UJI MUTU FISIK TABLET AKARBOSE GENERIK DAN PATEN

Azita Ximenes,Yustina Ratna kesuma(1), Erna Rahmawati(2)
Fakultas Farmasi
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

INFO ARTIKEL
Histori Artikel :
Disetujui 15 Juli
2014

Kata Kunci :
Uji mutu fisik,
Tablet Akarbose
Generik dan Paten

ABSTRAK
Telah dilakukan pengujian di Laboratorium Kimia
Amami dan Laboratorium farmasi lndustri lnstitut llmu
Kesehatan Bakti wiyata Kediri, uji mutu fisik tablet
Akarbose dan Clucobay antara lain : uji keseragaman
bobot, uji waktu hancur, uji keseragaman ukuran, uji
kerapuhan tabletdan uji kekesan tablet. Berdasarkan hasil
penelitian yang diperoleh hasil yang menyatakan bahwa
tablet Akarbose dan Clucobay memenuhi persyaratan
farmakope lndonesia Edisi III dan buku resmi lainnya
yaitu untuk keseragaman bobot tablet jika ditimbang satu
persatu tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing
masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya
lebih besar dari harga yang ditetapkan dikolom A yaitu
75% dan tidak boleh satu tablet pun yang bobotnya lebih
besar dari kolom B yaitu 15%, waktu hancur tablet
akarbose 7,03 menit dan Clucobay 4,05 menit.
keseragaman ukuran jika diukur garis tengah tablet tidak
lebih dari 3 kali dan tidak kurang 1 1/3 kali tebal table,
Kerapuhan tablet Akarbose rata-ratanya 0,47% dan tablet
Clucobay 0,45%, uji kekerasan tablet akarbose dan
Clucobay untuk tablet umumnya tidak lebih dari 4- 8 Kg.
Dari hasil penelitian uji mutu fisik dapata disimpulkan
bahawa,tablet Akarbose dan tablet CLucobay memenuhi
syarat uji mutu fisik tablet,yang meliputi uji waktu
hacur,uji keseraaman ukuran uji keseragaman bobot, uji
kerapuhan, uji kekerasan yang sesuai Farmakope edisi III
dan literatur resmi yang lain.

Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes)

1

ketebalan. tetapi juga di bidang industri.PENDAHULUAN Perkembangan ilmu farmasi sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. kekerasaan. Alat kompres tablet merupakan alat berat dari berbagai kapasitas dipilih sesuai dengan dasar dari jenis tablet yang akan dibuat secara produksi rata-rata yang diinginkan (Ansel. dipelajari pengaruh ilmu pengetahuan yangdijumpai dalam proses pembuatan sediaan farmasi yang disiapkan untuk pasaran serta metode pengawasan mutu terhadap produk tersebut yang dimaksudkan untuk menjaga dan menciptaan produk obat yang lebih baik. Tablet Akarbose generik dan paten (50 mg. Tablet Akarbose generik dan paten. zat pemberi rasa dan lapisan-lapisan dalam berbagai jenis. Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 2 . daya hancur.2008). keretakan. Salah satunya adalah dalam bentuk sediaan tablet yang cara pemakaian melalui saluran pencernaan. 2) Akarose paten merupakan untuk menghambat glukosidase. disebut juga sebagai merek terdaftar (Anief. golongan dari penghambat enzim α-glikosidase Akarbose (golongan penghambat enzim α glikosidase) efektif dengan dosisnya yang tungal. karena tablet harus kelihatan menarik yang memepunyai identitas sendiri serta bebas dari serpihan. berat. Penggunaan obat melalui oral bertujuan untuk mendapatkan efek sistemik.2008). Selain itu juga harus menahan goncangan mekanik selama di produksi pengobatan serta mempunyai kestabilan kimia dan fisika untuk mempertahankan kelengapan fisiknya sepanjang waktu. Kebanyakan dari tablet ini dibuat dengan penambahan zat warna. Tablet Akarbose generik dan paten merupakan obat oral yang digunakanuntuk mengobati diabetes meletus tipe-1 dan tipe-2 (noninsulin dependance). Bahkan banyak hal menarik yang diketahui di bidang farmasi industri Dalam farmasi industri. 1989). nama resmi yang telah ditetapkan dalam farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non Propietary names) dari WHO (World Health Organization) (Anief. Perbedaan tablet akarbose generik dan paten sebagai berikut 1) Akabose generik merupakan obat untuk menghambat glukosidase. Tablet dapat berbedabeda dalam ukuran. 2002). kontiminasi. pelunturan atau pemucatan. 1989). Tablet biasanya dibuat dengan penambahan bahan tambahan yang disesuai. yaitu obat beredar melaui pembuluh darah ke seluruh tubuh(Ansel. Saat ini pendidikan di bidang farmasi tidak hanya terbatas pada pelayanan di Rumah Sakit atau apotek apa saja. 100 mg) digunakan untuk diabetes meletus tipe I dan tipe II(Tjay dan Kirana. nama sediaan yang diberikan oleh pabriknya dan terdaftar di departemen kesehatan suatu negara. sehubungan dengan penciptaan efek terapi yang diharapkan oleh konsumen (pasien) sediaan obat yang di produksi dalam suatu industri dapat beragam. Tablet merupakan salah satu sediaan farmasi yang banyak tantangan didalam mendesain dan membuatnya.

1979). 2. Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 3 . METODOLOGI PENELITIAN 1. uji keseragaman bobot.Tablet salut enterik adalah tablet yang disalut dengan lapisan yang larut atau hancur dilambung. 1989). Uji keseragaman ukuran a. uji keseragaman ukuran. Jika tidak mencukupi 20 tablet. tidak satu tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom A dan tidak satu tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang di tetapkan kolom B. dimana dalam hal ini diharapkan tablet dapat hancur sesuai dengan waktu hancur yang tepat. Tablet Akarbose generik dan paten tablet rsalut enterik harus memenuhi uji fisik diantaranya uji kekerasan tablet. dan uji waktu hancur. garis tengah tablet tidak lebih dari 3 Kali dan tidak kurang dari 1 1/3 kali tebal tablet (FI III. Cara Kerja 1) Ambil 20 tablet 2) Menyiapkan alas jangka sorong untuk mengukur Cara pembacaan jangka sorong : a) Perhatian skala cm dan skala mm b) Perhatian posisi angka nol (0) skala mm pada skala cm % Penyimpanan = c) Ketepatan ukuran dilihat pada skala mm yang berada tepat segaris dengan skala cm d) Penulisan hasil tiga angka dibelakang koma dengan satuan cm 3) Mengukur diameter dan tebal tablet satu-persatu sebanyak 20 tablet 4) Membuat kesimpulan apakah tablet tersebut memenuhi syarat keseragaman ukuran. Pengujian tersebut dimaksudkan untuk dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. uji kerabuhan tablet. b. Persyaratan Jika ditimbang satu persatu tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rataratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan dikolom A dan tidak boleh ada satu tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari harga dalam kolom B. Cara Kerja 1) Menyiapkan alat timbangan digital 2) Ambil 20 tablet 3) Menimbang tablet satu persatu sebanyak 20 tablet 4) Menghitung bobot rata-rata 5) Menghitung persentase (%) penyimpanan tiap-tiap tablet terhadap bobot rata-rata : bobot tablet −(bobot rata−rata tablet) x 100% bobot rata−rata tablet b. Persyaratan Kecuali dinyatakan lain. Juga diharapkan memeliki kekerasan dan kerapuhan untuk menghindari keretakan saat pengiriman (Ansel.dapat digunakan 10 tablet. Uji keseragaman bobot tablet a.

Kecuali dinyatakan lain waktu yang di perlukan untuk menghancurkan keenam tablet tidak lebih dari 15 menit untuk tablet tidak bersalut dan tidak lebih dari 60 menit untuk tablet bersalut gula dan bersalut selaput. Uji waktu hancur a. Persyaratan Tablet dinyatakan hancur jika tidak ada bagian tablet yang tertinggal diatas kasa. Uji Kekerasan tablet a. Jika tablet tidak memebuhi dari syarat ini. pada posisi tertinggi tepat diatas permukaan air dan kedudukan terendah mulut keranjang tepat di permukaan air 7) Dinyalakan alat 8) Keranjang akan naik turun secara otomatis sebanyak 30 kali tiap menit 9) Mengamati dan mencatat waktu yang diperlukan untuk menghancurkan tablet. 4. ulangi pengujian menggunakan tablet satu persatu. kecuali fragmen yang berasal dari zat penyalut. Penyimpangan bobot rata-rata dalam % A B 15% 30% 10% 20% 7. Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 4 . kemudian ulangi lagi menggunakan 5 tablet dengan cakram penuntun(FI III. Cara kerja 1) Menyiapkan alat Hardness tester 2) Ambil 20 tablet 3) Uji tablet diletakan antara 2 landasan 4) Landasan digerak oleh motor listrik 5) Tablet ditekan dengan alat sampai pecah 6) Kekuatan kekerasan tablet dicatat Angka yang tertera dalam satuan Newton dan didalam kg. Cara Kerja 1) Ambil 5 tablet 2) Menyapkan alat disintegrator 3) Diambil 5 tablet dimasukan dalam keranjang masingmasing keranjang 1 tablet. disusul cakram penuntun tiap tabunnya 4) Keranjang disisipkan searah di tengah-tengah tabung kasa dengan diameter 45 mm 5) Keranjang dicelupkan kedalam air dengan suhu antara 36°C 38°C sebanyak ± 1000ml. sedalam tidak kurang 15cm sehingga dapat dinaikturunkan secara teratur 6) Kedudukan kawat kasa.Bobot rata-rata 25 mg atau kurang 26 mg sampai dengan 150 mg 151 mg sampai dengan 300 mg Lebih dari 300 mg (FI III.5% 15% 5% 10% b.1979) 3. 1979).

sedangkanuntuk tablet lepaslambatadalah 10-20 kg.8% (Achmad Fudholi. Persyaratan Syarat kekerasan tablet: untuk tablet padaumumnya 4-8 kg. 2013). Cara Kerja 1) Menyiapkan alat friabilator 2) Ambil 20 tablet dibagi menjadi 2 kelompok tablet 3) Masing-masing tablet dejepit dengan pinset dibersihkan dengan hati-hati mengunakan kuas. Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 5 .Rumus: W = F W = m. alat akan berputar secara otomatis pada kecepatan 25 rpm selama 4 menit 7) Pada setiap putaran tablet akan jatuh 6 inci 8) Tablet kemudian dikeluarkan dari alat dan dibersihkan dari debu lalu masing-masing ditimbang ulang. untuk tablet hisap 7-14 kg.8 m/s2) Jumlah Kekerasan Tablet dalam kg Jumlah Tablet b. 2013).g W = F/g Keterangan: W F m g Kekerasan tablet= = = = = Berat (N) Gaya (N) Massa (kg) Kecepatan gravitasi (g = 9. untuk tablet kunyah dan tablet hipodermik 3 kg. Uji kerapuhan tablet a. 9) Menghitung persentase (%) kehilangan berat tablet uji kerapuhan tablet bobotawal -( bobotakhir) x 100% bobotawal kurang dari 0. (AchmadFudholi. 5.dan kelompok B pada sisi yang lain 5) Mengaktifkan alat friabilator. kemudian ditimbang setiap kelompok % Kerapuhan= Persyaratan Kerapuhan tablet dianggap cukup baik bila hasilnya 4) Masukan tablet kelompok A ke dalam suatu sisi alat penguji kerapuhan.

360 19.360 14.281 0.720 0.720 0.360 18. 0. 0. 0. 0.721 0.270 0.272 0.351 12.281 0. 0.723 0.721 0.721 0.270 0.720 0.721 0.360 17.280 0.720 0.720 0.711 0. 0.281 0.280 0.361 20.282 0.360 16.351 15. 0.720 0.350 13. 0.271 0.720 0.720 0.720 0.712 0. 0.280 0. 0.710 0.720 0.721 0.817 14.722 0.720 0. 0.272 0. 0.281 0.350 11. 0.720 0.281 0.712 0.280 0. dapat disimpulkan bahwa tablet akarbose generik dan tablet glucobay paten memenuhi syarat yaitu garis tengah tablet tidak lebih dari 3 x rata-rata tablet dan tidak kurang dari rata-rata tablet 1 1/3. Diameter (cm) Tebal (cm) Diameter (cm) Tebal (cm) 1.727 0. 0. 0.720 0.720 0.721 0.351 2.721 0.282 0.721 0.271 0.717 0.270 0. 0.721 0. 0.711 0. 0.361 10.721 0.720 0.721 0. 0.720 0.356 3.353 9.412 5.721 0.353 6.290 0. 0.365 4.281 0.370 14.154  X 0.271 0.720 0.352 7.720 0.711 0.721 0.360 7. Rumus % penyimpangan = Hasil Uji Keseragaman Bobot Tablet Setelah dilakukan pengujian keseragaman Bobot Tablet didapatkan hasil sebagai berikut ?????????? −(?????????−????) x 100% ?????????−????????? Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 6 .367 5.HASIL PENELITIAN Hasil Uji Keseragaman Ukuran Tablet Setelah dilakukan pengujian keseragaman ukuran tablet didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel Data Uji Keseragaman Ukuran Tablet Akarbose Generik Tablet Akarbose Generik Tablet Glucobay Paten No.712 0.357 Jadi dari uji data keseragaman ukuran diatas.361 8.

16 7.15 0.169 keseragaman bobot karena tidak ada dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom A (10%) dan tidak ada satu tablet pun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom B (20%).159 2.989 0. Hasil Uji Waktu Hancur Tablet Setelah dilakukan pengujian waktu hancur tablet didapatkan hal sebagai berikut : Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 7 .382 0.628 0.16 0.628 0.15 0.671 0.15 5.99 40.671 0.16 0.628 0.16 0.671 0.15 0.14 6.628 0. tidak ada dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom A (10 %) dan tidak ada satu tablet pun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom B (20 %) dan tablet Akarbose juga memenuhi syarat uji Tablet Glucobay Penyimpangan Bobot (gr) (%) 0.382 0.15 0.15 0.3378 0.66 0.628 0.15 5.671 0.16 0.16 0.18 43.15 0.040 0.628 0.628 0.040 0.628 0.16 0.15 0.15 0.16 0.16 0.15 0.16 0.91 0.671 2.15 0.671 0.628 0.16 0.16 0.628 0.14 6.16 0.671 0.15 0.15 5.Tabel Data Uji keseragaman Bobot tablet akarbose generik dan paten No.16 0.040 0.671 0.671 0.671 0.15 0.671 0.15 0.66 0.15 0.671 0.628 3.671 0.628 0.16 7.628 0.66 0.15 0.049 Kesimpulan : Tablet akarbose generik dan paten diatas telah memenuhi syarat uji keseragaman Bobot yang telah ditetapkan karena.16 0.671 0.14 6.16 0.628 0.628 0.149 2.6171 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 ∑ X Tablet Akarbose Penyimpangan Bobot (gr) (%) 0.628 0.17 6.16 0.

48 2 2. III tidak lebih dari 10 menit (600 detik).11 12.27 0.250 0.266 2.476 Kesimpulan : Berdasarkan.273 2.246 0.332 0.08 2 7. No 1 2 3 ∑ X Hasil Uji Kerapuhan Tablet Setelah dilakukan pengujian kerapuhan tablet didapatkan hasil sebagai berikut Tabel Data Uji Kerapuhan Tablet Akarbose Generik Kelompok A Kelompok B Bobot Bobot Bobot Bobot Kehilangan Kehilangan Awal Akhir Awal Akhir Berat % Berat % (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) 2. data diatas dapat disimpulkan bahwa tablet akarbose 2. Kehilangan Kehilangan Awal akhir awal akhir Berat Berat (kg) (kg) (kg) (kg) 1 2.35 1.Tabel Data Uji Waktu Hancur Tablet akarbose paten dan generik Tablet Akarbose Tablet Glucobay No.03 4.53 1.05 Kesimpulan dari uji waktu hancur di atas diperoleh hasil waktu hancur rata-rata tablet akarbose 7.251 0.255 2.263 2.45 0.3 X 0.262 2.254 0.16 X 7.341 2.01 3 7.331 0.243 0.43 Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 8 .8%.39 2.07 ∑ 21.03 menit dan tablet glucobay 4. Waktu hancur (menit) Waktu hancur (menit) 1 7.258 0.04 4.39 2.42 2.43 0.40 ∑ 1.263 2.253 0.248 2.05 menit Sehingga memenuhi syarat Farmakope Indonesia ed.342 2.423 generik telah memenuhi syarat kerapuhan tablet karena tablet kehilangan berat kurang dari 0. Tabel Data Uji Kerapuhan Tablet Clucobay Paten KOLOMPOKA KELOMPOK B Bobot Bobot Bobot Bobot No.03 4.48 2.264 2.245 0.42 3 2.254 2.256 2.35 1.53 2.04 4.48 2.48 2.239 0.262 0.

96 9 43 4.79 45 4.96 86.28 18 29 2.03 49 4.33 10 57 5.38 44 4.46 7 49 4.79 16 49 4.38 13 40 4.598 11 46 4.67 34 3. data diatasdapat disimpulkan bahwa tablet Clucobay Paten telah memenuhi syarat kerapuhan tablet karena tablet kehilangan berat kurang dari 0.79 = 4.99 20 20 =4.79 91.97 2 47 4.69 47 4.99 43 4. Hasil Uji Kekerasan Tablet Setelah dilakukan pengujian kekerasan tablet didapatkan hasil sebagai berikut Tabel Data Uji Kekerasan Tablet Akarbose Generik Akarbose Clucobay No.79 43 4.38 8 46 4.58 41 4.69 47 4.99 47 4.89 39 3.48 86.87 28 2.89 48 4.48 19 38 3.95 44 4.319 kg kg 12 47 4.97 47 4.97 14 47 4.79 5 48 4.89 42 4.33 Kesimpulan : Jadi kekerasan tablet Akarbose Generik dan tablet Clucobay Paten untuk tablet pada umumnya tidak lebih dari 4-8 kg? Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 9 .Kesimpulan : Berdasarkan.85 20 48 4.79 30 3.89 6 36 3.05 3 37 3.8% .58 4 39 3.99 46 4.59 15 39 3.69 17 48 4. Kekerasan Kekerasan Rata-rata Kekerasan Kekerasan Rata-rata (N) (Kg) (Kg) (N) (Kg) (Kg) 1 48 4.77 45 4.18 ∑X 91.07 39 4.

036 0.01 086 0.5184 1 7.26 0.327 0.184 0.18 86.04 0.28 4.69 4.16 4.89 2.09 0.89 3.48 0.03 0 0.4 0.03 4.58 91.16 0.46 0.230 0.79 4.2 0.99 4.16 0.86 0.99 4.05 0.193 0.67 4.9 0.04 0.3 1.95 3.09 2.48 0.69 4.38 4.05 4.028 2.66 0 1 1 2 0.4 0.3 0.07 12.01 0.97 4.79 3.72 0.01 0.2 0.66 2 Berdasarkan tabel hasil pengolahan data uji waktu hancur tablet dapat diketahui bahwa tablet Akarbosegenerik dan paten B (menit) B  XB 4.82 0.58 4.07 0.97 3.17 1.52 0.689 0.33 B  XB 2 9 16 4 3 1 mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap uji waktu hancur.3 0.89 3.04 21.48 2.230 0.336 0.72 0. Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 10 .230 0.85 0.38 4.48 4.028 0.598 0.03 0.1 0.01 3.04 0.48 0.078 0.025 0.01 4.99 4.85 4.319 0.09 0.64 0.07 4.77 3.016 24.96 4.03 0.36 0. Hasil pengolahan data uji kekerasan tablet Tabel Generik dan Paten No A (kg) A  XA A  XA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20  X 4.2 0.28 0.9 0.43 0.64 0.79 4.8 0.02 6.01 0.13 0.87 4. 2.11 7.27 0.58 0.38 5.1 0.448 0.79 4.072 0.04 0.44 0.02 0.01 0.46 4.04 7.722 4.38 0.366 Berdasarkan tabel generik dan paten dapat diketahui bahwa tablet Akarbose generik dan paten 2 B (kg) B  XB B  XB 3. Hasil pengolahan data uji waktu hancur tablet Tabel Hasil pengolahan data uji waktu hancur tablet No A (menit) A  XA A  XA 1 2 3  X 7.184 0.97 4.144 9 0.08 4.739 0.79 3.43 1.21 0.92 0.131 0.33 4.59 4.79 4.07 0.230 4.79 4.6 0.48 0.846 0.235 2 mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap uji kekerasan.709 1.69 4.17 0.99 4.043 0.03 7.270 0.Hasil Pengolahan dan Analisa Data 1.321 0.89 4.

09 0.53 1.02 6.090 4. uji waktu hancur.43 0. Tablet sebelum digunakan atau dikonsumsi harus memenuhi serangkaian pengujian terlebih dahulu.09 0.42 0.35 1. Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 11 .36 Berdasarkan tabel generik dapat diketahui bahwa tablet Akarbose generik tidak 2 B (%) B  XB 0.40 1.11 0. uji keseragaman bobot.36 0.03 0.39 0.43 0.3 0.03 0.16 2 Berdasarkan tabel paten dapat diketahui bahwa tablet Akarbosepatentidak mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap uji kerapuhan.05 0.9 : Paten No A (%) A  XA A  XA 1 2 3  X 0.03 2. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa tablet yang digunakan atau dikonsumsi bermutu baik. Tujuan sebelum dibedakan tablet harus memenuhi syarat-syarat pengujian fisik antara lain: Uji keseragaman ukuran.48 0.54 0.01 0.04 0.1979).53 0.35 0.03 0.01 0.9 5.09 0.66 1 2.12 0.48 0.1 2.012 0.48 0.42 0. Pembahasan Sediaan farmasi yang paling banyak digunakan jika dibandingkan terhadap sediaan farmasi bentuk lainnya adalah sediaan tablet.48 0. Tabel 4. pemisahan dari campuran bubuk atau granulasi selama pembuatan.47 0.39 1.48 0. Hasil pengolahan data uji Kerapuhan tablet Tabel Generik No A (%) A  XA A  XA 1 2 3  X 0. Uji keseragaman bobot tablet tergantung pada berat tablet yang dibuat.06 0. uji kekerasan dan uji kerapuhan.002 1.5 4. Banyak faktor yang dapat menimbulkan masalah keseragaman ini tablet antara lain tidak seragamannya distribusi bahan obat pada pencampuran bubuk atau granulasi.06 0.07 0.05 0.42 0.18 2 B (%) B  XB B  XB 0. berkhasiat maupun karakteristik fisiknya.27 0.66 mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap uji kerapuhan.01 3.33 B  XB 2 0. persyaratan untuk keseragaman bobot adalah tidak lebih dari dua tablet yang masingmasing bobotnya menyimpang dari harga yang ditetapkan kolom A dan tidak boleh ada satu tabletpun yang bobotnya menyimpang dari harga yang ditetapkan kolom B (FI III. serta penyimpanan tablet.5 3.5 1 9 12.03 0.3.6 7.

PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian uji mutu fisik dapat disimpulkan bahwa tablet akarbose dan tablet clucobay memenuhi syarat uji mutu fisik tablet yang meliputi uji waktu hancur.03 menit untuk tablet clucobay 4. Saran Perlu dilakukan pengujian selanjutnya diharapkan tidak hanya uji mutu fisik yang meliputi uji waktu hancur. waktu hancur tablet akarbose 7. 1979). IV dan literatur resmi yang lain.Dari harga yang ditetapkan kolom B. Sesuai dengan persyaratan tablet ditetapkan bahwa untuk keseragaman bobot tidak lebih dari dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari harga yang ditetapkan kolom A dan tidak boleh ada satu tabletpun yang bobotnya menyimpang. Waktu yang diperlukan untuk menghancurkan kelima tablet tidak lebih dari 15 menit untuk tablet tidak salut dan tidak lebih dari 60 menit untuk tablet bersalut (FI III. pada pengujian waktu hancur ini digunakan media air sebanyak kurang lebih 100 ml sebagai pengganti cairan lambung dengan suhu yang disesuaikan dengan suhu tubuh manusia yaitu 36°C sampai 38° C. sehingga dapat terabsorbsi. Untuk uji kekerasan tabelet akarbose dan Clucobay memenuhi syarat yaitu dengan syarat tablet: untuk tablet pada umumnya 4-8 kg. 2013). untuk tablet kunyahdan tablet hipodermik 3 kg. waktu hancur untuk tablet Akarbose dan Clucobay tidak lebih dari 10 menit maka tablet tersebut memenuhi syarat uji waktu hancur.Uji waktu hancur dimaksudkan supaya komponen obat seperlunya bersedia untuk diabsorbsi oleh saluran pencernaan. uji keseragaman ukuran. uji keseragaman bobot. untuk tablet hisap 7-14 kg. 2013). Uji kerapuhan untuk tablet Akarbose dan Clucobay memenuhi syarat karena kehilangan berat tablet tidak lebih dari 0. Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 12 . sedangkan untuk tablet lepas lambat adalah 10-20 kg. uji kerapuhan dan uji kekersan tablet tetapi juga uji difusi dan uji penetapan kadar. uji keseragaman bobot. maka tablet harus hancur dan dapat melepaskan komponen zat aktif dalam cairan tubuh secara sempurna. dan sebagai gerakan peristaltik maka penunjang akan digerak naik turunkan secara teratur 30 kali tiap menit. uji keseragaman ukuran. untuk uji keseragaman ukuran tablet Akarbose dan Clucobay memenuhi syarat yaitu dengan syarat garis tengah tablet tidak lebih dari 3x rata-rata tebal tablet dan tidak kurang dari 11/3 x rata-rata tebal tablet (FI III.8 % (Fudoli dan lanie.1979). sehingga tablet akarbose danclucobay memenuhi uji Persyaratan keseragaman bobot.05menit Tablet akarbose dan clucobay dengan syarat yang ditetapkan dalam FI III bahwa. (Achmad Fudholi. uji kerapuhan dan uji kekersaan tablet yang sesuai Farmakope Indonesia edisi III.

2002. 1995. Depkes RI. RI. Sumber : kesehatan(diakses tanggal 8 april 2014. Farmakope Indonesia Edisi IV. Anief. Obat-Obat Penting Edisi V Jakarta: PT.pukul 1632) Format refrensi elektronik ditulis oleh Smeltzer & Bare.pukul 13:32) Fudholi. 1996. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Gadjah Mada Universitas Press. Horword C. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia Format refrensi elektronik ditulis oleh Corwin. Jakarta : University Press. 2002.Diabetes mellitus TP IIdi Univeritas Sumatra Utara http://wwwPenelitian. Teori Dan Praktek Farmasi Industri Edisi III.1994. 1995.2012 /2013. Jakarta University Indonesia Press.Sedian Solida. Anief. Dkk.Gadjah Mada Universitas Press. Sumber : kesehatan(diakses tanggal 8 april 2014. Lacman.Diabetes mellitus TP IIdi Univeritas Sumatra Utara http://wwwPenelitian. Mims . Konsultasi Edisi XII Petunjuk Tan Hoan Tjay Kirana dan Kirana Rahardja. Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten (Azita Ximenes) 13 . Moh. Moho. Moh. 1979. 2013. 1989. Farmasetika. 1994. Leon. Achmad dan Lanie.DAFTAR PUSTAKA Anief. Farmakope Indonesia Edisi III. Penggolon Obat Berdasarkan Khasiat DaPengunaan.Yogyakarta Gadjah Mada Universitas Press.2011.Yogyakarta. Prinsip Umum dan Dasar Farmakologi. Elex Metido Kompotido.. Depkes. Pengantar Sediaan Farmasi Edisi IV. Ansel.