RANGKUMAN MATERI KULIAH

METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI
“POPULASI DAN SAMPEL”

KELOMPOK 10 :

I GST. NGR. AGUNG DICKY WIBAWA

(1415351029)

KD. DWI DHARMA PRADNYANA

(1415351032)

A. A. NGR. YOGA KRISNA ADITYA

(1415351119)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2016

. waktu dan tenaga. Penelitian berdasarkan Sampel dan Sensus Penelitian yang bekerja dengan sampel hanya mengambil sebagian dari anggota populasi untuk dijadikan sebagai sampel dan selanjutnya berdasarkan analisis sampel dibuat generalisasi. Populasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu: - Populasi sampling adalah keseluruhan objek yang diteliti Contoh: Mahasiswa ekonomi ekstensi Populasi sasaran adalah populasi yang benar-benar dijadikan sumber data. Kendala sumberdaya Pengumpulan sampel akan menghemat sumberdaya untuk menghasilkan penelitian yang lebih dapat dipercaya. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. 2. Contoh: Mahasiswa jurusan akuntansi Untuk mendefinisikan populasi dengan tepat dapat dibantu dengan empat faktor yaitu isi. Pada penelitan sensus peneliti biasanya berhadapan dengan kendala biaya. Deasin Melalui desain sample yang tepat peneliti dapat memperoleh data yang tepat dengan tingkat kesalahan yang relatif rendah 3. Peneliti terhindar dari sampling karna jumlah yang diambil sama dengan jumlah anggota populasi. satuan. dan waktu. Pengukuran destruktif Pengukuran yang dilakukan bersifat destruktif lebih menguntungkan. tidak perlu menghadapi generalisasi.Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono (2008:115) Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. Menurut Sugiyono (2008:116) sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Contoh: penelitian keaktifan mahasiswa akuntansi dikelas ekstensi tahun 2016. Penelitian yang bekerja menggunakan sensus. cakupan. Ada bebrapa alasan mengapa peneliti bekerja dengan sampel dalam penelitian: 1.

Dapat memberikan keterangan sabanyak mungkin dengan biaya serendah-rendahnya Dalam menetukan metode pengambilan sampel dalam penelitian. 3. Dapat menentukan presisi dengan cara menentukan simpangan baku dari taksiran yang diperoleh 3. Secara kuantitatif presisi diukur dari standar error. maka satu elementer saja dari seluruh populasi sudah cukup representatif untuk diteliti. tenaga dan waktu. Jika populasi adalah completely heterogeneous. tenaga. 4. peneliti harus benarbenar mempertimbangkan besarnya waktu. dengan asumsi instrumen. Tergantung pada ketersediaan biaya. Derajat keseragaman Apabila populasi seragam sempurna. 2. kualitas pewawancara yang digunakan sama. makin besar tingkat presisi. dan waktu dibatasi. . Apabila jumlah biaya. Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti. Presisi yang dikehendaki dalam penelitian Tingkat ketepatan ditentukan oleh perbedaan perbedaan hasil sampel dengan hasil pencacahan lengkap. Pertimbangan Penentuan Ukuran Sampel Empat hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan besarnya sampel dalam suatu penelitian: 1. 1. maka hanya pencacahan lengkaplah dapat memberikan gambaran yang refresentatif. makin kecil kesalahan baku. Sederhana sehingga mudah dilakukan 4. 2. biaya dan tenaga yang diperlukan dalam penelitian dengan presisi yang diharapkan dari hasil penelitian. Rencana analisis Rencana analisis data dengan teknik analisis tertentu sangat menentukan besarnya sampel yang harus diambil. peneliti harus berupaya mendapatkan metode pengambilan sampel yang dapat menghasilkan persisi yang tinggi. teknik wawancara.Kreteria Sampel yang Baik Suatu pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.

co.RUJUKAN Rayuda. I Ketut. dkk. Denpasar: Fakultas Ekonomi Universitas Udayana mdonisanjaya. 2004.html . Buku Ajar Metodologi Penelitian.id/2012/01/populasi-dan-sampel_25.