You are on page 1of 80

i

UJI MUTU FISIK PADA TABLET AKARBOSE
GENERIK DAN PATEN

KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan
Program Studi Diploma III Farmasi Fakultas Farmasi
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Oleh :
AZITA XIMENES
NIM 30311081

PROGRAM STUDI DIII FARMASI
FAKULTAS FARMASI
INSTITUT ILMU KESEHATAN
BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2014

ii

HALAMAN PERSETUJUAN
UJI MUTU FISIK PADA TABLET AKARBOSE
GENERIK DAN PATEN
KARYA TULIS ILMIAH
Oleh:
AZITA XIMENES
NIM 30311081
Karya Tulis Ilmiah ini Telah Disetujui
Tanggal 13 Juni 2014

Pembimbing I

Pembimbing II

Yustina Ratna Kesuma, S. Si., Apt

Erna Rahmawati, Amd

Mengetahui,
Program Studi Diploma III Farmasi
Fakultas Farmasi
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Tri Puji Lestari, S. Farm., Apt
Ketua Program Studi

ii

iii

HALAMAN PENGESAHAN

UJI MUTU FISIK PADA TABLET AKARBOSE
GENERIK DAN PATEN

KARYA TULIS ILMIAH
Oleh :
AZITA XIMENES
NIM 30311081
Telah Diuji
Pada Tanggal 13 Juni 2014

Oleh Tim Penguji :

1. Penguji I

:

Dyah Aryantini, S.Si., Apt

(

)

2. Penguji II

:

Krisna Karisma, S.Farm., Apt

(

)

3. Penguji III

:

Yustina Ratna Kesuma, S.Si., Apt

(

)

4. Penguji IV

:

Erna Rahmawati, A.Md

(

)

Mengetahui,
Fakultas Farmasi
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Drs. Prihardini, M. Kes., Apt
Dekan

iii

iv

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama

: Azita Ximenes

Nim

: 30311081

Program Studi

: DIII Farmasi

Judul KTI

: Uji Mutu Fisik Tablet Akarbose Generik dan Paten

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Karya Tulis Ilmiah, Yang saya tulis
benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilan tulisan atau pikiran
orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri.
Apabila dikemudian hari dapat dibuktikan bahwa Karya Tulis Ilmiah ini adalah
hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Kediri, 13 Juni 2014
Yang Membuat Pernyataan,

Azita Ximenes
30311085

iv

Ibu Tri Puji Lestari. MBA.v KATA PENGANTAR Puji syukur Penulis Panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Bambang Harsono. selaku Rektor Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Bapak Dr. MPH. Ibu Dra. selaku Dekan Fakultas Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Farmasi v mengikuti dan . selaku Direktur Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri 2. karena atas berkat kasih dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “UJI MUTU FISIK TABLET AKARBOSE GENERIK DAN PATEN”. Dalam penyusunan Karya Tulis ini. Prihardini. Apt. 4. penulis dapat banyak bantuan dari berbagai pihak. Tarbinu Karmono. oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : 1.Farm. Dapat diselesaikan dengan lancar dan tepat pada waktunya. M. S. Bapak Dr.Kes. selaku Ketua Program Studi Diploma3Farmasi Fakultas Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri yang telah memberikan kesepatan dan fasilitas untuk menyelesaikanprogram pendidikan Diploma 3. 3.. Apt. Karya Tulis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III Farmasi di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri.

oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca.S. 9.Md. Apt. Juni 2014 Penulis vi . Kediri. Teman-teman dan semua pihak yang telah memberi dukungan sehingga Karya Tulis Ilmiah dapat terselesaikan. Penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat bagi semua pihak. 6. selaku pembimbing teori yang telah membantu dan medorong penulis dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi kita semua. Ibu Yustina Ratna Kesuma. penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. selaku Dosen Pembimbing Praktek yang telah banyak membantu hingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan. 8. Staf perpustakaan yang telah menyediakan tempat untuk menulis.Si. 6. Ibu Erna Rahmawati. A.vi 5. Ayah. Semua pihak yang telah memberi dorongan semangat dan membantuku dalam menyelesaikan / penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. 7. Ibu dan semua keluarga yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil serta doa yang tulus sehingga penulisan Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan.

vii UJI MUTU FISIK TABLET AKARBOSE GENERIK DAN PATEN Azita Ximenes.yang meliputi uji waktu hacur. Kata kunci: Uji mutu fisik. waktu hancur tablet akarbose 7. Tablet Akarbose Generik dan Paten vii .tablet Akarbose dan tablet CLucobay memenuhi syarat uji mutu fisik tablet. Kerapuhan tablet Akarbose rata-ratanya 0. uji kekerasan tablet akarbose dan Clucobay untuk tablet umumnya tidak lebih dari 4. uji mutu fisik tablet Akarbose dan Clucobay antara lain : uji keseragaman bobot.uji keseraaman ukuran uji keseragaman bobot.05 menit. uji kerapuhan tabletdan uji kekesan tablet. uji keseragaman ukuran. Erna Rahmawati(2) ABSTRAK Telah dilakukan pengujian di Laboratorium Kimia Amami dan Laboratorium farmasi lndustri lnstitut llmu Kesehatan Bakti wiyata Kediri. uji kekerasan yang sesuai Farmakope edisi III dan literatur resmi yang lain.03 menit dan Clucobay 4. uji waktu hancur. uji kerapuhan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh hasil yang menyatakan bahwa tablet Akarbose dan Clucobay memenuhi persyaratan farmakope lndonesia Edisi III dan buku resmi lainnya yaitu untuk keseragaman bobot tablet jika ditimbang satu persatu tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan dikolom A yaitu 75% dan tidak boleh satu tablet pun yang bobotnya lebih besar dari kolom B yaitu 15%. keseragaman ukuran jika diukur garis tengah tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang 1 1/3 kali tebal table. Yustina Ratna kesuma (1).8 Kg.45%.47% dan tablet Clucobay 0. Dari hasil penelitian uji mutu fisik dapata disimpulkan bahawa.

.......................... D......... 1...................................................................................................... 3......................................... Macam-Macam Tablet ......... 1............................................................................................. HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................................................................... Keuntungan dan Kerugian Tablet.......... DAFTAR GAMBAR ............................................................................. C........... Memenuhi Keseragaman Bobot ......................................................................................... Definisi Obat ........ 1.......................... A...................................................................................... ABSTRAK ................................................................................................................... 2..... 3.............. B............... HALAMAN PERSETUJUAN ...... DAFTAR ISI .... DAFTAR TABEL .............................................................................................................................................................. 1.....................viii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. Tinjauan Tentang Diabetes Melitus Tipe II .................................. 3..................... 5.......................................... 5 5 5 5 6 6 7 7 7 10 11 11 11 12 15 17 17 18 18 18 19 19 19 20 viii ................................................. 4..................................................... Penggolongan Obat ....................... Bahan Tambahan Tablet ................. Memenuhi Uji Waktu Hancur .................................. Tinjauan Tentang Akarbose Generik dan Paten ........................................................ 1 1 3 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................... Tinjauan Tentang Obat .. Tinjauan Tentang Pengujian Mutu Tablet ................... Rumusan Masalah . Manifestasi Klinis Diabetes Mellitus Tipe II ................................ A.. i ii iii iv v vii viii x xi xii BAB I PENDAHULUAN . DAFTAR LAMPIRAN .... 2................................. Memenuhi Uji Kerapuhan Tablet ................................ C.................... B... Latar Belakang.................... KATA PENGANTAR .... Memenuhi Uji Keseragaman Ukuran ............................................. Menurut Penggunaan Obat ......................... 3.................................................... Faktor Resiko Diabetes Mellitus Tipe II ..................... Tinjauan Tentang Tablet.... Tujuan Penelitian ......................................................... 2..................................................................................... 4............................................................ Definisi Tablet ................. HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ..... Sifat Kimia .............................. 1....... Etiologi Diabetes Mellitus Tipe II .................. E............................................... Farmakologi........... Memenuhi Uji Kekerasan Tablet ....................................... 2...... 4...................................................................................... 2......... Definisi Diabetes Mellitus Tipe II ............................

.................................... Pembahasan .................................... E...... Hasil Uji Keseragaman Ukuran Tablet................................................................................................. 45 45 45 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... Prosedur Kerja .................................................................................................... B........................................... 47 ix ................................ B............ Waktu dan Tempat ......................................... Kesimpulan ............ Hasil Uji Kerapuhan Tablet ...... 46 LAMPIRAN ..................................... 32 32 34 35 35 37 38 42 BAB V PENUTUP .......................... A...ix BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................................ F............ G..................... C.......... Saran ........................................... Hasil Uji Waktu Hancur Tablet .. Hasil Pengolahan dan Analisa Data ..................................... D............ 25 25 25 26 BAB IV HASIL PENELITIAN .................................. B..................... Hasil Uji Keseragaman Bobot Tablet .............................................. C.......................... A...................................................................................................................................................................... A.. Alat dan Bahan ................................................... Hasil Uji Kekerasan Tablet ..

.. Tabel 4.......... Tabel 4..........8 : Generik dan Paten...........................................................2 : Data Uji Keseragaman Bobot Tablet Akarbose Generik dan Paten .....................................x DAFTAR TABEL Tabel 2....................... Tabel 4......................................6 : Data Uji Kekerasan Tablet Akarbose Generik .....................5 : Data Uji Kerapuhan Tablet Clucobay Paten ........1 : Data Uji Keseragaman Ukuran Tablet Akarbose Generik ..............................................................4 : Data Uji Kerapuhan Tablet Akarbose Generik...... Tabel 4........................................ Tabel 4................1 : Pernyataan Keseragaman Bobot ........ x 17 32 34 35 36 36 37 38 39 40 41 .... Tabel 4.......9 : Generik ............ Tabel 4.7 : Hasil Pengolahan Data Uji Waktu Hancur Tablet ..................................................................3 : Data Uji Waktu Hancur Tablet Akarbose Paten dan Generik .... Tabel 4................... Tabel 4....................10 : Paten ..................... Tabel 4....

............xi DAFTAR GAMBAR Gambar 2........................................................1 : Sifat Kimia .......... xi 19 .

............................................. Lembar Bimbingan Karya Tulis Ilmiah ............................xii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Lampiran VI : : : : : : Pengesahan Praktikum ........... Perhitungan Hasil Data ................... Gambar Alat Uji Mutu Fisik ....... xii 47 48 57 64 65 68 ................................................ Data Statistik ............................. Nilai Kritis Distribusi “t” ...................................................................................................................................

keretakan. yaitu obat beredar melaui pembuluh darah ke seluruh tubuh(Ansel. Selain itu juga harus menahan goncangan mekanik selama di produksi pengobatan serta mempunyai kestabilan kimia dan fisika untuk mempertahankan kelengapan fisiknya sepanjang waktu. dipelajari pengaruh ilmu pengetahuan yangdijumpai dalam proses pembuatan sediaan farmasi yang disiapkan untuk pasaran serta metode pengawasan mutu terhadap produk tersebut yang dimaksudkan untuk menjaga dan menciptaan produk obat yang lebih baik. Penggunaan obat melalui oral bertujuan untuk mendapatkan efek sistemik. Bahkan banyak hal menarik yang diketahui di bidang farmasi industri Dalam farmasi industri. sehubungan dengan penciptaan efek terapi yang diharapkan oleh konsumen (pasien) sediaan obat yang di produksi dalam suatu industri dapat beragam. tetapi juga di bidang industri. karena tablet harus kelihatan menarik yang memepunyai identitas sendiri serta bebas dari serpihan. kontiminasi.1 BAB I PENDAHULUAN A. Tablet merupakan salah satu sediaan farmasi yang banyak tantangan didalam mendesain dan membuatnya. pelunturan atau pemucatan. 1989). Latar Belakang Perkembangan ilmu farmasi sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini pendidikan di bidang farmasi tidak hanya terbatas pada pelayanan di Rumah Sakit atau apotek apa saja. Tablet biasanya dibuat dengan penambahan bahan 1 . Salah satunya adalah dalam bentuk sediaan tablet yang cara pemakaian melalui saluran pencernaan.

2 tambahan yang disesuai.2008). Tablet Akarbose generik dan paten. 1989). 2002). nama sediaan yang diberikan oleh pabriknya dan terdaftar di departemen kesehatan suatu negara. Tablet Akarbose generik dan paten (50 mg. kekerasaan. zat pemberi rasa dan lapisan-lapisan dalam berbagai jenis. Akabose generik merupakan obat untuk menghambat glukosidase. Tablet dapat berbeda-beda dalam ukuran. Kebanyakan dari tablet ini dibuat dengan penambahan zat warna. . golongan dari penghambat enzim α-glikosidase Akarbose (golongan penghambat enzim α glikosidase) efektif dengan dosisnya yang tungal. Perbedaan tablet akarbose generik dan paten sebagai berikut 1). berat. 100 mg) digunakan untuk diabetes meletus tipe I dan tipe II(Tjay dan Kirana. Alat kompres tablet merupakan alat berat dari berbagai kapasitas dipilih sesuai dengan dasar dari jenis tablet yang akan dibuat secara produksi ratarata yang diinginkan (Ansel. 2).2008). disebut juga sebagai merek terdaftar (Anief. daya hancur.ketebalan. nama resmi yang telah ditetapkan dalam farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non Propietary names) dari WHO (World Health Organization) (Anief. Tablet Akarbose generik dan paten merupakan obat oral yang digunakanuntuk mengobati diabetes meletus tipe-1 dan tipe-2 (non-insulin dependance).akarose paten merupakan untuk menghambat glukosidase.

uji kerabuhan tablet. dan uji waktu hancur. uji waktu hancur. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian di sesuaikan dengan rumusan masalah diatas adalah 1. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang diatas maka disimbulkan suatu permasalahan sebagai berikut: 1.3 Tablet salut enterik adalah tablet yang disalut dengan lapisan yang larut atau hancur dilambung. Tablet Akarbose generik dan paten tablet rsalut enterik harus memenuhi uji fisik diantaranya uji kekerasan tablet. Apakah terdapat perbedaan hasil uji mutu fisik pada tablet akarbose generik dan paten yang meliputi uji keseragaman bobot. Ingin mengetahui tablet akarbose generik dan paten sudah sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam Farmakope Indonesia dan literatur resmi lainya. . uji keseragaman bobot. dimana dalam hal ini diharapkan tablet dapat hancur sesuai dengan waktu hancur yang tepat. B. Pengujian tersebut dimaksudkan untuk dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Juga diharapkan memeliki kekerasan dan kerapuhan untuk menghindari keretakan saat pengiriman (Ansel. 1989). Apakah tablet akarbose generik dan paten dapat memenuhi persyaratan yang tertera pada Farmakope Indonesia dan literatur resmi lain? 2. uji kerapuhan dan uji kekerasan? C. uji keseragaman ukuran. uji keseragaman ukuran.

. Mengetahui perbedaan uji mutu fisik pada tablet akarbose generik dan paten yang meliputi uji keseragaman bobot. uji kerapuhan dan uji kekerasan. uji keseragaman ukuran. uji waktu hancur.4 2.

Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rentang normal. maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi insulin lain. Tinjauan Tentang Diabetes Melitus Tipe II 1. desensitisasi terhadap glukosa. Etiologi Diabetes Mellitus Tipe II DM tipe II disebabkan kegagalan relatif sel β dan resisten insulin.5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 5 Berarti sel β pankreas mengalami . 2001). maka diabetes mellitus tipe II dianggap sebagai non insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) (Corwin. Definisi Diabetes Mellitus Tipe II Diabetes Mellitus (DM) Tipe II merupakan penyakit hiperglikemi akibat insensivitas sel terhadap insulin. Resisten insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan erifer dan untuk menghambat produksi glikosa oleh hati. Sel β tidak mampu mengimbangi resistensi insulin ini sepenuhnya. Karena insulin tetap dihasilkan oleh sel-sel beta pankreas. Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa. artinya terjadi defensiensi relatif insulin. 2.

tetapi lebih disebabkan jumlah konsumsi yang terlalu banyak. rasa haus (polidipsi). dan merasa tidak fit. Kelainan genetik Diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes. 4. Faktor resiko Diabetes Mellitus Tipe II Beberapa faktor yang diketahui dapat mempengaruhi DM tipe II antara lain: a. kehilangan tenaga. . karena gen yang mengakibatkan tubuh tak dapat menghasilkan insulin dengan baik. b. cepat lelah. Manifestasi Klinis Diabetes Mellitus Tipe II Seseorang yang menderita DM tipe II biasanya mengalami peningkatan frekuensi buang air (poliuri).Obesitas bukan karena makanan yang manis atau kaya lemak.6 3. Pola makan yang salah Pada penderita DM tipe II terjadi obesitas (gemuk berlebihan)yang dapat mengakibatkan gangguan kerja insulin (resistensi insulin). DM tipe II sering muncul setelah usia 30 tahun ke atas dan pada mereka yang berat badannya berlebihan sehingga tubuhnya tidak peka terhadap insulin. rasa lapar (polifagia). sehingga cadangan gula darah yang disimpan didalam tubuh sangat berlebihan. Usia Umumnya penderita DM tipe II mengalami perubahan fisiologi yang secara drastis. c.

mudah sakit berkepanjangan. 1995). Definisi Obat Obat adalah suatu zat yang dimaksudkan untuk dipakai dalam diagnosis mengurangi rasa sakit. 2002). maka dikerubuti oleh semut yang merupakan tanda adanya gula (Smeltzer & Bare. obat dapat digolongkan berdasarkan a. Tinjauan Tentang Obat 1.(Anief. Disebut obat paten pabrik .7 kelelahan yang berkepanjangan dan tidak ada penyebabnya. Obat digolongkan berdasarkan merk dagang 1) Obat paten Obat paten adalah nama sediaan yang diberikan oleh pabriknya dan terdaftar di departemen kesehatan suatu negara. Penggolongan Obat. obat sebagai salah satu komponen yang tidak dapat tergantikan dalam pelayanan kesehatan. biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun. 2. Dari sebagai macam obat beredar dari masyarakat. jika glukosa darah sudah tumpah kesaluran urin dan urin tersebut tidak disiram.Gejala-gejala tersebut sering terabaikan karena dianggap sebagai keletihan akibat kerja. B. tetapi prevalensinya kini semakin tinggi pada golongan anak-anak dan remaja. disebut juga sebagai merek terdaftar. hewan dan tumbuh-tumbuhan. Mengobati atau mencegah penyakit pada manusia.

2) Obat Generik Obat generik adalah obat dengan nama generiknya. Untuk memperoleh obat ini harus dengan resep dokter dan apotek Wacip melaporkan jumlah dan macamnya (Anief. Contohnya : Peharnoxil. selama paten tersebut masih berlaku.2008) b. Nama generik ini ditetapkan sebagai judul dan Monografi sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generik tersebut sebagai zat tunggal. baik dengan nama dagang dan pabrik peniru ataupun penjual dengan nama generiknya. nama resmi yang telah ditetapkan dalam farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non Propietary names) dari WHO (World Health Organization) untuk zat berkhasiat yang dimaksudnya. Merupakan pengobatan dan obat yang ilmu pengetahuan mengakibatkan ketergantungan dipergunakan tanpa ada diperlukan dalam bidang yang pembatas dan dapat merugikan juga apa bila dan pengawas.(Anief. 1996). Amoxan. Metformin. . obat ini tidak boleh diproduksi oleh pabrik lain. Contoh : Amoxicilin.8 penemu obat tersebut dalam jangka waktu tertentu. Obat digolongkan berdasarkan peraturan perundang-perundagan . 1) Obat narkotik (obat bius atau obat daftar O = opiat).

4) Obat bebas terbatas (dulu disebut obat daftar w) Yaitu obat yang diserahkan tanpa resep dokter dengan penyerahan dalam bungkus aslinya dan di beri tanda peringatan dan berwarna biru. degan garis tepi berwarna hitam.9 2) Obat psikotropika Obat yang berbahaya dengan mempengaruhi proses mental. b) Yang mempunyai takaran maksimum atau yang tercamtum dalam c) daftar obat keras. .mengubah pikiran atau kelakuan seseorang. kecuali dinyatakan oleh Depkes tidak berbahaya. 3) Obat keras (dahulu disebut obat daftar G=Gevaar Lingk = berbahaya) adalah semua obat : a) Yang hanya dapat dibeli diapotek dengan resep dokter. 5) Obat Bebas. merangsangataumenanangkan. e) Semua persedian parental. d) Yang merupakan obat baru. Yaitu obat yang diberi secara bebas dan tidak membahayakan bagi pemakai dan diberih tanda lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Yang diberi tanda khusus lingkaran bulat warna merah dengan garis tepi berwarna hitam dan L yang menyuru garis tepi.

2) Obat kemoterapeutik. Obat keras yang dapat diserahkan apoteker kepada pasien di apotek tanpa resep dokter(Anief. Sebetulnya penyakit bukan dimaksudkan melainkanmerupakan obat untuk mengobati pembantum untuk melakuakn diagnosis (mengenai penyakit) di saluran lambung dan usus. Menurut Penggunaan Obat a. Misalnya obat cacing. misalnya .10 6) Obat Wajib Apotek. 2002). diuretik. Obat ini dapat membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh tuan rumah. 3. Obat yang bekerja terhadap tuan rumah dengan jalan mempercepat atau memperlambat proses-poses fisiologi atau fungsi biokimia dalam tubuh. bakteri dan virus 3) Obat Diagnosistik. Penggunaan obat melalui oral. 1) Obat Farmakodinamik. Tujuan pengguan obat melalui oral terutama untuk mendapat efek sistemik . hipnotik dan obat otonom(Tjay dan Kirana. 1994). Obat digolongkan berdasarkan di pasaran. c. hormon-hormon.

. d. Rute penggunaan obat dengan jalan mencoblos beberapa jaringan badan. Bahan Tambahan Tablet Untuk membuat tablet diperluhkan zat tambahan berupa: a. 2. C. Suatu obat dalam keadaan gas atau uap diabsorbsi dengan cepat melalui hidung. Zat pengisi(diluent) Dimasukkan untuk membersar volume tablet biasanya digunakan sacharumlactis. Pengunaan obat pada kulit . calcii phospat dancalcii cartonas. c. Pengunaan obat dalam selaput lendir Seperti melalui telinga dubur dan vagina . Untuk memperoleh efek pada atau di dalam kulit.amylum manihot. trachea. dengan satu macam bahan aktif atau lebih tergantun tujuan terapi yang ingin dicapai. Penggunaan obat secara inhalasi. e. Penggunaan obat secara penetralan Merupakan suatu rute yang tidak melalui usus. Definisi Tablet Tablet adalah bentuk sediaan padat mengandung satu unit dosis lazim. paru-paru dan selaput lendir pada perjalanan pernapasan. Tinjauan Tentang Tablet 1.11 b.

1) Tablet bersalut gula (sugar coating). c. memberikan manis.Biasanya yang digunakan mucilago gummi arabici 10-20%. digunakan dalam amylum manihot kering. Zat penghancur (disentegrator ). Biasanya yang.Kerugian dari tablet ini yaitu penampilan yang dalam pengolahanya .lapisan ini larut dalam air dan cepat terurai begitu ditelan. Biasanya berwarna atau tidak berwarna. Zat pengikat (binder).12 b. Tablet Bersalut Dengan maksud dan tujuan tablet disalut dengan zat penyalut yang cocok. Keuntungan tablet bersalut gula ini bermacam. 3. atau untuk menghindarkan gangguan dalam pemakaian akibat rasa atau bau bahan obat dengan adanya lapisan gula.macam. d. 1989). Tablet kompresi ini mungkin diberi lapisan gula berwarna dan mungkin juga tidak. yaitu untuk melindungi obat dari udara dan kelembaban. Macam-Macam Tablet a. Dimasudkan agar tablet dapat hancur dalam perut . Zat pelicin (lumbricant) Dimaksudkan agar tablet tidak lenket pada cetakan (matrys). gelatin agar-agar Natrium alginat. serta memberi rasa. Bisanya dikunakan talcum5% magnesia sterat(Ansel. Dimasukkan akar tablet tidak pecah atau retak dapat melekat.

1989). b. Tablet kempa adalah tablet yang lebih cepat membuatnya dan lebih ekonomis. 2) Tablet bersalut selaput (film coating). tetapi larut dalam usus. Tablet berefek sistemik. . Dalam ronggamulut. 3) Tablet bersalut enterik (enteric coating) Tablet bersalut enterik adalah tablet yang disalut dengan zat penyalut yang relatif tidak larut dalam asam lambung. 1) Tablet bukal. absorbsi terjadi melalui mukosa mulut masuk peredaran darah. Tetapi proses pembuatanya harus bebas lembab serta tidak terjadi incompabilitas tablet karena lembab (Ansel.13 membutuhkan waktu dan kehalian. selain tablet biasa yang ditelan masuk perut terdapat pula yang lain.serta menambah berat dan ukuran tablet(Ansel. Penyalutan pada tablet dimaksudkan agar obat tidak mengiritasi pada lambung. 4) Tablet bersalut kempa (press coating). digunkan dengan cara dimasukkan antara pipi dan gusi. Tablet yang dilapisi selaput tipis dengan zat pembalut yang dikenankan atau disemprotkan pada tablet. Biasanya lapisan ini berwarna dan lebih tahan lama. 1989). biasanya berisi hormon steroid. dan dimaksudkan pula agar obat pekerja pada usus.

penggunaan hormon secara local (Anief. c. 2) Tablet untuk vaginal Tablet ini berbentuk seperti amandel. Tablet yang digunakan untuk tujuan pengobatan local 1) Tablet hisap (lozenges) Digunakan untuk efek lokal di mulut dan tenggorokan. 3) Tablet implantasi. umumnya digunakan sebagai infeksi (efek lokal). absobsi terjadi melalui mukosa masuk peredaran darah. Biasanya berisi hormon steroid. d.1996). steril dimasukkan secara implatasi dalam kulit (Anief. oval.14 2) Tablet sublingual. tablet ini merupakan pellet. dibuat dengan cetakan atau dibuat dengan kompresi dan mengandung sejumlah kecil . 1) Tablet effervescent Yaitu tablet berbuih. 2) Tablet tinturate Tablet dengan bentuk silinder. atau bahan lain yang mampu melepaskan gas ketika bercampur dengan air.1994). bulat atau oval pipih. digunakan dengan jalan dimasukkan dibawah lidah. Tablet untuk pembuatan larutan. digunakan sebagai anti infeksi anti fungsi. yang dibuat dengan cara compresi granula yang mengandung garam efferevescent.

Tablet tintural harus dapat dengan cepat dan mudah larut seluruhnya dalam air. Dokter melarutkan sejumlah tablet yang dipergunakan dalam pelarut yang sesuai dalam keadaan steril membuat larutan injeksi (Ansel. Keuntungan tablet Tablet mempunyai beberapa keuntungan bila dibandingka dengan kapsul. Kompinasi dari sebagai pengenjer sukrosa dan laktosa biasanya dapat dan dalam formulanya dihindari adanya bahan yang tidak larut dalam air 3) Tablet Hipodermik Tablet hipodermik yaitu. 1) Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral utuk ketetapan ukuran 2) Tablet merupaka bentuk sediaan yang ongkos pembuatanya paling rendah . tablet ini dibuat dengan cara kompresi. maka tekanan yang di perlukan kecil. Hal-hal berikut ini dapat disebut sebagai keunggulan utama tablet. 4.1989). tablet untuk dimasukkan dibawah kulit biasanya dimasukkan untuk digunakan oleh dokter dalam membuat larutan parenteral. Sehingga bila.15 obat keras. a. Keuntungan dan kerugian tablet.

4) Tablet merupakan sedian oral yang mudah untuk diproduksi secara besar-basaran. obat bau yang tidak dapat dihilangakan atau obat perluh pengapsulan atau penyelungan dulu sebelum di kempa (bila mungkin) atau memerlukan jalan keluar yang terbaik serta lebih murah 3) Obat yang sukar dibasahakan. lambat melarut dosisnya cukup tinggi. 2) Obat yang rasanya pahit. absorbs aptimumnya tinggi melalui saluran cerna atau setiap kompinasi dari sifat diatas akan sukar atau tidak mungkin difurmulasi dan dipabrikan dalam bentuk tablet yang masih menghasilkan biovasibilitas obat cukup(Lachman. .16 3) Tablet merupakan sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak.1994). 5) Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling murah dan mudah untuk dikirimkan b. Kerugian tablet Tablet memiliki bebepa kerugian diantaranya : 1) Beberapa obat ada yang tidak dapat dikempa menjadi padat dan kompak tergantung pada keadaan fisik aromanya. flokulasi atau rendah berat jenis.

dihitung bobot rata-rata tiap tablet. Tinjauan Tentang Pengujian Mutu Tablet Pengujian mutu tablet ini tidak terlepas dari syara-syarat suatu tablet yaitu harus memenuhi persyaratan yang tertera di Farmakope Indonesia : 1.5 % 15 % 5% 10 % . jika di timbang satu persatu tidak boleh lebih dari 2 tablet masing-masing bobotnya menyimpang dan bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom A.1 : Pernyataan keseragaman Bobot Bobot rata-rata 25 mg atau kurang 26 mg – 150 mg 151 mg – 300 mg Lebih dari 300 mg Penimpangan bobot rata-rata dalam % A B 15 % 30 % 10 % 20 % 7.. Memenuhi keseragaman bobot Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang ditetapkan sebagai berikut: Ditimbag 20 tablet. dan tidak satu tablet pun bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom B.( Depkes. dapat digunakan 10 tablet dan tidak satu tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom A dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimbang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom B.1995).17 D. RI. Tabel 2. jika tidak mencukupi 20 tablet.

Penulisan hasil 3 angka di belakang koma dengan satuan cm e. Memenuhi uji waktu hancur Dimasukkan 5 tablet kedalam keranjang. ulang pegujian menggunakan tablet yang satu per satu. Waktu yang diperluhkan untuk menghancurkan ke enam tablet tidak lebih dari 15 menit untuk tablet bersalut dan tidak lebih darih 60 menit untuk bersalut gula dan bersalut.1995).. diturun-naikkan keranjan secara teratur 30 kali tiap menit. 4.. alat yang digunakan dengan melakukan sebuah tablet terhadap gabungan . 3. kecuali frakmen yang berasal dari penyalut. kecuali dinyatakan lain. Ketepatan ukuran dilihat pada skala mm yang berada tepat garis dengan skala cm d.18 2. Tablet dinyatakan hancur tidak ada bagian tablet yang tertinggal diatas kasa. RI. Perhatian posisi angka 0 skala mm pada skala cm c. Memenuhi Uji Keseragaman Ukuran Cara pembacaan jangka sorong : a. Dengan cara pengujian ini tablet harus memenuhi syarat diatas( Depkes. RI. garis tengah tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang 1 1/3 tebat tablet (Depkes. Jika tablet tidak memenuhi ini. Persyaratnya kecuali dinyatakan lain. Perhatian skala cm dan skala mm b. Memenuhiuji kerapuhan tablet Alat uji kerapuhan untuk labortorium dikenal dengan fribilitas. 1979). kemudian ulang lagi menggunakan 5 tablet dengan cakram penuntun.

kemuadian dijalankan sebanyak 100 putaran. Pengukuran tingkat kekuatan (dalam kg atau dalam unit yang berubah-ubah) dibutuhkan dalam memecahkan tablet. 1989). biasanya tablet yan lebih ditimbang diletakkan didalam alat ini. Tinjauan Tentang Akarbose Generik Dan Paten 1. jatuhkan tablet sejauh 6 inci pada setiap putaran. Tablet ini kemudian dibersihkan dan ditimbang ulang. Persyratan kekerasan untuk tablet minimum 4 kg dan maksimum 8 kg (Ansel. Sifat Kimia N–R HOC HO OH OH Gambar 2. Tetapi tablet juga akan lunak untuk melarutkan atau menghancurkan dengan sempurna begitu digunakan atau dapat di patahkan diantara jarijari bila memang tablet ini perlu dibagi untuk pemakaianya. kehilangan beratnya lebih kecil dari 0.19 pengaruh goresan dan goncangan dan memakai sejenis kotak plastik yang perbutar pada kecepatan 25 Rpm. Memenuhi uji kekerasan tablet Pada umumnya tablet harus keras untuk tahan pecah waktu dikemas. 1989). E.5% sampai 1% masih dapatdibenarkan (Ansel. dikirim dengan kapal dan waktu ditangani secara normal. 5.1 .

Kelarutan Bersifat larut dalam air (Tjay dan kirana. b. 2. Tindakan ini didasarkan pada penghambatan enzim usus (α-glucosidasi) yang terlibat dalam degradasi disakarida.20 R = 3 mol monosakarida a. Yang paling penting . Zat penghambatan ini sangat rendah sistemik tersedia percentageof diinginkan. 2002). Farmakodinamik Bahan aktif dari Glucobay adalah acarbose. Hal ini menyebabkan penundaan tergantung dosis dalam pencernaan karbohidrat ini.suatu pseudotetrasaccharide berasal dari mikroba. glukosa yang berasal dari karbohidrat dilepaskan dan dibawa ke dalam darah lebih lambat. Dengan cara ini acarbose menunda dan mengurangi rese potprandial glukosa . Dengan demikian . Pemberian serbuk Serbuk berwana putih tidak berbau b. Acarbose diberikannya aktivitas di saluran usus. Farmakologi a. oligosakarida dan polisakarida. bioavailabilitas rendah ini tidak memiliki relevansi untuk efek terapeutik. Farmakokinetik Bioavailabitily adalah 1-2 % saja. karena acarbose hanya bertindak secara lokal di usus.

oleh sebab itu efek samping sistemiknya minimal. tenggorokan serasa tersumbat. 4) Kadang-kadang dapat terjadi gatal-gatal dan bintik-bintik merah pada kulit. c. Toleransi glukosa. 2) Yang sering terjadi. lebih sering flatus dan kadang-kadang diare. fluktuasi glukosa darah sepanjang hari berkurang dan nilai-nilai glukosa darah rata-rata menurun. terutama gangguan lambung. Efek samping 1) Tidak diserap ke dalam darah. jadi tidak dapat diatasi dengan pemberian sukrosa (gula pasir). Indikasi Terapi tambahan dalam hubungannya dengan diet pada pasien dengan diabetes mellitus. 5) Bila diminum bersama-sama obat golongan sulfonilurea atau dengan insulin. . dapat terjadi hipoglikemia yang hanya dapat diatasi dengan glukosa murni. lebih banyak gas. d. lidah atau wajah. 3) Efek samping ini dapat berkurang dgn mengurangi konsumsi karbohidrat. sesak nafas. yg akan berkurang setelah pengobatan berlangsung lebih lama.Sebagai akibat dari efek balancing pada penyerapan glukosa dari usus. dalam kombinasi dengan diet dan olahraga . pembengkakan pada bibir.21 darah.

atau 3 x 1 tablet Glucobay 100/hari) 2) Dosis yang lebih kecil diberikan dengan makan kecil(snack) f. 2) Diet diabetes harus tetap dipatuhi selama pemberian acarbose generik dan paten. pinsan (pandangan menjadi gelap). Dosis. Dosis rata-rata adalah 300 mg Glucobay / hari (sesuai dengan 3 x 2 tablet Glucobay 50/hari. 3) Jika Anda merasakan gejala-gejala hipoglikemia (pusing. . Oleh karena itu. perubahan ini bersifat reversible setelah penghentian terapi akarbose generik dan paten. 1) Dosis dapat ditingkatkan setelah 4-8 minggu.22 e. kecuali sudah diizinkan oleh dokter. pemberiksaan kadar enzim hati harus dilakukan selama 6-12 bulan pertama pengobatan. dan jika perlu harus agak dikurangi. dan jika pasien menunjukkan respon klinis yang tidak memadai dalam perjalanan kemudian pengobatan. segera hubungi dokter. 4) Obat ini tidak boleh dikonsumsi semasa hamil atau menyusui. keluar keringat dingin. Perhatian dan Peringatan 1) Peningkatan kadar enzim hati yang simtomatik dapat terjadi pada beberapa kasus. Pada kasus yang telah dievaluasi. detak jantung meningkat. lema). Jika keluhan menyedihkan berkembang meskipun ketaatan pada diet dosis tidak harus ditingkatkan lebih lanjut.

metformin atau insulin. sebagai akibat meningkatkannya fermentasi karbohidrat. Interaksi obat 1) Sukrosa (gula tebu) dan makanan yang mengadung sukrosa sering menyebabkan rasa tidak nyaman pada abdomen atau pun diare selama pengobatan dengan akarbose generik dan paten.23 g. 4) Pada beberapa kasus. 2) Akarbose mempunyai efek antihiperklikemia. atau insulin pada beberapa kasus dapat terjadi hipoglikemia. Bila akarbose generik dan paten diberikan sebagai tambahan bersama obat-obtan yang mengandung sulfaneuria. penurunan nilai glukosa darah kedalam batasan hipoklikemia dapat mengharuskan penurunan dosis yang sesuai untuk sulfaneuria. karena alasan ini sukrosa kurang tepat untuk mengatasi hipoglikemia secara cepat dan sebagai gantinya diberikan glukosa. 3) Bila terjadi hipoglikemia akut. . akarbose dapat mempengaruhi biovailabilitas digoksin. harus diingat bawah penguraian sukrosa (gula tebu) terjadi frutosa dan glukosa terjadi lebih lambat selama pengobatan dengan akarbose generik dan paten. tetapi akarbose pateng senerik sendiri tidak menyebabkan hipoklikemia. sehingga perluh penyesuian dosisi dari digoxin. metformin.

2012) . adsoben usus. cholestyramine.24 5) Karena kemunkinan pengaruh kerja dari akarbose generik dan paten. pemberian bersama dengan antasida. dan enzim pencernaan harus dihindarkan. 6) Tidak ada interaksi dengan dimetisone/simeticone yang pernah diamati.(Mims. 7) Obat-obatan tertentu cenderung untuk menghasilkan hiperglikemia dan dapat menyepabkan kehilangan control glukosa darah.

Alat Alat yang digunakan dalam penilitian karya tulis ini adalah sebagai berikut: a. Timbangan digital/analitik c. Alat dan Bahan 1. Thermometer g. Desintegrator f. Tempat Tempat pelaksaan praktikum dalam penyusunan karyatulis ini dilakukan di laboratorium industri farmasi “Bhakti Wiyata” Kediri. 2. Jangka sorong b. B. Stop watch h. Hardness tester e. Friabilator d. Waktu Waktu penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2013 sampai bulan Februari 2014.25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pemanas air 25 . WaktudanTempat 1.

Kertasperkamen Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penilitian karya tulis ini adalah sebagai berikut: a.38°C C. Kuas j. Aquadestdengansuhu36°C . i. Prosedur Kerja 1. Uji keseragaman ukuran a. Tablet Akarbose b. Tablet Glucobay c.26 2. Cara Kerja 1) Ambil 20 tablet 2) Menyiapkan alas jangka sorong untuk mengukur Cara pembacaan jangka sorong : a) Perhatian skala cm dan skala mm b) Perhatian posisi angka nol (0) skala mm pada skala cm c) Ketepatan ukuran dilihat pada skala mm yang berada tepat segaris dengan skala cm d) Penulisan hasil tiga angka dibelakang koma dengan satuan cm 3) Mengukur diameter dan tebal tablet satu-persatu sebanyak 20 tablet .

Cara Kerja 1) Menyiapkan alat timbangan digital 2) Ambil 20 tablet 3) Menimbang tablet satu persatu sebanyak 20 tablet 4) Menghitung bobot rata-rata 5) Menghitung persentase (%) penyimpanan tiap-tiap tablet terhadap bobot rata-rata : % Penyimpanan = b. Jika tidak mencukupi 20 tablet.dapat digunakan 10 tablet.27 4) Membuat kesimpulan apakah tablet tersebut memenuhi syarat keseragaman ukuran. bobot tablet −(bobot rata−rata tablet) x 100% bobot rata−rata tablet Persyaratan Jika ditimbang satu persatu tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan dikolom A dan tidak boleh ada satu tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari harga dalam kolom B. garis tengah tablet tidak lebih dari 3 Kali dan tidak kurang dari 1 1/3 kali tebal tablet (FI III. 2. b. Uji keseragaman bobot tablet a. Persyaratan Kecuali dinyatakan lain. tidak satu tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom A dan tidak satu . 1979).

Bobot rata-rata 25 mg atau kurang 26 mg sampai dengan 150 mg 151 mg sampai dengan 300 mg Lebih dari 300 mg (FI III.1979) 3.5% 15% 5% 10% Uji waktu hancur a. sedalam tidak kurang 15cm sehingga dapat dinaik-turunkan secara teratur 6) Kedudukan kawat kasa.28 tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot ratarata yang di tetapkan kolom B. disusul cakram penuntun tiap tabunnya 4) Keranjang disisipkan searah di tengah-tengah tabung kasa dengan diameter 45 mm 5) Keranjang dicelupkan kedalam air dengan suhu antara 36°C 38°C sebanyak ± 1000ml. Penyimpangan bobot rata-rata dalam % A B 15% 30% 10% 20% 7. Cara Kerja 1) Ambil 5 tablet 2) Menyapkan alat disintegrator 3) Diambil 5 tablet dimasukan dalam keranjang masing-masing keranjang 1 tablet. pada posisi tertinggi tepat diatas permukaan air dan kedudukan terendah mulut keranjang tepat di permukaan air 7) Dinyalakan alat 8) Keranjang akan naik turun secara otomatis sebanyak 30 kali tiap menit .

4. ulangi pengujian menggunakan tablet satu persatu. Uji Kekerasan tablet a. Kecuali dinyatakan lain waktu yang di perlukan untuk menghancurkan keenam tablet tidak lebih dari 15 menit untuk tablet tidak bersalut dan tidak lebih dari 60 menit untuk tablet bersalut gula dan bersalut selaput. 1979). kemudian ulangi lagi menggunakan 5 tablet dengan cakram penuntun(FI III. b. Jika tablet tidak memebuhi dari syarat ini. . Persyaratan Tablet dinyatakan hancur jika tidak ada bagian tablet yang tertinggal diatas kasa. Cara kerja 1) Menyiapkan alat Hardness tester 2) Ambil 20 tablet 3) Uji tablet diletakan antara 2 landasan 4) Landasan digerak oleh motor listrik 5) Tablet ditekan dengan alat sampai pecah 6) Kekuatan kekerasan tablet dicatat Angka yang tertera dalam satuan Newton dan didalam kg. kecuali fragmen yang berasal dari zat penyalut.29 9) Mengamati dan mencatat waktu yang diperlukan untuk menghancurkan tablet.

(AchmadFudholi. sedangkanuntuk tablet lepaslambatadalah 10-20 kg.g W = F/g Keterangan: W = Berat (N) F = Gaya (N) m = Massa (kg) g = Kecepatan gravitasi (g = 9. untuk tablet hisap 714 kg. untuk tablet kunyah dan tablet hipodermik 3 kg. Cara Kerja 1) Menyiapkan alat friabilator 2) Ambil 20 tablet dibagi menjadi 2 kelompok tablet 3) Masing-masing tablet dejepit dengan pinset dibersihkan dengan hati-hati kelompok mengunakan kuas. 5. Jumlah Kekerasan Tablet dalam kg Jumlah Tablet Persyaratan Syarat kekerasan tablet: untuk tablet padaumumnya 4-8 kg. kemudian ditimbang setiap .30 Rumus: W = F W = m. 2013).8 m/s2) Kekerasan tablet= b. Uji kerapuhan tablet a.

2013). 9) Menghitung persentase (%) kehilangan berat tablet uji kerapuhan tablet % Kerapuhan= bobotawal -( bobotakhir) x 100% bobotawal Persyaratan Kerapuhan tablet dianggapcukupbaikbilahasilnyakurangdari 0. alat akan berputar secara otomatis pada kecepatan 25 rpm selama 4 menit 7) Pada setiap putaran tablet akan jatuh 6 inci 8) Tablet kemudian dikeluarkan dari alat dan dibersihkan dari debu lalu masing-masing ditimbang ulang.dan kelompok B pada sisi yang lain 5) Mengaktifkan alat friabilator.8% (AchmadFudholi. .31 4) Masukan tablet kelompok A ke dalam suatu sisi alat penguji kerapuhan.

351 0.711 0.270 0.272 0. 20.721 0.721 0.281 14. 12.721 0.360 14.720 0.361 0. Data Uji Keseragaman Ukuran Tablet Akarbose Generik Tabel 4.281 0.281 0.353 0.720 0. 8. 2.271 0.360 0.1 : Data Uji Keseragaman Ukuran TabletAkarbose Generik No. 3.360 0. 13.720 0.154 0.361 0.720 0.352 7.721 0.720 0.271 0.350 0.270 0.721 0. 4.723 0.721 0.357 .720 0.361 0.721 0.281 0.712 0. 14.  X Tablet Akarbose Generik Diameter (cm) Tebal (cm) 0.351 0.280 0.270 0.280 0.281 0.727 0. 17.282 0. 11.710 0. Hasil Uji Keseragaman Ukuran Tablet Setelah dilakukan pengujian keseragaman ukuran tablet didapatkan hasil sebagai berikut : 1. 1.360 0.720 0.282 0.712 0. 6.721 0.280 0. 19. 18.281 0.290 32 Tablet Glucobay Paten Diameter (cm) Tebal (cm) 0.272 0.721 0.720 0.350 0. 16.717 0. 5.720 0. 7.356 0.721 0. 15.360 0.720 0.360 0.271 0.370 0.365 0.711 0.721 0.412 5.280 0.720 0.720 0.720 0.32 BAB IV HASIL PENELITIAN A.817 0.712 0. 9. 10.351 0.722 0.721 0.720 0.367 0.721 0.353 0.720 0.720 0.720 0.711 0.720 0.

870 < 0.385 Tablet Glucobay Paten Tebal tablet = rata-rata tablet x 3 = 0.33 Kesimpulan : Tablet Akarbose Generik Tebal tablet = rata-rata tablet x 3 = 0.154 < 0.474 Jadi dari uji data keseragaman ukuran diatas.290 x 1 1/3 = 0.071 Tebal 1 1/3 = 0.474 Hasil = 3 x tebal < diameter < 1 1/3 < 1.720 < 0.071 < 7.870 Tebal 1 1/3 = 0. dapat disimpulkan bahwa tablet akarbose generik dan tablet glucobay paten memenuhi syarat yaitu garis tengah tablet tidak lebih dari 3 x rata-rata tablet dan tidak kurang dari rata-rata tablet 1 1/3. .357 x 3 = 1.385 Hasil = 3 x tebal < diameter < 1 1/3 < 0.357 x 1 1/3 = 0.290 x 3 = 0.

16 0.15 5.66 0.15 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 ∑ X Tablet Akarbose Penyimpangan Bobot (gr) (%) 0.16 0.16 0.16 0.159 2.628 0.15 0.169 Kesimpulan : Tablet akarbose generik dan paten diatas telah memenuhi syarat uji keseragaman Bobot yang telah ditetapkan karena.66 0.671 0.671 0.15 5.16 7.628 0. tidak ada dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata yang ditetapkan .15 0.149 2.628 0.989 0.15 0.16 0.628 0.628 0.628 0.16 0.16 0.16 0.671 0.671 0.671 0.15 0.671 0.15 0.15 0.16 0.16 0.34 B.671 2.91 0.671 0.628 3.382 0.628 0.14 6.16 0.382 0.15 0.15 0.17 6.671 0.671 0.628 0.628 0.16 0.15 5.16 0.040 0.628 0.671 0.18 43.16 0.16 7.6171 0.671 0.15 0.16 0.16 0.628 0.99 40.628 0.040 0. Hasil Uji Keseragaman Bobot Tablet Setelah dilakukan pengujian keseragaman Bobot Tablet didapatkan hasil sebagai berikut Rumus % penyimpangan = ?????????? −(?????????−????) x 100% ?????????−????????? Tabel 4.15 0.66 0.14 6.14 6.628 0.671 0.15 0.15 0.15 0.628 0.3378 0.15 0.628 0.040 0.2 : Data Uji keseragaman Bobot tablet akarbose generik dan paten No.049 Tablet Glucobay Penyimpangan Bobot (gr) (%) 0.671 0.

03 menit dan tablet glucobay 4.08 4. Hasil Uji Kerapuhan Tablet Setelah dilakukan pengujian kerapuhan tablet didapatkan hasil sebagai berikut .05 Kesimpulan dari uji waktu hancur di atas diperoleh hasil waktu hancur rata-rata tablet akarbose 7.04 7.01 4. III tidak lebih dari 10 menit (600 detik). C.04 21. 1 2 3 ∑ X Tablet Akarbose Waktu hancur (menit) 7.07 12.03 Tablet Glucobay Waktu hancur (menit) 4.05 menit Sehingga memenuhi syarat Farmakope Indonesia ed.16 4.35 kolom A (10 %) dan tidak ada satu tablet pun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom B (20 %) dan tablet Akarbose juga memenuhi syarat uji keseragaman bobot karena tidak ada dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom A (10%) dan tidak ada satu tablet pun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom B (20%).03 7.3 : Data Uji Waktu Hancur Tablet akarbose paten dan generik No. D.11 7. Hasil Uji Waktu Hancur Tablet Setelah dilakukan pengujian waktu hancur tablet didapatkan hal sebagai berikut : Tabel 4.

43 Kesimpulan : Berdasarkan.36 1.342 2.248 KELOMPOK B Bobot Kehilangan akhir Berat (kg) 2.255 2.53 1.27 0. . 2. Data Uji Kerapuhan Tablet Clucobay Paten Tabel 4.4 : Data Uji Kerapuhan Tablet Akarbose Generik No 1 2 3 ∑ X Bobot Awal (Kg) 2.476 Bobot Awal (Kg) 2.43 0.40 1.8% .5 : Data Uji Kerapuhan Tablet Clucobay Paten KOLOMPOKA Bobot Bobot No.258 0.254 0.42 2.256 2.341 2.35 X 0.239 0. data diatasdapat disimpulkan bahwa tablet Clucobay Paten telah memenuhi syarat kerapuhan tablet karena tablet kehilangan berat kurang dari 0.423 Kesimpulan : Berdasarkan.53 2.273 2.332 0.250 0. Data Uji Kerapuhan Tablet akarbose Generik Tabel 4.266 Kelompok B Bobot Kehilangan Akhir Berat % (Kg) 2.48 3 2.45 Bobot awal (kg) 2.42 2.243 0.48 2.254 2.251 0.331 0.263 2.262 0.246 0. Kehilangan Awal akhir Berat (kg) (kg) 1 2.35 1.3 0.263 2.48 2.245 0. data diatas dapat disimpulkan bahwa tablet akarbose generik telah memenuhi syarat kerapuhan tablet karena tablet kehilangan berat kurang dari 0.264 2.39 ∑ 1.262 Kelompok A Bobot Kehilangan Akhir Berat % (Kg) 2.253 0.8%.48 2 2.39 2.

38 8 46 4.46 7 49 4. Kekerasan Kekerasan Rata-rata Kekerasan Kekerasan Rata-rata (N) (Kg) (Kg) (N) (Kg) (Kg) 1 48 4.05 3 37 3.97 2 47 4.99 20 20 =4.85 20 48 4.77 45 4.28 18 29 2.33 Kesimpulan : Jadi kekerasan tablet Akarbose Generik dan tablet Clucobay Paten untuk tablet pada umumnya tidak lebih dari 4-8 kg? .89 42 4.99 47 4. Hasil Uji Kekerasan Tablet Setelah dilakukan pengujian kekerasan tablet didapatkan hasil sebagai berikut Tabel 4.79 9 43 4.69 47 4.03 49 4.87 28 2.95 44 4.48 19 38 3.79 43 4.6 : Data Uji Kekerasan Tablet Akarbose Generik Akarbose Clucobay No.69 17 48 4.79 = 4.79 45 4.96 86.58 4 39 3.97 14 47 4.07 39 4.598 11 46 4.99 43 4.97 47 4.67 34 3.89 48 4.99 46 4.79 30 3.69 47 4.37 E.96 86.33 10 57 5.59 15 39 3.79 5 48 4.319 kg kg 12 47 4.79 16 49 4.38 44 4.58 41 4.38 13 40 4.89 39 3.48 91.89 6 36 3.18 ∑X 91.

04 7.33 B  XB 2 9 16 4 3 1 Keterangan A : Tablet Akarbose generik B : Tablet Clucobay paten Uji statistik menggunakan uji t dua arah. t hitung > t kritis. 3) : 2.03 7.07 12. H0 diterima t kritis (α .01 0.38 F.11 7.66 0 1 1 2 0.088 < 2. Hasil pengolahan data uji waktu hancur tablet Tabel 4.08 4.03 0.088 1.01 3.02 0.7 : Hasil pengolahan data uji waktu hancur tablet No A (menit) A  XA A  XA 1 2 3  X 7.776 . Maka H0 diterima (H1 ditolak) .05 0. db) t (0.04 21. Maka diperoleh hipotesa sebagai berikut : H0 : Tidak ada perbedaan yang signifikan H1 : Ada perbedaan yang signifikan Kriteria pengujian : t hitung < t kritis.66 2 B (menit) B  XB 4.01 0.02 6.03 0 0.776 (lihat tabel nilai t) t hitung : 1.05 .01 4.16 4. Hasil Pengolahan dan Analisa Data 1.04 0.

689 0.16 0.39 Berdasarkan tabel 4.43 1.4 0.69 4.89 4.58 0.82 0.72 0.99 4.79 4.2 0.16 0.33 4.5184 1 7.327 0.95 3.2 0.722 4.025 0.13 0.99 4.448 0.86 0.043 A  XA 2 0.321 0.05 4.99 4.04 0.59 4.36 0.1 0.184 0.89 3.01 086 0.79 4.43 0.230 0.01 0.230 0.270 0.69 4.79 4.72 0.846 0.97 4.26 0.1 0.336 0.92 0.48 0.131 0.230 4.67 4.97 4.03 4. Hasil pengolahan data uji kekerasan tablet Tabel 4.69 4.79 3.016 24.85 4.97 3.07 0.52 0.01 0.193 0.58 91.8 0. Maka diperoleh hipotesa sebagai berikut : H0 : Tidak ada perbedaan yang signifikan H1 : Ada perbedaan yang signifikan .21 0.072 0.17 0.79 4.27 0.319 B  XB 0. 2.9 0.6 dapat diketahui bahwa tablet Akarbosegenerik dan paten mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap uji waktu hancur.03 0.85 0.04 0.144 9 0.46 4.07 4.28 0.89 3.230 0.036 B  XB 2 0.709 1.77 3.3 0.09 0.366 A : Tablet Akarbose generik B : Tablet Clucobay paten B (kg) 3.64 0.46 0.04 0.4 0.48 0.8 : Generik dan Paten No A (kg) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20  X 4.09 0.38 5.48 0.28 4.79 4.99 4.38 4.44 0.235 Uji statistik menggunakan uji t dua arah.09 2.79 3.38 0.48 4.58 4.3 1.184 0.07 0.028 2.3 0.89 2.48 2.598 A  XA 0.078 0.64 0.739 0.48 0.38 4.96 4.028 0.9 0.2 0.87 4.18 86.17 1.6 0.

40

Kriteria pengujian :
t hitung < t kritis, H0 diterima
t kritis (α ; db)
t (0,05 ; 38) : 2,021 (lihat tabel nilai t)
t hitung : 0,158
0,0158 2,021 , t hitung  t kritis
Maka H1 diterima (H0 ditolak)
Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa tablet Akarbose
generik dan paten mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap uji
kekerasan.
3.

Hasil pengolahan data uji Kerapuhan tablet
Tabel 4.9 : Generik
No

A (%)

1
2
3

X

0,48
0,42
0,53
1,43
0,47

A  XA
0,01
0,05
0,06
0,02
6,66

A  XA

2

1
2,5
3,6
7,1
2,36

A

: Tablet Akarbose Generik

B

: Tablet Clucobay Paten

B (%)
0,53
0,39
0,35
1,27
0,42

B  XB
0,11
0.03
0,07
0,01
3,33

B  XB

2

0,012
0,090
4,9
5,002
1,66

Uji statistik menggunakan uji t dua arah. Maka diperoleh
hipotesa sebagai berikut :
H0 : Tidak ada perbedaan yang signifikan
H1 : Ada perbedaan yang signifikan
Kriteria pengujian :

41

t hitung < t kritis, H0 diterima
t kritis (α ; db)
t (0,05 ; 4) : 2,776 (lihat tabel nilai t)
t hitung : 0,012
0,012< 2,776 , t hitung < t kritis
Maka, H0 diterima (H1 ditolak)
Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa tablet Akarbose
generik

tidak

mempunyai

perbedaan yang signifikan terhadap uji

kerapuhan.
Tabel 4.10 : Paten
No

A (%)

1
2
3

X

0,48
0,48
0,39
1,35
0,48

A  XA
0,03
0,03
0,06
0,12
0,04

A  XA

2

0,09
0,09
0,36
0,54
0,18

A

: Tablet Akarbose Generik

B

: Tablet Clucobay Paten

B (%)
0,48
0,42
0,40
1,3
0,43

B  XB
0,05
0,01
0,03
0,09
0,03

B  XB

2

2,5
1
9
12,5
4,16

Uji statistik menggunakan uji t dua arah. Maka diperoleh
hipotesa sebagai berikut :
H0 : Tidak ada perbedaan yang signifikan
H1 : Ada perbedaan yang signifikan

42

Kriteria pengujian :
t hitung < t kritis, H0 diterima
t kritis (α ; db)
t (0,05 ; 2) : 2,776 (lihat tabel nilai t)
t hitung : 0,053
0,053 < 2,776, t hitung < t kritis
Maka, H0 diterima (H1 ditolak)
Berdasarkan

tabel

4.8

dapat

diketahui

bahwa

tablet

Akarbosepatentidak mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap uji
kerapuhan.

G. Pembahasan
Sediaan farmasi yang paling banyak digunakan jika dibandingkan
terhadap sediaan farmasi bentuk lainnya adalah sediaan tablet. Tablet
sebelum digunakan atau dikonsumsi harus memenuhi serangkaian pengujian
terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa tablet yang
digunakan atau dikonsumsi bermutu baik, berkhasiat maupun karakteristik
fisiknya. Tujuan sebelum dibedakan tablet harus memenuhi syarat-syarat
pengujian fisik antara lain: Uji keseragaman ukuran, uji keseragaman bobot,
uji waktu hancur, uji kekerasan dan uji kerapuhan.
Uji keseragaman

bobot tablet tergantung pada berat tablet yang

dibuat. Banyak faktor yang dapat menimbulkan masalah keseragaman ini
tablet antara lain tidak seragamannya distribusi bahan obat pada pencampuran

43

bubuk atau granulasi, pemisahan dari campuran bubuk atau granulasi selama
pembuatan, serta penyimpanan tablet, persyaratan untuk keseragaman bobot
adalah tidak lebih dari dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang
dari harga yang ditetapkan kolom A dan tidak boleh ada satu tabletpun yang
bobotnya menyimpang dari harga yang ditetapkan kolom B (FI III,1979).
Uji waktu hancur dimaksudkan supaya komponen obat seperlunya
bersedia untuk diabsorbsi oleh saluran pencernaan, maka tablet harus hancur
dan dapat melepaskan komponen zat aktif dalam cairan tubuh secara
sempurna, sehingga dapat terabsorbsi, pada pengujian waktu hancur ini
digunakan media air sebanyak kurang lebih 100 ml sebagai pengganti cairan
lambung dengan suhu yang disesuaikan dengan suhu tubuh manusia yaitu
36°C sampai 38° C, dan sebagai gerakan peristaltik maka penunjang akan
digerak naik turunkan secara teratur 30 kali tiap menit. Waktu yang
diperlukan untuk menghancurkan kelima tablet tidak lebih dari 15 menit
untuk tablet tidak salut dan tidak lebih dari 60 menit untuk tablet bersalut (FI
III,1979).
Sesuai

dengan

persyaratan

tablet

ditetapkan

bahwa

untuk

keseragaman bobot tidak lebih dari dua tablet yang masing-masing bobotnya
menyimpang dari harga yang ditetapkan kolom A dan tidak boleh ada satu
tabletpun yang bobotnya menyimpang.Dari harga yang ditetapkan kolom B,
sehingga tablet akarbose danclucobay memenuhi uji Persyaratan keseragaman
bobot, waktu hancur

tablet akarbose

7,03 menit untuk tablet clucobay

4,05menit Tablet akarbose dan clucobay dengan syarat yang ditetapkan dalam

2013). (Achmad Fudholi. untuk tablet hisap 7-14 kg. 1979). Untuk uji kekerasan tabelet akarbose dan Clucobay memenuhi syarat yaitu dengan syarat tablet: untuk tablet pada umumnya 4-8 kg. 2013). untuk uji keseragaman ukuran tablet Akarbose dan Clucobay memenuhi syarat yaitu dengan syarat garis tengah tablet tidak lebih dari 3x rata-rata tebal tablet dan tidak kurang dari 11/3 x rata-rata tebal tablet (FI III. sedangkanuntuk tablet lepaslambatadalah 10-20 kg.44 FI III bahwa. untuk tablet kunyahdan tablet hipodermik 3 kg. Uji kerapuhan untuk tablet Akarbose dan Clucobay memenuhi syarat karena kehilangan berat tablet tidak lebih dari 0.8 % (Fudoli dan lanie. waktu hancur untuk tablet Akarbose dan Clucobay tidak lebih dari 10 menit maka tablet tersebut memenuhi syarat uji waktu hancur. .

uji keseragaman ukuran. B. Saran Perluh dilakukan pengujian selanjutnya diharapkan tidak hanya uji mutu fisik yang meliputi uji waktu hancur. uji keseragaman ukuran. uji kerapuhan dan uji kekersaan tablet yang sesuai Farmakope Indonesia edisi III. uji keseragaman bobot. IV dan literatur resmi yang lain. 45 . uji keseragaman bobot. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian uji mutu fisik dapat disimpulkan bahwa tablet akarbose dan tablet clucobay memenuhi syarat uji mutu fisik tablet yang meliputi uji waktu hancur. uji kerapuhan dan uji kekersan tablet tetapi juga uji difusi dan uji penetapan kadar.45 BAB V PENUTUP A.

Teori Dan Praktek Farmasi Industri Edisi III. 2002.2012 /2013.Yogyakarta Gadjah Mada Universitas Press. Gadjah Mada Universitas Press. Depkes RI. RI. Farmakope Indonesia Edisi IV. Moh. Farmakope Indonesia Edisi III.Gadjah Mada Universitas Press. Petunjuk Konsultasi Edisi XII Tan Hoan Tjay Kirana dan Kirana Rahardja. Sumber : kesehatan(diakses tanggal 8 april 2014. Ansel. 1995. 2013. Jakarta University Press. Anief. Horword C. Obat-Obat Penting Edisi V Jakarta: PT. 46 .pukul 1632) Format refrensi elektronik ditulis oleh Smeltzer & Bare. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia Format refrensi elektronik ditulis oleh Corwin.Diabetes mellitus TP IIdi Univeritas Sumatra Utara http://wwwPenelitian. Dkk. 1996. 1989. Jakarta University Indonesia Press.Sedian Solida.46 DAFTAR PUSTAKA Anief. Anief.. 2002.2011. Leon. Pengantar Sediaan Farmasi Edisi IV. 1995. Achmad dan Lanie. Elex Metido Kompotido. Prinsip Umum dan Dasar Farmakologi. Sumber : kesehatan(diakses tanggal 8 april 2014.Diabetes mellitus TP IIdi Univeritas Sumatra Utara http://wwwPenelitian.pukul 13:32) Fudholi.1994. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Penggolon Obat Berdasarkan Khasiat DaPengunaan. : Mims . Moho. Farmasetika. 1979. Lacman.Yogyakarta. Depkes. Moh. 1994.

A.47 LAMPIRAN I PENGESAHAN PRATIKUM NAMA : AZITA XIMENES NIM : 30311081 BIDANG MINAT : FARMASI INDUSTRI JUDUL : UJI MUTU FISIK TABLET AKAROSE GENERIK DAN PATEN Menerangkan bahwa Mahasiswa di atas telah melakukan praktikum di Laboratorium Farmasi Industri Fakultas Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri pada tanggal 6 Januari 2014 Mengetahui Pembimbing I Pembimbing II (Yustina Ratna Kesuma. Md) Kepala Lboratorium Farmasi Industri Fakultas Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri (Dewi Venda Erlina...Farm. S.Apt) 47 . S. Apt) (Erna Rahmawati.Si.

671 48 x100% .15  0. Table akarbose generik kelompok I 1.149 x100%  0. Tablet akarbose generik Tablet = tebal X 11/3 Tablet = tebal X 3 Hasil = 3 x tebal < diameter < 1 1/3 1.149. Penyimpanan = 2. Uji Keseragaman ukuran a.607 2.964 < 0.48 LAMPIRAN II PERHITUNGAN HASIL DATA 1. Uji Keseragaman bobot Penyimpanan (%) = bobot tablet  Rata  rata tablet rata  rata tablet Perhitungan a.964 < 0.149 0.368 < 0.15  0. Penyimpanan = 0. Tablet Clucobay Tablet = tebal X 11/3 Tablet = tebal X 3 Hasil = 3 x tebal < diameter < 1 1/3 1.607 b.149 0.671% x100%  0. 0.368 < 0.

Penyimpanan = 11. Penyimpanan = 14.671% x100%  0.149 0.149 0.149 0.149 0.15  0.0149 0.382% x100%  7.15  0.15  0.16  0.149 0. Penyimpanan = 4.149 0.15  0.149 0. Penyimpanan = 10.149 0.382% x100%  0. Penyimpanan = 0.14  O.149 0.149 0.671% x100%  0.671% x100%  0.15  0.149 0.149 0.149 0.671% x100%  0.49 3. Penyimpanan = 5.671% x100%  7.15  0.149 0. Penyimpanan = 8.040% x100%  0.15  0.149 0.149 0.671% x100%  0.149 0.671% .149 0.671% x100%  0. Penyimpanan = 13. Penyimpanan = 6.16.15  0.149 0.15  0. Penyimpanan = 7.149 x100%  0.149 0.671 0.149 0.149 x100%  6. Penyimpanan = 12. Penyimpanan = 9.

149 0.3  246.149 0. Penyimpanan = 20. Penyimpanan = 16.6 248.0  246. Penyimpanan = 19.149 0.1  246.40% x100%  0. Penyimpanan = 2.671% x100%  0.6 246.149 x100%  0.14  0.6 247. Penyimpanan = 17.24% x100%  0. Penyimpanan = 6.2  246. Penyimpanan = 0. Penyimpanan = 245.6 246.149 0.671% x100%  6.15  0.6 246.48% x100%  0.671% b.149 0.15  0. Penyimpanan = 3. Penyimpanan = 4. Tablet Clucobay 1.149 0.14  0.6 246.6 247. Penyimpanan = 5.4  246.15  0.040% x100%  0.671% x100%  6.149 0.6 x100%  0.20% x100%  0.149 0.50 15.149 0.6 246.12% .6 246.149 0.6 246.15  0.149 0.6  246.6 245. Penyimpanan = 18.040% x100%  0.56% x100%  0.

6 x100%  0.6 x100%  0.6 18.56% x100%  0.6 17.16% 15.0  246.6 16.6 246.56% x100%  0.6 x100%  0. Penyimpanan = 10.6 245.1  26 13.12% 246.1  246.3  246.28% x100%  0.6 246.6 248.6 247. Penyimpanan = 12.6 246. Penyimpanan = 246.56% 246.51 7.6 247.12% 246. Penyimpanan = 245. Penyimpanan = 246.16% x100%  0.2  246.2  246.24% x100%  0.6 x100%  0.2  246.2  246. Penyimpanan = 14. Penyimpanan = 248. Penyimpanan = 11. Penyimpanan = 8.6 248.6 246.60% x100%  0.60% x100%  0. Penyimpanan = 9.6 246.3  246.6 x100%  0.2  246.6 246. Penyimpanan = 246.6 246.6 246.6 246.3  246.16% 246.2  246. Penyimpanan = 246.6 .

3 3 Waktu hancur tablet Clucobay x 4.05 menit 3 3 Uji Kerapuhan %kerapuhan  a.24% 246. Bobot awal  bobot akhir x100% Bobot awal Tablet Akarbose 1) Kolom A a) Tablet I 2.42% 2.53% 2.262  2. Penyimpanan = 246.6 x100%  0.6 20.341 c) Tablet III % kerapuhan  2.251 x100%  0.6 x100%  0.6 Uji Waktu Hancur a.3  246.2  246.16  4.03menit  x  12.11  7.52 3.264 % kerapuhan  b) Tablet II % kerapuhan  2.  x  21.264  2.12% 246.331 x100%  0.262 . Waktu hancur tablet Akarbose x b.250 x100%  0. 19.48% 2. Penyimpanan = 247.341  2.

273  2.53% 2. 2.263 b) Tablet II % kerapuhan  2.48% 2.266  2.263 c) Tablet % kerapuhan  b.266 Tablet Clucobay 1) Kolom A a) Tablet II % kerapuhan  2.263  2.254 x100%  0.39% 2.53 2) Kolom B a) Tablet I % kerapuhan  2.35% 2.251 x100%  0.258 x100%  0.39% 2.48% 2.48% 2.243 x100%  0.263  2.254  2.255 2) Kolom B a) Tablet I % kerapuhan  2.246 x100%  0.254 b) Tablet II % kerapuhan  2.256 c) Tablet III % kerapuhan  2.332 x100%  0.273 .245 x100%  0.255  2.256  23402.

42% 2.8 = 3.342 c) Tablet III % kerapuhan  5.8 kg =4.7 kg 4) Kekerasan = 39 9.3kg 9.9 kg 48 5) Kekerasan = 9.8 = 3.8 = 47 9.248 Uji kekerasan F=m x g ?= a. F g =→g =9.8 =4.332 x100%  0.40% 2.342  2.7 kg 37 3) Kekerasan = 9.6kg 49 7) Kekerasan = 9.239 x100%  0.8 =4.248  2.8 kg 36 6) Kekerasan = 9.8 .54 b) Tablet II % kerapuhan  2.8 = 3.6 kg 9) Kekerasan = 43 = 4.9kg 46 8) Kekerasan = 9.8 = 4. 2.8 Uji kekerasan tablet Akarbose generik 48 1) Kekerasan = 2) Kekerasan 9.8 = 4.

9 = 3.5 kg Uji kekerasan tablet Clucobay paten 1) Kekerasan = 2) Kekerasan = 3) Kekerasan = 4) Kekerasan = 39 9.7 kg 40 13) Kekerasan = 9.9 kg 17) Kekerasan = 18) Kekerasan = 19) Kekerasan = 20) Kekerasan = b.9 kg 49 16) Kekerasan = 9.8 48 9.7 kg 9.8 39 15) Kekerasan = 9.0 kg 14) Kekerasan = 47 = 4.8 29 9.8 = 4.9 kg = 3.8 = 4.8 = 5.8 = 4.6 kg 9.8 kg = 2.8 kg = 4.7 .8 45 9.8 47 12) Kekerasan = 9.55 57 10) Kekerasan = 9.5 = 4.8 30 9.0 = 4.8 47 9.8 = 3.8 = 3.8 kg 11) Kekerasan = 46 = 4. 48 9.8 = 4.8 38 9.

4 19) Kekerasan = 9.7 6) Kekerasan = 7) Kekerasan = 9.8 = 4.8 43 9.9 45 = 9.3 8) Kekerasan = 9.8 = 3.8 4.8 18) Kekerasan = 9.8 = 2.8 44 9.8 43 39 13) Kekerasan = 9.8 44 9.1 .8 47 9) Kekerasan = 44 = 4.8 = 4.3 9.56 5) Kekerasan = 48 = 4.2 = 4.8 = 17) Kekerasan = 42 4.5 14) Kekerasan = 47 15) Kekerasan = 9.8 = 46 16) Kekerasan = 9.7 12) Kekerasan = 9.8 49 11) Kekerasan = 47 = 4.8 28 41 20) Kekerasan = 9.6 = 4.8 = 4.4 = 4.9 9.4 10) Kekerasan = 9.7 4.8 = 3.8 = 4.

857 38 38 0.598 .321 = 0.XB = 7.709 = 1.330 20 .27 32.57 LAMPIRAN III DATA STATISTIK 1.925.1) .XA N -1  B .1 = 24.4.925 b. 1.330 (20  20)  2 = S 7. 1 1  20 20 57 .1) .2 2 S 2 gabungan = (20 .319 0. S 22 = (n 1  n 2 ) . Uji t t = XA .857 = = 0.585 = = 0. = 1 1  n1 n 2 4.385 20 . Harga Simpangan Baku S 12 = S 22 =  A . Uji Kekerasan a.1) .385  (20 .315  25. 0.1 2 N -1 (n 1  1) S12  (n 2 .XB S.

158 < 2.279 0. db) t (0.279 = 0. H0 diterima tkritis ( .925 x 6. Nilai df df = n1 + n2 – 2 = 20 + 20 – 2 = 38 thitung< tkritis.925 .021 thitung : 0.324 = 0.021. = 1 40 0. H0 diterima (H1 ditolak) .158 1.158 0. thitung< tkritis Maka.58 0.764 c. 38 : 2.05 .279 = 0.

XA = 7.053 1.739. Uji t t = XA .1  5.739 .2 2 S 2 gabungan = (3 .423 1. Uji Kerapuhan tablet akarbose generik a.1) .476 . 1 6 .002 = 2.59 2.501 (3  3)  2 7. Harga Simpangan Baku S 12 = S 22 =  A .55 3 -1 = 5. S 22 = (n 1  n 2 ) .55  (3 .739 c.1 = 3.002 12. = 1 1  n1 n 2 0.XB S.102 = = 3.1) .XB 2 N -1 (n 1  1) S12  (n 2 . 3.1) .501 3 -1 N -1  B . 2. = 1 1  3 3 0.0.025 4 4 = S 3.025 = = 1.

db) t (0. H0 diterima tkritis ( . 4 : 2.739 x 2.25 3 -1 2 (n 1  1) S12  (n 2 . Nilai df df = n1 + n2 – 2 = 3+ 3 – 2 =4 thitung< tkritis.776 thitung : 0. Uji Kerapuhan tablet Clucobay paten a.258 d.776.05 .XB 2 S 2 gabungan N -1 = 0. Harga Simpangan Baku S 12 = S 22 =  A .XA N -1  B .54 = 0. thitung< tkritis Maka.1) . 3.053 = 0.012 4.5 = 6. S 22 = (n 1  n 2 ) .053 1.012 0.449 = 0. H0 diterima (H1 ditolak).012 < 2.2 .60 = 0.27 3 -1 = 12.

db) .XB = S.61 = (3 .54  12.1) .05 = 1.05 1.0.48 . = 1 1  3 3 1 6 0.27  (3 . Uji t t XA .805 . H0 diterima tkritis ( . 6.449 = 0.25 (3  3)  2 = S 0. 0.805 x 2. 1 1  n1 n 2 0.43 = 1.26 = = 1.067 0.04 = = 3.805. 0.5 13.1) .26 4 4 3. Nilai df df = n1 + n2 – 2 = 3+ 3 – 2 =4 thitung< tkritis.805 b.737 c.05 = 0.

1) .XA 2 N -1  B . 4.05 .625 4 4 = 1. Harga Simpangan Baku S 12 = S 22 =  A .067 0. Uji Waktu Hancur a.5 3 -1 2 (n 1  1) S12  (n 2 .776.XB S2gabungan N -1 = = 2 =1 3 -1 = 3 = 1.274 .1) .5 6. 4 : 2. 1  (3 .5 (3  3)  2 = S 2  4.067 < 2. 1.5 = = 1. thitung< tkritis Maka.1) .2 = (3 .62 t (0.625 = 1. S 22 (n 1  n 2 ) .776 thitung : 0. H0 diterima (H1 ditolak).

H0 diterima tkritis ( .274 .955 < 2. db) t (0.120 c. H0 diterima (H1 ditolak) .05 .98 1.4. 4 : 2. 1 1  n1 n 2 7.98 = 0. thitung< tkritis Maka.63 b.98 = 1.776 thitung : 0. = 1 1  3 3 1 6 2. 2. Uji t t XA .449 = 2.274 x 2.05 = 1.274.03 . Nilai df df = n1 + n2 – 2 = 3+ 3 – 2 =4 thitung< tkritis.955 3.XB = S.955 0.776.

000 1.056 2.706 1.782 1.980 1.365 2.571 2.182 2.708 1.753 1.740 1.977 2.01 63.576 .645 Uji Berarah Dua α = 0.604 4.797 2.64 LAMPIRAN IV NILAI KRITIS DISTRIBUSI “t” df 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 40 60 120 ∞ α = 0.960 64 α = 0.704 2.080 2.845 2.714 1.761 1.303 3.831 2.779 2.306 2.042 2.250 3.131 2.776 2.660 2.052 2.617 2.833 1.707 3.711 1.861 2.032 3.355 3.353 2.920 2.841 4.763 2.771 1.145 2.05 12.657 9.860 1.069 2.895 1.721 1.771 2.750 2.684 1.048 2.703 1.947 2.055 3.819 2.228 2.106 3.796 1.074 2.925 5.499 3.110 2.878 2.898 2.169 3.064 2.812 1.179 2.262 2.734 1.701 1.314 2.756 2.699 1.160 2.706 4.10 6.093 2.717 1.671 1.807 2.729 1.697 1.021 2.060 2.447 2.120 2.201 2.746 1.658 1.012 2.045 2.101 2.787 2.943 1.086 2.015 1.132 2.725 1.921 2.

Alat Jangka Sorong “Untuk Uji Keseragaman Ukuran” Gambar 2.65 LAMPIRAN V Gambar Alat Uji Mutu Fisik Gambar 1. Alat Neraca Analitik “Untuk Uji Keseragaman Bobot” 65 .

Alat Friabilator “Untuk Uji Kerapuhan” .66 Gambar 3. Alat Disintegrator” Uji Waktu Hancur” Gambar 4.

Alat Hardness tester “Untuk uji kekerasan” .67 Gambar 5.

68 LAMPIRAN VI Lembar Bimbingan Karya Tulis Ilmiah 68 .