You are on page 1of 24

1. Ageratum conyzoides L.

Identifikasi
Nama ilmiah : Ageratum conyzoides L.
Nama umum : Bandotan
Nama local

: Babadotan

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
: Asteridae
: Asterales
: Asteraceae
: Ageratum
: Ageratum conyzoides L.

Deskripsi
a. Akar
: Sistem akar nya akar tunggang.
b. Daun
: Tanamn ini memiliki daun yang tunggal, bertangkai, letaknya saling
berhadapan dan bersilang (composite), helaian daun bulat telur dengan pangkal
membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1-10cm, lebar 0,5-6cm, kedua
permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan
bawah daun, warnanya hijau.
c. Batang
: Batangnya tegak atau berbaring, berbentuk bulat, berbuku dan berbulu
halus pada bukunya, bercabang
d. Bunga
: Bunganya majemuk berkumpul 3 atau lebih, seperti cawan bewarna
biru, violet, dan putih
e. Habitat
: Habitatnya di lahan pertanian dengan kelembaban yang cukup,
dipinggir jalan, di tempat pembuangan sampah, dapat tumbuh sampai ketinggian
2100m di permukaan laut, tumbuh di sawah-sawah, ladang, semak belukar, halaman
kebun, tepi jalan, tanggul, dan tepi air.
f. Perbanyakan: secara generative dan vegetative yaitu biji dan akar
g. Pengendalian: dengan cara kimiawi yaitu secara umum dapat diberantas dengan
menggunakan Dalapon, Gliturat dan Paraquat tapi bila terasosiasi dengan jagung,
kacang tanah dan kedelai dapat digunakan Alachor
Identifikasi
Nama ilmiah : Synedrella nodiflora L
2. Synedrella nodiflora

Nama umum : Gletang Warak


Nama local
(sunda)

: Legetan (jawa), jotang kuda

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
: Asteridae
: Asterales
: Asteraceae
: Synedrella
: Synedrella nodiflora L.

Deskripsi
a. Akar
: Sistem akar memiliki tunggang (radix primaria), mudah dibedakan
dengan akar lainnya
b. Daun
: Pada tanaman ini berada pada buku-buku batang dan saling
berhadapan, daun simpleks,tulang daun menyirip (penni nervis), tepi daun bergerigi,
daun keluar diantara dua buku, letaknyasejajar bersebrangan, permukaan daun agak
kasar karena memiliki hillus/trichomata,monomorfiksBatang Tegak atau berbaring,
berbentuk bulat, berbuku dan berbulu halus pada bukunya, bercabang
c. Bunga
: Bunganya terdapat pada ketiak daun dengan daun yang tersusun satu
atau dua bunga, inflorescentia. Bila bunga belum mekar maka dikelilingi kelopak
hijau dengan bagian ujung berwarna ungu.
d. Batang
: Pada tanaman ini batangnya berkayu, pada bagian yang berbatasan
dengan akar warnanya coklat kekuningan,memiliki bulu-bulu halus (philus
trichomata), bentuk silinder, batang bagian atas berwarna hijau
e. Habitat
: Tempat tumbuh tanaman ini di padang rumput atau di tepi jalan.
f. Perbanyakan: dilakukan sacara generatif dengan biji.
g. Pengendalian: dilakukan dengan cara mekanis, fisik, kimiawi

3. Emilia sonchifolia

Identifikasi
Nama ilmiah : Emilia sonchifolia
Nama umum : Temu Wiyang
Nama local
(sunda)

: Legetan (jawa), jotang kuda

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
: Asteridae
: Asterales
: Asteraceae
: Emilia
: Emilia sonchifolia

Deskripsi
a. Akar
: Pada tanaman Temu Wiyang (Emilia sonchifolia (L.) DC.) merupakan
akar tunggang (radix primaria) yang halus, memiliki system serabut
b. Batang
: Batangnya tumbuh tegak tingginya 20-100cm, tidak berambut, hijau,
permukaannya bertulang membujur 2-6cm
c. Daun
: Daunnya berbentuk bulat telur terbalik, ukurannya berkisar 4-16cm
panjang dan 1-8cm lebarnya.
d. Bunga
: Bunganya termasuk bunga mejamuk, kepala bunga berbentuk silinder,
berukuran 10-13mm panjang dan lebar 4-5mm
e. Habitat
: Habitatnya di tepi jalan, tepi sawah, dan di ladang.
f. Perbanyakan: dilakukan sacara generatif dengan biji.
g. Pengendalian: Pengendalian fisik dilakukan dengan manual yaitu mencabut gulma
sampai ke perakaran, mekanis dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia atau
peralatan tertentu yang bertujuan untuk merusak sistem perakaran gulma, kimiawi
penggunaan herbisida kontak ataupun dengan herbisida sistemik seperti
glyphosate,seperti glyphosate, glufosinate dan paraquat
Identifikasi
4. Euphorbia hirta

Nama ilmiah : Euphorbia hirta


Nama umum : Patikan kebo
Nama local : Kulon-kulon (jawa) ,
nanangkaan (sunda)

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
: Rosidae
: Euphorbiales
: Euphorbiaceae
: Euphorbia
: Euphorbia hirta

Deskripsi
a. Akar
: Akar pada Patikan Kebo adalah system perakaran tunggang, dengan
akar tambahan yaitu serabut akar yang muncul dari pangkal batang
b. Batang
: Batang Patikan memiliki ruas-ruas. Batang patikan kebo berbentuk
bulat silinder(bulan).. Batang patikan memiliki bulu-bulu halus diseluruh
permukaannya. Pangkal batang patikan kebo tumbuh ke atas. Percabangan batang
selalu mengarah keluar.
c. Daun
: Daun Patikan kebo memiliki ukuran kecil. Daun patikan kebo
menempel di buku-buku batangnya. Daun patikan kebo termasuk kedalam golongan
daun tunggal dengan duduk daun saling berseberangan satu daun dengan daun
lainnya.
d. Bunga
: Bunga Patikan kebo sebagai mana daunnya juga muncul di ketiak
daun. Bunga patikan kebo memiliki ukuran yang kecil dan memiliki jumlah yang
banyak. Bunga patikan kebo tergolong kedalam bunga majemuk. Warna bunganya
hijau keungu unguan.
e. Habitat
: Habitatnya tempat hidup tanaman ini adalah tegalan, tanah berpasir
dan tanahpertanian diketinggian 1-1400 m dpl.
f. Perbanyakan: Perbanyakan dilakukan sacara generatif dengan biji dan vegetative
dengan stolon
g. Pengendalian: Pengendalian dilakukan secara mekanik dengan cara dicabut
Identifikasi
dansecara kimiawi dengan menggunakan 2,5 lb MSMA + 5 lbSodium Chlorate
dalam 4 gallon air dengan penyemprotandilakukan
setiap
lima minggu.
Nama
ilmiah
: Bidens pilosa L.
5. Bidens pilosa
Nama umum : Ajeran
Nama local
(jawa)

: Heruga (sunda), ketul

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
: Asteridae
: Asterales
: Asteraceae
: Bidens
: Bidens pilosa L.

Deskripsi
a. Akar
: Sistem akar Serabut
b. Daun
: Daun bertiga-tiga, masing-masing berbentuk bulat telur, pinggir
bergerigi Letaknya berseberangan, sederhana atau majemuk, bentuk oval,dengan panjang sampai
6 cm, lebar 4 cm tetapi biasanya kecildan berambut
c. Batang
: Batang warna hijau. Tegak, bercabang, berbentuk rerumputan dengan tinggi 60
130cm, mempunyai empat sudut dan berambut.
d. Bunga
: Bunga bertangkai panjang mahkota bunga berwarna putih dengan
putik berwarna kuning
e. Habitat
: Habitatnya herba, akar, di tepi-tepi jalan, dikebun, pekarangan. Dataran
tinggi daerah tropis dan daerah subtropis dan merupakan tanaman semusim
f. Perbanyakan: secara vegetative yaitu biji
g. Pengendalian: Pengendalian dilakukan dengan cara fisik/mekanis, langsung
membuangnya dengan alat. pada tanaman tebu dan serealia dapat digunakan 2,4-D
atauMSMA tau dapat juga menggunakan herbisida tanaman seperti Paraquat

Identifikasi
Nama ilmiah : Cleome rutidosperma L.
6. Cleome rutidosperma

Nama umum : Yellow Cleam


Nama local

: Maman

Klasifikasi
Kingdom
Sub Divisi
Divisi
Kelas
Ordo
Suku
Marga
Jenis

: Plantae (Tumbuhan)
: Angiospermae (Menghasilkan biji)
: Spermatophyta (Tumbuhan Berbunga)
: Dicotylodenae
: Capparidales
:Capparidaceae
:Cleome
: Cleome rutidospermae D.C

Deskripsi
a. Akar
: Memiliki akar yang tunggang, berwarna putih pada saat muda, dan
berwarna agak kecoklatan pada saat sudah tua, tipe perkecambahan diatas tanah
(Epigeal)
b. Daun
: Daun majemuk dengan tiga anak daun tak bertangkai, bentuk anak
daun bulat panjang dengan pangkal yang lancip dan ujung runcing, permukaannya
berbulu halus, ukurannya 25 cm panjang dan 0,52,5 cm lebar, tangkai daun
majemuk berbulu dan berukuran 1,55 cm.
c. Batang
: Batang Maman (Cleome rutidospermaDc.), bergegi dan berbulu halus,
tumbuh tegak atau melengkung, tingginya 1580 cm, agak lunak/lemas, membentuk
percabangan yang banyak dan tersebar, daundaun yang terdapat di sebelah atas
bertangkai lebih pendek
d. Bunga
: Bunga tumbuh sendirian dari ketiak daun, daun kelopak berbulu halus,
dan tajuk panjangnya 912 mm (termasuk 23 mm berbentuk cakar), warnanya
mulamula biru ungu kemudian berubah menjadi merah muda, tangkai bunga 23
cmHabitatnya Ditemukan di pinggir jalan, sawah, ladang. Juga ditemukan hidup
sebagai epifit pada batu dan kayu. Terutama banyak ditemukan di Kalimantan
e. Habitat
: Ditemukan di pinggir jalan, sawah, ladang. Juga ditemukan hidup
sebagai epifit pada batu dan kayu. Terutama banyak ditemukan di Kalimantan
f. Perbanyakan: secara vegetative yaitu biji
g. Pengendalian: dengan cara fisik/mekanis, langsung membuangnya dengan alat.
Identifikasi
Nama ilmiah : Cynodon dactolon L.
7. Cynodon dactolon

Nama umum : Bermuda grass, Capet


grass, Couch grass
Nama local
(Sunda)

: Jukut kakawatan, Kakawatan

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
: Liliopsida
: Commelinidae
: Poales
: Poaceae
: Cynodon
: Cynodon dactolon L.

Deskripsi
a. Akar
: Sistem akar tanaman ini tumbuh pada setiap ruas stolon, merupakansimpul pada
setiap stolon
b. Daun
: Daun pada tanaman ini terdiri dari dua baris, berlilin, pinggir kasardan ujung
runcing, lidah pendek dan helaian daun berbentuk garis, ukuran helaian daun 2,5-5 x 0,75 cm,
pertulangan daunsejajar, menghadap ke satu sisi, saling menutupi satu dengan yang lain
c. Batang
: Pada tanaman ini batang berbentuk langsing, sedikit pipih dengan ronggakecil.
d. Bunga
: Bunganya berbunga ganda terdiri dari dua sampai beberapa cabang, anak bulir
berwarna putih lembayung, terdiri dari tiga benang sari dandua tangkai putik.
e. Habitat
: Tempat hidup pada tanaman ini adalah tumbuhan yang ada ditempat
terbuka/terlindung, terkena cahaya matahari, kering,lapangan basah, tanah keras, tanah kosong dan
di sisi jalan padasemua daerah yang bermusim kemarau dan bermatahari cerah
f. Perbanyakan: Perbanyakan yang dapat terjadi antara lain secara vegetatif dengan stolon
maupun dengan biji.
g. Pengendalian: Pengendalian yang dilakukan dapat secara kimiawi dengan
menggunakan 2,5 lb MSMA ditambah 2,5 lb Dalapon pada 40 galonair, kemudian
disemprotkan dengan interval waktu lima minggu.

Identifikasi
8. Eleusine indica

Nama ilmiah : Eleusine indica L.


Nama umum : Rumput belulang
Nama local
(Sunda)

: jampang, carulang

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
: Liliopsida
: Commelinidae
: Poales
: Poaceae
: Eleusine
: Eleusine indica L.

Deskripsi
a. Akar
: Sistem akarnya memiliki akar serabut
b. Daun
: Daunnya terdiri dari dua baris, tapi kasar pada tiap ujung. Pada
pangkal helai daun berambut
c. Batang
: Batangnya berbentuk cekungan, menempel, pipih. Pelepah menempel
kuat. Lidah daun pendek,seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun. Batang
seringkali bercabang
d. Bunga
: Bunganya bulir menjari 3-5, berkumpul pada sisi poros bersayap dan
bertunas. Anak bulir berseling-seling, tersusun seperti gentingHabitat tempat hidup
pada tanaman ini adalah tumbuhan yang ada ditempat terbuka/terlindung, terkena cahaya matahari,
kering,lapangan basah, tanah keras, tanah kosong dan di sisi jalan padasemua daerah yang
bermusim kemarau dan bermatahari cerah
e. Habitat
: Habitat tanaman ini cepat tumbuh dan berkembang bila memperoleh
cahaya cukup banyak dan airberlimpah. Bila kondisi tidak menguntungkan gulma ini
akan cepat mati, missal menderitapenaungan. Pertumbuhan vegetatif sangat teredusir
pada musim kemarau/ bila RH tanah sangatrendah. Hidup juga pada tanaman
kacang-kacangan.
f. Perbanyakan: Perbanyakan yang dilakukan secara generatif, dengan biji
g. Pengendalian: Pengendailannya yang tidak begitu luas, dilakukan secara manual.
Pada tempat seperti sepanjang tepi jalan, saluran air dan sebagainya
pemberantasannya menggunakan herbisida.
Identifikasi
Nama ilmiah: Axonopus compressus (Sw.) Beauv.
9. Axonopus compresus

Nama umum : Jukut pait, babaitan


Nama local

: babaitan

Klasifikasi

Deskripsi
a. Akar
: Sistem akar tanaman ini mempunyai akar serabut / adventicia, dengan
bulu-bulu akar yang banyak danmenempel pada tanah.
b. Daun
: Daun tanaman ini berwarna hijau muda, pertulangan daun
sejajar/linier, labar daun 0,5-1,5 cm,pelepah daun menempel pada batang yang
berkumpul membentuk rumpun
c. Batang
: Batangnya terdiri dari beberapa rumpun dan menempel pada pangkal
batang pada satu focussehingga bentuknya seperti kipas dengan pola batang yang
menyebar. Panjang batang 1-6 cmdengan lebar 0,5-1,5 cm
d. Bunga
: Bunga yang muncul dalam malai, bentuk mirip bulir dan bercabang
dua atau lebih
e. Habitat
: Tanaman ini tumbuh di lahan yang kering, pada dataran rendah sampai
dataran tinggi 1400 mdpl serta tumbuh baik di tempatterbuka atau terlindung
f. Perbanyakan: Perbanyakan secara generatif, dengan biji dan secara vegetatif yaitu
batang atau berbuku-buku
g. Pengendalian: Pengendalian yang dilakukan antara lain; secara mekanik,
pembabatan, pencabutan, dan pengolahan tanah. Sedangkansecara kimia 2,5 lb
MSMA + 2 lb Sodium chlorate dalam 60 galon air

Identifikasi
10. Cyperus kyilingia

Nama ilmiah: Cyperus kyilingia


Nama umum : Rumput kenop
Nama local

: babaitan

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
: Liliopsida
: Commelinidae
: Cyperales
: Cyperaceae
: Cyperus
: Cyperus kyilingia

Deskripsi
a. Akar
: Sistem akarnya memiliki rimpang (umbi) menjalar, berbentuk kerucut
yang besar pada pangkal, kadangmelekuk, warna coklat, berambut halus dengan
diameter 5-10 mm
b. Daun
: Daun tanaman ini berwarna hijau muda, pertulangan daun
sejajar/linier, labar daun 0,5-1,5 cm,pelepah daun menempel pada batang yang
berkumpul membentuk rumpun
c. Batang
: Batangnya berbentuk segitiga, padat, licin, tumpul, berdiameter 1-1,5
mm panjang 5-45 cm
d. Bunga
: Bunganya berbentuk bulir dengan 3-10 bulir kecil yang mempunyai 825 bunga yang berkumpulmembentuk payung, warna kuning /coklat kuning.
e. Habitat
: Tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka / sedikit terlindung dari
sinar matahari dan pada ketinggian 1-1000 m dplpada bermacam-macam tanah
f. Perbanyakan: Perbanyakan dapat secara generatif, dengan biji dan vegetatif,
rimpang (stolon )
g. Pengendalian: Pengendalian dengan cara kimiawi , 2 lb MSMA ditambah 1 lb 2,4-D
dan 1 Pt Surfactant dalam 40 galon air diberikan dalaminterval satu minggu atau
penyemprotan Roundup dosis 100-120 setiap 15 liter air atau paracol dosis 100-120
cc tiap15 liter air

Identifikasi
11. Polygala paniculata L.

Nama ilmiah : Polygala Paniculata


Nama umum : Korejat, Polygala variabilis Hassk
Nama local

: Akar Wangi

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Magnoliopsida
: Rosidae
: Polygalales
: Polygalaceae
: Polygala
: Polygala paniculata L.

Deskripsi
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Akar
: Memiliki akar tunggang
Daun
: Daun tersusun helix, lanccolatus, tulang daun menyirip (penninervis)
Batang
: Batang tegak silinder, bercabang, kerang, berbuku-buku
Bunga
: Bunga kecil(putih), insesksual, interminal dan axilaris.
Habitat
: Tempat tumbuhnya ditempat yang basah, bukan daerah kering
Perbanyakan: Dilakukan secara generative dengan biji
Pengendalian: Pengendalian secara manual

12. Aeschynomene indica


Identifikasi
Nama ilmiah : Aeschynomene indica
Nama umum : India Joint-Vetch
Nama local

: Katisem

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Magnoliopsida
: Fabales
: Fabaceae
: Aeschynomone
: Aeschynomone indica L.

Deskripsi
a.
b.
c.
d.

Akar
Daun
Batang
Bunga

: Tegak, sub-semak, umumnya perakaran tidak tebal dan dalam


: Daun sensitive, lonjong, dan bewarna hijau
: Batang ramping dan lebar
: Standar kuning atau keputihan, sebagian besar berjajar dan diliputi

dengan luar merah atau keunguan


e. Habitat
: Sebagian besar ditemukan di tempat-tempat basah dan keirng di
dataran banjir, di rawa musiman dan sekitar pinggiran rawa
f. Perbanyakan: Melalui biji
g. Pengendalian: Secara kimia, mekanik, dan biologi

13. Tridax procumben


Identifikasi
Nama ilmiah : Tridax procumbens
Nama umum : Coat button, Songgolangit
Nama local

: Ketumpang

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Magnoliopsida
: Asterales
: Asteracea
: Tridax
: Tridax procumbens L.

Deskripsi
a. Akar
b. Daun

: Tunggang
: Lebar dengan tulang daun menyirip, tepi daun bergerigi, yang ujung

meruncing berwarna hijau


c. Batang
: Basah atau herbaceous, berwarna cokelat, menjalar diatas
d. Bunga
: Tunggal, berada di ujung batang, kelopak Bunga bewarna putih,
diameter bunga 1cm, kelopak bewarna hijau atau putih keungu-unguan
e. Habitat
: Di lahan terbuka, lapangan, pinggir jalan
f. Perbanyakan: Generatif dengan biji
g. Pengendalian: 1 lb 2,4-D dalam 40 galon air disemprotkan 2x dengan jarak 4
minggu

14. Phyllanthus debilis

Identifikasi
Nama ilmiah : Phyllanthus debilis
Nama umum : Meniran
Nama local

: Jawa Meniran

Klasifikasi
Kingdom
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Tumbuhan berbunga)
: Dicotyledoneae
: Geraniales
: Euphorbiaceae
: Phyllanthus
: Phyllantus debilis klein ex willd

Deskripsi
a. Akar
b. Daun

: Tunggang, putih kotor


: Majemuk, berseling, anak daun 15-24, bulat telur, ujung tumpul,

pangkal membulat, panjang 1,5cm, lebar 7mm, tepi rata, hijau sampai ungu, elips,
petiolenya sangat pendek, stipula triangular
c. Batang
: Herbaceous, massif, bulat, licin, tak berambut, diameter 3mm, hijau,
tinggi antara 5-100cm, tegak, cabang tersebar dan berdekatan dengan daun.
d. Bunga
: Tunggal, berada di ujung batang, kelopak Bunga bewarna putih,
diameter bunga 1cm, kelopak bewarna hijau atau putih keungu-unguan
e. Habitat
: Daerah semi arid sampai basah, kebun, tepi jalan, sungai
f. Perbanyakan: Secara generative dengan menggunakan biji
g. Pengendalian: Secara fisik, mekanis, dan kimiawi.

15. Centella asiatica

Identifikasi
Nama ilmiah : Centella asiatica
Nama umum : Kaki kuda, pegangan
Nama local

: Antanan

Klasifikasi
Kingdom
Divisi
Kelas
Ordo

: Plantae (Tumbuhan)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Magnoliopsida
: Apiales

Famili
Genus
Spesies

: Apiaceae
: Centella
: Centella asiatica

Deskripsi
a. Akar
b. Daun

: Keluar dari setiap bonggol dan banyak bercabang


: Tunggal, dalam susunan roset atau spiral, 2-10 daun, bentuk ginjal,

dengan pangkal yang melekuk ke dalam lebar.


c. Batang
: Berupa batang pedenk, percabangan batang merayap atau stolon
d. Bunga
: Tersusun dalam susunan paying, tunggal atau majemuk terdiri dari 2-3
berhadapan dengan daun, semula tegak, kemudian membengkok ke bawah, daun
pembalut 2-3, tangai bunga sangat pendek. Sisi lebar dari bakal buah saling tertekan,
Mahkota: daun mahkota kemerahan, dengan pangkal pucat, panjang 1-1,5mm
e. Habitat
: Tersebar luas pada daerah tropic dan subtropik pada penyirnaran
mataahri yng cukup atau pada naungan rendah yang subur, lokasi berkabut, di
sepanjang sungai dan juga di sela-sela batu-batuan, padang rumput halaman, dan
tepi-tepi dijalan
f. Perbanyakan: Dengan biji dan stolon
g. Pengendalian: Secara mekanik atau dengan herbisida
16. Mimosa pudica
Identifikasi
Nama ilmiah : Mimosa pudica
Nama umum : Putri Malu
Nama local

: Si kejut, riyud

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
: Rosidae
: Fabales
: Fabaceae
: Mimosa
: Mimosa pudica Duchass. & Walp

Deskripsi
a. Akar
b. Daun
c. Batang

: Memiliki akar pena yang sangat kuat, tunggang dan banyak rambut akar
: Majemuk menyirip ganda dua yang sempurna
: Berbntuk bulat/silindris, pada seluruh batang terdapat rambut dan

mempunya duri yang menempel.


d. Bunga
: Bunga berbentuk bulat seperti bola dan tidak mempunyai mahkota
atau kelopak bunga yang besar seperti bunga-bunga yang lain,
e. Habitat
: Lignosus
f. Perbanyakan: Vegetatif dengan biji
g. Pengendalian: Dengan penyemprotan 1,1kg MSMA + 0,45 kg 2,4-D +2,2kg
Sodium klorat + 0, 61 Surfactant pada 182 liter aing dengan jarngka waktu 5
minggu, atau dapat secara mekanis

17. Portulaca olaracea

Identifikasi
Nama ilmiah : Portulaca olaracea
Nama umum : Common Purslane, Little hogweed
Nama local

: rokot, Gelang

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
: Hamamelidae
: Caryophyllales
: Portulacaceae
: Portulaca
: Portulaca oleracea L.

Deskripsi
a. Akar

: Tunggang, putih kotor

b. Daun

: Daunnya sebagian tersebar, berhadapan, bertangkai pendek, ujung

daun melekuk ke dalam, bulat, atau tumpu (0.2-4cm)


c. Batang
: Berdaging lunak dan tumbuh tegak atau merata tergantung cahaya,
terbentang dan berwarna kemerahan, berbentuk bulat, panjang 50cm, dimana ruas
tua tak berambut.
d. Bunga
: Terbentuk sepanjang musim di daerah tropis di bawah kondisi
ternaung akan tumbuh membentang dan tegak
e. Habitat
: Di semak-semak
f. Perbanyakan: Berkembangbiak dengan biji dan dapat pula dari bagian batang bila
tumbuh pada tanah yang lembab
g. Pengendalian: Secara mekanis, dan herbisida
18. Erigeron sumatrensis
Identifikasi
Nama ilmiah : Erigeron sumatrensis
Nama umum : Jabung
Nama local

: Sunda (Jantreng), Kacer (Jawa)

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Liliopsida (berkeping satu/monokotil)
: Commelinidae
: Poales
: Poaceae
: Conyza
: Conyza angustifolia Thw

Deskripsi
a. Akar
b. Daun

: Tunggang, putih kotor


: Daun tunggal, tumbuh bersilang, berbentuk lonjok, ujung tumpul,

pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warna hijau.

c. Batang

: Tegak lurus, kaku, bagian bawah mengeras, tanaman yang tetap hijau

dengan cabang kuat di atasnya, berkayu pada dasarnya, tangkai berbentuk silinder,
berusuk kuat, padat, hijau muda, akhirnya berambut
d. Bunga
: Bunga majemuk, berbentuk tandan, berwarna hijau.
e. Habitat
: Tempat dengan sinar matahari langsung hingga tempat teduh dengan
daerah kering atau basah
f. Perbanyakan: Buah longkah dan anemochorous
g. Pengendalian: Secara kimia
19. Borreria alata
Identifikasi
Nama ilmiah : Borreria alata L.
Nama umum : Button Weed
Nama local

: Goletrak

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Magnoliopsida (berkeping satu/monokotil)
: Rubiales
: Rubiaceae
: Borreria
: Borreria alata (Aubl) D.C

Deskripsi
a. Akar
b. Daun

: Tegak yang panjang, berakar dalam dan tebal


: Daun berhadapan, bertangkai sangat panjang, berbentuk ellips

memnajang
c. Batang
: Rumput-rumputan yang tegak, tinggi 0.3-0.9m
d. Bunga
: Bulir bertangkai pendek, bertepi lebar serupa selaput
e. Habitat
: Hidup terutama di daerah dengan musim kemarau yang tegas, di
tempat cerah atau teduh sedikit, degan ketinggian 1-1250m
f. Perbanyakan: Dengan biji
g. Pengendalian: Secara kimia dengan menggunakan herbisida Diuron dan mekanik

20. Eragrostis tenella

Identifikasi
Nama ilmiah : Erragrostis tenella
Nama umum : Japanese baegrass
Nama local

: Rumput Minyak

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Liliopsida (berkeping satu/monokotil)
: Cyperales
: Poaceae
: Eragrostis
: Eragrostis tenella L.Beauv ex R&S

Deskripsi
a. Akar
b. Daun

: Serabut, tumbuh dan keluar dari buku dalam rhizome.


:Lembaran daun linier menyempit dengan bagian pangkal melebar dan

ujung meruncing permukaan atas berbulu, berwarna hijau, linearis, tulang daun
sejajar.
c. Batang

: Batang pada tanaman ini kecil, berkelompk, tumbuh dengan kuat,

batang bulat berbuku-buku, permukaan licin dan mengkilap


d. Bunga
: Bunga majemuk, biseskual, tangkai bunga, berbentuk silinder, keluar
pada akhir perkembangan batang
e. Habitat
: Tempat hidupnya teresterial weed, diantara batuan, lahan tidur
f. Perbanyakan: Generatif dengan biji Identifikasi
g. Pengendalian: Secara mekanis, dan kimiawi menggunakan herbisida Paraquat
Nama ilmiah : Setaria palmifolia
ditambah spuron
21. Setaria palmifolia

Nama umum : Rumput palen


Nama local

: Wuluhan

Klasifikasi
Kingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Liliopsida
: Poales
: Poaceae
: Setaria
: Setaria palmifolia

Deskripsi
a.
b.
c.
d.
e.

Akar
Daun
Batang
Bunga
Habitat

: Akar serabut
: Daun berbentuk lanset, permukaannya berbulu dan pinggirnya ksar
: Tumbuh menjalar atau menanjak hingga 100cm
: Berbentuk malai, padat, panjang 5-25cm
: Tumbuh dari tempat yang terlindung sampai agak terbuka. Sering

menjadi gulma dorman diperkebunan kopi, kakao, dan karet


f. Perbanyakan: Anakan dari tempat yang terlindung sampai agak terbuka
g. Pengendalian: Secara kimiawi dengan pemberian Assault 100 AS amazapir 100g/l,
Girdamn 300/100 AS iso Proplamina glisofat 300g/l

22. Rhynchelytrum repens

Identifikasi
Nama ilmiah : Rhynchelytrum repens
Nama umum : Natal grass, natal ruby glass, red top
Nama local

: Rumput dawai

Klasifikasi
Kingdom
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Poaceae
: Rhynchelytrum
: Rhynchelyrum repens

Deskripsi
a. Akar
b. Daun

: Akar serabut
: Daun panjangnya sekitar 5-20cm. Bentuk daun meruncing ke arah

ujung dan berambut


c. Batang
: Batang tegak dan ramping dengan tinggi sekitar 9-30cm
d. Bunga
: Bunga berwarna putih, ungu agak kemerah merahan, dan merah muda.
Bunga malai terletak pada ujung batang
e. Habitat
: Tersebar luas di lahan terbuka yang kering dan biasanya di tanah pasir
f. Perbanyakan: Secara generative dengan biji

23. Cyperus cyperoides

Identifikasi
Nama ilmiah : Cyperus cyperoides
Nama umum : Pako, Tuise, pako-pako
Nama local

: Teki ijen

Klasifikasi
Kingdom
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Liliopsida
: Cyperus
: Cyperaceae
: Cyperus
: Cyperus cyperoides

Deskripsi
a. Akar
b. Daun
c. Batang

: Akar serabut
: Berbentuk lanset dan mempunya pelepah
: Bentuk persegitiga, lurus dan tegak. Pada bagian bawah terdapat

stolon yang merupakan perpanjangan dari mata tunas pada pangkal batang, dan
berwarna hijau dan licin.
d. Bunga
: Terminalis dimana bunga muncul pada ujung batang, bentuk
sederhana, spikelet silindris dan disekelilingnya terdapat daun kecil yang mengitari
bunga
e. Habitat

: Padang rumput, hutan sekunder, hutan yang telah lama dibuka, pinggir

jalan, semak belukar, tepi sungai, perkebunan kelapa.


f. Perbanyakan: Biji dan stolon/tunas
g. Pengendalian: Secara kimiawi dengan paraquat untuk yng masih muda, dan
amitrole untuk yang dewasa.
24. Cyperus halpan
Identifikasi
Nama ilmiah : Cyperus halpan
Nama umum :Boli Jantan
Nama local

Klasifikasi
Kingdom
Divisi

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta

: Boli Jantan

Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Monocotyledoneae
: Cyperales
: Poaceae
: Cyperus
: Cyperus halpan L.

Deskripsi
a. Akar
b. Daun
c. Batang

: Akar serabut
: Bagian ujungnya meruncing, memiliki tulang daun yang sejajar
: Batang yang tegak, bentuk peregitiga dan lurus. Pada bagian bawah

terdapat stolon yang memanjang dari mata tunas pada pangkal batang
d. Bunga
: Terdapat di bagian atas batang atau terminalis, dimana bunga muncul
pada ujung batang, bentuk sederhana, spikelet silindris dan disekelilingnya terdapa
daun kecil yang mengiatri bunga
e. Habitat
: Biasanya terdapat pada lahan kering, rerumputan atau lapangan.
Seperti, padang rumput, hutan sekunder, hutan yang telah lama dibuka, pinggir jalan,
semak belukar
f. Perbanyakan: Secara generative dengan menggunakan biji dan stolon/tunas
g. Pengendalian: Secara mekanis dan dengan kimiawi yaitu paraquat dan amitrole
25. Cyperus iria
Identifikasi
Nama ilmiah : Cyperus iria
Nama umum : Jekeng
Nama local

Klasifikasi
Kingdom
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies
Deskripsi

: Plantae (Tumbuhan)
: Spermatophyta
: Dicotyledoneae
: Cyperaels
: Cyperaceae
: Cyperus
: Cyperus iria L.

: Jekeng, linggih alit

a.
b.
c.
d.
e.

Akar
Daun
Batang
Bunga
Habitat

: Akar serabut
: Terdapat 3 helai daun pada bagian atas batang
: Batang berbentuk triangular/segita
: Terletak pada bagian atas batang
: Tempat hidup tanaman ini biasanya terdapat pada lahan sawah atau

pada lahan yang tergenang oleh air


f. Perbanyakan: Perbanyakan yang terjadi secara generative dengan biji dan secara
vegetative dengan anakan
g. Pengendalian: Secara mekanis dengan mencabutnya atau secara kimiawi herbisidia