RELATIONSHIP BETWEEN MOTHERS IN BREASTFEEDING EXPERIENCE AND HEALTH

WORKERS SUPPORT TO BREASTFEEDING SELF EFFICACY IN PUSKESMAS AIR ITAM CAPITAL
OF PANGKALPINANG 2016
HUBUNGAN PENGALAMAN IBU DALAM MENYUSUI DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN
TERHADAP EFIKASI DIRI IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR ITAM KOTA
PANGKALPINAG TAHUN 2016
Novita Sari¹, Fatmalina Febry2, Suci Destriatania3
¹Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya
2
Bagian Gizi Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya
e-mail: auliarohmawatifitrianingsih@gmail.com
ABSTRACT
Background: Puskesmas with the lowest percentage of exclusive breastfeeding in Pangkalpinang year 2014 was
Puskesmas Air Itam. Unoptimal realization of exclusive breastfeeding was because the mothers did not believe that
breast milk only can be sufficient for baby food. Belief of mother or Breastfeeding Self-efficacy was one of the
aspects that affect breastfeeding success. Breastfeeding Self-efficacy affected by previous breastfeeding experience
and verbal persuasion which health workers support. This study aimed to analyze the relationship between mothers
in the breastfeeding experience and support of health workers towards breastfeeding self-efficacy in Puskesmas Air
Itam Capital of Pangkalpinang 2016.
Method: The study was cross sectional with the convenience sampling technique, sampling of the population are
breastfeed mothers with babies aged 6-11 months and total sample 74 people.
Result: The analysis showed the majority of breastfeed mothers have high self-efficacy (51.4%), the majority of
breastfeed mothers have a good breastfeeding experience (59.5%) and the majority of breastfeed mothers get high
support from health workers (74.3%). No relationship between age, education, occupation, parity, type of delivery
and breastfeeding experience to breastfeeding self-efficacy. There is a relationship between health workers support
and breastfeeding self-efficacy (p value = 0.045) (PR = 3.014; 95% CI: 0.998 to 9.109).
Conclusion: This research is expected breastfeed mothers can increase breastfeeding self-efficacy in breastfeeding
so that can increase confidence in exclusive breastfeeding.
Keywords
Bibliography

: self-efficacy, breastfeeding experience
: 54 (1977-2015)
ABSTRAK

Latar Belakang: Puskesmas dengan persentase pemberian ASI Eksklusif terendah di Kota Pangkalpinang tahun
2014 adalah Puskesmas Air Itam. Belum optimalnya realisasi pemberian ASI Eksklusif dikarenakan ibu tidak yakin
bahwa ASI saja dapat mencukupi kebutuhan makanan bayi. Keyakinan ibu menyusui atau efikasi diri menyusui
adalah salah satu aspek yang mempengaruhi keberhasilan menyusui. Efikasi diri menyusui dipengaruhi oleh
pengalaman menyusui sebelumnya dan bujukan verbal yaitu dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan pengalaman ibu dalam menyusui dan dukungan tenaga kesehatan terhadap efikasi diri
ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Air Itam Kota Pangkalpinang Tahun 2016.
Metode: Jenis penelitian adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling terhadap
populasi yaitu ibu menyusui yang memiliki bayi berusia 6-11 bulan dan jumlah sampel sebanyak 74 orang.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar ibu menyusui memiliki efikasi diri yang tinggi (51,4%), sebagian
besar ibu menyusui memiliki pengalaman menyusui yang baik (59,5%) dan mayoritas ibu menyusui mendapatkan
dukungan tenaga kesehatan yang tinggi (74,3%). Tidak ada hubungan usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, jenis
persalinan dan pengalaman ibu dalam menyusui terhadap efikasi diri ibu menyusui. Ada hubungan antara dukungan
tenaga kesehatan dan efikasi diri ibu menyusui (p value =0,045) (PR= 3,014; 95% CI: 0,998-9,109).
Kesimpulan: Dari penelitian ini diharapkan ibu menyusui dapat meningkatkan efikasi diri dalam menyusui
sehingga dapat meningkatkan keyakinan dalam pemberian ASI Eksklusif.
Kata kunci
Daftar Pustaka

: efikasi diri, pengalaman menyusui
: 54 (1977-2015)