Daerah penelitian, yang terletak di Daerah Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten

Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, memiliki enam sataun geomorfologi, yaitu Satuan
Punggungan Sinklin, Satuan Dataran Lipatan Terdenudasi, Satuan Perbukitan Lipatan, Satuan
Perbukitan Patahan, Satuan Danau, dan Satuan Aluvial.

Satuan litostratigrafi yang tersingkap di daerah penelitian meliputi urutan dari tua ke muda:
Satuan Napal, Satuan Batugamping, Satuan Batupasir-batulempung, Satuan Batulempung,
Satuan Aluvial Kali Pacal, dan Satuan Aluvial Danau.

Struktur Geologi yang dominan berkembang di daerah penelitian berarah barattimur. Sebelas
struktur lipatan di daerah penelitian memiliki arah umum sumbu barattimur, searah dengan
dua sesar anjak, yaitu Sesar Bubulan dan Sesar Selobang. Lalu, lipatan-lipatan dan sesar-sesar
tersebut dipotong oleh sesar sobekan (tear fault), yang berarah baratlaut-tenggara (Sesar
Slukat dan Sesar Kitiran) dan baratdaya-timurlaut (Sesar Kadung).

Sejarah geologi daerah penelitian dimulai pada Kala Miosen Akhir (N17) dengan
diendapkannya satuan napal sampai pada Pliosen Awal (N19) di lingkungan batial atasneritik
luar. Regresi yang terus terjadi di daerah penelitian menghasilkan pengendapan berturut-turut
dan selaras batugamping dan batupasir-batulempung (N20-N21). Sementara itu di utara, pada
Plestosen (N22-23) diendapkan satuan batulempung pada lingkungan litoral. Lalu, tektonik
Plio-Plestosen (rezim kompresi utara-selatan) menyebabkan daerah penelitian teranjakkan
dan terlipatkan secara intensif sehingga menjadikannya lingkungan darat. Sesar anjakan ini
yang menyebabkan posisi satuan batuan Zona Kendeng (secara penampang) berposisi di atas
satuan batulempung (Zona Randublatung). Proses tektonik kompresi yang terus berjalan,
memberikan efek terbentuknya beberapa sesar sobekan (tear fault) yang memotong sesarsesar dan lipatan-lipatan yang sudah terbentuk sebelumnya.