You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk yang sangat unik yang memiliki kemampuan
dalam berbagai bidang dan kemungkinan besar terjadi keragaman antara individu
yang satu dengan individu yang lainnya,keragaman tersebut biasannya meliputi
kecerdasan, kepribadian, bakat, minat, motivasi, sikap dan keragaman lain yang bias
ditemukan pada setiap masing-masing individu (Susetyo,2015)
Stress merupakan fakta hidup, individu bereaksi secara berbeda terhadap
stressor bergantung pada berbagai faktor yang salah satunya oleh bagaimana individu
memaknai peristiwa yag menimbulkan stress tersebut (stressor). Manajemen koping,
harapan terhadap self-effficacy, daya psikologis, optimisme, dukungan sosial,
merupakan faktor psikologis yang dapat mengurangi atau menahan stress (Nevid,
2003 dalam Arsi.,dkk, 2009)
Stress dapat terjadi dimanapun dan pada siapapun, juga pada mahasiswa.
Mahasiswa dengan kesulitan pada saat menyesuaikan diri dapat merupakan stressor
tersendiri yang akan menghambat proses belajar mengajar sehingga mempengaruhi
proses belajar. Keberhasilan proses belajar-mengajar sebagai tujuan utama
pendidikan tidaklah sematamata ditentukan oleh faktor-faktor yang bersifat
akademik, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor non akademik.
Dalam faktor eksternal dapat bersifat eksternal maupun internal. Faktor eksternal
dapat berupa dukungan maupun hambatan lingkungan, fasilitas, sistem sosial
ekonomi, kondisi alam dan lain sebagainya. Adapun faktor internal dapat berupa
kondisi kesehatan jasmani maupun kondisi kesehatan psikis atau emosional. Faktor
internal memegang peranan yang palin menentukan dalam keberhasilan proses

2006 dalam ismail. tingkat stress yang tinggi cenderung mengarah pada gangguan fisiologis. berkeringat dingin. mengalami ketegangan dalam bekerja. 2015 mengenai tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki Prevalensi sebesar 31. tekanan darah meningkat. penelitian yang di lakukan oleh Saipanish 2003 dalam Abdulghani 2008 di Asia didapatkan sebesar 47-74. seperti : sering mengalami sakit kepala(pusing).belajar karena kesehatan psikis seorang mahasiswa dapat berubah dengan adanya perubahan lingkungan (Sumarni. Mahasiswa keperawatan merupakan seorang calon perawat professional yang akan memberikan asuhan keperawatan di pelayanan kesehatan. Perhatian dan persiapan tersebut dibutuhkan karena pembelajaran klinik memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bekerja dengan klien dan belajar masalah yang nyata (Chapman & Orb. bila ada transaksi orang yang mengalami stress dan hal yang dianggap mendatangkan stress membuat orang yang bersangkutan melihat ketidaksepadanan baik yang nyata maupun yang tidak nyata antara keadaaan atau kondisi dan system sumber daya biologis.. 2003). keterampilan psikomotor.dkk. 1998 dalam sudaryanto.251% Sementara itu. 2007).dkk. pengetahuan. sering mengalami jantung berdebar. 1998 dalam Syahreni. 2009). Pembelajaran klinik adalah dimana mahasiswa mendapat perhatian serius dan persiapan yang baik.2% prevalensi mahasiswa .dkk. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat stress perawat dengan kategori tinggi sebesar 47%. Stress merupakan keadaan atau kondisi yang tercipta . manajemen waktu dan keterampilan penyelesaian masalah (Grealish & Carrol. psikologis dan social ada padanya (Christyanti. Penelitian yang dilakukan oleh stephanie. nyeri leher dan bahu (Ilmi... bola mata melebar. 2000 dalam Syahreni. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan seorang perawat akan mengalami stress kerja. 2007) Pembelajaran klinik memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan sikap. 2010 dalam yosep. 2009).

Tujuan a.9% mahasiswa kedokteran tidak mengalami stress ( Rahmi.2%. dan 22.2%. Hasil penelitian lainnya dari Universitas Sumatera Utara tahun 2010 dengan jumlah sampel 90 mahasiswa kedokteran USU menunjukkan persentase stress ringan. Dari hasil penelitian Fakultas kedokteran Universitas Islam Indonesia angkatan 2008 mengadakan penelitian pada 133 mahasiswa dengan hasil Stres ringan dialami oleh 82 (61. Berdasarkan prevalensi diatas stress sering terjadi pada mahasiswa dikarnakan mahasiswa tidak dapat mengatasi masalah yang dialaminya . dan berat adalah 26. Sekitar 28. Tujuan Umum Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja Faktor-Faktor yang mempengaruhi tingkat stress pada Mahasiswa S1 Keperawatan di . Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang di atas.2%) responden. ringan (25. B. praktik belajar klinik juga dapat menyebabkan stress pada mahasiswa karena banyak tuntutan yang harus dipenuhi sesuai target yang telah ada . dengan 13 (41. Penelitian lain yang dilakukan oleh Rahmi (2012) tentang hubungan tingkat stress dengan prestasi belajar menunjukan bahwa persentasi mahasiswa berprestasi lebih banyak dijumpai pada tingkat stress normal (55.1%).6%).Fakultas Kedokteran yang mengalami stres. dengan 20 (58. Berdasarkan Latar belakang diatas peneliti ingin mengetahui apa saja factorfaktor penyebab stress pada mahasiswa dalam melaksanakan praktek klinik.7%) responden.4%). 22. maka Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja Faktor-Faktor yang mempengaruhi tingkat stress pada Mahasiswa S1 Keperawatan di Fakultas kesehatan Universitas Khatolik Musi Charitas Palembang pada saat praktek Rumah Sakit ? C.0%).0%) dan mahasiswa berprestasi baik dengan tingkat stress berat (7. sedangkan stres sedang dialami oleh 51 (38. sedang.3%) responden. 2012) .7%. sedang (20.

Bagi Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mahasiswa untuk mencegah terjadinya stress dalam menghadapi praktek di Rumah sakit. E. Ruang Lingkup Penelitian ini termasuk dalam lingkup keperawatan jiwa yang difokuskan untuk mengetahuiapa saja Faktor. 2.Fakultas kesehatan Universitas Khatolik Musi Charitas Palembang pada saat praktek Rumah Sakit b. Sampel dalam penelitian ini merupakan Mahasiswa S1 Keperawatan.Faktor yang mempengaruhi tingkat stress pada Mahasiswa S1 Keperawatan di Universitas Khatolik Musi Charitas pada saat praktik di Rumah Sakit. Penelitian Terkait . Tujuan Khusus Untuk menganalisis factor – factor apa saja yang mempengaruhi tingkat stress pada mahasiswa S1 keperawatan D. Bagi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Khatolik Musi Charitas Palembang Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai refrensi dan bahan bacaan bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes Perdhaki Charitas Palembnag mengenai teori-teori mata kuliah keperawatan jiwa. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan febuari Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik metode cross sectional sebanyak____responden purposive sampling. F. Manfaat 1. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian untuk mengaplikasikan ilmu Keperawatan Jiwa dan Metodologi Keperawatan serta menambah wawasan dan wacana baru bagi peneliti untuk melihat fenomena nyata yang ada dilapangan. 3.

01 yang artinya signifikan). f aktor kepribadian-pola tingkah laku tipe A. harapan terhadap self-effficacy.. dukungan sosial.8%faktorfaktor lain yang berpengaruh terhadap kecenderungan stres pada mahasiswa Kedokteran. diantaranya adalah f aktor lingkungan.. Manajemen koping.000 (p<0. individu bereaksi secara berbeda terhadap stressor bergantung pada berbagai faktor yang salah satunya oleh bagaimana individu memaknai peristiwa yag menimbulkan stress tersebut (stressor). Sumbangan efektif penyesuaian diri terhadap tuntutan akademik adalah 16.2% yang menunjukkan bahwa terdapat sekitar 83. 2009) .dkk. PStres adalah Stress merupakan fakta hidup.1. Penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional sampel pada penelitian ini sebanyak 127 Mahasiswa fakultas kedokteran di universitas hang tuah Surabaya.403 pada taraf signifikansi (p) 0. f aktor kognitif danf aktor sosial budaya. G. 2010 dengan judul hubungan antara penyesuaian diri terhadap tuntutan akademik dengan kecenderungan stress pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas hang tuah Surabaya. Definisi istilah kunci 1. dkk. merupakan faktor psikologis yang dapat mengurangi atau menahan stress (Nevid. optimisme. Berdasarkan analisis korelasi product moment antara hasil perhitungan penyesuaian diri terhadap tuntutan akademik dengan kecenderungan stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran diperoleh hasil rxy sebesar -0. daya psikologis. penelitian yang di lakukan christyanti. 2003 dalam Arsi. Hal ini berarti variabel bebas (X) penyesuaian diri terhadap tuntutan akademik mempunyai hubungan negatif.

2007 ). 2012). Untuk itu diharapkan mahasiswa perlu memiliki cara pandang yang baik. 1998 dalam Syahreni.2.dkk. manajemen waktu dan keterampilan penyelesaian masalah (Grealish & Carrol. Mahasiswa adalah Mahasiswa adalah salah satu bagian dari civitas akademika pada perguruan tinggi yang merupakan calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. jiwa. kepribadian serta mental yang sehat dan kuat ( Alsa. pengetahuan. Pembelajaran Klinik adalah Pembelajaran klinik memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan sikap.. . keterampilan psikomotor. 3.