You are on page 1of 26

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat,
iman dan Islam sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kepaniteraan klinik
dengan judul “Wanita 50 tahun dengan Diabetes Melitus Tipe 2, Dislipidemia dan
Obesitas dengan fungsi keluarga yang kurang sehat” untuk memenuhi sebagian
syarat untuk menyelesaikan kepaniteraan klinik bagian Ilmu Kedokteran Keluarga
di Puskesmas Keranggan. Semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada
Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yang telah berjuang dengan
membawa agama Allah.
Banyak hambatan dalam penyusunan makalah ini, namun berkat dukungan
dari banyak pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan kepaniteraan
klinik kedokteran keluarga ini. Dalam kesempatan ini penulis menghaturkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu.
Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan laporan kepaniteraan klinik kedokteran keluarga ini dan
selanjutnya.
Semoga laporan kepaniteraan klinik kedokteran keluarga ini dapat
bermanfaat bagi penulis dan semua pihak yang membacanya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tangerang Selatan, 23 September
2016

3

Penyusun,

Shelpi Surisdiani

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................

1

HALAMAN PENGESAHAN..........................................................................

2

KATA PENGANTAR.......................................................................................

3

DAFTAR ISI.....................................................................................................

4

BAB I

PENDAHULUAN............................................................................

7

A Latar Belakang Masalah ............................................................

7

B Profil Puskesmas Wirobrajan ....................................................

8

C Tujuan Penulisan........................................................................

11

4

................................................................................................................................................................................................................................. 19 2 Epidemiologi.....................BAB II D Manfaat Penulisan........................ 24 5 Kriteria Diagnostik.............................................................................................................................................. 19 1 Definisi.................................................. 14 3 Diagnosis...................................................... 13 A Diabetes Melitus.................................. 27 2 Pengukuran Antropometri.............................................................. 13 1 Definisi................................................................................................................................. 21 4 Faktor Resiko..................... 29 5 .............................................................................. 25 C Obesitas............................................... 27 1 Definisi............................. 12 TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................ 13 2 Klasifikasi............................................................................................ 20 3 Klasifikasi......................... 15 B Dislipidemia..............................

...................................................................... 45 H Identifikasi PSP (Pengetahuan.... 34 BAB IV PEMBAHASAN ........................................... 44 F SCREEM Keluarga ........................................ 43 E Nilai APGAR Keluarga....................................................................................................................... 32 C Pemeriksaan Penunjang ....................................................... 47 6 ................................ 39 C Daftar Anggota Keluarga yang Tinggal Satu Rumah............ Sikap Dan Perilaku) ...... 45 G Identifikasi Fungsi Keluarga ....................BAB III PRESENTASI KASUS ............................................................................................ 34 D Diagnosis Banding....................... 31 B Pemeriksaan Fisik .................................................................. 34 E Diagnosis .............................. 34 F Terapi................................................................................................................................................... 38 A Analisis Kasus ..... 31 A Anamnesis ............................................................................................................................................... 42 D Genogram Keluarga......................................................................................... 38 B Analisis Kunjungan Rumah .............

......................................................... 51 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………… 53 BAB V 7 ............................................................................................................... 49 L Diagnosis Kesehatan Keluarga.................................... 51 B Saran ......................................... 50 KESIMPULAN DAN SARAN......... 51 A Kesimpulan ............................... 48 J Identifikasi Masalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat .............................I Pedoman Umum Gizi Seimbang .......... 49 K Pelaksanaan Program .............................................................................

Diharapkan masyarakat dapat melakukan pencegahan dan pengobatan dini dengan cara yang tepat. 2. Penulisan laporan kasus kepaniteraan klinik ilmu kedokteran keluarga ini bertujuan untuk memenuhi sebagian syarat mengikuti ujian 8 . Kedokteran Keluarga merupakan ilmu yang menekankan pentingnya pemberian pelayanan kesehatan yang personal. Tujuan Penulisan 1. penjelasan yang lebih mendalam mengenai penyakit diabetes melitus. obesitas dan dislipidemia ini.BAB I PENDAHULUAN A. Masalah kesehatan pasien sering disebabkan oleh masalah pada keluarga dan masalah kesehatan pasien dapat menyebabkan masalah kesehatan keluarga. primer. komunitas. B. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memberikan suatu gambaran. dan lingkungannya. Kedokteran Keluarga menekankan keluarga sebagai unit sosial yang memberikan dukungan kepada individu. Latar Belakang Kedokteran Keluarga Dokter keluarga adalah cabang kedokteran komunitas yg memberi perhatian khusus terhadap kesehatan keluarga sebagai sebuah unit. komprehensif dan berkelanjutan (continuing) kepada individu dalam hubungannya dengan keluarga.

kepaniteraan klinik di bagian Ilmu Kedokteran Keluarga. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Manfaat untuk mahasiswa Sebagai sarana keterampilan dan pengalaman dalam upaya pelayanan kesehatan dengan menerapkan prinsip-prinsip kedokteran keluarga. 2. Selain itu juga penyuluhan dilakukan dengan titik berat agar pasien dan keluarganya menjadi mengetahui lebih banyak tentang diabetes sehingga dapat diminimalisir terjadinya komplikasi yang terjadi. 9 . C. Salah satunya dengan menganalisis penyebab. Manfaat untuk puskesmas Sebagai sarana kerjasama yang saling menguntungkan untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dan mendapatkan umpan balik dari hasil evaluasi koasisten dalam rangka mengoptimalkan peran puskesmas. perilaku atau gaya hidup apakah telah mendukung pengobatan farmakologi atau tidak. Memberikan informasi serta pengetahuan mengenai bentuk pelayanan kedokteran dengan pendekatan kedokteran keluarga pada penderita penyakit. Manfaat Penulisan 1. 3. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

10 .

tidak tampak pembesaran organ hati. dilakukan pemeriksaan USG. dokter puskesmas menyarankan untuk datang dengan kondisi puasa sebelumnya untuk dicek kadar gula darah. hasil dari pemeriksaan hepar. Pada bulan Januari 2016. Pada bulan Maret 2016. didapatkan keterangan bahwa pasien baru mengetahui menderita diabetes pertama kali saat kunjungan ke puskesmas tanggal 22 Agustus 2016. Analisis Kasus Kunjungan rumah pada pasien dilakukan pada tanggal 19 dan 20 September 2016. kemudian berdasarkan pemaparan pasien. dilakukan pengobatan dan pada akhir September juga. pasien juga pernah didiagnosis oleh dokter spesialis penyakit dalam. Saat ini pasien melakukan kontrol di Puskesmas Keranggan untuk mendapatkan pengobatan Diabetes dan dislipidemia agar kondisi kesehatan selalu 11 . Saat ini sudah berlangsung selama 8 bulan. dari hasil anamnesis pada pasien ini. mengalami pembesaran hati (Hepatomegali). suami pasien didiagnosis mengalami gagal ginjal. yang harus mendapatkan perawatan cuci darah sebanyak 2 kali dalam satu minggu.BAB IV PEMBAHASAN A.

Hal tersebut bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah. B. 1. sedangkan bagi anggota keluarga lainnya untuk lebih memperhatikan pola hidup yang sehat pada pasien. Biaya terapi pada pasien telah ditangani oleh BPJS. o Kondisi : Kokoh. Saat kunjungan rumah pertama. pasien dan keluarga juga mendapat bantuan dari dompet dhuafa.. Pendekatan yang dilakukan adalah penatalaksaan dengan merencanakan asupan makanan sehari-harinya. Desa Muncul. Kota Tangerang Selatan. Analisis Kunjungan Rumah. badan terasa segar. dinding rumah tembok.terkontrol. Sedangkan untuk pengobatan suami pasien. keluhan pasien sudah semakin berkurang. Kecamatan Setu. Kondisi pasien. beralamat Kampung Sengkol. dari pemeriksaan fisik yang dilakukan juga tidak didapatkan kelainan yang memperburuk kondisi pasien dan pasien dapat beraktifitas secara normal sesuai dengan umurnya. 12 . tidak bertingkat. lantai dari keramik. menyarankan untuk melakukan aktifitas jasmani secara teratur. Keadaan rumah. RT/RW 005/002. selain dari dana BPJS. 2. atap rumah dari genteng. sebagian genteng terbuat dari kaca. o Letak : Rumah yang dihuni pasien terletak di pemukiman padat penduduk.

tidak mempunyai halaman. 1 ruang depan. dihuni 7 orang. o Pembagian ruang : di dalam rumah terdapat 3 kamar tidur. 1 kamar mandi dan dapur 6M Pa \ 6 M Skala = 1 : 150 13 . Dengan luas rumah 6 x 6 meter. 1 ruang tengah.

o Kebersihan : kebersihan di dalam rumah kurang. tidak bau dan terawat. terdapat pula lubang ventilasi pada atas jendela. tidak terdapat ventilasi. serta jarak antar rumah berdempetan. dengan tata letak barangbarang yang berantakan. Kesan kamar mandi bersih. 14 . sehingga dapat membaca di siang hari tanpa bantuan listrik. menyebabkan kesan ventilasi kurang baik. Akan tetapi diruangan lainnya. Jamban keluarga : Terdapat 1 buah kamar mandi dengan 1 jamban jongkok dengan model leher angsa dan bak mandi terbuat dari semen dan sudah dilapisi porselen. o Pencahayaan : Pencahayaan di dalam rumah cukup.o Ventilasi : Terdapat jendela pada ruang depan dan kamar mandi. dan dirasa cukup untuk keperluan sehari-hari seluruh keluarga. Daya listrik pada rumah kos tersebut sebesar 900 watt. o Sanitasi dasar : Sumber air bersih : Sumber air dari PAM.

tidak ditemukan genangan limbah disekitar rumah. Halaman : halaman depan tidak ada. tempat tidur. Air dalam bak mandi bersih tidak ada jentik nyamuk. Pembayaran sampah ditanggung bersama oleh warga sekitar. lemari pakaian. peralatan dapur. alat – alat servis alat elektronik. Saluran pembuangan air limbah digunakan bersama dengan warga lainnya. lemari. 15 . Rumah yang di tempati merupakan rumah kontrakan. Tempat pembuangan sampah : sampah dikumpulkan di keranjang sampah. 3. Langsung jalan gang rumah yang terbuat dari tanah.Berukuran sekitar 1. Kandang : Tidak memiliki kandang untuk hewan – hewan peliharaan atau ternak. Saluran Pembuangan Air Limbah : Limbah rumah tangga dialirkan ke peresapan. Keluarga tersebut memiliki televisi. Kepemilikan barang. yang setiap dipindah ke depan rumah untuk diambil oleh petugas sampah.5 m x 2 m. dan digunakan sebagai tempat bermain anak-anak tetangga.

A S Istri P 50 th Tamat SD √ Tangga Sdr. A Y Suami L elektronik Ibu Rumah Ny. A P Anak 1 P 24 th Tamat SMA Pramu Niaga - Sdr. C. tanpa tempat sampah diluar rumah. R S Anak 4 L 12 th SD Pelajar - 16 Ket . Kesan kebersihan di lingkungan tersebut cukup baik.4. A R Anak 2 L 21 th Tamat SMA Mahasiswa. R B Menantu L 28 th Tamat SMA Wiraswasta - Sdr. Limbah rumah tangga dialirkan melalui saluran limbah. Guru Bimbel An. Daftar anggota keluarga yang tinggal satu rumah Kedudukan Nama dalam keluarga L/ P Umur Pendidikan 55 th Tamat SD Pekerjaan Pasien KDK Teknisi alat Bp. Keadaan lingkungan sekitar rumah. R A Anak 3 L 16 th Tamat SMP Pelajar - An.

D. Genogram Keluarga Genogram Keluarga A.Y D B CRF RB 28 th AP 24 th dibuat Tanggal 22 – 09 . Dislipidemia 50 th RA 16 th RS 12 th 17 .2016 AY 55 th AR 21 th A SDM.

Keterangan: : Laki-laki : Meninggal : Pasien : Perempuan : Tinggal 1 rumah D : Decision Maker : Pengambil Keputusan B :Breadwinner : yang mencari nafkah 18 .

Fungsi Afektif - Hubungan antara pasien dengan suami - Hubungan antara pasien dengan anak : baik : baik Meskipun sering berbeda pendapat dengan anak kedua. 2. Fungsi Biologis Suami pasien sedang dalam kondisi menderita gagal ginjal dalam stadium lanjut. pasien ramah dan selalu menyapa bila bertemu dengan tetangga.IDENTIFIKASI FUNGSI KELUARGA 1. - Hubungan antara pasien dengan saudara : baik - Hubungan antar saudara : baik 3. Fungsi Sosial dan Budaya Kedudukan pasien di lingkungan tempat tinggalnya biasa saja. belum mengerti secara pasti penyebab kondisi gagal ginjal yang dialami suami pasien. Pasien tidak percaya terhadap mitos-mitos yang ada di masyarakat. 19 . yang harus dilakukan cuci darah sebanyak 2 x dalam seminggu. dan respon tetanggapun sangat baik.G. Pasien tidak sungkan-sungkan untuk berbincang-bincang dengan tetangga. Pasien dan suami pasien.

tapi penyokong utama adalah suami pasien. Fungsi Pendidikan Pendidikan terakhir pasien adalah SD. 6. suami pasien juga merupakan lulusan SD. Meskipun anak pertama dan menantu juga bekerja. anak pertama pasien lulusan SMA. 5. menantu pasien lulusan SMA. anak kedua sedang menjalani kuliah S1 dengan beasiswa. Pencegahan penyakit 20 . Fungsi Ekonomi Penghasilan yang didapatkan oleh keluarga disokong penuh dari penghasilan suami pasien yang bekerja sebagai teknisi servis alat elektronik dirumah. anak ketiga sedang menjalani pendidikan SMK dan anak keempat sedang menjalani pendidikan kelas 6 SD. H. Fungsi Religius Fungsi religius pasien dan keluarganya cukup baik. PSP keluarga tentang kesehatan dasar a.4. Sikap dan Perilaku) 1. Pasien sering ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. IDENTIFIKASI PSP (Pengetahuan.

Lingkungan dalam rumah kurang bersih .Pasien dan keluarga pasien kurang rajin membersihkan rumah meskipun tidak membiarkan ada air tergenang didalam rumah atau sekitarnya. sayuran. Perencanaan dan pemanfaatan fasilitas pembiayaan kesehatan Pasien menggunakan jaminan kesehatan social 21 . frekuensi makan rata-rata 3 kali sehari dengan menu nasi. Gizi keluarga Untuk pola konsumsi gizi pasien. pasien dibawa ke puskesmas. lauk pauk (telur. daging. Penggunaan pelayanan kesehatan Bila sakit. c.Kondisi pencahayaan di rumah cukup 2. tempe. b. Higiene dan sanitasi lingkungan .Halaman rumah dan jalan cukup bersih karena sering disapu . Status gizi pasien obesitas. b. tahu). buahbuahan. PSP keluarga tentang kesehatan lain a.

dan pemeriksaan Pada saat anamnesa . I. Suami pasien terdiagnosis CRF sejak 8 bulan yang lalu dan rutin melakukan hemodialisa 2 x dala satu minggu.c.Keluhan pasien. Hal-hal lain yang berhubungan dengan keadaan kesehatan keluarga dan anggota keluarga Pasien baru terdiagnosis pertama kali dengan Diabetes saat kontrol ke puskesmas Keranggan. pasien fisik cukup kooperatif dan saat dilakukan pemeriksaan fisik Identifikasi masalah ditemukan: . badan lemas.Gizi obesitas . . sering BAK dan nafsu makan berkurang. banyak minum. PELAKSANAAN PROGRAM NO WAKTU 1 19 September 2016 KEGIATAN HASIL Anamnesa.Pengetahuan pasien terhadap penyakitnya kurang 22 .

Menjelaskan pentingnya untuk mencegah naiknya Gula Darah Pasien Pasien akan rutin kontrol ke puskesmas untuk memantau gula darah pasien. Edukasi tentang penyakit dan gaya hidup.2 20 September 2012 Follow up anamnesa dan Pasien dan keluarga lebih pemeriksaan fisik. 3 29 September 2016 Follow up anamnesa dan Pasien sudah mengerti dan pemeriksaan fisik sudah bisa menerapkan pola hidup sehat. L. menu diet yang akan berhubungan dengan penyakitnya. konsultasi ke pelayanan kesehatan. DIAGNOSIS KESEHATAN KELUARGA  Bentuk Keluarga : Keluarga Besar ( Extended Family )  Fungsi yang terganggu : Ekonomi dan Kesehatan  Faktor yang mempengaruhi : Pekerjaan pasien dan anggota keluarga yang sakit 23 . paham mengenai penyakitnya dan akan mengikuti saran Konseling pasien mengenai penyakitnya.

24 . Faktor yang dipengaruhi : Jumlah dan macam asupan gizi yang tersedia serta kesehatan  Diagnosis Holistik : Wanita 50 tahun dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Dislipidemia dan Obesitas dengan fungsi keluarga yang kurang sehat dan sumber daya keluarga yang kurang dibidang ekonomi dan kesehatan.

Bagi mahasiswa  Berusaha lebih mendalami. preventif.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2. Kerjasama antara petugas kesehatan. dislipidemia dan overweight dapat mengganggu fungsi seseorang dalam keluarga. Saran 1. dan variatif dalam menganalisa permasalahan kesehatan. kreatif. aktif. baik pada keluarga maupun lingkungannya  Meningkatkan profesionalisme sebelum terjun ke masyarakat 25 . Diabetes. Kesimpulan Dari hasil kunjungan rumah pasien penderita diabetes melitus yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Keranggan Kota Tangerang Selatan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Dokter keluarga melalui institusi Puskesmas dapat menjadi salah satu sektor yang berperan dalam menangani kasus diabetes dan dislipidemia yang mencakup promotif. B. kuratif sampai rehabilitative dan merujuk ke pusat pelayanan kesehatan yang berkompeten dalam menangani kasus. pasien dan keluarga menentukan keberhasilan terapi. 3.

Bagi Puskesmas  Hendaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan usaha promotif. preventif.2. kuratif dan rehabilitatif 26 .

Diakses pada tanggal 6 Desember 2012. Alwi (2006). Hal : 1916-1919. Slamet (2006). Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Indonesia 27 .d).ui. jilid III. B.DAFTAR PUSTAKA Gandha. dari http://digital_122845-S09038fk-Hubungan perilaku-Literatur. dari http://digilib. Buku Ajar : Ilmu Penyakit Dalam. (2007). N.pdf Shahab. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Indonesia USU University. (2009). Edisi ke-4. FKM UI.usu. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus Terkini. Diakses pada tanggal 6 Desember 2012. jilid III.pdf W. dari http://repository. Buku Ajar : Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Indonesia Soegondo.Sudoyo Aru. S. Jilid III. (2009) FK UI. Edisi ke-4.ac. Edisi ke-4.Hal : 1902-1904. S. Diakses pada tanggal 6 Desember 2012. Hal : 1874-1878.pdf Rahmawati.id/126590-S-5633-Aktifitasfisik-Literatur.ac. (2004). Nicho. (n. Jakarta: Sagung Seto Suyono. Buku Ajar: Ilmu Penyakit Dalam.id/bitstream/123456789/21688/4/Chapter%20II.

28 .