PERHITUNGAN WINDROSE

Tugas
Mata Kuliah Lapangan Terbang

Oleh :
GIWA WIBAWA PERMANA
1215011048

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

I.

DATA PERENCANAAN

Adapun data-data dalam perencanaan desain lapangan terbang adalah sebagai
berikut :
1. Data Umum
a. Ketinggian lokasi dari muka laut (TML)
b. Gradien efektif (GE)
c. Temperatur udara (T)
d. Type runway

: 270 m
: 0,2%
: 32,9° C
: Tipe precisions dengan
instrument runway

2. Data Angin
Tabel 1.1. Data angin menggunakan tipe 1

Arah Angin

22,5°
45°
67,5°
90°
112,5°
135°
157,5°
180°
202,5°
225°
247,5°
270°
292,5°
315°
337,5°
Angin < 10 knot

10-13
(knot)

13-20
(knot)

20-40
(knot)

1,70
2,50
2,00
2,80
0,50
2,00
1,20
2,00
2,90
2,90
1,50
0,20
2,10
1,50
1,00
1,70

1,70
3,00
2,70
9,00
3,00
0,20
0,20
3,00
1,00
0,50
2,90
0,10
0,50
2,80
1,50
0,50

1,80
1,80
5,51
0,20
9,00
2,00
4,00
1,00
1,00
0,90
3,20
1,70
2,00
1,20
2,50
0,20
0,89

Jumlah
3. Data Tipe Pesawat
Tabel 1.2. Data tipe rencana pesawat menggunakan tipe 10

Total
5,20
7,30
10,21
12,00
125
4,20
5,40
6,00
4,90
4,30
7,60
2,00
4,60
5,50
5,00
2,40
0,89
100,00

N o 1 2 - Aircraft Types Airbus Airbus A321-200 Airbus A330-200 Boeing B727-200 B737-300 B747-100 2009 2010 Tahun 2011 2012 2013 2014 1011 1090 1707 1703 1906 1479 2619 506 1488 1406 1389 2596 1480 730 448 1118 425 1361 925 1232 328 1310 510 820 1171 753 72 800 1430 33 4. Data Penumpang Tabel 1.3. Proyeksi Pergerakan PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN . Data tipe rencana penumpang menggunakan tipe 9 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun Domestik Internasional Total 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 349272 895565 328530 564193 508922 574778 771194 71023 17308 129663 74523 222030 82607 143990 326172 828100 442606 717140 532307 163378 531655 808623 556474 980071 431879 1039555 654702 1392293 951528 1291918 1303501 234401 548963 938286 630997 1202101 II. 1.

serta barang yang diangkut dimasa mendatang. 1. maka didapat persamaan polynomial berikut : Dimana : Y = 136.13X2 . Untuk itu dalam desain ini digunakanlah metode analisa grafik polynomial karena dianggap memiliki kemungkinan yang tidak jauh berbeda dengan metode pertumbuhan untuk memperkirakan pergerakan pesawat di tahun 2030.1. pergerakan lalu lintas penumpang.1.3 X = Tahun ke-n yang akan diprediksi Y = Prediksi pergerakan di tahun 2025 Tabel 2.96X + 6642.Dalam perencanaan suatu bandara. Proyeksi Pergerakan Pesawat Tahunan . Proyeksi Pergerakan Pesawat Dari data tipe pergerakan pesawat yang ada. seorang perencana perlu memperkirakan pergerakan pesawat. Pergerakan Pesawat Tahunan N o 1 2 - Aircraft Types Airbus Airbus A321-200 Airbus A330-200 Boeing B727-200 B737-300 B747-100 Total 2011 2012 Tahun 2013 2014 2015 2016 1011 1090 1707 1703 1906 1479 2619 506 1488 1406 1389 2596 1480 730 448 6288 1118 425 1361 4500 925 1232 328 5680 1310 510 820 5749 1171 753 72 5291 800 1430 33 6338 Grafik 2.1.875.

2.Airbus A321-200 . Pergerakan Pesawat Tahunan No Aircraft Types Airbus .1028 15.15 ≈ 24133 Pesawat Tabel 2.13X2 .5574 4852 3622 2183 24133 20. 6343 7133 26.34 5000 4000 3000 2000 1000 0 0 1 2 3 4 5 6 7 Dari grafik polynomial di atas dapat dihitung perkiraan jumlah pesawat untuk tahun 2025 (tahun ke-15) : X = 15 Y = 136.3 R² = 0.3 Y = 136.13(15)2 .96(15) + 6642.0091 9.7000 6000 f(x) = 136.875.B747-100 Total Prediksi Pergerakan Tahun 2025 %Masing-Masing Jumlah Pesawat Pesawat 1 1.875.96X + 6642.B727-200 .B727-200 .Airbus A330-200 2 Boeing .2838 29.875.2.13x^2 .0469 100 Proyeksi Pergerakan Penumpang .96x + 6642.3 Y = 24132.

Dari data tipe pergerakan penumpang yang ada.82x^2 + 8339. Proyeksi Pergerakan Penumpang Domestik Tahunan 1000000 900000 800000 700000 600000 f(x) = . Pergerakan Penumpang Tahunan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun Domestik Internasional Total 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 349272 895565 328530 564193 508922 574778 771194 71023 17308 129663 74523 222030 82607 143990 326172 828100 442606 717140 532307 163378 531655 808623 556474 980071 431879 1039555 654702 1392293 951528 1291918 1303501 234401 548963 938286 630997 1202101 Grafik 2. maka dapat dibuat grafik proyeksi pergerakan penumpang domestik dan internasional : Tabel 2.2.86x + 560564.4 500000 400000 300000 200000 100000 0 0 2 4 6 8 10 12 14 Dari grafik polynomial di atas dapat dihitung perkiraan jumlah penumpang domestik untuk tahun 2025 (tahun ke-21) : .52 R² = 0.3.4415.

8(21)2 + 74335(21) + 125359 Y = 879452 Penumpang Maka proyeksi total penumpang pada tahun 2025 yaitu : = 117923 + 879452 = 997375 Penumpang Kontrol kapasitas angkut pesawat terhadap jumlah penumpang di tahun 2025.8x2 + 74335x + 125359 Y = -1829.1829. Proyeksi Pergerakan Penumpang Internasional Tahunan 1200000 1000000 800000 f(x) = . dapat dilihat pada tabel berikut : .3.07 R² = 0.9x + 560565 Y = -4415.9(21) + 560565 Y = 117923 Penumpang Grafik 2.4 600000 400000 200000 0 0 2 4 6 8 10 12 14 Dari grafik polynomial di atas dapat dihitung perkiraan jumlah penumpang internasional untuk tahun 2025 (tahun ke-21) : X = 21 Y = -1829.8x2 + 8339.3x + 125359.X = 21 Y = -4415.8(21)2 + 8339.75x^2 + 74335.

82 60. Pesawat Pesawat Penumpang Aircraft Types 1 Airbus . Dari tipe pesawat yang diberikan. Jenis Pesawat dan Karakteristik Pesawat No 1 Aircraft Types Airbus .08 233000 1400 .Tabel 2.3 44.30 12.54 4E 2743 58.10 8.604 Penumpang lebih besar daripada jumlah total penumpang pada tahun 2025 sebesar 997.B747-100 Total 185 253 6343 7133 1173455 1804649 134 128 452 4852 3622 2183 24133 650168 463616 986716 5078604 Dari Tabel 2.4.375 Penumpang. 2. perlu untuk mengetahui karakteristik pesawat (sumber tercantum di lampiran) agar mempermudah mengetahui panjang landasan pacu minimum yang dipakai setelah beberapa kali tes yang dilakukan oleh pabrik pembuat pesawat terbang yang bersangkutan (Aeroplane Reference Field Length). Penentuan ARFL Langkah awal dalam perencanaan lapangan terbang adalah penentuan batasan panjang landasan pacu.5.B727-200 .Airbus A330-200 2 Boeing .Airbus A321-200 .97 93500 1281.Airbus A321-200 . maka jumlah pesawat telah memadai. Tabel 2. Kapasitas Angkut Maksimal Pesawat di Tahun 2025 N o Prediksi Pergerakan Tahun 2025 Kapasitas Jumlah Jumlah Angkut Maks.4 diketahui bahwa kapasitas angkut total pesawat pada tahun 2025 sebesar 5.B727-200 .078.51 34.Airbus A330-200 Ref Code Aeroplane Characteristics Wingspan OMGWS MTOW (m) (m) (kg) ARFL (m) Length (m) TP (kpa) 4C 2621.

Gradien efektif (GE) c.9 – (15 – (0.41 63276 1171 .58 83900 1150. Koreksi elevasi h Fe = 1 + 0.5 70.5 m. nilai kekuatan angin (crosswind) dapat ditentukan berdasarkan panjang runway ARFL.0630 b. Koreksi temperatur Ft = 1 + 0.63 .68 32.h) Sedangkan menurut ICAO Annex 14. Angin : 270 m : 0.B727-200 4C 2621.92 6.18 28.12 340100 1598. Tabel 2. digunakan pesawat tipe Boeing B747-100 sebagai pesawat dengan panjang landasan pacu rencana yang terpanjang.2% : 32.9° C : 20 knot (37 km.3 46. ICAO Crosswind Design Criteria 2.6.1.2 Boeing .40 59. Menghitung Faktor Koreksi a. Adapun data-data dalam perencanaan desain lapangan terbang adalah sebagai berikut : a. yaitu 3506. Koreksi kemiringan runway Fs = 1+ 0.B747-100 4E 3506.B727-200 4C 2286 32.88 6.01 [32.1S . Temperatur udara (T) d.01 [T – (15 – 0.0065 x 270))] = 1.07 300 = 1 + 0.0065h)] = 1 + 0. Ketinggian lokasi dari muka laut (TML) b.1966 c.07 270 300 = 1.64 12.48 Dari tabel diatas.

1)) = 7014.3722 ≈ 7015 m b.5 x (-0.0002 d.0002) + (3506.7.5 – (0.1966 x 1. Analisa Angin Untuk menentukan arah Runway. Pengaruh Angin Permukaan Terhadap Panjang Runway Berdasarkan Tabel 2. 2.0630) + (3506. 3.1)) = 3376. maka panjang runway perencanaan (ARFL) adalah 7015 m.5 x 1.5 x 1.2.= 1+ (0.7595 ≈ 3377 m Setelah dilakukan koreksi terhadap faktor diatas.002) = 1. maka untuk kekuatan angin 20 knot faktor koreksi angin (Fw) = -10%. Menghitung Panjang Runway Minimum dengan Metode ARFL a.1 x 0. Koreksi angin permukaan Tabel 2. tentang Pengaruh Angin Permukaan Terhadap Panjang Runway. Kondisi take-off ���� = ����������� × �� × �� × �� + �� = (3506.0630 x 1.7. dicari arah angin dominan dengan melakukan analisa Wind Rose. Kondisi landing ���� = ����������� × �� + �� = (3506. Landasan pacu dari sebuah lapangan terbang harus dibuat sedemikian rupa sehingga searah dengan “prevaling wind” (arah angin .

00 1.50 1.20 7.89 Jumlah Total 5.5° 90° 112.00 1.50 2.5° 270° 292.90 4.00 1.00 2.10 0.00 Dalam desain ini panjang runway rencana yaitu 7015 m ( > 1500 m).50 2. Hal ini dimaksudkan ketika melakukan pendaratan manuver sejauh komponen arah samping (cross wind) tidak berlebihan.00 4.90 0.40 6.50 1.70 3.00 1.00 0.70 2.90 1.20 9.89 100.21 12.80 1.20 0.00 2.30 10.20 5.10 1. pesawat dapat mendarat dan lepas landas pada sebuah lapangan terbang pada 95 % dari waktu crosswind dengan tidak melebihi : Tabel 2.00 2.5° 135° 157.80 1. maka kekuatan angin yang digunakan adalah tidak melebihi 20 knot.00 3.00 1.50 0. Persyaratan ICAO Chapter 3.90 3.5° Angin < 10 knot 10-13 (knot) 13-20 (knot) 20-40 (knot) 1.51 0.80 0.00 2.60 5.5° 315° 337.dominan).00 0.80 5. .70 1.20 2.20 2.5° 225° 247.00 0.50 0.50 2.00 1.60 2.20 1. ICAO Crosswind Design Criteria Berikut merupakan data angin yang didapatkan.1.50 5.8.00 4.30 7.90 2.00 4.20 3.5° 180° 202.00 2.20 2.5° 45° 67.00 125 4.50 2.70 2.40 0.20 0.70 9. Arah Angin 0° 22.3.50 0.

0 + 0.89 = 13.1 + 0.5 + 2.Berdasarkan tabel diatas dapat dibuat Gambar Wind Rose untuk masing – masing arah angin sesuai dengan persentase data kecepatan angin.49 % Sehingga dapat direncanakan landasan pacu (runway) satu arah.5 + 3.0 + 9. .0 + 0.39 % (prevailing wind) Barat = 2.89 = 5. dalam perencanaan desain ini pada saat pesawat take-off dan landing harus bebas dari komponen angin yang arahnya tegak lurus (cross wind kecil) : Timur = 0. seperti gambar berikut : Persentase kecepatan angin yang paling dominan yaitu berasal dari arah Timur – Barat.

7 + 1. a.90 b.5 + 2.2 + 0.7 + 1. Tinjauan UTL – SBD (22. maka dapat dicari arah angin dominan sehingga nantinya akan direncanakan landasan pacu (R/W) sejajar dengan arah angin dominan.5) + (1.8 + 9) + (0.5 + 2.2) + (0.9 + 1 + 1) + (2.5 +0.5 + 3) + (2 + 0.2 + 0.5 +2.1) = 83.89 + ( 2.5 + 0.2) + (1.8) + (2 + 2.5) + (1.5°) .9 + 0.9 + 3. Tinjauan U – S (0° – 180°) Total = 0.8) + (1 + 1.5° – 202.1 + 0.7 + 0.51) + (2.8) + (2.2) + (1.7 + 5.5 + 3 + 1.2 + 4) + (2 + 3 + 1) + (2.Dari data angin yang diketahui.9) + (1.

2) + (0.2 + 0.9) + (1.2) + (1.2) + (1.Total = 0.1 + 0.8) + (1 + 1.9 + 1 + 1) + (2.2) + (0.7 + 5.7 + 0.5 + 2.2) + (2 + 3 + 1) + (2. Tinjauan TL – BD (45° – 225°) .5 +0.5 + 0.1 + 1.8) + (2 + 2.8 + 9 + 0.9 + 0.7 + 1.5) + (1.5 + 3 + 1.8) + (2.7) = 79.2 + 0.9 + 3.89 + ( 2.5 + 3) + (2 + 0.51) + (2.5) + (1.5 +2.30 c.7 + 1.

5) + (1.1 + 0.5) + (1.9 + 3.2 + 0.7) = 89.5 + 3 + 1.2) + (0.2) + (0.Total = 0.7 + 5.1 + 1.9 + 1 + 1) + (2.5 +0.7 + 1.9) + (1.8 + 9 + 0.5 + 2) + (1.5°) .10 d.8) + (2 + 2.2) + (1.9 + 0.2 + 0.8) + (2.2) + (2 + 3) + (2.7 + 1.5° – 247.5 + 3 + 9) + (2 + 0.89 + ( 2.7 + 0.5 +2. Tinjauan TTL – BBD (67.5 + 2.51) + (2.8) + (1 + 1.

9) + (1.8 + 9 + 0.1 + 0.51) + (2.9 + 1) + (2.5) + (1. Tinjauan T – B (90° – 270°) .9 + 3.1 + 1.5 + 3 + 9) + (2 + 0.5) + (1.2 + 2) + (1.7 + 5.9 + 0.2 + 0.7) = 89.5 + 3 + 1.2) + (0.7) + (2.2) + (1 + 1.7 + 1.89 + ( 2.7 + 0.50 e.2 + 0.8) + (2 + 2.5 + 2.5 + 2) + (1.Total = 0.5 +2.8+ 1.2) + (0.2) + (2 + 3) + (2.5 +0.

8 + 9 + 0.2 + 0.5 + 3) + (2 + 2.7 + 0.Total = 0.5) + (1.9 + 3.1 + 0.51) + (2.2) + (0.8+ 1.5 + 2.2 + 4) + (2 + 3) + (2.89 + ( 2.5 + 3 + 9) + (2 + 0.2 + 2) + (1.30 f.9 + 0.7) + (2.5° – 292.7 + 1.7) = 93.2) + (1 + 1.2 + 0.5 + 2) + (1.5 + 2.5) + (1.2) + (0.5) + (1.5 + 2. Tinjauan TTG – BBL (112.9 + 1) + (2.7 + 5.1 + 1.5°) .

2 + 0.5) + (1.9) + (0.5 + 2.8 + 9 + 0. Tinjauan TG – BL (135° – 315°) .2) + (1.1 + 0.7 + 0.5) + (1.7 + 1.2 + 2) + (1.7) + (2.1 + 1.2 + 4) + (2 + 3 + 1) + (2.89 + ( 2.5 + 2) + (1.7) = 85.Total = 0.5 + 0.9 + 1) + (2.8+ 1.2) + (1 + 1.5 + 2.5 + 2.79 g.5 + 3) + (2 + 2.2) + (0.5 + 3 + 9) + (2 + 0.9 + 0.7) + (2.2 + 0.

69 h.2 + 0.8) + (2.7 + 0.2) + (1 + 1.7) + (2.5°) .5 + 3 + 9) + (2 + 0.89 + ( 2.9) + (0.5) + (1.5 + 2.5 + 3) + (2 + 2.7 + 1.5 + 0.8+ 1.2 + 2) + (1.1 + 0.2) + (1.5) + (1.9 + 1 +1) + (2. Tinjauan TG – BL (157.8 + 9) + (0.2 + 0.Total = 0.9 + 0.1) = 86.5 + 2.5 + 2) + (1.5 + 2.7 + 1.5° – 337.2 + 4) + (2 + 3 + 1) + (2.

5) + (1.9) + (1.8+ 1.5 + 0. Hasil Perhitungan Analisa Angin No Arah Angin 1 Utara – Selatan Kecepatan Angin Dominan 83.7 + 1.8) + (2.5) + (1.5 + 3 + 1.9 + 0.Total = 0.5 + 0.8 + 9) + (0.8) +(2 + 2.7 + 0.7 + 1.5 + 2.9.5 + 3) + (2 + 0.2 + 4) + (2 + 3 + 1) + (2.1 + 0.7) + (2.90 .2 + 0.2 + 0.9) + (0.2) + (1 + 1.1) = 78.9 + 1 +1) + (2.39 Tabel 2.2) + (1.89 + ( 2.2 + 2) + (1.5 + 2.5 + 2.

1986. 1989. Jakarta FAA. Pada desain ini. Posisi arah runway yaitu : - Timur pada 90° Barat pada 270° Maka akan didesain runway satu arah dengan penomoran pada landasan (runway designator) yang mengarah dari Timur ke Barat adalah dengan angka 9. 2004.2 3 4 5 6 7 8 Utara Timur Laut – Selatan Barat daya Timur Laut – Barat Daya Timur Timur Laut – Barat Barat Daya Timur – Barat Timut Tenggara – Barat Barat Laut Tenggara Barat Laut Selatan Tenggara – Utara Barat Laut 79. arah angin dominan adalah dari arah Timur – Barat.30 85.50 93. Heru. Airport Design Vol.150/5300-13. Direktorat Jendral Perhubungan Udara. Merancang. . Merencana Lapangan Terbang. Bandung : Penerbit Alumni. Bagian 139 – Aerodrome.79 86. Standar Manual.69 78.10 89.39 Orientasi runway (R/W) selalu berorientasi terhadap arah angin (prevailing wind). DAFTAR PUSTAKA Basuki. Dimana pada saat pesawat take-off dan landing harus bebas dari komponen angin yang arahnya tegak lurus arah pesawat seminimal mungkin (cross wind kecil). United State : Federal Aviation Administration. maka Runway mengarah ke arah Timur – Barat (sesuai dengan arah angin dominan).30 89.

Muttaqin. Volume 1 for Aerodrome Design and Operations.net/aircraft-data/ Airbus Aircraft Design Characteristics.ICAO. 2009. Available at : http://www.html .airbus. 2009. 2012. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/77/VI/2005 tentang Persyaratan Teknis Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara. 2012. KM 44 Tahun 2002 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional.com/support/maintenance-engineering/technicaldata/aircraftcharacteristics/ Boeing Aircraft Design Characteristics. Karakteristik pesawat. dkk. Kepmen Perhubungan No. Annex 14. Analisis Geometrik Fasilitas Sisi Udara Bandar Udara Internasional Lombok (BIL) Nusa Tenggara Barat.boeing. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada. Aulia.com/commercial/airports/plan_manuals.airliners. Available at : http://www. Available at : http://www. Montreal : International Civil Aviation Organization.