BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Latar belakang penyusunan makalah ini adalah untuk menentukan zona
reservoir dan non reservoir dari data log.
I.2 Rumusan Masalah
Bagaimana menentukan hidrokarbon dan non hidrokarbon.
I.3 Lingkup Kajian
Untuk mengetahui permasalahan di atas maka dilakukan pengkajian dalam
hal stratigrafi, sedimentologi, dan petrologi.
I.4 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui sumbersumber hidrokarbon dari beberapa kedalaman.

I.5 Metode Pengumpulan Data
Dalam menyusun makalah ini, kami mengambil data dari beberapa
literatur seperti buku panduan kuliah well log, catatan kuliah dan slide kuliah,
serta response dari asisten.
I.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan penulis pada makalah ini adalah,
pada Bab I, penulis mengemukakan latar belakang, rumusan masalah, lingkup
kajian, tujuan penulisan, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan
pada makalah ini. Untuk Bab II, penulis memberikan penjelasan tentang
penentuan V-Shale, penentuan porositas densitas dan porositas rata-rata, serta
penetuan nilai saturasi air. Pada Bab III, kami menjelaskan hasil analisis seperti
penentuan zona reservoir, jenis reservoir, dan fluida reservoir. Terakhir untuk Bab

1

2 .IV. penulis memberikan kesimpulan dari apa yang sudah dijelaskan dalam makalah ini.

kita memasukkan nilai-nilai yang didapat ke dalam rumus V-Shale.BAB II METODA ANALISIS I. maka kita bisa membedakan zona reservoar dan non-reservoar. maka kita harus menentukan V-Shale (Volume of Shale). Cut Off adalah suatu standarisasi nilai yang akan kita tentukan untuk menentukan batas dari zona reservoir dan non-reservoar berdasarkan data log gamma ray dan data-data yang lain. Dimana . Setelah kita menentukan cut off. Gr log = nilai log bacaan Gr min = nilai log minimum Gr max = nilai log maksimum 3 . Contohnya cut off 40% berarti kita mengambil suatu standar 40% dari Gr min. Setelah itu. Semakin kecil suatu nilai cut off maka dapat digolongkan ke dalam suatu golongan ‘konservatif’ dan semakin besar nilai cut off digolongkan ke dalam suatu golongan ‘optimistis’. Kegunaan Log Gamma Ray adalah:      menentukan lapisan permeabel evaluasi kandungan serpih vshale evaluasi bijih mineral radioaktif korelasi antar sumur evaluasi lapisan mineral non-radioaktif Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan Cut Off.1 Penentuan V-Shale Berdasarkan data Log Gamma Ray yang didapat. V-Shale ialah kandungan mineral lempung yang terdapat pada batuan. Tujuannya adalah untuk menentukan zona reservoar dan non-reservoar.

Zona non-reservoar merupakan zona yang dibentuk oleh cut off dan v-shale max pada kurva. kita harus menentukan nilai porositas densitas dan porositas rata-rata. Kurva Vshale berskala 0-1. Zona reservoar adalah zona yang dibentuk oleh v-shale minimum terhadap cut off.2 Penentuan Porositas Densitas dan Porositas Rata-rata Porositas terbagi atas :    Porositas total : primer + sekunder Porositas interconnected Porositas efektif Dalam perhitungan yang nantinya akan dilakukan. maka kita membuat kurva Vshale. maka zona reservoar dan non-reservoar dapat dipastikan. Kegunaan Log Densitas:     Untuk mengidentifikasi mineral-mineral evaporit Menentukan zona lapisan gas Menentukan nilai densitas hidrokarbon Mengevaluasi reservoar shaly sand dan kompleks litologi Kemudian kita menentukan jenis litologi dari reservoir yang kita buat dengan menggunakan diagram 3 garis 4 . II. Setelah kurva V-Shale terbentuk. Jadi jarak antara cut off terhadap V-Shale minimum pada kurva merupakan zona reservoar.Setelah didapat rumus dari setiap kedalaman. nilai-nilai dari rumus diplot berdasarkan kedalamannya masing-masing sesuai dengan skala.

Gambar 1 : LDT-CNL Cross-Plot Berdasarkan plot-an yang didapat. maka kita menentukan porositas rata-rata dari keseluruhan litologi Rumus dari porositas rata-rata yaitu 5 . ρma = nilai densitas matriks ρb = nilai densitas bulk bacaan ρf = nilai densitas fluida Setelah kita menentukan porositas densitas. Rumus dari porositas densitas (Фd) yaitu Dimana. maka kita mengetahui litologi dari reservoar tersebut dan mengetahui nilai ρ matriksnya.

maka kita bisa mengetahui adanya suatu hidrokarbon dan air yang terdapat pada NPHI dan RHOB yang kecil dan adanya cross over.Dimana Фd = nilai porositas densitas Фn = nilai porositas netron bacaan Berdasarkan dari data log NPHI dan RHOB. Keterdapatan hidrokarbon dan non-hidrokarbon III. 6 .3 Penentuan Nilai Saturasi Air (Sw) Saturasi Air adalah persentase volume pori batuan yang terisi air formasi. contohnya: Gambar 2.

8 – 2. gunanya yaitu menentukan nilai resistivity dari Air Formasi (Rw) dan Eksponen Sementasi (m).5 tetapi normalnya 2 a = factor tortuasity q = porositas rata-rata m = eksponen sementasi Rw = resistivitas dari air formasi Rt = resistivitas sebenarnya BAB III HASIL ANALISIS 7 . dengan variasi 1. kita menentukan kurva picket plot.Kegunaan menentukan Saturasi Air adalah menentukan pada suatu lapisan apakah terisi air atau terisi hidrokarbon Berdasarkan data yang telah ada. Gambar 3. kita bisa memasukkannya ke dalam rumus archi yaitu: n = eksponen saturasi. Kurva Picket Plot Setelah kita mendapat nilai-nilai tersebut.

resistivitas porositas densitas. gas (pada kedalaman 1448-1480 m) dan minyak lagi (pada kedalaman 1480-1497 m)  Zona VII berisi air  Zona VIII berisi gas 8 . terletak pada kedalaman 1290-1295 m Zona VI. Zona-zona Reservoir pada HILMI-A yaitu:         Zona I. terletak pada kedalaman 1100-1135 m Zona IV. maka terlihat bahwa zona reservoir terletak pada litologi batupasir-kuarsa dengan nilai densitas matriks 2.III.1 Zona Reservoir Berdasarkan log gamma ray. kita dapat menentukan fluida yang mengisi zona reservoar. terletak pada kedalaman 1225-1255 m Zona V. terletak pada kedalaman 1365-1497 m Zona VII.2 Jenis Reservoir Dari hasil perbandingan densitas bulk (y) terhadap porositas neutron (x). kita dapat menentukan beberapa zona reservoar. terletak pada kedalaman 1040-1050 m Zona III.3 Fluida Reservoar Tidak semua reservoar pada sumur HILMI A berfluida hidrokarbon. terletak pada kedalaman 1615-1646 m III. III. terletak pada kedalaman 1569-1603 m Zona VIII.      Zona I berfluida hidrokarbon (minyak) Zona II berisi minyak Zona III berisi air (non-hidrokarbon) Zona IV berisi air (non-hidrokarbon) Zona V berisi air (non-hidrokarbon)  Zona VI berisi minyak (pada kedalaman 1365-1448 m). terletak pada kedalaman 995-1010 m Zona II.65. Dari data log yang ada.

terletak pada kedalaman 995-1010 m. zona II. zona VI. terletak pada kedalaman 1365-1497 m. terletak pada kedalaman 1040-1050 m. 9 .BAB IV KESIMPULAN  Kedalaman yang terisi hidrokarbon adalah zona I.

dan SW. Pencarian zona-zona yang terisi antara hidrokarbon dan air berdasarkan dari data-data V-shale. 10 . porositas densitas. porositas rata-rata. resistivitas.