Kerangka Kerja Manajemen Resiko

Dalam perjalanan hidup ini, risiko selalu ada karena hidup adalah pilihan. 1.
Namun, setiap risiko dapat diantisipasi dengan manajemen risiko, agar apabila
mengalaminya, kerugian-kerugian, khususnya kerugian finansial, bisa dihindari atau
diatasi. Akan tetapi tidak semua risiko bisa diantisipasi dengan metode yang sama.
Masing-masing risiko memiliki sifat dan karakter yang berbeda, sehingga mesti
diperlakukan secara khusus agar cost/ biaya yang dikeluarkan (jika ada) tidaklah siasia dan tepat guna. Suatu risiko dapat di-manage melalui kerangka kerja sebagai
berikut:2
1. Risk identification
Sebelum melakukan manajemen terhadap risiko, risiko tersebut terlebih dahulu
harus dapat diketahui. Karena apabila kerugian-kerugian potensial yang mungkin
menimpa suatu perusahaan tidak diketahui, maka tidak mungkin manajemen resiko
dapat dilaksanakan.3 Identifikasi risiko adalah mengidentifikasi dan mengkategorikan
risiko yang dapat mempengaruhi proyek. Identifikasi risiko juga berarti
mendokumentasikan risiko, yang paling tidak dapat menghasilkan daftar risiko.
identifikasi risiko harus dilakukan secara kontinyu, dan terus-menerus harus ada
pencarian risiko baru yang bisa saja muncul.4 Tujuan identifikasi resiko adalah: a.
untuk

mengidentifikasi

dan

mengkategorisasikan

resiko-resiko

yang

dapat

mempengaruhi usaha; dan
1 Eko Jalu Santoso, The Art of Life Revolution (Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo, 2007), 160.
2 Al-Bahar, J and Crandall, K. Systematic risk management approach for
construction projects. Journal of Construction Engineering and Management,
Vol.116, No.3, 1990, 533-546.

3 Herman Darmawi, Manajemen Resiko (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), 36.
4 Keith Molenaar dkk., Guidebook on Risk Analysis Tools and Management
Practices to Control Transportation Project Cost (Washington DC:
Transportasion Reseach Board, 2010), 24.

6 Di dunia perbankan. yang mana hasilnya adalah list atau daftar resikoresiko yang dapat mempengaruhi usaha..5 Pada tahap ini. 54-55.7 2. yang dilihat dari tingkat 5 Ibid. audit risiko. 6 Darmawi. Manajemen. dan jenisjenis kerugian. Manajemen Resiko bagi Bank Umum (Jakarta: PT. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor resiko. 2006). 45.b. Survei risiko ini juga bisa disebut dengan perencanaan risiko. unit manajemen resiko akan mencari harga penutupan harian yang independen untuk setiap faktor. asset. yaitu pengidentifikasian resiko dikaitkan dengan cara penanganan risiko yang tersedia atau yang sedang dipakai untuk masing-masing risiko kerugian atau kerugian potensial. Hal ini untuk memastikan bahwa revaluasi posisi bank ditetapkan secara independen. Mendokumentasikan resiko. liabilitas. Adapun proses identifikasi risiko bisa dimulai dengan melaksanakan survei. Proses ini harus dilengkapi dengan analisis harian kinerja aktivitas trading untuk memastikan bahwa laporan rugi-laba konsisten dengan profil risiko bank. 7 Sulad Tri Hartanto. biasanya identifikasi faktor-faktor resiko dilakukan oleh unit manajemen resiko setelah mengadakan konsultasi dengan trading departement. Risk measurement Pengukuran resiko adalah usaha untuk mengetahui besar/kecilnya resiko yang akan terjadi. dan analisis risiko. 36... dampak kejadian pada penghasilan. penilai risiko menetapkan bobot risiko. setiap kemungkinan risiko diidentifikasi dengan cara membuat daftar dan diklasifikasi sesuai sifat alami kerugian.. Elex Media Komputindo. pengeluaran. .

2004). Bekerja di Bank itu Mudah (Jakarta: PT. Schell. yaitu dampak yang parah (severe impact). yaitu risiko-risiko yang tidak akan terjadi dalam waktu dekat dan dimasa yang akan datang kemungkinannya pun kecil. dampak signifikan (significant impact). 2007). Kerugian dalam kategori tinggi adalah kerugian yang sangat mungkin (definite). dan dampak minor (minor impact):10 a. yaitu kerugian-kerugian yang kemungkinan terjadi di waktu dekat di masa yang akan datang. 2004). dan dampak dari risiko yang dinilai. 10 Raymond McLeod. Ali Akbar Yulianto dan Afia R. 8 Robert Tampubolon. Fitrianti (Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Terj. b. Management Information System.8 Berdasarkan dimensi frekuensi. ada tiga klasifikasi kerugian. dan memilih alat apa yang digunakan. Risiko yang berdampak signifikan adalah risiko yang menyebabkan kerusakan dan biaya yang signifikan. 58. Berdasarkan dimensi keparahan. 277. Elex Media Komputindo. dan George P. Jr. Manajemen Risiko: Pendekatan Kualitatif untuk Bank Komersial (Jakarta: PT. ada tiga kategori kerugian. b. Kerugian dalam kategori moderat adalah kerugian yang bisa terjadi (moderate). yaitu rendah (low). Risiko yang berdampak parah adalah risiko yang dapat membuat perusahaan bangkrut atau sangat membatasi kemampuan perusahaan tersebut untuk berfungsi. Gramedia Pustaka Utama. tetapi perusahaan tersebut akan selamat. c. 89. . moderat (moderate) dan tinggi (high):9 a. yaitu kerugian yang biasa terjadi secara teratur. 9 John Simon. kerugian dalam kategori rendah adalah kerugian yang kemungkinan terjadinya kecil (sligth). baik di waktu dekat maupun di masa mendatang.kemungkinan terjadi (frekuensi).

Baik untuk risiko parah maupun signifikan. Jika kelemahan itu bersifat menengah (terdapat beberapa kelemahan). Dinaikkan. Buku Pintar Ekonomi Syariah (Jakarta: PT. c. apabila risiko yang ada dapat dikendalikan dengan tata kelola yang baik. Ketika analisis tersebut mengindikasikan kelemahan tingkat tinggi (terdapat kelemahan substansial di dalam sistem). Dan jika kelemahan bersifat rendah (sistem terkonstruksi dengan baik dan beroperasi dengan benar). Dalam hal ini. b. Diterima dan dipertahankan. diturunkan atau dihilangkan. apabila risiko tersebut masih dalam pertimbangan untuk diambil. dihindari. Gramedia Pustaka Utama. Risiko yang berdampak minor adalah risiko yang menyebabkan kerusakan yang mirip dengan yang terjadi dalam operasional sehari-hari. ada beberapa macam respon terhadap risiko. 2010). apabila risiko berada pada tingkat yang paling ekonomis. analisis kelemahan harus dilaksanakan. . maka pengendalian yang ada harus tetap dijaga. yaitu:11 a. atau melalui pengoperasian exit 11 Ahmad Ifham Sholihin. 3. langkah berikutnya adalah memenej risiko. 486.c. Pemilihan dan penggunaan metode memperlakukan risiko Setelah melaksanakan risk identification dan risk measurement. misalnya karena tidak masuk kategori risiko yang diinginkan oleh perusahaan atau karena kemungkinan risiko jauh lebih besar dibandingkan keuntungan yang diharapkan. maka pengendalian sebaiknya diimplementasikan. yaitu dengan memilih dan menggunakan metode yang sesuai dalam memperlakukan risiko. maka pengendalian harus diimplementasikan untuk mengeliminasi atau mengurangi kelemahan tersebut.

dilakukan administrasi risiko dengan terus menerus mengidentifikasi dan mengukur ulang semua risiko yang ada. misalnya dengan mendiversifikasi portofolio13 yang ada. sesuai dengan porsinya. Dipagari (hedge). 4. apabila risiko dapat dilindungi secara artificial. Administrasi risiko Terakhir.strategy. demi mencegah kebakaran maka dipasang alarm asap. pemasangan alat ini merupakan salah satu cara dalam mengendalikan resiko kebakaran. . efektif dan efisien dalam memproteksi semua risiko yang ada. 12 Yaitu semacam backup plan atau rencana cadangan yang akan kita gunakan apabila rencana utama kita tidak berjalan sesuai target 13 Yaitu suatu strategi investasi yang pada dasarnya menyebar risiko di beberapa jenis investasi. misalnya risiko dinetralisasi sampai batas tertentu dengan instrumen derivatif. d. guna mengetahui apakah ada risiko baru yang muncul atau apakah metode yang telah dilakukan masih sesuai. e. Dikurangi. Dengan demikian. Demikian proses dalam manajemen risiko yang harus dilalui sebelum mengambil keputusan dalam menentukan metode yang tepat untuk mengantisipasi kerugian dari kemungkinan risiko yang ada. setiap risiko dapat dimanage dengan baik.12 Misalnya. seperti membeli kendaraan disertai dengan asuransinya. atau membagi (share) risiko dengan pihak lain.

Related Interests