You are on page 1of 10

LAPORAN PENDAHULUAN

Water Seal Drainage (WSD)

OLEH:
ANGGRAINI

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA (OKTOBER, 2016)

Laporan Pendahuluan WSD A. Mengembalikan tekanan negative pada rongga pleura c. Lobektomy b. Pneumoktomy Efusi pleura : Post operasi jantung Emfiema : a. Tempat Pemasangan WSD Bagian apex paru (apical) a. Kondisi inflamsi Kontraindikasi a. Mengeluarkan cairan atau darah. Tujuan a. 2013). cairan (darah. anterolateral interkosta ke 1-2 b. rongga thorax dan mediastinum dengan menggunakan pipa penghubung (Eni. Kelebihan antikoagulan c. Penyakit paru serius b. Pengertian WSD merupakan tindakan invasive yang dilakukan untuk mengeluarkan udara. 2. Infeksi pada tempat pemasangan b. Luka tusuk tembus c. Pasca bedah thoraks Thorakotomy : a. Robekan pleura b. fungsi : untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura . Konsep Dasar 1. Spontan > 20% oleh karena rupture bleb b. udara dari rongga pleura dan rongga thorak b. Kerusakan selang dada pada sistem drainase Hemothoraks : a. Klem dada yang terlalu lama d.pus) dari rongga pleura. Mengembangkan kembali paru yang kolaps d. Mencegah refluks drainage kembali ke dalam rongga dada 4. Gangguan pembekuan darah yang tidak terkontrol 3. Indikasi dan Kontraindikasi Indikasi Pneumothoraks : a.

Undulasi pada selang cairan mengikuti irama pernafasan: a) Inspirasi akan meningkat b) Ekpirasi menurun Gambar 1. fungsi : untuk mengeluarkan cairan (darah. Sistem yang paling sederhana dan sering digunakan pada pasien simple pneumothoraks 2. Terdiri dari botol dengan penutup segel yang mempunyai 2 lubang selang yaitu 1 untuk ventilasi dan 1 lagi masuk ke dalam botol 3. WSD dengan sistem 1 botol Keutungan WSD dengan sistem 1 botol . Selang untuk ventilasi dalam botol dibiarkan terbuka untuk memfasilitasi udara dari rongga pleura keluar 5.Bagian basal a. Air steril dimasukan ke dalam botol sampai ujung selang terendam 2cm untuk mencegah masuknya udara ke dalam tabung yang menyebabkan kolaps paru 4. pus) dari rongga pleura 5. postero lateral interkosta ke 8-9 b. Jenis-jenis WSD a. Drainage tergantung dari mekanisme pernafasan dan gravitasi 6. WSD dengan sistem satu botol 1.

1) Penyusunan sederhana. Prinsip kerjasama dengan sistem 1 botol yaitu udara dan cairan mengalir dari rongga pleura ke botol WSD dan udara dipompakan keluar melalui selang masuk ke WSD 5. Biasanya digunakan untuk mengatasi hemothoraks. Kerugian WSD dengan sistem 1 botol 1) Saat drainase dada mengisi botol lebih banyak kekuatan diperlukan untuk memungkinkan udara dan cairan pleural untuk keluar dari dada masuk ke botol. Botol 1 dihubungkan dengan selang drainage yang awalnya kosong dan hampa udara. b. 2) Memungkinkan observasi dan pengukuran drainase yang lebih baik. WSD dengan sistem 2 botol 1. efusi peural Gambar 2. Cairan drainase dari rongga pleura masuk ke botol 1 dan udara dari rongga pleura masuk ke water seal botol 2 4. tekanan pleura harus lebih tinggi dari tekanan botol. 2) Mudah untuk klien yang dapat jalan. 3) Untuk terjadinya aliran. WSD dengan sistem 2 botol Keuntungan WSD dengan sistem 2 botol 1) Mempertahankan unit water seal pada tingkat konstan. . hemopneumothoraks. 1 botol mengumpulkan cairan drainage dan botol ke-2 botol water seal 2. 2) Campuran darah drainase dan udara menimbulkan campuran busa dalam botol yang membatasi garis permukaan drainase. selang pendek pada botol 1 dihubungkan dengan selang di botol 2 yang berisi water seal 3. Digunakan 2 botol .

Paling aman untuk mengatur jumlah hisapan 3. Botol ke-3 mempunyai 3 selang : 1) Tube pendek diatas batas air dihubungkan dengan tube pada botol ke dua 2) Tube pendek lain dihubungkan dengan suction 3) Tube di tengah yang panjang sampai di batas permukaan air dan terbuka ke atmosfer Gambar 3. Sama dengan sistem 2 botol. 2) Untuk terjadinya aliran. WSD dengan sistem 3 botol Keuntungan WSD dengan sistem 3 botol 1) Sistem paling aman untuk mengatur pengisapan Kerugian WSD dengan sistem 3 botol . Drainage tergantung gravitasi dan jumlah hisapan yang ditambahkan 5.Kerugian WSD dengan sistem 2 botol 1) Menambah area mati pada sistem drainase yang mempunyai potensial untuk masuk ke dalam area pleura. tekanan pleura harus lebih tinggi dari tekanan botol. WSD dengan sistem 3 botol 1. Jumlah hisapan tergantung pada kedalaman ujung selang yang tertanam dalam air botol WSD 4. ditambah 1 botol untuk mengontrol jumlah hisapan yang digunakan 2. Yang terpenting adalah kedalaman selang di bawah air pada botol ke-3. c. 3) Mempunyai batas kelebihan kapasitas aliran udara pada adanya kebocoran pleura.

6. 1) Dengan WSD/Bullow drainage diharapkan paru mengembang. merubah posisi tubuh sambil mengangkat badan. Selang diatur se-nyaman mungkin. dan pengganti verband 2 hari sekali. Mendorong berkembangnya paru-paru.Usahakan agar pasien dapat merasa enak dengan memasang bantal kecil dibelakang. melakukan pernapasan perut. sehingga slang yang dimasukkan tidak terganggu dengan bergeraknya pasien. Komplikasi sekunder: infeksi. Mengurangi rasa sakit dibagian masuknya slang. . atau menaruh bantal di bawah lengan atas yang cedera. Mendeteksi di bagian dimana masuknya slang. sehingga rasa sakit di bagian masuknya slang dapat dikurangi.1) Lebih kompleks. dan perlu diperhatikan agar kain kassa yang menutup bagian masuknya slang dan tube tidak boleh dikotori waktu menyeka tubuh pasien. atau memberi tahanan pada slang. tension pneumothoraks. edema paru. atrial aritmia b. Perawatan WSD a. Mencegah infeksi di bagian masuknya slang. 2) Pergantian posisi badan. emfiema 7. c. 2) Lebih banyak kesempatan untuk terjadinya kesalahan dalam perakitan dan pemeliharaan. Komplikasi primer: perdarahan. b. Dalam perawatan yang harus diperhatikan : 1) Penetapan selang. Komplikasi Pemasangan WSD a. Untuk rasa sakit yang hebat akan diberi analgetik oleh dokter.

2) Perhatikan banyaknya cairan. 1) Cairan dalam botol WSD diganti setiap hari . diukur berapa cairan yang keluar kalau ada dicatat. Perhatikan keadaan dan banyaknya cairan suction. keluhan pasien. . keadaan cairan. 3) Perlu sering dicek. e. 3) Latihan batuk yang efisien : batuk dengan posisi duduk.2 jam selama 24 jam setelah operasi. Suction harus berjalan efektif : 1) Perhatikan setiap 15 . Jika banyaknya hisapan bertambah/berkurang. slang bengkok atau alat rusak. keadaan pernapasan. ke 1/2 terlentang atau 1/2 duduk ke posisi miring bagian operasi di bawah atau di cari penyababnya misal : slang tersumbat oleh gangguan darah. 4) Kontrol dengan pemeriksaan fisik dan radiologi. atau lubang slang tertutup oleh karena perlekatanan di dinding paru-paru. d. harus dilakukan torakotomi. Perdarahan dalam 24 jam setelah operasi umumnya 500 800 cc. jangan batuk waktu slang diklem.2 jam setelah operasi dan setiap 1 . tekanan darah.20 menit selama 1 . apakah tekanan negative tetap sesuai petunjuk jika suction kurang baik. denyut nadi. Jika perdarahan dalam 1 jam melebihi 3 cc/kg/jam. warna muka. perhatikan juga secara bersamaan keadaan pernapasan.2) Latihan napas dalam. f. coba merubah posisi pasien dari terlentang. Perawatan “slang” dan botol WSD.

Betadine 10 % . Pelaksanaan perawatan WSD . 3) Penggantian botol harus “tertutup” untuk mencegah udara masuk yaitu meng”klem” slang pada dua tempat dengan kocher.Buka balutan dengan menggunakan pinset.Alcohol 70 % .9 % dan ujung selang terendam sepanjang 2 cm.Cuci tangan kemudian memakai handscoon . misal: slang terlepas. Standar Operasional Prosedur a.Bak instrumen .Bebaskan pakaian pasien bagian atas .Atur posisi setengah duduk atau sesuai dengan kemampuan pasien. 8. .2) Setiap hendak mengganti botol dicatat pertambahan cairan dan adanya gelembung udara yang keluar dari bullow drainage. 4) Setiap penggantian botol/slang harus memperhatikan sterilitas botol dan slang harus tetap steril. Alat dan Bahan .Kassa steril .Bengkok b. 5) Penggantian harus juga memperhatikan keselamatan kerja dirisendiri. botol terjatuh karena kesalahan dll. 6) Cegah bahaya yang menggangu tekanan negatip dalam rongga dada.Buka set bedah minor steril . Prosedur 1.Handscoon steril . balutan kotor masukan kedalam bengkok . dengan memakai sarung tangan. 2.Pinset .Gunting . Persiapan pasien dan lingkungan .Plester .Botol WSD berisi larutan betadine yang telah diencerkan dengan NaCl 0.Trolly dressing .

kemudian hubungkan dengan selang penyambung botol - WSD yang baru Buka klem selang WSD Anjurkan pasien untuk tarik nafas dalam Rapikan pakaian pasien dan lingkungan Bantu pasien untuk kembali keposisi yang nyaman Bersihkan alat-alat dan botol WSD yang kotor kemudian - sterilisasi kembali. Dokumentasi . Buka handscoon dan cuci tangan.- Disenfeksi luka dan selang dengan betadine 10 % - kemudian dengan alcohol 70 % Tutup luka dengan kassa steril yang sudah dipotong - tengahnya kemudian diplester Klem selang WSD Lepaskan sambungan antara selang WSD dengan selang - botol Bersihkan ujung selang WSD dengan alcohol 70 %.

(2015). C.Daftar Pustaka Eni. https://www.scribd. dkk. Water Seal Drainage. Buku ajar fundamental keperawatan. Jakarta: EGC Korzier. Y & Achmad.com/doc/281896211 (diakses tanggal 04 oktober 2016) . (2013). Jakarta: EGC Jho. Keterampilan dan prosedur laboratorium keperawatan dasar. proses dan praktik. (2010). konsep.