You are on page 1of 7

PENDAHULUAN

Gangguan
jiwa
manifestasi
akibat

perilaku

penduduk Indonesia sekitar 200 juta
merupakan
menyimpang

distorsi sehingga ditemukan

ketidakwajaran dalam bertingkah laku.
Hal ini dapat terjadi karena adanya
penurunan semua fungsi kejiwaan
(Nasir, 2011).
Menurut

Riskesdas

2013,

prevalensi gangguan jiwa berat di
Indonesia sebesar 1,7 per mil, kejadian
tertinggi terdapat di DI Yogyakarta dan
Aceh (masing-masing 2,7%), dan yang
terendah di Kalimantan Barat (0,7%)
sedangkan kejadian gangguan jiwa di
Sumatera Selatan (1,1%) dari jumlah
respondens

1,728

gangguan jiwa berat.
World
Health

orang

dengan

Organization

(WHO) pada tahun 2013 jumlah
penderita skizofrenia akan semakin
meningkat
juta

hingga

orang

Prevalensi

di

mencapai
seluruh

450
dunia.

penderita skizofrenia di

Indonesia adalah 0,3 sampai 1% dan
biasanya

timbul pada usia sekitar

18 sampai 45 tahun, namun ada juga
yang baru berusia 11 sampai 12 tahun
sudah menderita skizofrenia. Apabila

jiwa, maka diperkirakan sekitar 2 juta
jiwa

menderita

skizofrenia

(Arif,

2006). Skizofrenia merupakan bentuk
yang parah dari penyakit mental yang
telah mempengaruhi sekitar 7 per
seribu dari populasi orang dewasa,
terutama pada kelompok usia 15-35
tahun.
Penelitian

Misnan

(2014),

menyebutkan salah satu penyebab
pasien

skizofrenia

kekambuhan

yaitu

mengalami
ketidakpatuhan

pasien dalam meminum obat, faktor
yang

mempengaruhi

pasien

skizofrenia

obat

antara

keluarga,

untuk

lain

sosial

kepatuhan
minum

yaitu

peran

ekonomi,

sikap

pasien, motivasi, ingatan atau memori
pasien serta informasi dari petugas
kesehatan.
Berdasarkan studi pendahuluan
Februari 2016 kepada 5 keluarga yang
mengantar anggota keluarganya untuk
berobat jalan ke poli klinik rawat jalan
Rumah
Palembang.

Sakit
Pada

Ernaldi
saat

Bahar
dilakukan

wawancara hanya 2 keluarga saja yang
mengetahui bahwa pentingnya minum

5 diatas menunjukan bahwa mayoritas sikap keluarga pasien Skizofrenia positif sebanyak 80 responden (81. 2016 Hasil Analisis pada Tabel 5.obat secara teratur.5% 100% 5. untuk variabel pengetahuan. menggunakan Teknik pengambilan purposive sampling sampel dengan jumlah sampel 98 responden yang memenuhi criteria inklusi. Populasi dalam penelitian ini N o yang bersifat kuantitatif dengan desain adalah keluarga yang mendampingi pasien berobat ke poliklinik jiwa Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang yang berjumlah 4637 kunjungan. sedangkan 3 keluarga lainya mengatakan mereka tidak mengetahui jika obat tidak diminum kekambuhan.6%) dan sikap keluarga negatif sebanyak 18 responden (18.4% if Jumla 98 100% h Sumber : Data Primer.5%) dan Pengetahuan keluarga kurang baik sebanyak 23 responden (23. 10 pertanyaan untuk Distribusi Frekuensi Kepatuhan Minum Obat Pasien skizofrenia variabel kepatuhan minum obat.5% 23.6% f 2 Negat 18 18.4 diatas menunjukan bahwa mayoritas pengetahuan keluarga pasien Skizofrenia baik sebanyak 75 responden (76. 10 pertanyaan untuk variabel sikap. Kuisioner terdiri dari 30 pertanyaan tertutup yaitu 10 pertanyaan Sika Frek Perse p uensi ntase Kelu arga 1 Positi 80 81. 2016 Hasil Analisis pada Frekuensi 75 23 98 Tabel Persent ase 76.4). penelitian dilakukan pada tanggal 20-22 April 2016. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian analitik N o 1 2 Pengetahuan Keluarga Baik Kurang Baik Jumlah Sumber : Data Primer. Berdasarkan pasien latar akan mengalami belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pasien Skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang. HASIL & PEMBAHASAN Distribusi Frekuensi Pengetahuan keluarga skizofrenia Tabel Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Keluarga pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang 2016 (n=98) Tabel Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kepatuhan Minum Obat pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang 2016 (n=98) N Kepat o uahan Minu m Obat Frek uensi Perse ntase . instrument yang digunakan adalah kuisioner.5%) Distribusi Frekuensi Sikap keluarga skizofrenia penelitian cross sectional dengan uji statistik Tabel Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap Keluarga pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang 2016 (n=98) Chi-Square.

sebanyak 9 responden (39.7 9 39 . 0 1 3 Pasien dan keluarga perlu mempunyai pengetahuan untuk mengantisipasi masalahmasalah kesehatan jiwa yang mungkin terjadi dirumah.1%) patuh dalam meminum obat dan 14 responden (60.3%) dan yang tidak patuh dalam meminum obat sebanyak 36 responden (36.033 (p < α 0. 2016 baik ketaatan menghasilkan tentang yang obatnya meningkat hasil terapi yang meningkat.7%) patuh dalam meminum obat dan 22 responden (29.9%) tidak patuh dalam meminum obat. Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia Hasil uji statistik chi square di peroleh p value Tabel Hubungan pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang 2016 (n=98) berarti N Peng o etahu an Kelu arga 1 Baik 2 Kuran g Baik Jumla h Kepat uhan Minu m Obat P Ti at d u a h k p at u h n % 5 3 70 .3%) tidak patuh dalam meminum obat sedangkan dari 23 responden yang memiliki pengetahuan keluarga kurang baik. responden (70.7%). dengan menggunakan uji korelasi spearman diperoleh p = 0.013 menunjukan bahwa p < α 0. Keluarga perlu mempunyai pengetahuan yang benar tentang pemberian . Hasil penelitian ini mengatakan bahwa pasien yang berpengetahuan menunjukkan sehingga 75 100 % 23 100 % 6 3 98 2 6 100 63 36 % .1 n % 2 2 29 . bahwa 0. Menurut keliat dalam Hikmah (2011).3 1 4 60 .3 .9 Pe rsen tase (%) P V al u e = 0.6 diatas menunjukan 75 mayoritas pasien Skizofrenia patuh daalam meminum obat yaitu sebanyak 62 responden (63.05) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia.7 Sumber : Data Primer. 2016 dari bahwa responden yang mempunyai pengetahuan keluarga yang baik sebanyak 53 Hasil Analisi pada Tabel 5.3 % 2 Tidak 36 36. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Butar (2012).1 Patuh Berdasarkan tabel diperoleh hasil yaitu 62 63.7 Patuh % Jumlah 98 100% Sumber : Data Primer.05 yang menunjukan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat.

0%) tidak patuh dalam . 0 0 8 98 100 % Sumber : Data Primer. sebanyak 56 responden maka keluarga dapat mencegah terjadinya (70.obat. 1 Posi tif tingkatan Memahami 2 Neg atif .3 7 5 12 66 .0 6 33 . dan mengevaluasi suatu diamati. faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien skizofrenia Hubungan untuk Kepatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia. Sedangakan dari 18 responden minum obat secara teratur bagi (30. 2016 pasien Berdasarkan tabel diperoleh hasil yaitu skizofrenia dan keluarga mengetahui apa saja dari 80 responden yang mempunyai sikap hal-hal yang dapat membuat pasien kambuh keluarga yang positif. Keliat (2011) menyatakan kelurga yang mempunyai kemampuan mengatasi masalah akan dapat mencegah perilaku maladaptif (pencegahan primer). sintesis. Tabel Hubungan Sikap keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang 2016 (n=98) minum obat antara lain yaitu pengetahuan keluarga. Peneliti berasumsi dari hasil penelitian terdapat Kepatu han Minum Obat P at u h Ti d a k p at u h n % 5 6 70 .sehingga jika objek yang keluarga telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pentingnya Jum lah Sikap Pers enta se (%) Keluarga dengan P V al u e 80 100 % 18 100 % 0. tanda dan gejala terbukti dari hasil penelitian dimana mayoritas skizofrenia.0%) patuh dalam meminum obat dan 24 kekambuhan dan kepatuhan pasien skizofrenia responden minum obat akan semakin meningkat hal ini meminum obat. menganalisis.7 2 3 hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat ini karena mayoritas keluarga memiliki pengetahuan yang baik secara teori pengetahuan yang baik adalah keluarga harus pengetahuan memiliki yaitu 6 Tahu.mengaplikasikan.0 n % 2 4 30 . pemahaman obat. menanggulangi perilaku maladaptif (pencegahaan memulihkan perilaku sekunder) adaptif dan (pencegahan N Sik o ap Kel uar ga tersier) sehingga derajat kesehatan pasien dapat ditingkatkan secara optimal. Menurut keliat dalam Arsandy dan Ismalinda keluarga memiliki pengetahuan yang baik dan (2014) Pasien skizofrenia mengalami mayoritas pasien skizofrenia patuh dalam meminum obat. kekambuhan karena ketidakpatuhan pasien dalam meminum obat.

Keluarga menebus maupun akan penyakit pasien dan tidak memperhatikan apa saja hal-hal yang dapat membuat pasien kambuh dan mengucilkan keadaan pasien hal ini lah yang dapat membuat pasien terasingkan atau merasa memperhatikanya tidak lagi ada orang dikarnakan yang pasien mengalami penyakit skizofrenia hal ini dapat memperburuk keadaan pasien bahkan dapat membahayakan orang disekitarnya. pendengaran.05) pasien dalam meminum obat.05 yang berarti menunjukan ada hubungan yang bermakna antara sikap keluarga dengan kepatuhan minum sikap dengan kepatuhan minum obat karena mayoritas keluarga memiliki sifat positif.008 menunjukan bahwa p < α 0. dan pengalaman. mengingatkan yang bermakna berarti antara kekambuhan ada sikap pasien hubungan yang keluarga dengan skizofrenia.2012). angka dalam bahwa sikap dipelajari seseorang melalui pengamatan. Peneliti berasumsi ada hubungan antara 6 responden (33. menghargai dan bertanggung jawab maka jika keluarga memiliki sikap yang positif terhadap obat. keluarga berfungsi sebagai asuhan kesehatan terhadap anggotanya baik untuk mencegah terjadinya gangguan obat sebelum obat yang tinggi dibandingkan keluarga yang tidak peduli Wulansih dan Widodo (2008) menyatakan seseorang individu.yang memiliki sikap keluarga yang negatif merawat anggota yang sakit ( Friedman. Hasil uji statistik chi square di peroleh p value = 0. Menurut Ahmadi (2004). Dengan kata lain sikap adalah tindakan dan tingkah laku diri berlandaskan cara fikir memiliki fungsi perawatan / pemeliharaan kesehatan anggota keluarganya. KESIMPULAN .7%) tidak patuh dalam meminum obat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakuakan pasien skizofrenia hal ini dapat mempengaruhi Wulansih dan proses kesembuhan pasien. keluarga yang Widodo (2008) dengan menggunakan uji memiliki rasa peduli tinggi terhadap pasien korelasi chi square diperoleh p = 0.041 (p < α pasti akan merawat pasien. mengajak pasien untuk kontrol ke Rumah Sakit penelitian ini mengatakan bahwa pasien yang dan memiliki 25 dikonsumsi pasien habis. memperhatikan 0. Hasil pasien jika pasien belum minum obat. 1998 sebanyak dalam Mubarak.3%) patuh dalam meminum obat dan 12 responden (66. secaara teori sifat yang positif memiliki tingkatan yaitu Memahami. menanggapi. sifat yang positif dari responden (50%) ini menunjukkan sebagian keluarga sangat diperlukan oleh pasien karena keluarga telah memiliki sikap yang baik dengan dukungan dari keluarga pasien memiliki terhadap motivasi atau keinginan untuk sembuh lebih sikap pasien yang dan baik sebanyak mengurangi kekambuhan pasien skizofrenia.

2.05 yang berarti menunjukan ada hubungan yang bermakna antara sikap keluarga dengan Ernaldi Bahar kekambuhan. Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan kepada Fakultas Ilmu Kesehatan melakukan penelitian kepada mewawancarai keluarga menggunakan alat kuisioner.029 menunjukan bahwa p < α 0.3%) 4. Bagi Keluarga Diharapkan keluarga dapat memiliki sikap yang sebanyak 21 responden (21. Diketahuinya hasil analisis uji statistik di peroleh p value = 0.Dari keseluruhan hasil penelitian yang didapat pelayanan yang selalu melibatkan keluarga di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang seperti memberikan pendidikan keshatan untuk peneliti 98 keluarga bahwa pentingnya minum obat secara responden dalam waktu 3 hari dengan cara teratur agar mencega kekambuhan 2.7%) dan sikap keluarga yang negatif sebanyak 15 responden (15. Diketahuinya distribusi frekuensi kepatuhan peduli terhadap pasien dan untuk keluarga yang baru memiliki mengalami anggota skizofrenia keluarga mencari tau yang atau menanyakan kepada petugas tentang penyakit skizofrenia agar keluarga mengetahui minum obat pasien skizofrenia yang patuh pentingnya minum obat secara teratur untuk sebanyak 62 responden (63. 3. Bagi Pasien Diharapkan pasien agar tidak terjadi selalu patuh dalam mengkonsumsi obat secara teratur dan sesuai dengan jadwal yang telah diberikan sehingga dapat mengurangi tanda dan gejala kekambuhan serta meningkatkan kesembuhan pasien dan melakukan rawat jalan secara teratur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter. dapat meningkatkan referensi atau bahan bacaan bagi mahasiswa/i program studi keperawatan keluarga pasien skizofrenia yang baik sebanyak UNIKA Musi Charitas Palembang tentang 77 responden (78.4%). 4. SARAN 1. Diketahuinya distribusi frekuensi keluarga pasien sebanyak 83 skizofrenia yang Sikap positif responden (84. Berdasarkan penelitian dengan hasil sebagai berikut : 1. 5.05 yang berarti menunjukan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Diketahuinya distribusi frekuensi pengetahuan UNIKA Musi Charitas Palembang. Bagi Rumah Sakit Diharapkan bagi skizofrenia dapat memerikan pendidikan kesehatan kepada Poliklinik Rumah dapat terus Sakit memberikan keluarga tentang pentingnya minum obat secara teratur terutama untuk keluarga yang baru . Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan untuk peneliti selanjutnya agar kepatuhan minum obat. 5.042 menunjukan bahwa p < α 0.3%) 3.7%) dan yang tidak pasien patuh 36 responden (36. Diketahuinya hasil uji statistik di peroleh p value = 0.6%) dan kurang baik materi ajar keperawatan jiwa.

memiliki anggota keluarga yang mengalami skizofrenia. .