You are on page 1of 16

AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
yang dibina oleh Bapak Sri Nurkudri

Oleh
Mohammad Edi Junaidi

1541150002

Mochamad Fatoni Azharudin

1541150098

POLITEKNIK NEGERI MALANG
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI SISTEM KELISTRIKAN
NOVEMBER 2015
2015

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“Agama Dan Ilmu Pengetahuan”.
Makalah ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama
Islam. Dalam membuat makalah ini, dengan keterbatasan ilmu pengetahuan yang kami
miliki. Kami berusaha mencari sumber data dari berbagai sumber informasi. Kegiatan
penyusunan makalah ini memberikan kami tambahan ilmu pengetahuan yang dapat
bermanfaat bagi kehidupan kami. Dan bagi para pembaca makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, Oleh karena itu, kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
dalam penyusunan makalah ini, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.
Aamiin.
Malang, 11 November 2015

Penulis

2
2

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................... 2
DAFTAR ISI......................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................................ 4
B. Pokok Pembahasan.......................................................................................................... 4
a. Islam dan ilmu pengetahuan...................................................................................... 4
b. Pengembangan teknologi dalam islam....................................................................... 4
c. Etika islam dalam pengembangan iptek.................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Islam dan ilmu pengetahuan............................................................................................ 5
1. Ilmu pengetahuan dalam Al Qur’an........................................................................... 5
2. Kedudukan ilmu pengetahuan ................................................................................... 6
3. Sumber ilmu pengetahuan.......................................................................................... 7
4. Tujuan dan penggunaan ilmu pengetahuan................................................................ 8
B. Pengembangan teknologi dalam islam............................................................................. 8
1. Pengertian teknologi.................................................................................................. 8
2. Motivasi islam dalam pengembangan teknologi........................................................ 9
3. Manfaat teknologi...................................................................................................... 10
4. Tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi........................................... 13
C. Etika islam dalam pengembangan iptek.......................................................................... 14
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.......................................................................................................... 16
B. Saran.................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA

3

3
3

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah hamba Allah yang diturunkan ke bumi ini sebagai penghuninya.
Manusia adalah makhluk Allah diberi kelebihan berupa akal daripada makhluk-makhluk
lainnya. Dengan akalnya itu manusia bisa berbuat lebih daripada makhluk lainnya.
Pada awal penciptaannya, manusia hanyalah makhluk yang tidak tau apa-apa dan
karenanya manusia membutuhkan sebuah petunjuk bagi jalan hidupnya. Manusia
memerlukan guideline agar hidupnya selamat di dunia dan di akhirat. Guideline bagi manusia
adalah agama. Agama adalah petunjuk hidup, melingkupi seluruh aspek dalam diri manusia,
termasuk ilmu pengetahuan.
Begiitu banyak penemuan-penemuan ilmiah terbaru di abad modern ini ternyata sudah
ditegaskan oleh Al-Qur’an sejak belasan abad lampau. Dengan adanya bukti ilmiah yang
sesuai dengan kitab suci, maka dapat diketahui bahwa sesungguhnya agama selaras dengan
ilmu pengetahuan. Tidak ada pertentangan antara agama dengan ilmu pengetahuan.
Agama tidak mengekang ilmu pengetahuan. Agama hanyalah mengatur agar ilmu
pengetahuan tidak melewati batas-batas norma dan etika yang adanya. Di dalam agama,
untuk hal-hal yang sifatnya bukan ibadah umum terdapat kaidah ”segala hal itu
diperbolehkan kecuali yang dilarang.” Dengan demikian ilmu pengetahuan dapat terus
berkembang dan bermanfaat bagi umat manusia.
B. Pokok pembahasan
a. Islam dan ilmu pengetahuan
b. Pengembangan teknologi dalam islam
c. Etika islam dalam pengembangan iptek

4
4

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Islam dan ilmu pengetahuan
1.

Ilmu pengetahuan dalam Al Qur’an
Kata ilmu berasal dari bahasa Arab ‘ilm yang berarti pengetahuan. Kata ‘ilm

memiliki kemiripan dengan kata ma’rifah, fiqh, hikmah, dan syu’ur. Dari segi bahasa
ilmu berarti jelas. Sedangkan ilmu dalam pengertian merupakan pengetahuan ilmiah
sekalipun juga merupakan keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan untuk mengetahui
sesuatu, tetapi disertai dengan memperhatikan objek yang ditelaah, cara yang
dipergunakan dan kegunaannya. (Tim Departemen Agama RI. 2004:1)
Al Qur’an adalah kitab yang memuat berbagai informasi, sebagai isyarat- isyarat
yang kadang jelas dan terang benderang pengertian dan maknanya, tetapi terkadang
berupa kata-kata yang samar dan belum terpecahkan makna yang dikandungnya, atau
belum ditemukan arti yang yang pas dan cocok, malah ada kata yang sulit dimengerti,
yang belum mampu diterjemahkan pada waktu ini.
Allah menyatakan :

‫مهتو انلبذىلى تانلتزتل تعتليلتك اللبكتهتب بمنلمه ا هي هتت ممحلتكهمتت مهنن مامم اللبكتهبب توماتخمر ممتهشبههتت‬
Artinya: “Dia-lah yang menurunkan al-Kitab (al Qur’an) kepada kamu. Diantara
(isi) nya ada ayat-ayat yang muhlkamal , itulah pokok-pokok isi al
Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat”.(QS. Ali Imran (3) : 7)
Kini banyak sekali dari ayat-ayat al Qur’an yang membuktikan kebenaran Allah
dalam al Qur’an . tetapi al Qur’an terus memacu manusia untuk terus mencari tahu,
menemukan ilmu baru dan menerapkannya dalam bentuk teknologi. Kalimat “iqra”,
yang diartikan sebagai perintah membaca, pada ayat yang pertama kali al Qur’an
diturunkan , sudah merupakan petunjuk yang amat kuat bahwa al Qur’an sangat konsen
dan peduli terhadap ilmu pengetahuan. Orang- orang yang berkecimpung dibidang ilmu
pengetahuan, baik yang mencari, memberi maupun kalangan yang mengembangkan
pendidikan dipuji dan dijanjikan oleh Allah suatu martabat yang tinggi.
Manusia bukan hanya dituntut untuk menguasai bumi , malah ditantang untuk
menerobos langit , dan makhluk ini memang juga diberi potensi-potensi untuk keluar
batas batas bumi agar dapat mengamati alam semesta sebagai tanda- tanda kebesaran
Penciptanya. Allah menganjurkan kepada jin dan manusia untuk mencoba
5

meningkatkan kemampuannya supaya dapat menjelajahi jarak-jarak yang sangat jauh
dan yang sulit sekali ditempuh kemana saja termasuk juga ke langit. Untuk maksud itu
maka Allah mengingatkan akan pentingnya persediaan daya dan kekuatan (ilmu, alatalat dan tenaga) yang cukup supaya perjalanan itu tidak mebahayakan dan
membinasakan. (Tim Departemen Agama RI, 2004 : 132)
Dari uraian-uraian diatas, betapa sulitnya
pengembangan sains. Jika kita harus
5
mengembangkan sains, kita harus ingat untuk tidak melanggar akidah dan aturan
agama. Hendaknya pengembangan iptek didasarkan kepada ketaatan kepada perintah
Allah untuk mendapatkan petunjuk-Nya. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus
dikembangkan tanpa mengenyampingkan kekuasaan Tuhan dan petunjuk-Nya di dalam
al Qur’an. Karena akal selalu akan berkembang dalam keseimbangan dengan iman,
maka mereka yang mempunyai iman akan mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi sesuai dengan norma-norma agama dan petunjuk Allah SWT.
2.

Kedudukan ilmu pengetahuan
Kedudukan ilmu pengetahuan dalam islam adalah hal yang sangat pokok. Al

Qur’an

sebagai

kitab

panduan

umat

manusia

memuat

ratusan

ayat

yang

mengungkapkan tentang ilmu, mengajak manusia untuk berfikir dan melakukan
penalaran (mengamati, memperhatikan, memikirkan, dan menyelidiki dengan seksama).
Selain itu, al Qur’an tidak bertentangan dan tidak akan berseberangan dengan hakikat
ilmu pengetahuan. Akal manusia akan terus didorong oleh al Qur’an untuk mendalami
ilmu pengetahuan.
Kedudukan ilmu pengetahuan dalam perspektif islam, dapat diuraikan sebagai
berikut:
a. Manusia diangkat sebagai khalifatullah (penguasa), dan dibedakan dari
makhluk lain karena ilmunya. Beberapa kali Allah mengaitkan penciptaan
manusia dengan kemampuannya untuk memiliki dan mengembangkan ilmu
pengetahuan. Oleh karena itu, tugas manusia harus dapat menggali potensi
diri untuk dapat menguasai ilmu dan teknologi dengan tujuan dapat
memahami, mengungkapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
b. Hakikat manusia tidak terpisah dari kemampuannya untuk mengembangkan
ilmu pengetahuan . ilmu yang disertai iman adalah ukuran derajat manusia.
Ilmu dapat mengangkat dan meninggikan derajat manusia, juga dapat

6

memperluas cakrawala serta memperkaya bahan pertimbangan dalam
menentukan setiap sikap dan tindakan yang diambilnya.
c. Al Qur’an diturunkan dengan ilmu Allah dan hanya dapat direnungkan atau
dimengerti maknanya oleh orang- orang yang berilmu. Al Qur’an hanya
jelas bagi orang-orang yang berilmu. Untuk memperoleh petunjuk dari al
Qur’an bukan saja diperlukan ketakwaan dan keimanan tetapi juga ilmu
pengetahuan.
d. Al Qur’an memberikan isyarat bahwa yang berhak memimpin umat ialah
yang memiliki pengetahuan.
e. Allah melarang manusia mengikuti suatu perbuatan tanpa memiliki ilmu
mengenainya. Disini islam menuntut agar manusia tidak bersikap dan
bertindak kecuali berdasarkan ilmu. Semakin banyak seseorang memiliki
ilmu, akan semakin lebih menyempurnakan kehidupannya dan semakin
mudah meneliti menuju kebenaran mutlak. (Muhammad Alim, 2006 : 208)
3.

Sumber ilmu pengetahuan
Pengetahuan manusia diperoleh dari 2 arah, yaitu dari atas dan dari bawah. Dari

atas maksudnya dari wahyu yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, sedangkan dari
bawah maksudnya dari realitas yang ada di alam ini melalui pengamatan, pendengaran,
perasaan dan pengalaman. Wahyu mengandung pengetahuan yang tak terhingga, yang
tak pernah habis dikaji sekalipun manusia melakukan pengkajian sepanjang sejarah
kehidupannya.
Berkaitan dengan masalah sumber ilmu pengetahaun, ada 4 sumber yang
ditunjukkan Al Qur’an untuk memperoleh pengetahuan bagi manusia antara lain:
a. Al Qur’an dan Assunah. Keduanya merupakan sumber pertama ilmu
pengetahuan. Al Qur’a mengingatkan manusia untuk memikirkan ayatayatnya dan mengambil pelajaran darinya, serta mengingatkan manusia
untuk menjadikan Rasul sebagaisuri tauladan. Tentang Assunah,seorang
mukmin diharuskan mengambil pelajaran dari Sunnah Rasul-Nya.
b. Alam semesta. Al Qur’an menyuruh manusia memikirkan keajaibankeajaiban ciptaan Allah. Al Qur’an menunjukkan kepada manusia mengenai
alam semesta dengan beragam bentuk dan jenis benda untuk diteliti.
c. Manusia adalah sumber ketiga ilmu. Selain ayat-ayat al Qur’an melukiskan
penciptaan manusia secara biologis, juga banyak yang melukiskan watak
manusia sebagai individu. Dari studi tentang manusia ini banyak melahirkan
berbagai disiplin keilmuan, antara lain: psikologi, kedokteran, dll.

7

d. Sejarah umat manusia. Meskipun Al Qur’an bukanlah buku sejarah
tetapididalamnya termuat hukum sejarah , hukum Allah tentang sejarah
kemanusiaan. Didalamnya juga terdapat pola sejarah kemanusiaan dari
zaman Nabi Adam hingga sejarah manusia akhir zaman. (Muhammad Alim,
2006 : 208 )
4. Tujuan dan penggunaan ilmu pengetahuan
Agama Islam sangat mendukung umatnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan.
Karena dengan menguasai ilmu pengetahuan serta perenungan yang mendalam tentang
hakikat keesaan serta kebesaran Allah SWT akan banyak hal yang diperoleh.
Tujuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam Al Qur’an disamping untuk
mencapai suatu kebenaran juga sebagai petunjuk juga mengandung hikmah untuk
kesejahteraan manusia. Kegunaan ilmu pengetahuan antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
B.

Menunjukkan kebenaran
Mengenal kebaikan
Meningkatkan kemakmuran/ kesejahteraan
Meningkatkan harkat dan martabat manusia
Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban
Meningkatkan rasa percaya diri
Meningkatkan produktivitas kerja
Memperoleh amal jariyah apabila diamalkan
Memiliki keunggualan hidup dunia dan akhirat

Pengembangan teknologi dalam islam
1. Pengertian teknologi
Teknologi (technology) terdiri dari kata technique dan logie. Technique , secara
harfiah berarti rancang bangun tentang sesuatu, sedangkan logie berarti ilmu
pengetahuan. Dengan demikian, teknologi secara harfiah adalah ilmu tentang teknik.
Teknologi adalah perpaduan antara teknik dan ilmu pengetahuan atau penggunaan ilmu
pengetahuan yang mendasari teknik atau penggunaan teori-teori ilmu pengetahuan
dalam rancang bangun tentang sesuatu. ( Abuddin Nata, 2010 : 243 )
Pengertian teknologi yang lain adalah kemampuan teknik dalam pengertiannya
yang utuh dan menyeluruh, bertopang kepada pengetahuan ilmu-ilmu alam yang
bersandar kepada proses teknis tertentu. (Tim Departemen Agama RI, 2004 : 45)
Dalam pembahasan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari segi
Islam , sudah selayaknya bila kita meneliti kembali sumber ajarannya yaitu al Qur’an
mengenai hal tersebut. Karena “pengembangan” merupakan suatu rangkaian kegiatan
yang mempunyai tujuan. (Achmad Baiquni, 1996 : 65)
8

2.

Motivasi islam dalam pengembangan teknologi
Apabila kini orang mengatakan ilmu pengetahuan dan juga teknologinya sudah

maju degan pesat sudah mencapai tingkat yang sangat mengagumkan , kita tidak dapat
membuat kalkulasi berapa prosen pengetahuan yang telah mampu digali oleh manusia
dari pengetahuan yang Allah turunkan dalam bentuk wahyu dan dalam bentuk
sunnatullah. Manusia tidak dapat membuat prediksi kandungan pengetahuan di alam
ini. Setiap massa ilmuan selalu menghasilkan penemuan-penemuan baru diberbagai
bidang.
Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari alam ini, Allah
memerintahkan agar kita selalu menggalinya, melakukan perjalanan, pengamatan,
penelitian, sebagaimana Allah nyatakan dalam firman-Nya:

‫ض مثنم النمظمروا تكلنيتف تكقاتن تعقابقتبمة الممتكذذببنيتن‬
‫مقلل بسنيمروا بف ي ا ل تللر ب‬

Artinya: Katakanlah :”Bepergianlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah
bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu”. (QS. alAn’am (6):11)
Dalam pengembangan ilmu pengetahuan , manusia hanyalah subjek yang
menemukan, mengoalah, dan merumuskan sehingga lahir sebuah teori. Manusia

bukanlah pencipta. Sekecil dan sesederhana apapun ilmu pengetahuan itu, sumbernya
tetap dari Allah SWT. Dalam rangka tugas kekhalifahannya, manusia terus berupaya
dan berusaha mencari tahu bagaimana cara memanfaatkan alam yang terhampar luas ini
. Belajar, mencari dan mengembangakan

ilmu pengetahuan dengan membaca,

mencoba, memperhatikan, menyelidiki dan merumuskan susatu teori hendaklah
semuanya dilakukan dengan berbasis iman. Tuhan mengajar manusia apa yang belum
diketahuinya. Allah menciptakan pendengaran, peglihatan, dan hati agar dapat
memahami apa yang Allah ajarkan, baik yang Allah turunkan melalui wahyu-Nya
maupun yang Allah turunkan melalui fenomena alam ini. Al-Qur’an memerintahkan
manusia untuk terus berupaya meningkatkan kemampuan ilmiahnya. Kita tidak boleh
berhenti mencari ilmu , menurut Nabi kewajiban mencari ilmu dimulai dari bayi sampai
akhir hayat. Kewajiban ini bukan hanya milik laki-laki, tetapi juga wanita. Dalam hal
ini secara sederhana peran umat islam sekarang ini adalah mengintegrasikan islam dan
iptek dalam proses pembentukan manusia yang berakhlak mulia dan berilmu
pengetahuan sehingga peran aktif umat islam dapat dilaksanakan bagi kenyamanan
hidup umat manusia.
3.

Manfaat teknologi
9

a. Memperoleh kemudahan
Manusia sebagai khalifah Allah diberikan kemampuan akal pikiran untuk
memanfaatkannya dengan tepat. Untuk meraih kebutuhan hidup yang tidak mungkin
dicapai melalui kemampuan fisik semata. Kemampuan itu memang telah ditentukan
oleh Allah SWT, sebagaimana Allah menyatakan dalam firman-Nya:

‫ض بف ي توتمقا النستمقاتوابت بف ي تمقا تلمكلم‬
‫تي ت تفنكمروتن بلتقلومم تذبلتك بف ي بإنن بملنمه تجبمنيععقا اللر ب‬
‫توتسنختر‬

Artinya: “Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang

ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan
Allah bagi kaum yang berfikir”. (QS. al-Jatsiyah (45) : 13)
Memperoleh kemudahan dalam hidup dengan mengembangkan potensi diri dan
dengan memanfaatkan segala yang Allah tundukkan bagi manusia di alam ini sejalan
dengan kehendak Allah. Allah juga menyatakan bahwa memang Allah sengaja
memberikan berbagai kemudahan kepada manusia agar manusia hidup dengan mudah.

‌‌ ‫تومنتنيذسمرتك بلللمنيسلهرى‬

Artinya: “Dan Kami memberi kemudahan agar kamu memperoleh kemudahan”.
(QS. al-A’la (87) : 8)
b. Mengenal dan mengagugkan Allah
Kesempurnaa alam dengan struktur dan sistemnya terbentuk dengan sempurna
karena Allah SWT. Semakin luas dan dalam pengetahuan manusia akan rahasia alam

ini, maka semakin dekat manusia untuk mengenal Allah. Hal itu dapat kita pahami dari
berbagai ayat al-Qur’an , diantaranya:

Artinya: “(17) Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia
diciptakan?
(18) Dan langit, bagaimana dia ditinggikan?
(19) Dan gunung- gunung, bagaimana dia ditegakkan?
(20) Dan bumi, bagaimana dia dihamparkan?
(21) Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah
orang yang memberikan peringatan”. (QS. al-Ghasyiyah (88) : 17-21)

10

Teknologi dan sains hanyalah sarana untuk lebih meningkatkan

pengenalan

manusia kepada Allah SWT. Kebesaran Allah akan lebih jelas bagi orang yang
berpengetahuan dibandingkan dengan orang yang kurang pengetahuan.
c. Meningkatkan kualitas pengabdian kepada Allah
Manusia diciptakan oleh Allah hanyalah untuk mengabdi kepada-Nya. Demikian
dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya:

‫س بانل بلتنيعلمبمدولبن‬
‫توتمقا تختلقلمت اللبجنن تواللبقانل ت‬

Artinya: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk

mengabdi kepada-Ku”. (QS. al-Dzariyat (51) : 56)
Teknologi apabila dirancang dan dimanfaatkan secara benar, maka teknologi
diyakini akan mampu meningkatkan kualitas pengabdiannya kepada Allah. Apabila
berbagai kemajuan yang dicapai manusia diniatkan dan diarahkan untuk kepentingan
peningkatan kualitas pengabdiannya kepada Allah, maka kemajuan yang dicapai itu
tidak membuat manusia menjadi lalai akan tugas kehidupannya.
d. Memperoleh kesenangan dan kebahagiaan hidup
Kemudahan- kemudahan manusia yang diperoleh dari pemanfaatan teknologi
membuat manusia dapat memperoleh kesenangan dan kebahagiaan hidup dalam ruang
lingkup yang halal yang diridhai Allah. Untuk memperoleh kesenangan dan
kebahagiaan hidup yang disediakan Allah, manusia diberikan sarana kebutuhan yang
serba lengkap di bumi.

‫ض تجبميلعع مثنم اسلت هوىى باتلى النستمابء تفتس و هوٮمهنن‬
‫مهتو انلبذىل تختلتق تلـمكمل نمقا بفى اللتقارل ب‬
ٌ‫ت‌‌ تومهتو بمكلل تشىلمء تعبليلم‬
‫تسبلتع تسهمهو ت‬

Artinya: “Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu

sekalian dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya
tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesutu”. (QS. al-Baqarah
(2) : 29).
e. Meningkatkan kemampuan memanfaatkan kekayaan alam
Teknologi meningkatkan kemampuan manusia untuk mengolah kekayaan alam
secara optimal. Bumi diciptakan oleh Allah dengan baik , maksudnya bumi memiliki
kesempurnaan dan keseimbangan sehingga dapat bertahan dan menyediakan berbagai
kebutuhan hidup manusia. Karena itu pemanfaatan kekayaan alam yang ada di bumi ini
jangan sampai mengganggu keseimbangan alam tersebut. Hal itu Allah ingatkan dalam
firman-Nya:

11

‫ض تبعلتد باصلتلبحتهقا توادلمعولمه تخولعفقا نوتطتمععقا‌‌ بانن ترحلتمتت الل و هبه تقبريلتب ذمتن‬
‫توتل متفلبسمدولا بفى اللتقارل ب‬
‫اللممحلبسبنيلتن‬

Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah

(Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut
(tidak akan diterima ) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya
rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS.
al-A’raf (7) : 56).
f. Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah
Rasa syukur kepada Allah yang paling ringan adalah mengucapkan
“alhamdulillahi rabbil ‘alamin”. Namun syukur yang sebenarnya adalah memanfaatkan
nikmat itu secara benar untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Bagi orang yang
beriman, sekecil apapun nikmat yang ia dapatkan dari rezeki halal yang diberikan Allah
kepadanya akan melahirkan rasa syukur kepada-Nya sebagai pemberi nikmat. Allah
mengingatkan:

‫ٮنل تشتكرلمتمل تتلبزيلتدننـمكمل‌ توتل ٮ‬
‫توباذل تتقانذتن ترمبمكمل تل ٮ‬
‫ٮنل تكتفرلمتمل بانن تعتذابىل تلتشبديلتد‬

Artinya: “Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika
kamu bersyukur , pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan
jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih”.( QS. Ibrahim (14) : 7)
4.

Tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam pengembangan teknologi, sebagai karya manusia diharapakan mempunyai

tujuan yang sesuai dengan fungsi dan kedudukannya yang dijadikan Allah selaku
khalifah di bumi, dan hambaNya. Tujuan yang dimaksud antara lain :
a. Menerapkan ilmu yang bermanfaat
Dalam kaitannya dengan penerapan ilmu menjadi teknologi hendaklah diarahkan
pada kemajuan dan pengembangannya secara luas yang tetap memperhatikan
manfaatnya. Sebaliknya tidak diabaikan sikap dan tindakan menghindari hal-hal yang
merusak baik terhadap diri manusia sendiri maupun lingkungannya.
b. Kemakmuran dunia
Manusia adalah makhluk Allah yang diberi potensi dan kekayaan yang dikenal
dengan akal dan budi. Dari potensi dan kekayaan akal budi tersebut, muncul karya12

karya manusia yang terus berkembang , baik untuk kebutuhan jasmani maupun rohani.
Yang termasuk didalamnya adalah hasil-hasil ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai
makhluk Allah yang diberi tugas untuk memakmurkan dunia ini, hendaklah hasil karya
manusia khususnya teknologi dapat menjadi bagian dari amal shaleh, dan upaya
manusia dalam rangka menjalankan fungsi khalifah, memakmurkan dunia ini. Selain
itu, meningkatkan ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.
c. Kemajuan peradaban manusia
Peradaban manusia dulu dan kini dibangun melalui pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Sejarah peradaban mengajarkan bahwa manusia tidak dapat
hidup dari alam pertama (asli) sebagai layaknya hewan. Manusia mulanya memang
hidup dari pemberian kekayaan alam sekitarnya yang masih mentah dan belum diolah.
Karena keberhasilan ilmu pengetahuan, kini kehidupan manusia menjadi lebih baik
dengan teknologi yang dikembangkannya.
d. Memberikan kemudahan dalam berama shaleh
Manusia diciptakan untuk mengemban tugas sebagai hamba Allah dan khalifahNya dimuka bumi ini, dimaksudkan agar mampu mengisi dan mengarahkan dinamika
kehidupan itu sehingga dapat menghasilkan nilai-nilai kebajikan, amal shaleh yang
abadi di sisi Allah. Tujuan pengembangan teknologi bagi umat Islam secara umum
selalu dikaitkan dengan tujuan hidup manusia yaitu mancari ridha Allah melalui dua
fungsi hidupnya yaitu selaku hamba Allah berkewajiban untuk senantiasa beribadah dan
mengabdikan diri untuk menggapai ridha-Nya dan selaku khalifah-Nya, bertugas
melestrikan lingkungan alam semesta dan menatanya untuk kemakmuran hidup
manusia. Karena itu, teknologi sebagai suatu hasil karya manusia harus digunakan
untuk mendukung kehidupan manusia agar hidupnya dapat bahagia, sejahtera, adil dan
seimbang. Dengan teknologi, alam yang terbentang luas ini sengaja diciptakan oleh
Allah agar dimanfaatkan sebesar- besarnya bagi kemakmuran hidup manusia.
C.

Etika islam dalam pengembangan iptek
Ilmu pengetahuan dan teknologi masih menjadi faktor dominan dalam kehidupan
manusia. Teknologi akan berbahaya apabia berada ditangan orang yang secara mental
dan keyakinan agama belum siap. Membiarkan ilmu pengetahuan dan teknologi
berkembang

begitu

saja

tanpa

pengarahan

yang

sistematis

akan

sangat

mengkhawatirkan.

13

Oleh karena itu, etika islam terhadap pengembangan ilmu dan teknologi dapat
dikemukakan sebagai berikut.
Pertama, islam sebagai agama yang komprehensif dan universal dalam
ajarannya tidak mengenal kompartementalisasi bidang-bidang kehidupan manusia.
Karena itu, ilmu dan teknologi serta seluruh dimensi kehidupan lainnya terpadu dalam
kehidupan tauhid. Manusia muslim diharuskan mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi seoptimal mungkin, tetapi harus sesuai dengan ajaran islam.
Kedua, dalam sistem islam seluruh kehidupan manusia muslim pada hakikatnya
harus diniatkan sebagai pengabdian (ibadah) kepada Allah. Dengan demikian,
pndayagunaan iptek tidak mungkin digunakan untuk tujuan-tujuan seain kemaslahatan
hidup manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, islam tidak membenarkan
penggunaan iptek untuk merusak kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya.
Ketiga, karena fungsi islam sebagai rahmat bagi seluruh alam , maka ilmu dan
teknologi yang dikembangkan oleh seorang muslim adalah yang membawa rahmat bagi
semua manusia. Sehingga, iptek harus dikelola dengan etika.
Keempat, ilmu dan teknologi boleh dikembangkan sejauh mungkin selama
berlandaskan etik atau moral yang jelas. Sehingga iptek harus terus dikembangkan
tetapi harus dilandasi moral islam.
Kelima, pengembangan ilmu dan teknologi harus memiliki hubunngan yang
positif bagi peingkatan ketakwaan kepada Allah. Sehingga akan menghasilkan manusia
yang berilmu sekaligus beriman (ulil abab). Dengan kemampuan membuka sebagian
rahasia alam semesta beserta hukum-hukumnya yang sedemikian rapi, teratur dan
sempurna maka ilmu teknologi selayaknya berfungsi meningkatkan rasa takwa para
pengembangnya dalam rangka berbakti kepada Allah. (Muhammad Alim. 2006 : 217).
Banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang menghendaki agar setiap muslim
memiliki suatu budi igin tahu dan suatu sikap berfikir kritis, teratur dan tuntas terhadap
fenomena- fenomena di alam semesta dan kehidupan manusia itu sendiri. Iman perlu
dibina dengan pemahaman terhadap gejala-gejala alam semesta. Dengan deikian iman
sejatinya tidak bisa dipisahkan dengan ilmu , yaitu ilmu Allah. Karena sebenarnya
semua ilmu berasal dari Allah. Manusia berusaha untuk mempunyai sekedar ilmu (yang
sedikit), dari jenis- jenis ilmu yang sangat diperlukan untuk kebahagiaan hidup manusia
didunia dan diakhirat.

14

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia adalah makhluk Allah yang diberi anugrah berupa akal, karena tujuan
diciptakannya manusia adalah sebagai khalifah dimuka bumi ini. Dengan akal yang
telah diberikan Allah, islam menuntut manusia untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan

dan

teknologi

yang

sesuai

dengan

aspek

ketauhidan.

Untuk

mengembangkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari alam ini, Allah memerintahkan
agar kita selalu menggalinya, melakukan perjalanan, pengamatan, dan penelitian.
Dalam hal pengembangan iptek hendaknya didasarkan kepada ketaatan kepada
perintah Allah untuk mendapatkan petunjuk-Nya. Ilmu pengetahuan dan teknologi
harus dikembangkan tanpa mengenyampingkan kekuasaan Tuhan dan petunjuk-Nya di
dalam al Qur’an. Karena akal selalu akan berkembang dalam keseimbangan dengan
iman, maka mereka yang mempunyai iman akan mengembangkan ilmu pengetahuan
dan teknologi sesuai dengan norma-norma agama dan petunjuk Allah SWT.
Dengan demikian iman sejatinya tidak bisa dipisahkan dengan ilmu , yaitu ilmu
Allah. Karena sebenarnya semua ilmu berasal dari Allah. Manusia berusaha untuk
mempunyai sekedar ilmu (yang sedikit), dari jenis-jenis ilmu yang sangat diperlukan
untuk kebahagiaan hidup manusia didunia dan diakhirat.
B. Saran
Kami menyadari, dalam pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami sebagai penyusun berharap agar ada kritik dan saran dari semua pihak
terutama dosen. Kami hanyalah manusia biasa. Jika ada kesalahan, itu datangnya dari
kami sendiri. Dan jika ada kebenaran, itu datangnya dari Allah SWT.

16
15

DAFTAR PUSTAKA
Tim Departemen Agama RI. 2004. Islam Untuk Disiplin Ilmu Teknologi. Jakarta:
Departemen Agama RI.
Tim Departemen Agama RI. 2004. Islam Untuk Disiplin Ilmu Manajemen

Informatika.

Jakarta: Departemen Agama RI.
Bakry, H.M. Nurchalis, dkk. 1996. Bioteknologi dan Al Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press
Taufiq, Ahmad dan Muhammad Rohmadi (Ed). 2010. Pendididkan Agama Islam.
Surakarta: Yuma Pustaka
Alim, Muhammad. 2006. Pendidikan Agama Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nata, H. Abuddin. 2010. Ilmu Pendidikan Islam Dengan Pendekatan Multidisipliner. Jakarta:
Rajawali Pers.
Baiquni, Achmad. 1996. Al Qur’an Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi. Yogyakarta: PT Dana
Bhakti Prima Yasa.

16