You are on page 1of 3

Nama: Lathifah Azizah

NPM : 150510150042
Kelas : B
MK
: Teknologi Benih
INCREASING SECONDARY METABOLITES OF Calendula
officinalis L. USING SALICYLIC ACID IN VITRO
Dr. Hashim K. Mohammed Al-oubaidi*, Aseel Salih Mohammed Ameen
* College of Science, AL- Mustansiryia University, Baghdad/ Iraq.

Latar Belakang
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produksi dari beberapa
senyawa metabolit sekunder tanaman marigold Calendula officinalis L. In
Vitro metabolit sekunder senyawa kuantitatif dan analisis kualitatif
menggunakan perangkat kromatografi dengan kinerja tinggi HPLC cair
dan dibandingkan dengan tanaman induk.
Dalam rangka meningkatkan produksi metabolit sekunder, asam
salisilat digunakan dengan konsentrasi (0, 50, 100, 150 dan 200) mg/l.
Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi asam salisilat menyebabkan
signifikan yang tinggi di sebagian besar metabolit sekunder (minyak
essensial) dari Calendula officinalis L.
Bahan dan Metode
Bahan tanaman dan sterilisasi
- Tanaman
marigold,
Calendula
officinalis
L.
(Asteraceae)
dikumpulkan pada 18/9/2013 dari Taman Al-Mustansiriya University
di Baghdad, Irak
- Daun dipotong keluar  dibilas dengan air keran mengalir selama 1
jam  pindahkan ke laminar air flow-kabinet direndam dalam etanol
(99%) selama satu menit  dicuci dengan disterilkan DDH 2O 
dibilas dengan natrium hipoklorit pada konsentrasi (1,5%) untuk 10
menit  dibilas dengan DDH2O tiga kali selama lima menit dan
ditanam dalam botol/cawan di pertanian
Induksi Kalus
Media MS induksi kalus yang disiapkan memiliki 2 mg/l Auksin (2,4-D), dan
0,2 mg/l dari Sitokinin (kinetin), dan konsentrasi yang berbeda dari asam
salisilat (0, 50, 100, 150, dan 200) mg/l (Tabel 1).
Pada 10 mereplikasi untuk setiap konsentrasi asam salisilat, kemudian
diinkubasi dalam kondisi cahaya, intensitas pencahayaan adalah 1000 luk
selama 16 jam sehari pada suhu 1 ± 25 o C (Murashing dan Skoog, 1962)
Mengukur berat segar dan kering kalus

Kalus basah (2g) hancur dan diekstraksi dengan minyak eter untuk 4 jam dalam alat Soxhlet. Pembacaan diukur pada panjang gelombang dan pada saat penahanan solusi Rt dengan sampel standar . Campuran dikocok selama 2 menit dan didiamkan selama 10 menit. Ekstrak terkonsentrasi pengurangan tekanan 1 ml terkonsentrasi ekstrak dilarutkan dalam 20 eter ml minyak bumi. konsentrasi zat aktif diukur dengan membandingkan daerah paket standar materi dengan luas model dibawah kondisi yang sama dengan menggunakan hukum sebagai berikut : (Budhiraja.Setelah 4 minggu berat segar kalus dicatata oleh keseimbangan sensitif dalam Laminar Air Flow Kabinet kemudian ditempatkan dalam oven listrik pada suhu 70 o C selama 24 jam untuk menghitung tingkat berat kering kalus (Pacheco. 2004) Konsentrasi daerah sampel (mg/l) = Daerah sampel Daerah standar x pekat standar X pengenceran faktor Analisis statistik dan rancangan percobaan Percobaan dirancang sesuai dengan desain pengacakan sepenuhnya. 2 ml asam metanol. variabel UV-VIS detektor shimazeu pemroses data untuk memperkirakan peningkatan atau penurunan senyawa metabolit sekunder Calendula officinalis L. dan 2 ml KOH ditambahkan. 2007) . Mengacak desain (CRD) untuk mempelajari pengaruh dari berbagai transaksi di sifat yang dipelajari. 2013) Tabel (1) : Komponen media yang digunakan metabolit sekunder stimulasi senyawa dengan menambahkan asam salisilat Ekstraksi dan analisis minyak dari Calendula officinalis L. et al. dan membandingkan peningkatan atau penurunan dengan tanaman induk. 2013) Memperkirakan peningkatan atau penurunan senyawa metabolit sekunder oleh perangkat (HPLC) Kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Minyak ini dianalisis dengan HPLC menurut kondisi optimum seperti tertera diatas (Ghanati dan Bakhtiarian.. dan dibandingkan perbedaan antara rata-rata tes menurut probabilitas paling signifikan (LSD) sebesar 5% (Salkind and Ramsey. Lapisan atas dihapus dan dicuci dengan air. sampel dilakukan dengan sistem HPLC yang dilengkapi dengan dua pompa shimadzu reciprocating.