You are on page 1of 63

ME22

013

BAB IV
DINAMIKA FLUIDA DASAR
PERS. BERNOULLI

Hukum Kedua Newton

ME22
013

F = m.a.
Jika diterapkan pada fluida ideal, inviscid = tidak mempunyai
kekentalan, akan diperoleh Pers. Bernoulli.
Jika kekentalannya = 0, maka konduktivitas thermal fluida
juga = 0 dan tidak akan terjadi perpindahan kalor (kecuali
dengan cara radiasi)
Dalam kenyataannya fluida inviscid tidak, karena pada
setiap fluida timbul tengangan geser apabila dikenakan suatu
laju regangan geser
Untuk kebanyakan situasi, efek2 viskos relatif kecil dibandingkan
dengan efek tekanan dan grafitasi (berat)

Untuk aliran fluida inviscid, gerakan fluida hanya


dipengaruhi oleh gaya2 tekan dan gravitasi.

ME22
013

(gaya tekan neto pada sebuah partikel fluida ) + (gaya gravitasi


neto pada sebuah partikel fluida ) = (massa partikel fluida) x
(percepatan partikel)

V
as = V
,
s

V2
an =

ME22
013

Gaya2 yang bekerja adalah F1, F2, F3,F4, F5 .


Karena fluida dianggap inviscid, maka gaya viskos dan
tegangan permukaan diabaikan. Gaya2 yang bekerja
adalah gaya tekan dan gravitasi

ME22
013

Untuk aliran tunak, komponen dari hukum Newton


kedua sepanjang garis arus, s, dapat dituliskan

ME22
013

V
V
Fs = m a s = m V
= V
s
s
Gaya gravitasi

Ws = Wsin = sin
Gaya tekan

p s
p s
s 2

Fps = (p p s )ny (p + p s )ny = 2p sny


p
p
= s ny =
s
s

Gaya neto yang bekerja dalam arah garis arus

ME22
013

p
Fs = Ws + Fps = ( sin s )
Persamaan gerak sepanjang garis arus

p
V
sin
= V
= a s
s
s
Sepanjang garis arus, sin = dz/ds
2

dz dp 1 d(V )

=
ds ds 2
ds
Disederhanakan

dp+d(V2) + dz = 0 , sepanjang garis arus

diintegralkan

dp
1 2
+ V + gz = C
2

ME22
013

Dengan asumsi bahwa kerapatan tetap konstan , maka pada


aliran tunak, inviscid dan tak mampu mampat diperoleh

1
p + V 2 + z = C = konstan sepanjang garis arus
2
Persamaan Bernoulli,1738, Daniel Bernoulli (1700-1782)
Ingat asumsi dasar yang digunakan adalah:
1. Efek-efek viskos diabaikan
2. Alirannya tunak (steady)
3. Fluida tak mampu mampat
4. Persamaan hanya dapat digunakan untuk aliran
sepanjang garis arus

Contoh
Suatu aliran fluida melewati
sebuah bola, kecepatan
sepanjang garis arus adalah :

ME22
013

a
V = V0 (1 + 3 )
x

p
p
= V
s
s

ME22
013

a a
a
V
V
3V0 a
2
= V0 (1 + 3 )( x 4 ) = 3V0 (1 + 3 ) 4
=V
V
x x
x
s
s
3

p 3 a V (1 + a /x )
=
4
x
x
3

2
0

3
6

(a/x)
2 a
p = V0 +

2
x

KONTROL VOLUME/VOLUME KENDALI

ME22
013

Dalam suatu proses thermodinamika sering digunakan


suatu batasan untuk menganalisa proses tersebut yaitu
dengan memakai suatu massa, batasan tersebut sering
dikenal dengan sebutan SISTIM.
Pada sistem mungkin terjadi
perubahan permukaan, sehingga
volumenya pun berubah.

Dalam sistem tidak ada pertambahan atau pengurangan


massa. Tidak seperti pada sistem, kontrol volume adalah
suatu volume, pada suatu space (sembarang besarnya)
yang selalu tetap, dimana akan bervariasi keluar masuk
pada ruangan tersebut.
Partikel-partikel dari fluida didalam ruangan tersebut
berubah secara kontinu persatuan waktunya. Pada kondisi
non steady flow jumlah massa dalam kontrol volume akan
bervariasi.
ME22
013

KONSEP DASAR ALIRAN FLUIDA

ME22
013

Ada 3 konsep penting dalam aliran fluida:


1.Konsep kekekalan massa (continouity).
2.Konsep momentum.
3.Konsep kekekalan energi.
Ada dua metode untuk membahas aliran fluida yang
lazim digunakan:
a. Metode Lagrangian.
b. Metode Euler.
Sedang sebagai pendekatan pembahasan untuk
menguraikan ketiga konsep tersebut diatas, digunakan
kontrol volume.

KEKEKALAN MASA (KONTINYUITAS)

ME22
013

Kekekalan massa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:


Q = kapasitas aliran ditinjau dari jumlah volume yang
mengalir persatuan waktu (m3/det).
w = Kapasitas aliran ditinjau dari berat fluida yang
mengalir persatuan waktu (N/det).
m = Kapasitas aliran ditinjau dari massa fluida yang
mengalir persatuan waktu (kg/det) suatu persamaan
sederhana untuk kekelan massa.

ME22
013

m = 1U1A1 = 2 U 2 A 2 = Konstan

U = Kecepatan (m/det)
A = Luas penampang (m2).

Syarat

ME22
013

a. U A
b. U harus uniform pada melalui penampang masuk
dan
keluar (tidak ada velocity profile).
c. Tidak ada akumulasi massa antara inlet dan outlet.

Kontrol volume

ME22
013

1U1 A1 + 2U2 A2 + 3U3 A3 = 4U4 A4 + 5U5 A5

ME22
013

Contoh

M + dM = M + dMin- dMout

Akumulasi dalam kontrol volume tergantung dari


aliran rata-rata yang masuk dan keluar. Masa fluida pada
waktu t dalam kontrol volume = M, pada waktu t + dt =
M + dM.
ME22
013

M + dM = M + dMin- dMout.

dMin= dM + dMout.

Artinya aliran yang masuk sama dengan aliran yang tinggal


dan aliran yang keluar.
dM out dM in
dM

=
dt
dt
dt

Berapa yang masuk, berapa yang keluar, berapa yang tinggal.

ALIRAN FLUIDA YANG KELUAR DARI KONTROL VOLUME.


ME22
013

Untuk
fluida
yang
mempunyai kecepatan U
volume yang mengalir
keluar melalui suatu irisan
penampang dA, adalah
volume = dA.Udt cos ,
sehingga masa yang keluar:

dM out = dt

. U.cos dA
A out

ALIRAN FLUIDA YANG MASUK DALAM KONTROL


VOLUME

ME22
013

Perjanjian yang keluar

cos negatif.
Volume dari prisma:

Volume dari prisma:


V = -Ucos dA.

dM in = dt U cos dA
A in

Volume dari prisma:

ME22
013

V = -Ucos dA.
dM in = dt U cos dA
A in

Sehingga:
dM out dM in
dM = aliran massa rata-rata yang keluar dari

=
dt
dt
dt
kontrol volume.

dt

. U.cos dA
A out

dt

dt . U.cos dA
+

A in

dt

ME22
013

dM
=

dt

massa naik/bertambah.
dM

= . U.cos dA
dt
A

Peramaan umum untuk aliran kontinyu yang dapat


digunakan pada aliran non-steady dengan variable
density, kecepatan dan arah melalui sebuah kontrol
dM
volume. Catatan: untuk steady flow .
=0
dt

Persamaan Energi untuk kondisi tanpa gesekan, Steady


dan inkompresibel sepanjang Streamline
ME22
ME22
013
013

dA dianggap kecil.

dA

Volume dari elemen = A +


ds AdS

Berat elemen = .g.A.dS.

Gaya berat sepanjang/ searah dengan streamline = .g.A.dS.sin .


ME22
013

dh
sin =
dS

Searah dengan streamline,


dengan arah

dh
w sin = w
dS

dh
dh
0 w
= .g.A ds
ds
ds

= -.g.A.dh.

Hidrostatik force searah dengan streamline.

ME22
013

dp

pA - {(p + dp )(A + dA )}+ p + .dA = A.dp. dA 0


2

Resultan gayanya sepanjang streamline = -Adp -.g.Adh.


Menurut persamaan Newton II:

F = m. a

m = p. = . A. ds

Adp -.g.Adh = .A.ds V dV

ds

dV dV dS dV
a=
=
. =
.V
dt dS dt dS

dp + .Vdv + .g.dh =0

ME22
013

Untuk ini kompresibel flow =


2

V
p+
+ gh = 0
2
: g

p V2
+
+ h = konstan
2g

dp + Vdv + gdh

= konstan.

(Persamaan Bernoulli).

PERSAMAAN KONTINYUITAS

ME22
013

1A1U1 = 2A2U2 = nAnUn = konstan.

, u = kecepatan rata-rata.
Dimana: A u = m
inkompresibel: = konstan.

A1 u1 = A2 u 2 = An u n

= konstan.
_

A1 u1 = A 2 u 2 = 0 Jumlah volume aliran persatuan waktu.

ME22
013

Q1 = Q2 = Q3
_

A1U1 = A 2 u 2 + A 3 u 3

Q = 0
Untuk aliran inkompresibel.

Q = 0

PERSAMAAN ENERJI
P1 V12
p 2 V22
+
+ Z1 =
+
+ Z2

2g

2g

ME22
013

= konstan.

Seperti diketahui bahwa enerji tidak dapat dibuat atau


dilenyapkan, enerji hanya dapat ditransformasikan dari
satu bentuk kebentuk lain. Sesuai dengan persamaan diatas
ada tiga bentuk enerji dalam aliran tertutup.

1. mgZ = potensial enerji (N.m).

2. Kinetik Enerji (enerji kecepatan) =

ME22
013

mV 2
2

(N.m).

3. Enerji Aliran.

ME22
013

(Seringkali disebut enerji tekanan atau kerja aliran).


Ini adalah suatu jumlah kerja yang dibutuhkan untuk
memindahkan elemen fluida melalui/melampaui
suatu penampang terhadap perlawanan tekanan.

ME22
013

Kerja = F.l = p.A.1 = pV


l = langkah (m), V = Volume (m3)
m = V V =

, pV = p

, = g

mg
Enerji Aliran = p

Kalau ke tiganya dijumlahkan:


pmg mV 2
+
+ mgZ

p V
: m. g =
+
+ Z (m)
2g

ME22
013

Dalam persamaan diatas dapat dilihat satuan enerjinya


adalah meter, sebenarnya adalah Nm secara phisik
N
artinya:
Enerji yang dipunyai oleh fluida persatuan
beratnya pada saat fluida tersebut bergerak pada suatu
sistem. Karena persamaan Bernoulli memakai satuan
meter maka umumnya enerjinya disebut dalam head.
2
V
TOTAL HEAD= p (pressure head) +
(Velocity head)
2g

+ Z (elevation)

Persamaan Momentum

ME22
013

Didalam ilmu mekanika yang disebut momentum


sebuah partikel adalah perkalian masa dan
kecepatannya, M = m.v Jika pada partikel dalam suatu
aliran fluida terjadi perubahan kecepatan baik besar
maupun arahnya (ataupun keduanya), maka akan
terjadi perubahan-perubahan momentum pada partikel
tersebut.
Menurut hukum Newton II, untuk melakukan
perubahan momentum, melalui arah maupun besar
kecepatannya dibutuhkan suatu gaya.

Dengan perkataan lain, gaya yang bekerja pada partikel


fluida akan sebanding dengan perubahan momentum.
ME22
013

= perubahan momentum.

v
m.a = m

kg m
.

det det

= Newton.

ME22
013

Gaya yang bekerja pada elemen fluida didalam kontrol


volume pada waktu t = perubahan momentum rata-rata
dari elemen fluida tersebut = perubahan momentum dari
elemen fluida didalam kontrol volume
+ Momentum yang mengalir keluar dari kontrol
volume.
- Momentum yang masuk dalam kontrol volume.
= Perubahan momentum didalam kontrol volume jumlah
dari momentum yang mengalir dari kontrol volume
pada waktu dt, masa yang mengalir keluar pada bidang
seluas dA adalah:
.v.cos dA .dt

ME22
013

Sehingga dalam waktu dt momentum yang mengalir


keluar: = (.v.cos dA dt) . v
Dalam arah x:

(.v.cos dA dt) vx.

Maka momentum yang keluar kearah x persatuan waktu


adalah: = (.v.cos dA) vx
Untuk seluruh permukaan kontrol volume (KV):

.V .V . cos dA
x

Jadi jumlah resultan gaya pada arah x dalam KV adalah:


ME22
013

Fx

= Perubahan rata dari momentum dalam arah x


dalam KV + V. Vx .cos dA
A

Fx = t Vx dV + V. Vx .cos dA
V
A

Catatan: Pada aliran steady ( mantap ) di dalam KV


selalu diisi fluida yang mempunyai
density dan kecepatan yang konstan terhadap
waktu tidak ada perubahan terhadap waktu)
sehingga tidak ada perubahan momentum
dalam KV

Dalam kondisi steady flow:

ME22
013

Fx = V. Vx dA.cos
A

Gaya yang bekerja pada fluida:


Fp = gaya tekan, bekerja permukaan fluida.
Fs = gaya geser bekerja dalam arah tangesial pada
permukaan fluida.
Fg = gaya gravitasi, searah dengan gravitasi.
Untuk steady flow:

V.V

x . cos dA

Fx = ( Fp + Fs + Fg )

Untuk kompresibel = konstan.


Arah aliran dianggap

penampang sehingga:
_

( Fp + Fs + Fg ) = v Vx dA
A

.v A = m

( Fp + Fs + Fg ) = m( Vout Vin )x

ME22
013

APLIKASI PERSAMAAN ENERGI


(PERSAMAAN BERNOULLI)
P0=P2=atm
tekanan gauge = 0

ME22
013

Persamaan aliran dari titik. 1 2


p1 V12
p 2 V22
+
+ h1 =
+
+ h2
2g

2g

ME22
013

Batasan-batasan dalam pemakaian persamaan Bernoulli.


1. Berlaku pada inkompresibel fluida dimana konstan
pada dua kondisi yang diinginkan.
2. Tidak ada peralatan lain diantara dua titik yang
dihitung, yang dapat menambah atau mengurangi
enerji.
3.Tidak ada perpindahan panas/kalor diantara dua titik
tersebut.
4.Tidak ada enerji yang hilang karena gesekan.

Tekanan hidrostatik pada titik 1.

ME22
013

p1 = p o + p g ( h o h1 ).
p1
p 2 V22
+ h1 =
+
+ h2

2g
V22 p1 p 2
p o + g( h o h1 ) p 2
=
+ ( h1 h 2 ) =
+ ( h1 h 2 )

2g
V22
= h o h1 + h1 h 2 = h o h 2
2g
V2 = 2g( h o h 2 )

2. Venturi Tube
Untuk menghitung kapasitas.

ME22
013

antara titik 1 dengan titik 2:


p1 V12
p 2 V22
+
+ h1 =
+
+ h2

2g

2g
p1 p 2 V22 V12
=

2g
2
p1 p 2 = ( V2 V12 )
2

Persamaan Kontinyuitas
A1V1 = A2V2

A1
V2 =
V1
A2

ME22
013

ME22
013

2
2

A1 2
1
2
2
2( p1 p 2 ) =
1
V1 V1 = V1
A2
A2

V1 =

2( p1 p2 )
2

A1

1
A2

3.Pitot Tube

ME22
013

p1 = .g.h1
p2 = .g.h2
p2 - p1 = (h2-h1)
Catatan: Piezometer digunakan untuk mengukur, tekanan
statis (fluida diam). Pitot tube digunakan untuk
mengukur tekanan dinamis ( fluida yang
mengalir).

Hukum Bernoulli pada aliran 1 2

ME22
013

p2
V22
p1
V12
+
+ h1 =
+
+ h2

2g
2g
p2
p1
V12
=
+

2g

h1 = h 2
V2 = 0

V1
p 2 p1
h 2 h1
=
=

2g

V12
= h 2 - h1

2g

Koefisien buang -(discharge coeffisien).

Kapasitas theoritis:

Qth = A1V1

ME22
013

ME22
013

Kapasitas aktuilnya sebenarnya lebih kecil dari kapasitas


theritisnya, ini diakibatkan adanya boundary layer.
Qaktual = Cd x Qth = Cd.A1.V1

Q = Cd.A1
Dimana:

2( p1 p2 )
2

A1

Cd = discharge coefficient.
Cd = 0,95 - 0,99
(p1 - p2) = Pada umumnya beda tekanan dapat
langsung dilihat pada pipa.

Orifice Plate

ME22
013

Gunanya untuk mengukur kecepatan. Pancaran aliran


mengecil (converge) pada Vena Contracta (titik 2).
A '2
= contraction coefficient = Cc.
A2

ME22
013

Dengan memakai persamaan Bernoulli dari titik ke titik 2.


Dengan persamaan pada venturi tube.
V1 =

VTH =

2( p1 p 2 )
A 2
1 1

A 2

2( p1 p 2 )
A 2
1 1
A 2

dimana V1 diganti VTH

QTH = A2.V2TH

Yang pada kenyataannya tidak mencapai nilai di atas


V2' = CvV2TH

Q =
Q = Cc.A2.Cv.V2TH
= Cc.Cv.A2.V2TH
'
'
A 2 . V2TH

dimana:

ME22
013

Cd = Cc.Cv
Q = Cd.QTH

Aliran Tunak Melalui Orifis Kecil

ME22
013

Pada analisis terdahulu dianggap permukaan fluida


di dalam tangki tidak bergerak turun (kecepatan aliran di
dalam tangki = 0). Asumsi tersebut berdasarkan pada
anggapan bahwa jumlah fluida di dalam tangki sangat
besar dibandingkan dengan aliran yang keluar dari orifis
kecil. Dalam bagian ini akan dianalisis kondisi yang
sebenarnya, dimana permukaan fluida di dalam tangki
akan bergerak turun sesuai dengan besarnya kapasitas
yang keluar melalui orifis.

ME22
013

ME22
013

Kecepatan fluida yang mengalir pada suatu orifis dengan


permukaan konstan,

v = Cd 2 gh
sehingga kapasitas yang mengalir : a v = a Cd 2 gh
Untuk permukaan yang bergerak turun dari h1 ke h2 ,

A dh dt = a Cd 2 gh; tanda minus menunjukkan


arah ke bawah.

A dh = a Cd 2 gh dt

ME22
013

t = dt =

t=

2A
a Cd

A
a Cd

h
(
2g

h2

2g

12

dh

h1

h2

Jika ada aliran masuk secara konstan ke dalam tangki


sebesar Q (volume/waktu), maka :

ME22
013

A dh = Q dt q dt

ME22
013

q = a Cd 2gh

A dh = Q a Cd 2 gh dt
h2

t = dt =

h1

A dh
Q a Cd 2gh

sehingga :

Q a Cd 2 gh1

ln

t=

Q
2
Q a C 2 gh + a Cd 2 g h1 h2

a Cd 2 g
2
d

2A

ME22
013

Aliran fluida dari satu tangki ke tangki yang lain melalui


sebuah orifis,

H adalah perbedaan permukaan tangki 1 dan 2 untuk


setipa saat. Pada tangki 1 setiap perubahan waktu dt
akan terjadi perubahan permukaan dh, sehingga
perubahan dH = dh + dh.(A1/A2). Waktu yang
diperlukan untuk perubahan perbedaan permukaan dari
h2 ke h2 adalah :
ME22
013

A1 dh dt = a Cd 2 gh ; tanda minus menunjukkan

arah ke bawah

A1 dh = a Cd 2 gh dt

dH
= a Cd 2 gh dt
A1

A1
1 +

A2

h1
A1
dH

t=

A1 h2 H
a Cd 2 g 1 +

A2

t=

2 A1 h1 h2
a Cd

A1
2 g 1 +

A2

ME22
013