You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN
Skabies adalah penyakit infeksi parasit menular yang disebabkan oleh
tungau Sarcoptes scabiei varian hominis, suatu arthropoda dari ordo Acarina,
yang penularannya terjadi secara kontak langsung.1 Ditandai gatal malam hari,
mengenai sekelompok orang, dengan tempat predileksi di lipatan kulit yang tipis,
hangat, lembab.2
Skabies adalah penyakit yang disebabkan oleh ektoparasit, yang
umumnya terabaikan sehingga menjadi masalah kesehatan yang umum di seluruh
dunia dapat menjangkiti semua orang pada semua umur, ras dan level sosial
ekonomi.Ektoparasit adalah organisme parasit yang hidup pada permukaan tubuh
inang, menghisap darah atau mencari makan pada rambut, bulu, kulit dan
menghisap cairan tubuh inang.. Infestasi ektoparasit pada kulit keberadaannya
membuat rasa tidak nyaman, dapat menyebabkan kehidupan yang tidak sehat
secara signifikan. Infestasi ektoparasit bersifat sporadik, epidemik dan endemik,3,4
Pengetahuan dasar tentang penyakit ini diletakkan oleh Von Hebra, bapak
dermatologi modern. Penyebabnya ditemukan pertama kali oleh Benomo pada
tahun 1687, kemudian mellanby melakukan percobaan induksi pada relawan
selama masa perang dunia II. Skabies dari bahasa latin scabere, yang artinya to
scratch, dulu dikenal sebagai gatal 7 tahun, yaitu penyakit kulit menular yang
menyerang manusia dan binatang. Dalam klasifikasi WHO dikelompokkan
sebagai water-related disease. Penyebabnya adalah Sarcoptes scabei, yaitu kutu
parasit yang mampu menggali terowongan dikulit dan menyebabkan rasa gatal. 2
Scabies ditularkan secara langsung dari orang ke orang melalui kontak
langsung, tetapi dapat juga secara tidak langsung. Masa inkubasi 4-6 minggu.
Jenis yang berat adalah scabies berkrusta, dulu disebut Norwegian scabies,
bisanya terjadi pada pasien dengan imunokompremais.2
Transmisi tungau ini adalah melalui kontak langsung kulit ke kulit.
Migrasinya membutuhkan setidaknya 5 menit. Dengan alasan ini sehingga jabat
tangan atau pelukan tidak dimasukkan sebagai faktor resiko. Infeksinya paling

9 Prevalensi scabies di jakarta tahun 2014 didapatkan 51.6 Skabies merupakan masalah kesehatan yang biasa terjadi pada negara berkembang. Akibat infestasi tungau pada kulit menyebabkan rasa gatal yang hebat sampai timbulnya eritrema.134 anak-anak.6%. dan lain-lain. skabies terjadi secara sporadik atau dalam bentuk endemik yang panjang.4%. Sebanyak 300 juta orang per tahun di dunia dilaporkan terserang skabies. handuk. Zayyid (2010) melaporkan sebesar 31% prevalensi skabies pada anak berusia 10-12 tahun di Penang Malaysia. Onayemi (2005) juga melaporkan prevalensi skabies di Nigeria 28.8 Penelitian yang dilakukan di turkey tahun 2006 didapatkan 14 (1.9 Skabies adalah penyakit kulit menular yang bersifat zoonosis dan disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei.10 skabies di Indonesia menurut Depkes RI berdasarkan data dari puskesmas seluruh Indonesia tahun 2008 adalah 5. papula dan vesikula hingga terjadi kerusakan kulit.4%) dengan scabies. 9 (0.2.11 . sprei.sering menyebar pada kelompok dengan kondisi yang sesak/padat dalam jangka waktu lama.8%) dengan pediculosis capitis dan 5 (0. dan prevalensinya diperkirakan mencapai 300 juta kasus di dunia.6%-12.6%.95%.5. Baur (2013) melaporkan prevalensi skabies di India 20.2%) of 1.3 Pada negara industri seperti di Jerman. bantal. Kline (2013) melaporkan scabies umumnya endemic pada suku Aborigin di Australia dan Negara di Oceania dengan prevalensi 30%. Penularan skabies terjadi melalui kontak langsung. Selain itu bisa juga melalui kontak tidak langsung (melalui bendabenda) seperti pakaian. Scabies di Indonesia menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering. dimana prevalensinya bisa mencapai lebih dari 50% pada beberapa kelompok.

budukan.1 Ditandai gatal malam hari. DEFINISI Skabies adalah penyakit infeksi parasit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varian hominis. Penelitian Baur et al.95%.10 Prevalensi skabies di Indonesia menurut Depkes RI berdasarkan data dari puskesmas seluruh Indonesia tahun 2008 adalah 5. Data pendukungnya yaitu pevalensi scabies pada anak-anak aborigin di Australia dan beberapa Negara di Oceania sebesar 30% disertai dengan infeksi sekunder streptococous priroderma.2 Penyakit ini disebut juga the itch.9 Tingkat prevalensi skabies lebih tinggi pada anak.BAB II PEMBAHASAN A. dimana prevalensinya bisa mencapai lebih dari 50% pada beberapa kelompok.6%-12. yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Norwegian itch. (2013) di India dan juga Chowsidow (2006) di Ingris menunjukkan bahwa wanita cenderung memiliki prevalensi skabies yang lebih tinggi sebesar 56% dibandingkan laki-laki. lembab. gatal agogo. Scabies di Indonesia menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering. seven year itch. Menurut peneliti wanita memiliki tingkat prevalensi skabies yang lebih tinggi diduga disebabkan beberapa faktor seperti sikap dan perilaku wanita yang lebih senang berada dalam ruangan dengan kontak satu sama lain yang lebih dekat sehingga lebih rentan terinfestasi skabies. suatu arthropoda dari ordo Acarina. EPIDEMIOLOGI Skabies merupakan masalah kesehatan yang biasa terjadi pada negara berkembang. dengan tempat predileksi di lipatan kulit yang tipis. Penelitian terakhir menunjukkan prevalensi tertinggi yaitu pada remaja . hangat. penyakit ampere.12 B. mengenai sekelompok orang. dan prevalensinya diperkirakan mencapai 300 juta kasus di dunia. gudikan.

dua pasang kaki depan sebagai alat untuk melekat. kadang-kadang masih dapat hidup beberapa hari dalam terowongan dalam stratum korneum. super famili Sarcoptes. Infestasi Sarcoptes scabei pada manusia disebut Sarcoptes scabei var hominis. badan tungau berwarna putih suram dan terdapat gambaran gelombang transversal yang jelas.3 mm. Sarcoptes betina yang sudah mengalami fertilisasi membuat terowongan pada malam hari sepanjang 2-3 mm per hari untuk meletakkan telurnya dengan kecepatan menggali terowongan 1-5 mm per hari sambil meletakkan telurnya. Setelah kopulasi (perkawinan) yang terjadi di atas kulit. sedangkan pada tungau jantan terdapat rambut-rambut halus di ujung pasangan kaki ketiga dan alat perekat di ujung kaki keempat. ordo Acarina. yang disebut dentikel.14. belakangan didapatkan insidennya meningkat pada orang-orang lanjut usia.9 C.4 mm dan lebar 0.15.dan anak usia sekolah. Namun. Badan tungau skabies berbentuk oval dengan bagian dorsoventral yang datar. ETIOPATOGENESIS Sarcoptes scabei termasuk filum Anthropoda.16 Siklus hidup tungau ini sebagai berikut.15 mm. jantan dewasa berukuran lebih kecil.2 mm dan lebar 0. Tungau dewasa mempunyai empat pasang kaki. Pada tungau betina.13. yang jantan akan mati. kelas Arachnidal.4 telur per hari dan 40-50 telur selama hidupnya (4-6 . Pada bagian dorsal ditutupi rambut-rambut halus dan duri-duri. Betina dewasa berukuran panjang 0. dengan panjang 0. Setiap Sarcoptes betina dapat menghasilkan 1 . terdapat rambut-rambut halus yang disebut setae di ujung dua pasang kaki belakang.

Terjadi kopulasi lagi dan Sarcoptes betina membuat terowongan lagi sedangkan yang jantan mati. dengan 4 pasang kaki. tetapi dapat juga keluar ke permukaan dan menjadi dewasa di folikel rambut. jantan dan betina. Larva ini dapat tinggal dalam terowongan. dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. Selama itu ia tidak keluar dari terowongannya. Setelah 2-3 hari larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk.15. bentuk betina yang dibuahi ini dapat hidup sebulan lamanya. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8-12 hari. .16 .pekan).14.12. Telur akan menetas.13. biasanya dalam waktu 3-5 hari.

Untuk infestasi .14.17 Patogenesis munculnya manifesasi klinis adalah terjadinya hipersensitivitas tipe cepat dan tipe lambat untuk terjadinya lesi. kecuali pada “crusted scabies” (dulu dikenal sebagai Norwegian scabies) yang dapat ditemukan lebih dari satu juta tungau.Jumlah tungau dewasa pada seorang penderita skabies biasanya kurang dari 20.

Infeksinya paling sering menyebar pada kelompok dengan kondisi yang sesak/padat dalam jangka waktu lama.hanya memerlukan kurang lebih 10 tungau. dll.6 Terlibatnya hipersensitivitas tipe lambat pada terjadinya papul dan nodul yang meradang. handuk. Lingkungan  mempermudah penularan penyakit Daerah : kumuh. berdasarkan pada perubahan histologis dan kelaziman ditemukan limfosit T pada infiltrat kulit. dan alat-alat tidur.2. dan lain lain. Kelainan kulit disebabkan tidak hanya oleh tungau skabies. Migrasinya membutuhkan setidaknya 5 menit.2. Pada reinfestasi gatal sudah dapat dirasakan dalam 24 jam. Sensitasi terjadi dalam beberapa minggu. handuk. yang padat pada suatu tempat . Aktivitas S. dan lain-lain.5. Dengan alasan ini sehingga jabat tangan atau pelukan tidak dimasukkan sebagai faktor resiko. tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan.2 Transmisi tungau ini adalah melalui kontak langsung kulit ke kulit. untuk terjadinya gatal harus ada sensitasi terhadap Sarcoptes scabei dulu. Pada infestasi pertama. transmisi melalui kontak lansung melalui berbagai benda yang terkontaminasi seperti: seprei. sprei. Temuan imunologis lain yaitu adanya IgG dan IgM yang tinggi dan IgA rendah dalam serum dan kembali normal setelah pemberian terapi. Selain itu bisa juga melalui kontak tidak langnsung (melalui benda-benda) seperti pakaian. handuk. Tungau scabies dapat hidup diluar tubuh manusia selama 24-36 jam. bantal. sarung bantal.6 Factor yang mempengaruhi timbulnya penyakit:18   Bangsa/ras Penularan : semua bangsa : Dapat langsung maupun tidak langsung melalui pakaian.6 Scabies sangat menular.5.scabei di dalam kulit menyebabkan rasa gatal dan menimbulkan respon imunitas selular dan humoral.2. tempat tidur. dengan kebersihan dan hygiene yang buruk : Populasi mempermudah penularan.5. Tungau dapat ditransmisi melalui kontak seksual walaupun menggunakan kondom akibat kontak melalui kulit diluar kondom.

Begitu pula dalam sebuah pemukiman yang padat penduduknya. Bila ada infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustul. keadaan ini disebabkan karena meningkatnya aktivitas tungau akibat suhu yang lebih lembab dan panas.15 2.15. Sensasi gatal yang seringkali mengganggu tidur dan penderita menjadi gelisah2. Dengan garukan dapat timbul erosi. krusta dan infeksi sekunder. rata-rata panjang 1 cm. pada ujung terowongan ditemukan papul atau vesikel.14 3. Menyerang sekelompok orang Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok. yaitu: 1.14. Terowongan biasanya berbentuk garis lurus atau berkelok. . misalnya dalam sebuah keluarga biasanya mengenai seluruh anggota keluarga. oleh karena itu parasit sangat menyukai bagian kulit yang memiliki stratum korneum yang relatif lebih longgar dan tipis. tungau dapat menular hampir ke seluruh penduduk. walaupun terinfestasi oleh parasit sehingga tidak menimbulkan keluhan klinis akan tetapi menjadi pembawa/carier bagi individu lain2. ekskoriasi. Meskipun demikian kita dapat menemukan gambaran klinis berupa keluhan subyektif dan obyektif yang spesifik. dapat menyerupai dermatitis dengan disertai papul. larva dan nimfa di dalam stratum korneum.D. urtika dan lain-lain. vesikel. Diketahui ada 4 tanda utama (cardinal sign) pada infestasi skabies. Adanya terowongan (kunikulus/kanalikuli) Kelangsungan hidup Sarcoptes scabei sangat bergantung pada kemampuannya meletakkan telur. GAMBARAN KLINIS DAN DIAGNOSIS Kelainan kulit yang ditimbulkan oleh infestasi Sarcoptes scabei sangat bervariasi.14.6. Pruritus Nocturna Adanya gatal hebat pada malam hari. berwarna putih abu-abu. Perlu diperhatikan di dalam kelompok mungkin akan ditemukan individu yang hiposensitasi.6. ekskoriasi dan lain-lain)2.

leher. bahkan hingga satu tahun walaupun telah mendapat pengobatan anti scabies 5. dan aksilla. lipatan paha. Scabies pada orang bersih Scabies yang terdapat pada orang yang tingkat kebersihannya cukup. 4. rasa gatal kurang. dan sering terjadi infeksi sekunder berupa impetigo. Akan tetapi. 3. Misalnya peternak dan gembala.4. kriteria yang keempat ini agak susah ditemukan karena hampir sebagian besar penderita pada umumnya datang dengan lesi yang sangat variatif dan tidak spesifik2. ektima sehingga terowongan jarang ditemukan.14. Kutu biasanya hilang akibat mandi secara teratur. tidak timbul terowongan. Scabies yang ditularkan hewan Sarcoptes scabiei varian canis dapat menyerang manusia yang pekerjaannya berhubungan erat dengan hewan tersebut. lesi terutama terdapat pada tempat-tempat kontak dan akan sembuh sendiri bila menjauhi hewan tersebut dan mandi bersih-bersih. Menemukan Sarcoptes scabei Apabila kita dapat menemukan terowongan yang masih utuh kemungkinan besar kita dapat menemukan tungau dewasa.15. lesi terdapat di muka. telapak kaki. Lesi ini dapat menetap beberapa minggu hingga beberapa bulan. Scabies pada bayi dan anak Lesi scabies pada anak dapat mengenai seluruh tubuh. Scabies krustosa (Norwegian scabies) .6. Tempat yang sering dikenai adalah genitalia pria. larva. Scabies noduler Nodul terjadi akibat reaksi hipersensitivitas. bisa salah didiagnosis karena sangat sukar ditemukan terowongan. terdapat pula bentuk-bentuk khusus yaitu:12 1. Pada bayi. Gejalanya ringan. 2. nimfa maupun skibala dan ini merupakan hal yang paling diagnostik. Selain bentuk scabies yang klasik. telapak tangan. termasuk seluruh kepala.

siku bagian dalam. Parapathognomonic lesi adalah terowongan yang tipis. Selain itu. lepra. pergelangan tangan bagian volar. Krusta terdapat banyak sekali. dan pada bayi dapat . penderita penyakit sistemik yang berat (diabetes dan leukemia). struktur linear yang panjangnya 1-10 mm dan merupakan terowongan yang disebabkan oleh gerakan dari tungau di stratum korneum. Sering terdapat pada orang tua dan orang yang menderita retardasi mental (Down’s Syndrome). seperti benang. sebuah eritomatosa difus dapat terjadi dan merupakan reaksi hipersinsitivitas terhadap antigen tungau. bokong. parut bagian bawah. kadang diagnosisnya baru dapat ditegakkan setlah penderita menularkan penyakitnya ke orang banyak.6. umbilikus. yaitu: sela-sela jari tangan.5. eritema.15 Tempat predileksi biasanya merupakan tempat dengan stratum korneum yang tipis. dan distrofi kuku. Bentuk ini mudah menular karena populasi Sarcoptes scabiei sangat tinggi dan gatal tidak menonjol. Bentuk ini salah diagnosis.Lesi berupa gambaran eritrodermi yang disertai skuama generalisata. Krusta ini melindungi Sarcoptes scabiei di bawahnya. lipatan paha. genitalia eksterna pria (scrotum). lipat ketiak bagian depan. aerola. Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 cardinal sign di atas2. dan penderita immunosupresif (AIDS atau setalah pengobatan glukokortikoid atau sitotoksik jangka panjang).

6 E. Kerokan kulit Kerokan kulit dilakukan dengan mengangkat atap terowongan atau papula menggunakan scalpel nomor 15. karena infestasi ini sering underdiagnosed (skabies dapat menyerupai dermatosis pruritus). hati-hati jangan sampai berdarah. pergelangan.2. Terowongan paling mudah ditemukan pada lipatan tangan. lalu dibersihkan dengan alkohol.15.16 Metode diagnostik lain mencakup dermoskopi yang dapat digunakan untuk memeriksa tungau secara in vivo. yang dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain : 1. polymerase chainreaction (PCR) dapat digunakan sebagai alat diagnostik. Teknik pemeriksaan mikroskopis dengan meneteskan setetes minyak mineral di atas terowongan dan kemudian mengerok secara longitudinal denga pisau scalpel nomor 15 sepanjang terowongan. atau butiran faeces. dengan cara mendeteksi DNA tungau dari krusta kutaneus. Untuk mengidentifikasi terowongan secara cepat dapat diteteskan gentian violet pada area yang terinfestasi.14.6.14 Diagnosis pasti skabies ditegakkan dengan ditemukannya tungau melalui pemeriksaan mikroskop. axilla dan areola. Kerokan diletakkan pada kaca objek.5.menyerang telapak tangan dan telapak kaki. Kerokan lalu diletakkan pada kaca objek dan diperiksa di bawah pembesaran 10x. Terowongan akan terlihat lebih gelap dari kulit disekitarnya karena akumulasi tinta. terutama pada penis dan skrotum.6. Pada situasi diagnostik yang sulit dan kasus atopik. telur atau fecal pallet.14 2. telur. Mengambil tungau dengan jarum . diberi kaca penutup dan dengan pembesaran 20x atau 100x dapat dilihat tungau. diberi minyak mineral atau minyak emersi. atau overdiagnosed sehingga menyebabkan penyakit lain diobati dengan skabisid. khususnya pinggang. sisi lateral telapak tangan. Nodul-nodul skabies jarang terjadi. Salah satu elemen tersebut harus ditemukan. PEMERIKSAAN PENUNJANG Diagnosis pasti ditegakkan dari pemeriksaan mikroskop dengan menemukan tungau. muncul pada genitalia.

Spesimen diletakkan pada gelas objek lalu ditetesi minyak mineral dan diperiksa dengan mikroskop. setelah diletakkan di gelas objek dan ditetesi minyak mineral.19 5.15. Kuretase terowongan Kuretase superfisial mengikuti sumbu panjang terowongan atau puncak papul kemudian kerokan diperiksa dengan mikroskop. Tetrasiklin topikal Larutan tetrasiklin dioleskan pada terowongan yang dicurigai. kemudian segera dihapus dengan alkohol.17. sebagai garis linear berwarna kuning kehijauan sehingga tungau dapat ditemukan. Tes ini tidak sakit dan dapt dikerjakan pada anak dan pada penderita yang non-kooperatif.16 6.15 7. Setelah dikeringkan selama 5 menit kemudian hapus larutan tersebut dengan isopropyl alkohol. berbelok-belok. dengan hati-hati diiris puncak lesi dengan scalpel nomor yang 15 dilakukan sejajar dengan permukaan kulit.Jarum dimasukkan ke dalam terowongan pada bagian yang gelap (kecuali pada orang kulit hitam pada titik yang putih) dan digerakkan tangensial. Tungau akan memegang ujung jarum dan dapat diangkat keluar.15. Tetrasiklin akan berpenetrasi ke dalam melalui stratum korneum dan terowongan akan tampak dengan penyinaran lampu wood.14. karena ada tinta yang masuk. maka jejak terowongan akan terlihat sebagai garis yang karakteristik.19 4. Tes tinta Burowi Papul skabies dilapisi dengan tinta pena.15.17 3. Apusan kulit . Epidermal shave biopsy Menemukan terowongan atau papul yang dicurigai antara ibu jari dan jari telunjuk. Biopsy dilakukan sangat superfisial sehingga tidak terjadi perdarahan dan tidak perlu anastesi.15.

tetapi biopsi mencukur epidermis adalah lebih sederhana dan biasanya dilakukan tanpa anastesi lokal pada penderita yang tidak kooperatif. Biopsi plong (punch biopsy) Biopsi berguna pada lesi yang atipik.19 F. untuk melihat adanya tungau atau telur. sehingga biopsi berguna bila diambil dari lesi yang meradang. Gejala klinis yang tampak umumnya berupa nudul-nodul sebesar kacang polong atau lebih besar. dermatitis. psoriasis. muka dapat pula terkena12. Skabies krustosa dapat menyerupai dermatitis hiperkeratosis. pedikulosis korporis. Setiap dermatitis yang mengenai daerah areola. harus dicurigai pula adanya skabies. ekskoriasi. selain penyakit Paget. Garukan terus menerus menimbulkan erosi. Beberapa penyakit kulit yang memiliki gambaran gejala yang hampir sama dengan skabies adalah: 1) Prurigo Prurigo ialah erupsi popular kronik dan rekurens. Secara umum digunakan punch biopsy.Kulit dibersihkan dengan eter.15. kemudian diletakkan selotipe pada lesi dan diangkat denga gerakan cepat. dan dermatitis kontak. DIAGNOSIS BANDING Skabies merupakan the great immitator. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jumlah tungau hidup pada penderita dewasa hanya sekitar 12. karena menyerupai banyak penyakit kulit dengan keluhan gatal.15 8. . Tempat predileksinya di ekstremitas bagian ekstensor dan simetrik. dan lain-lain. Terdapat berbagai macam prurigo. Diagnosis bandingnya ialah prurigo. disusul oleh prurigo nodularis.14. krusta. dapat meluas ke bokong dan perut. hiperpigmentasi dan likenifikasi. Selotipe kemudian diletakkan diatas gelas objek (enam buah dari lesi yang sama pada satu gelas objek) dan diperiksa dengan mikroskop. yang tersering terlihat ialah prurigo herba.

Pediculus ini merupakan parasit obligant artinya harus menghisap darah manusia untuk dapat mempertahankan hidup. skuama. Gejala klinisnya berupa gatal dengan efloresensi bulla sampai krusta12 4) Dermatitis Dermatitis adalah peradangan kulit sebagai respon terhadap pengaruh eksogen atau faktor endogen. PENATALAKSANAAN Untuk mengobati skabies perlu diberikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya bahwa penyakit skabies mudah sekali menular.Gram. Tempat predileksinya adalah tungkai. karena gatal baru berkurang dengan garukan yang lebih intensif. atau berkelok-kelok. Gejala klinisnya berupa bekas-bekas garukan pada badan. Masuknya larva ke kulit biasanya disertai rasa gatal dan panas.12 3) Pioderma Merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh kuman positif. plantar tangan. papul. terutama streptokokus dan stafilokokus. Kadang-kadang timbul infeksi sekunder dengan pembesaran kelenjar getah bening regional.2) Pedikulosis Korporis Pedikulosis ialah infeksi kulit/rambut pada manusia yang disebabkan oleh Pediculus (tergolong family Pediculidae). sehingga semua . G. vesikel. anus. Mula-mula akan timbul papul kemudian diikuti bentuk yang khas. menimbul dan progresif disebabkan oleh invasi larva cacing tambang yang berasal dari anjing dan kucing. menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik (eritema. edema. likenifikasi) dan keluhan gatal12 5) Creeping Eruption Creeping Eruption merupakan kelainan kulit yang berupa peradangan berbentuk linear. bokong dan paha juga bagian tubuh mana saja yang sering berkontak dengan tempat larva berada.

6. serta dimetabolisasi dengan cepat. Cara pemakaiannya dengan dioleskna pada seluruh area tubuh dari leher ke bawah dan dibilas setelah 8-14 jam. Dapat juga dimasukkan ke dalam kantong plastik. cara pemakaiannya adalah dengan dioleskan dan dibiarkan selama 8 jam. 2.14. kadang diperlukan pengolesan ulang 1 minggu setelah terapi pertama. Obat topikal sebaiknya diberikan setelah mandi karena hidrasi kulit. anak. Studi menunjukkan penggunaan permetrin 1% untuk tungau daerah kepala lebih baik dari lindane karena aman dan tidak diabsorbsi secara sistemik. diserap minimal dan tidak diabsorbsi sistemik. dan orang dewasa .16 Syarat obat yang ideal ialah:2 1. Mudah diperoleh dan harganya murah. sprei. 12 bila diperlukan. Permetrin tidak dianjurkan pada bayi usia < 2 bulan atau pada wanita hamil. Salah satu kekurangan obat ini adalah absorbsi secara sistemik terutama pada bayi. 4. Sama seperti pada permetrin.17. Terapi topikal pada skabies yang sering digunakan adalah sebagai berikut: 1) Krim Permetrin : suatu skabisid berupa piretroid sintesis yang efektif pada manusia dengan toksisitas rendah.individu yang berkontak atau serumah harus diobati walaupun gejala belum ada. handuk dan alat tidur lain hendaknya dicuci dengan air panas. Harus tidak menimbulkan iritasi dan tidak toksik. Harus efektif terhadap semua stadium tungau. Krim permetrin ditoleransi dengan baik..19 2) Lindane 1%: lindane memiliki angka penyembuhan hingga 98% dan diabsorbsi secara sistemik pada penggunaan topikal terutama pada kulit yang rusak. Pakaian.15. 3. bahkan dengan pemakaian yang berlebihan sekalipun dan obat ini telah dipergunakan lebih dari 20 tahun.16.15. Sediaan obat ini biasanya sebanyak 60 mg. dibiarkan dalam satu minggu maka tungau akan mati. Penggunaan obat ini biasanya pada sediaan krim dengan kadar 1% untuk terapi tungau pada kepala dan kadar 5% untuk terapi tungau tubuh. pengobatan dapat diulang setelah 5-7 hari kemudian. Tidak berbau atau kotor serta tidsk merusak atau mewarnai pakaian.

Penggunaan ivermektin ini tidak boleh pada wanita hamil dan menyusui. namum relatif aman.16.16. Penyakit .ivermektin memiliki aktivitas spectrum luas pada nematode dan arthropoda yang dapat digunakan pada hewan dan manusia serta obat ini dapat digunakan pada terapi filariasis. dermatitis yang meluas. efektif dan tepat untuk bayi berumur kurang dari 2 bulan dan selama kehamilan atau menyusui. Sediaan ivermektin topikal.dengan kerusakan kulit yang luas. yaitu larutan ivermektin 1% dalam propilen-glikol juga sedang diteliti penggunaannya sebagai terapi alternative.17.16.19 3) Sulfur : biasanya diresepkan sebagai sulfur presipitat (6%) dalam petrolatum. Kekurangannya membutuhkan pemakaian berulang. 6. Kualitas krim ini dibawah permetrin dan efektivitasnya setara dengan benzyn benzoate atau sulfur. penderita yang pernah mengalami kejang atau penyakit neurologi lainnya. sering memberi iritasi dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.19 5) Krim Kritamiton: dianggap tidak cukup efektif untuk mengobati skabies. Lindane sebaiknya tidak digunakan untuk bayi. Benzyl benzoate memiliki keefektifan yang sama dengan lindane.6. wanita hamil atau menyusui. Obat ini sulit diperoleh.15.19 4) Benzil benzoat 25%: obat ini merupakan skabisid kerja cepat yang efektif terhadap semua stadium namun tidak dijual bebas di Amerika Serikat. 6. Penggunaannya diberikan setiap malam selama 3 kali.19 Selain itu juga terdapat terapi sistemik. khususnya untuk penderita AIDS. Sejak tahun 1993 dilaporkan bahwa ivermektin yang diberikan 1 atau 2 dosis oral 200 mg/kgBB menjadi terapi skabies yan efektif pada penderita AIDS. anak di bawah 2 tahun.6.17. Lindane memiliki efek samping yaitu toksis pada sistem saraf pusat dengan keluhan utama kejang.15. Ivermektin adalah suatu antiparasit yang disahkan oleh FDA untuk unchocerciasis dan strongilodiasis pada manusia. Sulfur dipakai saat malam hari selama 3 malam dan dibersihkan secara menyeluruh 24 jam terakhir.

tapi dalam beberapa kasus dapat timbul gatal yang menetap dan infeksi sekunder.17.15. 3) Hindari menyentuh mata dan mulut denga tangan.15. Setiap anggota keluarga serumah sebaiknya mendapatkan pengobatan yang sama dan ikut menjaga kebersihan. yang digunakan. dapat diberikan steroid oral dalam waktu yang singkat. antibiotik harus diberikan. Penderita mulai merasa bahwa pada kulit mereka masih terdapat tungau meskipun telah diobati. handuk. selalu cuci dengan teratur dan bila perlu direndam dengan air panas.17.19 Pruritus dan infeksi yang ditimbulkan dapat menjadi masalah dan memerlukan terapi khusus.16.yang serius akibat skabies jarang ditemukan. 6. kecuali pada bayi dan penderita skabies berkrusta.6. Jika infeksinya mencapai darah . sprei.16. Bila didapatkan super infeksi oleh bakteri.19 H.6. 2) Pengobatan yang diberikan dioleskan dikulit dan sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum tidur. Lesi dengan fecal pellet terkadang member rasa gatal untuk beberapa saat setelah tungau mati. 5) Jangan ulangi penggunaan skabisid yang berlebihan dalam seminggu walaupun rasa gatal yang mungkin masih timbul selama beberapa hari. Infestasi jangka panjang dapat menimbulkan plak hyperkeratosis yang timbul akibat infeksi dan transmisi kembali oleh Sarcoptes Scabei. Bila gangguan ini berkelanjutan maka diperlukan bantuan dari kejiwaan. PROGNOSIS DAN KOMPLIKASI Skabies tidak sulit disembuhkan dan prognosis umumnya baik.16. 4) Ganti pakaian.17. Hal ini memerlukan pemberian antihistamin dan bila gatal tetap menganggu.19 Edukasi pada pasien skabies: 1) Mandi dengan air hangat dan keringkan badan. Terdapat istilah acarofobia yaitu penderita dengan delusi.

18 .8. Pada infeksi yang persisten dapat timbul Acarophobia.maka dapat menibulkan glomerulonephritis.

Prognosis penyakit ini umumnya baik. tes tinta Borowi. 2. Penatalaksanaan untuk skabies yang sering digunakan antara lain: krimpermetrin. tetrasiklin topikal. handuk. benzyl benzoate 25%. ivermectin. apusan kilit dan biopsy plong (punch biopsy). Diagnosis pasti ditegakkan denga menemukan tungau melalui pemeriksaan mikroskopis melalui beberapa cara seperti kerokan kulit. gatal pada malam hari Menyerang secara berkelompok Adanya terowongan Menemukan tungau Diagnosis klinis ditetapkan berdasarkan anamnesis adanya cardinal sign. krim krotamiton. Pruritus nocturnal. Gejala klinis skabies meliputi 4 cardinal sign. . papul atau vesikel pada kulit.BAB III KESIMPULAN Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitasi terhadap tungau Sarcoptes scabei varietas hominis. 4. Terapi harus tuntas bagi penderita dan keluarga penderita yang memiliki gejala yang sama. lindane 15. epidermal shave biopsy. yaitu: 1. Untuk menghindari infeksi berulang. mengambil tungau dengan jarum. 3. Diagnosis klinis ditetapkan berdasarkan anamnesis adanya cardinal sign. Diagnosis pasti ditegakkan denga menemukan tungau melalui pemeriksaan mikroskopis. Baik baju. Sarcoptes scabei menyebabkan reaksi kulit yang berupa eritem. kuretase terowongan. sulfur presipitat 6%. selimut. dll harus dicuci dengan menggunakan air panas. seluruh kontak dekat dengan pasien harus dieradikasi.