You are on page 1of 3

PENGERTIAN

Menyontek merupakan suatu tindakan yang tidak jujur seperti menghalalkan segala cara
dan dilakukan dalam keadaan sadar untuk menciptakan keuntungan sehingga
mengabaikan prinsip keadilan.
PENYEBAB
Sudah dimaklumi bahwa orientasi belajar siswa-siswi disekolah hanya mendapatkan
nilai tinggi dan lulus ujian, kemampuan kognitif dari afektif dan psikomotor. Inilah yang
membuat mereka mengambil jalan pintas yaitu dengan menyontek.
1. Siswa yang malas. Malas belajar dan membuat tugas akan membentuk karakter siswa

yang menginginkan sesuatu diperoleh dengan cara instan, sehingga menyontek menjadi
pilihan. Hal ini menyebabkan siswa ketinggalan dalam menguasai mata pelajaran dan
memilih menyontek setiap kali ada ulangan atau diberi tugas.
2. Siswa yang kurang merasa percaya diri akan kemampuan dirinya sendiri, mereka berpikir
bahwa jawabannya itu kurang tepat dan masih ragu-ragu.
3. Banyaknya tekanan dari keluarga atau lingkungan sekitar. yaitu apabila dorongan
atau harapan untuk berprestasi jauh lebih besar dari pada potensi yang dimiliki. Apabila
tidak dikendalikan dengan baik, akan menimbulkan hasrat untuk melakukan
cheating/menyontek. Kebanyakan, orangtua terlalu menuntut anaknya untuk mendapat
nilai yang bagus. Bisa karena orangtua gengsi, atau sebagainya. Tapi orangtua tersebut
tidak pernah mencoba untuk membimbing anaknya dalam belajar. Sehingga anaknya
merasa tertekan dan akhirnya menggunakan segala cara untuk memenuhi target nilai
orangtua. Guru yang mematok nilai tinggi akan membuat siswa merasa tertekan dan akan
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai tertinggi.
4. Guru yang kurang tegas kepada siswa sehingga siswa menganggap remeh sang guru.
5. Siswa kurang mengerti arti dari pendidikan bahwa siswa belajar di sekolah untuk bekal di
masa depannya.
DAMPAK
a. Tidak mandiri
Peserta didik yang sering menyontek akan mengakibatkan siswa tidak mau berusaha
sendiri dan selalu bergantung terhadap orang lain. Sehingga seseorang tersebut tidak mau
mempergunakan otaknya sendiri dan tentu saja akan muncul generasi-generasi yang
bodoh dan tidak jujur. Bahkan yang lebih parah lagi pendidikan tidak akan maju.
b. Mudah menyerah
Hal ini akan dirasakan pada saat menghadapi dunia kerja. Karena terbiasa mengandalkan
orang lain, maka pada saat bekerja mereka yang sering menyontek akan mudah menyerah
dalam melaksanakan pekerjaan.
CARA MENANGGULANGINYA
1. - Mengarahkan pemikiran siswa bahwa tujuan belajar yang sebenarnya adalah supaya
dapat menjadi bekal bagi masa depan siswa di masa depan dan nilai akan berarti bila
murni dengan kemampuan siswa sendiri.
- Menanamkan kebenaran firman Tuhan bahwa menyontek itu adalah perbuatan

-Melakukan pengawasan yang ketat tanpa pilih kasih. Memberikan sanksi yang setimpal dengan kecurangan yang dilakukan siswa. . Apapun usaha yang dilakukan oleh pelajar asal itu jujur. sehingga siswa dapat mencerna dari setiap materi yang disampaikan.Siswa memiliki perbedaan antara individu–individu dengan individu yang lain. Jika ada siswa yang ketahuan menyontek diharapkan seorang guru akan memberi sanksi yang tegas. sosial. Memberikan reward/penghargaan Penghargaan diberikan kepada siswa yang konsisten untuk jujur. Implimintasi terhadap pendidikan adalah bagaimana menyesuaikan proses pendidiakn itu dengan pola dan tempo.Membentuk hubungan saling menghargai antara guru –siswa. Ujian atau tes merupakan kesempatan untuk mengekspresikan pengetahuan yang telah dipelajari dan ujian atau tes akan membantu guru mengetahui topik yang belum dikuasai murid.Sehingga dengan adanya penghargaan ini diharapkan dapat mengurangi kebiasaan menyontek pada siswa. .Berlaku objektif dan terbuka dalam pemberian nilai.Siswa mengikuti periode-periode perkembangan tertentu dan mempunyai pola perkembangan serta tempo dan iramanya. Hal ini dapat memicu semangat siswa untuk berlomba-lomba untuk jujur. . 2. serta menolong murid bertindak jujur dan tanggung jawab. . serta irama dan perkembangan siswa itu sendiri. Guru perlu memahami tujuan atau target pemahaman dari suatu materi pelajaran dan diimplementasikan pada saat mengajar. melaksanakan cara belajar siswa. 3. . . Selain untuk siswa penghargaan juga diberikan kepada pendidik yang konsisten dalam menerapkan peraturan yang tidak membolehkan siswa untuk menyontek. Membentuk hubungan yang saling menghargai Guru dan pelajar harus menjalin hubungan yang saling menghargai. Meningkatkan ketegasan guru Guru sebagai factor penentu dalam mengatasi kebiasaan menyontek pada siswa. . .Bentuk soal dilakukan sesuai perkembangan kematangan siswa.Menanyakan kepada siswa topik mana yang dianggap paling susah untuk dikuasai dan juga rencana belajar mereka untuk memecahkan masalah tersebut. namun juga untuk bekal di masa depannya. 2 Memahami arti belajar Guru memberikan pengertian kepada muridnya mengenai arti belajar yang tidak hanya bermanfaat untuk mendapatkan nilai tinggi. . bakat. baik perbedaan yang disebabkan faktor endogen (fitrah) maupun eksogen (lingkungan) yang meliputi segi jasmani. sehingga kebiasaan menyontek dapat diberantas hingga tuntas 4. hendaknya guru juga memberikan sebuah apresiasi khusus kepada pelajar.dosa.Menunujukkan keteladanan dalam perilaku moral. minat dan lingkungan yang mempengaruhinya.Mengembangkan kebiasaan dan keterampilan belajar yang baik dan menolong siswa merencanakan. 1. 5. intelegensi.

. Namun sanksi yang diberikan diusahakan berdampak positif. yang mengarahkan siswa untuk sadar akan kesalahannya.Dengan memberikan sanksi yang setimpal diharapkan dapat menekan kebiasaan menyontek pada siswa.