You are on page 1of 4

1.

Pengertian Kecacingan

Kecacingan adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit. Kecacingan adalah
penyakit yang ditularkan melalui makanan, minuman, atau melalui kulit dengan
menggunakan tanah sebagai media penularannya yang disebabkan oleh cacing
gelang (Ascaris lumbricoides), cacing kremi, cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan
cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) (Jawetz et al,
2005).
2.

Gejala dan Tanda

Pada kasus infeksi cacing ringan, tanpa gejala atau kadang tidak menimbulkan
gejala nyata. Gejala yang harus dikenali adalah lesu, tak bergairah, suka
mengantuk, badan kurus meski porsi makan melimpah, serta suka menggarukgaruk anusnya saat tidur karena bisa jadi itu pertanda cacing kremi sedang beraksi.
Gangguan ini menyebabkan, kurang zat gizi, kurang darah atau anemia.
Berkurangnya zat gizi maupun darah, keduanya berdampak pada tingkat
kecerdasan, selain berujung anemia. Anemia akan menurunkan prestasi belajar
dan produktivitas. Menurut penelitian, anak yang kehilangan protein akibat cacing
tingkat kecerdasannya bisa menurun. Anemia kronis bisa mengganggu daya tahan
tubuh anak usia di bawah lima tahun (balita).
Tetapi pada kasus-kasus infeksi berat bisa berakibat fatal. Ascaris pada cacing
dapat bermigrasi ke organ lain yang menyebabkan peritonitis, akibat perforasi usus
dan ileus obstruksi akibat bolus yang dapat berakhir dengan kematian.
Infeksi usus akibat cacingan, juga berakibat menurunnya status gizi penderita yang
menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga memudahkan terjadinya
infeksi penyakit lain, termasuk HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria. Jenis penyakit
parasit ini kecil sekali perhatiannya dari pemerintah bila dibandingkan dengan
HIV/AIDS yang menyedot anggaran cukup besar, padahal semua bentuk penyakit
sama pentingnya dan sikap masyarakat sendiri juga tak peduli terhadap penyakit
jenis ini.
3.

Beberapa Jenis Cacing

Beberapa jenis cacing sangat potensial untuk menimbulkan infeksi pada anak-anak.
Dan untuk selanjutnya mereka akan menjadi sumber penularan bagi infeksi
berikutnya yang sangat potensial. Keadaan yang demikian inilah yang
menyebabkan infeksi akibat parasit cacing sukar diatasi secara tuntas. Penderita
yang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, merupakan sumber penularan
bagi orang-orang dekat di sekitarnya
Cacing gelang. Cacing betinanya yang panjangnya kira-kira 20-30 cm ini mampu
bertelur 200.000 telur per harinya. Dalam waktu lebih kurang 3 minggu telur ini
akan berisi larva yang bersifat infektif, yang dapat menjadi sumber penularan jika
secara tidak sengaja mencemari makanan atau minuman yang kita konsumsi.
Cacing ini hidup sebagai parasit dalam usus halus, sehingga akan mengambil nutrisi
yang bermanfaat bagi tubuh kita dan menimbulkan kerusakan pada` lapisan usus
tersebut. Akhirnya timbullah diare dan gangguan penyerapan sari-sari makanan

sebagian lagi menempel di sprei. Cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale).005¬0. telur akan pecah dan larva masuk ke dalam dubur. maka upaya pencegahan dan terapi merupakan usaha yang sangat bijaksana dalam memutus siklus penyebaran infeksinya. cacing ini akan bersarang di usus besar. karena nutrisinya direbut cacing. Cacing gelang menyebabkan gizi buruk dan membuat anak tidak nafsu makan. Cacing tambang ini menimbulkan perlukaan pada permu-kaan usus. Cacing dewasa dapat bertahan hidup 6-12 bulan. Bahkan pada keadaan yang berat. karena ia menghisap darah. Inilah sebetulnya akibat-akibat infeksi cacing yang tidak pernah kita perkirakan selama ini dan proses yang merugikan itu berlangsung terus tanpa kita sadari. Lewat kontak langsung. Bahkan satu ekor cacing saja dapat menyebabkan kehilangan darah sebanyak 0. cacing kremi betina akan pindah ke anus untuk bertelur. Cacing ini juga menghisap sari makanan yang kita makan. Pencegahan Kecacingan Untuk dapat mengatasi infeksi cacing secara tuntas. Bila balita menggaruk anus yang gatal. Saat dewasa. Penularannya cepat. Dia menghisap darah dan hidup di dalam usus besar. Infeksinya sering menimbulkan perlakaan usus. maka infeksi cacing tambang merupakan penyebab anemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Infeksi cacing biasanya menimbulkan anemia. Awalnya. Cacing ini mirip kelapa parut. hampir pada sebagian besar permukaan usus besar dapat ditemukan cacing jenis ini. Pemberian obat anti cacing secara berkala setiap 6 bulan dapat pula dikerjakan. Saat digaruk. Pada infeksi yang ringan biasanya hanya timbul diare saja. Inilah cacing yang paling ganas. Perdarahan yang lebih berat ini disebabkan karena mulut (stoma) cacing mengerat permukaan usus. Cacing betinanya bisa bertelur mencapai 200 ribu butir per hari.34 cc sehari. bantal atau pakaian. Mengingat itu semua. maka anemia sebagai komplikasi perdarahan merupakan akibat yang tidak begitu saja dapat dianggap ringan. Telur-telur ini yang menimbulkan rasa gatal. Biasanya infeksi cacing ini menyerang pada usus besar. sehingga perdarahan dapat terjadi secara lebih berat dibanding dengan infeksi cacing jenis lainnya. Akibatnya diare yang terjadi juga relatif berat dan dapat berlangsung terus menerus. telur-telur ini bersembunyi di jari dan kuku. sehingga dapat mempengaruhi daya tahan tubuhnya dan menurunkan prestasi belajarnya. Cacing cambuk (Trichuris trichiura). telur cacing menular ke orang lain. kecil-kecil dan berwarna putih. Cacing betinanya bisa bertelur 5 ribu-10 ribu butir per hari. karena kepala cacing dimasukkan ke dalam permukaan usus penderita. karena larva cacing tambang sanggup menembus kulit kaki dan selajutnya terbawa oleh pembuluh darah ke dalam usus. Larva ini menembus dinding usus halus menuju jantung dan paru-paru. larva dapat masuk ke paru sehingga membutuhkan tindakan operatif. Lalu siklus cacing dimulai lagi. Tetapi pada infeksi yang berat. Cacing dewasa bertahan hidup 2-10 tahun.tersebut. Karena juga dapat menyebabkan perlukaan usus. Cacing kremi. Cacing betinanya bisa bertelur 15 ribu-20 ribu butir per hari. 4. Telur cacing gelang yang masuk ke pencernaan akan menetas menjadi larva. Menjaga kebersihan diri (Ian lingkungan serta sumber bahan pangan .

larva: larva. Kadang telur cacing yang terselip di antara kuku dan masuk ke usus dan berkoloni di sana. Pedulilah dengan lingkungan. e. Cucilah sayur dengan baik sebelum diolah. penularan sering tidak pandang bulu. Cucilah tangan sebelum makan. anak dan keluarga untuk mencuci tangan sebelum makan. Di negara kita masih banyak warga yang memanfaatkan sungai untuk buang hajat. Kebiasaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan salah satu contohnya. Ambillah air yang masih baik untuk menyiram tanaman. Memasyarakatkan cara-cara hidup sehat. dimana usia ini merupakan usia yang sangat peka untuk menanamkan dan memperkenalkan kebiasaan-kebiasaan baru. terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. Dengan mencuci tangan makan akan mengeliminir masuknya telur cacing ke mulut sebagai jalan masuk pertama ke tempat berkembang biak cacing di perut kita. Oleh sebab itu Anda akan anemia. Setiap kotoran baiknya dikelola dengan baik.adalah merupakan sebagian dari usaha pencegahan untuk menghindari dari infeksi cacing. yang kemudian jalan-jalan sampai ke usus melalui trayek saluran getah bening. agar kotoran yang melekat akan terbawa air yang mengalir. Jika air yang digunakan terkontaminasi dengan tinja manusia. b. Kejadian ini sering disebut sebagai Cutaneus Larva Migran (dari namanya ini kita sudah tahu lah apa artinya. Jangan buang air besar sembarangan dan cuci tangan saat membasuh. termasuk kotoran manusia. g. di samping itu nilai gizi sayuran tidak hilang jika dicuci di bawah air yang mengalir. Dengan perilaku ini maka kotoran-kotoran ini akan liar tidak terjaga. c. jika lingkungan sudah cemar. Bertanam atau Berkebunlah dengan baik. Nah. Cucilah sayur di bawah air yang mengalir. sehingga mencemari lingkungannya. Budayakan kebiasaan dan perilaku pada diri sendiri. . Beberapa Tips Pencegahan : a. f. maka akan dapat memanfaatkan hasil yang baik. larva ini tumbuh dewasa dan terus berkembang biak dan menghisap darah manusia. setelah larva cacing sampai ke usus. Agar air ini senantiasa baik maka usahakan lingkungan sebaik mungkin. Gunting dan bersihkan kuku secara teratur. Menjaga alam ini termasuk bagian dalam merawat kesehatan. Orang yang sudah menjaga diri sebersih mungkin sekalipun masih dapat dihinggapi parasit cacing ini. d. Jenis cacing ada macamnya. h. salah satunya adalah cacing tambang (Necator americanus ataupun Ankylostoma duodenale). cutaneus: kulit. bukan tidak mungkin telur cacing bertahan pada kelopak-kelopak tanaman yang ditanam dan terbawa hingga ke meja makan. migrant: berpindah). Cara masuknya pun beragam macam. 5. Kedua jenis cacing ini masuk melalui larva cacing yang menembus kulit di kaki. Pakailah alas kaki jika menginjak tanah. Dan. Mengapa demikian? Ya.

Hati-hatilah makan makanan mentah atau setengah matang. terutama di daerah yang sanitasinya buruk. Obat anti cacing Golongan Pirantel Pamoat (Combantrin dan lain-lain) merupakan anti cacing yang efektif untuk mengatasi sebagian besar infeksi yang disebabkan parasit cacing. anak-anak yang sering bermain pasir. b. Paduan yang serasi antara upaya prevensi dan terapi akan memberikan tingkat keberhasilan yang memuaskan. Penanganan untuk mengatasi infeksi cacing dengan obat-obatan merupakan pilihan yang dianjurkan. j. sehingga infeksi cacing secara perlahan dapat diatasi secara maksimal . Yang harus diperhatikan adalah kebersihan bahan makanan agar makanan dapat kita makan sesegar mungkin sehingga enzim yang terkandung dalam makanan dapat kita rasakan manfaatnya. Pencegahan dengan meminum obat anti cacing setiap 6 bulan. dan pekerja tambang (orang-orang yang terlalu sering berhubungan dengan tanah. seperti petani. 6. pekerja kebun. Buanglah kotoran hewan hewan peliharaan kesayangan Anda seperti kucing atau anjing pada tempat pembuangan khusus. Pengobatan a.i. terutama bagi Anda yang risiko tinggi terkena infestasi cacing ini. Perlu dicermati juga. makanan mentah tidak selamanya buruk. k. Intervensi berupa pemberian obat cacing ( obat pirantel pamoat 10 mg / kg BB dan albendazole 10 mg/kg BB ) dosis tunggal diberikan tiap 6 bulan pada anak SD dapat mengurangi angka kejadian infeksi ini pada suatu daerah c.