You are on page 1of 5

BAB I

PENDAHULUAN
? http://www.cdc.gov/nchs/data/hestat/obesity_child_13_14/obesity_child_13_14.htm
1.1 Latar Belakang Masalah
Saat ini di antara berbagai masalah kesehatan di masyarakat, obesitas merupakan salah
satu masalah yang jelas terlihat namun masih diabaikan. 1 Obesitas merupakan masalah
kesehatan dunia yang semakin sering ditemukan di berbagai negara. Obesitas dapat diartikan
sebagai penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan yang memberi efek buruk pada
kesehatan.2 Kondisi ini dapat dialami oleh setiap golongan umur baik laki-laki maupun
perempuan, akan tetapi anak yang baru memasuki masa pubertas dan dewasa merupakan
kelompok yang paling sering terjadi. Peningkatan populasi anak berusia 12-15 menjadi
alasan perlunya kelompok umur ini menjadi perhatian karena akan diikuti dengan
peningkatan permasalahan gizi dan kesehatan pada usia berikutnya bila tidak dilakukan
intervensi yang tepat.3
Prevalensi overweight dan obesitas pada anak di dunia meningkat dari 4,2% di tahun
1990 menjadi 6,7% di tahun 2010, dan diperkirakan akan mencapai 9,1% di tahun 2020. 4 Di
Amerika Serikat, 14-15% anak usia 15 tahun tergolong obesitas, di Inggris 16 - 17,3%
penduduk menderita obesitas.3,5
Menurut data dari NHANES prevalensi overweight dan obesitas pada anak di Amerika
Serikat pada kelompok usia 12-19 tahun meningkat dari 5% pada tahun 1980 menjadi 15,4%
pada tahun 2005 dan mencapai 17,2% di tahun 2014. Angka kejadian obesitas pada anak
laki-laki dua kali lebih banyak dibandingkan anak perempuan ?
Prevalensi overweight (kegemukan) dan obesitas meningkat sangat tajam di kawasan
Asia-Pasifik, contohnya 20,5% dari penduduk Korea Selatan tergolong overweight dan 1,5%
tergolong obesitas. Di Thailand, 16% penduduknya mengalami overweight dan 4%
mengalami obesitas.6 Seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas pada anak,
komplikasi dalam bagian metabolik juga turut mengalami peningkatan, terutama di negara
berkembang, misalnya di Indonesia.5 Penelitian Multisenter 10 PPDSA di Indonesia
menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada anak rata-rata 12,3%.7 Hasil Riset Kesehatan
Dasar (RISKESDAS) 2013 didapatkan prevalensi obesitas pada anak berusia 13-15 tahun
adalah 2,5%.8 Sebanyak 15 provinsi dengan prevalensi sangat gemuk di atas nasional, di

sedangkan angka kejadian obesitas sendiri diperkirakan akan terus meningkat.9 Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa sampel yang mengalami obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hiperkolesterolemia dibanding sampel yang tidak mengalami obesitas. konsumsi fast food. Bandung. Faktor-faktor lainnya yang akan turut diteliti adalah jenis kelamin.11 Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menyatakan penduduk Indonesia tahun 2013 dengan kisaran umur ≥ 15 tahun memiliki kadar kolesterol total di atas nilai normal dengan kategori near optimal dan borderline 60. Bali. Belum terdapatnya mengenai hubungan antara kadar kolesterol total dan faktor-faktor lainya seperti jenis kelamin. Oleh karena itu. dan tingkat pendidikan ibu. Semarang. aktivitas fisik. kategori tinggi dan sangat tinggi 15. konsumsi makanan berlemak. aktivitas fisik dan pendidikan terakhir orang tua terhadap obesitas pada anak Sekolah Menengah Pertama di wilayah kerja puskesmas slipi 2. . konsumsi.3%. penulis berniat melakukan penelitian mengenai hubungan antara kadar kolesterol dalam darah dan faktor-faktor lainnya terhadap obesitas pada siswa sekolah menengah pertama di wilayah puskesmas Kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016.9%.10 Susanti mendapatkan prevalensi obesitas pada anak usia 10-12 tahun di lima wilayah DKI Jakarta sebesar 15. 8 Sebuah penelitian yang dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Manado dengan jumlah sampel 50 siswa (30 mengalami obesitas). dan DKI Jakarta. kadar kolesterol total.mana DKI Jakarta termasuk dalam salah satunya.3% dari 600 anak. menunjukkan hasil peningkatan kadar kolesterol pada sampel yang mengalami obesitas yaitu sebanyak 5 orang (17%) dan pada sampel yang tidak obesitas tidak ditemukan adanya peningkatan kadar kolesterol (0%). Tolombot mendapatkan prevalensi anak obesitas di SMP Negeri 8 di Manado 13% dari 100 anak. konsumsi makanan berlemak. Beberapa penelitian mengenai prevalensi obesitas pada anak dan remaja telah dilakukan di Manado.9 Penelitian lain dilakukan oleh Adhianto dkk tahun 2002 mendapatkan prevalensi obesitas 11% dari 552 anak berusia 11-17 tahun di kota Denpasar dan Bandung.

2 Tujuan Khusus a. Diketahuinya sebaran obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama negeri 61 di wilayah puskesmas kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016. berdasarkan penelitian De Onis prevalensi obesitas pada anak meningkat dari 4.3 Hipotesis Tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dan faktor-faktor lainnya dengan obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama negeri 61 di wilayah puskesmas kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016.5% c.4 Tujuan Penelitian 1.2 Rumusan Masalah a. 1. d. 1. 1. menunjukkan hasil peningkatan kadar kolesterol pada sampel yang mengalami obesitas yaitu sebanyak 5 orang (17%) dan pada sampel yang tidak obesitas tidak ditemukan adanya peningkatan kadar kolesterol (0%). b. berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 didapatkan prevalensi obesitas pada anak berusia 13-15 tahun adalah 2. Masih tingginya prevalensi obesitas pada anak di dunia.2% di tahun 1990 menjadi 6. Masih tingginya prevalensi kejadian obesitas pada anak di Indonesia. . Di puskesmas kelurahan Slipi II.4.4. dan diperkirakan akan mencapai 9. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Manado dengan jumlah sampel 50 siswa (30 mengalami obesitas).7% di tahun 2010.1% di tahun 2020. belum ada data mengenai hubungan antara kadar kolesterol total dan faktor-faktor lainnya terhadap obesitas pada siswa sekolah menengah pertama.1.1 Tujuan Umum Diketahuinya hubungan antara kadar kolesterol total dan faktor-faktor lainnya dengan obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama negeri 61 di wilayah puskesmas kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016.

5. konsumsi makanan berlemak. d. aktivitas fisik dan tingkat pendidikan ibu pada siswa-siswi sekolah menengah pertama negeri 61 di wilayah puskesmas kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016.5.5.b. Hasil penelitian ini dapat menjadi tambahan wawasan bagi mahasiswa fakultas kedokteran tentang hubungan antara kadar kolesterol total dan faktor-faktor lainnya dengan obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama negeri 61 di wilayah puskesmas kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016. 1. Diketahuinya hubungan antara konsumsi makanan berlemak. Diketahuinya hubungan antara kadar kolesterol total dengan obesitas pada siswasiswi sekolah menengah pertama negeri 61 di wilayah puskesmas kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016. aktivitas fisik. dan tingkat pendidikan ibu dengan obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama negeri 61 di wilayah puskesmas kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016.5 Manfaat Penelitian 1. 1. Penelitian ini dapat memberikan pengalaman peneliti terutama dalam bidang penelitian klinik. 1. c.3 Untuk masyarakat: a. b. Diketahuinya sebaran kadar kolesterol total pada siswa-siswi sekolah menengah pertama negeri 61 di wilayah puskesmas kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016.2 Untuk institusi pendidikan: a.1 Untuk peneliti: a. e. Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada anak. Diketahuinya sebaran jenis kelamin. konsumsi fast food. . Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti terutama mengenai hubungan antara kadar kolesterol total dan faktor-faktor lainnya dengan obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama negeri 61 di wilayah puskesmas kelurahan Slipi II Jakarta Barat periode Agustus 2016. konsumsi fast food.

Yogyakarta: Penerbit Garudhawaca :2015. Zat Aditif Makanan : manfaat dan bahayanya.45 .Praja DI.h.