You are on page 1of 5

menurut jenis cedera

:
cedera kepala terbuka dapat menyebabkan fraktur tulang tengkorak dan laserasi
duameter. trauma yang menembus tengkorak dan jaringan otak
cedera kepala tertutup dapat disamakan pada pasien dengan gegar otak ringan
dengan cedera serebral yang luas

menurut berat ringannya berdasarkan GCS (Glassgown coma scale)
cedera kepala ringan: GCS 14-15, dapat terjadi kehilangan kesadaran, amnesia,
kurang dari 30 menit, tidak ada fraktur tengkorak, tidak ada kontusio serebral,
hematoma
cedar kepala sedang : GCS 9-13, kehilangan kesadaran dan amnesia lebih dari 30
menit tetapi kurang dari 24 jam, dapat mengalami fraktur tengkorak, diikuti
kontusio serebral, laserasi, dan hematoma intrakranial.
Cedera kepala berat: GCS 3-8, kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih
dari 24 jam, meliputi kontusio serebral, laserasi atau hematoma intrakranial.

ETIOLOGI
Mekanisme cedera kepala meliputi cedera akselerasi, deselerasi, akselerasideselerasi, coup-countre coup, dan cedera rotasional
Cedera akselerasi terjaadi jika objek bergerak menghantam kepala yang tidak
bergerak (contoh: alat pemukul mneghantam kepala atau peluru yang ditembakkan
ke kepala)
Cedera deselerasi terjadi jika kepala yang bergerak membentur objek diam seperti
pada kasus jatuh, tabrakan mobil ketika kepala membentur kaca depan mobil,
Cedera coup-countre coup terjadi jika kepala terbentur yang menyebabkan otak
bergerak dalam ruang kranial dan dengan kuat mengenai area tulanh tengkorak
yang berlawanan serta area kepala yang pertama kali terbentur. Sebagai contoh
pasien dipukul dibagian belakang kepala
Cedera rotasional terjadi jika pukulan/benturan menyebabkan otak berputar dalm
rongga tengkorak yang mengakibatkan peregangan atau robeknya neuron dalam
substansia alba serta robeknya pembuluh darah yang memfiksasi otak dengan
bagian dalam tengkorak.
Trauma tumpul

Jatuh dari ketinggian d. sehingga bila kadar glukosa plasma turun sampai 70 % akan terjadi gejala-gejala permulaan disfungsi cerebral. Perubahan otonom pada . tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen melalui proses metabolik anaerob yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Trauma tembus luka tembus peluru dari cedera tembus lainnya (Mansjoer. cedera otak sekunder kelainan patologi otak disebabkan kelainan biokimia metabolisme. hipoksia atau kerusakan otak akan terjadi penimbunan asam laktat akibat metabolisme anaerob. Dalam keadaan normal cerebral blood flow (CBF) adalah 50 – 60 ml / menit / 100 gr. Hal ini akan menyebabkan asidosis metabolik. Pada saat otak mengalami hipoksia. jaringan otak. Demikian pula dengan kebutuhan oksigen sebagai bahan bakar metabolisme otak tidak boleh kurang dari 20 mg %. Dapat terjadi memar otak dan laserasi f. Kebutuhan glukosa sebanyak 25 % dari seluruh kebutuhan glukosa tubuh.Kecepatan tinggi : tabrakan motor dan mobil Kecepatan rendah : terjatuh atau dipukul b. Cedera otak primer adanya kelainan patologi otak yang timbul segera akibat langsung dari trauma. Otak tidak mempunyai cadangan oksigen. Pada kontusio berat. jadi kekurangan aliran darah ke otak walaupun sebentar akan menyebabkan gangguan fungsi. PATOFISIOLOGI Otak dapat berfungsi dengan baik bila kebutuhan oksigen dan glukosa dapat terpenuhi. Cedera akibat kekerasan e. 2000:3) c. yang merupakan 15 % dari cardiac output. karena akan menimbulkan koma. Energi yang dihasilkan didalam sel-sel saraf hampir seluruhnya melalui proses oksidasi. fisiologi yang timbul setelah trauma. perubahan tekanan vaskuler dan udem paru. Trauma kepala meyebabkan perubahan fungsi jantung sekuncup aktivitas atypicalmyocardial.

MANIFESTASI KLINIS Pada pemeriksaan klinis yang biasa dipakai untuk menentukan cedera kepala menggunakan pemeriksaan GCS yang dikelompokkan menjadi cedera kepala ringan. Jika perdarahan >20cc atau >1 cm midline shift > 5mm dilakukan operasi untuk menghentikan perdarahan 2. Fraktur kubah kranial menyebabkan bengkak pada sekitar fraktur 2. Secara klinis ditandai dengan penurunan kesadaran. berpikir lamabat. Epidural hematoma Hematoma antara durameter dan tulang. kejang. dan berat. biasanya sumber perdarahannya adalah robeknya arteri meningica media. Ditandai dengan penurunan kesadaran dengan ketidaksamaan neurologis sisi kiri dan kanan (hemiparese/hemiplegi. pupil anisokor. bingung. Periode akut dapat terjadi dalam 48 jam-2 hari. takikardia. disertai adanya lateralisasi yang paling sering berupa hemiparese/plegi. sinus venous. sedang. Pengaruh persarafan simpatik dan parasimpatik pada pembuluh darah arteri dan arteriol otak tidak begitu besar. 2 minggu atau beberapa bulan. Pada pemeriksaan CT scan didapatkan gambaran hiperdens yang berupa bulan sabit (cresent). Subdural hematoma adalah terkumpulnya darah antara durameter dan jaringan otak. Akibat adanya perdarahan otak akan mempengaruhi tekanan vaskuler. Suzzana. dimana penurunan tekanan vaskuler menyebabkan pembuluh darah arteriol akan berkontraksi . reflek patologis satu sisi).perdarahan lambat dan sedikit. Nyeri yang menetap atau setempat biasanya menunjukan adanya fraktur (Smeltzer. Gambaran CT scan area hiperdens dnegan bentuk bikonvek diantara 2 sutura. Fraktur dasar tengkorak dicurigai ketika CSS kleuar dari telinga dan hidung 3. Subdural hematoma Hematoma dibawah lapisan durameter dengan sumber perdarahan dapat berasal dari bridging vein. dapat terjadi akut dan kronik. a/v cortical. edem pupil. fibrilasi atrium dan vebtrikel. Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah vena. Laserasi atau kontusio otak ditunjukan oleh cairan spinal berdarah Hematoma pada cedera kepala: 1. Geala-gejalanya adalah nyeri kepala. mengantuk. Indikasi operasi jika perdarahan tebalnya > 1 cm dan terjadi pergeseran garis tengah > 5mm 3. 2010) 1.fungsi ventrikel adalah perubahan gelombang T dan P dan disritmia. Intracranial hematoma .

hidrosefalus PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. tidak ada perubahan selama 3 hari perawatan dan luka tembus akibat benda tajam atau peluru 5. Komplikasi a. c. diameter > 3 cm. d. Peningkatan tekanan intrakranial : terdapat perdarahan di selaput otak d. bradikardi (nadi<60x/menit). menentukan ukuran ventrikuler. adanya lateralisasi. AGD (Analisa Gas Darah) Mendeteksi ventilasi atau masalah pernapsan (oksigenisasi) jika terjadi peningkatan intrakranial . Foto polos tengkorak (skull X-ray) Mengidentifikasi atau mendeteksi perubahan struktur tulang (fraktur). trauma 3. seperti pergeseran jaringan otak akibat edema. Edema Cerebral : Terutama besarnya massa jaringan di otak di dalam rongga tulang tengkorak yang merupakan ruang tertutup. CT scan (dengan/tanpa kontras): mengidentifikasi adanya hemoragik. perdarahan. adanya pergeseran garis tengah. Angiografi serebral Menunjukkan kelainan sirkulasi serebral. infeksi e. perifer .Perdarahan intracerebral adalah perdarahan yang terjadi pada jaringan otak biasanya akibat robekan pembuluh darah yang ada dalam jaringan otak. fraktur impresi dengan lateralisasi yang tidak sesuai. Pemeriksaan MRI 4. pergeseran jaringan otak. indikasi CT scan nyeri kepala atau muntah-muntah. Pada pemeriksaan CT scan indikasi dilakukan operasi adanya daerah hiperdens. Cedera otak sekunder akibat hipoksia dan hipotensi b. penurunan GCS lebih dari 1 point. perubahan struktur garis (perdarahan/ edema) 2.

. hanya cairan infus dextrosa 5 %. untuk mengurnagi vasodilatasi. Antibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisillin) atau untuk infeksi anaerob diberikan metronidasol. Karena hari-hari pertama didapat penderita mengalami penurunan kesadaran dan cenderung terjadi retensi natrium dan elektrolit maka hari-hari pertama (2-3 hari) tidak terlalu banyak cairan. 2 – 3 hari kemudian diberikan makanan lunak. aminofel (18 jam pertama dari terjadinya kecelakaan). Makanan atau cairan. Pada trauma berat. Pada trauma ringan bila muntah-muntah tidak dapat diberikan apa-apa. Pengobatan anti edema dnegan larutan hipertonis yaitu manitol 20 % atau glukosa 40 % atau gliserol 10 %. e.6. Elektrolit Untuk mengkoreksi keseimbangan elektrolit sebgai akibat peningkatan tekanan intrakranial PENATALAKSANAAN MEDIS Konservatif: Bedrest total Pemberian obat-obatan Observasi tanda-tanda vital (GCS dan tingkat kesadaran) Obat-obatan : Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah makanan diberikan melalui nasogastric tube (2500 – 3000 TKTP). ringer dextrosa 8 jam kedua dan dextrosa 5 % 8 jam ketiga. dosis sesuai dengan berat ringanya traumTerapi hiperventilasi (trauma kepala berat). amnifusin. Dextosa 5 % 8 jam pertama. Pemberian protein tergantung nilai ure nitrogen Pembedahan.