You are on page 1of 16

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
TUGAS GEOFISIKA EKSPLORASI
METODE GEOMAGNETIK

OLEH : MINFADLIANSAH SUJANAH PUTRA
NIM

: D611 09 001

MAKASSAR
2012

1. Pengertian dan material / batuan / mineral dari :
a. Diamagnetik
b. Paramagnetik

c. Ferromagnetik dan antiferomagnetik
d. Ferrimagnetik

e. Jawab :
a. Diamagnetik
f.
Dalam batuan diamagnetik atom – atom pembentuk batuan
mempunyai kulit elektron berpasangan dan mempunyai spin yang berlawanan
dalam tiap pasangan. Jika mendapat medan magnet dari luar orbit, elektron
tersebut akan berpresesi yang menghasilkan medan magnet lemah yang melawan
medan magnet luar tadi mempunyai Susceptibilitas k negatif dan kecil dan
Susceptibilitas k tidak tergantung dari pada medan magnet luar. Contoh :
bismuth, grafit, gipsum, marmer, kuarsa, garam.
b. Paramagnetik
g.
Di dalam paramagnetik terdapat kulit elektron terluar yang belum
jenuh yakni ada elektron yang spinnya tidak berpasangan dan mengarah pada
arah spin yang sama. Jika terdapat medan magnetik luar, spin tersebut berpresesi
menghasilkan medan magnet yang mengarah searah dengan medan tersebut
sehingga memperkuatnya. Akan tetapi momen magnetik yang terbentuk
terorientasi acak oleh agitasi termal, oleh karena itu bahan tersebut dapat
dikatakan mempunyai sifat :
 Susceptibilitas k positif dan sedikit lebih besar dari satu.
 Susceptibilitas k bergantung pada temperatur.
h. Contoh : piroksen, olivin, garnet, biotit, amfibolit dll. Dalam benda-benda
magnetik, medan yang dihasilkan oleh momen-momen magnetik atomik
permanen, cenderung untuk membantu medan luar, sedangkan untuk dielektrikdielektrikmedan dari dipol-dipol selalu cenderung untuk melawan medan luar,
apakah dielektrik mempunyai dipol-dipol yang terinduksi atau diorientasikan.
c. Ferromagnetik dan Antiferromagnetik
 Ferromagnetik
i.
Terdapat banyak kulit electron yang hanya diisi oleh suatu electron
sehingga mudah terinduksi oleh medan luar.keadaan ini diperkuat lagi oleh

adanya kelompok-kelompok bahan berspin searah yang membentuk dipole-dipol
magnet (domain) mempunyai arah sama, apalagi jika didalam medan magnet
luar.
j. Mempunyai sifat :
 susceptibilitas k positif dan jauh lebih besar dari satu.
 Susceptibilitas k bergantung dari temperature.
k. Contoh : besi, nikel, kobalt.
 Antiferromagnetik
l.
Pada bahan antiferromagnetik domain-domain tadi menghasilkan
dipole magnetic yang saling berlawanan arah sehingga momen magnetic secara
keseluruhan sangat kecil.
m.
Bahan antiferromagnetik yang mengalami cacat kristal akan
mengalami medan magnet kecil dan suseptibilitasnya seperti pada bahan
paramagnetic suseptibilitas k seperti paramagnetik, tetapi harganya naik sampai
dengan titik curie kemudian turun lagi menurut hokum curie-weiss.
n. Contoh : hematit ( Fe2O3 ).
d. Ferrimagnetik
o.
Pada bahan ferrimagnetik domain-domain tadi juga saling antiparalel
tetapi jumlah dipol pada masing-masing arah tidak sama sehingga masih
mempunyai resultan magnetisasi cukup besar. Suseptibilitasnya tinggi dan
tergantung temperatur.
p. Contoh : magnetit ( Fe3O4 ), ilmenit ( FeTiO3 ), pirhotit ( FeS ).
q. Berdasarkan proses terjadinya maka ada dua macam magnet :
 Magnet induksi ( bergantung pada suseptibilitasnya menyebabkan
anomaly pada medan magnet bumi ).
 Magnet permanen ( bergantung pada sejarah pembentukan batuan tadi ).
2. Kegunaan dari metode geomagnetik.
r. Jawab :
 Untuk prospeksi benda-benda arkeologi
 Untuk memperkirakan adanya cebakan mineral, intrusi magnetik di
daerah vulkanik, eksplorasi geotermal, dan konfigurasi cekungan sedimen
pada eksplorasi hidrokarbon.
3. Tipe dan macam-macam alat geomagnetic, minimal 4.

s. Jawab :
1. Magnetometer Mekanis
t.
Elemen-elemen medan magnet bumi dapat diukur dengan magnet
penguji dalam berbagai gantungan mekanis. Kompas merupakaan instrumen
pertama yang termasuk dalam jenis ini. Instrumen lain, yaitu jarum dip (dip
needle), berupa jarum magnet yang digantungkan pada suatu sumbu horisontal
sehingga dapat bergerak putar bebas pada bidang vertikal. Alat sederhana ini
merupakan indikator arah.

u.
v.

Gambar Elemen-elemen medan magnet bumi mencakup intensitas medan total (F),

komponen-komponen intensitas pada arah utara (X), timur (Y), vertical (Z) dan horizontal (H),

sudut inklinasi (i), sudut deklinasdi (d). Masing-masing elemen dapat ditentukan dari sebarang
kombinasi tiga elemen lainnya.

w.
x. Sekarang, sebagian besar instrumen telah diganti dengan magnetometer
elektronik, yang menunjukan ketepatan yang sama atau bahkan lebih baik serta
lebih mudah dioperasikan. Meski demikian, magnetometer mekanis (mechanical
magnetometer) masih tetap dipakai pada sejumlah lembaga observasi permanen
dan kadang-kadang juga untuk survei eksplorasi.
y.
Mungkin, prosedur operasional yang paling konvensional

dalam

institusi observasi yaitu mengukur elemen-elemen H, d , dan I, dan dari sini
elemen lainnya dapat dihitung.

z.
aa. Gambar Magnetometer torsi untuk mengukur nilai-nilai relatif komponen vertical dari
intensitas medan magnet bumi. Magnet uji berukuran kecil ditempatkan pada posisi horizontal
dengan sebuah fiber teranyam yang dikaitkan pada bagian dalam alat itu.

2. Magnetometer Induksi Jenuh /Fluxgate
ab.
Alat ini cukup sensitif terhadap pertubasi kecil terhadap intensitas
medan magnet bumi yang ditimbulkan oleh besi, ataupun kapal selam yang
bergerak pada kedalaman yang dangkal. Alat ini disebut magnetometer fluxgate
(fluxgate magnetometer). Alat ini merupakan instrumen elektronik, terdiri dari
dua batang metal yang dimagnetkan secara berlawanan oleh lilitan koil pada

batang itu dan dapat menginduksi koil jika keseimbangan magnetik teralterasi
oleh medan bumi.
ac. Keuntungan yang amat penting dari magnetometer fluxgate yaitu alat ini
dapat dibawa untuk operasional berkelanjutan dalam suatu pesawaat udara, kapal
laut, atau kendaraan lain yang bergerak. Tidak seperti gravitimeter, alat
magnetometer tidak dipengaruhi oleh gerakan atau perubahan karena elevasi
atau ketinggian.
ad. Desain dari

magnetometer

fluxgate

berdasarkan

prinsip

induksi

elektromagnetik, dimana suatu medan magnetik dapat dihasilkan oleh aliran arus
melalui konduktor kabel. Selama arus mengalir intensitas medan magnetik di
sekitar koil akan berubah, dan hal ini dapat diantisipasi dengan menempatkan
koil lain yang membawa arus bolak-balik sehingga menghasilkan medan magnet
penyetimbang.
ae. Untuk survei dengan pesawat udara, maka magnetometer fluxgate beroperasi
secaara kontinyu sehingga peerlu ada mekanisme pemelihara pada unit yang
peka., Medan magnetic bumi mengalami distorsi oleh bodi pesawat, dan
magnetometer harus dipasang sedemikian rupa sehingga distorsi dapat dikurangi
sampai batas yang diijinkan. Secara praktis maka pada pesawat ditempatkan
suatu alat yang disebut “burung”, digantung pada bagian belakang pesawat
dengan kabel panjang. Magnetometer juga dapat dioperasikan dengan
menempatkan dalam suatu tabung pelindung yang panjang, non magnetik,
disebut sebagai “stringer”, yang dipasang pada bagian hidung ataupun ekor dari
pesawat. Pengamanan yang baik ini memungkinkan magnetometer fluxgate
modern, khusus untuk pesawat, mampu mengukur intensitas medan total dengan
akurasi satu gamma.

af.
ag. Gambar Magnetometer fluxgate yang dapat ditenteng (hand-carried) untuk mengukur
komponen vertical intensitas medan magnet bumi. Piranti sensor dipegang pada posisi vertical.
(foto Sharpe Instrument Co.)

3. Magnetometer Presisi Proton.
ah.
Prinsip kerja alat Magnetometer Presisi Proton (Proton Precession
Magnetometer), yaitu bahwa setiap proton dalam suatu masa yang berputar
membawa

suatu beban elektrik positif. Gerakan dari partikel terbebani

ini

menghasilkan suatu momen magnet pada arah sumbu putarannya, dan karena
putaran itu maka proton juga mempunyai momentum sudut. Gerakan putaran ini
dinamakan precession, sebagai hasil dari kesetimbangan gravitasi dengan
momentum sudut.
ai.
Proton yang digunakan dalam sebuah magnetometer berada dalam air
ataupun cairan hidrokarbon. Secara sederhana, proton tersebut merupakan bagian
kecil dari disossiasi ion hydrogen yang berasal dari molekul-moleku H2O atau
molekul hidrokarbon lainnya. Air dan heptane (CH3[CH2]5CH5) memungkinkan
sebagai sumber proton untuk keperluan itu.

aj.

Magnetometer presisi proton dirancang untuk dapat digunakan pada

pesawat udara, kapal laut, maupun kendaraan lain yang bergerak. Begitu pula
tersedia bentuk instrumen untuk lapangan (hand-carried instrument) guna
pengukuran di permukaan tanah. Kelemahan alat ini, yaitu jika proton berada
pada media air, maka tidak dapat digunakan pada temperatur dingin, wilayah
subtropis ataupun di pesawat udara, sehingga alternatifnya yaitu dengan memakai
cairan heptane.
ak. Frekuensi presisi yang terhitung pada survei geofisika berkisar dari 1000
sampai 3000 hertz. Peralatan penghitung frekuensi mutakhir mampu mengukur f
dalam presisi  0,02 hertz, sehingga intensitas medan bumi dapat diukur hingga
akurasi setengah gamma. Pengukuran tidak dapat dilakukan secara kontinyu,
karena waktu yang diperlukan oleh proton untuk mengukur polarisasi dan
intensitas setiap 2 sampai 4 detik. Jika alat dipakai pada pesawat udara dengan
kecepatan 150 mph (mile per hour), maka pembacaan akan berjalan pada setiap
titik gerakan yang terpisah 450 feet.

al.

am. Gambar Magnetometer presisi proton tipe tentengan dan tipe pesawat udara. Alat sensor
dihubungkan dengan suatu kabel untuk menghilangkan pengaruh medan elektromagnetik karena
benda lain maupun karena tubuh pesawat terbang (foto Geometric Inc.)

4. Magnetometer pompa optis
an.
Magnetometer pompa optis (Optically Pumped Magnetometer)
dipandang paling sensitive kemampuannya mengukur elektron untuk menentukan
intensitas medan

magnet bumi. Magnetometer ini dirancang agak berbeda

dengan magnetometer proton. Distribusi dari elektron dalam cesium yang
diuapkan memungkinkan untuk dipakai dalam pengukuran. Instrumen yang
memakai unsur cesium, disebut cesium vapor magnetometer. Unsur rubidium
yang diuapkan juga dipakai dalam peralatan serupa, sehingga disebut rubidium
vapor magnetometer. Unsur cesium lebih banyak dipakai pada peralatan
magnetometer yang dijual di pasaran.
ao.
Magnetometer pompa optis dirancang untuk survei dengan pesawat
udara (airborne surveying) serta untuk operasional pada observatori permanen.
Alat ini mengukur intensitas medan magnet total dan tidak mengukur elemenelemen magnetik lainnya. Alat jenis ini mampu mengukur intensitas medan
dengan akurasi hingga 0,01 gamma.
5. Pengukuran di seluruh Dunia
ap.
Medan magnet bumi memiliki variasi regional dan variasi waktu.
Pekerjaan geofisika eksplorasi perlu memperhatikan hal ini sebelum melakukan
analisa

anomali magnetic lokal yang ditimbulkan oleh struktur geologi.

Informasi tentang sifat – sifat medan magnet bumi dalam skala besar secara
umum diperoleh dari berbagai observatori geomagnetik. Saat ini ada sekitar 140
observatori geomagnetik di seluruh dunia. Institusi ini dilengkapi dengan
peralatan untuk merekam secara kontinyu tiga elemen medan magnet bumi.

Selain itu lebih dari 2000 tempat telah dipilih untuk pengukuran satu atau lebih
elemen dan diulang dengan interval waktu antara 5 sampai 20 tahun. Sejauh
mungkin, observatori geomegnetik dipilih atau ditempatkan pada daerah-daerah
dimana tidak ada anomali lokal yang besar, sehingga memberikan keyakinan
bahwa sifat-sifat regional dari medan yang diukur sejauh mungkin cukup akurat
aq.
Peralatan yang dimiliki Pusat Survei Geologi dalam penggunaan
metode Magnetik ini, antara lain :
1. Proton Magnetometer Geometrics Tipe G-856 dan G-826 Geometrics.
2. Cesium Gradiometer Geometrics Tipe G-858 dilengkapi GPS
AgGPS114.3. Envi VLF&Mag Scintrex.
4. Metode pengambilan data-data geomagnetik untuk local ( darat ) dan regional
( darat dan udara ).
ar. Jawab :
A. Survei di darat
as.
Saat ini, survei darat (land magnetic surveying) umumnya untuk
memetakan anomali-anomali yang relatif sempit untuk memastikan hasil dari
survei pesawat udara. Prosedur lapangannya, tidak sama dengan pengoperasian
alat gravitimeter.
at. Ketika mengoperasikan alat magnetometer, petugas tidak boleh menggunakan
benda-benda yeng mengandung baja atau material feromagnetik, seperti gesper
ikat pinggang, jam tangan logam, uang logam, pisau, parang dan sebagainya
karena akan mengacau magnetometer. Pengujian pembacaan perlu dilakukan
untuk menentukan lokasi yang baik, yaitu harus dijauhkan dari kendaraan, kabel
listrik, jembatan, jalur pipa dalam tanah misal pipa minyak, serta rel kereta api.
Tergantung situasi, maka magnetometer harus berjarak beberapa meter hingga
100 meter dari obyek-obyek yang dapat mengganggu. Adanya obyek-obyek

metal menyebabkan hasil survei magnetometer sangat sulit dipercaya, khususnya
daerah urban dan sepanjang jalan raya.
au.
Survei dengan magnetometer juga harus mengukur variasi harian dan
secular, sedangkan magnetometer mekanis juga akan mengalami drift atau
kesalahan baca akibat usia dari alat. Pada survei dengan magnetometer proton,
maka diletakan satu alat magnetometer pada stasiun dasar (base station, misal pos
utama di tempat pak lurah) untuk mengukur intensitas medan magnet dalam
kaitannya dengan waktu, sehingga akan terdeteksi variasi harian, musiman, badai
maupun perubahan lain yang terjadi. Sedangkan satu alat yang portable dibawa
untuk survei eksplorasi. Intensitas vertikal absolut biasanya tidak diukur pada
stasiun dasar, karena tidak digunakan dalam menghitung efek pada medan
magnet utama.
B. Survei Aeromagnetik
av.
Saat ini, survey dengan pesawat udara sudah umum dilakukan,
operasional ini disebut sebagai airborne magnetic surveying atau aeromagnetic
surveying. Prosedur yang umum idlakukan yaitu pengukuran dilakukan pada
suatu wilayah tertentu, jalur terbang diambil secara parallel. Garis jalur
berpotongan

berguna

untuk

koreksi

variasi

waktu

pada

pembacaan

magnetometer. Survei dengan pesawat udara menjadi lebih kompleks dalam
penangannya dibandingkan dengan survei darat. Petugas yang sangat terlatih
diperlukan untuk mengoperasikan magnetometer, peralatan navigasi, serta
komputer untuk kompilasi dan pemrosesan data.
aw.
Biaya survei aeromagnetik sangat tinggi dibandingkan dengan survei
darat, dihitung berapa mil atau kilometer luasan yang akan diukur. Pada survei
ini, peralatan elektronik dan rekaman ditempatkan pada pesawat udara sedangkan

alat sensor, sering disebut burung (bird) digantungkan dengan kabel sekitar 100
hingga 500 kaki dari tubuh pesawat. Peralatan magnetometer disusun dengan
kompak sehingga tidak memakan ruangan. Kepekaan alat dapat menimbulkan
beberapa problem. Jika pesawat berubah arah terbang dan kecepatannya, maka
pembacaan intensitas medan dapat berubah. Efek ini sebagian juga terjadi karena
penempatan unit sensor pada sayap pesawat atau di moncong pesawat, atau
digantung dengan kabel pada ekor pesawat. Untuk itu perlu koreksi akibat
pengaruh pesawat, dan diperlukan bearing corrections yang dikerjakan secara
eksperimen, dengan uji terbang pada berbagai arah pada satu titik lokasi yang
sama.

ax.
ay. Gambar Garis jalur terbang dan garis ikat suatu survei aeromagnetik. Titik-titik menunjukan
posisi titik kontrol.

az.
ba. Gambar Peralatan elektronik dan pengontrol magnetometer serta alat perekam yang dipasang
pada sebuah pesawat terbang (dari Aeroservices.Inc)

bb.
bc. Gambar Sebuah pesawat udara dengan alat stringer dan alat sensor magnetometer pada
bagian atasnya. Medan magnetik yang disebabkan oleh sirkuit elektrik dan bagian-bagian
ferromagnetik dari pesawat efeknya harus dikurangi terhadap unit sensor yang ditaruh diatas
pesawat.

C. Survei Gradien Magnetik
bd.
Intensitas medan magnet berubah dengan elevasi, tetapi hanya amat
kecil, dan khususnya pada tempat dimana ada anomali lokal. Perubahan kecil ini
dan ketergantungan terhadap anomali lokal, tidak sama dengan pada gravitasi
dimana perubahan itu berkaitan dengan jarak ke pusat gravitasi bumi. Gradien
vertikal intensitas medan magnet bumi, F/x , yaitu perubahan intensitas
dibagi dengan perubahan elevasi yang ada Sampai saat ini, hal itu tidak pernah

diukur secara cukup akurat untuk tujuan eksplorasi, meskipun sekarang dapat
dilakukan dengan magnetometer cesium presisi tinggi (high-precision cesium
vapor magnetometer)
be.
Pengujian pengukuran gradien intensitas medan magnet vertical
pernah dilakukan dengan menempatkan dua sensor (bird sensor) pada posisi 100
dan 200 kaki dari psawat udara. Cara lain yaitu sensor ditempatkan pada posisi
diatas pesawat sejauh 15 feet, dan dapat diperoleh gradien kecil terukur karena
perbedaan kedudukan sensor tersebut. Perbedaan gradien ini mempunyai arti
penting dalam koreksi data pengukuran dengan pesawat udara agar diperoleh
hasil yang layak dipercaya. Hasil dari survei gradien menunjukan bahwa nilai itu
tidak tergantung pada variasi medan utama, variasi sekular, maupun variasi
harian. Untuk anomali regional, gradien yang amat kecil ini akan tereliminasi,
dan baru memiliki arti bagi anomali-anomali yang bersifat lokal.

bf.
bg. Gambar Magnetometer dual dipasang untuk pengukuran dengan pesawat terbang terhadap
gradient vertical intensitas medan total. Perbedaan kecil dalam medan magnetic dapat dideteksi
dari pembacaan dua unit sensor yang terpisah.

D. Survei magnetometer dengan kapal-laut

bh.

Pengukuran intensitas medan magnet bumi pada permukaan laut

biasanya dikerjakan sebagai bagian dari suatu operasional geofisika dengan kapal
laut. Untuk mendapatkan biaya yang relatif rendah, maka magnetometer telah
terpasang bersamaan dengan peralatan survei seismik dan gravitasi. Kecuali
untuk kasus khusus, survei tunggal magnetic dapat dilakukan dan tentu saja
menjadi mahal.
bi.
Alat yang umum dipasang pada kapal laut yaitu jenis magnetometer
proton. Efek gangguan dari metal kapal serta peralatan elektronik, direduksi
dengan menarik sensor magnetometer hingga sekitar 500 sampai 1000 kaki dari
kapal. Kabel dan kotak yang memuat sensor telah dirancang sedemikian rupa dan
cukup mengapung agar posisi sensor selalu dekan dengan bidang muka laut,
sehingga dapat terjaga akurasi kontrol elevasi dan menjaga alat sensor tidak
tenggelam di bawah bidang muka laut. Kabel yang panjang akan menjadi
masalah pada saat kapal melakukan manuver, membelok, pada posisi spasi jalur
pengukuran yang dekat. Operasional pada daerah dekat pantai, wilayah teluk, dan
danau dapat dilakukan dengan kabel yang lebih pendek, dan menarik alat sensor
magnetometer dengan motor boat.