You are on page 1of 5

BAB VIII

PROSES PERAWATAN BETON (CURING)
DAN PEMBUATAN KAPING
8.1

TUJUAN PERCOBAAN
Curing adalah suatu usaha perawatan beton setelah beton dicor.
Perawatan beton wajib dilakukan karena bertujuan untuk menjaga
kelembaban dan temperatur yang diperlukan bagi semen untuk melakukan
proses hidrasi dengan sempurna.
Kaping adalah prosedur agar mendapatkan permukaan yang rata di
bagian ujung silinder beton yang baru dicetak, atau beton inti hasil
pengeboran bila permukaan ujungnya tidak rata dan tidak memenuhi
persyaratan tegak lurus sesuai standar yang berlaku.

8.2

PERALATAN
Alat untuk perawatan beton (curing):
a.

Kolam atau bak air.
Alat untuk pembuatan kaping:

8.3

a.

Kompor untuk melelehkan belerang.

b.

Cetakan kaping.

c.

Alat tuang belerang.

d.

Kuas oli.

e.

Palu.

BAHAN
Bahan untuk perawatan beton (curing):
a.

Beton silinder diameter 15cm, tinggi 30cm (6buah).

b.

Air bersih.
Bahan untuk pembuatan kaping :

a.

Beton silinder diameter 15cm, tinggi 30cm (6buah).

b. Oli bekas. Tuang kedalam kompor dan nyalakan kompor. Tunggu hingga belerang menjadi leleh dan cair.8. 1. Angkat beton silinder dari kolam atau bak air pada hari ke 26. cetakan kaping dan alat tuang silinder. 2. Proses perawatan beton (curing) adalah sebgai berikut: a. 6. Beton silinder yang sudah diangkat dari kolam atau bak air pada hari ke 26 didiamkan selama sehari. c. dan No. Beri tanda pada 6 beton silinder seperti No. beton silinder diangkat dari kolam atau bak air. Belerang balok 3kg. Setelah sehari. Proses pembuatan kaping adalah sebagai berikut: a. 5. f. 3. No. No. Lakukan proses penuangan lelehan belerang dan saat penaruhan beton silinder diatas lelehan cair belerang secara cepat dan tepat. No. c. Ambil belerang dan hancurkan hingga berbentuk bubuk. Ambillah beton silinder yang sudah dicetak dan sudah jadi beton. karena lelehan cair cepat mengeras. 2. b. CARA MELAKUKAN Adapun prosedur dalam proses perawatan beton (curing) dan pembuatan kaping adalah sebagai berikut: 1. Pada hari ke 26. c. beton silinder dimasukkan kedalam kolam atau bak air selama 26 hari. Kemudian tambah tuangan lelehan cair belerang pada pinggirpinggir cetakan kaping agar lebih merata. Setelah diberi tanda. tuang lelehan belerang kedalam cetakan secara merata dan taruh beton silinder diatas lelehan cair belerang pada cetakan kaping. Persiapkan alat yang akan digunakan kompor untuk melelehkan belerang. baru proses kaping dimulai. d. . No. Beri tanggal pemasukan beton silinder ke dalam kolam atau bak air.4 b. d. e. 4. Setelah cair.

. 15cm Kaping Belerang Beton Silinder 30cm Kaping Belerang 8.g. Sedangkan Pelapisan Belerang atau Kaping diharapkan dapat menghasilkan pemegangan ujung dengan tingkat keakurasian data yang paling sesuai pada saat uji tekan silinder beton dan dapat mengetahui pola retak dominan yang dihasilkan dari masing-masing pemegangan ujung benda uji silinder beton.5 KESIMPULAN Perawatan Beton ini dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi dan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. kekedapan terhadap air. Ulangi proses e. putar beton secara perlahan dan angkat beton dari cetakan kaping. serta stabilitas dari dimensi struktur. h. f dan g sampai 6 kali untuk masing-masing kedua sisi permukaan beton silinder. Setelah padat dan kering. ketahanan terhadap aus.

4 Cetakan Belerang .6 GAMBAR ALAT Beberapa alat yang digunakan dalam proses perawatan beton (curing) dan pembuatan kaping sebagai berikut: Gambar 8.3 Kompor Untuk Melelehkan Belerang Gambar 8.8.1 Beton Direndam Gambar 8.2 Belerang Gambar 8.

6 Kuas dan Oli Bekas .Gambar 8.7 Beton Silinder dengan Kaping Belerag Gambar 8.5 Alat Tuang Belerang Gambar 8.