You are on page 1of 30

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, berkat rahmat allah SWT, akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah Sistim
Ekonomi Islam ini dengan baik kepada dosen pembimbing sebagai tugas untuk memenuhi Tugas
mata kuliyah.
Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan sistim ekonomi
islam ini, terutama kepada teman-teman dosen pengampu Universitas Islam Indragiri (UNISI)
Tembilahan.
Penulis menyadari bahwa sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, tentu hasil karya tulis ini
masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun penulis harapkan dari saudara-saudara yang membaca dan ingin maju. Agar karya
tulis ini lebih sempurna dan semoga ini berguna bagi kita semua, amin.
Tembilahan, 30 April 2012
Penulis
NURJUNAIDA SARI

DAFTAR ISI
Kata
Pengantar……………………………………………………………………………………………
. …… i
Daftar
Isi……………………………………………………………………………………………………
.. …… ii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang…………………………………………………………………………………. 1
BAB II SISTIM EKONOMI ISLAM
A. Pengertian Ekonomi
Islam…………………………………………………………………… 5
B. Sejarah Tentang System Ekonomi
Islam……………………………………………….. 6

C. Karakteristik Ekonomi
Islam………………………………………………………………… 6
D. Hakekat Ekonomi
Islam………………………………………………………………………. 9
E. Konsep Ekonomi Islam
……………………………………………………………………….. 9
F. Tujuan Ekonomi
Islam…………………………………………………………………………. 10
BAB III EKONOMI ISLAM DAN EKONOMI KONVENSIONAL

1. Perbedaan Ekonomi Syariah Dengan Ekonomi Konvensional………………… 13
2. Tujuan Ekonomi………………………………………………………………………….
…… 15
3. Permasalahan Dasar Ekonomi…………………………………………………………….
16
4. Konsep Produksi Ekonomi Islam………………………………………………………….
17
5. Pengertian Hukum Permintaan Dan Penawaran Dalam Ekonomi Islam

21

BAB IV PENUTUP
1. Kesimpulan…………………………………………………………………………………
……. 29
2. Saran………………………………………………………………………………………
………. 29
Daftar
Pustaka………………………………………………………………………………………. 31

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1.

Latar Belakang

Dunia telah mengalami polarisasi dari dua kekuatan sistem ekonomi, ditandai dengan
adanya dua negara adidaya sebagai representasi dari dua sistem ekonomi tersebut, Amerika dan
Sekutu Eropa Baratnya merupakan bagian kekuatan dari Sistem Ekonomi Kapitalis, sedangkan
Sistem Ekonomi Sosialis diwakili oleh Uni Soviet dan Eropa Timur serta negara China dan
Indochina seperti Vietnam dan Kamboja. Dua Sistem Ekonomi ini lahir dari dua muara Ideologi
yang berbeda sehingga Persaingan dua Sistem Ekonomi tersebut, hakikatnya merupakan
pertentangan dua ideologi politik dan pembangunan ekonomi. Posisi negara Muslim setelah
berakhirnya Perang Dunia ke-2 menjadi objek tarik menarik dua kekuatan ideologi tersebut, hal
ini disebabkan tidak adanya Visi rekonstruksi pembangunan ekonomi yang dimiliki para
pemimpin negara muslim dari sumber Islami orisinil pasca kemerdekaan sebagai akibat dari
pengaruh penjajahan dan kolonialisme barat.
Dalam perjalanannya dua Sistem Ekonomi tersebut jatuh bangun, Sistem Kapitalis –
yang berorientasi pada pasar – sempat hilang pamornya setelah terjadi Hyper Inflation di Eropa
tahun 1923 dan masa resesi 1929 – 1933 di Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya. Sistem
Kapitalis dianggap gagal dalam menciptakn kesejahteraan masyarakat dunia akibat dampak
sistem yang di kembangkannya.[1]
Momentum ini digunakan oleh Keynesian untuk menerapkan Sistem Ekonomi Alternatif – yang
telah berkembang ideologinya- dipelopori oleh Karl mark, sistem ini berupaya menghilangkan
perbedaan pemodal dari kaum baruh dengan Sistem Ekonomi tersentral, dimana negara memiliki
otoritas penuh dalam menjalankan roda perekonomian, tetapi dalam perjalanannya sistem ini pun
tidak dapat mencarikan jalan keluar guna mensejahterakan masyarakat dunia sehingga pada akhir
dasawarsa 1980-an dan awal dekade 1990-an hancurlah Sistem Ekonomi tersebut ditandai
dengan runtuhnya tembok Berlin dan terpecahnya Negara Uni Soviet menjadi beberapa
bagian.
Awal tahun 1990-an dunia seakan hanya memiliki satu Sistem Ekonomi yaitu Ekonomi
Orientasi Pasar dengan perangkat bunga sebagai penopang utama, negara-negara Sosialispun
bergerak searah dengan trend yang ada sehingga muncullah istilah neososialis yang
sesungguhnya adalah modifikasi Sistem Sosialis dan perubahannya kearah sistem “Mekanisme
Pasar”.
Tetapi walaupun modifikasi Sistem Ekonomi Pasar dan Neososialis yang dijalankan pasca
Perang Dunia ke-2 menuju kearah dualisme Sistem Ekonomi, tetap belum mampu untuk
mencari solusi dari krisis dan problematika ekonomi dunia[2] diantaranya inflasi, krisis moneter
Internasional,Problematika Pangan, Problematika hutang negara berkembang dll. Disaat yang
sama negara-negara dunia ketiga mengalami masalah keterbelakangan dan ketertinggalan dalam
seluruh aspek, penyebab utamanya adalah negara tersebut memakai model pembangunan negara
barat yang tidak selalu sesuai dengan kondisi Ekonomi, Sosial dan Politik negara dunia ketiga

terlepas dari beberapa kesamaan dengan sistem ekonomi lainnya terdapat karakteristis khusus bagi Sistem Ekonomi Islam sebagai landasan bagi terbentuknya suatu sistem yang berorientasi terhadap kesejahteraan masyarakat. padahal Sistem Ekonomi Islam mencakup ekonomi makro.[3] Bersama dengan problematik dunia tersebut. Sistem ekonomi islam berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis maupun sosialis. Pada dekade 70-an mulailah timbul sosok Ekonomi Islam dan Lembaga Keuangan Islam dalam tatanan dunia Internasional. Pengertian Ekonomi Islam Sistem ekonomi islam adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada ajaran dan nilai-nilai islam. bersumber dari Al Quran. sistem ekonomi islam memiliki sifat-sifat baik dari sistem ekonomi sosialis dan kapitalis. Fublic Finance. Ini telah dinyatakan dalam surat al maidah ayat (3). kecenderungan manusia untuk terus menerus memenuhi kebutuhan pribadinya yang tak terbatas di kendalikan dengan adanya kewajiban setiap indivudu trhadap masyarakatnya.hingga tidak akan pernah dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. keselarasan inilah sehingga tidak terjadi benturan-benturan dalam Implementasinya. Hal ini bahkan banyak menggiring asumsi masyarakat bahwa Sistem Ekonomi Islam adalah Bank Islam.dan persamaan Hak. kebebasan berekonomi terkendali menjadi ciri dan Prinsip Sistem Ekonomi Islam. mikro. pandangan beberapa pakar mengatakan Sistem Ekonomi Islam hanyalah akomodasi dari Sistem Kapitalis dan Sosialis nyaring disuarakan. BAB II SISTIM EKONOMI ISLAM 1. kebebasan memiliki unsur produksi dalam menjalankan roda perekonomian merupakan bagian penting dengan tidak merugikan kepentingan kolektif. adanya suara nyaring untuk menemukan Sistem Ekonomi dunia baru yang dapat mensejahterakan masyarakat dunia atas dasar Keadilan. namun terlepas dari sifat buruknya. tetapi hal tersebut terbantahkan baik melalui pendekatan historis dan faktual karena dalam kenyataanya. Keraguan banyak pihak tentang eksistensi Sistem Ekonomi Islam sebagai model alternatif sebuah sistem tak terelakan. keseimbangan antara kepentingan individu dan kolektif inilah menjadi pendorong bagi bergeraknya roda perekonomian tanpa merusak Sistem Sosial yang ada. . Sehingga prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam mengacu pada saripati ajaran Islam. As-Sunnah. tidak adanya batasan pendapatan bagi seseorang mendorong manusia untuk aktif berkarya dengan segala potensi yang dimilikinya. kebijakan moneter. Sistem Ekonomi Islam tidak terlepas dari seluruh sistem ajaran Islam secara integral dan komphensif. Kepentingan individu dibuka lebar. kebijakan fiskal. model pembangunan ekonomi dan instrumen-instrumennya. ijma dan qiyas. hasil kajian tersebut dalam tataran aplikatif mulai menuai hasilnya dengan didirikan Islamic Development Bank di Jeddah tahun 1975 yang diikuti dengan berdirinya bank-bank Islam dikawasan Timur Tengah. kajian Ilmiah tentang Sistem Ekonomi Islam marak menjadi bahan diskusi kalangan akademisi diberbagai Universitas Islam. Kesesuaian Sistem tersebut dengan Fitrah manusia tidak ditinggalkan. A.

Karaktersitik Ekonomi Islam 1. b) Manusia adalah khalifah atas harta miliknya. stiglitz (2006) kegagalan ekonomi amerika decade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini. ketidak berhasilan secara penuh dari system-sistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing system ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Al-Baqarah ayat 284. (Shidqi. Ada beberapa pengertian Ekonomi Islam dari pakar ekonom muslim dalam buku karya M. Terdapat pula sabda Rasulullah yang juga menjelaskan bahwa segala bentuk harta yang dimiliki manusia pda hakikatnya adalah milik Allah SWT semata dan manusia diciptakan untuk menjadi khalifah “ Dunia ini hijau dan manis. Itulah yang menyebabkan timbulnya pemikiran baru tentang system ekonomi islam/syariah terutama dikalangan Negara-negara muslim atau Negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Negara-negara yang berpendudukkan masyarakat muslim mencoba untuk mewujudkan suatu system ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan hadits yaitu system ekonomi syariah. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing system ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya. tetapi ternyata system ekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk.Ilmu ekonomi islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai islam. Harta kepunyaan Allah dan Manusia merupakan Khalifah atas harta. Dengan kata lain kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama dinegara-negara berkembang. a) Semua harta baik benda maupun alat-alat produksi adalah milik Allah SWT. Allah telah menjadikan kamu khalifah (penguasa) di dunia.18) v Ekonomi Islam adalah tanggapan pemikir-pemikir muslim terhadap tantangan ekonomi pada zamannnya. 1. Seperti tercantum dalam surat al-Hadiid ayat 7. serta alasan dan pengalaman. h. Seperti tercantum dalam QS. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Al-Qur’an dan Hadist. Karena itu hendaklah kamu membahas cara berbuat mengenai harta di dunia ini”. . Sejarah Tentang System Ekonomi Islam Dengan hancurnya komunisme dan system ekonomi sosialis pada awal tahun 90-an membuat system ekonomi kapitalis disanjung sebagai satu-satunya system ekonomi yang sahih. 1986. 1992. C. bahkan menurut joseph E.B Hendrie Anto diantaranya adalah : v Ekonomi Islam adalah suatu ilmu dan aplikasi petunjuk dan aturan syari’ah yang mencegah ketidak adilan dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya material agar memnuhi kebutuhan manusia dan agar dapat menjalankan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat (Hasanuzzaman. karena banyak Negara miskin bertambah miskin dan Negara kaya yang jumlahnya relative sedikit semakin bertambah kaya.69) B.h.

“ 1. 2. Larangan menimbun emas. ditegaskan dalam Sabda Rasulullah “Orang-orang yang menipu kita bukan termasuk golongan kita”. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. 1. Ekonomi Terikat dengan akidah. Sabda Rasulullah “ Tidak boleh merugikan diri sendiri dan juga orang lain” (HR. 4. Ahmad) b. dan Moral Bukti-bukti hubungan ekonomi dan moral dalam islam: a. Ekonomi Islam Menciptakan Keseimbanagan Antara Kepentingan Individu dengan Kepentingan umum. 6. 5. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. d. Islam tidak mengakui hak mutlak dan atau kebebasan mutlak. 3. Negara diberi kewenangan turut campur dalam perekonomian . 1.1. Prinsip ini jelas berbeda dengan ekonomi kapitalis maupun sosialis yang hanya bertujuan untuk kehidupan duniawi saja. Larangan terhadap pemilik dalam penggunaan hartanya yang dapat menimbulkan kerugian atas harta orang lain atau kepentingan masyarakat. kepadamu. al maa’uun ayat 1-3. perak atau sarana moneter lainnya sehingga dapat mencegah peredaran uang dan menghambat fungsinya dalam memperluas lapangan produksi. Larangan melakukan pemborosan karena dapat menghancurkan individu dalam masyarakat. Keseimbangan antara Kerohanian dan Kebendaan Aktivitas keduniaan yang dilakukan manusia tidak boleh bertentangan atau bahkan mengorbankan kehidupan akhirat. Hal ini jelas ditegaskan oleh surat al-Qashash ayat 77: ”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. c. Hal ini sperti tercantum dalam QS 9:34. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik. Syariah (Hukum). 1. Hal ini tercantum dalam surat Al Hasyr ayat 7. Larangan melakukan penipuan dalam transaksi. tetapi mempunyai batasan-batasan tertentu termasuk dalam hak milik. Kebebasan individu dijamin dalam islam Islam memberikan kebebasan tiap individu untuk melakukan kegiatan ekonomi namun tentu saja tidak bertentangan dengan aturan AlQuran dan AsSunnah. Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk mencapai tujuan akhirat kelak. seperti tercantum dalam surat al Baqarah ayat 188. serta surat al-Ma’arij ayat 24-25.

1. Kita hanya diamanahkan oleh Allah supaya kita dapat mengendalikan dengan sebaik-baiknya. Hal ini tercermin dalam surat al-A’raaf ayat 31 seta Al-Israa ayat 16. karena akulah maula (pelindung)nya” (Al-Mustadrak oelh Al-Hakim) 1. terlalu hidup kemewahan dan bersikap angkuh. penggunaannya sangat efektif guna melakukan distribusi kekayaan di masyarakat. memberantas kekafiran. memberikan rezeki seluas mungkin pda masyarakat 3. Zakat Adalah karakteristik khusu yang tidak terdapat daalm system ekonomi lainnya manapun. Bimbingan konsumsi Dalam hal konsumsi. Larangan riba Islam sangat melarang munculnya riba (bunga) karean itu merupakan salah satu penyelaewangan uang dari bidangnya. memelihara dan menumbuhkembangkan harta 5. proyek yang baik menurut isla 2. 9. hendaklah dia datang kepadaKu. 1. 7. Ekonomi untuk menginsafkan kita sebagai hamba Allah. 1. Negara berkeawjiban melindungi kepentingan masyararakat dari keridakadilan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang taupun dai negara lain.memperbaiki pendapatan dan kekayaan 4. Petunjuk investasi Kriteria yag sesuai daalm melakukan investasi ada 5: 1. Seperi sabda Rasulullah “ Brangsiapa yang meninggalkan beban. 1. Hakikat Ekonomi Islam Dalam Islam hakikat ekonomi adalah untuk dapat kita merasakan bahawa segala harta benda termasuk segala hal lain yang ada hubungannya dengan ekonomi adalah kepunyaan Allah samata-mata. berkewajiban memberikan kebebasan dan jaminan sosial agar seluruh masyarakat dapat hidup dengan layak. 8. Itulah hakikat ekonomi Islam. Konsep Ekonomi Islam . 10. D. Dengan demikian ekonomi yang diwujudkan di dunia ini adalah ekonomi akhirat dengan tujuan untuk membina iman dalam diri kita. islam melarang hidup berlebih-lebihan. Seperi tercermin dalam surat al-baqarah ayat 275. E. bukan kepunyaan kita.Dalam islam. melindungi kepentingan anggota masyaakat. 1.

Tujuan-tujuan ekonomi Islam adalah seperti berikut:1) Melahirkan kehidupan Islam dalam bidang ekonomi. Menjadikan kita memiliki harta yang dengannya dapat menjalankan ibadah seperti 3) Memberikan khidmat kepada masyarakat. di satu pihak. 9) Untuk mensyukuri nikmat Tuhan. Ekonomi fardhu kifayah kalau tidak dibangunkan maka semua umat Islam di tempat tersebut akan jatuh berdosa. sebab sebahagian daripada ekonomi itu adalah fardhu Kifayah. di lain pihak. 5) Untuk dapat berdikari sehingga tidak bergantung kepada pihak lain. 6) Untuk memenafaatkan sumber semulajadi dan hasil bumi supaya tidak membazir dan berlaku pemborosan. 4) Untuk menghindarkan dosa bersama. Untuk membuat kebaikan sebanyak-banyaknya kepada manusia melalui ekonomi. 7) Menghidarkan supaya bahan-bahan mentah tidak terjatuh ke tangan orang yang derhaka kepada Tuhan yang pada akhirnya akan menyalahgunakan nikmat-nikmat itu. Setiap sistem ekonomi membuat kerangka di mana suatu komunitas sosio-ekonomik dapat memanfaatkan sumbersumber alam dan manusiawi untuk kepentingan produksi dan mendistribusikan hasil-hasil produksi ini untuk kepentingan konsumsi. F. dan aksioma-aksioma serta prinsip-prinsipnya.Setiap sistem ekonomi pasti didasarkan atas ideologi yang memberikan landasan dan tujuannya. 2) zakat. Islam memandang ekonomi sebagai salah satu aspek perjuangan untuk menegakkan agama Tuhan. Dengan demikian dapat hidup merdeka dengan tidak diatur oleh pihak lain. Proses yang diikuti dengan seperangkat aksioma dan prinsip yang dimaksudkan untuk lebih mendekatkan tujuan sistem tersebut merupakan landasan sistem tersebut yang bisa diuji. 1. 8) Membuka peluang pekerjaan kepada masyarakat dan mengatasi masalah pengganguran. Inilah tujuan ekonomi Islam. Tujuan Ekonomi Islam Tujuan ekonomi Islam sangat jauh berbeza dengan sistem ekonomi lain. BAB III . Kesepuluh perkara ini hendaklah ditanam betul-betul dalam dalam fikiran dan hati barulah boleh ekonomi Islam dilaksanakan.

dengan instrumen provitnya. 1. ekonomi Islam dapat menunjukkan jati dirinya dengan segala kelebihannya. A. yaitu kapitalisme dan sosialisme. Sistem ekonomi terbentuk karena berbagai faktor yang kompleks. Sistem-sistem yang lain seperti welfare state. dan lain-lain. 1. sejak runtuhnya Uni Soviet. market socialisme.EKONOMI ISLAM DAN EKONOMI KONVENSIONAL Sistem ekonomi menunjuk pada satu kesatuan mekanisme dan lembaga pengambilan keputusan yang mengimplementasikan keputusan tersebut terhadap produksi. melainkan yang ada hanyalah milik Tuhan yang harus dipersembahkan kepada pemimpin agama sebagai wakil mutlak dari Tuhan. sebenarnya merupakan perkembangan lebih lanjut dari perkembangan pemikiran dan perekonomian benua Eropa pada masa sebelumnya. sistem sosialisme dianggap telah tumbang bersama runtuhnya Uni Soviet tersebut.Pada zaman tersebut yang kemudian terkenal .Pada suatu masa. yaitu sistem bagi hasil. state capitalism. Ekonomi Syariah Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai adalah ulah sistem ekonomi konvensional. sistem ekonomi dapat dikelompokkan pada dua kutub. sistem ekonomi merupakan sesuatu yang penting bagi perekonomian suatu negara. democratic sosialism pada dasarnya bekerja pada bingkai kapitalisme dan sosialisme.Meskipun demikian secara garis besar. pada setiap sistem yang dimilikinya. Pada saat ini terdapat berbagai macam sistem ekonomi negara-negara di dunia. Akan tetapi. sosial budaya. Sedangkan dengan ciri khasnya. konsumsi dan distribusi pendapatan. 1.Dengan fitrahnya ekonomi Islam merupakan satu sistem yang dapat mewujudkan keadilan ekonomi bagi seluruh umat. PERBEDAAN EKONOMI SYARIAH DENGAN EKONOMI KONVENSIONAL 1. politik. misalnya ideologi dan sistem kepercayaan.Dalam konteks tulisan ini. Karena itu. Sebenarnya Ekonomi Islam adalah satu sistem yang mencerminkan fitrah dan ciri khasnya sekaligus. Lahirnya sistem ekonomi kapitalis. yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen provitnya. Ekonomi Konvensional Sistem ekonomi konvensional atau juga dikenal dengan sistem ekonomi kapitalis diawali dengan terbitnya buku The Wealth of Nation karangan Adam Smith pada tahun 1776. di Benua Eropa pernah ada suatu zaman dimana tidak ada pengakuan terhadap hak milik manusia. pandangan hidup. maksud ekonomi konvensional adalah sistem ekonomi kapitalisme yang hingga kini masih menjadi sistem ekonomi kuat di dunia. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah. lingkungan geografi.Pemikiran Adam Smith memberikan inspirasi dan pengaruh besar terhadap pemikiran para ekonom sesudahnya dan juga pengambil kebijakan negara. 2.

ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Ekonomi Islam Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. definisi kapitalisme selalu berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi dan modifikasi ini telah berlangsung berabad – abad. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Tanggungjawab (responsibility) 1. Karena alasan -alasan yang sangat tepat. dan ia seringkali berubah-ubah dari waktu ke waktu.Ia memiliki ragam yang tidak selalu sama di antara Negara -negara yang menerapkannya. milik Tuhan dan harus dipulangkan kepada Tuhan”. ada banyak ragam pendapat dari para pemikir. Kebebasan (free will) 4. Ciri Khas Ekonomi Syariah Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur’an. Hal ini paling tidak disebabkan oleh dua hal. Tujuan ekonomi Islam dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. antara lain: 1. masyarakat dan negara. . B. Keseimbangan (equilibrium) 3.dengan sistem universalisme. tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi. 1. ekonomi syariah menekankan empat sifat. TUJUAN EKONOMI 1. Ciri Khas Ekonomi Konvensional Dalam dunia nyata. tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. 1. 4. 1. kapitalisme tidak memiliki bentuk yang tunggal.Sistem ini ditegakkan atas dasar keyakinan kaum agama “semua datang dari Tuhan. Kesejahteraan ekonomi adalah tujuan ekonomi yang terpenting. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas. dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. 3. Kesejahteraan ini mencakup kesejahteraan individu. Selain itu. konsumen dan pemilik modal. Kesatuan (unity) 2. Al Qur’an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen.

minum. efektif. kesehatan.kekayaan. peluang dan keadilan. Penggunaan sumber daya secara optimal. produksi merupakan suatu proses (siklus) kegiatan-kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa tertentu dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi (amal/kerja. 1. 3. tempat tinggal. namun mudah-mudahan dapat dilaksanakan secara istiqomah.Sebuah kalimat yang mudah diucapkan. yaitu: . 1.Kebutuhan tidak bisa ditinggalkan sedangkan keinginan bisa di tunda. Beberapa nilai yang dapat dijadikan sandaran oleh produsen sebagai motivasi dalam melakukan produksi. Tentu manusia sepantasnya taat kepada Tuhan. 2. 1.Keingingan untuk memenuhi kebutuhan hidup merupakan naluri setiap makhluk yang hidup di bumi. meliputi makan.pendapatan dan hasil pembangunan secara adil dan merata 5. atau proses peningkatan utility (nilai) suatu benda. pendidikan. tanah) dalam waktu tertentu.Ini berarti bahwa rasionaliti didefinisikan sebagai tindakan manusia dalam memenuhi keperluan hidupnya yaitu memaksimumkan kepuasan atau keuntungan senantiasa berdasarkan pada keperluan (need) dan keinginan-keinginan (want) yang digerakkan oleh akal yang sehat dan tidak akan bertindak secara sengaja membuat keputusan yang bisa merugikan kepuasan atau keuntungan mereka. Definisi Dan Perilaku Produksi Produksi merupakan proses untuk menghasilkan suatu barang dan jasa. Ekonomi Konvensional Ekonomi konvensional sangat memegang teguh asumsi bahwa tindakan individu adalah rasional. hemat dan tidak membazir. C. pakaian. Kesamaman hak. Distribusi harta.Kebutuhan dan keinginan merupakan suatu hal yang mirip. Menjamin kebebasan individu.Kembali pada kebutuhan. 1. keamanan serta sistem negara yang menjamin ter laksananya kecukupan kebutuhan dasar secara adil. Konsep Produksi Dalam Ekonomi Islam 1. Tercukupinya kebutuhan dasar manusia. D. untuk kesejahteraan manusia. efisien. 4. Lalu setelah itu apa yang harus dilakukan manusia. modal.2. Dalam istilah ekonomi. Rasionality assumption dalam ekonomi menurut Roger LeRoy Miller adalah individuals do not intentionally make decisions that would leave them worse off. PERMASALAHAN DASAR EKONOMI Tuhan menciptakan alam dan seisinya untuk manusia. menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

sehingga usaha untuk memaksimumkan keuntungan dapat dicapai dengan cara yang paling efisien. pencemaran lingkungan. sehingga seorang muslim berproduksi sama artinya dengan mengaktualisasikan keberadaan Allah SWT yang telah diberikan kepada manusia. antara lain:  Berproduksi merupakan ibadah.  Seorang muslim menghindari praktek produksi yang mengandung unsur haram atau riba. namun dalam system ekonomi islam perolehan secara halal dan adil dalam profit merupakan motifasi utama dalam berproduksi. maupun gangguan lainnya. Masalah pokok yang harus dipecahkan . seperti limbah produksi. Dalam menetapkan harga barang dan jasa harus berdasarkan nilai-nilai keadilan. Dalam konsep islam harta adalah titipan Allah yang dipercayakan untuk diberikan kepada orangorang yang tertentu.  Produsen harus memperhatikan nilai-nilai spiritualisme.  Faktor produksi yang digunakan untuk menyelenggarakan proses produksi sifatnya tidak terbatas.  Seorang muslim yakin bahwa apapun yang diusahakannya sesuai dengan ajaran Islam tidak akan membuat hidupnya kesulitan. yaitu mencari keuntungan maksimum dengan jalan mengatur penggunaan faktor-faktor produksi seefisien mungkin. Seorang pengusaha muslim terikat dengan beberapa aspek dalam melakukan produksi. dimana nilai tersebut harus dijadikan sebagai penyeimbang dalam melakukan produksi. Dalam prakteknya bagi setiap perusahaan pemaksimuman keuntungan belum tentu merupakan satu-satunya tujuan. Berbagai usaha yang dipandang dari sudut ekonomi mempunyai tujuan yang sama. Produsen muslim tidak akan memproduksi barang dan jasa yang bersifat tersier dan skunder selama kebutuhan primer masyarkat terhadap barang dan jasa belum terpenuhi.  Berproduksi bukan semata-mata karena keuntungan yang diperolehnya tetapi uga seberapa penting manfaat dari keuntungan tersebut untuk kemaslahatan umum. Upah yang diberikan kepada karyawan harus mencerminkan daya dan upaya yang telah dilakukan oleh karyawan. Seorang muslim tidak akan kecil hati bahwa Allah tidak akan memberikan rezeki kepadanya. manusia perlu berusaha mengoptimalkan segala kemampuannya yang telah diberikan Allah SWT. Profit sebagai target utama dalam produksi. sehingga tidak terdapat pihak yang tereksploitasi. kebisingan.  Produsen harus memperhatikan dampak social (social return) sebagai akibat atas proses produksi yang dilakukan. Dampak negative dari proses produksi yang berimbas pada masyarakat dan lingkungan. pasar gelap dan spekulasi Dalam usahanya untuk meproduksi barang-barang yang diperlukan masyarakat dan memperoleh keuntungan maksimum dari usaha tersebut. harta bagi seorang muslim bermakna amanah.

Faktor Produksi Di kalangan para ekonomi Muslim. faktor produksi terdiri atas amal/kerja (labor). Mekanisme Produksi Islami .A. karena capital (modal) bukanlah merupakan faktor dasar. Dalam syariah islam. yaitu amal (labor) dan capital. 1. Uraian ini berbeda dengan M. Bumi/Tanah (Land) 3. sebagai seorang muslim harus memperhatikan:  Besarnya pembayaran kepada faktor produksi tambahan yang akan digunakan dan  Besarnya pertambahan hasil penjualan yang diwujudkan oleh faktor produksi yang ditambah tersebut. Menurutnya capital (modal) bukanlah merupakan faktor produksi yang independen. faktor produksi hanya terdiri dari dua elemen. Amal/Kerja (Labor) 2. 1.faktor atau variabel yang mempengaruhinya. belum ada kesepakatan tentang faktor-faktor produksi. namun juga dapat dilakukan dengan lebih dari satu variabel. b. yaitu:  Komposisi faktor produksi yang bagaimana bagi seorang muslim untuk menciptakan tingkat produksi yang tinggi? atau  Komposisi faktor produksi yang bagaimana seorang muslim untuk meminimumkan biaya produksi yang dikeluarkan untuk mencapai suatu tingkat produksi tertentu? Di dalam memikirkan aspek yang kedua. a. 1. c. Menurut Al-Maududi dan Abu-Su’ud. karena terdapat perbedaan pendapat dari para ulama. amal bukanlah merupakan faktor produksi. dasar hukum transaksi (muamalah) adalah ibahah (diperbolehkan) sepanjang tidak ditemukannya larangan dalam nash atau dalil. Modal (Capital) 1. Dalam memproduksi output dapat digunakan hanya satu variabel. dan untuk masing-masing faktor produksi tersebut berapakah jumlah yang akan digunakan. Perilaku Produsen Di dalam memproduksi output produsen dapat menggunakan faktor. Mannan yang menyatakan bahwa faktor produksi hanya berupa amal/kerja dan tanah. Menerut An-Najjar. tanah (land). b. Abu Sulaiman menyatakan. 2.oleh produsen adalah bagaimana komposisi dari faktor-faktor produksi yang digunakan. Di dalam memcahkan persoalan ini ada dua aspek yang harus diperhatikan. a. dan modal (capital).

5. Menimbulkan sikap syukur yang timbul atas kesadaran bahwa apa pun yang ia temui bisa dimanfaatkan sebagai input produksi. Berproduksi merupakan bagian dari sikap syukur atas nikmat Allah SWT. Permintaan Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Gambaran mekanisme produksi islami dapat dilakukan dengan menggunakan analisis kuva atau garis. 4. a. b. Ada bebrapa dampak yang timbul bila seorang muslim melakukan usaha sesuai dengan ajaran Islam. 6. Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran.batasan syari’ah. Seorang muslim akan menjauhi praktek produksi yang merugikan orang lain atau kepentingan-kepentingan sesaat. Kurva Penerimaan (Revenue) 1. c. Dampak Produksi Bagi Seorang Muslim 2. Filosofi ekonomi memberikan ruh pemikiran dengan nilai. yaitu: 3. Gambaran mekanisme produksi adalah menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diproduksi dan biaya yang dikeluarkan. Anugerah yang diberikan Allah adalah untuk keharmonisan dalam hidup dan kehidupan ini yang mampu menjadikan suasan lebih kondusif dalam melakukan usaha. Ajaran Islam menjadikan manusia untuk tidak mudah putus asa dalm produksi karena suatu alasan tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya sehingga produksi dalam Islam akan mendorong seorang muslim untuk melakukan usaha yang lebih kreatif. 1. E. Keuntungan dikenakan didasarkan atas keuntungan yang tidak merugikan konsumen maupun produsen lain.nilai islam dan batasan. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan . Kurva Biaya (Cost) 2. 1.Perbedaan ekonomi islam dengan ekonomi konvensional adalah pada filosofi ekonomi yang dianutnya dan bukan pada ilmu ekonominya. contohnya riba. 1. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Pengertian Hukum Permintaan Dan Penawaran Dalam Ekonomi Islam 1.

Allah telah berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 87. 2. dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya. janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu. 1. Jadi Penawaran dapat didedinisikan yaitu banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjua lpada suatu pasar tertentu. Hukum Permintaan Dan Penawaran – Permintaan Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. kuantitas barang ditawar akan meningkat dan apabila harga sesuatu barang menurun. 3. gharar dan maisir sebagai tindakan yang menyebabkan kerusakan (negative externalities) sebagai akibat yang melekat dari suatu aktivitas produksi yang hanya memperhatikan keuntungan semata. dan pada tingkat harga tertentu. - Penawaran Hukum penawaran menerangkan apabila harga sesuatu barang meningkat. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu. Penawaran Penawaran (supply). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. namun tidak tercerminkan dengan baik di dalam konsep dan model dalam ekonomi Islam. dan janganlah kamu melampaui batas. adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu। Penawaran (Supply). pada periode tertentu. dan transaksi riba. Dalam ekonomi Islam diketahui bahwa ada 4 hal yang dilarang dalam menjalankan aktivitas ekonomi. yaitu : mafsadah. .penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot. gharar. dibedakan antara yang halal maupun yang haram. walaupun sudah dikemukakan. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya. dalam ilmu ekonomi. kuantitas barang yang ditawar akan menurun (Ceteris paribus yaitu berlaku dengan adanya persyaratan tertentu atau berlaku bila keadaan lainnya tidak berubah). Konsep permintaan dalam Islam menilai suatu komoditi tidak semuanya bisa untuk dikonsumsi maupun digunakan. maisir. 88 : Hai orang-orang yang beriman. Mafsadah. sehingga sisi ini akan mendapat perhatian lebih banyak.

Dalam Islam penjaminan kelancaran distribusi ini sudah disistemkan melalui prinsip-prinsip atau ketentuan-ketentuan syariah. yaitu tukar menukar (exchange). Ketika konsumen dan produsen memiliki motif utama yakni memenuhi kebutuhan maka distribusi melayani kepentingan ini dan memperlancar segala usaha menuju ke arah motif dan tujuan ini. dan nilai etika (ethical values). Pendapatan/penghasilan konsumen. Antara lain: harga barang. jumlah produsen di pasar. Contoh yang sangat jelas dari urgensi distribusi dalam islam adalah eksistensinya mekanisme zakat dalam ekonomi. Perilaku konsumen / selera konsumen . kebutuhan (need). 1. 1. baik yang sifatnya melalui kegiatan-kegiatan ekonomi maupun yang bersifat sosial. Konsep Distribusi Pendapatan Dalam Islam Fungsi distribusi dalam aktivitas ekonomi pada hakikatnya mempertemukan kepentingan konsumen dan produsen dengan tujuan kemaslahatan ummat. 3. Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila.Faktor Yang Mepengaruhi Permintaan 1. adil dan produktif. Sangat penting memelihara distribusi agar tercipta sebuah perekonomian yang dinamis. selai dan margarin akan turun permintaannya. yaitu: distribusi pendapatan dan distribusi kekayaaan. Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran . Barang yang harganya diperkirakan akan naik. Distribusi Pendapatan Dalam Islam . serta harapan. es batu. produk masker pelindung akan sangat laris. misalnya kewajiban menjalankan mekanisme zakat dan mekanisme jual beli yang diatur oleh syariah. cincau. harga bahan baku. timun suri. sirup. 4. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises. . dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya. Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli. Muhammad Anas Zarqa mengungkapkan ada beberapa faktor yang menjadi dasar distribusi. tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno 2.Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor. 4. maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin. Perkiraan harga di masa depan. 3.1. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah. tingkat teknologi. sistem sosial (social system). Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen. spekulasi. 5.Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan. Dalam aktivitas perekonomian distribusi ada dua. kekuasaan (power). atau perkiraan. kurma. tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

Kedudukan manusia yang berbeda antara satu dengan yang lain merupakan kehendak Allah. Sarana tersebut sebagai bentuk soft distribution yang digunakan untuk mengoptimalkan sumber daya yang berkaitan. 2. Distribusi Kekayaan . Allah berfirman: “ Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang meminta bagian” (QS. Dalam Islam distribusi tidak hanya didasarkan optimalisasi dampak barang tersebut terhadap kemampuan orang tetapi pengaruh barang tersebut terhadap prilaku masyarakat yang mengkonsumsinya.Al-An’aam:165). dll. Negara bertanggung jawab terhadap mekanisme distribusi dengan mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan kelompok. karena antara satu dengan yang lain tidak akan sempurna eksistensinya sebagai manusia jika tidak ada yang lain. Allah berfirman: “ Dan Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. rumah sakit. Islam menganjurkan untuk membagikan harta lewat zakat. Dampak Distribusi Pendapatan Dalam Islam 1. Adz-Dzariyaat: 19). Allah berfirman 2. sedekah.Allah berfirman: “ Dan orang-orang yang zalim itu hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada diri mereka dan mereka adalah orang-orang yang berdosa” (QS. Pemilikan harta pada hanya beberapa orang dalam suatu masyarakat akan menimbulkan ketidakseimbangan hidup dan preseden buruk bagi kehidupan. Sesungguhnya amat cepat siksa-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi maha penyayang” (QS. 5. Oleh karena itu. 1. Negara mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas publik yang berhubungan dengan masalah optimalisasi distribusi pendapatan.Konsep islam menjamin sebuah distribusi pendapatan yang memuat nilai-nilai insani. Dalam konsep Islam perilaku distribusi pendapatan masyarakat merupakan bagian dari bentuk proses kesadaran masyarakat dalam mendekatkan diri kepada Allah. 3.Huud:116). 1. seperti: sekolah. lapangan kerja. atau golongan apalagi perorangan. 4. 1. Pemerintah dan masyarakat mempunyai peran penting untuk mendistribusikan kekayaan kepada masyarakat. karena dalam konsep Islam distribusi pendapatan meliputi: 1. 1. infaq dan lainnya guna menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial. distribusi dalam Islam akan menciptakan kehidupan yang saling menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lain.

Ekonomi Islam pula. seluruh umat yang ada di muka bumi. Simpulan Sistem ekonomi Islam tidak sama dengan sistem-sistem ekonomi yang lain.Kekayaan didefinisikan sebagai segala sesuatu yang bernilai ekonomi (berupa uang. Berlaku penindasan. Hasilnya. tekanan dan ketidakadilan. roh dan jiwa manusia. Pengembangan Sistem Ekonomi Islam bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis. baik yang bersumber dari pendapatannya maupun simpanannya (harta). Yang kaya bertambah kaya dan yang miskin bertambah miskin. barang atau hak cipta yang bersifat abstrak) yang dimiliki oleh seseorang. Sistem ciptaan akal manusia ini hanya mengambil kira perkara-perkara lahiriah semata-mata tanpa menitikberatkan soal hati. Saran Sistem Ekonomi Islam merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Ia berbeda dengan sistem ekonomi yang lain. BAB IV PENUTUP 1. 2. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi. Ia adalah berpandukan wahyu dari Allah SWT. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. matlamat lahiriah itu sendiri tidak tercapai dan manusia menderita dan tersiksa kerananya. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memnuhi kebutuhan hidup secara limpah ruah di dunia. Ia bukan dari hasil ciptaan akal manusia seperti sistem kapitalis dan komunis.jadi harus ada keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan di dunia maupun di akhirat nanti.tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan sebagai bekal di akhirat nanti.sangat berbeda. . tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihankelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada.

Chapra. New Jersey: Prentice-Hall Inc. 2003 4. The Future of Economics: An Islamic Perspective. Ekonomi Mikro Islami Ed. II. Beberapa Pemikiran tentang Keuangan Publik Islam. Karim. 2001 2. dan Daniel L. Microeconomics 5th Ed. Jurnal Mini Economica Edisi 34 thn. 2001 Sistem Ekonomi Islam atau syariah sekarang ini sedang banyak diperbincangkan di Indonesia.. 2004 5..M Metwally . Jakarta: IIIT Indonesia. 2002 3. M. Umer. Definisi Ekonomi Islam/Syariah menurut beberapa Ekonom Islam  Muhammad Abdul Mannan "Ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam". Jakarta: Departemen Agama RI. Banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar Pemerintah Indonesia segera mengimplementasikan sistem Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian Indonesia seiring dengan hancurnya sistem Ekonomi Kapitalisme. Rubinfeld. Nasution. SE. Mustafa E. Robert S.DAFTAR PUSTAKA 1. Islam untuk Disiplin Ilmu Ekonomi. Pindyck. Adiwaraman. Departemen Agama RI. Ir. MA.  M. terj.Makalah ini akan membahas tentang apa sistem ekonomi Islam/syariah itu. Jakarta: SEBI.

Bahkan menurut Joseph E. Dari pemikiran yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist tersebut.Ijma dan Qiyas". Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara melimpah ruah di dunia. yaitu sistem ekonomi Syariah yang telah berhasil membawa umat muslim pada zaman Rasulullah meningkatkan perekonomian di Zazirah Arab."Ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari per4ilaku muslim (yang beriman) dalam suatu masyarakat Islam yang mengikuti Al Quran. Negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim mencoba untuk mewujudkan suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist. Stiglitz (2006) kegagalan ekonomi Amerika dekade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini.  Hasanuzzaman "Ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi dari anjuran dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber daya material sehingga tercipta kepuasan manusia dan memungkinkan mereka menjalankan perintah Allah dan masyarakat". Sejarah tentang Sistem Ekonomi Islam/Syariah Dengan hancurnya komunisme dan sistem ekonomi sosialis pada awal tahun 90-an membuat sistem kapitalisme disanjung sebagai satu-satunya sistem ekonomi yang sahih.Hadits Nabi. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya. Jadi harus ada keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan kebutuhan untuk akhirat. kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di negaranegara berkembang. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi. karena banyak negara miskin bertambah miskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif sedikit semakin kaya. Ketidakberhasilan secara penuh dari sistemsistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. sistem ekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk. saat ini sedang dikembangkan Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah di banyak negara Islam termasuk di Indonesia. Tetapi ternyata. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. Dengan kata lain. . tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Karena kelemahannya atau kekurangannya lebih menonjol daripada kebaikan itulah yang menyebabkan muncul pemikiran baru tentang sistem ekonomi terutama dikalangan negaranegara muslim atau negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yaitu sistem ekonomi syariah. tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis. seluruh umat yang ada di muka bumi.

dan untuk mewujudkan kehidupan ekonomi.Tiga Prinsip Dasar Yang Menyangkut sistem ekonomi Syariah menurut Islam 1. 3. mempresentasikan bahwa manusia adalah khalifah atau wakil Allah di muka bumi ini dengan dianugerahi seperangkat potensi spiritual dan mental serta kelengkapan sumberdaya materi yang dapat digunakan untuk hidup dalam rangka menyebarkan misi hidupnya. menghargai sumber pendapatan (recpectable source of earning). Tawhid. Khilafah. Empat Ciri/Sifat Sistem Islam 1. Kebebasan (free will) 4. Keseimbangan (equilibrium) 3. Prinsip ini merefleksikan bahwa penguasa dan pemilik tunggal atas jagad raya ini adalah Allah SWT. pemenuhan kebutuhan (need fullfillment). telah diatur garis besar aturan untuk menjalankan kehidupan ekonomi. sesungguhnya Allah telah menyediakan sumber daya Nya dan mempersilahkan manusia untuk memanfaatkannya. sebagaimana firman-Nya dalam: . 2. distribusi pendapatan dan kesejah-teraan yang merata (equitable distribution of income and wealth) serta stabilitas dan pertumbuhan (growth and stability). Konsekuensi dari prinsip Khilafah dan ‘Adalah menuntut bahwa semua sumberdaya yang merupakan amanah dari Allah harus digunakan untuk merefleksikan tujuan syariah antara lain yaitu. ‘Adalah. Tanggungjawab (responsibility) LATAR BELAKANG Sebagai muslim kita yakin bahwa melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah. merupakan bagian yang integral dengan tujuan syariah (maqasid al-Syariah). Kesatuan (unity) 2.

pada kenyataannya.QS. Kata Islam setelah Ekonomi dalam ungkapan Ekonomi Islam berfungsi sebagai identitas tanpa mempengaruhi makna atau definisi ekonomi itu sendiri. lalu dijadikan Nya tujuh langit. kita dihadapkan pada system ekonomi konvensional yang jauh lebih kuat perkembangannya daripada system ekonomi islam. Maka mempelajari sistem ekonomi Islam secara mendalam adalah suatu keharusan. Kita lebih paham dan terbiasa dengan tata cara ekonomi konvensional dengan segala kebaikan dan keburukannya. Namun. Pada tingkat tertentu isu definisi Ekonomi Islam sangat terkait sekali dengan wacana Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Islamization of Knowledge) Science dalam Islam . dan untuk selanjutnya disosialisasikan dan diterapkan. Isi (Bab I) Definisi Ekonomi Islam. yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menciptakan langit.. Ekonomi dalam Islam adalah ilmu yang mempelajari segala prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian & kesejahteraan dunia-akhirat). Makalah ini disusun dari berbagai sumber dengan tujuan untuk memberikan sebuah gambaran atau penjelasan tentang ekonomi islam. Karena definisinya lebih ditentukan oleh perspektif atau lebih tepat lagi worldview yang digunakan sebagai landasan nilai. termasuk dari aspek ekonomi. kita dituntut untuk menerapkan keislamannya dalam seluruh aspek kehidupan. dan dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Al Baqarah (2) ayat 29: “ Dia lah Allah. Sebagai muslim.

M. “ilmu ekonomi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan social yang mempelajari permasalahan ekonomi dari orang-orang memiliki nilai-nilai Islam.” 5. Akram Khan. Dan dalam ekonomi Islam. guna memberikan kepuasan bagi manusia dan memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah dan masyarakat. M. ilmu ekonomi Islam adalah “suatu upaya sistematis untuk mencoba memahami permasalahan ekonomi dan perilaku manusia dalam hubungannya dengan permasalahan tersebut dari sudut pandang Islam.M.” 2. kedua hal tersebut berinteraksi dengan porsinya masing-masing hingga terbentuklah sebuah mekanisme ekonomi yang khas dengan dasar-dasar nilai Ilah iyah Berikut ini definisi Ekonomi dalam Islam menurut Para Ahli : 1. Mannan.” 4. Sedangkan Science dikenal luas dalam dunia konvensional adalah segala ilmu yang memenuhi kaidah-kaidah metode ilmiah (human creation – kebenaran relatif). “ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi ajaran-ajaran dan aturan-aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam pencarian dan pengeluaran sumbersumber daya.” 3. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Al Qur’an dan As Sunnah maupun akal dan pengalaman.N.A. . Khursid Ahmad. M.lebih dimaknakan sebagai segala pengetahuan yang terbukti kebenarannya secara ilmiah yang mampu mendekatkan manusia kepada Allah SWT (revelation standard – kebenaran absolut). S. Prilaku manusia disini berkaitan dengan landasan-landasan syariat sebagai rujukan berprilaku dan kecenderungan-kecenderungan dari fitrah manusia. Siddiqi. ilmu ekonomi Islam adalah respon “para pemikir muslim terhadap tantangantantangan ekonomi zaman mereka. Hasanuzzaman.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus. Dan diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengutuk orang yang membayar bunga.” 6. Allah SWT berfirman. (QS. Ekonomi adalah aktifitas yang kolektif. (QS. Ali Immron: 130). dan supaya mereka mendirikan shalat dan . Louis Cantori. janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”.“ilmu ekonomi Islam bertujuan mempelajari kesejahteraan manusia (falah) yang dicapai dengan mengorganisir sumber-sumber daya bumi atas dasar kerjasama dan partisipasi. “ilmu ekonomi Islam tidak lain merupakan upaya untuk merumuskan ilmu ekonomi yang berorientasi manusia dan berorientasi masyarakat yang menolak ekses individualisme dalam ilmu ekonomi klasik. baik berhubungan dengan sesama muslim maupun non muslim. baik memberi maupun menerima. “Hai orangorang yang beriman. “Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…. Zakat merupakan kewajiban yang berkaitan dengan harta seorang muslim. Larangan yang terdapat dalam ayat di atas tertuju pada transaksi yang berbasis riba. Al Baqoroh:256-257). Bila telah sampai nisabnya atau kadar tertentu dari harta yang wajib untuk dizakatkan.” Ekonomi adalah masalah menjamin berputarnya harta diantara manusia. Allah SWT berfirman. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”. Prinsip Ekonomi Islam. mereka yang menerima. 2. Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab). seorang muslim harus mengeluarkannya. Seorang muslim dalam kehidupan berekonomi tidak berhubungan dengan bunga. orang yang menuliskan kontrak perjanjiannya dan orang yang menjadi saksi transaksi tersebut. 1. Islam melarang riba dalam segala bentuk. sehingga manusia dapat memaksimalkan fungsi hidupnya sebagai hamba Allah untuk mencapai falah di dunia dan akherat (hereafter).

Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu. Karena menimbun makanan dan kebutuhan dasar lainnya merupakan bentuk pelanggaran hukum dalam islam yang sangat merugikan orang banyak. adalah dosa yang besar”. Tujuan Ekonomi Islam. dan yang demikian Itulah agama yang lurus". (QS. “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dalam hal ini tujuan islam pada dasarnya ingin mewujudkan kebaikan hidup dunia dan akhirat. b. Setiap muslim dianjurkan untuk memberi sedekah. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.menunaikan zakat. Islam memiliki seperangkat aspek dan nilai yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. dan ekonomi. Ali Imron: 180). Zakat adalah sarana untuk mempersempit kesenjangan antara si kaya dan si miskin. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Al Bayyinah: 5). Seorang mulsim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti. c. politik. bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. “Sesungguhnya hartamu dan anakanakmu hanyalah cobaan (bagimu). dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.(QS. 3. termasuk dalam bidang social. a. dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. (QS.(QS. dan untuk menjamin kebutuhan semua orang terpenuhi. At Taghobun: 15-16). dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dalam . Seorang muslim tidak boleh mengambil harta anak yatim yang berada di bawah perwaliannya. “Sekali-kali janganlah orangorang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka. An Nisa’: 2). Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung”. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Setiap muslim yang memiliki kekayaan yang lebih dari jumlah tertentu untuk memenuhi kebutuhannya harus membayar zakat kepada orang yang membutuhkannya. jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Seorang muslim hendaknya mengambil barang sesuai dengan kebutuhan.

yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu. Pelaksanaan nilai-nilai spiritual Islam secara keseluruhan untuk individu maupun masyarakat b. keselarasan kesejahteraan individu dan kesejahteran masyarakat yang senantiasa menjadi konsensus ekonomi Islam dapat terealisasi jika dua hal pokok terjamin keberadaannya dalam kehidupan setiap manusia. 2. Dua hal pokok tersebut antara lain : a. Menurut Umer Chapra. 1. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi dalam Negara Pertumbuhan ekonomi merupakan sesuatu yang bersifat fundamental. dan mewujudkan sistem distribusi kekayaan yang adil. Mewujudkan sistem distribusi kekayaan yang adil Dalam pandangan ekonomi Islam adalah sesuatu yang sudah menjadi ketentuan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan dan kecakapan yang berbeda-beda. . 3. konsep kesejahteraan dalam Islam bukan hanya berorientasi pada terpenuhinya kebutuhan material-duniawi. Menurut Muh}ammad Rawasi Qal‘aji dalam bukunya yang berjudul Mabahis Fil Iqtisad Al-Islamiyah menyatakan bahwa tujuan ekonomi Islam pada dasarnya dapat dijabarkan dalam 3 hal. Mewujudkan kesejahteraan manusia Terpenuhinya kebutuhan pokok manusia dalam pandangan Islam sama pentingnya dengan kesejahteraan manusia sebagai upaya peningkatan spiritual. Oleh karena itu. melainkan juga berorientasi pada terpenuhinya kesejahteraan spiritual-ukhrowi. konsep kesejahteraan ekonomi Islam merupakan cirri pokok tujuan ekonomi Islam yang sekaligus di sisi lain membedakan. memiliki tujuan yang sama yakni tercapainya maslahah di dunia dan akhirat. Pemenuhan kebutuhan pokok material manusia dengan cukup. konsep kesejahteraan ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lain seperti kapitalisme yang berorientasi pada materialisme individual dan sosialisme yang berorientasi pada materialisme kolektif.pada itu. sebab dengan pertumbuhan ekonomi negara dapat melakukan pembangunan. permasalahan ekonomi yang merupakan bagian dari ajaran Islam. mewujudkan kesejahteraan manusia. Salah satu langkah yang lazim dipakai dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan jalan mendatangkan investasi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Oleh karena itu. Keseimbangan ekonomi hanya akan dapat terwujud manakala kekayaan tidak berputar di sekelompok masyarakat. Kondisi demikian dijelaskan dalam al-Qur’an S..”( QS. Islam memerintahkan sirkulasi kekayaan haruslah merata tidak boleh hanya berputar di sekelompok kecil masyarakat. at-Taubah: 34 yang berbunyi : ”. Sebab..orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah... Maka beritahukanlah kepada mereka. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam al-Qur’an S. Dalam hal ini kehadiran ekonomi Islam bertujuan membangun mekanisme distribusi kekayaan yang adil ditengah-tengah kehidupan masyarakat. melarang individu mengumpulkan harta secara berlebihan. perbedaan tersebut tidaklah dibenarkan menjadi sebuah alat untuk mengekspliotasi kelompok lain. penimbunan merupakan prilaku yang dilarang dalam ajaran Islam. dengan adanya pengumpulan harta secara berlebihan berakibat pada mandegnya roda perekonomian.. Konsep distribusi kekayaan yang ditawarkan oleh ekonomi Islam dalam hal ini antara lain dengan cara : 1) Menciptakan keseimbangan ekonomi dalam masyarakat. AtTaubah:34) .Namun demikian. al-Hasyr: 7 yang berbunyi : ”.. Islam sangat melarang praktek penimbunan (ikhtikar) dan monopoli sumber daya alam di sekolompok masyarakat.supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang kaya saja di antara kamu. (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” (QS. Oleh karena itu. Oleh karena itu. al-Hashr: 7) 2) Larangan menimbun harta Sistem ekonomi Islam. dalam rangka menciptakan keseimbangan ekonomi.

dapat dilakukan oleh pemerintah dengan cara menciptakan/mencetak uang (money creation) di bawah otoritas Bank Sentral (Bank Indonesia). Dengan adanya keseimbangan antara jumlah uang dengan jumlah barang dan jasa yang beredar dalam masyarakat. Sebab inflasi terjadi. tetapi tidak menginvestasikan hasilnya dalam sesuatu yang setaraf dengannya. niscaya Allah SWT tidak akan memberkati hasil itu"(H. Bukhari). ekonomi Islam menawarkan langkah prioritas yang perlu dilakukan. yaitu ekonomi dengan tingkat inflasi nol (zero-inflation). Namun. akan meningkatkan jumlah produk dan jasa yang tersedia dalam masyarakat. Implikasi dari usaha ini. maka inflasi tidak akan terjadi.R. dan "Orang yang menjual rumah (tanpa keperluan). adalah akan mendorong naiknya tingkat produktivitas ekonomi sehingga.R. Thabrani). niscaya amalan tersebut dikira sebagai sedekah" (H. diantaranya. dalam menciptakan uang. pada gilirannya. disebabkan oleh terbatasnya jumlah barang dan jasa yang tersedia di pasar sementara jumlah uang yang beredar dalam masyarakat terlalu banyak sehingga mengakibatkan semakin mahalnya harga barang dan jasa di pasar. Cara ini. menciptakan uang dan kemudian menyalurkan pada sektor-sektor produktif. Inilah sebenarnya antara ciri khas ekonomi Islam lainnya. lantas seekor burung atau manusia atau binatang memakan hasil tanaman tersebut. Bab II Problematika Ekonomi Islam Ekonomi Islam tidak melihat sebagai suatu kesalahan bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan ekonomi dengan sistim pembiayaan anggaran defisit. Inilah yang menyebabkan ekonomi Islam dianggap lebih memungkinkan untuk mengatasi problema ekonomi di bandingkan dengan ekonomi ribawi yang sering menciptakan uang tanpa memerhatikan apakah uang itu disalurkan pada sektor-sektor produktif atau tidak. ekonomi Islam mensyaratkan agar uang itu hendaklah disalurkan pada sektorsektor produktif.Sedangkan dalam rangka mencegah praktek monopolistik. Perlunya zero-inflation dalam sebuah . Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang masing-masing berbunyi: "Apabila seorang Islam menanam sebatang pohon atau mengusahakan sebidang tanah.

maka harga barang dan jasa dalam negeri relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga barang dan jasa sejenis di luar negeri. Kesulitan ekonomi merupakan sebuah kelaziman dalam kehidupan ekonomi. Di Sudan. bila inflasi dalam ekonomi begitu tinggi. di Malaysia yang sejak beberapa dekade yang lalu telah menggalakkan ekonomi dengan tingkat inflasi sifar (zero-inflation). misalnya.ekonomi sebenarnya telah diakui para pakar ekonomi konvensional seperti adanya usaha. tidak hanya membicarakan tentang nilainilai ekonomi. apa pun system ekonomi yang diaplikasikan. dimana tingkat inflasi mereka hampir mendekati inflasi nol. Disisi lain. Inilah kelebihan ekonomi Islam yang mengagumkan yang tidak akan pernah kita dapati dalam sistim ekonomi ribawi. Begitu pula dengan perekonomian ekonomi Jepang pada enam bulan terakhir ini. Hal inilah yang menentukan perbedaan dalam mengambl langkah dan kebijakan demi meraih kemaslahatan dan ksejahteraan hidup. Hal ini. . pada gilirannya. Islam telah menanamkan kerangka kerja yang luas berdasarkan kesempatan berekonomi yang sama dan adil bagi penganutnya untuk mengarahkan mereka ke arah kehidupan ekonomi yang seimbang. Fenomona ini akan mengakibatkan krisis ekonomi akan semakin parah dan berkepanjangan Penutup Kesimpulan Islam adalah satu-satunya agama yang mengemukakan prinsip-prinsip yang meliputi semua segi kehidupan manusia. sebagai salah satu negara Islam yang mengadopsi sistim ekonomi Islam juga telah membuktikan bahwa tingkat inflasi telah menurun drastis dari lebih 100% sebelum ekonominya dilaksanakan secara Islami ke 3% pada tahun 1993 dibawah sistim ekonomi Islam. Perbedaan itu muncul ketika masing-masing system yang ada beruaha untuk megatasi persoalan dengan konsep dasar dan etika ekonomi yang ada pada system tersebut. akan mendorong negara untuk mengimport lebih banyak barang dari luar negeri. Bila ini terjadi. maka devisa negara sebagai salah satu sumber dana pembangunan ekonomi akan semakin terkuras.

http://ekonomi.shvoong. najamudin.com/2009/11/prinsip-prinsip-ekonomi-islam. 7.com 5..net/2009/01/22/definisi-ekonomi-dalam-islam 3.blogspot. Anto.Referensi 1. http://id.html 4. 2003. http://hermanmoslem. Yogyakarta: Ekonisia FE UII. Pengantar Ekonomika Mikro Islami.com .kompasiana. Hendrie M. B.net 6. http://putracenter. Al-Qur’an 2.