You are on page 1of 8

BUDIDAYA BAWANG MERAH DARI BIJI

Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran bernilai ekonomis tinggi. Tanaman ini
dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan petani, pendapatan negara, penyumbang
keanekaragaman bahan pangan serta kecukupan gizi. Salah satu upaya meningkatkan
produktifitas dan kualitas bawang merah yang sesuai dengan permintaan konsumen adalah
penggunaan bibit berupa benih atau biji (true shallot seed = TSS). Keuntungan usaha tani
bawang merah dengan biji ini antara lain dapat menurunkan biaya produksi, penyimpanan
serta distribusinya lebih mudah, disamping itu juga dapat menciptakan varietas unggul baru.
Budidaya bawang merah memerlukan air yang cukup terutama saat pembentukan umbi.
Tanaman bawang merah yang kekurangan air pada fase pembentukan umbi dapat
mengakibatkan penurunan produksi secara signifikan. Hal utama dalam budidaya bawang
merah adalah menjaga tanah dalam keadaan cukup lembab.

CARA MENANAM BAWANG MERAH
SYARAT TUMBUH TANAMAN BAWANG MERAH
Tanaman bawang merah memerlukan curah hujan antara 100-200 mm/bulan dengan
ketinggian tempat optimal 10-200 mdpl. Meskipun demikian, bawang merah masih dapat
tumbuh dan berproduksi di ketinggian sampai dengan 800 mdpl. Suhu optimal untuk
pertumbuhan tanaman bawang merah 20-30°C. Intensitas sinar matahari penuh tanpa
naungan, lama penyinaran 12 jam. Tanaman bawang merah dapat beradaptasi pada
kelembaban udara (rH 80-90%). Kelembaban udara dan kelembaban tanah yang relatif tinggi
(> 90%) dapat merangsang terjadinya serangan penyakit. Angin sepoi-sepoi berpengaruh baik
terhadap pertumbuhan dan pembentukan umbi bawang merah. Tanaman bawang merah
membutuhkan tanah gembur, subur, banyak mengandung bahan organik, serta mudah
menyediakan air dengan aerasi udara baik dan tidak becek. Budidaya bawang merah dapat
dilakukan pada lahan sawah maupun lahan kering.

1

kemudian keringanginkan selama 2 minggu. baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag. pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 1. Tebar biji bawang merah secara merata pada alur kemudian tutup tipis dengan tanah. atau cairan pH tester.5). pH meter. persiapan selanjutnya melakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah. Jarak antaralur 5-10 cm. NPK 15-15-15 sebanyak 10 gram/m2. Buat bedengan dengan ukuran lebar 80-100 cm dan tinggi 30 cm. dijaga dalam keadaan lembab. Berikan pupuk kandang yang telah difermentasi sebanyak 2 kg/m2. Cangkul tanah sedalam 30 cm hingga gembur. pencangkulan sedalam 30 cm (dikeringanginkan selama 15 hari).PELAKSANAAN TEKNIS BUDIDAYA BAWANG MERAH Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6. Pengukuran bisa menggunakan kertas lakmus. Pembukaan sungkup 2 . pembuatan bedengan dengan lebar 80-100 cm serta tinggi 30 cm (lahan kering) dan 60 cm (lahan sawah) dengan lebar parit 30-40 cm. Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup menggunakan kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP). Kebutuhan benih bawang merah sebanyak 3 kg/ha. kemudian dilakukan penugalan untuk pembuatan lubang tanam. Pilih lokasi persemaian yang tanahnya subur dan intensitas cahaya matahari sempurna. PELAKSANAAN BUDIDAYA BAWANG MERAH Persiapan Lahan Budidaya Bawang Merah Persiapan lahan meliputi pembajakan dan penggaruan tanah.2 ton/ha. Persiapan Bibit dan Penanaman Budidaya Bawang Merah Persiapan pembibitan bawang merah membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Buat alur-alur dangkal dengan arah alur memotong panjang bedengan.

dengan penggenangan atau pengeleban dua hari sekali selama 15-30 menit tergantung kondisi kelembaban tanah. dibuka lagi jam 15. Tanaman bawang merah yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Hal ini akan berpengaruh terhadap keseragaman pemanenan. dilakukan setiap pagi. Penyiangan gulma dapat dicabut secara manual atau menggunakan alat gosrok/landak. usahakan posisi berdiri tegak. Sebelum ditanam. Penyiangan dilakukan sebelum melakukan pemupukan susulan baik pemupukan susulan pertama maupun kedua. KEGIATAN PEMELIHARAAN PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH Penyulaman Budidaya Bawang Merah Penyulaman dilakukan sampai umur tanaman 2 minggu.00 . Penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid dilakukan pada umur 15 hss (hari setelah semai).00. bibit yang telah dicabut direndam dalam larutan karbofuran (konsentrasi 1 gr/ liter selama 2 jam). Pengairan diberikan secara terukur.dimulai jam 07. 3 . Umur 7 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Padatkan tanah dekat pangkal batang secara pelan. Jarak tanam ideal untuk musim kemarau 10 cm x 5 cm sedangkan untuk musim penghujan bisa diperlebar 10 cm x 10 cm. Penanaman berjumlah satu tanaman per titik tanam. Sanitasi Lahan dan Pengairan Budidaya Bawang Merah Sanitasi lahan budidaya bawang merah meliputi : pengendalian gulma/rumput (penyiangan).00-17. Dosis/konsentrasi ½ dosis terendah. Penyiraman jangan terlalu basah.09. pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan serta pencabutan tanaman bawang merah yang terserang hama penyakit.00. Bibit bawang merah berumur 30 hari siap untuk di tanam.

Pupuk akar diberikan secara larikan. Di daerah tropis. dan konsentrasi 4 gr/lliter pada umur 45 hst. dibenamkan dalam tanah sedalam 10 cm sebanyak 2 kali. PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH HAMA TANAMAN BAWANG MERAH Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn. Sedangkan siang harinya larva ulat bersembunyi di dalam celah-celah tanah. Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberikan umur 14 hst dengan konsentrasi 2 gr/liter.) Siklus hidup thrips berlangsung selama 3 minggu. biasanya dengan posisi tubuh melingkar.) Larva ulat tanah aktif menyerang tanaman bawang merah pada malam hari dengan cara memotong pangkal batang tanaman muda. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Gejala serangan dapat diamati pada daun muda atau pucuk daun. Setiap ekor Thrips betina dapat menghasilkan telur sebanyak 80-120 butir selama hidupnya. Pemupukan pertama dilakukan umur 10 hari setelah tanam (HST) menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/ha dan pupuk urea sebanyak 50 kg/ha. siklus hidup Thrips hanya berlangsung selama 7-12 hari. Pemupukan kedua dilakukan umur 30 HST menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200 kg/ha. Nimfa dan imago menyerang tanaman bawang merah dengan cara menghisap cairan daun. Bagian tanaman terserang akan ternoda berwarna putih mengkilap seperti perak.Pemupukan Susulan Budidaya Bawang Merah Pemupukan susulan budidaya bawang merah meliputi pupuk akar dan pupuk daun. Serangan berat menyebabkan tanaman mati serta umbi yang 4 . kemudian berubah menjadi kecoklatan berbintik hitam. sedangkan pupuk daun kandungan Phospat serta kalium tinggi diberikan umur 30 hst dan 45 hst. Hama Putih (Thrips tabaci Lind. Pemupukan phospat dan kalium tinggi menggunakan pupuk MKP dengan konsentrasi 2 gr/liter pada umur 30 hst. sehingga dalam satu tahun dapat mencapai 5-10 generasi. Pengendalian hama ini secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran.

Tanaman mati mulai dari ujung daun kemudian menjalar hingga ke pangkal daun. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. klorpirifos. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. asetamiprid. PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH Layu Fusarium Layu Fusarium menyerang tanaman bawang merah pada bagian dasar umbi lapis. yaitu daun menguning cenderung terpelintir. deltametrin. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin. imidakloprid. Pada dasar umbi terlihat cendawan putih. Ulat Bawang Ulat bawang tanaman bawang merah adalah Spodoptera exiqua. profenofos. Gejala serangan dapat diamati secara visual. kemudian masuk ke dalam daun dan memakan daun bagian dalam tetapi epidermis bagian luar tetap dibiarkan. sehingga pertumbuhan akar dan umbi bawang merah terganggu. Larva ulat bawang menyerang tanaman bawang merah dengan cara membuat lubang pada daun bagian ujung. tanaman mudah dicabut karena akar membusuk. memusnahkan tanaman bawang merah yang terserang. 5 . metalaksil atau propamokarb hidroklorida. sedangkan pada umbi lapis jika dipotong membujur terlihat pembusukan yang berawal dari dasar umbi kemudian meluas ke atas maupun ke samping. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan pH tanah. sipermetrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.dihasilkan berukuran kecil bermutu rendah. metomil. klorfenapir. melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil. Pengendalian hama Thrips menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin. Jika populasi ulat bawang sangat banyak dapat menyerang umbi bawang merah. akibatnya daun tersebut tampak bercak-bercak berwarna putih. kartophidroklorida. tiametoksam. atau lamdasihalotrin. apabila diterawang tembus cahaya. atau dimehipo.

Daun tampak belang-belang. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil. azoksistrobin. difenokonazol. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. karbendazim. maka infeksi dapat secara tunggal maupun berasosiasi dengan cendawan Alternaria porri. Bercak klorosis berbentuk bulat berwarna pucat dan bergaris tengah 3-5 mm. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. azoksistrobin. Infeksi awal pada tanaman bawang merah ditandai adanya bercak berukuran kecil. bercak berkembang hingga 6 . Gejala serangan penyakit bercak Alternaria pada tanaman bawang merah adalah adanya bercak pada daun dengan pusat bercak berwarna ungu atau lebih gelap.) Cif. Gejala serangan penyakit bercak Cercospora pada tanaman bawang merah adalah terjadinya bercak klorosis pada ujung daun dan sering tampak terpisah dengan infeksi pada pangkal batang. atau mankozeb. atau tebukonazol dan fungisida kontak. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil. Apabila cuaca lembab. Pada kondisi kelembaban udara tinggi dan berangin. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. atau mankozeb. atau tebukonazol dan fungisida kontak. Bercak Cercospora Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora duddidae (Walles). karbendazim. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil. difenokonazol. melekuk ke dalam. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. berwarna putih dengan pusat bercak berwarna ungu atau abu-abu. Penyebaran penyakit berlangsung sangat cepat sesuai dengan arah bertiupnya angin di areal pertanaman. Bercak Alternaria Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Alternaria porri (Ell. metil tiofanat. metil tiofanat. Pusat bercak berwarna cokelat serta terdapat bintik-bintik yang merupakan konidiofora jamur. Cendawan Stemhylium vesicarium mampu mematikan tanaman secara serentak.Ngelumpruk Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Stemhylium vesicarium (Wallr Simmons). Pada daerah tersebut dapat ditemukan konidiofor yang mampu berkecambah membentuk konidiospora. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil. Gejala serangan penyakit ngelumpruk pada tanaman bawang merah adalah terdapat bercak kekuningan yang tumbuh sangat banyak pada seluruh bagian tanaman. Kumpulan tanaman yang mati serentak terlihat seperti tersiram air panas.

Gejala serangan dapat dilihat secara fisiologis. Antraknosa Antraknosa pada tanaman bawang merah adalah cendawan Colletrotichum gloespoiroides Penz. Gejala serangan penyakit embun bulu pada tanaman bawang merah terjadi pada awal pertumbuhan. Umbi membusuk dan berair dimulai dari bagian leher. bagian tengahnya berwarna ungu dan tepinya kemerahan serta dikelilingi warna kuning yang dapat meluas. Serangan cendawan Peronospora destructor bersifat sistemik dan lokal. Umbi akan membusuk serta daun mengering. atau tebukonazol dan fungisida kontak. Penyakit embun bulu dapat dikendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan kegagalan. azoksistrobin. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil. maka pertumbuhannya akan terhambat. Serangan parah berlanjut ke umbi. karbendazim. Permukaan bercak pada akhirnya berwarna cokelat kehitaman. Kerusakan tanaman bawang merah akibar serangan penyakit antraknosa bisa mencapai 50-100%. tanaman mati serentak secara cepat. Ujung daun mengering atau bahkan patah. lalu berubah menjadi cokelat tua. atau mankozeb. azoksistrobin. Penyakit 7 . difenokonazol. Embun Bulu Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Peronospora destructor (Berk) Casp. metil tiofanat. Penyakit bercak daun Alternaria porri dapat dikendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. atau mankozeb. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil. daun berwarna hijau pucat. selanjutnya akan terbentuk lekukan ke dalam (invag1nasi). Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil. kemudian menjalar ke seluruh lapisan hingga berwarna cokelat. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil. metil tiofanat. Jika serangan berlanjut akan membentuk koloni konidia berwarna merah muda. Serangan awal ditandai adanya gejala bercak putih pada daun.menyerupai cincin. terlihat warna putih menyerupai bulu-bulu halus. Apabila tanaman mampu bertahan hidup. difenokonazol. menyebabkan umbi membusuk berwarna kuning lalu menjadi merah kecokelatan. Infeksi pada daun mampu menyebar ke bawah mencapai umbi lapis. Infeksi terlihat terutama saat daun basah terkena embuh. dan akhirnya menjadi kehitaman. kemudian jaringan umbi yang terinfeksi mengering serta berwarna gelap. atau tebukonazol dan fungisida kontak. karbendazim. berlubang dan patah karena terkuai tepat pada bercak tersebut.

2. PANEN Tanaman bawang merah dapat dipanen pada umur 60-70 hss di dataran rendah. 70-80% daun berwarna kuning. Pangkal daun jika dipegan sudah lemah. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil. 80-100 hss di dataran tinggi. 8 . karbendazim. kemudian setiap satu genggam diikat dengan 1/3 daun bagian atas. difenokonazol. metil tiofanat. Panen dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman secara hati-hati. Sudah terjadi pembentukan pigmen merah dan timbulnya bau bawang merah yang khas. 4. Untuk menghindari umbi tertinggal dalam tanah. Tanaman bawang merah siap panen ditandai sebagai berikut: 1. Panen sebaiknya dilakukan dalam keadaan kering dan cuaca cerah.antraknosa dapat dikendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. Daun bagian atas mulai rebah. Umbi bawang merah kelihatan tersembul di atas permukaan tanah 5. atau tebukonazol dan fungisida kontak. Pengikatan bertujuan untuk memudahkan penanganan berikutnya. 3. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil. 1-2 hari sebelum panen dilakukan penyiraman terlebih dahulu menggunakan air. azoksistrobin. serta terlihat warna merah tua atau merah keunguan pada umbi bawang merah. atau mankozeb.