You are on page 1of 15

LAPORAN KASUS

RAMSAY HUNT SYNDROME

PEMBIMBING
dr. Maula, Sp.S

Penyusun:
Muhammad Ridwan (1102009189)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF
RUMAH SAKIT TK.1 BHAYANGKARA RADEN SAID SUKANTO
PERIODE 26 SEPTEBER 2016 – 29 OKTIBER 2016
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
BAB I

IDENTITAS PASIEN I. II. Keluhan Tambahan Adanya luka yang melenting pada bagian telinga sampai wajah dan leher.N Jenis Kelamin : Laki-laki Usia : 46 tahun Agama : Islam Status Marital : Lajang Pekerjaan : Freelance Alamat : Jl. pendngaran berkurang. IDENTITAS PASIEN No Rekam Medis : 837707 Nama : Tn.Abdul Rahman Balekmabang Tanggal Masuk RS : 1 Oktober 2016 Tanggal Pemeriksaan : 3 Oktober 2016 Ruang Perawatan : Nuri ANAMNESIS Dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 3 Oktober 2016 A. C. Riwayat Penyakit Sekarang Seorang pria berusia 46 tahun datang ke IGD RS POLRI pada tanggal 1 Oktober 2016 dengan keluhan utama nyeri pada bagian wajah yang menjalar ke kepala 2 . Keluhan Utama Nyeri pada bagian wajah yang menjalar ke kepala sejak 2 minggu SMRS B.

sejak 2 minggu SMRS. pasien mengatakan berobat oleh dukun diberi semburan air garam. Keluhan disertai adanya luka yang melenting pada bagian telinga sampai wajah dan leher. berawal luka kecil muncul pada bagian telinga. pasien mengatakan tidak ada riwayat trauma. Riwayat Pengobatan  Pengobatan tradisional 3 . nyeri dirasakan hilang timbul dalam waktu 15 menit. luka semakin melebar sehingga mengganggu penampilan pasien. Riwayat Penyakit Keluarga  Riwayat hipertensi di sangkal  Riwayat penyakit jantung di sangkal  Riwayat diabetes mellitus di sangkal  Riwayat TB paru di sangkal F. Pasien mengatakan luka semakin memberat menimbulkan nyeri kepala yang hebat.mual disangkal. muntah disangkal. dan riwayat kejang. pasien mengatakan bahwa pendengaran telinga kiri berkurang. Pasien mengatakan tidak pernah mengalami hal yang serupa sebelumya.. Riwayat Penyakit Dahulu  Trauma (-)  Riwayat hipertensi (-)  Riwayat penyakit jantung (-)  Riwayat diabetes mellitus (-)  Riwayat TB paru (-)  B20 (+) E. D.

7 0C  Kepala Normocephal. reflex cahaya tidak langsung +/+  Hidung 4 .  Alergi obat di sangkal  Alergi makanan di sangkal PEMERIKSAAN FISIK A. pupil bulat isokor 3 mm. distribusi rambut merata. sklera ikterik -/-. Status Generalis Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 3 Oktober  Keadaan umum  Kesadaran : Compos mentis  GCS :  Tanda vital : Tampak sakit sedang E4 M 6 V 5 Tekanan darah : 130/80 mmHg Pernapasan : 22 x/menit Nadi : 87 x/menit Suhu : 36. tidak ada tanda trauma. reflex cahaya langsung +/+.  Mata Konjungtiva anemis -/-.G. Riwayat Alergi III.

serumen -/-. tidak teraba massa.uvula ditengah. nyeri lepas (-). mukosa rongga mulut hiperemis tanpa massa. hiperemis -/Regio facialis aurikalis sinistra terdapat vesikel dan krusta yang berkelompok  Leher Trakea di tengah.  Thoraks Inspeksi . datar. gallop (-) - Pulmo : Suara napas vesikuler +/+. aurikula normal.  Ekskremitas Akral hangat dan bentuk normal. wheezing -/- Abdomen Inspeksi : supel. murmur (-). tidak ada deviasi septum. pembesaran kelenjar tiroid (-). Auskultasi : bising usus (+).Bentuk hidung normal. 20x/menit Perkusi : timpani di 9 regio abdomen Palpasi : nyeri tekan (-).arcus palatoglossus hiperemis  Telinga Bentuk simetris. tidak teraba adanya pembesaran kelenjar getah bening. 5 . ronkhi -/-. sekret -/ Mulut Tidak terdapat deviasi pada mulut. simetris dalam keadaan statis dan dinamis Palpasi : fremitus taktil dan vokal simetris kanan-kiri Perkusi : sonor pada kedua lapangan paru Auskultasi :  - Cor : Bunyi jantung I/II regular.

Trochlearis). Optikus) o Tajam Penglihatan OD : > 1/60 OS : > 1/60 o Lapang pandang OD : Normal OS : Normal o Pengenalan warna : Ischihara test tidak dilakukan o Funduskopi  : tidak dilakukan N.IV (N.S : Normosmia N. I (N.III (N.B. Okulomotor). Status Neurologis Pemeriksaan Rangsang Meningeal Kaku kuduk : (-) Brudzinski I : (-) Brudzinski II : (-) / (-) Kernig sign : >1350 / >1350 Laseque sign : >700 / >700 Pemeriksaan Nervus Cranialis   N.VI (N. Olfaktorius) o N. Abducens): 6 . N.II (N. N.D : Normosmia o N.

refkes cahaya cahaya langsung reflex Ptosis Strabismus Nistagmus  reflex (+). tidak ditemukan parese pada otot pengunyah Membuka rahang : baik. cahaya langsung reflex (+). isokor.V (N.VII (N.  N. 3 mm. Trigeminal) o Sensorik V1. mm. V3 sinistra : normal o Motorik Mengigit : baik. mulut tidak deviasi. 3 Bulat. V3 dextra : normal VI. V2. isokor.OD OS Pergerakan Baik ke segala Baik ke segala bola mata arah arah Pupil Bulat. cahaya tidak langsung tidak langsung (+) (+) Tidak Tidak ditemukan ditemukan Tidak Tidak ditemukan ditemukan Tidak Tidak ditemukan ditemukan N. V2. Fasialis) o Sensorik : Pengecapan 2/3 anterior lidah tidak dilakukan 7 .

tidak deviasi  N.XI (N. Glossopharingeal) Pengecapan 1/3 posterior : tidak dilakukan o Motorik : refleks menelan baik  N.IX (N.X (N.o Motorik Mengerutkan dahi : Asimetris Mengangkat alis : Asimetris Memejamkan mata : Asimetris Menyeringai : Asimetris Sulcus nasolabialis : simetris Menggembungkan pipi :simetris Mencucu : simetris  N. Vagus) o Arcus faring : simetris o Berbicara : normal o Letak uvula : berada di tengah. Accesorius) 8 . Vestibulokoklear) o Gesekan jari: AD: dapat mendengar suara gesekan jari AS: dapat mendengar suara gesekan jari o Garpu tala: Rinne : tidak dilakukan Weber : tidak dilakukan Schawabah : tidak dilakukan o Romberg : tidak dilakukan  N.VIII (N.

XII (N.o Mengangkat bahu : normal o Memalingkan kepala : normal  N. Bawah : atrofi/atrofi Refleks fisiologis : Biceps : +2/+2 Triceps : +2/+2 9 . Atas : eutrophy/eutrophy Eks. Bawah : 5555 5555  Tonus Eks. Bawah : hipotonus/hipotonus  Klonus Patella : tidak dilakukan Achilles : tidak dilakukan  Trofi Eks. Atas : 5555 5555 Eks. Hippoglossal)  Deviasi lidah : tidak terdapat deviasi  Atrofi/fasikulasi/tremor lidah : (-)/(-)/(-)  Artikulasi : baik Pemeriksaan Motorik  Kekuatan otot Eks. Atas : normotonus/normotonus Eks.

Patella : tidak dilakukan Achilles : tidak dilakukan Refleks patologis : Hoffman-Tromner : (-)/(-) Babinski : (-)/(-) Chaddok : (-)/(-) Schaefer : (-)/(-) Gordon : (-)/(-) Oppenheim : (-)/(-) Pemeriksaan Sensorik Ekskremitas atas  Rangsang Raba : Simetris kanan-kiri  Rangsang Nyeri : Simetris kanan-kiri  Rangsang Suhu : Tidak dilakukan  Rangsang Getar : Tidak dilakukan  Proprioseptif : Simetris kanan-kiri Ekskremitas Bawah  Rangsang Raba : Sensasi raba baik  Rangsang Nyeri : Sensasi nyeri baik  Rangsang Suhu : Tidak dilakukan  Rangsang Getar : Tidak dilakukan  Proprioseptif : Baik 10 .

Pemeriksaan Sistem Saraf Otonom BAB : Normal BAK : Normal Berkeringat : Normal Pemeriksaan Fungsi Luhur  Memori : Baik  Kognitif : Baik  Visuospatial : Baik Pemeriksaan Koordinasi Romberg : tidak dilakukan Finger to nose : tidak dilakukan Disdiakokinesia : tidak dilakukan Rebound phenomen : tidak dilakukan Heel to knee : tidak dilakukan 11 .

8 mmol/l 3.IV.000- HEMATOLOGI 400. Laboratorium 1 Oktober 2016 Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Hemoglobin 13.200 /uL 5000-10.5-5.0 mmol/l Chlorida 105 mmol/l 98-108 mmol/l 12 .1 gr/dL 12-14 gr/dl Leukosit 11. PEMERIKSAAN PENUNJANG a.000/uL Hematokrit 40% 37-43% Trombosit 218.000/uL KIMIA KLINIK GDS 80 mg/dl <200 mg/dl Natrium 134 mmol/l 135 mmol/l Kalium 4.000 /uL 150.

45 CD3+CD4+ 21.75 865. Keluhan disertai adanya luka yang melenting pada 13 .83 Hematologi (22 September 2016) V.Kimia Klinik SGOT 17.129 CD8% 53.78 CD3+CD8+ 53.7 13-39 Rasio CD4:CD8 0.612 CD4% 21.4 0.0 U/L <40 Parameter Percent Value/AbsCnt CD3+ 76.48 CD4 Absolut 348 404-1.64 348.69-2. RESUME Seorang pria berusia 46 tahun datang ke IGD RS POLRI pada tanggal 1 Oktober 2016 dengan keluhan utama nyeri pada bagian wajah yang menjalar ke kepala sejak 2 minggu SMRS.2 U/L <37 SGPT 20.06 1221.6 33-58 CD8 Absolut 865 220-1.

Ceftriaxone Acyclovir tab Inj. DIAGNOSIS BANDING Bell’s palsy VIII. Pada pemeriksaan status neurologis ditemukan kelainan pada nervus facialis NVII.folat Tramadol tab PROGNOSIS Quo ad vitam : dubia ad bonam Quo ad functionam : dubia ad bonam Quo ad sanactionam : dubia ad bonam 14 . IX. dan riwayat kejang. nyeri dirasakan hilang timbul dalam waktu 15 menit. Rantin Mupirocin salf Penitoin tab Methylcobal As.bagian telinga sampai wajah dan leher. muntah disangkal. DIAGNOSIS - Diagnosis Klinis : Ramsay hunt syndrome Herpes Zooster B20 VII. Pasien mengatakan luka semakin memberat menimbulkan nyeri kepala yang hebat. VI.mual disangkal. TERAPI Inj. luka semakin melebar sehingga mengganggu penampilan pasien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. pada pemeriksaan fisik kulit pada regio facialis aurikalis sinistra terdapat vesikel dan krusta yang berkelompok. Pasien mengatakan tidak pernah mengalami hal yang serupa sebelumya. pasien mengatakan tidak ada riwayat trauma.

15 .