BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelayanan publik merupakan tanggungjawab pemerintah dan dilaksanakan oleh instansi
pemerintah, baik itu di pusat, di Daerah, dan dilingkungan Badan Usaha Milik Negara.
Pelayanan publik berbentuk pelayanan barang publik maupun pelayanan jasa.
Salah satu bentuk pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah adalah
pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat. Reformasi dibidang kesehatan dilaksanakan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan dan menjadikannya lebih efisien, efektif serta dapat
dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Seperti yang tertuang dalam Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia No. 951/Menkes/SK/VI/2000 yaitu bahwa “tujuan pembangunan
kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal”. Dengan meningkatnya
tingkat pendidikan dan keadaan sosial dalam masyarakat maka, meningkat pula kesadaran akan
arti hidup sehat dan keadaaan tersebut menyebabkan tuntutan masyarakat akan pelayanan
kesehatan yang bermutu, nyaman dan berorientasi pada kepuasan konsumen semakin mendesak
dimana diperlukan kinerja pelayanan yang tinggi.
Adapun proses pelayanan kesehatan dan kualitas pelayanan berkaitan dengan tingkat
kebugaran para pekerja di instansi kesehatan tersebut. Aktivitas fisik, yang ternyata sangat
berpengaruh terhadap tingkat kesegaran jasmani seseorang, merupakan bagian yang kompleks
dari kebiasaan hidup manusia. (Andersen, 1978).
Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) sebagai salah satu sarana kesehatan yang
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tentu harus memiliki tingkat kesehatan
secara fisik yang baik agar dapat menjalankan peran yang sangat strategis dalam mempercepat
peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, selain puskesmas dituntut untuk
memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan bagi pasiennya namun para pekerja
puskesmas juga harus memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik.
Puskesmas ciledug adalah salah satu Puskesmas di pemerintahan Kota Tangerang. Dan
untuk mecapai derajat kesehatan yang optimal yang memuaskan bagi pasien melalui upaya

kesehatan perlu adanya pengukuran bagaimana tingkat kebugaran para pegawai puskesmas
ciledug.
B. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan yang akan dibahas yaitu
Bagaimana Gambaran Tingkat Kebugaran Para Pekerja PUSKESMAS CILEDUG.

C. Tujuan
Sesuai dengan pokok permasalahan yang ada, tujuan penelitian ini yaitu untuk
menggambarkan Tingkat Kebugaran Para Pekerja PUSKESMAS CILEDUG.
D. Manfaat
Manfaat dalam penelitian ini mengarah kepada aspek berikut :
1. Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi civitas akademik mengenai tingkat
Tingkat Kebugaran Para Pekerja PUSKESMAS CILEDUG.
2. Puskesmas
Secara praktis, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan masukan kepada puskesmas Ciedug,
dalam hal ini pihak manajemen Puskesmas Ciledug tentang Tingkat Kebugaran Para Pekerja
PUSKESMAS CILEDUG.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
a.

Konsep Analisis
Pengertian analisis dalam kamus Bahasa Indonesia (1990 : 32) adalah : Penyelidikan
terhadap suatu peristiwa (perbuatan) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab
musabab) dimana penguraian suatu pokok atau berbagai bagian untuk memperoleh pengertian
yang tepat dan pemahaman arti secara keseluruhan.
The Liang Gie (1989 : 26) mengemukakan pengertian analisis sebagai berikut : Analisis
adalah segenap rangkaian perubahan pikiran yang menelaah sesuatu secara mendalam terutama
mempelajari bagian-bagian dari suatu kebulatan untuk mengetahui ciri- ciri masing–masing
bagian, hubungannya satu sama lain dan peranannya dalam keseluruhan yang bulat itu.
Di bidang Administrasi analisis yang dilakukan itu tergolong dalam pengertian logical
analysis (analisis dengan pikiran menurut logika) untuk dibedakan dengan analisis dalam ilmu
alam atau kimia (physycal atau chemical analysis).
Selanjutnya Komaruddin (1994 : 31) mengemukakan pengertian analisis sebagai berkut :
Analisis adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi komponen,
sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungannya satu sama lain dan fungsi
masing-masing dalam suatu keseluruhan.
Dari pengertian di atas, maka analisis menyangkut beberapa unsur pokok antara lain sebagai
berikut :
1. Analisis merupakan suatu perbuatan atau rangkaian perbuatan yang didasari pikiran yang logis
mengenai suatu hal yang ingin diketahui.
2. Mempelajari bagian pembagian secara rinci dan cermat sehingga apa yang ingin diketahui
menjadi gambaran yang utuh dan jelas.
3. Ada tujuan yang ingin dicapai yaitu pemahaman yang tepat terhadap sebuah objek kajian.
Menurut Handoko (2000 : 24) analisis secara sistematik adalah mengumpulkan, mengevaluasi
dan mengorganisasi informasi tentang sesuatu pekerjaan-pekerjaan.
b. Konsep Kinerja

pencapaian kerja. sosial dan keagamaan). kelompok dan organisasi makin dekat mereka terhadap prestasi yang diharapkan makin efektif kita menilai mereka”. pelaksanaan kerja. Gibson dkk (1990 : 11) menyatakan bahwa “Penilaian yang kita buat sesuai dengan prestasi individu. Adapun pengertian kinerja secara formal menurut yulia (1997 :72) yaitu Kualitas dan kuantitas dari pencapaian tugas-tugas. . prestasi yang diperlihatkan. Kinerja dapat dilihat dari berbagai sudut pandang tergantung kepada tujuan masingmasing organisasi misalnya untuk profit ataukah untuk customer satisfaction. baik yang dilakukan individu. bisnis. Samsudin (2005:159) menyebutkan bahwa: Kinerja adalah tingkat pelaksanaan tugas yang dapat dicapai seseorang. Untuk dapat melakukan penilaian terhadap efektivitas atau kinerja ini. istilah kinerja digunakan bila seseorang menjalankan suatu proses dengan terampil sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada. kemampuan kerja. Menurut Gomes (1999 : 159-160). dan juga tergantung pada bentuk organisasi itu sendiri (misalnya organisasi publik. unjuk kerja atau penampilan kerja”. swasta. Sementara menurut Sedarmayanti (2001:50) bahwa: “Kinerja merupakan terjemahan dari performance yang berarti prestasi kerja. kata kinerja berarti suatu yang hendak dicapai. kinerja sering dihubungkan dengan tingkat produktivitas yang menunjukkan resiko input dan output dalam organisasi. Kinerja bahkan dapat dilihat dari sudut performansi dengan memberikan penekanan pada nilai efisiensi yang dikaitkan dengan kualitas output yang dihasilkan oleh para pegawai berdasarkan beberapa standar yang telah ditetapkan sebelumnya oleh organisasi yang bersangkutan. maupun organisasi.Secara etimologi. Dalam Dictionary Contemporary English Indonesia. Kinerja selalu merupakan tanda keberhasilan suatu organisasi dan orang-orang yag ada dalam organisasi tersebut. Adapun definisi kinerja menurut Dharma (1991 : 1) “kinerja atau prestsi kerja adalah suatu yang dihasilkan atau produk atau jasa yang dihasilkan atau yang diberikan oleh seseorang atau sekelompok orang”. kelompok. unit atau divisi dengan menggunakan kemampuan yang ada dan batasan-batasan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan.

Swanson (Keban 2008 : 211) membagi kinerja atas tiga tingkatan yaitu : 1. Berman (keban 2008 : 209) mengartikan kinerja sebagai “Pemanfaatan sumber daya secara efisien dan efektif untuk mencapai hasil”. 2. Menurut Pamungkas dalam makalah seminar kinerja organisasi publik oleh Atmoko menjelaskan bahwa kinerja adalah penampilan cara-cara untuk menghasilkan suatu hasil yang . Ada juga yang memberikan pengertian kinerja sebagai pelaksanaan suatu fungsi. Pengembangan kinerja secara ekstensif mengandung maksud bahwa lebih banyak bidang kerja yang diikutsertakan dalam pengukuran kinerja. Kinerja individu menggambarkan sampai seberapa jauh seseorang telah melaksanakan kegiatan-kegiatan pokoknya sehingga mencapai hasil sebagaimana ditetapkan oleh institusi. 3. Menurut Pollit dan Boukaert (Keban 2008 : 209) mengemukakan dalam praktek pengukuran kinerja dikembangkan secara ekstensif. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja hanya mengacu pada serangkaian hasil yang diperoleh seorang pegawai selama periode tertentu dan tidak termasuk karakteristik pribadai pegawai yang dinilai. unit. Untuk mengetahui prestasi sebuah organisasi tentu memerlukan ukuran atau kriteria sebagai indikator keberhasilan yang ingin dicapai. organisasi yang memiliki output yaitu kualitas dan kuantitas atau the Degre Of Accomplishment. sedangkan pengembangan secara eksternal diartikan lebih banyak pihak luar yang diperhitungkan dalam pengukuran kinerja.Gibson dkk (1990 : 6) berpendapat bahwa sebagai prasyarat terbentuknya kinerja yang tinggi adalah adanya perubahan sikap dan perilaku positif. pengembangan kinerja secara intensif dimaksudkan bahwa lebih banyak fungsi-fungsi manajemen yang diikut sertakan dalam pengukuran kinerja. Kinerja dapat juga diartikan sebagai hasil atau prestasi yang dicapai oleh individu. Kinerja proses menggambarkan apakah suatu proses yang dirancang dalam organisasi memugkinkan organisasi tersebut mencapai misinya. seperti yang dikemukakan oleh Whitmore (1997 : 104) “Kinerja adalah pelaksanaan fungsi-fungsi yang dituntut dari seseorang. intensif dan eksternal. Bernardin dan Russel (Keban 2008 : 210) mendefinisikan kinerja pada aspek yang ditekankan adalah catatan tentang outcome atau hasil akhir yang diperoleh setelah suatu pekerjaan atau aktivitas dijalankan selama kurun waktu tertentu. Kinerja organisasi berkenaan dengan sampai seberapa jauh suatu institusi telah melaksanakan semua kegiatan pokok sehingga mencapai misi atau visi organisasi.

Menurut Lenvine yang dikutip oleh Atmoko dalam makalah Standar Operasional Prosedur dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah mengemukakan tiga konsep yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja organisasi publik. wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam suatu kerja sama. Penilaian terhadap kinerja dapat dijadikan sebagai ukuran keberhasilan suatu organisasi dalam kurun waktu tertentu. Responsibilitas ( Responsibility): pelaksanaan kegiatan organisasi publik dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar atau sesuai dengan kebijakan organisasi baik yang implisit atau eksplisit. dan oleh masyarakat. para pejabat politis. yakni : 1. 2. 3. Penilaian dilakukan dengan mencocokkan pelaksanaan kegiatan dan program organisasi dengan prosedur administrasi dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam organisasi. Akuntabilitas (accountability): menunjuk pada seberapa besar kebijakan dan kegiatan perusahaan tunduk pada para pejabat politik yang ditunjuk oleh rakyat. kinerja adalah konsep utama organisasi yang menunjukkan seberapa jauh tingkat kemampuan pelaksanaan tugas-tugas organisasi dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan. seperti penilaian dari wakil rakyat. sedangkan data masyarakat pengguna jasa dipergunakan untuk mengidentifikasi demand dan kebutuhan masyarakat. Tujuan berkaitan dengan arah yang hendak ditempuh organisasi karena itu tujuan organisasi harus direncanakan sebaik mungkin dengan melibatkan anggota organisasi.diperoleh dengan aktivitas yang dicapai dengan suatu unjuk kerja. Responsibilitas dapat dinilai dari analisis terhadap dokumen dan laporan kegiatan organisasi. . Struktur berkaitan dengan hubungan-hubungan logis antara berbagai fungsi dalam organisasi termasuk juga semua kegiatan pembagian kerja kedalam satuan-satuannya dan koordinasi satuan-satuan tersebut. Penilaian tersebut dapat juga dijadikan input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja organisasi selanjutnya. mulai dari perumusan sampai pada pelaksanaan atau upaya pencapaiannya. Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang mewujudkan pola tetap dari hubungan-hubungan diantara bidang-bidang kerja maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan. Data akuntabilitas dapat diperoleh dari berbagai sumber. Responsivitas ( Responsiveness): menggambarkan kemampuan organisasi publik dalam menjalankan misi dan tujuannya terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. data organisasi dipakai untuk mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan dan program organisasi. Dengan demikian. Penilaian responsivitas bersumber pada data organisasi dan masyarakat.

Kecepatan pelayanan. 7. 3. perilaku dan sebagainya.PAN/2/2004. 8. Tentang pedoman penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayanan instansi pemerintah. 5. yaitu pelaksanaan pelayanan dengan tidak membedakan golongan atau status masyarakat yang dilayani.Mekanisme tata kerja adalah sesuatu yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berhubungan dan membentuk satuan tersebut. yaitu sikap dan perilaku petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sopan dan ramah serta saling menghargai dan menghormati. pertemuan formal. 9. aturan. Tanggung jawab petugas pelayanan. 4. yaitu target waktu pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan oleh unit penyelenggara pelayanan. . untuk mengukur kinerja pelayanan publik secara eksternal melalui keputusan Menpan No. Prosedur pelayanan. yaitu keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan (nama. yaitu kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku. agenda. yaitu persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya. Keadilan mendapatkan pelayanan. dan membantu memonitor kerja organisasi sehingga dapat diketahui apakah suatu kegiatan berjalan baik atau buruk. yaitu kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan. organiasi. yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan. Kesopanan dan keramahan petugas. Mekanisme dapat mengacu pada barang. Kedisiplinan petugas pelayanan. Persyaratan pelayanan. terdapat 14 indikator kriteria pengukuran kinerja organisasi sebagai berikut : 1. Unsur-unsur penting dalam mekanisme tata kerja meliputi. jabatan serta kewenangan dan tanggung jawabnya). aktivitas dan tersedianya sarana atau alat yang mungkin ditemukan untuk membantu orang-orang untuk bekerja sama. 25/KEP/M. Mekanisme tata kerja akan sangat bermanfaat bagi 14 organisasi dalam hal membantu koordinasi dan integrasi kerja. prosedur kebijakan. Kejelasan petugas pelayanan. 6. yaitu tingkat keahlian dan keterampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan atau menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat. Kemampuan petugas pelayanan. dan penemuan kreativitas pegawai secara spontan untuk memecahkan permasalahan dalam bekerja. 2.

Suatu cara untuk mengidentifikasi masalah-masalah kinerja untuk membantu perusahaan memenuhi segenap perlu. dan para karyawan dapat diarahkan pada titik yang 2. unit kerja. 14. membantu para staff melakukan pekerjaan mereka secar lengkap dan menguasai persoalan. 5. Perlu ditekankan bahwa keefektifan kinerja seseorang tergantung pada organisasi itu sendiri. . Kewajaran biaya pelayanan. pengukuran kinerja organisasi publik dapat dilakukan secara internal dan eksternal. 3. 13. yaitu pelaksanaan waktu pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. rapih dan teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima pelayanan. yaitu terjaminnya tingkat keamanan lingkungan unit penyelenggara pelayanan ataupun sarana yang digunakan sehingga masyarakat merasa tenang untuk mendapatkan pelayanan terhadap resiko-resiko yang diakibatkan dari pelaksanaan pelayanan. strategi pengembangan karyawan dan pelatihan. sedangkan penilaian keluar (eksternal) dilakukan dengan mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh organisasi. Bagi organisasi. Suatu cara untuk mengkoordinasikan kerja agar tujuan dan sasaran organisasi. yaitu keterjangkauan masyarakat terhadap besarnya biaya yang ditetapkan oleh unit pelayanan. Suatu cara untuk mengidentifikasikan masalah dalam proses-proses yang menghalangi organisasi untuk menjadi lebih efektif. Penilaian secara internal adalah mengetahui apakah proses pencapaian tujuan sudah sesuai dengan rencana bila dilihat dari proses dan waktu. strategi dan tujuan. atau produktivitasnya ditambah. Seperti juga dikemukakan oleh Robert Bacal (2002:120) dalam bukunya Performance Management. Keamanan pelayanan. Informasi untuk membuat keputusan-keputusan promosi. Berdasarkan pada uraian di atas. 12. yaitu kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih. menyebutkan bahwa manajemen kinerja harus memberikan : 1. Kepastian biaya pelayanan. apakah mempunyai kejelasan misi. yaitu kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang ditetapkan. Kenyamanan lingkungan. Kepastian jadwal pelayanan. Informasi agar manajer dan penyedia dapat mencegah terjadinya masalah.10. 4. 11. kinerja yang efektif berarti output tetap dipertahankan meskipun jumlah pekerjaannya sedikit.

mendiagnosis penyebabnya. dan mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.6. Dari beberapa uraian diatas. Pengukuran ketepatan waktu merupakan jenis khusus penyelesaian suatu kegiatan. Suatu metode untuk memberikan umpan balik secara berkala dan terus menerus kepada para karyawan. Suatu cara untuk mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan. c. yaitu : 1. serta menunjukkan apa dan bagaimana kedudukan pekerjaan para karyawan itu dalam gambaran yang menyeluruh. Ke sepuluh poin di atas membantu mengarahkan manajemen kinerja pada tujuan memperbaiki kinerja organisasi dan semua orang. 2. Ketepatan waktu. 9. terdapat dua kategori dalam pendefinisian kinerja. dengan memberikan penjelasan tentang apa yang diharapkan dalam kerja. adalah mutu yang dihasilkan. 3. Suatu cara untuk merencanakan berbagai aktivitas pengembangan diri dan pelatihan karyawan. Suatu cara untuk mengkoordinir semua karyawan yang bertangung jawab pada seorang manejer yang sama. Mencerminkan pengukuran tingkat “kepuasan“. yakni seberapa baik penyelesaiannya. mengatakan bahwa hampir semua cara pengukuran kinerja mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Suatu cara bagi para manejer untuk bekerja sama dengan para karyawan. 10. Kuantitas. Indikator Kinerja Menurut Agus Darma. adalah sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan. Pengukuran kinerja secara organisasi. 7. dengan cara mendukung motivasi mereka. yaitu jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai. dalam mengidentifikasi wilayah permasalahan. Pengukuran kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan. Ini berkaitan dengan jumlah keluaran yang dihasilkan. 8. Kualitas. Selain itu ada juga pengukuran kinerja menurut Wibowo adalah sebagai berikut : . menanamkan pemahaman bersama tentang apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan sendiri oleh karyawan. maka dalam pengukuran kinerja terdapat dua kategori pula. Pengukuran kinerja secara individual 2.

Kuantitas pekerjaan Jumlah pekejaan yang dihasilakan atau dilakukan. jumlah barang. dan ditandakan seperti nilai uang. Kualitas pekejaan Nilai dimana proses atau hasil dari ketelitian dalam melaksanakan pekerjaan kesempurnaan pekerjaan itu sendiri 2. 2. 3. produktivitas merupakan hubungan antara jumlah output dibandingkan dengan sumber daya yang dikonsumsi dalam memproduksi output. dan cacat per unit. Cycle Time Cycle time menunjukkan jumlah waktu yang diperlukan untuk maju dari satu titk ke titik lain dalam proses. Indikator kinerja Menurut Bernadin & Russel bahwa dalam mengukur kinerja pegawai diperlukan indikator antara lain: 1. komputer. atau pada waktu yang ditentukan. Kualitas Pada kualitas biasanya termasuk baik ukuran internal seperti susut. Produktivitas Produktivitas biasanya dinyatakan sebagai hubungan anatara input dan output fisik suatu organisasi. 5. 3. ukuran ketepatan waktu mengukur apakah orang melakukan apa yang dikatakan akan dilakukan. Biaya Ukuran biaya terutama berguna apabila dilakukan kalkulasi dalam dasar per unit. Oleh karena itu. Pada dasarnya. kendaraan dan bahkan orang. maupun ukuran eksternal rating seperti kepuasan pelanggan atau penilaian frekuensi pemesanan ulang pelanggan.1. 4. Pemanfaatan sumber daya dapat diterapkan untuk mesin. . Ketepatan waktu Nilai dimana suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. 6. Pemanfaatn sumber daya Pemanfaatan sumber daya merupakan pengukuran sumber daya yang dipergunakan lawan sumber daya tersedia untuk dipergunakan. Pengukuran cycle time mengukur barapa lama sesuatu dilakukan. jumlah ditolak. Ketepatan waktu Ketepatan waktu menyangkut persentase pengiriman tepat waktu atau persentase pesanan dikapalkan sesuai dijanjikan. atau jumlah kegiatan yang telah di kerjakan atau yang terlaksana.

maka suatu produk atau jasa dikatakan tidak memuaskan. 1994 (Tjiptono dan Diana. yang mengandung pengertian bahwa suatu produk atau jasa harus dapat memenuhi apa yang diharapkan oleh pemakainya”.4. Defenisi kualitas yang dikemukakan oleh Juran. 2003:4) memberikan Defenisi kualitas yaitu “Suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk. Meningkatkan kualitas merupakan pekerjaan semua orang dalam organisasi. 2005:37) mengemukakan bahwa : Kualitas adalah memenuhi atau sama dengan persyaratannya. Goetsch dan Davis. Kualitas adalah menjaga janji pelayanan agar pihak yang dilayani merasa puas dan diuntungkan. proses lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan”. Persyaratan itu sendiri dapat berubah sesuai dengan keinginan pelanggan. Konsep Kualitas Definisi mengenai kualitas cukup banyak namun sebenarnya defenisi tersebut antara satu dengan yang lain hampir sama artinya. Jasep M. Sedangkan dalam Crosby. Tantangan utama yang dihadapi . haruslah terjalin kerjasama antar pegawai d. Nasution. Kebutuhan akan pengawasan Dimana pegawai tanpa ragu untuk meminta bantuan atau petunjuk dari supervisor untuk melaksanakan pekerjaan akan terhindar dari kekelirun yang berakibat buruk bagi organisasi 6. Fandy. kebutuhan organisasi pemasok dan sumber pemerintah. manusia. 2000:53) mendefinisikan kualitas dengan menyatakan bahwa: “ Kualitas sebagai cocok atau sesuai untuk digunakan (fitness for use). dalam hal ini mereka ingin diperlakukan secara profesional serta memperoleh pelayanan sesuai dengan yang mereka harapkan. tampak bahwa kualitas selalu berfokus pada pelanggan. Hubungan antar pribadi Dimana dalam meningkatkan kinerja pegawai. teknologi serta pasar atau pesaing”. jasa. (dalam Tjiptono. Philip B. Dengan demikian pelayanan yang diberikan untuk memenuhi keinginan pelanggan. (dalam M. Meleset sedikit saja dari persyaratannya. Pelayanan yang memuaskan sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya pasien di Puskesmas Batua Makassar mengingat pasien yang mempunyai keinginan yang selalu ingin dipenuhi dan dipuaskan.N. Berdasarkan beberapa pengertian yang telah disebutkan di atas. Efektivitas harga Dimana sumber daya organisasi dimaksimalkan sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik dengan jumlah biaya yang rendah 5.

menyiapkan atau menjamin keperluan seseorang atau kelompok orang. Pelayanan merupakan salah satu ujung tombak dari upaya pemuasan pelanggan dan sudah merupakan keharusan yang wajib dioptimalkan baik oleh individu maupun organisasi. . Sarana dan prasarana yang tidak memadai yang dimiliki oleh instansi sering menghambat pemberian pelayanan kepada pengguna jasa. Perihal cara melayani 2. Konsep Pelayanan Menurut petugas pelayanan. faktor kualitas SDM yang relatif rendah semakin menghambat pemberian pelayanan kepada masyarakat. Selain itu. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia. Kendala internal meliputi peralatan pendukung yang tidak memadai. Kemudahan yang diberikan sehubungan dengan jual beli barang/jasa. Karisma dalam Kamus Bahasa Indonesia (1997:571) Istilah pelayanan berasal dari kata “layan” yang artinya membantu menyiapkan atau mengurus segala apa yang diperlukan orang lain untuk perbuatan melayani. kata pelayanan diartikan sebagai berikut : 1. Kualitas SDM yang rendah tersebut ditandai dengan ketidakmampuan petugas memberikan solusi kepada pelanggan. Sianipar (1998 : 4) mengemukakan pengertian pelayanan sebagai berikut : Cara melayani. lamanya pemberian pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa disebabkan adanya kendala internal dan eksternal. kualitas SDM rendah dan koordinasi antar unit. Melayani adalah meladeni atau membantu mengurus keperluan atau kebutuhan seseorang sejak diajukan permintaan sampai penyampaian atau penyerahannya. Pelayanan jika dihubungkan dengan administrasi publik dapat didefinisikan sebagai kualitas pelayanan birokrat kepada masyarakat. Servis jasa 3. e. karena dari bentuk pelayanan yang diberikan tercermin kualitas individu atau organisasi yang memberikan pelayanan.Puskesmas Batua adalah bagaimana memadukan kualitas pelayanan yang prima dengan apa yang diharapkan oleh pasien untuk mewujudkannya maka kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan di Puskesmas Batua harus ditingkatkan.

pelayanan ini sifatnya selalu kolektif. sebab pelayanan kepentingan itu masih termasuk dalam rangka pemenuhan hak dan kebutuhan bersama yang telah diatur termasuk dalam pengertian pelayanan. Menurut Undang-undang nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayan Publik. 2004:3) yaitu: Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata ( tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan konsumen atau pelanggan. Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Pelayanan adalah cara melayani. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 81 Tahun 1993 tentang Pedoman Tata Laksana Pelayanan adalah: Segala bentuk pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di pusat. mengurus. dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dalam bentuk barang dan jasa. golongan. mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pelayanan public adalah: Menurut Nugroho (2004 : 75) mengatakan bahwa: Tugas Pelayanan Publik adalah memberikan pelayanan. membantu menyiapkan. menyelesaikan keperluan.Menurut The Liang Gie (1997 : 23) yang mendefinisikan pelayanan bagi masyarakat atau kegiatan dari organisasi yang dilakukan untuk mengamalkan dan mengabdikan diri kepada masyarakat. baik dalam rangka upaya pemenuhan pelaksanaan ketentuan peraturan perundang–undangan. terutama bagi organisasi yang berorientasi pada pelayanan jasa. di daerah. Artinya objek yang dilayani adalah masyarakat yang terdiri dari individu. dan organisasi (sekelompok organisasi). Adapun pengertian Pelayanan Publik menurut Kurniawan (2005 : 4) adalah “Pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepntingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tatacara yang ditetapkan”. Kegiatan pelayanan dalam suatu organisasi memiliki peran penting dan strategi. Pengertian pelayanan secara terinci yang dikemukakan oleh Gronroos (Ratminto dan Atik. kepada umum tanpa membeda-bedakan dan diberikan secara Cuma- . kebutuhan seseorang atau sekelompok orang. Hal itu tercermin pada pengertian pelayanan yang dikemukakan oleh Moenir (2000 : 12) sebagai berikut : Pelayanan adalah setiap kegiatan oleh pihak lain yang ditujukan untuk memenuhi kepentingan orang banyak.

Cuma atau dengan biaya sedemikian rupa sehingga kelompok paling tidak mampu menjangkaunya. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang–undangan. kebutuhan dan harapan masyarakat. Berdasarkan Keputusan Menpan Nomor 63 Tahun 2004 yang menyatakan asas–asas pelayanan sebagai berikut : 1. 3. Transparansi Bersifat terbuka. Pengertian pelayanan yang dikemukakan oleh Catherine Devrye ( 1997 : 10) dengan menggunakan servis adalah sebagai berikut : 1. 2. agama. karena hal tersebut merupakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Untuk dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengguna jasa. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada efisiensi dan efektifitas. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. ras. 6. gender. Pengabdian mereka yang kalah terhadap yang menang atau 2. Berdasarkan uraian diatas maka Puskesmas Batua perlu memberikan pelayanan yang baik atau pelayanan prima. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. 5. dan status ekonomi. Sehingga dalam melakukan pelayanan kepada konsumen atau masyarakat. Menjadi berguna. penyelenggaraan pelayanan harus memenuhi asas–asas pelayanan. menurut Catherine Devrye . Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masing–masing pihak. Berdasarkan kedua hal tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa servis atau pelayanan merupakan usaha yang dilakukan untuk melakukan persaingan dengan orang organisasi lain dengan cara persaingan–persaingan dalam hal pemberian pelayanan sehingga pelayanan yang diberikan dapat menjadi berguna bagi pelanggan atau konsumen. Partisipatif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi. 4.

Berdasarkan pengertian di atas. Dekatkanlah kesenjangan antara apa yang diharapkan konsumen dengan apa yang mereka rasakan mereka terima. maka sudah merupakan kewajiban setiap aparat atau karyawannya memberikan pelayanan terbaik. 3. 5. maka pelayanan bagi instansi atau lembaga pemerintah. Riset membuktikan bahwa persepsi konsumen tentang pelayanan yang baik secara langsung mempenagruhi garis dasar. Rekor tidak cukup berarti. baik dalam rangka upaya pemenuhan pelaksanaan ketentuan peraturan perundangundangan. Ciptakanlah pengalaman–pengalaman positif yang dapat diharapkan dengan konsistensi. Suatu instansi atau lembaga dalam operasioanalnya tidak terlepas dari penilaian atau respon masyarakat (konsumen) maupun posisinya sebagai mitra dalam hal mewujudkan efektivitas pelayanan. dan di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dalam bentuk barang dan jasa. yaitu : 1. di daerah. penuhi dan lampauilah harapan-harapan konsumen menguasai pasar. Pola pelayanan yang dimaksud adalah Pedoman TataLaksana Pelayanan Umum berdasarkan surat keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tersebut tercantum bahwa : Segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat. Dalam organisasi jasa sendiri saya akan mengembangkan servis dalam hal melampaui harapan–harapan. 2. maka konsumen atau masyarakat akan menjadi puas. Adapun syarat–syarat pelayan umum sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 81 Tahun 1993 adalah sebagai berikut : . Karena jika pelayanan yang diberikan dapat melampaui harapan–harapan yang diinginkan. Ke tujuh hal tersebut merupakan harapan yang diinginkan oleh setiap konsumen dalam menerima pelayanan. 7. 6. Antisipasilah perubahan harapan–harapan konsumen keistimewaan servis masa lalu akan menjadi norma besok. khususnya yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa.(1997 : 10) mengemukakan tujuh hal pokok yang perlu diperhatikan terhadap kepuasan konsumen. Tetapkan. 4. Bagi institusi pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik Puskesmas Batua Pada prinsipnya mengacu pada pola pelayanan umum yang sama.

Memahami pengertian pelayanan seperti yang termuat dalam Surat Keputusan Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. Apabila pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah terpaksa harus mahal. 81 / 1993. 2. Artinya pelayanan yang memuaskan adalah suatu tanggung jawab (kewajiban) pihak pemberi pelayanan dan merupakan hak dari pihak penerima layanan yang dibenarkan oleh ketentuan hukum. maka instansi pemerintah bersangkutan berkewajiban memberikan peluang kepada masyarakat untuk ikut menyelenggarakan sesuai peraturan perundang–undangan yang berlaku. kenyamanan. Penggunaan setiap bentuk pelayanan umum harus disesuaikan dengan kondisi berdasarkan ketentuan perundang–undangan yang berlaku tetap berpegang pada efisiensi dan efektivitas. 2. pada dasarnya mengembangkan dua fungsi utama dalam hal operasionalnya yaitu. Layanan umum bentuknya tidak terlepas dari tiga macam. Hal ini dikemukakan oleh Moenir (1995 : 190 – 196) dalam bentuk layanan dibawah ini : 1. Fungsi pelayanan teknis dan pelayanan administrasi. 3. Oleh karena itu. bidang layanan informasi dan bidang–bidang lain yang tugasnya memberikan penjelasan atau keterangan kepada siapa pun yang memerlukan. layanan melalui tulisan dan layanan dengan perbuatan. Puskesmas Batua Sebagai suatu institusi pemerintah yang salah satu bidang tugasnya menangani pelayanan kesehatan. 4. Layanan dengan lisan Layanan dilakukan dengan lisan dilakukan oleh petugas-petugas di bidang hubungan masyarakat (HUMAS).1. Fungsi pelayanan teknis merupakan tatacara yang digunakan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Mutu proses dan hasil pelayanan umum harus diupayakan agar dapat memberi keamanan. maka dapat dipahami bahwa instansi pemerintah yang berorientasi pada pelayanan umum harus memberikan pelayanan prima kepada yang dilayani. kelancaran dan kepastian hukum pelayanan umum yang dilaksanakan. pemerintah harus selalu memperhatikan keinginan masyarakat dan berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Hak dan kewajiban bagi pemberi maupun penerima pelayanan harus jelas dan diketahui secara pasti oleh masing–masing pihak. sedangkan pelayanan administrasi merupakan pelayanan pengurusan surat–surat atau dokumen– dokumen yang diberikan kepada pelanggan. kepastian. Pelayanan hendaknya memuaskan keinginan masyarakat. yaitu layanan dengan lisan. Layanan dengan tulisan .

Kedudukan dan fungsi Puskesmas 1). Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada msayarakat di . Fungsi a. Layanan tulisan terdiri atas dua golongan. Dalam hirarki pelayanan kesehatan. b. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat. Kedudukan dalam bidang administrasi. b.80% dilakukan oleh petugas-petugas tingkat menengah dan bawah. Kedua. c. Puskesmas merupakan perangkat Pemda/Kota dan tanggung jawab langsung baik secara teknis medis maupun secara administratif kepada dinas kesehatan kota. Kedudukan a. agar memudahkan mereka dalam berurusan dengan instansi atau lembaga. Layanan berbentuk perbuatan Layanan dalam bentuk perbuatan 70% . satu hal yang harus diperhatikan ialah faktor kecepatan. Jadi tujuan utama orang yang berkepentingan ialah mendapatkan pelayanan dalam bentuk perbuatan atau hasil perbuatan bukan sekedar penjelasan dan kesanggupan secara lisan. pertama layanan berupa petunjuk. penandatanganan dan pengiriman kepada yang bersangkutan). pemberitahuan. 3. Sebagai pusat pengembangan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. 2). layanan berupa reaksi tertulis atas permohonan. B. informasi dan yang sejenis ditujukan pada orang–orang yang berkepentingan. Layanan perbuatan dan layanan lisan sering bergabung. dan pelayanan sekaligus merupakan pos pelayanan terdepan dalam pelayanan pembangunan kesehatan masyarakat yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh. terpadu dan berkesinambungan pada masyarakat yang bertempat tinggal dalam wilayah tertentu (Depkes RI. Pengertian Puskesmas Puskesmas adalah pusat pengembangan pembinaan.Agar layanan tulisan ini memuaskan pihak yang dilayani. laporan. Karena itu faktor keahlian dan keterampilan petugas tersebut sangat menetukan terhadap hasil perbuatan atau pekerjaan. seseuai SKN maka Puskesmas berkedudukan pada tingkat fasilitas kesehatan pertama. b. Konsep Puskesmas a. 2001). keluhan. baik dalam pengelolaan masalah maupun dalam proses penyelesaiannya (pengetikan.

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) termasuk KB d. rasa tanggung jawab dan kreatifitas kerja yang dinamis melalui perkembangan falsafah mawas diri. Adapun program kesehatan dasar adalah minimal yang harus dilaksanakan setiap Puskesmas yang berkemas dalam Basic six yaitu : a. b. Pembinaan. yang paling dekat dengan masyarakat. d.wilayah kerjanya. pengembangan pemulihan. Hal ini dapat menimbulkan gairah kerja. Kerangka Konseptual . Upaya pelayanan kesehatan Puskesmas Dalam SKN disebutkan bahwa upaya pelayanan kesehatan dilaksanakan dan dikembangkan berdasarkan suatu bentuk atau pola upaya pelayanan kesehatan Puskesmas. Kesehatan lingkungan (Kesling) c. Promosi Kesehatan (Promkes) b. sehingga pembinaan dalam rangka perkembangan fungsi Puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah. c. Perbaikan Gizi e. Pemberantasan penyakit menular (P2M) f. Pengobatan c. Untuk melakukan fungsi tersebut Puskesmas melakukan kegiatan: a.Ruang lingkup stratifikasi Puskesmas dikelompokkan dalam empat aspek yaitu: Hasil kegiatan Puskesmas dalam bentuk cakupan masing-masing kegiatan Hasil dan cara pelaksanaan manajemen kesehatan Sumber daya yang tersedia di Puskesmas Keadaan lingkungan yang mempengaruhi pencapaian hasil kegiatan Puskesmas. dalam rangka perkembangan fungsi Puskesmas. Pengawasan. Pelayanan kesehatan melalui Puskesmas di kecamatan merupakan upaya menyeluruh dan terpadu. Perencanaan program kesehatan di wilahnya. Pergerakan pelaksanaan kegiatan. pengendalian dan penelitian kegiatan. 3). peran serta masyarakat dan rujukan upaya kesehatan. pengembangan dengan pelayanan Puskesmas diselenggarakan melalui 18 kegiatan kelompok. Stratifikasi Puskesmas Stratifikasi Puskesmas adalah upaya untuk melaksanakan penilaian prestasi kerja Puskesmas.

ketepatan waktu. kualitas pekerjaan. Untuk mengukur Kinerja Pelayanan Puskesmas Batua Makassar. Untuk lebih jelasnya digambarkan sebagai berikut: . kuantitas pekerjaan. dan kecepatan dalam bekerja. maka penulis menggunakan tiga indikator tersebut. dan dari segi ketepatan waktu diukur dari ketepatan waktu dalam menyelesaiakan pekerjaan.Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Agus Dharma ada tiga indikator dalam menilai kinerja yaitu. Dari segi kualitas pekerjaan diukur dari hasil pekerjaan yang sesuai dengan harapan pasien. Dari segi Kuantitas diukur dari hasil pekerjaan.

Ada tiga cara dalam mengukur kinerja: a) Kuantitas. E. B. penulis mengambil sampel dari populasi yang ada. Pengukuran kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan. C. adapun populasi dalam penelitian ini adalah 266 pasien per hari. Kota Makassar. yaitu jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai. Populasi Dalam penelitian ini populasi adalah keseluruhan individu yang mendapatkan pelayanan rawat jalan pada Puskesmas Batua. bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. . Populasi dan Sampel 1. Pendekatan ini digunakan karena sesuai dengan objek dan pokok permasalahan yang akan diteliti yang memerlukan suatu pengamatan dan pemahaman yang cermat dan seksama terhadap objek peneliti. Defenisi Operasional 1. Penetuan unit analisis ini didasarkan pada pertimbangan bahwa objek penelitian adalah kinerja pelayanan yang dilakukan di Puskesmas Batua Makassar. Tipe dan Dasar Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dimana dalam penelitian ini dilakukan hanya bersifat deskriptif yang memberikan gambaran tentang permasalahan yang akan diteliti dalam bentuk angka-angka. Sampel Untuk mempermudah dalam pengumpulan data. Sugiyono (2005:96). Adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2011 sampai dengan Mei 2011 di Puskesmas Batua yang terletak di Kecamatan Manggala.BAB III METODE PENELITIAN A. 2. jenis sampel yang digunakan adalah sampel insidensial yaitu penentuan sampel secara „kebetulan‟ yaitu siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Unit Analisis Unit analisis penelitian ini adalah “organisasi”. D. Menurut Dharma (1991 : 1) “kinerja atau prestsi kerja adalah suatu yang dihasilkan atau produk atau jasa yang dihasilkan atau yang diberikan oleh seseorang atau sekelompok orang”.

c) Ketepatan waktu. Kecepatan kerja CB KB Kualitas STB yang SM Pekerjaan Kinerja dilakukan Pegawai dengan sesuai M harapan CM pasien Ketepatan waktu Likert Ketepatan KM STM waktu SB dalam B menyelesaikan CB pekerjaan KB Likert STB Tingkat pengukuran indikator di atas dijabarkan dengan lima pilihan yang disesuaikan dengan pernyataan/pertanyaan yang diberikan pada responden. Hasil pekerjaan B 2. Teknik ini digunakan untuk mengambil data primer. yakni seberapa baik penyelesaiannya. Operasionalisasi Konsep Variabel Dimensi Indikator Kuantitas Kategori Tingkat SB Pengukuran Likert 1. G. Instrument Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini.b) Kualitas. F. yaitu: 1) Kuesioner (angket) Teknik pengumpulan data yang berisi rangkaian pertanyaan tertulis mengenai pokok permasalahan yang diteliti dengan mengacu pada variabel–variabel penelitian untuk mendapatkan informasi dari para responden. Indikatornya yaitu Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. yaitu mutu yang dihasilkan. 2) Telaah Dokumen . adalah sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan. Dalam hal ini mencerminkan pengukuran tingkat kepuasan.

Jenis dan Sumber Data Jenis sumber data terdiri dari : 1) Data Primer. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan metode tabel frekuensi. yaitu data pendukung data yang diperoleh dari literatur–literatur dan dokumen–dokumen serta laporan–laporan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. I . yaitu data yang diperoleh langsung dari para responden (pasien yang berobat) 2) Data sekunder.9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan (lembaran Negara tahun 1960 no. 1. Kelurahan Tello Baru .Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan mengkaji dokumen-dokumen baik berupa buku referensi maupun peraturan atau pasal yang berhubungan dengan penelitian ini. yaitu: 1) Kuesioner (angket) Teknik pengumpulan data yang berisi rangkaian pertanyaan tertulis mengenai pokok permasalahan yang diteliti dengan mengacu pada variabel–variabel penelitian untuk mendapatkan informasi dari para responden. H. BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Puskesmas Batua Puskesmas Batua sesuai dengan Undang-Undang No. yaitu menganalisa data Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. 131 tambahan lembaran negara no 2068 sebagai Puskesmas Pendukung Inpres No. 2) Telaah Dokumen Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan mengkaji dokumen-dokumen baik berupa buku referensi maupun peraturan atau pasal yang berhubungan dengan penelitian ini. Teknik ini digunakan untuk mengambil data primer.4 tahun 1976-1977 dengan wilayah kerja mencakup : disebut Puskesmas Panakkukang.

338.Manggala : 11 RW 2. Batua terdapat 11 RW dan 53 RT . Kelurahan Antang 4. Kelurahan Karuwisi Pemekaran wilayah kelurahan di Kota Makassar yang mana ditetapkan beberapa Puskesmas pembantu ditetapkan sebagai Puskesmas sehingga wilayah kerja Puskesmas Batua menjadi 4 kelurahan yaitu : 1.Kel. Tello Baru terdapat 11 RW dan 48 RW . Kecamatan Panakkukang meliputi Kelurahan Batua dan Tello Baru. Kelurahan Borong Kec Manggala 3.01km.2. . Kelurahan Batua Kec. Kelurahan Batua Kec. tepatnya di Kelurahan Batua Kecamatan Manggala yang dapat dicapai dengan kendaraan umum.Kel.Sirua No.Kel. Kelurahan Borong Kec. Batas-Batas Wilayah Kerja Puskesmas Batua Wilayah kerja Puskesmas Batua yang meliputi Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Manggala. Manggala 2. Abdullah Dg. tepatnya Jl.Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Panaikang. Borong terdapat 11 RW dan 58 RT . Kelurahan Paropo Kec Panakkukang 4.Kel. Kelurahan Tamangapa 5. . Kelurahan Tello Baru Kec Panakkukang : 11 RW 4. Panakkukang : 10 RW dengan luas kerja 1017. Paropo terdapat 10 RW dan 49 RT Adapun batas-batas wilayah kerja Puskesmas Batua adalah : . sedangkan Kecamatan Manggala meliputi Kelurahan Borong dan Kelurahan Paropo dengan jumlah RW dan RT sebagai berikut : . Manggala : 11 RW 3. Kelurahan Paropo Kec. Kelurahan Panaikang 3. Gambaran Umum Lokasi Puskesmas Batua terletak sekitar 10 km sebelah kanan kota Makassar. Wilayah kerja puskesmas meliputi dua kecamatan dan empat kelurahan yaitu : 1. Kelurahan Tello Baru Kec Panakkukang B. C.Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Antang.

No.Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Tamalate.. Tello Baru (Jiwa) 8780 (ha/m) 227 38 2. Batua 16806 301 55 4.Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Pandang dan Kelurahan Karang Puang. Paropo 12673 194 65 3. Borong 12853 Total 51112 584 Sumber : Puskesmas Batua Makassar 132 97 225 Jumlah penduduk pada wilayah kerja Puskesmas Batua adalah sebesar 51112 jiwa dimana yang tertinggi terdapat di kelurahan batua dengan jumlah penduduk sebesar 38 jiwa/ha/m2. sedangkan rata-rata kepadatan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Batua adalah 56 jiwa/ha/m. BAB V . . Kelurahan Jumlah Luas Penduduk Wilayah Kepadatan 1. D. Keadaan Demografis Jumlah Penduduk Tabel 1 Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelurahan Pada Puskesmas Batua Tahun 2010. dan yang terendah di Kelurahan Tello Baru dengan jumlah penduduk sebesar 8780 jiwa dengan kepadatan 38 jiwa/ha/m2.

67 43. Berdasarkan Umur Tabel 5 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur No Klasifikasi Umur Jumlah 1 2 3 4 5. Jumlah Dibawah 20 tahun 20-30 tahun 31-40 tahun 41. Berdasarkan Jenis kelamin Tabel 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah No 1 Perempuan 27 orang 2 Laki-laki 3 orang Jumlah 30 orang Sumber : Olahan Data Primer. tiga orang berjenis kelamin laki-laki. dimana total jumlah keseluruhan pasien yang menjadi responden adalah sebanyak 30 orang pasien. April 2011 Persentase (%) 90 10 100 Data pada tabel 4 menunjukkan bahwa dari 30 orang yang menjadi responden. Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah Pasien Rawat Jalan Puskesmas Batua Makassar. A.67 23.33 16. 2.50 tahun 51 tahun ke atas 0 5 13 5 7 30 orang Persentase (%) 0 16. 27 orang berjenis kelamin perempuan. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 30 responden maka diketahui beberapa karakteristik responden sebagai berikut: 1. sehingga dapat dinyatakan bahwa jumlah responden berjenis kelamin perempuan lebih banyak dari jumlah responden berjenis kelamin laki-laki. Karakteristik Responden Dalam penelitian ini penulis mengambil 30 responden yang merupakan pasien yang berobat di Puskesmas batua Makassar.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengumpulan data mulai dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2011 dengan menyebarkan kuesioner dan mengambil data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini.33 100 .

Kuantitas Dimensi yang pertama untuk menilai Kinerja Pelayanan di Puskesmas Batua Makassar adalah Kuantitas. 10 orang berpendidikan SMA (33. yaitu jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan atau dicapai dalam kurun waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.33%). Berdasarkan Pendidikan Terakhir Tabel 6 Karakteristik Responden berdasarakan Pendidikan Terakhir No Kategori Jumlah 1 SD ke bawah 0 2 SMP 19 3 SMA 10 4 S1 1 5 S2 0 6 S3 0 Jumlah 30 orang 100 Sumber : Olahan Data Primer. Dimana semua pegawai (perawat.67%) lima orang berusia 4150 tahun (16.33%). April 2011 Data pada tabel 5 menunjukkan kebanyakan responden berusia 31-40 tahun yaitu sebanyak 13 orang (43. maka peneliti menggunakan Teori Agus Darma yang mengemukakan tiga dimensi untuk menilai kinerja dalam suatu organisasi yaitu dari dimensi kuantitas. maka terbagi beberapa sub bagian. 3.3 3.67%) dan responden yang berusia 51 tahun keatas sebanyak 7 orang (23.33%) berpendidikan S1. kualitas. lima orang berusia 20-30 tahun ((16. berdasarkan hasil penelitian penulis : 1. dan ketepatan waktu. Agar kegiatan pelayanan kesehatan dan program kerja di Puskesmas Batua bisa tercapai dengan baik.3 0 0 Tabel 6 menunjukkan kebanyakan responden berpendidikan SMP yaitu 19 responden (63. April 2011 Persentase (%) 0 63.33%). . Pembahasan Analisis Kinerja Pelayanan Publik Untuk mengetahui seberapa besar kinerja Pelayanan pada Puskesmas Batua Makassar.33%). Puskesmas Batua tidak memiliki banyak program kerja karena mereka berfokus pada Rutinitas kegiatan pelayanan kesehatan setiap hari yang sudah ditetapkan dari Dinas Kesehatan yaitu sebagai pemberi layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. kuantitas.Sumber : Olahan Data Primer.33 33. B. dan satu orang (3. Dengan demikian responden terbanyak berusia 31-40 tahun dengan jumlah 13 orang.berikut ini pemaparan Kinerja Pelayanan di Puskesmas Batua Makassar.

Ketepatan waktu menyangkut sesuai tidaknya suatu pekerjaan diselesaikan dengan waktu yang telah direncanakan sebelumnya. Poli KIA. poli gigi. Pegawai 9 dokter dan perawat selalu datang tepat waktu.masing bagian memiliki tugas yang berbeda dan dibagi secara rata sesuai dengan kapasitas dan jumlah pegawai. . Sub bagian Kamar obat. Dalam hal ini mencermunkan pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak pemberi pelayanan dalam hal ini pegawai perawat dan dokter. Kegiatan di Puskesmas Batua setiap harinya memberikan pelayan kesehatan kepada masyarakat oleh sebab itu dituntut disiplin yang tinggi dari petugas kesehatan agar semua masyarakat boleh mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas Batua. Untuk mengukur kinerja Puskesmas Batua dari dimensi kualitas maka dapat diukur dari Tangible (bukti fisik) di Puskesmas Batua. Pada Puskesmas Batua Makassar khususnya rawat jalan memiliki sub bagian yang dimulai dari Loket Kartu. Berikut ini pembahasannya. Selama penulis menulis meneliti dipuskesmas batua pelayanan kesehatan selalu dimulai tepat waktu yaitu pukul 08. Poli Umum. Reliability (keandalan). 2. Berikut ini Hasil Pencapaian Kegiatan Kegiatan tahun 2010 Puskesmas Batua Makassar.00 Wita. Poli Gigi. Dapat juga kita lihat pada dimensi kuantitas. Responsiveness (Daya Tanggap). Emphaty (Empati). Ketetapan Waktu Dimensi yang ke tiga dalam mengukur Kinerja Pelayanan di Puskesmas Batua adalah ketepatan waktu.00 Wita. Kualitas Dimensi yang ke dua untuk menilai Kinerja Pelayanan di Puskesmas Batua adalah kualitas.dokter) bekerja sama dalam melaksanakan tugas. Jika pasien pasien banyak maka biasanya pelayanan kesehatan berakhir pukul 15. Masing. poli Kia dan bagian farmasi ( obat ) semua terlaksana denagn baik dan dari segi waktu terlaksana sesuai dengan waktu/jadwalyang sudah ditetapkan sebelumnya. 3. Jam kerja di Puskesmas Batua Makassar dimulai pukul Wita dan berakhir pukul 12. Kualitas menyangkut mutu yang dihasilkan dalam suatu pekerjaan yang telah dikerjakan. terlihat dari pencapaian yang mencapai 100% dari target yang telah kita tentukan sebelumnya. dari beberapa kegiatan dan program kerja yang telah dibuat oleh tiapo-tiap bagian di poli umum. Assurance (Jaminan). Sebagai instansi yang berhadapan langsung dengan masyarakat (pasien) maka pelayanan Puskesmas Batua harus memuaskan masyarakat.00 Wita.

Assurance. Jumlah petugas pelayanan kesehatan di puskesmas Batua memang sedikit. dan lama waktu di ruang resep.Adapu dari dimensi kualitas. menurut pasien memuaskan dilihat dari petugas dan perawat selalu memberikan bantuan walaupun tidak diminta. dan ketersediaan obat.. emphaty. perawat di Puskesmas Batua. menurut pasien sangat memuaskan dilihat dari rasa aman saat dokter melakukan tindakan medis. BAB VI PENUTUP A. petugas bertutur kata yang sopan. petugas menjelaskan cara mengkonsumsi obat. 2) Kualitas pekerjaan Tangible (bukti Fisik). yaitu waktu antrian di ruang administrasi dari hsil penelitian terlihat cukup cepat. emnurut pasien sangat memuaskan dilihat dari sikap sabar petugas saat memberikan pelayanan kesehatan. Responsiveness. ketika pasien berada di ruang periksa. menurut pasien memuaskan dilihat dari perlakuan dokter.obat dengan jelas. ketersediaan peralatan medis. 3) Ketepatan waktu . waktu antrian di ruang administrasi. maka dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut : 1) Kuantitas Kinerja pelayanan Puskesmas Batua dari segi kuantitas sudah bagus dimana program kerja dan kegiatan semuanya dapat terealisasi dengan baik. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya. Reliability (keandalan). petugas teliti dalam memberikan obat kepada pasien. pasien langsung ditangani oleh dokter. lama waktu berada di ruang periksa. namun mereka dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan mereka tepat waktu. bahkan ada dua kegiatan yang pencapaiannya melebihi target yang direncanakan yaitu. menurut pasien memuaskan dilihat dari kebersihan. pasien langsung dilayani oleh petugas yang bertugas memberikan obat kepada pasien. pemeriksaan ibu hamil dan K4. juga ketika pasien berada di ruang resep. perawat memberikan penjelasan tentang prosedur pengobatan dengan jelas.

Saran Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan maka. dengan menambah pegawai kesehatan agar kedepannya bisa lebih cepat lagi dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Adapun program kerja di Puskesmas Batua dapat terealisasikan tepat waktu dikarenakan tingginya disiplin pegawai. siapa saja yang membutuhkan bantuan. namun harus merata terhadap semua usia. kebersihan harus tetap dijaga. agar pasien tetap nyaman berobat di Puskesmas Batua. Pemberian bantuan kepada pasien jangan hanya difokuskan pada pasien Lansia. dilihat dari disiplin pegawai yang datang tepat pada waktunya sehingga mereka dapat menyelesaiakan pekerjaan tepat pada waktunya. peneliti menyarankan kepada Puskesmas Batua untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan. . B.Dari segi ketepatan waktu juga sudah bagus.

2. 2. 4. Membuat catatan dan laporan kegiatan di bidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.beban kerja. 4. 3. 3. SP3 TUGAS dan FUNGSI Melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. 5. PPTK 5. melaporkan perkembangan kegiatan dan menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian PPTK bertanggungjawab atas pelaksaan tugasnya kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. 1. 2. Mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan di puskesmas. 5. Tugas PPTK meliputi mengendalikan pelaksanaan kegiatan. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. 4. Tata Usaha 2. Bendahara 3.lokasi . Mengadakan koordinasi di tingkat kecamatan. Merencanakan dan mengevaluasi kegiatan di unit TU Mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan di unit TU Menggantikan tugas Kepala Puskesmas bila Kepala Puskesmas berhalangan hadir Menyusun rencana kegiatan Bendahara berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja. 3. Sebagai tenaga ahli pendamping Camat. 1. bimbingan dan supervisi. Sebagai penggerak pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan. Melaksanakan pengelolaan Keuangan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengevaluasi hasil kegiatan Keuangan secara keseluruhan. rentang kendali dan pertimbangan obyektif lainnya. 3. Menyusun rencana kegiatan SP2TP berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja. 1. 1. Kepala Puskesmas 2. anggaran kegiatan. 1.Tugas : II Struktur Organisasi Puskesmas Tugas pokok dan Fungsinya NO NAMA JABATAN 1. . Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan ( PPTK ) oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran adalah kompetensi jabatan.

6. Melaksanakan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan pasien gigi danmembina unit BP Gigi dalam pelaksanaan quality assurance 4. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan KIA / KB secara keseluruhan. PNC. Sebagai koordinator kegiatan Yankesmas : rencanaan. KIA/KB 7. Membantu Kepala Puskesmas dalam peningkatan mutu pelayanan(Quality Assurance). Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Mengevaluasi hasil kegiatan SP2TP secara keseluruhan. 4.2. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan. Menyusun rencana kegiatan P2M berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja. Membantu Kepala Puskesmas dalam melakukan koordinasi denganDinas Linyas Sektoral terkait dalam upaya kerjasama dalammelaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan. 3. Membentu pelaksanaan kegiatan lapangan dalam kegiatanUKS/UKGS/UKGMD. 1. 5. 5. P2M 1. 2. BP 8. 2. . Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan KIA / KB berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja. guru UKS danDokter Kecil. 6. Melaksanakan kegiatan Pelayanan KIA / KB meliputi ANC. 4. pembinaan kader kesehatan. 3.monitoring dan evaluasi kegiatankegiatan Yankesmas. Melaksanakan pengelolaan SP2TP sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. 5. 1. Bertanggung jawab atas kegiatan pelayanan BP Gigi. 3. perawatan Neonatus. penyuluhan KIA / KB dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. pelayanan KB.

8. ketidaksamaan kultur. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut serta koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari analisis kualitatif disimpulkan bahwa terdapat kelemahan pada proses manajerial penerapan proses manajemen kasus MTBS. P2 Malaria. 9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. . dan lemahnya manajemen implementasi dan koordinasi lintas program serta lemahnya manajemen mutu pada aspek kepemimpinan. menghimpun sumber daya. melaksanakan dan mengawasi penerapan MTBS Puskesmas. kurangnya keterampilan analitis dan orang. merencanakan. GIGI 3. Melaksanakan kegiatan P2M meliputi : P2 TB. 1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku sebagai pedoman kerja. 6. dan lemahnya kinerja organisasi MTBS di Puskesmas. 2. 4. Immunisasi dan Surveilans.2. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut secara keseluruhan. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan. 2. P2 DBD. Mengevaluasi hasil kegiatan P2M secara keseluruhan. 3. Tugas : III Kelemahan dari Struktur Puskesmas Diatas yaitu: 1. 5. 4. 5. 3. P2 KUSTA. 7. P2 ISPA. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. 6. kelemahan pada proses manajerial kepala Puskesmas dalam menetapkan sasaran. P2 Diare. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. 5.

khususnya dalam Program Audit Maternal Perinatal dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi masih mengalami beberapa hambatan. treatmen. maka customer akan berpindah ke produk/jasa yang diberikan oleh penyedia lain (perusahaan lain). organisasi-organisasi pemeliharaan kesehatan.Sistim pelayanan rujukan baik pengiriman pasien maupun pengembalian pasien. yang saat ini sudah tidak sesuai dengan konteks kewilayahan. dan pelayanan-pelayanan rehabilitasi. . Sedangkan target dari pelayanan privat pada akhirnya adalah untuk mendapatkan profit bagi perusahaan. serta tidak sesuai dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi. klinik-klinik kesehatan mental. perawatan dalam rumah. Berbagai sistem pelayanan kesehatan meliputi : pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini terjadi karena kebijakan sistim rujukan tidak dilengkapi dengan prosedur pelaksanaan. Manakala pelayanannya buruk. sehingga terjadi bermacam-macam pola rujukan.a. komprehensif. dan kompleks. terdiri dari aktivitas diagnosis. Namun dengan berbagai upaya lintas program maupun lintas sektoral diharapkan akan dapat memperbaiki keadaan. Pelayanann Kesehatan Masyarakat Sistem pelayanan kesehatan merupakan jaringan pelayanan interdisipliner. Mutu pelayanan privat akan menjadi kompetitif sehubungan dengan penilaian langsung dilakukan oleh customer. Tugas IV Pelayanan Privat ( Perorangan ) pelayanan privat diartikan sebagai ketatalaksanaan pelayanan yang dilaksanakan oleh pihak swasta atau bisa disebut perusahaan yang memberikan produk barang/jasa bagi para pelanggannya.pelayanan privat bertujuan memberikan pelayanan kepada para customer agar perusahaan mendapatkan profit yang sebesar-besarnya sebagai tujuan pendirian perusahaan. Pelaksanaan Sistem Rujukan dengan integrasi Rumah Sakit-Puskesmas. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan untuk masyarakat pada seluruh kelompok umur dan dalam berbagai keadaan. dan penetapan rujukan tidak dilaksanakan dengan baik. rehabilitasi. lembaga kesehatan rumah. klinik-klinik medikal. b. rumah sakit-rumah sakit.