You are on page 1of 13

1

PEMBAHASAN
1.1 Desentralisasi dan Pusat Pertanggungjawaban
Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban adalah system yang mengukur berbagai hasil yang
dicapai setiap pusat pertanggungjawaban menurut informasi yang dibutuhkan para manajer
untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka.
Perusahaan yang memiliki beberapa pusat pertanggungjawaban biasanya memilih salah satu
dari dua pendekatan pengambilan keputusan untuk mengelola kegiatan mereka, yaitu:
a. Sentralisasi
Berbagai keputusan dibuat pada tingkat manajemen puncak dan manajer pada jenjang
yang lebih rendah bertanggungjawab atas pengimplementasian keputusan-keputusan
tersebut.
b. Desentralisasi
Praktek pendelegasian wewenang pengambilan keputusan kepada jenjang yang lebih
rendah.
Perusahaan cenderung menerapkan pola desentralisasi dengan alasan sebagai berikut:
a) Mengumpulkan dan menggunakan informasi local
Manajer tingkat rendah yang berhubungan dengan tingkat operasional langsung
akibatnya mereka sering berada dalam posisi yang lebih baik untuk membuat
keputusan local.
b) Memfokuskan manajer pusat
Dengan mendesentralisasikan keputusan-keputusan operasional, manajemen pusat
bebas menangani perencanaan dan pengambilan keputusan strategis.
c) Melatih dan memotivasi para manajer
Dengan memberi peluang membuat keputusan kepada manajer yang lebih rendah
akan melatih kemampuan manajer tingkat rendah untuk mempersiapkan ke
jenjang yang lebih tinggi.
d) Meningkatkan daya saing
Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah divisi atau pabrik
adalah memperkenalkannya lebih jauh pada kekuatan-kekuatan pasar.
Divisi-divisi dalam perusahaan yang terdesentralisasi. Pembagian divisi dilakukan
melalui tiga cara, yaitu:
a) Berdasarkan jenis barang atau jasa
Pembagian diatur berdasarkan lini produk.
b) Berdasarkan garis geografis
Keberadaan divisi di beberapa wilayah menciptakan kebutuhan akan evaluasi
kinerja yang mampu mempertimbangkan perbedaan lingkungan divisi.
c) Berdasarkan jenis pertanggungjawaban yang diberikan kepada manajer divisi

tenaga kerja langsung.2 Saat perusahaan tumbuh. Jenis utama pusat pertanggungjawaban: a) b) c) d) Pusat Biaya (Manajer bertanggungjawab hanya terhadap biaya) Pusat Pendapatan (Manajer bertanggungjawab hanya pada penjualan) Pusat laba (Manajer bertanggungjawab terhadap penjualan dan biaya) Pusat Investasi (Manajer bertanggungjawab terhadap penjualan. Perbedaan antara perhitungan biaya variabel dan absoprsi bergantung pada perlakuan terhadap satu biaya tertentu. dan overhead variabel. manajemen puncak biasanya menciptakan berbagai area pertanggungjawaban yang dikenal sebagai pusat pertanggungjawaban dan menugaskan para manajer dibawahnya untuk menangani wilayah. Perhitungan biaya absorpsi membebankan semua biaya manufaktur pada produk. biaya dan investasi modal) 1. overhead variabel. yaitu overhead tetap. seperti beban penjualan dan administrasi.biaya ini meliputi bahan baku langsung. dan overhead tetap adalah hal-hal yang menentukan biaya produk. yaitu satu berdasarkan perhitungan biaya variabel dan yang lainnya berdasarkan perhitungan biaya penuh atau absorpsi. hanya membebankan biaya manufaktur variabel ke produk. overhead tetap dipandang sebagai biaya produk. overhead tetap dibebankan . Dua metode penghitungan laba yang telah dikembangkan. Perhitungan biaya variabel menekankan perbedaan antara biaya manufaktur variabel dan tetap. setiap manfaat yang diberikan oleh kapasitas akan habis dan tidak boleh diinventarisasi. Bahan baku langsung. Keduanya merupakan metode perhitungan biaya karena berkaitan dengan cara menentukan biaya produk. Perhitungan biaya variabel yang juga disebut perhitungan biaya langsung. tenaga kerja langsung. Menurut perhitungan biaya absorpsi. Setelah periodenya berlalu. Dasar pemikiran dalam hal ini adalah overhead tetap merupakan biaya kapasitas atau tetap dalam bisnis. Menurut metode ini. dan overhead.2 Pengukuran Kinerja Pusat Investasi dengan Menggunakan Laporan Laba-Rugi Variabel dan Absorpsi Dalam mengembangkan laporan laba-rugi segmen untuk setiap pusat laba adalah suatu hal yang penting. dibebankan saat biaya itu dikeluarkan. yang mencakup didalamnya bahan baku langsung. tenaga kerja langsung. Overhead tetap diperlukan sebagai beban periode dan tidak disertakan dalam penentuan biaya produk. bukan biaya periode. Biaya periode. biaya.

.3 pada produk melalui penggunaan tarif overhead tetap yang ditetapkan terlebih dahulu dan tidak dibebankan sampai produk terjual. Perbedaan tersebut terjadi karena jumlah overhead tetap yang diakui sebagai beban pada kedua periode. Klasifikasi biaya sebagai biaya produk atau periode menurut perhitungan biaya variabel dan absorpsi: Biaya produk Biaya periode Perhitungan biaya absorpsi Bahan baku langsung Tenaga kerja langsung Overhead variabel Overhead tetap Beban penjualan Beban administrasi Perhitungan biaya variabel Bahan baku langsung Tenaga kerja langsung Overhead variabel Overhead tetap Beban penjualan Beban administrasi  Laporan Laba Rugi dengan Menggunakan Biaya Variabel dan Absorpsi. metode perhitungan biaya variabel dan absorpsi dapat mengakibatkan angka laba bersih yang berbeda. Karena biaya produk per unit merupakan dasar bagi penghitungan harga pokok penjualan.

produksi > penjualan 2. Oleh karena biaya produk per unit merupakan dasar bagi penghitungan harga pokok penjualan.4 Biaya per unit produk menurut perhitungan biaya absorpsi selalu lebih besar daripada menurut perhitungan biaya variabel karena adanya perlakuan yang berbeda terhadap overhead tetap.produksi = penjualan Maka Laba bersih Absorpsi > Laba bersih variabel Laba bersih Absorpsi < Laba bersih Variabel Laba barsih absorpsi = Laba bersih Variabel  Hubungan antara Produksi. maka perhitungan biaya variabel dan absorpsi dapat mengakibatkan angka laba bersih yang berbeda. Hubungan tersebut dapat dirangkum sebagai berikut: Jika 1. Laba dalam penghitungan biaya absorpsi and variabel akan berubah seiring dengan perubahan dalam produksi dan penjualan produk.produksi < penjualan 3. Penjualan dan Laba .

Namun terdapat beberapa masalah karena itu (1) Bagaimana kita mengonversi overhead pabrik yang dibebankan berdasarkan jam tenaga kerja langsung atau jam mesin terhadap overhead pabrik yang ditetapkan untuk unit unit yang diproduksi (2) Apa yang dilakukan bila overhead pabrik yang actual tidak sama dengan overhead pabrik yang dibebankan. Karena unit-unit yang diproduksi terjual seluruhnya. Menurut perhitungan biaya absorpsi. Oleh karena itu. maka laba menurut perhitungan biaya variabel akan lebih tinggi dari laba menurut perhitungan biaya absorpsi. overhead tetap harus dibebankan pada unit yang diproduksi. total overhead yang ditetapkan dibandingkan dengan overhead tetap . Penyelesaian masalah pertama adalah mengalikan jam tenaga kerja langsung atau jam mesin dengan tariff overhead pabrik per jam. laba menurut perhitungan biaya variabel lebih tinggi dari laba menurut perhitungan biaya absorpsi sebesar jumlah overhead tetap yang mengalir keluar dari persediaan awal. yaitu sebesar jumlah overhead tetap yang keluar dari persediaan. perhitungan biaya absorpsi begitu juga perhitungan biaya variable akan mengakui total overhead tetap periode tersebut sebagai beban. jumlah beban overhead tetap menurut perhitungan biaya absorpsi lebih besar dari overhead tetap periode berjalan. Menjual lebih banyak dari yang diproduksi berarti persediaan awal dan unit yang diproduksi telah terjual. Dengan demikian. maka tidak ada perbedaan pada laba yang dilaporkan. unit-unit yang keluar dari persediaan mengandung overhead tetap dari periode berjalan. Jika barang yang terjual lebih banyak dari yang diproduksi. Selanjutnya. Selisih antara laba operasi menurut perhitungan biaya absorpsi dan laba bersih menurut perhitungan biaya variabel dapat dinyatakan sebagai berikut: Laba menurut perhitungan biaya absorpsi – laba menurut perhitungan biaya variabel = tarif overhead tetap x (Unit diproduksi – unit terjual)  Perlakuan Overhead Tetap pada Perhitungan Biaya Absorpsi Perbedaan antara perhitungan biaya absorpsi dan variabel terletak pada pengakuan beban yang berhubungan dengan overhead tetap. untuk permasalahan yang kedua adalah dengan menghitung overhead tetap yang ditetapkan dan membebankannya pada unit yang diproduksi. Jika jumlah produksi dan penjualan sama. Tidak ada overhead tetap yang masuk atau keluar dari persediaan. Lalu.5 Hubungan antara laba menurut perhitungan biaya variabel dan laba menurut perhitungan biaya absorpsi berubah ketika hubungan antara produksi dan penjualan berubah. Menurut perhitungan biaya absorpsi.

Kontribusi laba yang dihasilkan setiap segmen untuk menutupi biaya tetap umum perusahaan disebut margin segmen. Jika kelebihan atau kekurangan overhead yang ditetapkan tidak material. maka laba akan tetap tidak berubah. lini produk. jika kinerja laba diharapkan untuk mencerminkan kinerja manajerial.6 aktual. sementara faktor-faktor lainnya tetap. maka akan ditutup dalam Harga Pokok Penjualan. maka beban tetap ini akan hilang yang dapat memberikan gambaran lebih tepat terkait profitabilitas segmen. gaji CEO. Segmen bisa berupa divisi. kelompok pelanggan. Laporan laba rugi segmen dengan menggunakan pertimbangan biaya variable memiliki satu keistimewaan di samping laporan laba rugi perhitungan biaya variabel yang telah disajikan sebelumnya. 3. departemen. Ketika pendapatan penjualan tidak berubah dari satu periode ke periode berikutnya. Untuk menghapus segmen tersebut. yaitu beban tetap langsung dan beban tetap umum. dalam laporan laba rugi segmen. beban tetap dibagi menjadi dua. sementara faktor-faktor lainnya tetap. contohnya adalah sewa kantor penjualan. Suatu segmen harus mampu menutup paling tidak biaya variabel dan biaya tetap langsungnya sendiri. Ketika pendapatan penjualan meningkat dari satu periode ke periode berikutnya. Ketika pendapatan penjualan menurun dari satu periode ke periode berikutnya. maka laba akan meningkat.  Laporan Laba Rugi Segmen dengan Menggunakan Perhitungan Biaya Variabel Perhitungan biaya variabel berguna dalam menyiapkan laporan laba rugi segmen karena perhitungan ini menyediakan informasi penting mengenai beban variabel dan tetap. Karena beban tetap langsung dapat ditelusuri ke suatu segmen.  Mengevaluasi Manajer Pusat Laba Secara umum. dibutuhkan pertimbangan. dan lain-lain. . Laba segmen yang negative mengurangi total laba perusahaan. contohnya depresiasi gedung kantor pusat. 2. sementara faktor-faktor lainnya tetap. Pembagian seluruh beban tetap dalam dua kategori. Beban tetap umum disebabkan oleh dua atau lebih segmen secara bersamaan. Jika segmen atau lini produk dihapus. memberikan informasi tambahan bagi manajer terkait biaya yang dapat dikendalikan dengan biaya yang tidak dapat dikendalikan dan meningkatkan kemampuan manajer untuk mengevaluasi setiap kontribusi segmen terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. gaji manajer disetiap wilayah. dan lain lain. maka manajer berhak mengharapkan berlakunya hal-hal berikut : 1. Akan tetapi. yaitu beban tetap langsung dan beban tetap umum. dan lain-lain. Beban tetap langsung adalah beban tetap yang secara langsung dapat ditelusuri ke suatu segmen. maka laba akan menurun. beban ini disebabkan oleh keberadaan dari segmen itu sendiri.

Masalah yang mungkin muncul dapat diidentifikasi sebagai berikut: a. Pada umumnya tujuan manajer unit usaha adalah memperoleh laba yang memuaskan dari investasi yang ditanamkan. Informasi dari pusat investasi dapat memotivasi: 1. Makin besar modal yang ditanam belum tentu makin besar pula labanya. Bentuk pusat investasi adalah kantor pusat perusahaan atau unit bisnis strategis maupun divisi yang diberi wewenang atau kebijakan maksimum dalam menentukan keputusan operasi yang tidak hanya berjangka pendek . beban tetap umum disebabkan oleh dua atau lebih segmen. Mengukur prestasi divisi sebagai kesatuan usaha yang berdiri sendiri. Menyediakan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan mengenai investasi yang digunakan oleh manajer divisi dan memotivasi mereka untuk melakukan keputusan yang tepat. 1. Menghasilkan laba yang memadai dengan wewenang mengambil keputusan tentang sumber ekonomi dan fasilitas fisik yang digunakan. Laba yang diperoleh berasal dari modal yang ditanam untuk memperoleh laba tersebut. 3. Jika salah satu segmen ini dihapus. 2. Menyediakan alat perbandingan prestasi antar divisi untuk penentuan alokasi sumber ekonomi. 2. tetapi juga tingkat (besarnya) dan tipe (jenis) investasi.7 Dilain pihak. Pusat investasi prestasinya diukur berdasarkan perbandingan antara laba yang diperoleh dengan asset (investasi) yang dipergunakan. Tujuan dari pengukuran prestasi pada pusat investasi adalah sebagai berikut: 1.  Pengembalian Atas Investasi . Mengambil keputusan untuk melepas atau mengurangi investasi yang tidak memberikan kembalian (return) yang memadai. beban tetap umum ini tetap ada dan dalam tingkat yang sama dengan yang sebelumnya. Mengambil keputusan untuk menambah investasi bila investasi tersebut memberikan kembalian (return) yang memadai. c. 3. b.3 Pengukuran Kinerja Pusat Investasi dengan Menggunakan ROI Kewenangan pusat investasi menyangkut pengelolaan laba (yang terdiri atas pendapatan dan biaya) serta mengelola asset yang dipergunakan untuk memperoleh laba.

piutang. nilai buku bersih dari aktiva operasi adalah $323.000/ $480. Sedangkan perputaran adalah suatu ukuran lain yang dihitung dengan membagi pendapatan penjualan dengan aktiva operasi rata-rata.000 = 0. Contoh: Celimar Company memperoleh laba operasi tahun lalu seperti yang ditunjukkan pada laporan laba rugi berikut : Penjualan Harga pokok penjualan Margin kotor Beban penjualan dan administrasi Laba operasi $480. dan peralatan. gedung.000 + $323.000 222.000 210. Aktiva operasi adalah seluruh aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba operasi.8 Metode yang dapat digunakan dalam menilai laba operasi dengan aktiva adalah sebagai berikut: 1) Return On Investment (ROI) Yaitu perbandingan (rasio) antara laba operasi dengan aktiva operasi rata-rata yang digunakan. persediaan. Maka: Aktiva operasi rata-rata = Aktiva awal tahun + Aktiva akhir tahun 2 = $277. Pada akhir tahun. tanah.000 Pada awal tahun. Perputaran menunjukkan jumlah penjualan yang dihasilkan dari setiap nominal yang diinvestasikan dalam aktiva operasi. Laba operasi mengacu pada laba sebelum bunga dan pajak.000 $258.000 . a) Margin Dan Perputaran Margin adalah rasio dari laba operasi terhadap penjualan.000. Hal ini menunjukkan jumlah laba operasi yang dihasilkan dari setiap penjualan.000 2 = $300. nilai buku bersih dari aktiva operasi adalah $277.000 Margin = laba operasi/ penjualan = $48.10 atau 10% Perputaran = penjualan / aktiva operasi rata-rata . Menunjukkan produktivitas aktiva yang digunakan untuk menghasilkan penjualan. seperti kas.000 $48.

6 = 0.6 ROI = Margin x Perputaran = 0.000 = $1. Apabila laba residual sama dengan nol. .000/ $300. c) Adapun kelemahannya metode ROI adalah sebagai berikut: i. 1. bisa mengurangi investasi yang berlebihan. namun perhitungan margin dan perputaran tetap mampu memberikan informasi berharga kepada seorang mnajer. Mendorong efisiensi biaya. walaupun akan meningkatkan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan. maka divisi memperoleh laba lebih sedikit tingkat pengembalian minimum yang diminta.16 = 16% Atau ROI = Laba operasi / Aktiva operasi rata-rata = $48. Mendorong manajer untuk memberikan perhatian yang lebih luas terhadap hubungan antara penjualan.16 = 16% Meskipun kedua metode mneghasilkan ROI yang sama. Apabila laba residual kurang dari nol.000 = 0.9 = $480. dan investasi yang seharusnya menjadi focus bagi manajer investasi. b) Keuntungan dengan menggunakan ROI: i.01 x 1. maka menunjukkan divisi memperoleh tepat sama dengan tingkat pengembalian minimum yang diminta. pusat pertanggungjawabannya.000 / $300. ii. biaya.4 Mengukur Kinerja Pusat Investasi dengan Menggunakan Laba Residu dan Nilai Tambah Ekonomi Nilai tambah ekonomi adalah cara alternatif untuk menghitung laba residu yang saat ini digunakan di sejumlah perusahaan. Apabila laba residu lebih besar daripada nol maka divisi memperoleh lebih banyak tingkat pengembalian minimum yang diminta.  Laba Residu Laba residu adalah perbedaan antara laba operasi dan pengembalian dolar minimum yang disyaratkan atas aktiva operasi perusahaan. Mendorong manajer pusat investasi hanya berpikiran jangka pendek tanpa memperhatikan kepentingan jangka panjang. Manajer pusat investasi cenderung menolak investasi yang bisa menurunkan ROI ii.

Hal ini menimbulkan suatu persoalan akuntansi. ROI dan laba residu). kedua divisi tersebut dan perusahaan secara keseluruhan terkena pengaruhnya. Sedangkan terkait kelemahannya. nilai barang yang ditransfer merupakan pendapatan bagi divisi yang menjual dan biaya bagi divisi yang membeli. perbandingan langsung dari kinerja pada dua pusat investasi yang berbeda menjadi sulit karena tingkat investasinya bisa berbeda. Karena berpengaruh terhadap ukuran kinerja berdasarkan laba dari kedua divisi (misalnya. divisi tersebut dievaluasi berdasarkan laba operasi.10 Keungulan laba residu adalah mendorong para manajer untuk menerima proyek apapun yang mengahasilkan tingkat diatas minimum. penetapan harga transfer sering menjadi masalah yang ditanggapi secara sangat emosional. laba residu dapat mendorong orientasi jangka pendek. bukan presentase tingkat pengembalian. Nilai ini atau harga internal disebut harga transfer (transfer price). Para investor menyukai EVA karena menghubungkan laba dengan jumlah sumbersumber daya yang diperlukan untuk mencapainya. Harga yang dikenakan untuk barang yang ditransfer mempengaruhi biaya divisi pembeli dan pendapatan divisi penjual. laba residu adalah ukuran absolute dari profitabilitas. Jadi. Harga transfer adalah harga yang dibebankan untuk suatu komponen oleh divisi penjual pada divisi pembeli di perusahaan yang sama.  Nilai Tambah Ekonomi Nilai tambah ekonomi (Economic Value Added – EVA) adalah laba bersih (laba operasi dikurangi pajak) dikurangi total biaya modal tahunan. pengembalian atas investasi dan laba residu atau EVA. keluaran dari salah satu divisi digunakan sebagai masukan pada divisi lainnya. Jadi. dipengaruhi oleh harga transfer. terdapat dua kelemahan laba residu. Ketika divisi-divisi diperlakukan sebagai pusat pertanggungjawaban. Apabila proyek dengan EVA positif maka perusahaan menciptakan kekayakaan. 1) Dampak Penetapan Harga Transfer Terhadap Divisi dan Perusahaan Secara Keseluruhan Ketika satu divisi dari suatu perusahaan menjual pada divisi lain. EVA adalah dalam satuan dolar. Apabila proyek dengan EVA negative. Artinya.5 Penetapan Harga Transfer Pada banyak organisasi yang terdesentralisasi. laba kedua divisi tersebut sebagaimana juga evaluasi dan kompensasi para manajer mereka. 1. Inti EVA adalah penekanan pada laba bersih operasi dan biaya actual dari modal. Pertama adalah. Kedua. maka perusahaan merusak modalnya. .

Harga transfer minimum adalah harga transfer yang akan membuat keadaan divisi penjual tidak menjadi lebih buruk jika barang dijual pada divisi internal daripada dijual pada pihak luar. Kebijakan penetapan harga transfer ini mencakup harga pasar. Beberapa kebijakan penetapan harga transfer digunakan dalam praktik. Hal ini menyebabkan pengurangan dari pajak badan secara keseluruhan. Pada situasi demikian. maka biaya transfer bisa ditetapkan cukup tinggi. 2. jika divisi penjual berada di negara yang pajaknya rendah dan divisi pembeli beroperasi di negara yang pajaknya tinggi. Hal ini terkadang disebut “batas bawah” dari rentang penawaran. harga transfer berdasarkan biaya dan harga transfer yang dinegoisasikan. Pendekatan biaya peluang mencapai tujuan tersebut dengan mengidentifikasi harga minimum yang ingin diterima divisi penjual dan harga maksimum yang ingin dibayar divisi pembeli. Selanjutnya laba akan masuk ke divisi yang berada di negara dengan pajak rendah dan biaya akan dibebankan pada divisi yang berada di negara dengan pajak tinggi. maka harga transfer yang paling sesuai adalah harga pasar. Hal ini terkadang disebut “batas atas” dari rentang penawaran. Harga-harga minimum dan maksimum tersebut sesuai dengan biaya peluang transfer internal. 2) Kebijakan Penetapan Harga Transfer Dalam penyusunan sebuah kebijakan penetapan harga transfer. Sebagai contoh. Harga transfer maksimum adalah harga transfer yang akan membuat keadaan divisi pembeli tidak menjadi lebih buruk jika suatu input dibeli dari divisi internal daripada jika barang yang sama dibeli secara eksternal. 3) Harga Pasar Jika terdapat pasar luar dengan persaingan sempurna untuk produk yang ditransfer.11 Meskipun harga transfer aktual tidak mempengaruhi perusahaan sebagai satu kesatuan. . Berikut harga-harga yang ditetapkan di setiap divisi: 1. kedua pandangan dari divisi penjual dan divisi pembeli harus dipertimbangkan. Bila demikian. Tidak ada divisi yang memperoleh manfaat di atas beban divisi lain. penetapan harga transfer ternyata mampu mempengaruhi tingkat laba yang dihasilkan perusahaan multinasional melalui pajak badan dan persyaratan hukum lainnya yang ditetapkan negara tempat berbagai divisi beroperasi. manajemen pusat tidak akan tertarik untuk melakukan campur tangan. berbagai tindakan manajer divisi akan mengoptimalkan laba divisi dan laba perusahaan secara simultan.

Dalam hal ini. Hal tersebut bisa terjadi karena produk yang akan ditransfer menggunakan desain hak paten yang dimiliki perusahaan induk. transfer internal pada harga yang lebih rendah dari harga pasar akan mengakibatkan divisi tersebut merugi. Dalam hal ini. Semua organisasi berada dalam rentang dari yang sangat tersentralisasi hingga sangat terdesentralisasi. Divisi pembeli yang selalu mampu membeli barang pada harga pasar mungkin juga tidak akan bersedia membayar lebih tinggi dari harga pasar untuk barang yang ditransfer secara internal. Kebanyakan perusahaan berada di tengah di antara kedua unjung rentang tersebut dengan mayoritas cenderung ke arah desentralisasi.12 Jika tersedia. perusahaan bisa menggunakan pendekatan penetapan harga transfer berdasarkan biaya. pendekatan ini berguna saat kondisi pasar tidak sempurna. 5) Harga Transfer yang Dinegoisasikan Secara khusus. 4) Harga transfer Berdasarkan Biaya Harga pasar luar kerap tidak tersedia. Perusahaan yang memiliki beberapa pusat pertanggungjawaban biasanya memilih salah satu dari dua pendekatan pengambilan keputusan untuk mengelolah kegiatan mereka yang rumit dan beragam: tersentralisasi atau terdesentralisasi. biaya yang dihemat bisa dibagi diantara dua divisi PENUTUP SIMPULAN Sistem akuntasi pertanggung jawaban adalah sistem yang mengukur berbagai hasil yang dicapai setiap pusat pertanggungjawaban menurut informasi yang dibutuhkan para manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka. Desentralisasi biasanya diwujudkan melalui pembentukan unit-unit yang disebut devisi. seperti kemampuan divisi di dalam perusahaan untuk menghindari biaya penjualan dan distribusi. Karena divisi penjual mampu menjual produknya pada harga pasar. Satu cara pembagian divisi adalah jenis barang atau jasa yang diproduksi. . Cara pusat-pusat pertanggungjawaban dibebankan mencerminkan situasi aktual dan jenis informasi yang tersedia bagi manajer. harga pasar adalah pendekatan terbaik untuk penetapan harga transfer.

13 Pusat laba dinilai berdasarkan laporan laba-rugi. . Akan tetapi. Evaluasi terhadap para manajer sering dikaitkan dengan profitabilitas unit-unit yang berada dalam kendali mereka. Perbedaan antara perhitungan biaya absorpsi dan variabel terletak pada pengakuan beban yang berhubungan dengan overhead tetap. yaitu berdasarkan perhitungan variabel dan berdasarkan biaya penuh atau absorpsi. Dua metode penghitungan laba yang telah dikembangkan. laporan laba-rugi perusahaan secara keseluruhan tidak terlalu berguna untuk tujuan ini. Hubungan antara laba menurut perhitungan biaya variabel dan laba menurut perhitungan biaya absorpsi berubah ketika hubungan antara produksi dan penjualan berubah. Sebuah segmen adalah subunit dari suatu perusahaan yang cukup penting dalam pembuatan laporan kinerja. Oleh sebab itu. mengembangkan laporan laba-rugi segmen untuk setiap pusat laba adalah suatu hal yang penting.