You are on page 1of 25

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK –
IAI) sudah memulai program Konvergensi IFRS sejak tahun 2009. Program
konvergensi ini akan dilakukan terus sampai tahun 2012 nanti. Seperti yang
kita ketahui, program konvergensi IFRS ini selain bertujuan mewujudkan
komitmen Indonesia sebagai anggota IFAC dan anggota negara G20, juga
untuk meningkatkan kualitas Standar Akuntansi Keuangan; meningkatkan
kredibilitas dan kegunaan Laporan Keuangan; dan menyelaraskan dengan
pengaturan yang berlaku internasional.
Pada tanggal 20 Agustus 2009, DSAK IAI sudah mengeluarkan exposure
draft (ED) PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan. Pada
tanggal 23 Desember 2009 lalu, bersama dengan 9 PSAK lain, 5 ISAK, dan
pencabutan 4 PSAK, PSAK 1 (Revisi 2009) telah disahkan dan berlaku efektif
untuk periode Laporan Keuangan yang dimulai tanggal 1 Januari 2011.
Penerapan lebih awal dianjurkan dan harus diungkapkan dalam Laporan
Keuangan.
PSAK 1 (Revisi 2009) ini mengadopsi IAS 1 (2007) tentang
Presentation of Financial Statements dan diterbitkan untuk menggantikan
PSAK 1 (1998). Cukup banyak perubahan yang kita perlu cermati dari PSAK
ini. Dalam kesempatan ini penulis ingin memaparkan beberapa perubahan
penting pada PSAK 1 (2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan.
PSAK 1 (2009) tidak mengubah perlakuan tentang pengakuan dan
pengukuran, namun mengatur tentang penyajian Perubahan Modal Pemilik
dan penyajian Pendapatan Komprehensif. PSAK ini menghendaki agar
seluruh perubahan modal entitas yang terkait dengan pemilik disajikan pada
Laporan Perubahan Ekuitas. Sedangkan semua perubahan modal yang tidak
berkaitan dengan pemilik (pendapatan komprehensif lain) disajikan dalam
suatu Laporan Pendapatan Komprehensif.
Jika kita melihat alasan dibalik terbitnya IAS 1 (acuan PSAK 1), yaitu
adanya

keinginan

untuk

mengagregasikan

informasi

berdasarkan
1

karakteristiknya. Informasi laporan keuangan diharapkan akan lebih berguna
jika perubahan modal entitas (aset bersih) yang berasal dari transaksi pemilik
(dalam kapasitasnya sebagai pemilik) dipisahkan dengan perubahan lainnya.
Dengan demikian standar mensyaratkan bahwa seluruh perubahan modal yang
berasal dari transaksi pemilik disajikan dalam suatu laporan yang terpisah
(Laporan Perubahan Ekuitas). Karena itu kemudian muncullah kewajiban
menyusun Laporan Pendapatan Komprehensif untuk menampung semua
perubahan ekuitas yang bukan berasal dari transaksi pemilik.
Pokok penting lain dari PSAK 1 adalah ketika dilakukan penyajian
kembali Laporan Keuangan akibat penerapan kebijakan akuntansi secara
retrospektif maupun karena adanya reklasifikasi pos laporan keuangan. Entitas
wajib menyajikan Laporan Posisi Keuangan pada awal periode komparatif
sebagai satu set Laporan Keuangan Lengkap.
PSAK 1 juga mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan adanya
penyesuaian reklasifikasi dan pajak penghasilan yang terkait dengan setiap
komponen pendapatan komprehensif lain. Penyesuaian reklasifikasi ini berasal
dari jumlah yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lain,
kemudian pada periode berjalan diakui (direklasifikasi) sebagai laba atau rugi
periode berjalan.
Dalam standar ini secara eksplisit dinyatakan bahwa entitas menyajikan
informasi jumlah dividen dan dividen per saham pada Laporan Perubahan
Ekuitas atau pada Catatan atas Laporan Keuangan. Dengan demikian dividen
tidak dapat disajikan pada Laporan Pendapatan Komprehensif. Berdasarkan
IAS 1 (2007) yang menjadi acuan PSAK 1, hal ini dimaksudkan untuk
memastikan agar perubahan modal pemilik, dalam hal ini distribusi kepada
pemilik disajikan secara terpisah dari perubahan modal non-pemilik yang
disajikan pada Laporan Pendapatan Komprehensif.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa tujuan dan ruang lingkup dari penyusunan dan penyajian pelaporan
keuangan?
2. Apa fungsi penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan?
3. Apa struktur dan isi dari laporan keuangan?

2

2. Mengetahui apa saja yang terdapat dalam struktur dan isi dari laporan keuangan. Bagi penulis Hasil penelitian ini di harapkan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi penulis. Manfaat Praktis a. Bagi Penelitian Selanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai referensi yang bermanfaat dan dapat menjadi bahan kajian yang lebih mendalam bagi para peneliti selanjutnya.1 Tujuan dan Ruang Lingkup PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) merupakan standar yang digunakan dalam pelaporan keuangan di Indonesia.1. 1. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi pembelajaran dalam menyajikan laporan keuangan. Mengetahui fungsi dari penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan. BAB II PEMBAHASAN 2. 2. PSAK digunakan sebagai pedoman akuntan untuk membuat laporan keuangan. PSAK 1 menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut ‘laporan 3 . Sedangkan untuk penyajian laporan keuangan diatur tersendiri pada PSAK 1. 3.3 Tujuan 1.4 Manfaat 1. c. b. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan tambahan informasi dan referensi tentang Presentation of Financial Statement. Mengetahui tujuan dan ruang lingkup dari penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan.

keuangan’ agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain.2 Revisi PSAK 1 Tahun 2013 Penyusunan PSAK 1 mengadopsi standar-standar yang terdapat pada IAS 1 (Internatioanl Accounting Standard). dan persyaratan minimum isi laporan keuangan. Dalam perkembangannya. Perubahan antara PSAK No. Sikronisasi dengan IAS terkait format 5. PSAK mengalami perubahan/penyesuaian dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan kebutuhan informasi ekonomi. tidak ada penerapan dini 7. Terkait penyusunan PSAK 1. Penyajian Laporan Keuangan Syariah diatur tersendiri dalam PSAK 101. Perubahan judul Laporan Pendapatan Komprehensif Lain menjadi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain. Pengaruh perkembangan PSAK lain yang belum dikeluarkan tahun 2009 3. Perubahan judul ini 4 . Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan. Terdapat perbedaan IAS 1 dengan PSAK 1. revisi terakhir dibuat pada tahun 2013 dan akan berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2015. Ruang lingkup dari PSAK 1 ini adalah penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Mengikuti perubahan terakhir IAS 1 Tahun 2010 yaitu pemisahaan penghasilan komprehensif lain dan penyajian informasi komparatif 4. Pernyataan ini tidak berlaku bagi penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas syariah. struktur laporan keuangan. Efektif berlaku 1 Januari 2015. Perubahan PSAK No. Pendekatan penyajian standar dengan revisi – tidak menyajikan ulang semua standar 6. 1 Tahun 2013 dengan PSAK sebelumnya yaitu PSAK No. 1 Tahun 2013 pada dasarnya mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. 2. Perbaikan dengan penggunaan istilah yang lebih tepat 2. 1 Tahun 2009 didasarkan atas: 1.

Reklasifikasi. Pemilik.mengikuti perubahan terakhir IAS 1 tahun 2010 yang memisahkan penghasilan komprehensif lain dari laporan laba rugi. Hal tersebut juga terkait dengan perubahan terakhir IAS 1 tahun 2010 yang memisahkan penghasilan komprehensif lain dari laporan laba rugi. Komprehensif Total Penyesuaian Laba Rugi Laba Rugi Reklasifikasi. Secara umum perbedaan antara ED PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan dengan PSAK 1 (2009): Penyajian Laporan Keuangan adalah sebagai berikut: Hal PSAK 1 2013 PSAK 1 2009 Judul Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Laporan Laporan Definisi Komprehensif Lain Tidak memberikan definisi: Laba Komprehensif Memberikan definisi Laba Rugi. Penyesuaian Rugi. Sinkronisasi dengan terbitnya PSAK lain seperti PSAK 65 Konsolidasian dan PSAK 4 Laporan Keuangan Tersendiri. Pemilik. Pemisahan pajak pengasilan atas pos yang disajikan dalam OCI yang akan direklasifikasikan ke laporan laba rugi dan yang tidak direklasifikasi ke dalam laporan laba rugi. Penambahan pengaturan mengenai persyaratan penyajian dan pengungkapan informasi komparatif minimun dan informasi komparatif tambahan. 5. 6. 3. Pemisahan penghasilan komprehensif yang akan direklasifikasi ke laporan laba rugi periode berikutnya setelah penghentian pengakuan dengan OCI yang tidak akan direklasifikasi ke laporan laba rugi. Penyajian laporan dalam dua bagian yaitu Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain. 2. Total Laba Rugi Komprehensif 5 . 4.

PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan mengadopsi IAS 1 Presentation of Financial Statements per 1 Januari 2013 kecuali: 1. karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah. IAS 1 paragraf 7 yang menjadi PSAK 1 paragraf 07 tentang definisi Standar Akuntansi Keuangan dengan menambahkan peraturan regulator pasar modal 6 . IAS 1 paragraf 5 yang menjadi PSAK 1 paragraf 05 tentang ruang lingkup dengan menghilangkan kemungkinan penerapan bagi entitas sektor publik karena pelaporan keuangan entitas sektor publik diatur dalam standar akuntansi pemerintah bukan Standar Akuntansi Keuangan. 3. 2.Komponen Laporan keuangan • • Laporan posisi keuangan Laporan laba rugi • dan• Laporan posisi keuangan Laporan laba rugi • • • • penghasilan komprehensif lain Laporan perubahan ekuitas • Laporan arus kas • Catatan atas laporan keuangan • Informasi kompratif komprehensif Laporan perubahan ekuitas Laporan arus kas Catatan atas laporan Informasi Menambahkan komparatif Penyajian penghasilan komprehensif lain persyaratan • penyajian dan pengungkapan : Informasi komparatif • minimum Informasi pengaturan tersebut komparatif tambahan Disajikan berdasarkan kelompok: 1. Pos-pos keuangan Tidak terdapat yang tidak Disajikan dalam kelompok Penghasilan komprehensif lain akan direklasifikasi ke laba rugi Dalam PSAK 1 ini. dimana tidak semua ketentuan dalam IAS 1 diadopsi dalam PSAK 1. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi 2. terdapat perbedaan dengan ketentuan IFRS. IAS 1 paragraf 2 yang menjadi PSAK 1 paragraf 02 tentang ruang lingkup dengan penambahan kalimat yang menyatakan bahwa PSAK 1 tidak berlaku untuk entitas syariah.

tetapi dengan menghilangkan kalimat “but the relevant regulatory framework prohibits departure from the requirement” dalam IAS 1 paragraf 23. dan 139C tentang ketentuan transisi tidak diadopsi karena paragraf tersebut tidak relevan. supaya menciptakan keseragaman untuk judul komponen laporan keuangan. 4. 6. 8. karena untuk sinkronisasi dengan peraturan perundang-undangan di pasar modal. 9. IAS 1 paragraf 54(f) tentang aset biolojik tidak diadopsi. Tambahan di paragraf 16 tentang tanggung jawab atas laporan keuangan. 10. 2. IAS 1 paragraf 140 tentang penarikan IAS 1 (2003) karena hal tersebut tidak relevan. IAS 1 paragraf 139 yang menjadi PSAK 1 paragraf 139 tentang tanggal efektif dengan meniadakan penerapan dini. IAS 1 paragraf 139A.3 Definisi Dalam pernyataan Standar ini terdapat istilah-istilah yang dijelaskan sebagai berikut: 7 .untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya. 5. IAS 1 paragraf 10 yang menjadi PSAK 1 paragraf 11 dengan menghilangkan kalimat yang memperkenankan entitas menggunakan judul lain untuk komponen laporan keuangan. 139B. karena tidak sesuai dengan konteks di Indonesia. Pengaturan IAS 1 paragraf 23–24 diadopsi menjadi PSAK 1 paragraf 21–22 mengenai pengungkapannya. karena penerapan dini tersebut hanya akan dapat dilakukan dengan tepat jika seluruh pengaturan dalam IFRS diadopsi secara bersamaan menjadi SAK. karena peraturan perundang-undangan tidak mengatur pihak yang bertanggung jawab atas laporan keuangan untuk semua entitas. tetapi hanya untuk sebagian entitas. IAS 1 paragraf 19–22 tentang penerapan penyimpangan dari suatu Standar Akuntansi Keuangan tidak diadopsi. karena IAS 41 Agriculture belum diadopsi. Adopsi IFRS menjadi SAK di Indonesia dilakukan secara bertahap. 7.

Pemilik adalah pemegang instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas. Laporan keuangan bertujuan umum adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan 2. 8. 4.1. Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan dan Interpretasi yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). 9. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya. pertanggungjawaban Laporan manajemen keuangan atas juga penggunaan menunjukkan hasil sumber yang daya dipercayakan kepada mereka. 5. Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban. laporan pendapatan komprehensif. tidak termasuk komponenkomponen pendapatan komprehensif lain.4 Tujuan Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. 7. Ketidakpraktisan. 2. Penerapan suatu persyaratan dianggap tidak praktis jika entitas tidak dapat menerapkannya setelah melakukan usaha yang memadai. selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi: o aset. Pendapatan komprehensif lain berisi pos-pos pendapatan dan beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laba rugi dari laporan pendapatan komprehensif sebagaimana dipersyaratkan oleh SAK lainnya. kinerja keuangan. 8 . laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Penyesuaian reklasifikasi adalah jumlah yang direklasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada periode berjalan atau periode sebelumnya. 3. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan. 6.

beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan dan. Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif. 6. 3. entitas diperbolehkan juga menyajikan laporan keuangan tambahan yang dinilai penting oleh entitas untuk disajikan. dan arus kas suatu entitas. pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian.Penyajian yang wajar mensyaratkan penyajian secara jujur dampak dari transaksi. dan kondisi 9 . Informasi tersebut.dan o arus kas. kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. yaitu: 1. 4. Manajemen entitas bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas tersebut. 5.5 Komponen Laporan Keuangan Laporan keuangan dianggap lengkap apabila memenuhi komponenkomponen sebagai berikut: 1.o o o o liabilitas. kinerja keuangan. 2. Selain keenam laporan tersebut. ekuitas. 2. peristiwa lain. khususnya.6 Karakteristik Umum Laporan Keuangan Laporan keuangan memiliki 8 (delapan) karakteristik umum. Semua komponen laporan keuangan tersebut harus disajikan oleh entitas secara lengkap dengan tingkat keutamaan yang sama. Penyajian secara wajar dan Kepatuhan terhadap SAK Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan. dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas. 2.

Perubahan Estimasi Akuntansi. atau tidak mempunyai alternative lain yang realistis selain melakukannya. Kelangsungan Usaha Entitas menyusun laporan keuangan dengan didasarkan pada asumsi kelangsungan usaha. Memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi sesuai PSAK 25 (revisi 2009) Kebijakan Akuntansi. manajemen memperhatikan semua informasi masa depan. liabilitas. Dasar Akrual 10 .Dalam hal kebijakan akuntansi entitas yang digunakan tidak tepat.sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan asset. b. 3. Memberikan pengungkapan tambahan jika kesesuaian dengan syarat khusus PSAK dinilai tidak cukup bagi pengguna laporan keuangan. bersama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan alasan mengapa entitas tidak dipertimbangkan sebagai entitas yang dapat menggunakan asumsi kelangsungan usaha. dan kesalahan. paling sedikit (namun tidak dibatasi untuk) dua belas bulan dari akhir periode pelaporan. maka entitas tersebut membuat pernyataan eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam Catatan Atas Laporan Keuangan. Apabila entitas tersebut telah menyusun Laporan Keuangan sesuai dan patuh pada SAK. kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi entitas atau menghentikan perdagangan. andal. c. Penyajian yang wajar juga mensyaratkan entitas untuk: a. entitas tidak dapat memperbaiki kebijakan akuntansi yang digunakan maupun mengungkapkannya dalam CaLK ataupun materi penjelasan. Dalam mempertimbangkan apakah dasar akrual kelangsungan usaha adalah tepat.Apabila entitas menyusun laporan keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan usaha. 2. dapat dibandingkan dan mudah dipahami. pendapatan dan beban yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Menyajikan informasi secara relevan. maka entitas mengungkapkan fakta tersebut.

peristiwa dan kejadian lain yang telah terjadi maupun untuk menilai arus kas entitas di masa depan. 6. Informasi Komparatif Informasi kuantitatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan. Saling hapus dalam laporan laba rugi komprehensif atau laporan posisi keuangan atau dalam laporan laba rugi terpisah (jika disajikan) mengurangi kemampuan pengguna laporan keuangan baik untuk memahami transaksi.Entitas menyajikan secara terpisah pos yang mempunyai sifat atau fungsi berbeda kecuali pos tersebut tidak material. kecuali dinyatakan lain oleh SAK. 4. maka entitas mengungkapkan: i. fakta bahwa jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat dibandingkan secara keseluruhan 7. Materialitas dan Agregasi Entitas menyajikan secara terpisah kelompok pos sejenis yang material. kecuali laporan arus kas.Suatu pos mungkin tidak cukup material untuk disajikan terpisah dalam Laporan keuangan tetapi material untuk disajikan terpisah dalam Catatan atas Laporan Keuangan. sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan. dan ii. kecuali jika saling hapus mencerminkan substansitransaksi atau peristiwa. 5. Saling Hapus Entitas tidak diperbolehkan melakukan saling hapus atas aset dan liabilitas atau penghasilan dan beban. Jika akhir periode pelaporan entitas berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau lebih pendek daripada periode satu tahun.Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual.Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan 11 . alasan penggunaan periode pelaporan yang lebih panjang atau lebih pendek. kecuali disyaratkan atau diizinkan oleh suatu PSAK. Frekuensi Pelaporan Entitas menyajikan laporan keuangan lengkap (termasuk informasi komparatif) setidaknya secara tahunan.

maka entitas mengungkapkan alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut. ii.7 Struktur dan Isi Laporan Keuangan Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan khusus dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi komprehensif. Sifat reklasifikasi. Jika entitas mereklasifikasi jumlah komparatif.periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan. atau laporan perubahan ekuitas dan mensyaratkan pengungkapan dari pos-pos lain dalam laporan keuangan. dan sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi. 8. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan).Perubahan Estimasi Akuntansi. Apabila entitas mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam laporan keuangan. terlihat secara jelas bahwa penyajian atau pengklasifikasian yang lain akan lebih tepat untuk digunakan dengan mempertimbangkan kriteria untuk penentuan dan penerapan kebijakan akuntansi dalam PSAK 25 (Revisi 2009) tentang Kebijakan Akuntansi. Identifikasi Laporan Keuangan 12 . maka entitas mengungkapkan: i.Pernyataan ini terkadang menggunakan istilah “pengungkapan” dalam arti luas. 1. alasan reklasifikasi Jika reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan. Konsistensi Penyajian Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode dilakukan secara konsisten. maka entitas mereklasifikasi jumlah komparatif kecuali reklasifikasi tersebut tidak praktis untuk dilakukan. kecuali setelah terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi entitas atau mengkaji ulang atas laporan keuangan. jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi. meliputi pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan. dan Kesalahan atau perubahan tersebut diperkenankan oleh suatu PSAK. dan iii. 2.

entitas menyajikan informasi berikut ini secara jelas. g.Hal ini diperkenankan sepanjang entitas mengungkapkan tingkat pembulatan dan tidak menghilangkan informasi yang material. e. atau dokumen lain. Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Laporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut : a. dokumen yang disampaikan kepada regulator. Entitas mengidentifikasikan secara jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Mata uang pelaporan e. c. Disamping itu. dan setiap perubahan informasi dari akhir periode laporan sebelumnya b. i. Aset tetap Properti investasi Aset tidak berwujud Aset keuangan Investasi dengan menggunakan metode ekuitas Persediaan Piutang dagang dan piutang lainnya Kas dan setara kas Total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan asset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang 13 . b.Entitas mengidentifikasikan laporan keuangan secara jelas dan membedakannya dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama. f. dan mengulang nya jika dibutuhkan sehingga dapat dipahami : a. dan tidak untuk informasi lain yang disajikan dalam laporan tahunan. d. Pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuangan Entitas pada umumnya menyusun laporan keuangan dengan menyajikan informasi mata uang dalam unit ribuan atau jutaan. Tanggal akhir periode pelaporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan d. Nama entitas pembuat laporan keuangan atau identitas lain. Apakah merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas c. SAK hanya berlaku untuk laporan keuangan. 2. h.

PSAK 50 (revisi 2006): Instrumen keuangan: Penyajian dan Pengungkapan mensyaratkan pengungkapan tanggal jatuh tempo aset keuangan dan liabilitas keuangan. l. Modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Entitas mempertimbangkan apakah pos-pos tambahan disajikan secara terpisah didasarkan pada penilaian dari : a. n.sifat dan jangka waktu liabilitas Pembedaan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang : Entitas mengungkapkan jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan atau diselesaikan setelah lebih dari dua belas bulan untuk setiap pos aset dan liabilitas yang menggabungkan jumlah yang diharapkan akan dipulihkan atau diselesaikan : a. jika : a) Entitas mengharapkan akan merealisasikan aset. k. disajikan sebagai bagian dari ekuitas q. 1) Aset Lancar dan Tidak lancar Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar. Sifat dan likuiditas aset b. atau bermaksud untuk menjual atau menggunakan dalam siklus operasi normal b) Entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan 14 . dimiliki untuk dijual dan operasi yang dihentikan Utang dagang dan terutang lain Provisi Liabilitas keuangan Liabilitas dan aset untuk pajak kini Liabilitas dan aset pajak tangguhan Liabilitas yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual p. Fungsi dari aset tersebut dalam entitas c. Kepentingan nonpengendali. Tidak lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan b. m. o. Lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan Informasi mengenai tanggal perkiraan realisasi aset dan liabilitas berguna dalam penilaian likuiditas dan solvabilitas entitas.diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual: asset tidak lancer yang j. Jumlah.

    yaitu: Diselesaiakan dalam siklus operasi normal.Aset lancar mencakup aset yang dijual.c) Entitas mengharapkan akan merealisasikan aset dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan d) Kas atau setara kas. a. Menurut Kieso (2008) liabilitas memiliki 3 (tiga) karakteristik yaitu: a) Kewajiban sekarang b) Diperoleh dari kejadian di masa lalu c) Penyelesaiannya menggunakan sumber daya yang dimiliki entitas. 2) Liabilitas Liabilitas merupakan kewajiban membayar kepada pihak lain yang disebabkan adanya transaksi di masa lalu. Siklus operasi entitas merupakan jangka waktu antara perolehan aset untuk pemrosesan dan realisasinya dalam bentuk kas atau setara kas. atau Penyelesaian hutang tidak dapat ditunda sekurang-kurangnya dari 12 bulan setelah periode pelaporan. aset lancar juga mencakup aset yang dimiliki untuk diperdagangkan. Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar. Pernyataan ini menggunakan istilah “tidak lancar” . kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan. Tujuannya untuk diperdagangkan.Ketika siklus operasi normal entitas tidak dapat diidentifikasikan secara elas. Jatuh tempo 12 bulan setelah periode pelaporan . dikonsumsi atau direalisasikan sebagai bagian siklus operasi normal meskipun aset tersebut tidak diharakan untuk direalisasikan dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. maka diasumsikan selama dua belas bulan. Liabiliitas Jangka Pendek Menurut PSAK 01 terdapat 4 (empat) Kriteria Liabilitas Jangka Pendek. pernyataan ini tidak melarang penggunaan istilah lainnya sepanjang pengertiannya jelas. Pengecualian terhadap kriteria tersebut antara lain: 15 .

beberapa akrual untuk biaya karyawan. → hutang jangka panjang Jika Hutang jangka panjang yang harus segera dibayar diakibatkan entitas melanggar ketentuan perjanjian pinjaman jangka panjang → hutang jangka panjang Macam-macam liabilitas jangka pendek a) Hutang dagang b) Hutang berjangka c) Bagian hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo d) Hutang deviden e) Pendapatan diterima dimuka f) Hutang Pajak Penjualan dan Pajak Penghasilan Peristiwa yang terkait liabilitas jangka pendek yang memerlukan pengungkapan sebagai peristiwa yang tidak memerlukan penyesuaian yaitu:    Pembiayaan kembali berbasis jangka panjang Perbaikan pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang Pemberian tenggang waktu pembayaran oleh pemberi pinjaman untuk memperbaiki pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang yang berakhir sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan b. Pengecualian untuk hutang dagang. Jika Jatuh tempo kurang dari 12 bulan meskipun perjanjian awal pinjaman lebih dari 12 bulan dan terdapat perjanjian perpanjangan pembayaran setelah periode pelaporan dan sebelum tanggal penyelesaian laporan  keuangan → hutang jangka pendek Jika hutang jatuh temponya kurang dari 12 bulan lagi akan tetapi entitas menginginkan (dan memiliki diskresi) untuk memperpanjang selama min. liabilitas yang tidak termasuk dalam kategori liabilitas jangka pendek maka akan diklasifikasikan sebagai sebagai hutang jangka panjang.  12 bulan setelah setelah periode pelaporan. Liabilitas Jangka Panjang Menurut PSAK 01. dan biaya operasi lain tetap digolongkan sebagai hutang jangka pendek meskipun jatuh temponya lebih dari 12 bulan setelah periode  pelaporan. Hutang jangka panjang antara lain: a) Hutang wesel jangka panjang b) Hutang obligasi c) Hutang hipotek 3) Ekuitas 16 .

17 . seperti persekutuan atau unit perwalian. keistimewaan. serta hak. dan pembatasan setiap jenis saham vi. 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif PSAK 1 dan IAS 1 merumuskan ketentuan yang serupa atas penyajian dalam Laporan Laba Rugi dan Komprehensif. atau b. Jumlah saham modal dasar ii. entitas anak.Hal-hal yang diungkapkan dalam laporan posisi keuangan atau laporan perubahan ekuitas atau CALK : a. mengungkapkan informasi yang setara sesuai dengan poin a di atas. bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. c. keistimewaan. Informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif sekurangkurangnya mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut dalam satu periode (Paragraf 80 PSAK. dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif. Hak. Entitas menyajikan seluruh pos pendapatan dan beban yang diakui dalam satu periode (Paragraf 79 PSAK. yang memperlihatkan perubahan selama suatu periode dari setiap jenis kepentingan ekuitas. b. atau entitas asosiasi vii. Saham yang dicadangkan untuk penerbitan hak opsi b. laporan yang dimulai dengan laba rugi dan menunjukkan komponen pendapatan komprehensif lain (laporan pendapatan komprehensif). 82 IAS): a. laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah) dan 2. Saham yang dikuasai entitas sendiri. Rekonsiliasi jumlah saham yang beredar pada awal dan akhir periode v. biaya keuangan. Untuk setiap jenis saham i. Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas Entitas yang modalnya tidak terbagi dalam saham. Nilai nominal saham iv. Jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh dan yang diterbitkan tetapi tidak disetor penuh iii. dalam bentuk dua laporan: 1. dan pembatasan yang melekat pada setiap kepentingan ekuitas. 81 IAS): a. pendapatan.

rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada 18 . b. Selain 9 pos di atas. bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. g. suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari: 1. Laporan Perubahan Ekuitas Menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan: a. Pos-pos di bawah ini diungkapkan dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai alokasi laba rugi untuk periode (Paragraf 81 PSAK. laba rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: 1. dan 2. pemilik entitas induk. 83 IAS): a. keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan. Untuk Setiap komponen ekuitas.d. total laba rugi komprehensif. dan i. pemilik entitas induk. laba rugi. c. kepentingan non-pengendali. e. IAS menambahkan keuntungan dan kerugian dari pelepasan aset keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi sebagai bagian dari pos yang disajikan. kepentingan non-pengendali dan 2. f. 4. Total Laba Rugi Komprehensif selama suatu periode. pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif yang diakui sesuai dengan PSAK 25 :Kebijakan Akuntansi. setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf h. Perubahan Estimasi Akuntansi. b. Untuk tiap komponen ekuitas. dan Kesalahan. laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan dan 2. h. beban pajak. total laba rugi komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: 1. yang menunjukan secara terpisah total jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan nonpengendali.

laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian.awal dan akhir periode. Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan. Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas tersebut. Transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. Laba Rugi. dan iii. Masing-masing pos pendapatan komprehensif lain. Perubahan ekuitas selama satu periode mencerminkan naik turunnya aset neto entitas selama periode tersebut. Entitas menyajikan jumlah dividen yang diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode dan nilai dividen persaham pada laporan perubahan ekuitas atau catatan atas laporan keuangan. 1) Stuktur Catatan atas laporan keuangan berisi: a. menyajikan informasi tentang dasar penyusun laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang digunakan b. secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari: i. laporan laba rugi komprehensif laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. 6. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan. Kecuali untuk perubahan: 1) Transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan instrumen biaya langsungnya 2) Perubahan keselurhan atas ekuitas selama periode yang menggambarkan jumlah total penghasilan dan beban yang diakibatkan oleh aktivitas entitas selama periode tersebut 5. mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan 19 . laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan naratif dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan tersebut(Revisi 2013) . ii.

20 . yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan laibilitas dalam periode pelaporan berikutnya. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan perubahan posisi keuangan dan laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). termasuk: a) liabilitas kontinjensi dan komitmen kontraktual yang belum diakui b) pengungkapan informasi nonkeuangan. laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. maka: a. Berkaitan dengan aset dan laibilitas tersebut. memberikan informasi yang tidak disajikan dibgaian manapun dalam laporan keuangan. dalam hal tidak tersedianya harga pasar kini yang diobservasi. misalnya tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Entitas dapat menyajikan catatan atas laporan keuangan yang memberikan informasi tentang dasar penyusuan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu sebagai bagian yang terpisah dalam laporan keuangan. misalnya. catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas: 1) sifat dan 2) jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan. dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan b. 2) Pengungkapan kebijakan akuntansi Entitas mengungkapkan dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan: a. sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos d. estimasi berorientasi masa depan diperlukan untuk mengukur jumlah terpulihkan atas kelompok aset tetap. kebijakan akuntansi lain yang diterapkan yang relevan untuk memahami laporan keuangan 3) Sumber estimasi ketidakpastian Entitas mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan.dibagian manapun dalam laporan keuangan c. tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan Catatan atas laporan keuangan mempunyai urutan sebagai berikut: a. dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan. ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan c. Pernyataan atas kepatuhan terhadap SAK b. Penetapan jumlah tercatat dari beberapa aset dan liabilitas mensyaratkan estimasi pengaruh ketidakpastian atas peristiwa masa depan terhadap aset dan liabilitas tersebut pada akhir pelaporan. pengungkapan lainnya.

Entitas menyajikan pengungkapan tersebut dalam suatu cara yang dapat membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami yang telah dibuat manajemen tentang masa depan dan tentang sumber estimasi ketidakpastian lain. peubahan gaji di masa depan. Sifat asumsi atau estimasi ketidakpastian lain. 4) Modal Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi tujuan. provisi yang bergantung pada hasil masa depan dari proses litigasi yang masih berjalan. dan d. kebijakan. sifat dan luasnya informasi yang diberikan bervariasi sesuai dengan sifat asumsi dan kondisi lainnya. dan perubahan tersebut tidak berasal dari asumsi atau sumber estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan. sehingga potensi dilakukannya penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas semakin meningkat. sensitivitas jumlah tercatat terhadap metode. subjektif atau kompleks. Tidak disyaratkan bagi aset dan liabilitas dengan risiko signifikan bahwa jumlah tercatat aset dan liabilitas tersebut dapat berubah secara material selama periode tahun berikutnya. b. dan proses entitas dalam mengelola permodalannya. dampak keusangan teknologi atas persediaan. termasuk alasan atas sensitivitas tersebut. dan c. contoh pengungkapan yang dibuat adalah sebagai berikut: a.Entitas mengungkapkan hal-hal sebagai berikut: 21 . c. Estimasi tersebut memasukkan asumsi tentang penyesuaian risiko atas arus kas dan tingkat diskonto.b. penjelasan tentang perubahan yang dilakukan terhadap asumsi sebelumnya yuang terkait dengan aset dan liabilitas tersebut. asumsi dan estimasi yang mendasari penghitungan jumlah tercatat tersebut. penyelesaian yang diharapkan atas ketidakpastian dan kisaran hasil yang mungkin selama periode pelaporan berikutnya atas jumlah tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh. dan perubahan harga dimasa depan yang mempengaruhi biaya lain. liabilitas imbalan kerja jangka panjang seperti kewajiban pensiun. Asumsi dan sumber estimasi ketidakpastian lainnya membutuhkan pertimbangan manajemen yang paling sulit. jika ketidakpastian tetap belum dapat diselesaikan.

maka entitas mengungkapkan informasi terpisah untuk setiap persyaratan modal yang berlaku bagi entitas. dan 3. 2. entitas konglomerasi mungkin mencakup entitas yang melakukan kegiatan asuransi dan perbankan dan aktivitas tersebut mungkin melakukan kegiatan operasi dibeberapa juridiksi. b. setiap perubahan 2 (dua) poin diatas dari periode sebelumnya. termasuk: 1. misalnya. 5) Pengungkapan lain Entitas mengungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan: a. jika tidak diungkapkan di bagian manapun dalam informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan: 22 . d. Ketika pengungkapan keseluruhan atas persyaratan modal dan bagaimana modal dikelola tidak memberikan informasi yang berguna atau dapat mengacaukan pemahaman pengguna laporan keuangan atas sumber permodalan entitas. jumlah dividen yang diusulkan atau diumumkan sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan tetapi tidak diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode serta jumlah dividen pe lembar saham b. apakah selama periode entitas mematuhi setiap persyaratan permodalan eksternal. beberapa entitas menganggap liablitas keuangan sebagian dari modal dan entitas lain menganggap modal tidak termasuk beberapa komponen ekuitas. jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui Entitas mengungkapkan hal-hal berikut ini. ketika entintas tidak mematuhi persyaratan permodalan eksternal tersebut. bagaimana entitas memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalan. Entitas mendasarkan pengungkapan tersebut dari informasi yang diberikan secara internal kepada personal manajemen kunci. ketika entitas diharuskan untuk memenuhi persyarata permodalan eksternal. sifat persyaratan dan bagaimana persyaratan tersebut diimplementasikan dalam pengelolaan permodalaan. informasi kuantitatif tentang tujuan. kebijakan.Entitas dapat mengelola modal dalam beberapa cara dan dapat bergantung pada persyaratan permodalan yang berbeda. ringkasan data kuantitatif mengenai apa yang dikelola sebagai modal. uraian tentang apa yang dikelola sebagai modal. c.a. konsekuensi dari ketidakpatuhan harus dituangkan. dan proses entitas dalam mengelola permodalannya. e.

Informasi Komparatif a. jika berbeda dari lokasi kantor) b. Misalnya. informasi tentang lama umur entitas 7. Tambahan Informasi Komparatif Entitas dapat menyajikan informasi komparatif sebagai tambahan atas laporan keuangan komparatif minimum yang disyaratkan PSAK/ISAK. sepanjang informasi tersebut disusun sesuai dengan PSAK/ISAK. serta catatan atas laporan keuangan yang berhubungan. Dalam beberapa kasus. entitas mengungkapkan dalam periode berjalan rincian tentang sengketa hukum yang dihadapi. keterangan mengenai sifat operasi dan kegiatan utama c. Entitas menyajikan. Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan. Pengguna laporan keuangan memperoleh manfaat atas pengungkapan informasi adanya ketidakpastian pada akhir periode pelaporan sebelumnya dan dari pengungkapan informasi tentang langkah-langkah yang telah dilakukan selama periode berjalan untuk mengatasi ketidakpastian tersebut. dua laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). dua laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha d. dua laporan arus kas dan dua laporan perubahan ekuitas. alamat kantor pusat entitas (atau lokasi utama kegiatan usaha. dua laporan posisi keuangan.a. negarea tempat pendirian. namun tidak terdiri dari 23 . domisili dan bentuk hukum. b. bagi entitas yang mempunyai batasan umur. Informasi komparatif ini dapat berisi terdiri satu atau lebih laporan keuangan. informasi naratif yang disajikan dalam laporan keuangan untuk periode sebelumnya masih tetap relevan pada periode berjalan. kecuali dinyatakan lain oleh PSAK/ISAK. namun hasil akhirnya belum diketahui secara pasti pada akhir periode sebelumnya dan masih dalam proses penyelesaian. Informasi Komparatif Minimum Informasi kuantitatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan. minimal.

dalam catatan atas laporan keuangan. perubahan komponen Laporan Keuangan. Oleh karena itu bersiaplah para Akuntan Publik.laporan keuangan lengkap. Akuntan Akademisi. atau tiga laporan perubahan ekuitas (yaitu laporan keuangan komparatif tambahan). Jangan lupa bahwa PSAK 1 (2009) hanya merupakan salah satu PSAK baru yang sudah disahkan oleh DSAK IAI. Namun demikian. dan perbedaan persyaratan tentang pengungkapan. dan satu periode komparatif tambahan). Masih banyak PSAK lain. dan Asosiasi Industri untuk menyongsong konvergensi ini. entitas dapat menyajikan tiga laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (sehingga menyajikan periode berjalan. Akuntan Manajemen. periode sebelumnya. entitas tidak disyaratkan untuk menyajikan tiga laporan posisi keuangan. Entitas wajib memberlakukannya pada periode laporan keuangan di tahun depan yaitu 1 Januari 2011. Entitas disyaratkan menyajikan. 24 . tiga laporan arus kas. Misalnya. baik yang sudah disahkan maupun yang masih dalam tahap penyusunan. Semuanya akan berlaku penuh pada tahun 2012 nanti. entitas menyajikan catatan informasi yang berhubungan dengan laporan tambahan tersebut. informasi komparatif yang terkait dengan laporan tambahan atas laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. BAB III PENUTUP Cukup banyak perubahan yang patut kita perhatikan dengan disahkannya PSAK 1 (2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan. Diantaranya perubahan istilah. ketika DSAK IAI secara mantap menyatakan kita telah melakukan konvergensi IFRS. Regulator. Ketika hal ini terjadi.

id/2011/09/perubahan-psak-1penyajian-laporan. Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) No. http://ariafarahmita.blogspot. ED Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) No. 1 : Penyajian Laporan Keuangan.2013.1 : Penyajian Laporan Keuangan. Jakarta: IAI.co. _____.DAFTAR PUSTAKA _____.2009. Jakarta: IAI.html 25 .