You are on page 1of 24

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Motivasi.
1. Definisi.
Kata motivasi berasal dari bahasa latin “movere” yang berati to move.
Istilah ini digunakan untuk menunjukan suatu pengertian yang melibatkan
tiga komponen :
a. Pemberi daya pada tingkah laku manusia (energizing).
b. Pemberi arah tingkah laku (directing).
c. Bagaimana tingkah laku dipertahankan (sustaining).
Daya dan kekuatan yang ada dalam diri manusia yang mendorong atau
menggerakan seseorang untuk bertingkah laku tertentu yang diarahkan
pada suatu tujuan. Daya tersebut memeliki identitas tertentu yan g sesuai
dengan yang ingin dicapai. Apabila sudah terarah pada tujuan, maka
tingkah laku tersebut dapat dipertahankakn secara gigih agar tujaun
tercapai.
2. Teori-Teori Motivasi.
Dalam pembahasan yang lebih mendalam mengenai teori motivasi kita
akan membahas beberapa teori yang dianggap cukup dapat menjelaskan
konsep motivasi.
1) Teori Hirarki Kebutuhan Dari Maslow.
Abrahan maslow, membuat suatu urutan mengenai motifmotif yang dimiliki manusia secara hirarki yang disebut
dengan hirarki kebutuhan, mulai dari kebutuhan tuhan yang
paling dasar sampai kebutuhan manusia yang paling tinggi.

Istilah kebutuhan mengandung arti adanya kekurangan dan
kekurangan itu dapat dipuaskan dengan mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Keinginan akan bermakna adanya suatu
perasaan takut, dengan cara memahami motivasi dorongandorongan didalam diri seseorang akan menyebabkan suatu
prilaku yang bertujuan untuk memuaskan dorongan tersebut.
a) Kebutuhan Fisologis.
Adalah kabutuhan yang timbull berdasarkan
kondisi fisologis tubuh kita, seperti kebutuhan untuk
makan dan minum, kebutuhan oksigen dan juga
kebutuhan akan seks. Kebutuhan fisiologis adalah
kebutuhan primer yang harus dipenuhi, jika tidak
terpenuhi orang akan meninggal.
b) Kebutuhan Rasa Aman Nyaman.
Kebutuhan ini mencakup kebutuhan dilindungi
dari bahaya dan ancaman fisik, termasuk didalam
kebutuhan akan tempat tinggal.
c) Kebutuahan Akan Cinta.
Kebututan ini disebut juga dengan kebutuhan
sosialdidalamnya mencakup memberi dan menerima
persahabatan, cinta kasih, rasa memiliki dan memiliki.
Setiap orang ingin menjadi bagian dari kelompok
sosial, ingin mempunyai teman, kekasih.
d) Kebutuhan Akan Harga Diri Atau Penghargaan.
Kebuthan ini dibagi menjadi : mencakup faktorfaktor internal seperti, kebutuhan harga diri, otonomi

. motif untuk berprestasi. Clelland. Orang yang memilki kebutuhan berkuasa yang besar memiliki kesesuaian untuk menjadi pemimpin. 2) Pembagian Motif Menurut David Mc. Pada dasarnya semua orang dewasa memiliki potensi untuk bertingkah laku secara variatif. kebutuhan yang menyangkut reputasi sepertiu kebutuhan untuk dikenali atau diakui dan status. bentuk tingkah laku tersebut tergantung kepada : kekuatan atau kesiapan dari bermacam motif yang ada pada diri orang tersebut. Mencakup faktor-faktor eksternal yaitu. karakteristik dari keadaan dan kesempatan dengan motif sosial. motif untuk berkuasa. Kebutuhan mengoptimalkan semua kapasitas dalam dirinya termasuk didalamnya kebutuhan untuk menjadi kreatif. mencari pegangan pada orang lain. Hirarki maslow merupakan cara yang menarik untuk melihat antara motif manusia dengan kesempatan Yang disediakan lingkungan. Berisi keinginan yang kuat untuk mengendalikan mempengaruhi orang lain.dan kompetisi. a) Kebutuhan Untuk Berkuasa. kebutuhan ini menekankan kebebasan dalam menjalani kehidupan namun dengan tetap bertanggung jawab. e) Kebutuhan Aktualisasi Diri. motif untuk mencari teman.

Merupakan aspek sosial dalam teori Mc Clelland karena merupakan kebutuhan untuk mendapatkan hubungan sosial. Definisi. Salah satu fungsi terpenting dari kelompok teman sebaya adalah untuk memberikan sumber informasi dan komparasi tentang dunia di luar keluarga.b) Kebutuhan Berprestasi. Kebutuhan berprestasi dapat ditunjukan dengan keinginan untuk melakukan sesuatu dengan . Orang yang memiliki kebutuhan berprestasi yang tinggi mencari kesempatan untuk memiliki tanggung jawab pribadi dalam menghadapi masalah. Teman sebaya atau peers adalah anak-anak dengan tingkat kematangan atau usia yang kurang lebih sama. Anak-anak menilai apa-apa yang mereka lakukan. . Konsep Teman Sebaya. mereka berusaha untuk diterima dan disukai orang alin dan berusaha menghindari konflik dengan orang lain. B.ebih baik. 1. berupa persahabatan. Melalui kelompok teman sebaya anak-anak menerima umpan balik dari teman-teman mereka tentang kemampuan mereka. menyukai pekerjaan yang menantang. c) Kebutuhan Afiliasi.

Harrocks dan Benimoff menjelaskan pengaruh kelompok sebaya pada masa remaja sebagai berikut : Kelompok sebaya merupakan dunia nyata kawula muda yang menyiapkan panggung dimana ia dapat menguji diri sendiri dan orang lain. Kelompok sebaya merupakan sebuah dunia tempat kawula muda dapat melakukan sosialisasi dalam suasana dimana nilai yang berlaku bukanlah nilai-nilai yang ditetapkan oleh orang dewasa melainkan oleh temanteman seusianya. di masyarakat sebaya inilah remaja memperoleh . Jadi. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bergaul atau berhubungan dengan teman-teman sebaya mereka.apakah dia lebih baik dari pada teman-temannya. 2004 : 287). ataukah lebih buruk dari apa yang anak-anak lain kerjakan. Dari sinilah ia dinilai oleh orang lain-lain yang sejajar dengan dirinya dan yang tidak dapat memaksakan sanksi-sanksi dunia dewasa yang justru ingin dihindari. sama. Perkembangan kehidupan sosial remaja juga ditandai dengan gejala meningkatnya pengaruh teman sebaya dalam kehidupan mereka. Di dalam kelompk sebaya ia merumuskan dan memperbaiki konsep dirinya. 20 % pada usia 4 tahun dan lebih dari 40 % pada usia antara 7-11 tahun. Hal demikian akan sulit dilakukan dalam keluarga karena saudarasaudara kandung biasanya lebih tua atau lebih muda (bukan sebaya) (Santrock. Dalam suatu investigasi ditemukan bahwa anak berhubungan dengan teman sebaya 10 % dari waktunya setiap hari pada usia 2 tahun. (Santrack. 1998).

yaitu: a. Peranan kelompok sebaya dalam kehidupan remaja yaitu : a. Memperoleh dorongan emosional dan sosial serta menjadi lebih independent. e. kecuali itu. d. f. 2.dukungan untuk memperjuangkan emansipasi dan di situ pulalah ia dapat menemukan dunia yang memungkinkannya bertindak sebagai pemimpin apabila ia mampu melakukannya. Fungsi Teman Sebaya. Kelly dan hansen (1987) menyebutkan 6 fungsi positif dari teman sebaya. kelompok sebaya merupakan hiburan utama bagi anak-anak belasan tahun. Berdasarkan alasan tersebut kelihatanlah kepentingan vital masa remaja bagi remaja bahwa kelompok sebaya terdiri dari anggota-anggota tertentu dari teman-temannya yang dapat menerimanya dari yang kepadanya ia sendiri bergatung. Mengembangkan sikap terhadap seksualitas dan tingkah laku peran jenis kelamin. Kelompok sebaya mempunyai peran penting dalam penyesuaian diri remaja. 3. b. dan persiapan bagi kehidupan di masa mendatang. Meningkatkan harga diri (self esteem). . Meningkatkan keterampilan-keterampilan sosial mengembangkan kemampuan penalaran dan belajar untuk mengekpresikan perasaan-perasaan dengan cara-cara yang lebih matang. Memperkuat penyesuaian moral dan nilai-nilai. Peran Teman Sebaya. c. Mengontrol implus-implus agresif.

lemahnya pribadi dan kurangnya umur. Berperan dalam memberikan persepsi agar ia tidak merasa kerdil diantara orang-orang dewasa umumnya. ia tidak akan merasa kecil atau kerdil. pengganti yang hilang dan dorongan kepada rasa bebas yang dirindukannya. karena kurang pengalaman. Akan tetapi bila ia berada di tengah-tengah teman sebaya. Sebabnya adalah. Remaja itu bergabung dengan kelompok teman sebaya. karena remaja pada umur ini sedang berusaha untuk bebas dari keluarga dan tidak tergantung pada orang tua. Kelompok teman sebaya berperan pada saat remaja mengahadapi konflik antara ingin bebas dan mandiri serta ingin merasa aman. Akan tetapi pada waktu yang sama ia takut kehilangan rasa nyaman yang telah diperolehnya selama masa kanak-kanaknya. e. d. sebab ia tidak mau dianggap anak-anak lagi. karena mereka saling dapat membantu dalam persiapan menuju kemandirian emosional yang bebas dan dapat pula menyelamatkannya dari pertentangan batin dan konflik sosial. baik dari segi fisik maupun mental. kendatipun ia masih suka bermain dan bersenang-senang. Pengganti tersebut ditemukannya dalam kelompok teman. Karena remaja merasa dirinya kerdil bila berada dekat orang tuanya atau orang dewasa pada umumnya. c. karena kebutuhan akan rasa bebas dari orang dewasa dan rasa terikat . Berperan pula terhadap pandangan dan perilakunya.b. Hal tersebut menyebabkan remaja menjauh dari orang tua.

Kelompok Sebaya Yang Bersifat Informal. gang. a.antara sesama anggota. partisipasi atau pengarahan orang dewasa. diatur. . klub. kelompok permainan. ada empat jenis kelompok sebaya yang mempunyai peranan penting dalam proses sosialisasi yaitu kelompok permaianan. dan dipimpin oleh anak itu sendiri misalnya. b. Apabila bimbingan dan pengarahan diberikan secara bijaksana maka kelompok sebaya ini dapat menjadi wahana proses sosialisasi nilai-nilai dan norma yang terdapat dalam masyarakat. 4. gang. Apabila semakin terasa keinginan untuk babas. Kelompok sebaya ini dibentuk. a. Menurut Robbins. Jenis-Jenis Teman Sebaya. dan klik (clique). Yang termasuk dalam kelompok sebaya ini misalnya. perkumpulan pemuda dan organisasi lainnya. dan lain-lain. namun di dalamnya tercermin pula struktur dan proses masyarakat luas. kepramukaan. Kelompok permainan (play group) terbentuk secara spontan dan merupakan kegiatan khas anak-anak. klub. Di dalam kelompok ini tidak ada bimbingan dan partisipasi orang dewasa. Kelompok Sebaya Yang Bersifat Formal. maka semakin terikat hatinya kepada kelompok teman sebaya yang dapat memberikan kepuasan dan kebebasan. Di dalam kelompok ini ada bimbingan.

d. 2) Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang masing-masing perlu dihargai. Klub adalah kelompok sebaya yang bersifat formal dalam artian mempunyai organisasi sosial yang teratur serta dalam bimbingan orang dewasa. 5. klik (clique). Pengaruh Teman Sebaya.b. Pengaruh Positif. Pengaruh Negatif. a. . para anggotanya selalu merencanakan untuk mengerjakan sesuatu secara bersama yang bersifat positif dan tidak menimbulkan konflik sosial. dan perbuatan anti sosial. bertujuan untuk melakukan kegiatan kejahatan. b. 3) Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak orang sehingga mampu meningkatka rasa percaya diri. c. kekerasan. 1) Hilangnya semangat belajar dan cenderung malas dan menyukai hal-hal yang melanggar norma social. 1) Lebih mengenal nilai-nilai dan norma social yang berlaku sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang tidak dalam melakukan sesuatu. gang. 4) Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan masyarakat sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani.

dalam istilah yang lebih umum disebut stressor adalah keadaan atau situasi. dari tubuh terhadap situasi yang menakutkan. misalnya: kecanduan narkoba. Menurut WHO (2003). stres adalah reaksi atau respon tubuh terhadap stressir psikososial (tekanan mental atau beban kehidupan. Sumber Stres. Stres adalah reaksi fisik dan psikis terhadap setiap tuntutan menyebabkan ketegangan dan mengganggu stabilitas kehidupan seharihari. mental. dan merisaukan seseorang. Definisi. . membingungkan. yang dapat menembus stres secara umum. objek atau individu. B. 2. mengejutkan. membahayakan. Sriati 2008). terlibat dalam tindak criminal dan sebagainya. Nerney dalam Grenberg (1984) menyebutkan stress sebagai reaksi fisik. 1. 3) Dijauhi masyarakat sekitar karena perilaku tidak sesuai dengan nilai/norma social yang berlaku. 4) Tumbuh menjadi sosok individu dengan kepribadian yang menyimpang. Menurut Mc. dan kimiawi. Konsep Stres. Kondisi stres dapat disebabkan oleh berbagai penyebab atau sumber.2) Suramnya masa depan akibat terjerumus dalam dunia kelam.

masalah keuangan. Apabila seseorang sering berada dalam keraguan dan merasa tidak pasti mengenai masa depan atau pekerjaannya atau merasa selalu bingung dan tertekan. Stressor Sosial. Stres Fisik. misalnya tingkat inflasi yang tinggi. suara (bising. iri. Stressor Psikologis. 4) Hubungan interpersonal dan lingkungan misalnya harapan sosial yang terlalu tinggi. peraturan aturan kerja. perubahan teknologi yang cepat. . perbedaan gaya hidup dengan pasangan atau anggota keluarga yang lain. Frustasi adalah tidak tercapainya keinginan atau tujuan karena ada hambatan. obat-obatan (bahan kimia). kematian anggota keluarga. 1) Stressor sosial. tidak ada pekerjaan. polusi udara. 2) Ketidakpastian. pajak yang tinggi. pelayanan yang buruk. perasaan khawatir dan inferior. hubungan sosial yang buruk. 3) Jabatan dan karir misalnya kompetisi dengan teman. 2) Keluarga misalnya peran seks. hubungan yang kurang abik dengan atasan atau sejawat. keracunan. sosial dan psikologis. kejahatan. rasa bersalah. a. b. cemburu. ekonomi dan politik. 3. Bentuk dari stressor fisik adalah suhu (panas dan dingin).stressor dapat dibagi menjadi tiga yaitu stressor fisik. c. 1) Frustasi. Gejala Stres.

Gejala terjadinya stres secara umum terdiri dari 2 (dua) gejala : a. Sementara bentuk gangguan psikis yang sering terlihat adalah cepat marah. ditempat pekerjaanya ataupun di pergaulan lingkungan sosialnya. reaksi berlebihan terhadap hal sepele. . ingatan melemah. Ini merupakan tahapan stres yang paling ringan dan biasanya disertai dengan perasaan-perasaan sebagai berikut : 1) Semangat bekerja besar. dan lain-lain. sukar tidur. Gejala Fisik. selama beberapa hari. diare. Beberapa bentuk gangguan fisik yang sering muncul pada stres adalah nyeri dada. mual. b. tidak tahan terhadap suara atau gangguan lain dan emosi tidak terkendali. tidak mampu santai pada saat yang tepat. perilaku impulsive. Gejala-gejala stres pada diri seseorang seringkali tidak disadari karena perjalanan awal tahapan stres timbul secara lambat. lelah. 3) Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya namun tanpadisadari cadangan energi dihabiskan (all out) disertai rasa gugup yang berlebihan pula. a. Dan baru dirasakan bilamana gejala sudah lanjut dan mengganggu fungsi kehidupannya sehari-hari baik dirumah. Gejala Psikis. tak mampu berkosentrasi. 4. jantung berdebar debar. Stres Tahap 1. berlebihan (over acting). sakit kepala. Tahapan Stres. daya kemampuan berkurang. tidak mampu menyelesaikan tugas. 2) Pengelihatan “tajam” tidak sebagaimana biasanya.

4) Merasa senang dengan pekerjaanya itu dan semakin bertambah semangat. 6) Otot-otot punggung dan tengkuk terasa tegang. 5) Detakan jantung lebih keras dari biasanya (berdebar-debar). b. yang seharusnya merasa segar. namun tanpa didasari cadangan energi semakin menipis. buang air besar tidak teratur (diare). Stres Tahap 3. Stres Tahap 2. Dalam tahapan ini dampak stres yang semula “menyenangkan” sebagaimana diuraikan pada tahap 1 diatas mulai menghilang. Bila seseorang itu tetap memaksakan diri dalam pekerjaannya tanpa menghiraukan keluhan-keluhan sebagaimana diuraikan pada stress tahap 2 tersebut diatas. 3) Lekas merasa capai menjelang sore hari. 4) Sering mengeluh lambung atau perut tidak nyaman. 3) Perasaan ketidaktenangan dan ketegangan emosional semakin meningkat. c. dan timbul keluhan-keluhan yang disebabkan karena cadangan energi yang mengalami defisit. . Keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh seseorang yang berada pada stres tahap 2 adalah sebagai berikut : 1) Merasa letih sewaktu bangun pagi.maka yang bersangkutanakan menunjukan keluhan-keluhan yang semakin nyta dan menggangguyaitu : 1) Gangguan lambung dan usus semakin nyata. misalnya keluhan “maag”. 4) Gangguan pola tidur (insomnia). 2) Ketengangan otot-otot semakin terasa. 2) Merasa mudah lelah sesudah makan siang.

Bila keadaan berlanjut. maka seseorang itu akan jatuh dalam stress tahap 5 yang ditandai dengan hal-hal berikut : 1) Kelelahan fisik dan mental yang semakin mendalam. 3) Susah bernafas (sesak nafas dan mengap-mengap). 2) Ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan seharihari yang ringan dan sederhana. 3) Yang semula tanggap terhadap situasi menjadi kehilangan kemampuan untuk merespon secara memadai (adequate). . Stress Tahap 4. oleh dokter dinyatakan tidak sakit karena tidak ditemukan kelainan-kelainan fisik pada organ tubuhnya.5) Koordinasi tubuh terganggu (badan terasa oyong dan serasa mau pingsan). Stress Tahap 5. Tidak jarang seseorang pada waktu memeriksakan diri ke dokter sehubungan dengan keluhan-keluhan stress tahap 3 diatas. 2) Aktifitas pekerjaan yang semula menyenangkandan mudah diselesaikan menjadi membosankan dan tersa lebih sulit. maka gejala stress tahap 4 akan muncul : 1) Untuk bertahab sepanjang hari saja sudah tersa amat sulit. 7) Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang tidak dapat dilepaskan apa penyebabnya. d. 6) Daya kosentrasi dan daya ingat menurun. 5) Gangguan pola tidur disertai dengan mimpi-mimpi yang menegangkan. e. Bila hal ini tejadi dan yang bersangkutan terus memaksakan diri untuk bekerja tanpa mengenal istirahat. 4) Ketidakmampuan untuk melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari.

Stress sudah menjadi bagian hidup masyarakat. Stress kini menjadi manusiawi selama tidak berlarut-larut berkepanjangan. b. 5) Ketidaan tenaga untuk hal-hal yang ringan. Ciri-cirinya yaitu semangat meningkat. Tingkat Dan Bentuk Stress. dan keringat bercucuran. kritikan dari atasan. Mungkin tidak ada manusia biasa yang belum pernah merasakan stress. Stress Ringan Stress ringan adalah stressor yang dihadapi setiap orang secara teratur. Situasi seperti ini biasanya berlangsung beberapa menit atau jam. seperti terlalu banyak tidur. energy meningkat namun cadangan energinya menurun. anak yang sakit atau ketidakhadiran yang lama dan anggota . Stress Sedang Berlangsung lebih lama dari beberapa jam sampai beberapa hari. kemacetan lalu-lintas. kemampuan menyelesaikan pelajaran meningkat. Berdasarkan gejalanya. Situasi perselisihan yang tidak terselesaikan dengan rekan. sering masalah letih tanpa sebab. Stressor ringan biasanya tidak disertai timbulnya gejala. pengelihatan tajam.4) Sekujur badan terasa gemeta. 6) Pingsan atau kolaps. Stress yang ringan berguna karena dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih tangguh menghadapi tantangan hidup. perasaan tidak santai. dingin. 5. kadang-kadang terdapat gangguan sistem seperti pencernaan otot. stress dibagi menjadi tiga tingkat yaitu : a.

sosial pada usia lanjut. Stress yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kemampuan unutuk menyelesaikan tugas perkembangan. mules. takut tidak jelas. berpindah tempat tinggal mempunyai penyakit kronis dan termasuk perubahan fisik. Makin sering dan makin lama situasi stress. perasaan takut meningkat. tidak mampu melakukan pekerjaan sederhana gangguan sistem meningkat. perasaan tegang gangguan tidur. yaitu : 1) Distress merupakan stress yang berbahaya dan merusak keseimbangan fisik. Istilah stress yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari umumnya mengacu pada perasaan atau reaksi negative terhadap suatu peristiwa. Stress Berat Adalah situasi yang berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan. gangguan hubungan sosial. kelitihanmeningkat. seperti perselisihan perkawinan secara terus menerus. badan terasa dingin. Ciri-cirinya yaitu sulit beraktivitas. penurunan kosentrasi. makin tinggi resiko kesehatan yang ditimbulkan. sulit tidur. berpisah dengan keluarga. psiskis atau sosial individu. psikologis. Sebenernya stress bukan hanya sesuatu hal yang “buruk” karena hal yang “baik” pun. otot-otot terasa tegang. kesulitan financial yang berlangsung lama karena tidak ada perbaikan. . Istilah yang dapat membedakan tipe stress.keluarga merupakan penyebab stress sedang ciri-cirinya yaitu sakit perut. c.

Konsep Belajar. dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan. pengaruh obat dan sebagainya). atau keadaankeadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan. Belajar berhubungan dengan perubahan ingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu. kematangan. Definisi. . Belajar merupakan aktivitas manusia yang sangat vital dan sangat penting. 1992) menambahkan bahwa stress juga dapatbersifat netral yaitu tidak memberikan efek buruk maupun baik. Ini terjadi bila intensitas atau durasi stressor sangat kecil atau kemampuan adaptasi individu sangat baik sehingga stressor dapat dikendalikan. karena tidak ada mahkluk hidup didunia ini pada saat bayi paling tidak berdaya selain manusia. 1.2) Eustress merupakan stress yang menguntungkan dan konstruktif bagi kesajahteraan individu. Menurut Hilgard dan Coger (1975) mengemukakan. Anthonovsky (dalam sheriidan dan radhamacher. D. dan tidak ada mahkluk lain ketika menjadi dewasa mampu melakukan apa saja kecuali manusia.

Namun kita harus dapat membedakan antara factor-faktor tersebut dengan pengertian belajar itu sendiri.Menurut Morgan (1978) mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari latihan atau pengalaman tingkah laku yang lebih baik. Belajar Dan Kematangan. Kematangan adalah suatu proses pertumbuhan organ-organ. penyesuaian diri/adaptasi. menghafal/mengingat. Kematangan itu dating/tiba waktunya dengan sendirinya. sedangkan belajar lebih membutuhkan kegiatan yang disadari. pengertian. latihan dan kosentrasi dari orang yang bersangkutan. suatu organ dalam diri mahluk hidup dikatakan telah matang. Berikut beberapa cara penyesuaian yang dilakukan manusia dengan sengaja maupun tidak disengaja dan bagaiman hubungan dengan belajar a. Factor-faktor penting yang sangat erat hubunganya dengan proses belajar ialah : kematangan. Proses Belajar. berpikir dan latihan. b. 2. suatu aktivitas. Penyesuaian diri merupakan juga suatu proses yang dapat mengubah tingkah laku manusia. Belajar Dan Penyesuaian Diri. . jika ia telah mencapai kesanggupan untuk menjalankan fungsinya masing-masing. tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.

keduanya merupakan suatu proses yang dapat mengubah sikap. sesorang mengubah dirinya disesuaikan dengan keadaan lingkungan atau dunia luar. belajar dan memperoleh pengalaman adalah berbeda. e. tingkah laku dan pengetahuan kita. sedangkan kegiatan bermain hanyalah ditunjukan untuk situasi diwaktu itu saja. Belajar dan pengalaman. Sedangkan belajar merupakan kegiatan yang umum. bermain merupakan kegiatan yang lebih dikhususkan bagi anak-anak. seperti proses belajar yang terjadi pada . Akan tetapi. Menurut sifatnya. Menurut arti katanya. d. c. perbedaan antara belajar dan bermain ialah kegiatan belajar mempunyai tujuan yang terletak pada masa depan. masa kemudian. Belajar Dan Pengertian. antara keduanya terjadi perubahan yang dapat mengubah tingkah laku. Mengalami sesuatu belum tentu merupakan belajar dalam arti pedagosis. yang berarti mengubah lingkungan atau dunia luar disesuaikan kebutuhan dirinya. Belajar Dan Bermain. 2) Penyesuaian diri alloplastis. Belajar mempunyai makna yang lebih luas dari sekedar mencapai pengertian. Bermain juga merupakan proses belajar. Belajar Dan Pengalaman. tetapi sebaliknya : tiap-tiap belajar berarti juga mengalami. Akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. karena ada proses belajar yang berlangsung tanpa pengertian.1) Penyesuaian diri autoplastis. sikap dan pengalaman.

Belajar Dan Menghafal Atau Mengingat. Latihan cara menangkap itu dilakukan tanpa pengertian tanpa menyadari apa maksud dan tujuan dari latihan tersebut. Belajar dan latihan memiliki persamaan. 3. Terori Belajar.misalnya seekor anjing yang berlatih menangkap tongkat. Teori belajar yang terkenal dalam psikologi antara lain ialah : . maka kondisi ini tidak terjadi proses belajar. jika pengalamanpengalaman itu hanya merupakan sesuatu yang statis yang tidak berguna untuk mencapai perubahan dalam tingkah laku. siakp dan pengetahuan. g. Menghafal dan mengingat itu tidak sama dengan belajar hafal atau ingat akan sesuatu belum menjamin bahwa dengan demikian orang sudah belajar dalam arti yang sebenernya. Akan tetapi antara keduanya terdapat pula perbedaan didalam praktek terdapapat pula proses belajar yang terjadi tanpa latihan. Pada manusia pola belajar seperti itu terjadi. tetapi harus dengan pengertian.hewan. sikap atau pengetahuan. f. Sebab untuk mengetahui sesuatu tidak cukup hanya dengan menghafal saja. Tujuan belajar adalah menyediakan pengalaman-pengalaman untuk menghadapi soal-soal di masa depan. yaitu yang bebas belajar dan latihan keduanya dapat menyebabkan perubahan atau proses dalam tingkah laku. Belajar Dan Latihan. Beberapa teori belajar yang di kemukakan oleh hasil penelitian ahli psikologi sesuai dengan aliran psikologinya masing-masing.

center untuk menyorot bermacam-macam warna dan sebuah bunyi-bunyian. Secara ringkas percobaan-percobaan Pavlov dapat kita uraikan sebagai berikut : seekor anjing yang telah dibedah sedemikian rupa. lampu. Teori Conditioning. menurut Guthrie tingkah laku manusia itu secara keseluruhan dapat dipandang sebagai deretan tingkah laku yang terdiri dari unit-unit yang merupakan respons dari stimulus sebelumnya. b. pada moncongnya yang telah dibedah itu dipasang sebuah pipa yang dihubungkan dengan sebuah tabung diluar kamar. Mengemukakan bagaimana cara untuk mengubah kebiasan yang kurang baik. dimasukan ke kamar gelap dikamar itu hanya ada sebuah lubang terletak didepan moncongnya. Teori classical conditioning (plavlov dan Watson) pelopor dari teori ini adalah ivan petrovich Pavlov seorang ahli fisiologis dari rusia. tempat menyodorkan makanan atau menyorotkan cahya pada waktu diadakan percobaan-percobaan. sehingga kelenjar ludahnya berada diluar pipinya. kemudian menjadi stimulus yang menimbulkan respons bagi unit tingkah laku yang berikutnya. Alat yang dipergunakan dalam percobaan itu ialah makanan. Ia mengadakan percobaan-percobaan dengan anjing. dengan demikian dapat diketahui keluar tidaknya air liur dari moncong anjing itu pada waktu diadakan percobaan. Teori Connectionisme Dari Guthrie. Demekianlah .a.

Sebagai contoh kita tidak dapat mengejar ilmu pasti kepada anak kelas tiga sekolah dasar. Faktor sosial adalah factor diluar individu. a) Kematangan Dan Pertumbuhan. Kematangan dapat kita katakana sebagai pencapaian pertumbuhan mental. Kematangan kan sangat berpengaruh kepada keberhasilan pencapaian pembelajaran. media pembelajaran yang dipergunakan. Factor individual. b. Factor-faktor yang berpengaruh terhadap belajar dapat disimpulkan menjadi dua golongan : a. 4. latihan. Semua itu disebabkan pertumbuhan mentalnya belum matang untuk menerima pelajaran itu. atau mengejar ilmu filsafat kepada anak-anak yang baru dudk dibangku sekolah menengah pertama. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar. yaitu factor yang ada pada diri organisme itu sendiri. Diantara faktor yang termasuk ke dalam factor individu antara lain : kematangan/pertumbuhan. kecerdasan. lingkungan dan kesempatan yang tersedia.sterusnya sehingga merupakan deretan-deretan unit tingkah laku yang terus-menerus. motivasi dan faktor pribadi. Sedangkan metode mengajar. 1) Faktor Individual. mengejarkan sesuatu baru dapat berhasil jika tarap pertumbuhan pribadi telah memungkinkanya : .

natural. 2) Faktor Sosial. Kondisi kehidupan keluarga yang damai. Kecerdasan secara singak dikatakan sebagai “kemampuan untuk menyelesaikan masalah” konsep awal kecerdasan umumnya merujuk kepada logika dan bahasa. Kecerdasan merupan potensi yang dapat mentukan. Keadaan keluarga kan berpengaruh kepada kegiatan dan hasil belajar. tetapi kemudian berubah ketika gardner mengembangkan konsep kecerdasan majemuk.potensi-potensi jasmani atau rohaninya telah matang untuk itu. kinestetik (gerakan tubuh). Selain factor-faktor yang bersifat individual berhasil atau tidaknya belajar itu dipengaruhi pula factor-faktor dari luar yang kitasebut sebagai factor sosial. penuh kasih saying seta penuh cita-cita akan mendorong anak untuk belajar lebih giat dan tekun. termasuk diantaranya kecerdasan-kecerdasan interpersonal. a) Keadaan Keluarga. Kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan logika dan berbahasa tetapi juga berkaitan dengan berbagai hal lain. musical dan visuo-spasial (Lazear. 1999). b) Kecerdasan/Intelegensi. sebaliknya suasanan dan .

kuliah di kampus yang memilki dosen yang memiliki komitmen yang tinggi serta ditunjang dengan media pembelajaran yang memadai belum tentu secara otomatis membuat hasil belajar menjadi baik. Dalam kegiatan dikampus factor dosen dan metode mengajar merupakan factor yang penting. . b) Dosen Dan Metode Mengajar. Seorang mahasiswa yang baik. c) Media Pembelajaran. tingkat penguasaan terhadap materi. Media pembelajaran yang lengkap dan atraktif akan mempermudah dan mempercepat mahasiswa belajar. dan metode yang digunakan dalam mengajar. cara memiliki intelengensi yang baik. d) Lingkungan Dan Kesempatan. Kepribadian dan sikap dosen.keadaan keluarga yang tidak harmonis dan kurang memiliki perhatian terhadap prestasi akan membuat anak tidak terpacu dan memiliki motivasi untuk belajar. turut menetukan keberhasilan belajar mahasiswa.