You are on page 1of 20

PORIFERA DAN COELENTERATA

LAPORAN PRAKTIKUM

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keanekaragaman Hewan
Yang Dibimbing Oleh Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd

Oleh:
Eka Imbia Agus Diartika
140341601668
Pendidikan Biologi/ Off. A

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2016

A. Sejarah
1. Porifera
Hewan spons (sponges) atau disebut juga kelompok Porifera
merupakan hewan multiseluler yang primitif. Tubuhnya tidak memiliki
jaringan maupun organ yang sesungguhnya. Semua hewan dewasa
anggota dari filum Porifera bersifat menempel atau menetap/sesil pada
suatu dasar dan hanya menunjukkan sedikit gerakan (Kastawi et al,
2005).
Kata Porifera berasal dari bahasa lati, porus berarti lubang kecil
(dalam bentuk tunggal = porus, sedangkan dalam bentuk jamak = pori),
sedang ferra mengandung atau mengemban. Kata tersebut menunjukkan
akan kekhususan hewan yang bersangkutan, yaitu hewan yang memiliki
banyak lubang-lubang kecil dan bila disingkat cukup disebut hewan
berpori. Menurut Kastawi et al. (2005) ciri-ciri umum yang terdapat pada
filum Porifera yaitu:
 merupakan hewan multiseluler
 belum mempunyai organ pencernaan, sistem peredaran darah, dan
sistem saraf
 bersifat sesil (menempel)
 bentuk tubuh hewan ini ada yang seperti piala, jambangan, terompet,
dan bercabang-cabang seperti tumbuhan
 habitat utama di perairan (terutama di laut)
2. Coelenterata
Coelenterata sering disebut hewan berongga. Pemberian nama
hewan berongga sebenarnya masih tidak tepat karena Coelenterate
adalah hewan yang tidak mempunyai rongga tubuh yang sebenarnya
(acoelomate), yang dimiliki hanyalah sebuah rongga sentral yang disebut
coelenteron (rongga gastrovaskuler, rongga tempat terjadinya
pencernaan dan pengedaran sari makanan) (Rusyana, 2013).
Hewan yang termasuk dalam filum Coelenterata ini memiliki
rongga di tengah tubuhnya. Rongga tersebut berfungsi sebagai rongga
pencernaan,
berperan
sebagai
ususnya
dan
disebut
rongga
gastrovaskuler. Rongga ini terbuka dibagian ujungnya membentuk mulut.
Disekitar mulut terdapat penjuluran-penjuluran yang disebut tentakel
yang berguna untuk menangkap makanannya.
Dinding tubuh coelenterata terdiri dari tiga lapisan. Lapisan terluar
adalah epidermis dan lapisan terdalam adalah gastrodermis. Namun,
diantara kedua lapisan itu terdapat lapisan yang disebut mesoglea.
Mesoglea ini bersifat nonseluler. Pada lapisan ektodermis dan
endodermis
(gastrodermis)
ditemukan
adanya
sel-sel
jelatang
(nematosit), terutama pada bagian epidermis pada tentakel. Cnidaria
tergolong masih primitif meskipun telah memperlihatkan adanya

Coelenterata  Bagaimanakah ciri umum filum Coelenterata?  Bagaimanakah struktur tubuh hewan yang termasuk filum Coelenterata?  Bagaimanakah makanan dan cara makan anggota filum Coelenterata?  Bagaimanakah klasifikasi filum Coelenterata? C. seperti kumpulan jambangan kecil yang berhubungan satu sama lain pada bagian pangkalnya. Bentuk tubuh Spons juga bermacam-macam. B.  Ukuran tubuh Porifera sangat bervariasi. Genus Leucosolenia adalah salah satu jenis spons yang bentuknya sangat sederhana yang merupakan kelompok spons askonoid. Porifera  Bagaimanakah ciri umum filum Porifera?  Bagaimanakah struktur tubuh hewan yang termasuk filum Porifera?  Bagaimanakah macam spikula pada Porifera?  Bagaimanakah sistem aliran air pada Porifera?  Bagaimanakah sistem gerak dan rangka tubuh Porifera?  Bagaimanakah klasifikasi filum Porifera? 2. 2005). bentuk tubuh ada yang seperti piala. sesil (menempel). dan habitat utama di perairan (terutama di laut). terompet.. 2005).  Spikula pada Porifera ada dalam berbagai bentuk dan sangat penting dalam identifikasi dan klasifikasi (Kastawi et al. sistem peredaran darah. jambangan. tetapi kebanyakan berbentuk tidak beraturan dengan pola bervariasi. beberapa simetri radial. Di dalam setiap individu yang berbentuk seperti jambangan tersebut terdapat rongga yang disebut spongocoel atau atrium (Suwignyo et al. dan bercabang-cabang seperti tumbuhan. Air yang masuk akan bermuara pada spongocoel (rongga sentral) dan rongga sentral tersebut bermuara pada sebuah lubang besar yang disebut oskulum (Kastawi et al. Bagian permukaan tubuh spons askon berlubang kecil (pori) yang disebut pori masuk (incurrent pores) atau prosopil. Rumusan Masalah 1. . dari sebesar kacang polong sampai setinggi 90 cm dan lebar 1 m.spesialisasi dan diferensiasi sel karena perkembangan organ tubuh sangat terbatas. dan sistem saraf. belum mempunyai organ pencernaan. Prediksi 1. hidup di laut menempel pada batu karang di bawah batas air surut terendah. 2005). Porifera  Ciri umum filum Porifera yaitu multiseluler. Lubang kecil ini merupakan tempat masuknya air dari luar.

hingga masih tetap simetri radial. Gerak yang aktif hanya dilakukan . 2.3 tipe morfologi spons. 3. sehingga potongan melintangnya seperti jari-jari. A. sedangkan lapisan luar sebagai saluran air masuk. C. ditinjau dari sistem aliran air (bukan secara taksonomi).2 Bentuk-bentuk spikula J : spikula bentuk benang Sumber : Invertebrate Zoology. B. bentuk porifera dibagi menjadi tiga tipe yaitu : 1. Lipatan sebelah dalam menghasilkan sejumlah besar kantung yang dilapisi choanocyte.  Gambar 2. Barnes  Menurut Suwigyo et al (2005). disebut flagellated.Keterangan : A-D : spikula bentuk monoxon E & F : spikula bentuk tetraxon G & H : spikula bentuk poliaxon I : spikula bentuk hexaxon/triaxon Gambar 2. Flagellated canal melipat-lipat membentuk rongga kecil berflagela. menyerupai vas bunga atau jambangan kecil. Leuconoid Sumber : Suwigyo et al (2005) Gerak pada porifera hampir tidak ada atau tidak terlihat. Spongocoel menghilang dan digantikan oleh saluran-saluran kecil menuju osculum. Hewan dewasa hidup sebagai koloni yang sesil atau menempel pada suatu substrat. Syconoid. Syconoid Spons memperlihatkan lipatan-lipatan tubuh dalam tahap pertama termasuk tipe syconoid. Dengan banyaknya lipatan bertutut-turut menyebabkan bentuk spons menjadi tidak beraturan. Asconoid. Dinding tubuh melipat secara horisontal. disebut flagellated chamber. Leuconoid Tingkat pelipatan dinding spongecoel paling tinggi terdapat pada leuconoid. Asconoid Asconoid merupakan bentuk yang paling primitif.

Habitat calcarea sebagian terdapat pada lauut yang ber suhu hangat. Contoh yang terkenal dari kelas ini adalah Euplectella aspergillum (keranjang bunga venus). Semua spikulanya berukuran relatif sama dengan bentuk monaxon.. Sebagian besar anggota demospongiae berwarna cerah . dan leukonoid. sikonoid.  Kelas Demospongiae Demospongiae adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Porifera. Pada daerah teropis calcarea berasosiasi dangan trumbu karang. dengan tinggi tidak lebih dari 10 cm. kelas-kelas tersebut adalah:  Kelas Calcarea atau Calcispongiae Hewan spons anggota dari kelas Calcarea memiliki spikula yang terbuat dari senyawa kalsium karbonat (CaCO3). Kerangka tubuh seperti ini dapat disebut sebagai kerangka dalan atau endoskeleton. 1968). Perkembanganbiakannya secara vegetatif yaitu dengan pembentukan tunas dan gemulae (utir benih) dan secara generatif berlanngsung secara Anisogami (Suwignyo et al. atau 3 kelas (Hegner dan Engemann. Spongocoelnya sangat berkembang dan dan osculumnya tertutup oleh plat seperti ayakan. Hyalonema longissinum. c. triakson (3 sudut). sehingga disebut juga dengan spons kalkareus (spons kapur).pada saat masih larva (amphiblastula). Contoh genus yang umum ditemukan antara lain : leucosolenia (tipe askonoid). Golongan ini bertulang lunak karena tidak memiliki rangka. Setelah larva menempel di dasar laut larva bermetamorfosis dan spons dewasa mulai tumbuh (Suwignyo et al. Warna tubuhnya pucat. Setelah pembuahan larva di inkubasi selama waktu yang relativ lama. Porifera kaca : terbuat dari bahan kristal silikat H2Si3O7. Nama Hexactinellida diberikan karena spikulanya bertipe triaxon dengan 6 ujung/cuatan atau kelipatan. Jika ditinjau dari bahan pembentuk kerangkanya. cangkir. Rangka sebagai penyangga tubuh Porifera berupa kristal-kristal kecil berbentuk duri dan bintang (spikula) atau berupa anyaman serabut-serabut fiber dari bahan protein atau spongin. sehingga mereka bahkan membentuk spikula dasar sebelum dilepas sebagai larva parenchymella. 1994). Warna tubuh anggota Calcarea ada yang abu-abu. sycon (tipe siknoid). Ukuran tubuhnya relatif kecil. atau kendi dengan tinggi sekitar 10-30 cm. merah atau seperti warna bunga lavender. Porifera kapur : terbuat dari bahan kristal kapur atau CaCO3. maka dapat dikelompokkan menjaji tiga golongan yaitu : a. Ada beberapa yang memiliki rangka yang tersusun dari serabut-serabut spongin dengan spikula dari zat kersik. 2005).  Porifera dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas (Ruppert dan Barnes. Reproduksi pada hexactinellida sperma ditransfer ke organisme lain melalui air. kuning menyala. Ada yang memiliki saluran air mulai dari askonoid. dan tetraxon (4 sudut) yang adanya secara terpisah. Menurut Kastawi et al (2005). Adanya sedikit gerak pengkerutan tubuhnya karena bagian tepi pinakosit yang dikontraksikan. Hal ini berbeda dengan spons lainnya yang mempunyai flagela atau alat gerak lainnya. ditemukan diperairan dangkal yang terlindungi dan memiliki kedalaman kurang dari 1000 m.  Kelas Hexactinellida atau Hyalospongiae Hewan spons anggota dari kelas Hexactinellida sering dikenal sebagai spons kaca. dan kemudian harus membuat jalan sendiri menuju sel telur. Bentuk tubuhnya menyerupai vas bunga. Porifera lunak : tersusun dari bahan spongin (organis) b. gelap. 2005).

Spons dari kelas ini tidak memiliki spikula "triaxon" (spikula kelas Hexactinellidae). Tipe pertama adalah polip yang sesil. Namun. celah-celah batuan bawah laut atau terowongan diterumbu karang.  Kelas Sclerospongiae Menurut Warren (1982). Ruppert dan Barnes. Rongga tersebut berfungsi sebagai rongga pencernaan. Spikula silikat. diantara kedua lapisan itu terdapat lapisan yang disebut mesoglea. Lapisan terluar adalah epidermis dan lapisan terdalam adalah gastrodermis. Spons karang menghasilkan rangka CaCO2 (aragonit) yang terjalin dalam serat-serat spons hingga sepintas mirip batu koral. Pada reproduksi seksual spermatosit berkembanng dari transformasi koanosit dan oosit timbul dari archeocytes. Cnidaria tergolong masih primitif meskipun telah memperlihatkan adanya spesialisasi dan diferensiasi sel karena perkembangan organ tubuh sangat terbatas. jaringan yang hidup berupa lapisan tipis menyelubungi rangka kapur. tetapi ada juga jenis menyandang dua tipe struktur tersebut. Rongga ini terbuka dibagian ujungnya membentuk mulut. Semua jenis ini adalah bertipe leuconoid yang kompleks yang mempunyai spikula silikat dan serat spongin. Harrison dan De Vos (1991). Metode reproduksi aseksual mencakup pertunasan dan pembentukan gemmules (Suwignyo et al. Mesoglea ini bersifat non seluler. Tubuh polip mirip tabung dengan ujung oral terdapat mulut dengan tentakelnya. Demospongiae dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. 2005). Hampir 75% jenis spons yang dijumpai di laut adalah dari kelas Demospongiae. Di sekitar mulut terdapat penjuluran-penjuluran yang disebut tentakel yang berguna untuk menangkap makanannya. Pada pembelahan sel telur terjadi di mesohil dan membentuk larva parenchimula dengan massa sel internal berukuran besar yang dikelilingi oleh sel flagella eksternal yang lebih kecil. Spons karang (Corraline sponges) berbeda dari spon kelas lainnya. Pada dasarnya terdapat dua tipe struktur tubuh cnidarian. dan tipe kedua adalah medusa yang berenang bebas.karena mengandung pigmen granula dibagian sel amobositnya. dapat mencapai diameter 1m. tetapi spikulanya berbentuk "monaxon". berperan sebagai ususnya dan disebut rongga gastrovaskuler. Beberapa jenis spons kelas ini ada yang tidak mengandung spikula tetapi hanya mengandung serat-serat kolagen atau spongin saja. terutama pada bagian epidermis pada tentakel.. monaxon. Elemenelemen ini dikelilingi oleh jaringan hidup yang terdapat pada rangka basal kalsium karbonat yang kokoh atau pada rongga yang ditutupi oleh kalsium karbonat. Beberapa jenis cnidarian hanya memiliki salah satu tipe struktur tubuh (medusa atau polip) dalam hidupnya. Tubuh medusa menyerupai paying atau lonceng dengan permukaan mencembung. Pada lapisan ektodermis dan endodermis (gastrodermis) ditemukan adanya sel-sel jelatang (nematosit). "tetraxon" yang mengandung silikat. dan banyak ditemukan di daerah terumbu karang pada contonental slope di Jamaika. 2.1991 sebagaimana dikutip oleh Suparno (2005) kelas Sclerospongia merupakan spons yang kebanyakan hidup pada perairan dalam di terumbu karang atau pada gua-gua. Sedang. Dinding tubuh coelenterate terdiri dari tiga lapisan. pada medusa tebal. Coelenterata  Hewan yang termasuk dalam filum Coelenterata ini memiliki rongga di tengah tubuhnya. . dan ujung aboral yang melekat pada substrat.

antara lain Hydrozoa. 3) Gastrodermis. Sisa pencernaan makanan dibuang melalui mulut. Nematosista paling banyak terdapat di tentakel dan ujung oral (mulut). et al. sel knidosit atau knidoblas.. dan Physalia sp. Dibagi menjadi beberapa kelas. Sel indra berhubungan dengan sel saraf yang tersusun seperti jala pada epidermis yang berdekatan dengan mesoglea. Makanan akan hancur dan kemudian diaduk hingga merata oleh gerakan flagela. Sel-sel interstisial berfungsi dalam regenerasi dan menghasilkan tipe sel lainnya. Cnidaria merupakan hewan diploblastik atau memiliki dua lapisan embrionik. Hal tersebut menentukan tipe hidupnya. dan sel kelenjar lendir. misalnya pada Hydra. dan hidup di air tawar. sedangkan yang soliter hanya berbentuk polip. Mereka menangkap mangsanya dengan cara agak pasif melayang melalui tentakel mereka. Tubuh Cnidaria terdiri atas tiga lapisan. Nematosista hanya dapat digunakan sekali saja.  Kebanyakan Coelenterata adalah karnivora dan makanan mereka sebagian besar terdiri dari Crustasea dan ikan kecil. Namun ada pula yang menyebabkan rasa sakit. Sedangkan Coelenterata melepaskan nematosis penyengat untuk melumpuhkan mangsanya. Di dalam rongga gastrovaskuler terdapat enzim semacam tripsin untuk mencerna protein. dan sel saraf indra. sel sperma. terdiri atas beberapa macam sel. kemudian masuk ke rongga gastrovaskuler. yaitu sel epitel otot. dan sel telur. sehingga warna Hydra menjadi hijau cerah. Di dalam knidosit atau knidoblas terdapat kapsul penyengat nematosista. Obelia sp. 2009). Ukuran tubuhnya sangat kecil dan mirip tumbuhan. 2) Mesoglea. Bila hidup berkoloni mempunyai bentuk tubuh polip dan medusa. Karakteristik dari anggota kelas ini berdasarkan Rusyana (2013) . sel interstisial. yaitu ektoderm dan endoderm. sel kelenjar enzim. merupakan rongga yang berisi bahan seperti gelatin dan tidak mengandung sel-sel. sehingga perlu dibentuk knidosit baru. kadang ada yang soliter. Sel otot pencerna memiliki pseudopodia untuk menangkap dan menelan partikel makanan. Sari makanan hasil pencernaan diedarkan ke seluruh tubuh secara difusi. merupakan lapisan tubuh paling luar. 1) Hydrozoa Kelas Hydrozoa kebanyakan hidup di laut dan berkoloni. misalnya pada ubur-ubur Chironex. bahkan dapat menyebabkan kematian. 1) Epidermis. Mereka menggunakan tentakel mereka untuk menarik makanan ke dalam mulut mereka dan rongga gastrovaskuler (Radiopoetro. Contoh anggota kelas ini adalah Hydra sp. apakah sessil atau planktonik. Racun yang dikeluarkan dari nematosista pada umumnya tidak membahayakan manusia. Makanan masuk ke dalam mulut dengan bantuan tentakel.. 1983). Pencernaan dilanjutkan secara intraseluler. yaitu sel otot pencerna berflagela. Cnidaria tidak memiliki anus (Campbell. antara lain knidosit. Mesoglea terletak di antara epidermis dan gastrodermis. sebagian disimpan sebagai cadangan makanan berupa lemak dan glikogen. Cnidaria atau Coelenterata termasuk eumetazoa karena tubuhnya sudah tersusun oleh jaringan sejati. sel kelenjar lendir. panas. Sebagian besar Cnidaria memiliki nematosista pada gastrodermisnya. Epidermis tersusun dari 5 macam sel. yaitu sebagai berikut. Scyphozoa dan Anthozoa. Gastrodermis pada beberapa Hydra terdapat zoochlorella yang hidup bersimbiosis. tetapi Hydra tidak.

Hewan pada kelas ini bersifat soliter. permukaan mulut disebut dengan ujung oral dan pemukaan tempat melekatkan diri disebut ujung aboral. Rongga tersebut memiliki sekat-sekat yang disebut mesentris. mulut dikelilingi oleh tentakel. tetapi melalui faring yang menghubungkannya ke dalam rongga gastrovaskuler. Hasil Observasi 1. Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrien (Campbell et al. Contoh anggota kelas ini adalah Tubifora musica. 2013). 2) Scyphozoa Kelas Scyphozoa dikenal sebagai the true medusae (medusa sejati) atau jelly fish (ubur-ubur). Kelas ini merupakan kelas dalam filum Cnidaria dengan anggota terbanyak. Bentuk tubuhnya seperti parasut atau payung yang melayang-layang di laut. dan anemon laut.. Hewan ini hanya memiliki bentuk polip. berasal dari Bahasa Yunani antho (bunga) dan zoon (hewan). (Rusyana. D. Ukuran tubuhnya bervariasi. dan hidupnya melekat pada substrat. dengan mulut yang terbuka secara tidak langsung.. reproduksi dilakukan secara aseksual dengan membentuk tunas dan seksual dengan dengan membentuk sperma di bagian atas dan ovum di bagian bawah. Contoh: Aurelia aurita. dan Anthipates sp. Di dalamnya juga terdapat nematosis yang berfungsi mengeluarkan racun untuk melumpuhkan mangsa.. Meandrina sp. bunga karang (mawar laut). Porifera N o Bahan Amatan Foto Gambar . Semua anggotanya hidup di laut. baik soliter atau berkoloni. 2009). hidup berbentuk polip. Bermetagenesis atau mengalami pergiliran keturunan antara fase polip dan fase medusa. Fase medusa sangat dominan dan fase polip tidak ada atau mereduksi. Acropora sp.diantaranya tubuhnya berbentuk seperti tabung. c) Anthozoa Kata anthozoa berarti hewan yang menyerupai bunga. Tubuh anthozoa berbentuk silinder pendek dan pada salah satu ujungnya terdapat mulut yang dikelilingi tentakel. meliputi koral. 2009). Mereka menghasilkan zat kapur atau kalsium karbonat (CaCO3) yang membentuk terumbu karang (Campbell et al.

Bentuk seperti jarum tumpul .Ada ruas di bagian tengah .Monoxon .Monoxon . keras Warna merah bagian atas. terdapat lekukan di sepanjang tubuh. terutama bagian tengah Tidak memiliki tulang belakang Tubuhnya lunak Asimetri Spesimen kering Tubuh bagian atas berpori Tekstur kapur. bagian bawah berwarna putih Terdapat bagian sebagai tempat menempel pada substrat Bentuk seperti bunga karang Spikula spesimen 1 (100x) Monoxon Berbentuk seperti jarum tumpul 4 Spikula spesimen 2 (100x) .Ada bagian yang berkumpul seperti bunga 5 Spikula spesimen 3 (100x) .1 - 2 - - 3 - Spesimen basah Porifera (4) Warna putih kecoklatan Permukaan tubuh berpori.Berbentuk seperti batang .

Spongin .Berbentuk persegi banyak dan saling berhubungan .Berbentuk persegi banyak dan saling berhubungan . Coelenterata N o 1 Bahan Amatan - - 2 - Spesimen basah Coelenterata (9) Warna putih.6 Spikula spesimen 4 (100x) . Foto Gambar .Ada bagian seperti serabut 2. permukaan tubuh bagian dorsal melebar seperti mangkuk Tepi tubuh dorsal bergelombang Tidak bertulang belakang Terdapat rongga tubuh dan lubang seperti mulut Terdapat tentakel Fase medusa melayang dalam air Simetri tubuh: simetri radial Spesimen basah Anthozoa (11) Bagian atas Habitat: melekat pada substrat Bentuk seperti bunga karang Permukaan atas berlekuk bulat.Spongin 7 Spikula spesimen 5 (100x) .

- - - 3 - terdapat jumbaijumbai. permukaan berlubang/ berbintik. bintik menonjol. keras E. Foto Gambar . Hasil Berbagi N Bahan Amatan o 1 Porifera (3) Bercabang. bentuk lonjong Tekstur kapur. Spesimen Kering Bagian atas Warna putih Bentuk lonjong (seperti sandal) Terdapat alur menuju pusat Tengah berlubang lonjong Keras Bagian bawah Terdapat lubang di tengah Terdapat alur menuju pusat Warna putih. Bagian atas terdapat lekukan berbentuk seperti lingkaran dan memiliki jumbaijumbai. bagian tengah terdapat mulut Warna putih kekuningan Samping bawah (bagian yang menempel pada substrat) Tubuh berlekuk-lekuk di bagian bawah berbentuk seperti tubuh kerang.

salah satu lubang menembus dari bagian atas .2 - 3 4 Spesimen basah (11) Bentuk tubuh asimetri Berpori Lubang ostium dihubungkan saluran bercabang Memiliki banyak lubang Hidup melekat Habitat di laut Spesimen basah (1) Demospongiae Berwarna putih Terdapat lubang di bagian anterior Terdapat pori kecil di tubuhnya Bercabang Spesimen basah (7) Demospongiae .Berwarna putih kecoklatan 5 - 6 - Spesimen kering Bentuk seperti bunga Seluruh tubuh berpori Ujung berwarna putih Bagian pangkal berwarna merah kecoklatan Mempunyai cabangcabang Tubuhnya keras dan berbenjolan Mempunyai pori di seluruh tubuh Tubuhnya keras Permukaan kasar. prosopil. pinakosit.Memiliki bagian askulum. berpori berbentuk roda. tunas .

7 - - 8 9 1 0 - - hingga bagian bawah Terdapat lubang Berwarna putih tulang Bentuknya seperti batu Antar pori seperti roda terdapat sekat Tubuh seperti jamur kuping. bercabang Warna bagian pangkal cokelat tua. tubuh bergaris berwarna putih Tekstur keras Permukaan kasar berpori berca Masing-masing helaian berukuran sedang hingga lebar Spesimen basah (5) Bentuk tubuh asimetri Bentuk seperti bunga (tumbuhan) Warna spesimen putih Terlihat seperti sponsa Permukaan seperti kapas/ beludru Spesimen basah (6) Demospongia Berwarna putih kecoklatan Berpori Berbentuk tunas Memiliki lubang di bagian anterior Spesimen basah (8) Warna: putih susu Permukaan tubuh berpori Tubuh bagian dorsal terdapat tonjolan yang tidak beraturan tekstur tubuhnya keras Asimetri Bagian ventral melekat pada substrat .

pangkal terdapat bentukan untuk melekat pada substrat B. bagian ujung berwarna putih seperti kapas. lubang ostium (pori) dihubungkan oleh salurang bercabang. dan menonjol. permukaan berpori (bintik) 1 3 Permukaan tubuh berpori.Terdapat cekungan di bagian tengah . bagian pangkal bertekstur keras 1 2 Tubuh bercabang. teratur. permukaan tubuh berpori. Coelenterata N o 1 Bahan Amatan Spesimen kering Coelenterata Permukaan atas . warna putih.1 1 Permukaan tubuh berpori. bagian pangkal menempel pada substrat.Bentuk garis pipih. berwarna putih tulang. pada bagian ujung terdapat lubang lebih besar 1 4 Bentuk tubuh asimetri. serta rapat .Memiliki garis beralur . bercabang-cabang.

Permukaan alur kasar/ bergelombang serta tajam .Alur berkumpul pada satu titik (radial) .Terdapat cekungan yang panjang di . teratur.Memiliki garis beralur yang berbentuk pipih. tinggi  renggang) . dan menonjol .Pada bagian tengah terdapat bintik yang tidak besar dan semakin ke tepi semakin besar .Bagian tengah terdapat tonjolan dan ukuran garis berseling (besar dan kecil) .Secara keseluruhan berwarna putih dan berbentuk seperti permukaan bawah jamur tiram Permukaan bawah .Bintik di atas garis beralur .Warna keseluruhan putih 2 Spesimen Kering Coelenterata Permukaan atas .Terdapat 2 tingkat garis (rendah  rapat..Permukaan alur kasar/ bergelombang dan tajam .Pada bagian tepi sedikit beralur .

Pada bagian bawah terdapat ronggarongga yang berbentuk seperti bunga dan berwarna putih agak coklat. Permukaan bawah Bagian tengah terdapat tonjolan Terdapat bintik di bagian tengah yang rata (padat) Terdapat ronggarongga sehingga memebentuk seperti lingkaranlingkaran. halus. Anthozoa (spesimen basah) Berwarna putih Bagian anterior terdapat lekukan mirip bunga Bagian tengah . Spesimen Kering Terdapat bentukan seperti batang kering berwarna coklat gelap Pada bagian pangkal batang terdapat bentukan seperti batu Batu tersebut permukaannya beralur dan berwarna putih kecoklatan.- - - 3 - - - - 4 - - tengah Secara keseluruhan berbentuk seperti bibir dan berwarna putih.

memiliki tonjolan kecil bergerigi di seluruh permukaan. kekuningan pada bagian pangkal. bertubuh lunak.Bagian posteriornya terdapat cekungan berbentuk lingkaran . struktur pada permukaan anterior halus dan permukaan posterior cenderung tidak rata Warna putih keruh. berbentuk mangkuk bagian anterior dan berbentuk menyerupai kaki yang banyak memanjang dengan permukaan yang penuh dengan tentakel. bentuk silindris dan terdapat rongga di salah satu ujung tubuhnya. di bagian dekat tentakel terdapat tonjolan kecil Berwarna putih pada bagian ujung. bagian ujung tubuh yang lain terdapat bentukan tentakel.menggembung . pangkal menempel pada suatu substrat 6 7 8 Warna putih bening menyerupai jelly.Bagian posterior memiliki jumbai 5 Warna putih tulang. ujung tubuh berbentuk benjolan tidak beraturan .

9 1 0 1 1 1 2 Memiliki rongga tubuh. bentuk tubuh seperti tabung. memiliki tentakel di bagian posteriornya. . pangkal menempel pada substrat. posterior memiliki banyak tentakel. Hal ini berbeda dengan spesies Porifera yang memiliki ciri bercabang. kaku. tersusun bertingkat tingkat bila dilihat bils diamati dari samping Warna putih dan ada bagian yang transparan. pada salah satu ujung terdapat bulir atau jumbai berjumlah banyak yang mengelilingi rongga. pada ujung lainnya buntu. anthozoa (spesimen basah) memiliki ciri berwarna putih. Sebagai contoh spesimen basah Porifera memiliki ciri berwarna coklat kekuningan. berbentuk seperti payung yang berarti pada tahap medusa. Contohnya. bintik menonjol. bagian anterior seperti mangkuk. Setiap spesies memiliki keunikan masing-masing. bentuk tubuh menyerupai piala (silinder). Konsep Baru Terdapat berbagai macam spesies dari kelompok Porifera maupun Coelenterata. permukaan berpori. tinggi kurang dari 10 cm. tekstur keras. permukaan berlubang/ berbintik. Demikian pula dengan Coelenterata. bagian anterior terdapat lekukan menyerupai bunga. bagian anteriornya seperti mangkuk terbalik. memiliki rongga dan bertekstur kenyal Warna merah kecokelatan dan memiliki rongga. tekstur yang kenyal dan memiliki rongga F. permukaan tubuh beralur Warna keabuan.

Spons air . dan sel sekresi kelenjar mukus. H. Pemberian nama hewan berongga sebenarnya masih tidak tepat karena Coelenterate adalah hewan yang tidak mempunyai rongga tubuh yang sebenarnya (acoelomate).Dinding tubuh Porifera relatif sederhana. dan secara keseluruhan disebut pinakoderm. Hexactinellida. Musuh spons air tawar ialah larva serangga dari ordo Neuroptera. Perbedaan ini menunjukkan keanekaragaman hewan yang tinggi. dan sistem peredaran darah. sistem saraf.bagian tengah menggembung. knidoblast (sel jelatang). yang dimiliki hanyalah sebuah rongga sentral yang disebut coelenteron (rongga gastrovaskuler. dan bagian posterior memiliki jumbai. Ektoderm atau epidermis yang terdiri dari sel epiteliomuskuler. memiliki tentakel di bagian posteriornya. rongga tempat terjadinya pencernaan dan pengedaran sari makanan). dan memiliki rongga. ada kalanya diekspor ke Singapura dan Eropa. dan Anthozoa. Fase hidupnya yaitu yang dapat berenang bebas (larva) dan fase dewasa yang melekat pada dasar air yang tidak bisa bergerak (sesil). Ringkasan Hasil Belajar Porifera adalah hewan yang termasuk avertebrata yang tubuhnya memiliki lubanglubang mikroskopis yang hidup melekat di dasar perairan baik yang dangkal maupun yang dalam. diperdagangkan untuk menghias akuarium air laut. Cnidaria atau Coelenterata termasuk eumetazoa karena tubuhnya sudah tersusun oleh jaringan sejati. sel kelenjar. sel interstitial. Jenis spons dari famili Clionidae mampu mengebor dan menembus batu karang dan cangkang molusca sehingga membantu pelapukan pecahan batu karang dan cangkang moluska yang berserakan di tepi pantai. Aplikasi Hasil Belajar Aplikasi dari pembelajaran ini adalah pemanfaatan Porifera maupun Coelenterata. sel sensori (sel saraf). sel sensoris. Demospongiae dan Sclerospongae. Porifera diklasifikasikan menjadi 4 kelas berdasarkan jenis spikulanya. Axinella canabina. Porifera belum memiliki organ pencernaan. Ada pula yang berwarna putih dan ada bagian yang transparan. dan sel interstitial. yaitu Calcarea. Beberapa spons laut seperti spons jari berwarna orange. yaitu ektoderm dan endoderm. tekstur yang kenyal. Setiap pori dibentuk oleh porosit yaitu sebuah sel yang bentuknya seperti tabung pendek yang memanjang dari permukaan luar sampai ke spongocoel. G. Coelenterata sering disebut hewan berongga. Coelenterata diklasifikasikan menjadi 3 kelas berdasarkan. Cnidaria merupakan hewan diploblastik atau memiliki dua lapisan embrionik. bagian posteriornya terdapat cekungan berbentuk lingkaran. Scyphozoa. Tidak banyak hewan yang memakan spons karena banyak spikulanya dan baunya tidak sedap. maka kita juga akan mengetahui segala bentuk keanekaragamannya dan akan bisa menentukan tingkat kekerabatannya. Ada pula spons yang tumbuh pada kerang-kerangan tertentu dan mengganggu peternakan tiram. Musuh utama spons laut adalah siput jenis Nudibranchia. yaitu Hydrozoa. Pada permukaan luar tertutupi oleh sel-sel pipih yang disebut pinakosit. Sedangkan lapisan gastrodermis atau endoeermis yang terdiri dari sel epiteliomuskuler. bagian anteriornya seperti mangkuk terbalik. Dengan demikian ketika kita belajar mendeskripsikan Porifera maupun Coelenterata.

A. Jakarta : Penebar Swadaya. Hal ini disebabkan beberapa jenisnya memiliki sifat antibiotis yang tinggi serta "antifouling". mengganggu aliran air ke dalam jaring apung (Suwignyo et al. 2005.. S.. Hegner. Clathriopsumma. Ibrohim. indikator dalam interaksi komunitas dan juga dipakai sebagai alat penggosok (bath sponges). Selain banyak peranan dalam ekosistem Coelenterata juga mempunyai peranan bagi kehidupan manusia. diantaranya adalah : pigmen karotin dalam spons jenis Antho. Widigdo.B. Clathria. New York: Macmillan Publishing CO. Krisanti. Kajian Bioaktif Spons Laut (Forifera: Demospongiae) Suatu Peluang Alternatif Pemanfaatan Ekosistem Karang Indonesia Dalam Dibidang Farmasi. Suparno. Keanekaragaman Hewan Tingkat Rendah (Avertebrata). Diantaranya adalah pada ubur-ubur (Aurelia) juga digunakan untuk membuat tepung ubur-ubur yang kemudian tepung ubur-ubur tersebut diolah menjadi bahan kosmetik. Malang: IKIP Negeri Malang. & Engemann. Rusyana. Yusuf. I. Selain itu ubur-ubur juga digunakan sebagai bahan makanan. Endah. Jakarta: Alfabeta. Adun. Y. . Wardiatno. Biology Concept & Connection Sixth Edition. Selain itu di dalam dunia medis struktur jaringan dan kekerasan rangka koral sering di manfaatkan untuk cangkok tulang di beberapa rumah sakit (Kastawi. Pertanyaan Baru 1. 1994).tawar acapkali mengotori jaring apung .. S. 2009. J. dan "antiinflamatory" mengidentifikasi senyawa kimia yang dikandung beberapa jenis spons untuk "Kimia -Taksonomi". asam lemak. Makalah Pribadi Falsafah Sains (PPs 7002) Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Beberapa jenis spons kaya akan senyawa kimia seperti karotin. Neew York: Pearson Benjamin Cummings. B. derivat senyawa dibromotyrosine dan bromopyrol serta senyawa kimia baru dan juga memiliki nilai yang penting untuk industri farmasi . Masjhudi. Kastawi. sterol. 1994. Invertebrate Zoology. Apakah ada spesies dari Porifera ataupun Coelenterata yang mampu menjadi bahan penyerap polusi zat kimia pada air? 3. 2005).. 2005. 2013. Bagaimanakah cara pemanfaatan Porifera ataupun Coelenterata sebagai obat? J. Y. & Reece.2005. M. Bagaimanakah cara membedakan masing-masing spesies Porifera jika mereka hampir saja memiliki ciri yang sama? 2. Zoologi Vertebrata. asam amino bebas. Avertebrata air jlilid 1. Inc. R. N. Malang : UM PRESS. hlm. dan Cyamon.. Beberapa jenis spons lainnya telah dikenal memiliki manfaat seperti untuk bioindikator pencemaran. Indriwati. Mei. 4 Suwignyo. brominat phenol. Kastawi. 1968.W. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). asam amino bebas dalam spons jenis Clathria. Eurypon. Daftar Rujukan Campbell. Jilid I.