi baik dari sistem lingkungan atau dari lingkungan masuk kedalam sistem. maka kita dapat lihat pada termometer terjadi perubahan suhu campuran larutan dengan waktu selama 5 menit dengan selang waktu ½ menit. seperti masa asam dan basa. maka akan dilepaskan sejumlah kalor. Sedangkan pengadukan dilakukan untuk mempercepat adanya transfer elektron dri ionion yang ada dalam larutan. Penentuan kalor penetralan HCl dan NaOH wx. Maka perubahan suhu yang terjadi dri campuran larutan ini tidak konstan.

dapat simpulkan bahwa semakin lama waktu. 5. 4. disimpulkan bahwa semakin besar perbandingan air dengan etanol maka perubahan entalpi ( ∆H ) akan semakin besar. dengan mengamati grafik. Kemungkinan Kesalahan 1. xd. xg. Dalam penetralan HCl dengan NaOH dan NaOH dengan CH3COOH. Hal ini. Pada percobaan pelarutan etanol dalam air berdasarkan grafik. maka suhu akan semakin menurun ataupun konstan. Berdasarkan hasil percobaan.pdf) ./respository/guru-indonesia/termokimiaEtnaRufiati 10886. 2. terjadi penuurunan suhu sistem. dengan melihat grafik. Hal ini membuktikan bahwa campuran asam dan basa ini melepas kalor.Hiskia dan Tupamahu. kalor jenis dan panas jenis dari suatu larutan.ac.2001. Achmad. Kurang teliti praktikan dalam menukur volume air dalam gelas ukur. J.Stoikiometri energetika kimia. Kesimpulan 1. Penetuan kapasitas kalor dan penentuan entalpi dapat dihitung / digunakan sebuah alat yaitu kalorimeter. Kurang teliti prakttikan dalam melihat skala pada termometer.id. xb. maka suhu akan semakin bertambah dan juga terjadi penurunan suhu. xe.xa. pengukuran suhu campuran mengalami penurunan. disimpulkan semakun lama waktu. karena suhu yang ada pada larutan dilepas kelingkungan. yaitu volume. Perubahan entalpi pada kalorimeter dipengaruhi oleh bebrapa faktor. xf.Bandung : PT Citra Aditya Bakri xi. Daftar Pustaka xh.unair. 2. I. suhu. Pada peercobaan penetapan kalorimeter. (http://skp. xc. 3.

(http://www. xo. xp. Team Teaching. 1999. Gorontalo : Universitas xm.org/materi kimia/kimia fisika 1/termoki mia/entalpi-dan-perubahan-entalpi-2) xk. xs. xu. Negeri Gorontalo . S. 2013.xj. Bandung . Penuntun Praktikum Kimia Dasar. xr. ITB xl. xt. xn. Kimia Dasar.chemistry. Syukri. xq.