You are on page 1of 23

MODUL 3

ANALISA VARIANSI (ANOVA)
3.1 Tujuan Praktikum
1. Praktikan dapat merumuskan hipotesis, mengolah, dan menginterpretasikan hasil
pengujian One Way ANOVA
2. Praktikan dapat merumuskan hipotesis, mengolah, dan menginterpretasikan hasil
pengujian Two Way ANOVA
3.2 Lembar Pengamatan
3.2.1 One Way ANOVA
Nama Operator : Fahri H.A.S
Timer

: Chrisdiana Margitalia
Tabel 1. One Way ANOVA

Pengambilan data atau sampel secara One Way Anova yang kami lakukan dengan cara memberi
perlakuan terhadap berat tepung yang kami buat menjadi agar-agar dan tanpa ada faktor lain
yang mempengaruhi selain berat tepung yang digunakan tersebut. Jadi mengapa pengambilan
data yang kami lakukan masuk kedalam One Way Anova.
No
1
2
3
4
5
6

5 mg
31.01
40.27
23.67
36.75
37.55
27.24

Waktu
8 mg
17.60
17.54
15.25
15.24
12.93
16.84

12 mg
16.53
11.90
11.76
11.89
13.38
16.85

3.2.2 Two Way ANOVA
Nama Operator

: Mudofar

Timer

: Afif Fauzi

Tabel 2. Two Way ANOVA
Pengambilan data atau sampel secara Two Way Anova yang kami lakukan dengan cara memberi
perlakuan terhadap berat tepung agar dan tepung jeli yang kami campur dan dibuat menjadi
agar-agar dan ada faktor lain yang mempengaruhi selain berat tepungagar-agar namun juga berat
tepung jeli yang digunakan yang digunakan tersebut. Jadi mengapa pengambilan data yang kami
lakukan masuk kedalam Two Way Anova.
Tepung Agar-agar

1 gram

2 gram

3 gram

3.3 Hasil dan Analisa
3.1.1 ONE WAY

3 gram
25.01
25.39
19.17
28.58
24.65
23.90
14.79
24.81
25.40
20.68
31.52
37.40
20.22
30.90
29.67

Tepung Jeli
6 gram
21.42
16.90
20.04
19.52
22.67
17.86
13.51
19.58
10.42
10.28
25.20
19.16
25.51
22.48
22.03

9 gram
18.73
14.91
18.10
18.05
18.85
15.16
13.78
12.84
12.93
14.53
12.77
18.20
13.85
13.28
12.58

maka H0 ditolak F tabel > f hitung.05 maka H1 diterima Untuk penyelesaian one way ANOVA dengan menggunakna SPSS langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1.05  Wilayah Kritik: Berdasarkan f hitung dengan f tabel F tabel < f hitung. Pemasukan data ke SPSS  Dari menu utama File.05 maka H0 ditolak Sig > 0. pilih menu New. lalu kilk pada Data.    Studi kasus : Apakah terdapat variansi yang bersumber dari 1 faktor perlakuan yaitu perbedaan berat tepung terhadap waktu matang agar-agar Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan variansi kecepatan matang agar-agar berdasarkan berat tepung yang diolah. Hipotesis : Ho : tidak ada perbadaan variansi waktu matang agar-agar berdasarkan berat tepung yang diolah H1 : ada perbadaan variansi waktu matang agar-agar berdasarkan berat tepung yang diolah Tingkat signifikansi : ∝ = 5 % = 0. Kemudian klik pada sheet tab Variable View . maka H1 diterima Berdasarkan signifikansi dengan ∝ Sig < 0.

ketik Berat tepung Type. ketik 8 (sesuai default) Decimals. Biarkan default numeric yang sudah ada Width untuk keseragaman. untuk keseragaman ketik 2 Label ketikkan Berat Tepung Value Label diisi sesuai dengan kasus yakni Value = 1 diisi dengan 5 Value = 2 diisi dengan 8 Value = 3 diisi dengan 12  Pengisian Variabel Waktu Name diketik waktu Type.Tampilan Menu Utama  Pengisian Variabel Berat tepung Name. diabaikan saja default numeric yang sudah ada Width untuk keseragaman diisi 8BEr Decimals untuk keseragaman ketik 2 50 Label ketikkan jumlah waktu .

masukkan variable waktu Faktor atau group. Pengolahan Data klik Analyze > Compare Means > One Way Anova Gambar tampilan awal One Way ANOVA Pengisian :   Dependent line atau variable yang akan diuji.2. masukkan variable Berat tepung . Kemudian lakukan pengisian Data 3.

9242 Minimum Maximum Upper Bound 39.5725 23.67 40.7483 6.65471 25.00 6 32. untuk missing values klik exclude cases analysus. Std. Setelah pengisisan selesai klik continue Gambar One Way ANOVA : Option  Untuk kolom Pos Hoc. Untuk kolom option klik.50268 2. klik Continue jika selasai Gambar One Way ANOVA Pos Hoc Multiple Comparasion  Klik OK untuk proses data Tabel Descriptive Descriptives waktu N Mean Std. kemudian pada statistic. untuk keseragaman klik pada pilihan Descriptive. 95% Confidence Interval for Deviation Error Mean Lower Bound 5.27 . untuk pengisian klik pada LSD.

7483 .5487 11.57144 2. berat tepung 8 adalah 17. Std. Tabel 3.5725. Std.37956 .9000 1.76 40. dan berat tepung 12 adalah 0.9000 dan berat tepung12 adalah 20.25601 16. Nilai ini menunjukkan keseragaman data.7856 12.73353 14.7889 9.7856 dan berat tepung12 adalah 16. tepung5 adalah 32. berat tepung 8 adalah 1.00 6 15. Dengan demikian. sehingga semakin besar nilai standar deviasi menunjukkan semakin besarnya ketidakseragaman data.00 6 13. berat tepung8 adalah 15.2155 11.0144 17.60 12.79679 dan berattepung agar-agar12 adalah 2. dapat disimpulkan bahwa berat tepung 8 menunjukkan c.2211.65471 berattepung 8 adalah 0. Nilai batas atas (upper bound) dari data tingkat kematangan agar-agar yang dipengaruhi oleh faktor berat tepung agar-agar pada masing-masing berat tepung antara lain dari berat tepung 5 adalah 39.0291 25. 97145 Nilai batas bawah (lower bound) dari data tingkat kecepatan matang agar-agar yang dipengaruhi oleh faktor berat tepung pada masing-masing berat tepung antara lain dari berat tepung 5 adalah 25. Mean yaitu nilai rata-rata dari tingkat kecepatan matang agar-agar yang dipengaruhi oleh faktor berat tepung pada masing-masing berat tepung antara lain rata-rata dari berat b.79679 . sementara yang tertinggi adalah di berat tepung5 dengan jumlah 4.27 Interpretasi data : a.0144 dan berat tepung 12 adalah e. ANOVA ANOVA . ketidakseragaman (variatif) dalam kecepatan.84983.9242. Standar deviasi terendah adalah diberat tepungberat tepung 8.93 17.7183 2.37956.error yaitu ukuran kesalahan atau penyimpangan dari distribusi sampling pada tingkat kecepatan matang agar-agar yang dipengaruhi oleh faktor berat tepung pada masing-masing berat tepung antara lain dari berat tepung 5 adalah 2.2155.97145 11.50268. berat tepung 8 adalah 14. 11.73353 d.2211 16.76 16.deviation yaitu ukuran yang menunjukkan pengamatan terhadap rata-rata atau keseragaman data tingkat kecepatan matang agar-agar yang dipengaruhi oleh berat tepung pada masing-masing berat tepung antara lain dari berat tepung 5 adalah 6.8.7889.85 Total 18 20.

.waktu Sum of Squares Between Groups Within Groups Total df Mean Square 1301.68 Dari tabel anova diperoleh nilai F hitung sebesar 38. Karena ∝ > signifikan maka Ho ditolak artinya ada perbedaan variansi tingkat kecepatan matang berdasarkan perbedaan berat tepung .68 maka F tabel < F hitung maka Ho ditolak dan tingkat signifikasi pada tingkat kecepatan matang agar-agar berdasarkan perbedaan berat tepung menujukkan angka sebesar 0.15) f> 3.05 .412 17 F 38.05 (2.767 255.059 = 38.000.68 maka Ftabel (0.534 2 650.767 17.878 15 17.149 Sig.05 Interpretasi Data : mean square pada perlakuan mean square error F hitung : = 650.148 dan F tabel sebesar 3.15) = 3.2 . k (n-1)] f > f0.059 1557.148 Pada perhitungan SPSS di atas df diperoleh dari : Diketahui : k= 3 dan n=6 f > fα [(k-1).000 ∝ = 0.

05 Ho : tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan matang agar-agar berdasarkan berat tepung yang digunakan.000 yang artinya bahwa signifikan < 0. H1 : ada perbedaan variansi tingkat kecepatan matang agar-agar berdasarkan berat tepung yang digunakan. Post Hoc Test Interpretasi Data : ∝ = 0. Dari tabel diatas menunjukkan perbandingan dari beberapa waktu yaitu :  Mean diference pada berat tepung5 terhadap berat tepung 8 sebesar 16.84833 dengan tingkat signifikansi 0.Tabel 4.000 yang artinya bahwa signifikan < 0.05 maka H0 ditolak sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan agar-agar berdasarkan perbedaan berat tepung. Mean diference pada berat tepung5 terhadap berat tepung 12 sebesar 19.03 dengan tingkat signifikansi 0. .05 maka H0 ditolak sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan agar-agar berdasarkan perbedaan  berat tepung.

05 maka H0 diterima sehingga tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan agar-agar berdasarkan perbedaan berat tepung.05 Sig <∝ maka H0 ditolak 0.03 dengan tingkat signifikansi 0.18167 dengan tingkat signifikansi 0.375 yang artinya bahwa signifikan > 0.000 0. Mean diference pada berat tepung8 terhadap berat tepung 12 sebesar 2.05 Sig <∝ maka H0 ditolak 4 0.000 yang artinya bahwa signifikan < 0. Mean diference pada berat tepung12 terhadap berat tepung 8 sebesar -2.375 0. Tabel Perbandingan signifikansi dan ∝ No ∝ Signifikansi Keterangan sig dengan ∝ (0.375 yang artinya bahwa signifikan >0.05) 1 0. .000 yang artinya bahwa signifikan < 0.000 0. Mean diference pada berat tepung12 terhadap berat tepung 5 sebesar -19.05 maka H0 diterima sehingga tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan agar-agar berdasarkan  perbedaan berat tepung.18167 dengan tingkat signifikansi 0.05 Sig >∝ maka H0 diterima 6 Dari perbandingan beberapa bearat tepung diatas maka dapat disimpulkan bahwa berat tepung yang paling berpengaruh adalah berat tepung12 karena memiliki nilai mean difference yang paling terbesar dari nilai LSD yaitu 16.84833 dengan tingkat signifikansi 0.05 maka H0 ditolak sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan agar-agar berdasarkan perbedaan berat  tepung.05 Sig <∝ maka H0 ditolak 3 0. Mean diference pada berat tepung8 terhadap berat tepung 5 sebesar -16.05 maka H0 ditolak sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan agar-agar berdasarkan perbedaan  berat tepung.05 Sig >∝ maka H0 diterima 5 0.000 0.05 Sig <∝ maka H0 ditolak 2 0.84833 .000 0.375 0.

maka H1 diterima Berdasarkan signifikansi dengan ∝ Sig < 0.2 TWO WAY Studi Kasus Apakah terdapat variansi tingkat kecepatan kematangan agar-agar berdasarkan perbedaan berat tepung agar dan tepung jeli yang dicampur Tujuan penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan agar-agar berdasarkan perbedaan berat tepung agar dan tepung jeli yang dicampur Hipotesis Ho : tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan pematangan agar-agar berdasarkan perbedaan berat tepung agar dan tepung jeli yang dicampur H1 : ada perbedaan variansi tingkat kecepatan pematangan agar-agar berdasarkan perbedaan berat tepung agar dan tepung jeli yang dicampur ∝ = 0. maka H0 ditolak F tabel > f hitung.05 maka H0 ditolak Sig > 0.05 maka H1 diterima .1.05 Wilayah Kritik : Berdasarkan f hitung dengan f tabel F tabel < f hitung.3.

untuk keseragaman ketik 0 Pengisian value label yakni diisi 5. lalu klik pada Data kemudian klik sheet tab variable view  Pengisian variabel berat tepung jeli Name. value label 2 diisi 8. untuk keseragaman data ketik 8 Decimals untuk keseragaman ketik 0 Label abaikan . Kemudian isi value label tersebut dengan : Value 1 = value label = 1 Value 2 = value label = 2 Value 3 = value label = 3  Pengisian variabel berat tepung agar-agar Name diketik tepung agar Type. pilih menu new. biarkan default numeric yang sudah ada Width : 12 Decimals. dan value label 3 diisi 12  Pengisian variabel waktu Name. Pemasukan data SPSS  Dari menu utama file. diketik waktu Type biarkan default numeric yang sudah ada Width.1. sesuai kasus ketik berat tepung jeli Type biarkan default numeric sudah ada Width untuk keseragaman ketik 10 Decimals untuk keseragaman ketik 0 Pilih value. .

Pengolahan data . Pengisian data Untuk variabel berat tepung jeli dan variabel berat tepung agar pemasukan data dengan menggunakan angka 1.2. Tampilan pada Data View 3.2. Sedangkan untuk variabel waktu isikan sesuai data yang ada.3 sesuai dengan label.

masukkan variabel waktu Fixed factors masukkan variabel berat tepung jeli dan berat tepung agar Klik Post Hoc. isikan variabel “overall” ke Display Means for klik Display “Descriptive statistics” klik continue dan kemudian OK . Klik analyze > General Linear Model > Univariate Pengisian:    Dependent variabel atau variabel yang kan diuji.4. Pilih LSD Gambar Univariate  Pilih Option.

Gambar Univariate:Option Gambar Univariate: Pos Hoc Multiple Comparisons for Observed Means Tabel 5 Between-Subjects Factors .

dan 3 dengan jumlah masing-masing volume tersebut adalah 15. dan 12 dengan jumlah masing-masing 15. Two Way Tests of Between-Subjects Effects Interpretasi Data : ∝ = 0. Tabel 6. dimana pada faktor berat tepung jeli terdiri dari berat tepung jeli1.05 Df (degree of freedom) pada : . Sedangkan pada faktor berat tepung aga terdiri dari berat tepung agar5.Interpretasi Data : Pada tingkat kecepatan kematanganagar-agar terdapat 2 faktor yakni faktor berat tepung jeli dan berat tepung agar-agar.8.2.

 Baris / faktor berat tepung jeli (r-1) =(3-1) = 2  Kolom / faktor berat tepung agar (k-1) = (3-1) = 2  interaksi /faktor berat tepung jeli -berat tepung agar (r-1). artinya tanpa ada pengaruh variabel independen.146< F tabel (3.25) artinya F hitung 10.55) f. Pada faktor berat tepung jeli memiliki df 2 dengan f hitung 10.00 berarti intercept signifikan. Intercept: Nilai perubahan variabel dependen tanpa perlu dipengaruhi keberadaan variabel independen. Pada faktor berat tepung jeli-berat tepung agar (interaksi ) memiliki df 4 dengan f hitung 3. d.55  kolom /factor berat tepung agar= (∝.471 > F tabel (3.4.55) maka Ho ditolak ada perbedaan variansi tingkat e. (k-1).18) = 3.2.93 Dari tabel di atas menujukkan perbandingan : a. maka tidak ada perbedaan variansi tingkat kematangan berdasarkanberat tepung jelidan berat tepung agar. b.591 >F tabel (3. Apabila Signifikansi (Sig.591 dan f tabel (3.471 dan f tabel (3. variabel dependen dapat berubah nilainya.05.55  interaksi =(∝. Faktor berat tepung agar dan Interaksi Faktor berat tepung jeli dengan Faktor berat tepung agar secara bersama-sama terhadap variabel dependen (jumlah perhitungan).((r.05.(k-1) = 2. c.k)(n-1)) = (0. Pada faktor berat tepung agar memiliki df 2 dengan f hitung 33. (r-1).18) = 2.05. Corrected Model: Pengaruh Semua Variabel independen (Faktor berat tepung jeli. Contoh di atas 0. . ((r. Apabila Signifikansi (Sig.05 (Alfa) = Signifikan. kematangan berdasarkanberat tepung jelidan berat tepung agar.k)(n-1)) = (0. semakin kecil maka model semakin baik.25) artinya F hitung 33.) < 0.k)(n-1))= (0.55) maka Ho ditolak ada perbedaan variansi tingkatkematangan berdasarkanberat tepung jelidan berat tepung agar.2.18) = 3.k)(n-1)).2 = 4  galat = (r.3) (3-1) = 9.2= 18 F tabel pada :  baris /factor berat tepung jeli= (∝.05 (Alfa) = Signifikan. Error: Nilai Error model. maka Ho diterima.((r.) > 0.((r.k) (n-1) = (3.

Tabel perbandingan f hitung.471 3.55 maka H0 ditolak F hitung < f tabel 3 3.55 maka H0 ditolak F hitung > f tabel 3. dan signifikan ∝ No F hitung F tabel Keterangan f hitung 1 10.55 dengan f tabel F hitung > f tabel 2 33.146 maka H0 diterima Kesimpulan : Ho ditolak yang artinya ada perbedaan variansi tingkat kecepatan replikasi berdasarkan perbedaan berat tepung jelidan berat tepung agar Tabel 7.591 3. Post Hoc Test Berat Tepung Jeli Interpretasi Data : Ho : tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung jelidan berat tepung agar . f tabel.

Mean difference pada berat tepung jeli2 terhadap berat tepung jeli1 sebesar -4.05 maka H 0 ditolak.000 yang berarti signifikan < 0. sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung  jeli dan berat tepung agar.5817* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0. Dari tabel diatas menunjukkan perbandingan dari beberapa volume yaitu :  Mean difference pada berat tepung jeli1 terhadap berat tepung jeli2 sebesar 4.05 maka H 0ditolak.000 yang berarti signifikan < 0. sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung  jeli dan berat tepung agar.05 maka H0 diterima.5187* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0. sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung jeli dan berat tepung agar.003 yang berarti signifikan < 0. Mean difference pada berat tepung jeli2 terhadap berat tepung jeli3 sebesar -5. sehingga tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat  tepung jeli dan berat tepung agar.62* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0.05 maka H 0 ditolak. Mean difference pada berat tepung jeli3 terhadap berat tepung jeli1 sebesar 1. Mean difference pada berat tepung jeli1 terhadap berat tepung jeli3 sebesar -1.05 maka H0 diterima.H1 :ada satu perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung jelidan berat tepung agar. sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung  jeli dan berat tepung agar. .237 yang berarti signifikan > 0.05 maka H 0 ditolak. Mean difference pada berat tepung jeli3 terhadap berat tepung jeli2 sebesar 5.62* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0.003 yang berarti signifikan < 0.1013* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0. sehingga tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat  tepung jeli dan berat tepung agar.237 yang berarti signifikan > 0.1013* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0.

000 yang berarti signifikan < 0.Tabel 8. . Dari tabel diatas menunjukkan perbandingan dari beberapa volume yaitu :  Mean difference pada berat tepung agar5 terhadap berat tepung agar 8 sebesar 6.3673* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0.05 maka H 0ditolak. Post Hoc Two Way Berat Tepung Agar Interpretasi Data : Ho : tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung jelidan berat tepung agar H1 :ada satu perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung jelidan berat tepung agar.

8680* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0.2353* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0.004 yang berarti signifikan < 0.05 maka H 0 ditolak.05 maka H 0 ditolak. sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat  tepung jeli dan berat tepung agar Mean difference pada berat tepung agar8 terhadap berat tepung agar 5 sebesar -6.05 maka H 0 ditolak.3673* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0. sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung  jeli dan berat tepung agar Mean difference pada berat tepung agar12 terhadap berat tepung agar 5 sebesar -10.000 yang berarti signifikan < 0.sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung  jeli dan berat tepung agar.004 yang berarti signifikan < 0. sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung  jeli dan berat tepung agar Mean difference pada berat tepung agar8 terhadap berat tepung agar 12 sebesar 3.05 maka H 0 ditolak.000 yang berarti signifikan < 0. sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat  tepung jeli dan berat tepung agar Mean difference pada berat tepung agar12 terhadap berat tepung agar 8 sebesar -3.000 yang berarti signifikan < 0.05 maka H 0 ditolak. Mean difference pada berat tepung agar5 terhadap berat tepung agar 12 sebesar 10.8680* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0. sehingga ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung jeli dan berat tepung agar .2353* dan pada nilai signifikansi hitung sebesar 0.

Dari tabel anova diperoleh nilai F hitung sebesar 36.3Kesimpulan Dari data one way anova dan two way anova dapat diperoleh : 1. Hipotesis pengujian pada Two Way anova yaitu : .35 maka F tabel < F hitung maka Ho ditolak dan tingkat signifikasi pada tingkat kecepatan kematangan agar Karena berdasarkan berattepung agar menunjukkan angka sebesar 0.401 dan F tabel sebesar 3. H1 : μ1 ≠ μ2 ≠ μ 3 ada satu perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan perbedaan berat tepung agar.003. Hipotesis pengujian pada one way anova yaitu : Ho : 2=¿ μ3 1=¿ μ ¿ tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan μ¿ perbedaan berat tepung agar. ∝ < signifikan maka Ho ditolak artinya ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung agar 2.3.

 H1 : μ1 ≠ μ2 ≠ μ 3 .2353*  IV.Gramedia Pustaka Utama) . Pengantar statistika.1982.62* Ho : tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematngan berdasarkan berat tepung jeli dan berat tepung agar H1 : ada satu perbedaan variansi tingkat kecepatan kematngan berdasarkan berat tepung jeli dan berat tepung agar Dari perbandingan beberapa berat tepung agar pada tabel two way maka dapat disimpulkan bahwa berat tepung agar yang paling berpengaruh adalah berat tepung agar 12 karena memiliki nilai mean difference yang paling terbesar dari nilai LSD yaitu 10. Dari hasil perbandingan tabel two way dapat disimpulkan bahwa H 0 ditolak yang berarti bahwa ada perbedaan tingkat variansi kecepatan kematangan berdasarkan berat tepung jeli dan berat tepung agar. Ho : 2=¿ μ3 1=¿ μ ¿ μ¿ .Ronald E edisi ke3.tidak ada perbedaan variansi tingkat kecepatan kematanganagarberdasarkan berat tepung jeli dan berat tepung agar.Jakarta. ada satu perbedaan variansi tingkat kecepatan kematanganagarberdasarkan berat tepung jeli dan berat tepung agar. Daftar Pustaka Walpole. Karena yang paling berpengaruh pada perbandingan tersebut adalah volume 3 yang memiliki nilai Mean difference paling  tinggi di LSD sebesar 5.PT.