You are on page 1of 14

Pengertian dan Arti penting Globalisasi bagi Indonesia

1. Pengertian Globalisasi
Istilah globlisasi berasal dari kata globe (peta dunia yang berbentuk bola). Dari
kata
globe selanjutnya lahir istilah global (yang artinya meliputi seluruh dunia). Dari
kata global lahirlah istilah globalisasi, yang bermakna sebuah proses mendunia.
Globalisasi adalah suatu proses dibentuknya suatu tatanan, aturan, dan sistem
yang berlaku bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi tidak mengenal
adanya batas-batas wilayah; bahkan tidak mengenal aturan lokal, regional,
kebijakan negara yang dapat mengurangi ruang gerak masuknya nilai, ide, pikiran
atau gagasan yang dianggap sudah merupakan kemauan masyarakat dunia harus
dihilangkan. Globalisasi berlaku di semua bidang kehidupan, seperti politik,
ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya.
2. Proses Globalisasi
Gagasan tentang globalisasi di bidang hak asasi manusia telah ada beberapa abad
sebelum Masehi, yakni ketika Nabi Musa membebaskan umatnya dari perbudakan
di Mesir Kuno yang kemudian diteruskan oleh orang-orang generasi berikutnya,
hingga akhirnya berhasil melahirkan apa yang disebut dengan Universal
Declaration of Human Rights (Deklarasi Umum tentang Hak-hak Asasi Manusia
Sedunia) oleh PBB pada tanggal 10 Desember 1948.
Gagasan tentang globalisasi dalam bidang demokrasi juga telah ada beberapa abad
sebelum Masehi yakni ketika para pemikir di Yunani Kuno, seperti Aristoteles
ataupun Polybius memperkenalkan teorinya dan dilaksanakannya dalam
pemerintahan di polis-polis (negara kota) Yunani. Dan setelah itu diperjuangkan
terus menerus oleh umat manusia hingga sekarang menjadi isu penting dunia.
Globalisasi digambarkan sebagai semua proses yang merujuk kepada penyatuan
seluruh warga dunia menjadi sebuah kelompok masyarakat global. Merupakan
sesuatu yang sangat ideal apabila penyatuan warga dunia menjadi sebuah
kelompok
masyarakat global tersebut dapat tercapai. Namun globalisasi pada kenyataannya
merupakan penyatuan yang bersifat semu, karena nilai-nilai sosial, ekonomi dan
budaya didominasi oleh nilai-nilai yang sebenarnya asing bagi mayoritas warga
dunia. Persoalan lain yang cukup mendasar apakah globalisasi dimungkinkan, jika
secara psikologis mayoritas warga dunia terkucil dari pergaulan internasional dan
keterlibatan mereka hanya sebatas menjadi obyek dan bukan sebagai subyek.
Dengan didukung teknologi komunikasi yang begitu canggih, dampak globalisasi
tentu akan sangat kompleks. Manusia begitu mudah berhubungan dengan manusia
lain di manapun di dunia ini. Berbagai barang dan informasi dengan berbagai
tingkatan kualitas tersedia untuk dikonsumsi. Akibatnya akan mengubah pola
pikir, sikap dan tingkah laku manusia. Hal seperti ini kemungkinan dapat
mengakibatkan perubahan aspek kehidupan yang lain seperti hubungan
kekeluargaan, kemasyarakatan, kebangsaan, atau secara umum berpengaruh
pada sistem budaya bangsa. Di sinilah kembali muncul persoalan, bagaimana
lembaga pendidikan mampu membina wawasan budaya sehingga bangsa
Indonesia dapat berkembang mengikuti tuntutan budaya zaman, namun tetap
mampu menjaga nilai-nilai dasar dan nilai-nilai luhur sebagai kepribadian
bangsa.

3. Arti Penting Globalisasi bagi Indonesia

ekonomi. Permasalahannya siapkah kita menghadapi persaingan dengan negara lain yang dalam banyak hal lebih siap. bangsa-bangsa bersatu secara mengglobal. a. Tantangan merupakan fenomena yang semakin ekstensif. ilmu pengetahuan dan teknologinya. Orang harus kreatif dalam memberikan jawaban terhadap tantangan baru. makin tumbuh pula dorongan untuk lebih melestarikan dan memperkuat jati diri atau identitas bangsa. Sanggup mengidentifikasi dimensi-dimensi moral dan etis dalam perubahan social dan pilihan teknologi. Soedjatmoko (1991:97) menggambarkan sifat-sifat dan kemampuan yang harus dimiliki manusia Indonesia di masa mendatang sebagai berikut. itu artinya harus mempunyai kemampuan analisis yang tajam. kita pun (baca: Indonesia) juga masih memerlukan pemasaran produk-produk ke luar negeri. Indonesia akan dikucilkan oleh negara-negara lain dan akan mendapat sanksi embargo ekonomi secara internasional. dan harus selalu menyadari bahwa proses belajar tidak akan pernah selesai di dalam dunia yang terus berubah secara sangat cepat. Pada abad 21 ini. Naisbitt (1994:20) dalam buku Global Paradox menyatakan bahwa semakin kita menjadi universal. Orang harus serba tahu (well informed). Mempunyai kepekaan terhadap keadilan sosial dan solidaritas sosial. ekonomi antarbangsa menjadi samar dan hubungan antarbangsa menjadi sangat transparan. mau tidak mau. tetapi bersamaan dengan itu muncul pula rasa kebangsaan yang berlebih-lebihan (chauvinisme) pada masing-masing bangsa. mampu berpikir integrative serta dapat bereaksi cepat. baik ideologi. semakin tumbuh pula sikap primordialisme (kesukuan). Era globalisasi bukan hanya tantangan. bahasa ibu (bahasa daerah) dan bahasa Indonesia menjadi lebih penting dan perlu dilestarikan sebagai jati diri bangsa. b. Di era globalisasi. Keadaan demikian menurut Naisbitt sebagai global paradoks. Jika tidak mau. bahasa Inggris akan menjadi bahasa dunia yang universal. seperti dari sumber daya manusianya. . Selanjutnya juga sanggup menginterpretasikan ketentuanketentuan agama sehingga terungkaplah relevansinya dalam pemecahan masalah dan perkembangan-perkembangan baru. bersamaan dengan itu. Di samping itu. maka kita akan kalah dalam persaingan global tersebut. Peka terhadap batas-batas toleransi masyarakat serta terhadap perubahan sosial dan ketidakadilan. serta modalnya? Jika tidak mampu. Globalisasi memiliki implikasi yang luas tehadap penghidupan dan kehidupan berbangsa dan bernegara. dan hutang dari luar negeri. globalisasi menumbuhkan kesadaran bahwa kita merupakan warga dari suatu masyarakat global dan mengambil manfaat darinya. suka atau tidak suka. Namun. Memiliki harga diri dan kepercayaan pada diri sendiri berdasarkan iman yang kuat. maupun pertahanan keamanan Di bidang kebudayaan. e. investasi. Ditinjau dari perspektif kebangsaan. Indonesia akan terkena arus liberalisasi perdagangan barang dan jasa. sosial budaya. serta mempunyai kemampuan mengantisipasi setiap perkembangan. politik.Abad 21 dikenal sebagai era globalisasi. tetapi juga sekaligus mempunyai peluang. yang mengakibatkan batas-batas politik. Padahal Indonesia masih sangat tergantung pada barangbarang impor. d. Dia harus mampu mencerna informasi yang banyak tapi tuntas. Tetapi. c. di sisi lain.

atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain. ekonomi. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial. yang maknanya ialah universal. Ada pula pakar yang mencatat terjadinya globalisasi pada milenium ketiga sebelum Masehi. keterhubungan ekonomi dan budaya dunia berlangsung sangat cepat. Dari sudut pandang ini. Selain itu. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan. Meski sejumlah pihak menyatakan bahwa globalisasi berawal di era modern. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena . beberapa pakar lainnya melacak sejarah globalisasi sampai sebelum zaman penemuan Eropa dan pelayaran ke Dunia Baru. Di sisi lain. Menurut asal katanya. ekonomi dan budaya masyarakat. ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa. dan pembebasan ilmu pengetahuan. polusi air dan udara lintas perbatasan. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi. dan pemancingan berlebihan dari lautan juga ada hubungannya dengan globalisasi. atau proses sejarah. sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. sumber daya sosial-budaya. termasuk kemunculan telegraf dan Internet.Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia. kata "globalisasi" diambil dari kata global. Istilah globalisasi makin sering digunakan sejak pertengahan tahun 1980-an dan lebih sering lagi sejak pertengahan 1990-an. migrasi dan perpindahan manusia. dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. produk. Pada tahun 2000. mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis. pergerakan modaldan investasi. Proses globalisasi memengaruhi dan dipengaruhi oleh bisnis dan tata kerja. pemikiran. Dana Moneter Internasional (IMF) mengidentifikasi empat aspek dasar globalisasi: perdagangan dan transaksi. globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. tantangan-tantangan lingkungan sepertiperubahan iklim. dan lingkungan alam. merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya. kecuali sekedar definisi kerja (working definition). Pada akhir abad ke19 dan awal abad ke-20.

Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing.  Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. namun menjadi semakin tergantung satu sama lain. globalisasi Barat tidak akan terjadi sebagaimana . lalu lintas devisa.  Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal. [27] Tanpa ide tradisional dari Timur. Sebab.  Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara. SEJARAH Globalisasi kuno dipandang sebagai suatu fase dalam sejarah globalisasi yang mengacu pada peristiwa dan perkembangan globalisasi sejak masa peradaban terawal sampai kira-kira tahun 1600-an. maupun migrasi. misalnya hambatan tarif ekspor impor.tidak mampu bersaing. Dalam skema ini. Istilah ini dipakai untuk menyebut hubungan antara masyarakat dan negara dan cara keduanya dibentuk oleh persebaran ide dan norma sosial baik di tingkat lokal maupun regional. masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. ada tiga penyebab yang dipaparkan sebagai pemicu globalisasi. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.  Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. dunia global memiliki status ontologi sendiri. Pada empat definisi pertama. Penyebab pertama adalah pemikiran Timur yang berarti bahwa negara-negara Barat telah mengadaptasi dan menerapkan prinsip-prinsip yang dipelajari dari Timur. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia. globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia. bukan sekadar gabungan negara-negara. Jan Aart Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:  Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Pada pengertian yang kelima.

Afrika Utara.[27] Pada globalisasi awal. interaksi antarnegara belum berskala global dan masih berada di seputaran Asia. masa ketika Eropa Barat memiliki produksi industri dan hasil ekonomi yang lebih maju ketimbang kawasan lain di dunia. tidak ada cara lain bagi negara tersebut untuk memengaruhi dan dipengaruhi oleh negara lain. Konsep mencakup proto-globalisasi periode sejarah pertama kali diperkenalkan oleh sejarawan A. [28] dan Jepang. G. globalisasi kuno menjadi fenomena yang tidak hanya digerakkan oleh Eropa tetapi juga oleh wilayah Dunia Lama yang ekonominya sudah maju seperti Gujarat. posisi geografis Yunani dan impor gandum memaksa bangsa Yunani melakukan perdagangan lewat laut. termasuk Alexandriadan kota-kota era Alexander lainnya. kemudian . Hopkins dan Christopher Bayly. Penyebab kedua adalah jarak. Modern Awal Globalisasi modern globalisasi antara awal atau 1600 dan proto-globalisasi 1800. globalisasi tidak akan berjalan seperti yang sudah-sudah dan negara akan tetap bergantung pada produksi dan sumber dayanya sendiri supaya bisa terus berdiri. Jika suatu negara tidak bergantung dengan negara lain. Ekonom dan sosiolog historis Jerman Andre Gunder Frank berpendapat bahwa globalisasi diawali oleh munculnya hubungan dagang antara Sumer dan Peradaban Lembah Indus pada milenium ketiga SM. Inilah salah satu penggerak utama di balik hubungan dan perdagangan global. Sejak itu. Karena globalisasi kuno sudah ada sebelum Pembelahan Besar abad ke-19.[27] Ada pula sifat multipolar dalam globalisasi kuno yang melibatkan partisipasi aktif bangsa non-Eropa. Istilah ini berarti fase peningkatan hubungan dagang dan pertukaran budaya yang menjadi ciri khas periode sebelum munculnya globalisasi modern pada akhir abad ke-19. zaman ketika pusat-pusat kota komersial membentuk poros budaya Yunani yang merentang dari India sampai Spanyol. Imperium pertama yang muncul adalah Portugal dan Spanyol. Penyebab ketiga adalah saling ketergantungan. dan negara hanya mengendalikan suplai gandum. Sejumlah pakar berpendapat bahwa globalisasi kuno tidak berjalan seperti globalisasi modern karena negara-negara waktu itu tidak saling bergantung seperti sekarang. dan fase globalisasi yang baru pun terjadi.mestinya. Globalisasi kuno ini terjadi pada Zaman Helenistik. dan sebagian Eropa. Timur Tengah. Bengal. kestabilan. dan regularitas. Kemajuan teknologi kemudian memungkinkan negara mengetahui keberadaan negara lain yang letaknya jauh. Tanpa keduanya. negara masih sulit berinteraksi dengan negara lain yang letaknya jauh. [29] Fase globalisasi ini dicirikan oleh bangkitnya imperium maritim Eropa pada abad ke-16 dan 17. Perdagangan di Yunani kuno sangat tidak dibatasi. pesisir Cina.

Perpindahan hewan. dan Cina. perdagangan dunia berkembang lebih jauh ketika perusahaan kerajaan (chartered company) seperti British East India Company (didirikan tahun 1600) danVereenigde Oostindische Compagnie (didirikan tahun 1602. Perdagangan Segitiga memungkinan Eropa mendapatkan keuntungan dari sumber-sumber daya di dunia barata. Perdagangan dan komunikasi modern awal melibatkan banyak kelompok masyarakat. Modern Sepanjang abad ke-19.[9] Jumlah negara yang ikut dalam perdagangan internasional semakin banyak. Ekspor nyaris berlipat dari 8. kapal uap sangat menghemat biaya transportasi internasional dan rel kereta menjadikan transportasi darat lebih murah. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) mengeluarkan beberapa perjanjian untuk menghapus batasan perdagangan. Industrialisasi memungkinkan standardisasi produksi barangbarang rumah tangga menggunakan ekonomi skala. peralihan hegemoni ke Eropa Barat. dan tingkat pertukaran informasi.[30] Globalisasi modern awal berbeda dengan globalisasi modern dalam hal tujuan ekspansionisme. terjadinya konflik berskala besar antara negara besar seperti Perang Tiga Puluh Tahun. pembebasan perdagangan secara bertahap. termasuk pedagang Eropa. tanaman. globalisasi mulai mendekati bentuknya yang modern akibat revolusi industri.muncullah Belanda dan Britania. India. Pada abad ke19. Penemuan kontainer kapal tahun 1956 turut memajukan globalisasi perdagangan. dan munculnya komoditas baru seperti perdagangan budak. Pada abad ke-17.5% total produk bruto dunia tahun . sering dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama yang membuka sahamnya) didirikan. Awalnya. terutama di kawasanSamudra Hindia.[9] Globalisasi oleh imperialisme abad ke-19 pada seperti masa yang ini sangat terjadi dipengaruhi di Afrika dan Asia. Revolusi transportasi terjadi antara 1820 dan 1850. cara mengelola perdagangan global. dan pembentukan sejumlah lembaga internasional yang bertujuan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi. sedangkan pertumbuhan penduduk yang cepat menciptakan permintaan barang yang stabil. [31] [32] Setelah Perang Dunia Kedua. dan penyederhanaan dan pengurangan batasan perdagangan. perjanjian yang disepakati negara-negara besar untuk menyusun kebijakan moneter internasional. perdagangan dan keuangan. Muslim. dan wabah penyakit yang dikaitkan dengan konsep Pertukaran Columbus oleh Alfred Crosby juga memainakn peran penting dalam proses ini. para politikus berhasil mewujudkan konferensi Bretton Woods. GATT kemudian digantikan oleh Organisasi Perdagangan Dunia(WTO) untuk mengelola sistem perdagangan. Periode ini ditandai oleh banyaknya perjanjian dagang seperti yang dilakukan East India Company. Asia Tenggara.

keterhubungan ekonomi dan kebudayaan dunia tumbuh sangat cepat. meskipun demikian. pengembangan perangkat lunak. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. yaitu:  Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. Sejak 1970-an. para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut. Banyak hal yang bisa dilakukan melalui komputer tanpa memedulikan lokasinya seperti akuntansi.  Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab. Masyarakat yang terglobalisasi memiliki serangkaian pendorong dan faktor yang terus mendekatkan manusia. dan desain rekayasa. pasar. penerbangan semakin terjangkau bagi kelas menengah di negaranegara berkembang Kebijakan langit terbuka dan maskapai bertarif rendah ikut mendorong persaingan pasar.[37][38][39] Perdagangan dan globalisasi telah berevolusi jauh pada masa kini.2% tahun 2001. dan aktivitasnya. Pertumbuhan ini melambat sejak 1910-an sampai seterusnya akibat Perang Dunia dan Perang Dingin. Pada tahun 1990-an. [40] Teori Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi. [36] sehingga memperlambat proses globalisasi untuk sementara. misalnya Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Serikat–Korea Selatan 2011.[35] Pada awal 2000-an. terdapat tiga posisi teoritis yang dapat dilihat. kepercayaan. pertumbuhan jaringan komunikasi bertarif rendah memangkas biaya komunikasi antarnegara. . sebagian besar negara maju mengalami Resesi Besar. Banyak negara yang beralih ke perjanjian bilateral atau perjanjian multilateral yang lebih kecil.1970 menjadi 16. kebudayaan.[34] tetapi berhasil melaju lagi sejak kebijakan neoliberal dirintis tahun 1980-an dan perestroika serta reformasi ekonomi CinaDeng Xiaoping membawa paham kapitalisme barat ke Blok Timur lama.[33] Pemanfaatan perjanjian global untuk memajukan perdagangan terhambat oleh gagalnya putaran negosiasi Doha.

[113] Tergantung paradigmanya. Namun. jasa. Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutamaAmerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. [112] Tren globalisasi saat ini dapat dianggap hasil dari integrasinegara maju dengan negara yang kurang maju melalui investasi langsung asing. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau. Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik. globalisasi ekonomi adalah proses peningkatan integrasi ekonomi antar negara yang berujung pada munculnya pasar global dan pasar dunia tunggal. reformasi ekonomi. setidaknya. globalisasi ekonomi bisa dipandang sebagai fenomena positif atau negatif. Globalisasi Ekonomi Globalisasi ekonomi adalah meningkatnya saling ketergantungan ekonomi negara-negara di dunia berkat percepatan pergerakan barang. terutama ketika hal tersebut negatif atau. dapat dikendalikan. pasar.  Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. teknologi. pengurangan batasan perdagangan. persaingan. yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". jika memang ada. atau evolusi. terlalu dibesar-besarkan.  Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. pajak.[112] Jika globalisasi bisnis terpusat pada penghapusan peraturan perdagangan internasional semisal tarif. mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan. dan imigrasi. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan. Tahun 1944. dari produksi dan perdagangan kapital. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. dan modal lintas perbatasan. teknologi. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi). Globalisasi ekonomi terdiri dari globalisasiproduksi. 44 negara menghadiri Konferensi Bretton Woods untuk menstabilkan mata uang dunia dan menetapkan kredit untuk perdagangan . dan perusahaan dan industri. dan beban lainnya yang menghambat perdagangan global.

Ekonomi dunia semakin terintegrasi secara finansial sepanjang abad ke-20 seiring terjadinya liberalisasi modal dan deregulasi sektor keuangan di setiap negara. Sistem keuangan global Pada awal abad ke-21. Investasi asing turut membantu meningkatkan kualitas produk dan pengetahuan dan standar. dan pelaku ekonomi formal dan informal dunia bersama-sama membantu arus modal keuangan internasional untuk keperluan investasi dan pendanaan perdagangan. setara dengan jumlah penduduk [119] Amerika Serikat. Ketika Amerika Serikat mengalami krisis keuangan pada awal abad tersebut. Dana Moneter Internasional. Pelabuhan Shanghai menyandang gelar pelabuhan tersibuk di dunia. Pada awal abad ke-21. Sistem keuangan global ini muncul saat terjadinya gelombang globalisasi ekonomi modern pertama yang ditandai dengan pendirian bank sentral. Per 2009. sekitar 300 juta orang. dan Organisasi Perdagangan Dunia. Misalnya.internasional pada era pasca Perang Dunia II. reformasi ekonomi Cina menghadapkan Cina pada arus globalisasi tahun 1980-an. Asia. serangkaian krisis keuangan di Eropa. perjanjianmultilateral. berbagai lembaga keuangan tumbuh besar dengan jaringan aktivitas ekonomi yang lebih canggih dan terhubung. Persaingan barang asing menyentuh hampir semua sektor ekonomi Cina. alihdaya proses bisnis disebut-sebut sebagai "mesin pembangunan utama India sampai beberapa dasawarsa selanjutnya yang banyak berkontribusi pada pertumbuhan PDB. [123] dan keefektifan pasar internasional. dan pemberantasan kemiskinan. liberalisasi ekonomi di India dan reformasi ekonominya dimulai pada tahun 1991. krisis tersebut merambat dengan cepat ke negara-negara lain. kerangka kerja perjanjian hukum. terutama di bidang industri berat. regulasi.[115][116] [117][118] Contoh lainnya. institusi. dan organisasi antarpemerintah yang bertujuan memperbaiki transparansi. Setelah terekspos dengna arus modal yang volatil. dan Amerika Latin turut berpengaruh pada negaranegara lain. penambahan lapangan pekerjaan. Krisis ini dikenal . Di India. [114] Pada 2005– 2007. Pengalaman Cina menguatkan klaim bahwa globalisasi ikut menambah kekayaan negara miskin. Para ahli menemukan bahwa Cina berhasil mencapai tingkat keterbukaan yang sulit ditemukan di negara-negara besar dan padat lainnya. Konferensi ini juga menubuhkan beberapa organisasi yang penting bagi terbentuknya ekonomi global dan sistem keuangan global. seperti Bank Dunia. Tatanan ekonomi internasional yang direncanakan oleh konferensi ini menjadi pemicu tatanan ekonomi neoliberal yang digunakan hari ini. telah keluar dari jeratan kemiskinan.

pedagang. G8. Globalisasi telah memperluas kesempatan memperoleh rekreasi melalui penyebaran budaya pop lewat Internet dan televisi satelit. . ekonomi Cina diperkirakan akan mengalahkan Amerika Serikat pada tahun 2025. sekte-sekte dan terbaru seperti Mormonisme sudah memengaruhi kebudayaan endemik di tempat-tempat yang jauh dari tempat asalnya. Globalisasi SosialBudaya BUDAYA Globalisasi budaya telah meningkatkan kontak lintas budaya namun diiringi dengan berkurangnya keunikan komunitas yang dulunya terisolasi. sushi dapat ditemukan di Jerman dan Jepang. evangelis. Sejumlah pengamat menyebut globalisasi sebagai penyebab turunnya kekuatan Amerika Serikat. Hal ini memicu perpindahan kekuatan global ke negara-negara Asia seperti Cina yang memiliki kekuatan pasar dan berhasil meraih level pertumbuhan yang luar biasa. Misalnya. Buddhisme. Islam. salah satunya akibat defisit perdagangan AS yang tinggi. BAHASA Politik Secara umum. tetapi di sisi lain popularitas Euro-Disney melampaui popularitas kota Paris sehingga bisa saja mengurangi permintaan roti Perancis yang autentik. dan imperialis. Kristen. globalisasi pada akhirnya akan mengurangi keistimewaan negara bangsa. Per 2011. migrasi.sebagai krisis keuangan global dan diakui sebagai pemicu Resesi Besar di seluruh dunia. Kontribusi globalisasi pada pengasingan seseorang dari tradisinya masih tergolong rendah daripada dampak modernitas itu sendiri seperti yang dikatakaneksistensialis Jean-Paul Sartre dan Albert Camus. Lembaga supranasional seperti Uni Eropa.WTO. Agama adalah salah satu elemen budaya pertama yang mengglobal. ada yang disebarkan melalui paksa. atau Mahkamah Internasional menggantikan atau memperluas fungsi negara untuk memfasilitasi perjanjian internasional.

Acumen Fund (sekarang Acumen). ukuran perdagangan elektronik dunia secara keseluruhan. Para pekerja sosial diperiksa secara menyeluruh dan tidak diizinkan mengunjungi tempat-tempat yang dilarang pemerintah. [173] Hudson Institute memperkirakan bahwa total aliran dana dari filantropis swasta ke negaranegara berkembang mencapai US$59 miliar pada tahun 2010.[174] Menanggapi globalisasi. Sejak 2000 sampai 2009.Organisasi nonpemerintah terus memengaruhi kebijakan publik melintasi batas negara. setara dengan kira-kira 13. 300 juta pengunjung blog. termasuk di bidang bantuan kemanusiaandan pembangunan negara. Organisasi amal dengan misi global juga selangkah di depan di bidang kemanusiaan.4 triliun pada tahun 2013.8% dari aktivitas penjualan dunia. lembaga penelitian lainnya. Pada tahun 2010. IDate. 22 persen penduduk dunia memiliki akses ke perangkat komputer dengan jumlah entri pencarian Google sebanyak 1 miliar per hari.858 miliar.4 triliun. Misalnya. sejumlah negara mulai menganut kebijakan isolasionisme. Proyek-proyek Bill and Melinda Gates Foundation mencakup komitmen senilai ratusan miliar dolar untuk mendanai imunisasi di beberapa negara miskin yang pertumbuhannya cepat. Lingkungan Alam Global . jumlah pengguna Internet di seluruh dunia naik dari 394 juta orang menjadi 1. Warga Korea Utara tidak bisa seenaknya keluar dari negara itu. dan 2 miliar video ditonton setiap harinya di YouTube. Internet Internet adalah produk globalisasi sekaligus penggerak (katalis) yang menghubungkan para pengguna komputer di seluruh dunia. memperkirakan pasar produk dan jasa digital global bernilai US$4. termasuk transaksi bisnis-bisnis dan bisnis-konsumen global. mendekati US$16 triliun pada tahun 2013. Badan amal seperti Bill and Melinda Gates Foundation. [193] Menurut lembaga penelitian IDC. [172] serta ratusan juta dolar untuk mendanai program sosialisasi menabung bagi orang-orang miskin. Laporan Oxford Economics menambahkan kedua jumlah tersebut untuk mematok ukuran ekonomi digitalsecara keseluruhan di angka $20. dan Echoing Greenmenggabungkan model bisnis dengan filantropi yang kemudian melahirkan organisasi bisnis seperti Global Philanthropy Group dan asosiasi filantropi baru seperti Global Philanthropy Forum. Accion International. pemerintah Korea Utara mempersulit orang asing untuk memasuki negaranya dan sangat mengawasi aktivitas mereka seandainya dibolehkan masuk.

sedangkan hak-hak masyarakat hanyalah sampingan semata. pemancingan berlebihdi lautan. dan apropriasi budaya yang mendasari proses tersebut. imperialistik. lalu mengamati bahwa tingkat kealamiahannya tidak seragam. dan penyebaran spesies invasif.[236] Meski begitu. Ancaman manusia terhadap lingkungan alam. Lingkungan alam adalah lingkungan yang meliputi interaksi seluruh spesies makhluk hidup. yang mengutamakan hak-hak investor dan pemberi pinjaman. Kita bisa mempertimbangkan berbagai aspek atau komponen lingkungan. di dunia ini sudah tercipta sistem gabungan manusia–lingkungan.[291] mereka mempertanyakan keberlanjutan sosial atau alamiah dari perluasan ekonomi jangka panjang yang berjalan terus-menerus. Perbedaan filosofis mengenai kerugian dan keuntungan proses semacam itu melahirkan berbagai ideologi dan gerakan sosial. membutuhkan solusi transnasional dan global. kesenjangan struktur sosial yang diakibatkan serta etnosentrisme kolonial. Karena pabrik-pabrik di negara berkembang meningkatkan produksi global dan kurang diatur oleh regulasi lingkungan. Mengenai penggunaan kata ini. mulai dari 100% alami sampai 0% alami. layaknya istilah "anti-Soviet" . oleh proses-proses atau hegemonik. seperti perubahan iklim. Sulit untuk menemukan lingkungan yang benar-benar alami. [235] Lingkungan alam berbeda dengan lingkungan bangun yang terdiri dari daerah dan komponen yang sangat dipengaruhi aktivitas manusia. Ini propaganda vulgar. Dukungan Dan tantangan Reaksi terhadap proses yang memengaruhi globalisasi terus bermunculan dan beragam seiring waktu berjalan. terjadi penambahan polusi air dan udara di seluruh dunia. budaya. perluasan. pihak-pihak yang mendukung bentuk lain dari integrasi internasional yang mengutamakan hak-hak asasi manusia menjadi kaum "anti-globalis". Seperti yang dikatakan Noam Chomsky: Sistem propaganda yang ada saat ini membuat kata "globalisasi" merujuk pada versi tertentu integrasi ekonomi internasional yang mereka inginkan. Kealamiahan (naturalness) bervariasi dalam satu kontinuum. polusi air dan udara lintas perbatasan.[291] Penentangnya melihat satu atau beberapa proses globalisasi sebagai sesuatu yang merusak kesejahteraan sosial di tingkat global maupun lokal. Pendukung pertumbuhan. dan pembangunan ekonomi umumnya memandang proses globalisasi dalah sesuatu yang diinginkan atau diperlukan demi kesejahteraan umat manusia. asimilasi tersebut.Lingkungan alam mencakup semua makhluk hidup dan benda tak hidup yang terbentuk secara alamiah di Bumi atau suatu wilayah.

. Percepatan pertbumuhan ini sangat luar biasa karena negara-negara kaya mengalami penurunan pertumbuhan yang stabil dari 4.[310] serta menyebut bahwa "berbagai konsekuensi fatal yang saling berkaitan–disintegrasi sosial. [292] Pendukung Umumnya.3 persen sepanjang 1970-an menjadi hanya 1. Misalnya. pendukung relokalisasi (e.4 persen per tahun pada 1960-an dan 2. konsumsi barang lokal). serikat pekerja. WSF adalah perkumpulan manusia dalam jumlah besar dari seluruh dunia. dan lain-lain. kegagalan demokrasi. Selain itu.7 persen pada 1960-an ke 2. KRITIK Kritik terhadap globalisasi biasanya berawal dari diskusi seputar dampak proses globalisasi pada planet Bumi dan manusia. terutama di sektor keuangan. bertambahnya kemiskinan dan pengasingan"[311]adalah konsekuensi globalisasi yang tak disengaja. banyak di antaranya lumayan tinggi. dari setiap bidang kehidupan yang kita tahu.9 persen per tahun pada 1970-an menjadi 3. Pertumbuhan cepat di kalangan pengglobal ini bukan hanya disebabkan oleh kuatnya ekonomi Cina dan India tahun 1980-an dan 1990-an – 18 dari 24 negara pengglobal mengalami kenaikan pertumbuhan. Kritik berdatangan dari kalangan perkumpulan gereja.5 persen pada 1980-an dan 5.yang digunakan oleh para penguasa kejam untuk menyebut para pengkritiknya.g. tapi bodoh. pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) per kapita di negara-negara global pasca-1980 naik dari 1. anarkis. proteksionis.0 persen pada 1990-an. Mari kita ambil contohForum Sosial Dunia (WSF) yang disebut "anti-globalisasi" dalam sistem propaganda yang kebetulan mencakup media. WSF adalah contoh paradigma globalisasi. penyebaran penyakit baru. pebisnis korporat. negara berkembang non-global seolah menderita lebih parah ketimbang para pengglobal (globalizer). kelompok pembebasan nasional.2 persen pada 1990-an. Istilah itu tidak hanya vulgar. melihat globalisasi sebagai pendorong positif di dunia. seniman. masyarakat berpendidikan. Para pengkritik mempertanyakan patokan ukur tradisional seperti PDB dan beralih ke patokan lain seperti koefisien Gini [309] atau Happy Planet Index. Ada kritikus yangreformis (mendukung kapitalisme yang lebih moderat). Tingkat pertumbuhan tahunan negara-negara tersebut jatuh dari 3. kerusakan lingkungan yang cepat dan meluas. berbeda dengan kaum elit berjumlah kecil yang bertemu di Forum Ekonomi Dunia dan disebut "pro-globalisasi" oleh sistem propaganda.4 persen sepanjang 1990-an. intelektual. dan ada pula yang . dan lain-lain dengan pengecualian tertentu. Banyak ekonom mengutip statistik yang tampaknya mendukung dampak positif tersebut.

Ketika kebudayaan negara pendominasi diperkenalkan ke negara penerima melalui globalisasi. Contoh pekerjaan yang dipaksakan kepada anak-anak adalah pertambangan. dan perkebunan.revolusioner (mendukung peralihan kekuasaan dari swasta ke publik) atau reaksioner (publik ke swasta). tetapi beberapa negara mencoba melindungi pemasok biasanya produk dalam pertanian.  Serikat pekerja lemah: Surplus tenaga kerja murah ditambah kenaikan jumlah perusahaan yang menjalani transisi memperlemah serikat pekerja di daerah berupah tinggi. sehingga menciptakan kesempatan ekonomi dengan upah dan tunjangan pekerja yang bersaing. negerinya.[317]  Peningkatan eksploitasi tenaga kerja anak: Negara yang kurang melindungi anak-anak rentan disusupi perusahaan terselubung dan geng kriminal yang ingin mengeksploitasi mereka. pembongkaran kapal. namun ada pula penyelundupan. prostitusi. suatu fenomena ketika konsep budaya negara-negara Barat yang lebih maju dari segi ekonomi dan politik menyebar dan mengancam kebudayaan lokal. dan pornografi . Negara Ekspor besar utama biasanya negara memberi miskin subsidi untuk petani sehingga menurunkan harga hasil tani asing di pasaran. Ada juga yang berpendapat bahwa globalisasi akan mengakibatkan westernisasi atau Amerikanisasi kebudayaan. kerja paksa. Sejumlah kritikus berpendapat bahwa globalisasi merusak keragaman budaya. kebudayaan asing itu bisa mengancam keragaman budaya lokal. Para kritikus berpendapat bahwa globalisasi menyebabkan:  Negara-negara miskin merugi: Perdagangan bebas memang mendorong terjadinya globalisasi di semua negara. Serikat pekerja kehilangan keefektifannya dan pekerja kehilangan antusiasmenya untuk bergabung karena jumlah anggota serikat terus berkurang.  Perpindahan ke alihdaya: Globalisasi memungkinkan perusahaan memindahkan lapangan pekerjaan produksi dan jasa dari daerah berupah tinggi. budak seks.