You are on page 1of 50

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karuniaNya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.Tidak lupa saya ucapkan
kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam
menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini jauh dari sempurna dan disana
sini masih banyak kekurangan dan, oleh sebab itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari pembaca.
Pada kesempatan ini juga kami tak lupa mengucapkan terima kasih.Dan semoga dengan
selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.Amin.

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………

i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………..

ii

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang ………………………………………………………………

1

B.Pembahasan Masalah ……………………………………………………….

2

BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Imunisasi ……………………………………………………….

3

B.Tujuan Pemberian Imunisasi ……………………………………………….

3

C.Jenis-Jenis Imunisasi ……………………………………………………….

3

D.Efek Imunisasi ……………………………………………………………..

9

E.Penyakit – Penyakit Yang Ditimbulkan Pada Anak Yang Tidak Di Imunisasi

14

F. Imuisasi MMR ……………………………………………………………..

20

G.Penyakit Yang Kemungkinan Akan Ada Bila Tidak Mendapat Imunisasi MMR

21

H. Jadwal Pemberian Imunisasi ……………………………………………….

28

BAB III PENUTUP
A.KESIMPULAN ……………………………………………………………..

33

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………..

34

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Tuhan

menciptakan

setiap

makhluk

hidup

dengan

kemampuan

untuk

mempertahankan diri terhadap ancaman dari luar dirinya.Salah satu ancaman
terhadap manusia adalah penyakit,terutama penyakit infeksi yang di bawa oleh
berbagai macam mikroba seperti virus,bakteri,parasit,jamur.Tubuh mempunyai cara
dan alat untuk mengatasi penyakit sampai batas tertentu. Beberapa jenis penyakit seperti pilek,
batuk, dan cacar air dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Dalam hal ini dikatakan bahwa
sistem pertahanan tubuh (sistem imun) orang tersebut cukup baik untuk mengatasi dan
mengalahkan kuman-kuman penyakit itu. Tetapi bila kuman p e n y a k i t i t u g a n a s ,
s i s t e m p e r t a h a n a n t u b u h ( t e r u t a m a p a d a a n a k - a n a k a t a u p a d a orang dewasa
dengan daya tahan tubuh yang lemah) tidak mampu mencegah kuman itu
berkembangbiak sehingga dapat mengakibatkan penyakit berat yang membawa
kepada cacat atau kematian.
Apakah yang dimaksudkan dengan sistem imun? Kata imun berasal
dari bahasa Latin ‘immunitas’ yang berarti pemb ebasan (kekebalan)
yang diberikan kepada parasenator Romaw selama masa jabatan mereka
terhadapkewajiban s e b a g a i w a r g a n e g a r a b i a s a d a n t e r h a d a p d a k w a a n
Dalam

sejarah

istilah

i n i kemudian

berkembang

sehingga

p e n g e r t i a n n y a b e r u b a h m e n j a d i p e r l i n d u n g a n terhadap penyakit, dan lebih
spesifik lagi, terhadap penyaki menular. Sistem imunadalah suatu sistem dalam

tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yangdihasilkannya, yang bekerja
sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kumankuman penyakit atau racunnya, yang masuk ke dalam tubuh.1
Kuman disebut antigen. Pada saat pertama kali antigen masuk ke dalam tubuh,maka
sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi.Pada
umumnya,

reaksi

pertama

tubuh

untuk

membentuk

antibodi

tidak

terlalu

kuat,karena tubuh belum mempunyai "pengalaman." Tetapi pada reaksi yang ke-2,
ke-3dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori untuk mengenali antigen
tersebut s e h i n g g a p e m b e n t u k a n a n t i b o d i t e r j a d i d a l a m w a k t u y a n g l e b i h
cepat dan dalam jumlah yan g lebih ban yak.
Itulah sebabnya pada beberapa jenis pen yakit yang

dianggap

berbahaya dilakukan tindakan imunisasi atau vaksinas.Hal
i n i dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan agar tubuh tidak terjangkit
p e n y a k i t tersebut, atau seandainya terkena pun, tidak akan menimbulkan akibat yang fatal.
Imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi
aktif adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau
dimatikandengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri.
Contohnyaadalah imunisasi polio atau campak. Sedangkan imunisasi pasif adalah
penyuntikans e j u m l a h

antibodi,

sehingga

kadar

antibodi

dalam

tubuh

m e n i n g k a t . C o n t o h n y a adalah penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang
yang mengalami lukakecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi yang baru lahir
dimana bayitersebut menerima berbagai jenis antibodi dari ibunya melalui darah placenta
selamamasa kandungan, misalnya antibodi terhadap campak.

B.Pembahasan Masalah :
1.Pengertian Imunisasi
2.Penyakit-penyakit yang di timbulkan pada anak yang tidak di imunisasi
3.Imunisasi Mmr
4.Penyakit-penyakit yang di timbulkan pada anak yang kemungkinan akan di alami bila tidak
mendapat Imunisasi Mmr
5.Jadwal pemberian imunisasi

BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Imunisasi

Tujuan Pemberian Imunisasi Tujuan adalah dari diberikannya u n t u k mengurangi membahayakan angka kesehatan b a h k a n suatu penderita bisa imunitas suatu dari penyakit men yebabkan imunisasi yang sangat kematian pada p e n d e r i t a n y a B e b e r a p a p e n y a k i t y a n g dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B.Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa. I m u n i s a s i b e r a s a l d a r i k a t a i m u n y a n g berarti kebal atau resisten. s e h i n g g a u n t u k t e r h i n d a r d a r i penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya. cacar air. tbc. batuk rejan. polio.Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit denganmemasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedangm e w a b a h a t a u b e r b a h a y a b a g i s e s e o r a n g . C.Jenis-Jenis Imunisasi 1. sehingga rentan terhadapserangan penyakit berbahaya. B.Hepatitis B 3. difteri.BCG 2. tetapiharus dilakukan secara bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang sangatmembahayakan kesehatan dan hidup anak. tetanus. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikank e k e b a l a n a t a u r e s i s t e n s i p a d a p e n y a k i t i t u s a j a . Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali. campak. gondongan.DTP 5.Polio 4. dan lain sebagainya.Campak .

tetapi perkiraan derajat proteksinya sangat bervariasi dan belum ada penanda imunologis terhadap tuberculosis yang dapat dipercaya. kekebalan yang dihasilkan dari imunisasi BCG ini bervariasi. Ro yan said : maksudn ya. Berbeda d e n g a n i m u n i s a s i hepatitis B. orang bilang flek paru.IDAI) untuk mengetahui apakahanak telah terinfeksi TBC atau belum (lihat jadwal imunisasi) Dan lagi. Beberapa proteksi penelitian B C G berkurang menunjukkan jika telah ada bahwa sensitisasi dengan kemampuan mikobakteria lingkungan sebelumnya.1. Dan tidak ada pemerikasaan laboratorium yang bisa menilai kekebalans e s e o r a n g pada pen yakit TBC setelah diimunisasi. BCG dianjurkan diberikan umur 2-3 bulan) atau dilakukan ujituberkulin dulu (bila usia anak lebih dari 3 bulan. BCG adalah vaksin untuk mencegah penyakit TBC. . bila hasilnya >10 μg dianggap memiliki kekebalan yang cukup terhadap hepatitis B. Karena itu. kekebalanuntuk penyakit TBC tidak diturunkan dari ibu ke anak (imunitas seluler). Imunisasi BCG Kepanjangan BCG ? Mungkin karena susah mengucapkannya makanya jarangyang hafal kepanjangannya. tetapi data ini tidak konsisten. kalau sih anak sudah kemasukkan kuman TBCsebelum diimunisasi. Meskipun BCG merupakan vaksiny a n g p a l i n g b a n y a k d i g u n a k a n d i d u n i a ( 8 5 % b a y i m e n e r i m a 1 dosis BCG p a d a tahun 1993). Royan said : maksudnya. Bacillus Calmette-Guerin. proses pembentukan antibbodi setelah d i i m u n i s a s i k u r a n g memuaskan. kita bisa memeriksa titer anti-HBsAg pada laboratotrium.

dr.imunisasi.1 ml pada anak. akan ditandai kulit yang menggelembung. Royan said : maksudnya disuntikkan ke dalam lapisan kulit (bukan di otot). Perlu diketahui juga. lebihd a r i 100 negara memasukkan vaksinasi ini dalam program n a s i o n a l n y a . Makanya ibu-ibu harus segeramemberikan imunisasi BCG buat anaknya.karena ituanak baru lahir tidak punya kekebalan terhadap TBC. anak dengan pengobatan obat steroid jangka panjang dan penderitainfeksi HIV. Prof.Bila penyuntikan benar. Disuntikkan secara intrakutan. Samik Wahab. penyakit yang disebabkan virus ini sulit disembuhkan.BCG ulang tidak dianjurkan karena manfaatnya diragukan. J i k a menyerang anak. BCG tidak dapatdiberikan pada penderita dengan gangguan kekebalan seperti pada penderita lekemia(kanker darah).dan 0. Imunsasi BCG diberikan dengan dosis 0.05 ml pada bayi kurang dari 1 tahun.dan penyakit imun. (Sumber : system imun.Dr. derajat proteksi imunisasi BCG tidak ada hubungannyadengan hasil tes tuberkulin sesudah imunisasi dan ukuran parut (bekas luka suntikan)dilengan. . A.Imunisasi Hepatitis B Imunisasi hepatitis B ini juga merupakan imunisasi yang diwajibkan. Sangat mungkin terjadi sirosis atau pengerutanhati. Bila sejak lahir telah terinfeksi virud hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan kelainan-kelainanyang dibawanya terus hingga dewasa. Jadi tidak benar kalau parutnya kecil atau tidak tampak maka imunisasinyadianggap gagal. Spa(K). Widya Medika) 2.

dengan interval 1 bulan antara suntikan pertama dan kedua. Bisa juga melali alat-alat medis yang sebelumnya telah terkontaminasi darahdari penderita hepatitis B. Dengan syarat. Cara lain melalui kontak dengan darah penderita. tak ada gangguan pada paru-paru dan jantung. Upaya pencegahan adalah l a n g k a h terbaik. Khusus bayi yang lahir dari ibu pengidap VHB. seperti jarum suntik yang tidak steril atau peralatan yang ada di klinik gigi. dan usia 3-6 bulan. semisal transfusidarah. Yan g p o t e m s i a l melalui jalan lahir. Fungsi hati kadang tak terganggu meski sudah mengalami sirosis.selain imunisasi tsb dilakukan tambahan dengan imunoglobulin antihepatitis B dalamwaktu sebelum usia 24 jam . tak ada gejala khas yang tampak secara kasat mata. Dilanjutkan padausia 1 bulan. Usia Pemberian Sekurang-kurangnya 12 jam setelah lahir. Bahkan juga bisa lewat sikat gigi atau sisir rambut yang digunakanantar anggota keluarga.Anak juga terlihat sehat.a n a k n y a untuk mengetahui apakah membawa virus atau t i d a k . imunisasi merupakan langkah efektif untuk mencegah masuknya virus hepatitis B. Jumlah Pemberian Sebanyak 3 kali.kondisi bayi stabil. S e l a i n i t u . Malangnya. Jika ada salah satu a n g g o t a keluarga dicurigai kena Virus Hepatitis B.B a n y a k j a l a n m a s u k v i r u s h e p a t i t i s B k e t u b u h s i k e c i l . biasanya dilakukan screening terhadapa n a k . kemudian 5 bulan antara suntikan kedua dan ketiga. Bahkan olehdokter sekalipun. Penyakit barudiketahui setelah dilakukan pemeriksaan darah. berat badan juga normal. nafsu makan baik.

Kalo yang tetes mudah diberikan. Tanda Keberhasilan: Tak ada tanda klinis yang dapat dijadikan p a t o k a n . b e r a r t i d a y a t a h a n y a 8 t a h u n . yang pertama oral polio vaccine atau yang s e r i n g d i l i h a t d i m a n a m a n a y a i t u v a k s i n t e t e s m u l u t . P e n y u n t i k a n d i b o k o n g t i d a k d i a n j u r k a n k a r e n a b i s a mengurangi efektivitas vaksin. lbih dari 95% bayi mengalami respons imun yang cukup. S e d a n g k a n y a n g k e d u a inactivated polio vaccine.Lokasi Penyuntikan Pada anak di lengan dengan cara i n t r a m u s k u l e r .l a t e r a l = o t o t b a g i a n l u a r ) . sehingga banyak digunakan. Umumnya setelah 3 kalisuntikan. Bila kadarnya di atas1 0 0 0 . Namun dapat dilakukan pengukuran keberhasilan melalui pemeriksaan darah denganmengecek kadar hepatitis B-nya setelah anak berusia setahun. Kalo yang injeksi efek proteksi lebih baik tapi mahal dan tidak punya efek epidemiologis. t a h a n 5 t a h u n . antara 94-96%. Tetapi kalau angkanya cuma 100.murah dan mendekati rute penyakit aslinya. d i a t a s 2 0 0 t a h a n 3 tahun. d i a t a s 5 0 0 . Sedangkan pada bayi di paha lewat anterolateral (antero= otototot bagian depan. Sementara bila angkanya 0 berarti si bayi harus disuntik ulang 3 kali lagi. maka dalam setahun akan hilang. Indikator Kontra: Tak dapat diberikan pada anak yang sakit berat 3. ini yang disuntikkan. Tingkat Kekebalan: Cukup tinggi. Selain itu saat ini MUI telah mengeluarkan fatwa agar pemakaian vaksin polio injeksi hanya ditujukan pada penderita yang tidak boleh mendapat vaksin polio tetes karena daya tahan tubuhnya lemah P o l i o lengkapnya poliomelitis adalah suatu penyakit radang atau yang .Polio Imunisasi polio ada 2 macam.

Thimerosal 0. karena menjangkiti anak-anak terutama yang berumur di bawah lima tahun. penderita akan pincang seumur hidup karena virus ini membuat otot-otot lumpuh dan tetap kecil. serta bakteri pertusis yang telah diinaktivasi y a n g teradsorbsi ke dalam 3 mg / ml Aluminium fosfat. Virus polio menular secara langsung melalui percikan ludah penderita ataumakanan dan minuan yang dicemari. Virus polio menyerang tanpa peringatan merusak system saraf menimbulkan kelumpuhan permanen. kolam renang. gedung-gedung bioskop dikunci. Sejumlah besar penderita meninggal karena tidak dapat menggerakkan otot pernapasan. Lukisan dinding di kuil-kuil Mesir kuno menggambarkan orang-orang sehat dengan kaki layu yang berjalan dengan tongkat. Di wikipedia dijelaskan bahwa Polio sudah dikenal sejak zaman pra sejarah.biasanya pada kaki. Kaisar Romawi Claudius terserang polio ketika masih kanak-kanak dan menjadi pincang seumur hidupnya. Disana para orang tua tidak membiarkan anak mereka keluar rumah. sekolah dan bahkan gereja tutup.menyerang saraf dan dapat menyebabkan lumpuh pada kedua kaki. Ketika polio menyerang Amerika selama dasawarsa seusai Perang Dunia II. Pencegahannya dengan dilakukan menelan vaksin polio 2 (dua) tetes setiapkali sesuai dengan jadwal imunisasi.DTP Deskripsi Vaksin Jerap DTP adalah vaksin yang terdiri dari toksoid difteri dan t e t a n u s yang dimurnikan. penyakit itu disebut ‘momok semua orangtua’. Walaupun dapat sembuh.1 mg/ml . 4.

Di negara-negara dimana pertussis merupakan ancaman bagi bayi m u d a . Indikasi Untuk Imunisasi secara simultan terhadap difteri. tetanus dan batuk rejan. Pada setiap penyuntikan harus digunakan jarum suntik dan syringe yang steril. 30 IUdifteri dan 60 IU tetanus. Bagian anterolateral paha atas merupakan bagian yangdirekomendasikan untuk tempat penyuntikkan.dan vaksin Yellow Fever. K o m p o s i s i T i a p m l m e n g a n d u n g Tok s o i d d i f t e r i y a n g d i m u r n i k a n 4 0 Lf To k s o i d t e t a n u s y a n g d i m u r n i k a n 1 5 L f B . Gejala-gejala keabnormalan otak pada periode bayi baru lahir atau gejala-gejala serius keabnormalan pada saraf merupakan kontraindikasi . Potensi vaksin per dosis tunggal sedikitnya 4 IU pertussis. S a t u d o s i s adalah 0. imunisasi DTP harus dimulai sesegera mungkin dengan dosis pertama diberikan padausia 6 minggu dan 2 dosis berikutnya diberikan dengan interval masing-masing 4m i n g g u . Vak s i n D T P d a p a t d i b e r i k a n s e c a r a a m a n d a n e f e k t i f p a d a w a k t u y a n g bersamaan dengan vaksinasi BCG.digunakansebagai pengawet. Polio (OPV dan IPV). K o n t r a i n d i k a s i Ter d a p a t b e b e r a p a k o n t r a i n d i k a s i y a n g b e r k a i t a n d e n g a n suntikan pertama DTP. (Penyuntikan di bagian pantat padaanak-anak tidak direkomendasikan karena dapat mencederai syaraf pinggul).1 mg. Campak. p e r t u s s i s y a n g d i i n a k t i v a s i 2 4 O U Aluminium fosfat 3 mg Thimerosal 0. Hib.5 ml. Vaksin harus disuntikkan secara intramuskuler atausecara subkutan yang dalam. Dosis dan cara pemberiaan vaksin harus di kocok dulu untuk menghomogenkan suspensi. Hepatitis B. Tidak b o l e h d i s u n t i k k a n p a d a k u l i t k a r e n a d a p a t m e n i m b u l k a n r e a k s i l o k a l .

si kecil pun merasasilau saat melihat cahaya. gejalanya sulit dideteksi. Untungnya campak hanya diderita sekali seumur hidup. N a m u n s e i r i n g b e r t a m b a h n y a u s i a . berkisar 38-40. Apalagi p e n y a k i t c a m p a k m u d a h m e n u l a r . satu-duahari kemudian timbul demam tinggi yang turun naik.5 derajat celcius. mata kemerahabn dan berair.dari komponen pertussis. dan hanya dengan diberi DT untuk meneruskan imunisasi ini. sekali terkena campak. Beberapa anak juga mengalami diare. Penularan campak terjadi lewat udara atau butiran halus air ludah (droplet) p e n d e r i t a y a n g t e r h i r u p m e l a l u i h i d u n g a t a u m u l u t . Jadi. Komponen pertussis harus dihindarkan. demam). P a d a m a s a i n k u b a s i y a n g berlangsung sekitar 10-12 hari. setelah itu biasanya tak akan terkena lagi. d a n m e r e k a y a n g d a y a t a h a n t u b u h n y a l e m a h gampang sekali terserang penyakit yang disebabkan virus Morbili ini. Kemudian. pilek. disebelah dalam mulut muncul bintik-bintik putih yang akan bertahan 3-4 hari. 5.Campak Imunisasi campak sebenarnya bayi sudah mendapatkan kekebalan campak d a r i i b u n y a . Untuk i n d i v i d u penderita virus human immunodefficiency (HIV) baik dengan gejalamaupun tanpa gejala harus d i b e r i i m u n i s a s i D T P s e s u a i d e n g a n s t a n d a r j a d u a l tertentu. Setelah itu barulah munculgejala flu (batuk. . a n t i b o d i d a r i i b u n y a s e m a k i n menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Imunisasi DTP kedua tidak boleh diberikan kepada anak yangmengalami gejala-gejala parah pada dosis pertama DTP.

Dalam waktu 1 minggu. Pada akhirnya bercak akan mengelupas atau rontok atau sembuh d e n g a n sendirin ya.1 s e s u a i j a d w a l . Jika tak ditangani dengan baik campak bisa sangat berbahaya. yaitu mengobati berdasarkan gejala yang muncul. 1 kali di usia 9 bulan. belum ditemukan obat yang efektif mengatasi virus campak. Jaga stamina dan konsumsi makanan bergizi. Ciri-ciri di sekujur tubuh. Komplikasi ini yang umumnya paing sering menimbulkan kematian pada anak. Hingga saatini. K o m p l i k a s i y a n g t e r j a d i b i a s a n y a b e r u p a r a d a n g p a r u .muka. p e n y a k i t . Awalnya haya muncul di beberapa bagian tubuh saja seperti kuping. Pengobatannya bersifat simptomatis. Bercak merah pun akan berubah menjadi kehitaman dan bersisik. Umumnya dibutuhkan waktu hingga 2 minggu sampai a n a k sembuh benar dari sisa-sisa campak. disebuthiperpigmentasi. S e l a i n karenaa n t i b o d i d a r i i b u s u d a h m e n u r u n d i u s i a 9 b u l a n . Dalam kondisi ini tetaplah meminum obat yangsudah diberikan dokter. Bisa terjadik o m p l i k a s i .Seiring dengan itu barulah muncul bercak-bercak merah yang merupakan cirik h a s pen yakit ini.p a r u d a n r a d a n g o t a k . tapi juga tidak terlalu k e c i l . 1 kali diu s i a 6 t a h u n . dada. tangan dan kaki. campak berat. leher. umumnya demam akan turun d e n g a n sendirinya. terutama pada s e l a i n bercaknya campak yang berat. D i a n j u r k a n . p e m b e r i a n c a m p a k k e . Ukurannya tidak terlalu besar. Usia dan Jumlah Pemberian Sebanyak 2 kali. bercak-bercak merah ini hanya di beberapa bagian tibih saja dan tidak banyak. gejalan ya tidak membaik setelah diobati 1-2 hari. Jika bercak merah sudah keluar.

pemberian imunisasi kadang menimbukan efek s a m p i n g . Jika sampai 12 bulan belum mendapatkan imunisasi campak. k i t a p u n t i d a k b o l e h menutup mata terhadap fakta adakalanya efek imunisasi ini bisa sangat berat. Pertahanan tubuh bayi dan balita belum sempurna. N a m u n .Efek Imunisasi Imunisasi memang penting untuk membangun pertahanan tubuh bayi. D. M e n u r u t K o m i t e N a s i o n a l P e n g k a j i a n d a n Penanggulangan (KN PP) KIPI. Tetapi. diharapkan anak terhindar dari berbagai penyakit yang membahayakan jiwanya. Demam tinggi pasca-imunisasi DPT. baik wajib maupun lanjutan. efek samping ini sebenarnya pertanda baik. menurut Departemen Kesehatan RI disebut "KejadianI k u t a n P a s c a I m u n i s a s i " ( K I P I ) . Itulah sebabnya pemberian imunisasi. dianggap penting bagi mereka u n t u k membangun pertahanan tubuh. . Di lain pihak. karena membuktikan vaksiny a n g d i m a s u k k a n k e d a l a m t u b u h t e n g a h b e k e r j a . bahkan berujung kematian.orangtua masa kini seharusnya lebih kritis terhadap efek samping imunisasi yang mungkin menimpa Si Kecil.c a m p a k u m u m n y a menyerang anak usia balita. misalnya.Padahal. maka pada usia 12 bulan harus diimunisasi MMR (Measles Mump Rubella). kerap membuat orangtua was-was.Efek Imunisasi 1. Realita ini. KIPI adalah semua kejadian sakit dan kematian yangterjadi dalam masa satu bulan setelah imunisasi. Dengan imunisasi.

u n t u k menghindari adanya kerancuan antara penyakit akibat imunisasi dengan yang bukan. p e n g a d a a n . sampai dipastikan tidak terjadiadanya KIPI (reaksi cepat). setelah seorang bayi diimunisasi. sebagian besar KIPI terjadi karena faktor kebetulan. sebenarnya tidak ada satu pun jenis vaksin imunisasiyang aman tanpa efek samping. P e n e l i t i a n Vac c i n e S a f e t y C o m m i t t e e . atau semata-mata kejadian yang timbul kebetulan. misalnya alergi. A S . Pada umumnya. "Gejala klinis KIPI dapat timbul secara cepat maupun lambat. I n s t i t u t e o f M e d i c i n e ( I O M ) . "Kejadian yang m e m a n g a k i b a t i m u n i s a s i t e r s e r i n g a d a l a h a k i b a t k e s a l a h a n p r o s e d u r . Oleh karena itu. semakin cepat KIPI terjadi. Pada keadaan tertentu lama pengamatan KIPI dapat mencapai masa 42 hari ( p a s c a ." demikian Sri. D R .maka gejala klinis yang dianggap sebagai KIPI dibatasi dalam jangka waktu tertentu. bahkan 42 hari (pasca-vaksinasi campak dan polio). m e n u r u t P r o f . ( K ) ." terang Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)ini.2. D r. melaporkan. semakin cepat gejalanya.S e l a i n i t u . "Pengamatan juga ditujukan untuk efek samping yang timbul akibat kesalahan teknik pembuatan. K e s a l a h a n p r o s e d u r d a n t e k n i k pelaksanaan imunisasi. S r i R e j e k i H a d i n e g o r o S p A . atau kejadian lain yang bukan akibat efek langsung vaksin. reaksi susunan saraf pusat.vaksinasi rubella). Reaksi juga bisa diakibatkan reaksi simpang (adverse events) terhadap obat atau vaksin.Tidak Ada yang Bebas Efek Samping Menurut Komite KIPI. Dilihat dari gejalanya pun. sistemik. iaharus diobservasi terlebih dahulu setidaknya 15 menit. serta reaksi lainnya. d i s t r i b u s i s e r t a p e n y i m p a n a n v a k s i n . dapat dibagi menjadi gejala lokal.

"Setiap anak a d a l a h pribadi t e r s e n d i r i . l i n g k u n g a n s o s i a l . keluarga dan pribadi yang unik. mual.Reaksi Suntikan . b.Reaksi Suntikan Semua gejala klinis yang terjadi akibat trauma tusukan jarum suntik.d a n t e k n i k pelaksanaan atau pragmatic errors). pabrik vaksin. maupun dokter. Untuk lebih jelasnya. r i w a y a t kesehatan. d e n g a n b a n g u n g e n e t i k a . berikutini beberapa faktor KIPI yang bisa terjadi pasca-imunisasi: a. peluang terjadinya efek samping vaksin pada bayi dan anak-anak adalah karena mereka dijadikan target imunisasi massal oleh pemerintah." demikian Cave. Stephanie Cave MD. Padahal. Karena.Beberapa Kejadian Pasca-Imunisasi Secara garis besar." tukas dokter yang berpraktek di RSUPN CiptoMangunkusumo ini. ahli medis yang menulis "Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi Pada Anak" menyebutkan. Sedangkan reaksi suntikan tidak langsung misalnya rasa takut. b e n g k a k d a n k e m e r a h a n p a d a t e m p a t s u n t i k a n . Sebagian besar ternyata tidak ada hubungannya dengan imunisasi. tidak semua KIPI disebabkan oleh imunisasi. pusing. imunisasi massal yang memilikisikap "satu ukuran untuk semua orang" ini sangat berbahaya. Reaksi suntikanl a n g s u n g m i s a l n y a r a s a s a k i t . sampaisinkope atau pingsan. baik langsung maupun tidak langsung harus dicatat sebagai reaksi KIPI. yang bisa berefek terhadap cara mereka bereaksi terhadap suatu vaksin. 3.

d.Faktor Kebetulan Seperti disebut di atas. imunisasi ( d a n antibiotik) bertanggung jawab untuk sebagian besar reaksi negatif dibanding . b i s a j u g a r e a k s i i n d u k s i v a k s i n b e r a k i b a t p a r a h k a r e n a adan ya reaksi simpang d i dalam tubuh (misal.imunisasi DPT yang dapat diantisipasi dengan obat penurun panas. Meski demikian. maka untuk sementara dimasukkan ke k e l o m p o k "penyebab tidak diketahui" sambil menunggu informasi lebih l a n j u t .kesulitan memusatkan perhatian. keracunan).Gejala KIPI yang disebabkan masuknya vaksin ke dalam tubuh umumnya sudah diprediksi terlebih dahulu karena umumnya "ringan". hingga resikokematian. Penyebab tidak di ketahui Bila kejadian atau masalah yang dilaporkan belum dapat dikelompokkan ke d a l a m salah satu penyebab. Petunjuk "faktor kebetulan" ditandai dengan ditemukannya kejadiansama di saat bersamaan pada kelompok populasi setempat. B i a s a n y a . ada juga kejadian yang timbul secara kebetulan setelah bayi diimunisasi. dengan karakterisitik serupa tetapi tidak mendapatkan imunisasi. Misal. dengan kelengkapan informasi akan dapat ditentukan kelompok penyebab KIPI. c.Saat ini sudah ada puluhan ribu kejadian buruk akibat imunisasi yang dilaporkan. nasalah perilaku seperti autisme. demam pasca. dan p u l u h a n r i b u lainnya yang tidak dilaporkan. 'Imunisasi itu Aman' Ilmu Pengetahuan atau Fiksi? Keraguan tentang aman-tidaknya imunisasi bukan sesuatu yang mengada-ada. Pada anak-anak. yang mungkin menyebabkan masalah persarafan.

Di Amerika Serikat dan tempat-tempat lain di dunia. atau pengamatan. Dan. m u l t i p e l s k l e r o s i s . keyakinan perorangan. diabetes anak-anak. pendapat. ketika imunisasi massal mulai diwajibkan di Amerika Serikat. t e l a h t e r j a d i p e n i n g k a t a n k a s u s k e l a i n a n sistem imun dan persarafan. . termasuk kesulitan memusatkan perhatian. r e m a t o i d a r t r i t i s . Yang juga kurang. Ini adalah tanda baik yang membuktikan bahwa vaksin betuk-betul bekerja secara tepat. k e s u l i t a n b e l a j a r . telah mencetuskan suatu g e r a k a n y a n g m e n u n t u t dilakukannya lebih banyak kajian yang lebih baik tentang potensi efek buruk jangka panjang atau menahun dari imunisasi. Jadi realitanya. Yang diketahui adalah. sindromakeletihan menahun.obat-obat resep lainnya. hingga kini banyak yang tidak diketahui para ilmuwan tentang cara kerjaimunisasi di dalam tubuh pada tingkat sel dan molekul. sejak akhir tahun 1950-an. adan ya p e n i n g k a t a n besar jumlah masalah medis yang terkait dengan imunisasi yang dilaporkan orangtuad a n profesional kedokteran. d a n masalah kesehatan yang menahun lainnya. asma. Namunfaktanya.Imunisasi kadang dapat mengakibatkan efek samping. beberapa obat lebih berbahaya dari pada beberapa obat lainnya. tidak ada obat yang aman untuk setiap anak. autisme. Tes yang memadai untuk imunisasi juga tidak ada. adalah pengertian tentang efek jangka panjang dari imunisasi massal bagi bayi dan anak-anak. bukan hipotesa. Keamanan imunisasi seharusnya berlandaskan pada ilmu pengetahuan yang baik.

k a d a n g d i s e r t a i d e n g a n k e m e r a h a n 4 – 1 0 hari sesudah penyuntikan. 3.Efek samping yang biasa terjadi adalah sebaagai berikut: 1. K e a d a a n i n i t i d a k b e r b a h a y a d a n t i d a k p e r l u m e n d a p a t k a n pengobatan khusus.DPT Kebanyakan bayimenderita panaspada waktusoreharisetelah mendapatkan imunisasi DPT.BCG Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah ditempatsuntikan. kemerahan atau bengkak di tempats u n t i k a n . akan sembuh sendiri.Bila gejala diatas tidak timbul tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan danImunisasi tidak perlu diulang.Penyakit – Penyakit Yang Ditimbulkan Pada Anak Yang Tidak Di Imunisasi . 5.HEPATITIS : Belum pernah dilaporkan adanya efek samping. 2. Setelah 2–3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan kemudian menjadi luka dengan garis tengah ±10 mm. 4 .POLIO : Jarang timbuk efek samping. Luka akan sembuhsendiri dengan meninggalkan luka parut yang kecil. tetapi panas akan turun dan hilang dalam waktu2 hari. Sebagian besar merasa nyeri sakit. Perlu diingat efek samping imunisasi jauh lebih ringan daripada efek penyakit bila bayi tidak diimunisasi. E. C A M PAK : A n a k m u n g k i n p a n a s .

5 Diantaranya merupakan imunisasi yang wajib diberikan sebab fungsinya adalah untuk mencegah anak dari serangan penyakit – penyakit seperti: 1. Pemerintah Indonesia menetapkan ada 12 imunisasi yangharus diberikan kepada anak-anak. terutama TB paru. 2. baik di negara berkembang maupun di negara maju f a k t o r r e s i k o i n f e k s i d a n f a k t o r r e s i k o p r o g r e s i i n f e k s i m e n j a d i p e n y a k i t ( resiko penyakit ). . Lalu m e n g a p a k a d a n g k a l a o r a n g t u a k e r a p m e n g a b a i k a n t i n d a k a n p e n t i n g t e r s e b u t ? Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?S e s u a i d e n g a n y a n g d i p r o g r a m k a n o l e h o r g a n i s a s i k e s e h a t a n d u n i a W H O (Badan Kesehatan Dunia).Imunisasi. "Oleh karena itu. tak hanya menjaga agar anak tetap sehat. kemiskinan. tapi juga ampuh untuk mencegah dan menangkal timbulnya penyakit serta kematian pada anak-anak. serta lingkungan yang tidak sehat.Hepatitis B yang disebabkan virus hepatitis B yang berakibat pada hati Penyakit hepatitis B pada bayi menjadi kronik jauh lebih besar (lebih dari 90 persen) dibandingkan kemungkinan pada orang dewasa. daerah endemis. penggunaan obat-obat intravena.Tuberkulosis (TBC) Tuberkulosis. merupakan masalah yang timbul tidak hanyadi negara berkembang tetapi juga di negara maju. bagi bayi vaksin hepatitis B mutlak perlu.Resiko Infeksi TB Faktor resiko terjadinya infeksi TB antara lain adalah :anak yang memiliki kontak dengan orang dewasa dengan TB aktif. Tuberkulosis tetap merupakan salahsatu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian.

kulit. Bahkan. menyebar melalui tinja/kotoran orang yang terinfeksi. dan diperkirakan menginfeksi 10 kali lebih banyak daripada HIV.V ir u s i t u m e n y e r a n g h a t i d a n m e r u s a k o r g a n t u b u h s e c a r a t a k l a n g s u n g m e l a l u i gangguan sistem kekebalan. atau bentuknya yang lebih yaitu mutakhir .Ciri-ciri penderita hepatitis B umumnya tak diketahui secara jelas karena penderita seperti orang sehat. Virus ini d a p a t m e m a s u k i a l i r a n d a r a h d a n m e n g a l i r k e s i s t e m s a r a f p u s a t m e n y e b a b k a n melemahnya otot dan kadang kelumpuhan. Agen pembawa penyakit ini. " S e b a i k n y a . Namun. Akibatnya ia tak segera menyadari dirinya telah tertular v i r u s h e p a t i t i s B . Pada serangan tahap awal masih bisa disembuhkan jikasegera diobati. b a h k a n s u d a h m e n u l a r k a n n y a k e p a d a o r a n g l a i n . V ir u s h e p a t i t i s B d i k e t a h u i s e b a g a i s a l a h s a t u v i r u s y a n g p a l i n g m u d a h menular. Anak yang terkena polio dapat menjadi lumpuh layuh. lesu. mereka yang memiliki gejala kuning pada mata. mengifeksi saluran usus. 3. a d a l a h p e n y a k i t p a r a l i s i s a t a u l u m p u h y a n g disebabkan oleh virus. Kata Polio sendiri berasal dari bahasaY u n a n i πολιομυελίτις. sirosis (pengerasan hati). jika penyakit berkembang lebih berat maka ia akan mencapait a h a p hepatitis akut. Penyakit ini disebabkan virus. tak memiliki nafsu makanserta sakit lambung-seperti maag yang tak sembuh dalam tempo enam bulansegera periksa ke dokter.Penyakit polio. sampai k e m u d i a n m e n g a k i b a t k a n munculnya kanker hati. masuk ke tubuh melalui mulut. sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV). penularan virus ini 100 kali lebih menular daripada HIV (virus penyebab AIDS).P o l i o m y e l i t i s a t a u P o l i o .

muntah.Sedangkan Strain 2 adalah yang paling jinak. menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. S i n g l e R N A i n i membentuk hampir 30 persen dari virion dan sisanya terdiri dari 4 protein besar ( V P 1 .paralisis menyebabkan demam. lima puluh persen kasus terjadi pada anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Bentuknya adalah ikosahedral tanpa sampuld e n g a n g e n o m e R N A s i n g l e s t r a n d e d m e s s e n g e r m o l e c u l e . -Polio non. lesu. Penyakit Polio terbagi atas tiga jenis yaitu Polio non-paralisis. Strain ini sering ditemukan di Sukabumi. dan sensitif. Virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut ketika seseorang memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi feses. Polio paralisis spinal. dan Polio bulbar.4 ) d a n s a t u p r o t e i n k e c i l ( V p g ) . Polio adalah penyakit menular yang d i k a t e g o r i k a n s e b a g a i penyakit peradaban. dari πολιός "abu-abu" dan μυελός "bercak". . Vir u s a k a n m e n y e r a n g s i s t e m s a r a f d a n k e l u m p u h a n d a p a t t e r j a d i dalam hitungan jam.P o l i o P a r a l i s i s Spinal Jenis Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang. sakit perut. Polio menular melalui k o n t a k antar manusia. famili Picornavirus. o t o t t e r a s a l e m b e k j i k a d i s e n t u h . Strain 1adalah yang paling paralitogenik atau yang paling ganas dan sering kali menyebabkan kejadian luar biasa atau wabah. dan strain 3 (Leon). Poliovirus adalah virus RNA kecil yang terdiri atas tiga strain berbeda dana m a t m e n u l a r. Terjadi kram o t o t p a d a l e h e r d a n p u n g g u n g . Penyebab penyakit polio terdiriatas tiga strain yaitu strain 1 (brunhilde) strain 2 (lanzig). Virus Polio termasuk genus enteroviorus.πολιομυελίτιδα. Polio menyerang tanpa mengenal usia.Meskipun strain ini dapat menyebabkan kelumpuhan .

Infeksi ini akan mempengaruhi sistem saraf pusat menyebar sepanjang serabut saraf. Neuron motor tidak memiliki kemampuan regenerasi d a n o t o t y a n g berhubungan dengannya tidak akan bereaksi terhadap perintah dari sistem saraf pusat. -Polio Bulbar Polio jenis ini disebabkan oleh tidak a d a n y a terserang. Setelah poliovirus menyerang usus. kurang dari satu penderita dari 200 penderita akan mengalami kelumpuhan. yang mengir im sin yal ke berbagai otot yang mengontrol pergerakan bola mata.babkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada toraks (dada) dan abdomen(perut). gusi. Kelumpuhan paling sering ditemukan terjadi pada kaki. Seiringd e n g a n berkembang biaknya virus dalam sistem saraf p u s a t .y a n g mengontrol gerak fisik. kekebalan Batang alami sehingga batang otak ikut o t a k mengandung neuron motor yang mengatur pernapasan dan saraf kranial.kondisi ini disebutacute flaccid paralysis (AFP). pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi. Pada periode inilah muncul gejala seperti flu. Namun. dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung. kelenjar air mata. Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menye. danotot muka. saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbgai fungsi di kerongkongan. virus ini akandiserap oleh kapiler darah pada dinding usus dan diangkut seluruh tubuh. s a r a f trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi.Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungkai menjadi lemas -. v i r u s a k a n menghancurkan neuron motor.P o l i o v i r u s menyerang saraf tulang belakang dan neuron m o t o r .permanen.. disebut quadriplegia. saraf auditori yang mengatur pendengaran. virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. . pergerakan lidah danrasa.

masuk ke dalam darah serta menyebar ke seluruh tubuh.usus. paruparu akan mengembang. Penyakit Polio dapat ditularkan oleh infeksi droplet dari oro-faring (mulut dant e n g g o r o k a n ) a t a u d a r i t i n j a p e n d e r i t a y a n g t e l a h t e r i n f e k s i s e l a i n i t u j u g a d a p a t menular melalui oro-fecal (makanan dan minuman) dan melalui percikan ludah yangk e m u d i a n v i r u s i n i a k a n b e r k e m b a n g b i a k d i t e n g o r o k a n d a n u s u s l a l u k e m u d i a n menyebar ke kelenjar getah bening. Alat ini membantu paruparu yanglemah dengan cara menambah dan mengurangi tekanan udara di dalam tabung.Infeksi yang jauh lebih parah pada otak dapat menyebabkan k o m a d a n kematian. dan saraf tambahanyang mengatur pergerakan leher. paru-paru. paru-paru akan mengempis. Namun trakesotomi juga sulit dilakukan apabila penderitatelah menggunakan ''paru-paru besi'' (iron lung). Kematian biasanya terjadi setelah terjadi kerusakan pada saraf kranial yang bertugas mengirim''perintah bernapas'' ke paru-paru. korban dapat ''tenggelam'' dalam sekresinya sendiri kecuali dilakukan penyedotanatau diberi perlakuan trakeostomi untuk menyedot cairan yang disekresikan sebelummasuk ke dalam paru-paru. Dengan demikian udara terpompa keluar masuk paruparu. Tanpa alat bantu pernapasan. kalau tekanan udara dikurangi. Penularan terutama sering terjadi langsung dari manusia ke manusia melaluifekal-oral (dari tinja ke mulut) atau yang agak jarang terjadi melalui oral-oral (mulutk e . Lima hingga sepuluh persen penderta yang menderita polio bulbar akan meninggal ketika otot pernapasan mereka tidak dapat bekerja. Kalautekanan udara ditambah. polio bulbar dapat menyebabkan kematian. Penderita juga dapat meninggal karena kerusakan pada fungsi p e n e l a n a n .

4. atau measles Adalah penyakit infeksi yang sangatmudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal. bahkan dapat sampai berkilo-kilometer dari sumber penularannya. namun peka terhadap formaldehide danlarutan klor. suatu bakterigram positif yang berbentuk polimorf. yaitu kurang lebih 4hari pertama sejak munculnya ruam. Pseudomembran sendiri merupakan lapisantipis berwarna putih keabu abuan yang timbul terutama di . Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus c a m p a k ) . k o n j u n g t i v i t i s (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. y a n g d i t a n d a i d e n g a n d e m a m . Gejala utama dari penyakit difteri yaitu adanya bentukan p s e u d o m e m b r a n y a n g merupakan hasil kerja dari kuman ini. Difteri disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae. Campak 9 hari. Virus Polio sangat tahan terhadap alkohol dan lisol.Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruamkulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Vir u s Polio dapat bertahan lama pada air limbah dan air p e r m u k a a n . Penyebab Campak. namun virus ini hidup di lingkungan terbatas. tidak bergerak dan tidak membentuk spora. Suhu yang tinggi dapat cepat mematikan virus tetapi pada keadaan bekudapat bertahun-tahun masa hidupnya. b a t u k .Penularan terutama terjadi akibat tercemarnya lingkungan leh virus polio dari penderita yang telah terinfeksi. m u l u t m a u p u n . P e n u l a r a n t e r j a d i m e l a l u i p e r c i k a n l u d a h d a r i h i d u n g .mulut). measles) adalah suatu infeksiv i r u s y a n g s a n g a t m e n u l a r . rubeola. Penyakit ini disebabkankarena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak.Penyakit campak (tampek) Penyakit Campak (Rubeola.

melengkungnya punggung (opistotonus).U N I C E F ( U n i t e d N a t i o n s C h i l d r e n ’s F u n d / D a n a P B B u n t u k A n a k .daerah mukosa hidung.mulut sampai tenggorokan. Pada tahun 2000. D i d a l a m luka bakteri ini a k a n berkembang biak dan membentuk toksin (racun) yang menyerang saraf. kuman ini j u g a m e n g h a s i l k a n s e b u a h r a c u n y a n g d i s e b u t e k s o t o x i n y a n g s a n g a t b e r b a h a y a karena menyerang otot jantung.org). o r g ) .u n i c e f . m e r e k a j u g a b e r e s i k o k e t i k a a l a t .000 kasus dan 3.000 orang diantaranya meninggal karena penyakit iniKata tetanus diambil dari bahasa Yunani yaitu tetanos dari teinein yang berartim e n e g a n g . ginjal dan jaringan syaraf (www. di seluruh dunia dilaporkan30.A n a k ) menyebutkan dalam situsnya bahwa tetanus sangat berisiko terkena pada bayi-bayiyang dilahirkan dengan bantuan dukun bayi di rumah dengan peralatan yang tidak s t e r i l . spasme spasme otot otot tonik umum. kejang dan spasme dan paralisis pernapasan(wikipedia.a l a t y a n g t i d a k b e r s i h d i g u n a k a n u n t u k memotong tali pusar dan olesan-olesan tradisional atau abu digunakan untuk menutupl u k a b e k a s p o t o n g a n ( w w w . Difteri dapat menyerang seluruh lapisan usia tapi paling sering menyeranganak-anak yang belum diimunisasi. Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang terdapat dit a n a h . k o t o r a n h e w a n . Pen yakit ini adalah d a n hiperrefleksia penyakit menyebabkan infeksi trismus di mana (lockjaw). .net). Disamping menghasilkan pseudomembran.blogdokter. d e b u . B a k t e r i i n i m a s u k k e dalam tubuhm a n u s i a m e l a l u i l u k a y a n g t e r c e m a r k o t o r a n . spasme glotal. d a n s e b a g a i n y a .

Campak Jerman dan Penyakit Gondong. 60 % men yerang anak-anak y a n g berumur kurang dari 5 tahun. Pertusis atau batuk rejan adalah penyakit infeksi bakterial yang menyerang sistem pernapasan yang melibatkan pita suara (larinks). tetapi dalam beberapatahun kemudian digabung menjadi vaksin kombinasi. Imunisasi MMR 1.A n g k a k e m a t i a n y a n g d i a k i b a t k a n o l e h tetanus berkisar antara 15-25%.warmasif.000kematian terjadi didunia yang diakibatkan oleh pertusis. Semula vaksin ini ditemukan secara terpisah.Defenisi Imunisasi MMR adalah imunisasi kombinasi untuk mencegah p e n y a k i t Campak. trakea dan bronkial. Kombinasi tersebut terdiri dariv i r u s h i d u p C a m p a k g a l u r E d m o n t o n a t a u S c h w a r z y a n g t e l a h . 19 Infeksi ini menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan sehingga menyebabkan serangan batuk yang parah. 5. Pada tahun 2000 diperkirakan 39 juta kasus terjadi dan 297. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang bersarang di saluran pernapasan dan sangat mudah tertular (www. Biasanya pada bayi yang baru lahir dan keadaannyamenjadi lebih parah. Penyakit ini akan menjadi serius jika menyerang bayi berumur kurang dari 1 tahun. Vaksin ini adalah gabungan vaksin hidup yang dilemahkan.id).co. Pemberian vaksin MMR biasanya diberikan pada usia anak 16 bulan. Pertusis dapat men yer an g segala umur.

” ungkapnya. Seperti yang dikemukakan AndrewWakefield tahun 1998. 2. 20 3. “Itulah sebabnya hingga sekarang. . tetapi dugaan tersebut tidak terbukti. MMR tidak terbukti menyebabkan autisme karena sampelyang diteliti hanya pada 12 pasien. MMR dapat memberikan autisme yang disebabkan pelarut m e n g a n d u n g Tiomersal.Tujuan Tujuan mencegah diberikannya imunisasi MMR a t a u mengurangi terjadin ya infeksi ini adalah pada untuk anak yang d i s e b a b k a n p e n y a k i t . gondongan dan rubela.p e n y a k i t . MMR pentingnya tetap imunisasi aman ini untuk diberikan pada anak mengingat t e r h a d a p perlindungan anak.Pencegahan sindrom rubela congenital merupakan tujuan pemberian imunisasir u b e l a . Componen Antigen Rubella dari virus hidup Wistar RA 27/3 yang dilemahkan danAntigen gondongen dari virus hidup galur Jerry Lynn atau Urabe AM-9.d i l e m a h k a n .Efek Samping Beberapa ahli memang ada yang mengkhawatirkan dengan pemberian MMR i n i .

ibu-ibu harus memiliki kekebalan rubela sejak kecil. kelainan mata.s e h i n g g a d i h a r a p k a n p e n y a k i t t e r s e b u t t i d a k a k a n t e r j a d i p a d a b a y i y a n g a k a n dilahirkan. u m u m n y a n a f s u m a k a n a n a k a k a n m e n u r u n k a r e n a t e r j a d i pembengkakan pada limpa. kalainan jantung. berbeda dari campak Jerman atau rubela. Campak J e r m a n umumnya memiliki dampak lebih ringan dan tidak fatal. karena dapat menimbulkan kelainan jiwa. b a y i d a p a t m e n g a l a m i c a c a t d a l a m b e n t u k . G e j a l a l a i n . “Untuk menghindar penyakit ini.Justru kita harus lebih khawatir bila rubela menyerang wanita hamil karena virusnya bisa menular pada janin melalui plasenta. Umumnya pun terjadi padaanak usia 5 sampai 14 tahun. Bedanya campak biasa dan campak jerman itu apa? Campak biasa.Penyakit Yang Kemungkinan Akan Ada Bila Tidak Mendapat ImunisasiMMR Vaksin MMR merupakan vaksin yang diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit campak.M e m a n g g e j a l a n y a h a m p i r s a m a d e n g a n c a m p a k b i a s a . G. dan retardasi mental. 1. b a t u k .Rubela adalah penyakit yang cukup berbahaya apabila t e r j a d i d i a w a l kehamilan. s e p e r t i f l u . dan cacat bawaan. bercak merah pada rubela tidak timbul terlalu banyak dan tidak separah campak biasa. juga cepat menghilang dalam waktu 3h a r i . gondongan. mikrosefali.A p a b i l a c a c a t d a r i l a h i r . Yang membedakan. kelainan saraf. pilek dan demam tinggi. t u l i . dan campak Jerman. 21 . kelahiran prematur.

d a n h e p a t i t i s B (vaksin Hepatitis B). misalnya mata bayi mengalami katarak. 2. dan tetanus (vaksin DPT). batuk rejan. Mumps. Program Imunisasi juga mencakup pemberian vaksin untuk meningkatkan kekebalan ibu dan bayi terhadap penyakit tetanus (vaksinTT) dan peningkatan kekebalan anak sekolah dasar terhadap penyakit difteri dan tetanus (vaksin DT). H a l i n i u n t u k mengantisipasi terjadinya rubela serta melindungi janin yang dikandungnya kelak. b). juga banyak terjadi anak-anak tumbuh dengan keterbelakangan perkembangan.Bila janin tertular maka anak yangdilahirkan akan mengalami sindrom rubela kongenital dengan kelainan-kelainan. difteria . terjadi pengapuran diotak. Rubella).Imunisasi adalah pemberian vaksin pada tubuh seseorang dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu. p o l i o m y e l i t i s ( v a k s i n P o l i o ) . Pemerintah telah melaksanakan Program Imunisasi sejak lebih dari 30 tahun yang lalu dan telah b e r h a s i l menurunk an angka kesakitan dan angka kematian dari berbagai pen yakit menu lar. .Akhir-akhir ini pada sebagian masyarakat tersebar informasi tentang dugaan adanya hubungan antara autisme dengan imunisasiMMR (Measles. c a m p a k ( v a k s i n C a m p a k ) .S e t i a p a n a k p e r e m p u a n h a r u s m e n d a p a t v a k s i n a s i r u b e l a . vaksinasi rubela pun penting bagi kaum pria. Program Imunisasi di Indonesia mencakup antara lain pemberian v a k s i n u n t u k m e n i n g k a t k a n k e k e b a l a n b a y i t e r h a d a p p e n y a k i t tuberkolosa (vaksin BCG). tidak bisa mendengar.Tidak Adanya Hubungan Antara Terjadinya Autisme Dengan Imunisasi Mmr a). Gunanyamencegah agar tidak terserang rubela dan menulari sang istri yang mungkin tengahhamil nanti.Tak hanya pada perempuan.

s e r t a k e t e r b a t a s a n p e r h a t i a n d a n aktifitas. biasanya terjadi pada usia di bawah 3 tahun. Penelitian yang dilakukan mencakup pengamatan pasca pemasaran (post marketing surveillance) selama 30 tahun terhadap 250 juta dosis vaksinMMR di lebih dari 40 negara di Eropa.Autisme adalah gangguan petumbuhan anak yang kronik dengan gejala utamag a n g g u a n i n t e r a k s i s o s i a l . e). Di negara-negara maju. dan Asia. keamanan. d ) . Australia. walaupun belum termasuk dalam jenis vaksin y a n g digunakan dalam Program Imunisasi Nasional. Laporan terakhir mengenai keamanan vaksin telah pula dilakukan di Finlandiasejak tahun 1982 selama 14 tahun. Studi . vaksin MMR telah digunakan untuk imunisasi anak di berbagai rumah sakit dan klinik. Di Indonesia. Amerika Utara.22 c). dan mutu vaksin oleh Komite Nasional PenilaiObat Jadi (KOMNAS POJ). vaksin MMR digunakansecara luas untuk imunisasi anak. Vak s i n M M R m e r u p a k a n v a k s i n y a n g d i b e r i k a n k e p a d a a n a k d e n g a n maksud untuk mencegah penyakit campak. Vak s i n M M R y a n g dipasarkan di Indonesia telah mendapat izin edar setelah dilakukan evaluasiterhadap efektifitas. gondongan dan campak Jerman (German measles). k o m u n i k a s i .Keamanan vaksin MMR telah dibuktikan dengan berbagai penelitian di l u a r negeri.

dan danm e n g k a j i Ikatan Dokter efektifitas Anak serta Indonesia keamanan akan semua terus memantau vaksin yang d i g u n a k a n d i Indonesia. Imunisasi Penyebab Autis ? Kekawatiran Terhadap Thimerosal Dan Autis Dr Widodo Judarwanto SpADari waktu ke waktu jumlah penyandang spektrum Autis tampaknya semakin meningkat pesat.dan Ikatan Dokter Anak Indonesia mengambil kesimpulan bahwa tidak ada k a i t a n a n t a r a k e j a d i a n autisme pada anak dengan imunisasi MMR. 23 Masyarakat dan segenap tenaga kesehatand i I n d o n e s i a d i h a r a p k a n t i d a k p e r l u k h a w a t i r m e n g e n a i k e a m a n a n v a k s i n MMR. perilaku. Badan Pengawas Obat Dan Makanan. Pemantauan dilakukan terhadapsemua kejadian serius setelah imunisasi dan hasilnya menunjukkan tidak adalaporan kasus autisme yang berhubungan dengan penggunaan vaksin MMR. D e p a r t e m e n Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial. 3.Hasil tersebut sesuai dengan Specific hypothesis driven studies yang pernah d i l a k u k a n s e b e l u m n y a . Autis seolaholah mewabah ke berbagai belahan dunia. Badan Pengawas Obat dan Makanan. B e r d a s a r k a n k a j i a n t e r s e b u t d i a t a s .8 juta anak yang menggunakan 3 juta dosis vaksin MMR. termasuk vaksin MMR. Di beberapa negara terdapat kenaikan angka kejadian penderita Autisme yang cukup tajam. Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial. komunikasi danin teraksi sosial. Di Amerika Serikat disebutkan Autis .tersebut dilakukan pada 1. Autis adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif. bahasa.

Difteri.000 orang. M e m a n g t e r d a p a t t e o r i a t a u kesaksian yang menunjukkan bahwa Autis dan berhubungan dengan thimerosal. imunisasi untuk Thimerosal anak menghindari dapat tidak pen yakit- p e n y a k i t j u s t r u y a n g l e b i h berbahaya. Bahan inidigunakan sejak tahun 1930. 23 . sangat efektif dalam membunuh bakteri dan jamur dan mencegahkontaminasi bakteri terutama pada kemasan vaksin multidosis yang telah terbuka. m e n d a p a t k a n perlindungan kandungan Akibatnya. yang mengandung 49.Kontroversi yang terjadi akhir-akhir ini berkisar pada kemungkinan hubungan A u t i s d e n g a n i m u n i s a s i a n a k . produk biologis atau produk farmasi lainnya.000 – 15. pertusis.terjadi pada 60. Tetanus. Banyak penelitian yang dilakukan secara luas ternyata membuktikan b a h w a A u t i s t i d a k b e r k a i t a n d e n g a n t h i m e r o s a l .Thimerosal atau Thiomersal adalah senyawa merkuri organik atau dikenalsebagai sodium etilmerkuri thiosalisilat. Penyakit tersebut adalah hepatitis B. TBC dansebagainya. Thimerosal yang merupakan derivatdari etilmerkuri.6% merkuri. B a n y a k o r a n g t u a m e n o l a k i m u n i s a s i k a r e n a mendapatkan informasi bahwa beberapa jenis mengakibatkan imunisasi khususnya Autis.000anak dibawah 15 tahun. Kepustakaan lain menyebutkan angka kejadian autis 10-20kasus dalam 10. sebagai bahan pengawet dan stabilizer dalam vaksin.

Konsumsi ikan laut yangtercemari limbah industri. Pada dosis tinggi. s e k i t a r 1 . Etilmerkuri hanya mempunyai paruh waktu singkat di dalam tubuh. penelitian dan kesaksian yang mengungkapkan Autisme mungkin berhubungan dengan imunisasi yang mengandung Thimerosal. S e d a n g k a n metilmerkuri lebih lama berada di dalam mendukung Autis berkaitan dengan Thimerosal : Terdapat beberapa teori.47 ug/kg berat b a d a n / h a r i .EPA (US Enviromental Protection Agency). Kandungan yang ada di dalam vaksin a d a l a h e t i l m e r k u r i b u k a n metilmerkuri. seperti pertusis aseluler atau pertusis ”wholecell”. FDA (Food and Drug Administration). dan ATSDR Amerika Serikat (Agencyf o r Tox i s S u b s t a n c e s a n d D i s e a s e R e g i s t r y ) m e n g e l u a r k a n r e k o m e n d a s i t e n t a n g batasan paparan etilmerkuri yang masih bisa ditoleransi antara 0. 5 j a m .Selain sebagai bahan pengawet.Vaksin tunggal tidak memerlukan bahan pengawet. sehingga kadar merkuri yang dikandung ikan laut tersebutmencapai 11 mcg/kg dan kerang 36 mcg/kg (batas toleransi kontaminasi . s e l a n j u t n y a a k a n d i b u a n g melalui saluran tubuh. thimerosal juga digunakan sebagai agen inaktivasi pada pembuatan beberapa vaksin.Food and Drug Administration (FDA) menetapkan peraturan penggunaan thimerosalsebagai bahan pengawet vaksin yang multidosis untuk mencegah bakteri dan jamur. Senyawa merkuri ini mudah sekali menembus sawar darah otak.1 – 0. Toksisitas merkuri pertama kali dilaporkan tahun 1960 di Minamata Jepang. merkuri dan m e t a b o l i t n y a seperti etilmerkuri dan metilmerkuri b e r s i f a t n e f r o t o k s i s d a n neurutoksis.WHO (Worls Health Organization).Pendapat yang cerna. dan dapat merusak otak.

Denmark Institute for Basic PsychiatricResearch. Hal inimenunjukkan bahwa merkuri dapat menembus sawar darah otak.B a s e d R es ear ch. S tate S er um I ns titut e.S a l i n e B e r n a r d a d a l a h p e r a w a t d a n j u g a o r a n g t u a d a r i s e o r a n g p e n d e r i t a Autisme bersama beberapa orang tua penderita Autis lainnya melakukan pengamatanterhadap imunisasi merkuri.Mengamati 956 . K r e e s t e n M . C o p e n h a g e n . M a d s e n d k k d a r i b e r b a g a i i n t i t u s i d i denmark seperti Danish Epidemiology Science Centre.A ar hus . Department of Psychiatric Demography. R i s s k o v. U niver s it y of Aar hus . Ditemukan kadarnya di dalam otak cukup tinggi pada metil merkuri. Psychiatric Hospital in Aarhus.D enmar k. N a t i o n a l C e n t r e f o r R e g i s t e r . D e p a r t m e n t o f M e d i c i n e . Penelitian pada binatang ditemukan efek neurotoksik etilmerkuri dan metilmerkuri. 24 Mereka bersaksi di depan US House of Representatif (MPR Amerika) bahwa gejala yang diperlihatkan anak Autis hampir sama dengan g e j a l a k e r a c u n a n m e r k u r i B e b e r a p a o r a n g t u a p e n d e r i t a A u t i s d i I n d o n e s i a p u n . Department of Epidemiology and Social Medicine. University of Aarhus. berkesaksian bahwa anaknya terkena autis setelah diberi imunisasiPenelitian dan rekomendasi yang menentang Thimerosal menyebabkan AutisSedangkan penelitian yang mengungkapkan bahwa Thimerosal tidak mengakibatkanA u t i s j u g a l e b i h b a n y a k l a g i .sekitar 1mcg/kg). Denmark mengadakan penelitian bersama terhadap anak usia 2 hingga 10 tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2000.

WA. Sejak thimerosal digunakan hingga tahun 1990 tidak didapatkan kenaikkan penderita auitissecara bermakna. imunisasi Swedia.Stehr-Green P dkk. Seattle. Department of Epidemiology. 25 Melalui forum National Academic Press tahun 2001.Geier DA dalam Jurnal Americans Physicians Surgery tahun 2003menungkapkan b a h w a Thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan) dan penyakit jantung. Kesimpulan penelitian tersebut adalah tidak ada hubungan antara pemberian Thimerazol dengan Autis. i n s i d e n pemberian dan Denmark Penelitian Thimerosal yang tersebut pada Autisme tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. University of Washington. Stratton K dkk melaporkan tentang keamanant h i m e r o s a l pada vaksin dan tidak berpengaruh t e r h a d a p g a n g g u a n g a n g g u a n neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan). Thimerosal. Kemudian sejak tahun 1991 hingga tahun 2000 bersamaan dengantidak digunakannya thimerosal pada vaksin ternyata jumlah penderita Autis malahmeningkat drastis.anak sejak tahun 1971 hingga 2000 anak dengan autis. School of Public Health andCommunity Medicine. bulan Agustus 2003melaporkan antara tahun 1980 hingga 1990 membandingkan prevalensi dan insiden penderita autisme mendapatkan ekposur d e n g a n menyimpulkan bahwa di California.H v i i d A d k k d a l a m l a p o r a n d i m a j a l a h J A M A 2 0 0 4 m e n g u n g k a p k a n penelitian terhadap 2 986 654 anak pertahun didapatkan 440 .

.kasus autis.Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksinyang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberithimerosal. menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbedadengan keracunan merkuri. dalam penelitiannya menyimpulkantidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut. Laporan beberapa penelitian dan kasus jumlahnya relatif tidak bermakna dan dalam populasi yang kecil. Penelitian dalam jumlah besar dan luas tentang Thimerosal t i d a k mengakibatkan Autis secara epidemiologis lebih bisa dipercaya untuk menunjukan sebab akibat. Maka. Ternyata tidak didapatkan perbedaan bermakna. Dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak menerimathimerosal.akan mengabaikan imunisasi dengan segala akibatnya yang jauh lebih berbahaya p a d a anak. Bagaimana sikap kita sebaiknya ? Bila menyimak dan mengetahu kontroversitersebut tanpa memahami dengan jelas. Disimpulkan bahwa pemberian thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya autis. urin dan darah anak Autis. Sedangkan Aschner. Selain itu masih b a n y a k lagi peneliti melaporkan hasil yang sama. maka masyarakat awam bahkan beberapa klinisipun jadi bingung. Menurut penelitian Eto.karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui tinja. Bila terpengaruh oleh pendapat yang mendukung keterkaitanAutis dan imunisasi tanpa melihat fakta penelitian lainnya yang lebih jelas. y a i t u t h i m e r o s a l t i d a k mengakibatkan Autis. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah.

dalam penelitiannya menyimpulkantidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut. kaya sistein dan memiliki kemampuan untuk mengikat logam. Menurut penelitian Eto. salah satunya berkaitan dengan teori Metalotionin.karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui . H a l i n i j u g a m e n a m b a h k e y a k i n a n b a h w a m e m a n g Thimerosal dalam vaksin memang benar aman.Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksinyang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberithimerosal. Pada penderita Autis tampaknya didapatkan adanya gangguan metabolisme metalotionin.25 H a n y a m e n u n j u k a n k e m u n g k i n a n hubungan tidak menunjukkan sebab akibat. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah. Gangguan metabolisme tersebut dapat mengakibatkan gangguan ekskresi (pengeluaran) logam berat (merkuri). Peristiwa tersebut mungkin berkaitan dengan teori genetik. namun hanya sebagian kecil saja yang mengalami gejala Autis.Walaupun paparan merkuri terjadi pada setiap anak. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. urin dan darah anak Autis. Beberapa institusi atau badan kesehatan dunia yang bergengsi pun telah mengeluarkan rekomendasi untuk tetap meneruskan p e m b e r i a n i m u n i s a s i M M R . Sedangkan Aschner. menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbeda dengan keracunan merkuri.Metalothionein merupakan suatu rantai polipeptida liner tediri dari 61-68 asam amino.

Walaupun paparan merkuri terjadi pada setiap anak. namun hanya sebagiankecil saja yang mengalami gejala Autis.tinja. Bagaimana sikap kita sebaiknya ? Bila menyimak dan mengetahu kontroversi tersebut tanpa memahami dengan jelas. salah satunya berkaitan dengan teori Metalotionin. Selain itu masih b a n y a k lagi peneliti melaporkan hasil y a n g s a m a . y a i t u t h i m e r o s a l t i d a k mengakibatkan Autis. Laporan beberapa penelitian dan kasus jumlahnya relatif tidak bermakna dan dalam populasi yang kecil. Beberapa institusi atau badan kesehatandunia yang bergengsi pun telah mengeluarkan rekomendasi untuk tetap meneruskan p e m b e r i a n i m u n i s a s i M M R . H a l i n i j u g a m e n a m b a h k e y a k i n a n b a h w a m e m a n g Thimerosal dalam vaksin memang benar aman. Hanya m e n u n j u k a n k e m u n g k i n a n hubungan tidak menunjukkan sebab akibat. Peristiwa tersebut mungkin berkaitan denganteori genetik. 26 Penelitian dalam jumlah besar dan luas tentang Thimerosal t i d a k mengakibatkan Autis secara epidemiologis lebih bisa dipercaya untuk menunjukan sebab akibat. maka masyarakat awam bahkan beberapa klinisi pun jadi bingung. Maka. . Bila terpengaruh oleh pendapat yang mendukung keterkaitanAutis dan imunisasi tanpa melihat fakta penelitian lainnya yang lebih jelas.akan mengabaikan imunisasi dengan segala akibatnya yang jauh lebih berbahaya p a d a anak.

Gangguan metabolismetersebut dapat mengakibatkan gangguan ekskresi (pengeluaran) logam berat (merkuri. harus dipahami dengan baik . tetapi tidak perlu dikawatirkan pada anak normal lainnya. Pada penderita Autis tampaknyadidapatkan adanya gangguan metabolisme metalotionin. Melalui metabolisme metalotionin pada tubuh anak. m e s k i p u n a n a k t e r s e b u t m e n e r i m a merkuri dalam batas yang masih ditoleransi. Gangguan itu mengakibatkan peningkatan logam berat d a l a m t u b u h y a n g d a p a t m e n g g a n g g u o t a k . 27 Dalam kasus tersebut untuk mendapatkanimunisasi yang mengandung Thimerosal harus berkonsutlasi dahulu dengan dokter a n a k . tidak boleh diabaikan bergitu saja. t i d a k mengakibatkan gangguan. logam berat tersebut dapat dikeluarkan oleh tubuh.Kejadian itulah yang menunjukkan bahwa imunisasi yangmengandung thimerosal harus diwaspadai pada anak yang beresiko Autis.P e n e l i t i a n atau pendapat beberapa k a s u s y a n g m e n d u k u n g k e t e r k a i t a n Autisme dengan imunisasi. Tetapi pada anak Autis terjadi gangguan metabolisme metalotionin. Dalam hal seperti ini. M u n g k i n h a r u s m e n u n d a d a h u l u i m u n i s a s i y a n g m e n g a n d u n g t h i m e r o s a l sebelum dipastikan diagnosis Autis dapat disingkirkan. kaya sisteindan memiliki kemampuan untuk mengikat logam.P a d a a n a k s e h a t b i l a m e n e r i m a m e r k u r i d a l a m b a t a s t o l e r a n s i . Sangatlah bijaksana u n t u k l e b i h w a s p a d a .dll) dari tubuh anak autis.Metalothionein merupakan suatu rantai polipeptida liner tediri dari 61-68 asam amino. b i l a a n a k s u d a h m u l a i t a m p a k d i t e m u k a n p e n y i m p a n g a n perkembangan atau perilaku sejak dini.

resiko. yang keduad i b e r i k a n a n t a r a b u l a n p e r t a m a d a n k e d u a . •P e r t a m a : B i l a i b u a d a l a h p e m b a w a v i r u s d a l a m d a r a h n y a . U n t u k y a n g m e n d a p a t k a n v a k s i n pertama setelah usia 1 bulan. H. Dengan menghindari imunisasi. maka yang kedua diberikan antara bulan ketiga dan keempat. bisa diberikan pada kontrol di bulan pertama atau kedua. •Kedua : Kalau yang pertama diberikan segera setelah lahir. •Resiko yang mungkin timbul Resiko serius yang berkaitan dengan pemberian vaksin HBV sangat jarang terjadi. Tetapi bila ibu bukan pembawa virus. B i l a a n a k t e r k e n a infeksi yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi. Kekawatiran t e r h a d a p imunisasi tanpa didasari p e m a h a m a n y a n g b a i k . B i l a y a n g p e r t a m a diberikan setelah sebulan. diberikan pada usia antara 6 s/d 18 bulan. J a d w a l p e m b e r i a n Vak s i n H e p a t i t i s B d i b e r i k a n d a l a m s a t u s e r i y a n g t e r d i r i dari 3 kali suntik. •Ketiga : Diberikan pada usia 6 bulan untuk yang mendapatkan vaksin p e r t a m a s e b e l u m u s i a 1 b u l a n .Bila anak tidak beresiko atau tidak menunjukkan tanda tanda dini terjadinyaAutis maka tidak perlu kawatir untuk mendapatkan imunisasi tersebut. b e r e s i k o t e r j a d i a k i b a t b e r b a h a y a d a n d a p a t m e n g a n c a m j i w a . Biasanya efek samping hanya bagian bekas suntik menjadi kemerah-merahan. tanda dan gejala autis sejak dini. . Jadwal Pemberian Imunisasi 1 . m a k a vaksin harus diberikan paling lama 12 jam setelah lahir. a k a n m e n i m b u l k a n permasalahan kesehatan yang baru pada anak kita.

4 bulan. •R e s i k o yang mungkin timbul Seringkali pemberian vaksin i n i menimbulkan panas badan ringan atau panas di sekitar bekas suntikanyang diakibatkan oleh komponen pertussis dalam vaksin. dll).•Menunda pemberian Bila anak sakit lebih dari sekedar panas badan ringan. Bila anak memiliki kelainan syaraf atau tidak tidak tumbuh secara normal. 6 bulan. Bila ada reaksi alergi serius terhadap suntikan vaksin. Setelah i t u direkomendasikan untuk mendapatkan Td setiap 10 tahun. dan kompresdengan air hangat bagian bekas suntikan. komponen pertussis dari vaksin dianjurkan untuk tidak d i b e r i k a n d a n h a n y a D T ( d i f t e r i & tetanus) timbul gejala saja. Yaitu pada usia 2 bulan.Jadwal pemberian D i b e r i k a n s e b a g a i s a t u s e r i y a n g t e r d i r i d a r i 5 k a l i s u n t i k . 28 •Setelah pemberian Setelah vaksinasi panas badan anak mungkin naik. 15 s/d 18 bulan dan terakhir saat s e b e l u m m a s u k s e k o l a h ( 4 s / d 6 t a h u n ) . seperti Bila s e t e l a h m e n d a p a t k a n v a k s i n D T P ( D TaP ) dibawah k o n s u l t a s i k a n dengan dokter anak . 2.dan juga daerah sekitar bekas suntikan menjadi merah. D i a n j u r k a n u n t u k m e n d a p a t k a n vaksin Td (penguat terhadap difteri dan tetanus) pada usia 11 s/d 12 tahun a t a u p a l i n g l a m b a t 5 tahun setelah imunisasi DTP terakhir. Sanmol. Untuk itu anda bisa memakai obat penurun panas (Tempra. •Menunda pemberian : Bila anak sakit lebih dari sekedar panas badanringan.

s e b e l u m m e n d a p a t k a n v a k s i n lainnya : kejang-kejang dalam 3 s/d 7 hari setelah imunisasi kejang-kejang yang makin memburuk dibanding sebelumnya apabila pernahm e n g a l a m i n y a r e a k s i a l e r g i k e s u l i t a n m a k a n a t a u g a n g g u a n padamulut. •Resiko yang mungkin timbul Sangat sedikit sekali efek sampingan y a n g p e r n a h d i t e m u k a n . Setelah itu diberikan sebagai penguat pada usia 12 s/d 15 bulan. . •Menunda pemberian Bila anak sakit lebih dari sekedar panas badan r i n g a n . Untuk mencegah panas badan kadangkala dokter anak memberikan resep obat sebelumimunisasi.3. k e c u a l i k e m e r a h . 4 bulan dan sekitar 6 bulan.m e r a h a n d a n n y e r i p a d a bagian bekas suntikan atau panas badan ringan.HIB (Haemophilus Influenza Tipe B) Jadwal pemberian Diberikan pada usia2 bulan.gejala seperti diatas. tenggorokan atau muka panas badan lebih dari 40 d e r a j a t Celcius (105 derajat Fahrenheit) pingsan dalam 2 hari pertama setelahimunisasi terus menangis lebih dari 3 jam di 2 hari pertama setelah imunisasi •Setelah pemberian : Anak mungkin mengalami panas badan ringan dan atau kemerahmerahan di sekitar bekas suntikan. B i l a a d a r e a k s i a l e r g i s e t e l a h i m u n i s a s i . 29 Segera hubungi dokter anak anda apabila timbul gejala. m a k a p e m b e r i a n vaksin Hib berikutnya harus dihentikan.

vaksin IPV lebih baik daripada OPV. U n t u k i t u k o n s u l t a s i k a n d e n g a n d o k t e r a n a k a n d a m a n a y a n g terbaik untuk kasus anak anda. Ini untuk mencegah penularan virus polio hidup yang terkandung dalam vaksin OPV ke anda. 30 . 12s/d 18 bulan dan saat sebelum masuk sekolah (4 s/d 6 tahun).POLIO Jadwal pemberian Diberikan pada usia 3 bulan. Imunisasi pertama dan kedua adalah IPV sedang dua terakhir dengan O P V. Sebagai catatan.•Setelah pemberian Persiapkan obat-obatan untuk penurun panas badanringan. 4 bulan. •R e s i k o yang mungkin timbul Bagi anda yang belum p e r n a h mendapatkan imunisasi polio pada saat balita dianjurkan u n t u k imunisasi dengan IPV sebelum anak anda mendapatkan vaksin poliosecara OPV. untuk anak-anak tipe ini harus dihindari kontak dengan anak lain yang baru saja menerima vaksin OPV sampai sekitar 2 minggu setelah vaksinasi. N a m u n apabila tidak ada gangguan dianjurkan untuk mendapatkan vaksin semuanyas e c a r a I P V. 5 bulan. 4. •M e n u n d a p e m b e r i a n A p a b i l a a n a k m e m i l i k i g a n g g u a n k e k e b a l a n tubuh.

apabila tidak ada gejala lain yang serius. •Setelah pemberian Seperti vaksin lainnya cukup siapkan obat penurun panas. Yaitu pada usia 12 s/d 15 bulan dan saat sebelummasuk sekolah (4 s/d 6 tahun) atau pada usia 11 s/d 12 tahun. Untuk OPV tidak ada gejala pasca imunisasi apapun.BCG Jadwal pemberian Diberikan satu kali pada usia 2 bulan.MMR / CAMPAK Jadwal pemberian Diberikan sebagai satu seri yang terdiridari dua kali pemberian. Untuk itu sebaiknya diberikan vaksin tipe OPV.Vaksin IPV tidak boleh diberikan kepada anak yang memiliki alergiserius terhadap antibiotika neomycin atau streptomycin. Bila memiliki alergi terhadap telur atau antibiotika neomycin. •Setelah pemberian Seperti vaksin lainnya cukup siapkan obat penurun panas.m e r a h a n d i s e k i t a r b e k a s s u n t i k a n . •Menunda pemberian Bila anak sakit lebih dari sekedar panas badan ringan. •Resiko yang mungkin timbul Jarang ditemui adanya reaksi berlebihanterhadap vaksin ini.5.Bila menerima gamma globulin dalam selang waktu 3 bulan sebelum imunisasi. •Menunda pemberian Bila anak sakit lebih dari sekedar panas badan ringan. •S e t e l a h p e m b e r i a n U n t u k I P V. Bila memiliki gangguan kekebalan tubuh akibat kanker atausedang menjalani terapi kemo atau radiasi. s e r i n g m e n i m b u l k a n p a n a s b a d a n r i n g a n d a n n y e r i a t a u k e m e r a h . apabila tidak ada gejala lain yang serius. •R e s i k o y a n g m u n g k i n t i m b u l J a r a n g s e k a l i t i m b u l m a s a l a h s e r i u s akibat vaksin ini.6. .

31 Tabel jadwal imunisasi umum : JADWAL JENIS VAKSIN PEMBERIAN Waktu Lahir Umur 1Bulan Umur 2 Bulan Umur 3 Bulan Umur 4 Bulan Umur 5 Bulan Umur 6 Bulan Umur 9 bulan Umur 15 Bulan Umur 18 Bulan Kls 1 SD BCG.Hepatitis B (dosis I) Hepatitis B (dosis II) DPT dan Polio (dosis I) DPT dan Polio(dosis II) DPT dan Polio(dosis III) Polio (dosis IV) Hepatitis (dosis III) Campak MMR DPT(dosis IV).Polio (dosis V) DT(dosis I dan II) .

32 BAB III PENUTUP A. tetanus. difteri dan pertusis (batuk rejan). Imunisasi bekerja dengan cara merangsang timbulmya kekebalan tubuh y a n g a k a n melindungi anak anda dari pen yakit. jumlah kematian anak-anak yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut meningkat dan banyak orang yang mengalami komplikasi kronik setelah menderita penyakit tersebut.Tanpa pemberian vaksin. . campak. gondongan. campak Jerman.KESIMPULAN Imunisasi merupakan hal yang terpenting dalam usaha melindungi kesehatananak anda.penyak it sebagai berikut: p o l i o . influenza.

http://www.pdf lng=in&pg=15&id=4 3. Statistika Analisis H u b u n g a n K a u s a l Berdasarkan Data Kategorik.php? 4.http://syehaceh. 2.com/2008/05/12/imunisasi-dan-faktor-yang- .wordpress.ums. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa. 2001.infeksi.http://eprints.com/articles.Agung.id/888/1/2008v1n102.DAFTAR PUSTAKA 1.ac. I Gusti Ngurah.

depkes.http://www.com .com/2008/02/20/jenis-imunisasi-yang-diawajibkan-dandianjurkan/ 7.com/articles.litbang.pdf 9.2/imunisasi.http://vinadanvani.http://www.id/~djunaedi/documentation/vol.infeksi.go.www.http://m.32_No.net/kesehatan/C5_1.ictjogja.wordpress.htm 6.mempengaruhinya/ 5.google.php?lng=en&pg=15&id=13 8.