BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Trakeostomi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengatasi
pasien dengan ventilasi yang tidak adekuat dan obstruksi jalan pernafasan
bagian atas. Insisi yang dilakukan pada trakea disebut dengan trakeotomi
sedangkan tindakan yang membuat stoma selanjutnya diikuti dengan
pemasangan kanul trakea agar udara dapat masuk ke dalam paru-paru dengan
menggunakan jalan pintas jalan nafas bagian atas disebut dengan trakeostomi.
Prosedur trakeostomi dahulu disebut dengan berbagai istilah, antara lain
laringotomi atau bronkotomi sampai istilah trakeotomi diperkenalkan. Pada
tahun-tahun belakangan ini digunakan istilah yang lebih tepat yaitu
trakeostomi. Menurut letak insisinya, trakeostomi dibedakan letak yang tinggi
dan letak yang rendah dan batas letak ini adalah cincin trakea ketiga. Jika
dibagi menurut waktu dilakukannya tindakan, maka trakeostomi dibagi kepada
trakeostomi darurat dan segera dengan persiapan sarana sangat kurang dan
trakeostomi elektif dengan persiapan sarana cukup yang dapat dilakukan secara
baik. Perbedaan lain dari kedua jenis trakeostomi di atas adalah dari jenis
insisinya. Pada trakeostomi darurat, insisi yang dilakukan adalah insisi vertikal
yang memberikan keuntungan berupa pembukaan lapangan operasi yang
dibutuhkan bagi kontrol jalan nafas secara cepat, sedangkan pada trakeostomi
elektif insisi yang dilakukan adalah insisi horizontal karena lebih
menguntungkan secara kosmetik.
Terdapat berbagai indikasi untuk melakukan tindakan trakeostomi mulai
dari yang bersifat darurat maupun elektif. Sejumlah referensi menjelaskan
prosedur trakeostomi namun pada dasarnya semua mengharuskan adanya
persiapan pasien dan alat yang baik. Menurut Endean et al. (2003), tindakan
trakeostomi diindikasikan pada pasien: yang memerlukan ventilasi mekanis
dalam jangka panjang, keganasan kepala dan leher yang akan dilakukan reseksi
yang sulit dilakukan intubasi, trauma maksilofasial disertai dengan resiko
sumbatan jalan nafas, sumbatan jalan nafas akibat dari trauma, luka bakar atau

1

biasanya setinggi cincin trakea kedua 2 . Kelenjar tiroid terletak di atas trakea di sebelah depan dan lateral. Ismuth melintas trakea di sebelah anterior. Rumusan Masalah Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien yang terpasang trakeostomi? BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. B. turun ke dalam thoraks di mana ia membelah menjadi dua bronkus utama pada karina. Anatomi Trakea Trakea merupakan tabung berongga yang disokong oleh cincin kartilago. severe sleep apnea yang tidak dapat dilakukan intubasi. Tujuan Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien trakeostomi. Pembuluh darah besar pada leher berjalan sejajar dengan trakea di sebelah lateral dan terbungkus dalam selubung karotis.keduanya. C. gangguan neurologis yang disertai dengan risiko sumbatan jalan nafas. Trakea berawal dari kartilago krikoid yang berbentuk cincin stempel dan meluas ke anterior pada esofagus.

3 . ada banyak proses penyakit dan kondisi kedaruratan yang membuat trakeostomi diperlukan. Saraf laringeus rekuren terletak pada sulkus trakeoesofagus. Tetapi hal ini juga sangat tergantung pada ukuran dan jenis pipa trakeostomi. Pada anak-anak akan tampak gelisah Tindakan trakeostomi akan menurunkan jumlah udara residu anatomis paru hingga 50 persennya. Pasien tampak pucat atau sianotik 3. Trakeostomi dapat menetap atau permanent. Sebagai hasilnya. Pengertian Trakeostomi Trakeostomi adalah suatu tindakan dengan membuka dinding depan/anterior trakea untuk mempertahankan jalan nafas agar udara dapat masuk ke paru-paru dan memintas jalan nafas bagian atas (Hadikawarta. Rusmarjono. maka istilah trakeostomi digunakan.hingga kelima. Di bawah jaringan subkutan dan menutupi trakea di bagian depan adalah otot-otot supra sternal yang melekat pada kartilago tiroid dan hyoid. untuk membuang sekresi trakeobronkial. dan untuk mengganti selang endotrakea. untuk memungkinkan penggunaan ventilasi mekanis jangka panjang. Soepardi. Ketika selang indwelling dimasukkan kedalam trakea. untuk mencegah aspirasi sekresi oral atau lambung pada pasien tidak sadar atau paralise (dengan menutup trakea dari esophagus). Disfagia 4. C. Trakeostomi dilakukan untuk memintas suatu obstuksi jalan nafas atas. 2. Timbulnya dispneu dan stridor eskpirasi yang khas pada obstruksi setinggi atau di bawah rima glotis terjadinya retraksi pada insisura suprasternal dan supraklavikular. 2004). pasien hanya memerlukan sedikit tenaga yang dibutuhkan untuk bernafas dan meningkatkan ventilasi alveolar. Indiksi Trakeostomi Indikasi trakeostomi termasuk sumbatan mekanis pada jalan nafas dan gangguan non obstruksi yang mengubah ventilasi. B. Gejala-gejala yang mengindikasikan adanya obstruksi pada jalan nafas: 1. Trakeostomi adalah bedah pembukaan ke dalam trakea (tenggorokan) untuk membantu pernapasan seseorang yang memiliki sumbatan atau pembengkakan pada laring (kotak suara) atau tenggorokan bagian atas atau yang pernah mendapatkan pembedahan laring.

Asal lubang trakheostomi cukup besar (paling sedikit pipa 7). Setelah pembedahan wajah dan leher 3. 4. 3. Terjadinya obstruksi jalan nafas atas 2. Penurunan ruang hampa dapat berubah ubah dari 10% sampai 50% tergantung pada ruang hampa fisiologik tiap individu. 2. neoplastik atau traumatik yang timbul melalui mekanisme serupa 6. Proteksi terhadap aspirasi. 5. misalnya pada pasien dalam keadaan koma. sekitar lidah dan faring. Apabila terdapat benda asing di subglotis. Mengurangi jumlah ruang hampa dalam traktus trakheobronkial 70 sampai 100 ml. yang sangat penting pada pasien dengan gangguan pernafasan. Memungkinkan pasien menelan tanpa reflek apnea. Penyakit inflamasi yang menyumbat jalan nafas (misal angina ludwig). Mengurangi ruang rugi (dead air space) di saluran nafas atas seperti rongga mulut. Cedera parah pada wajah dan leher 2. Hilangnya refleks laring dan ketidakmampuan untuk menelan sehingga mengakibatkan resiko tinggi terjadinya aspirasi. epiglotitis dan lesi vaskuler. yang kapasitas vitalnya berkurang. Kegunaan Trakeostomi Menurut Masdanang (2008). 3.Gangguan yang mengindikasikan perlunya trakeostomi 1. D. Hal ini sangat berguna pada pasien dengan kerusakan paru. 4 . 4. Sekret pada bronkus yang tidak dapat dikeluarkan secara fisiologis. Mengurangi tahanan aliran udara pernafasan yang selanjutnya mengurangi kekuatan yang diperlukan untuk memindahkan udara sehingga mengakibatkan peningkatan regangan total dan ventilasi alveolus yang lebih efektif. Untuk memasang alat bantu pernafasan (respirator). kegunaan dilakukannya tindakan trakeostomi antara lain adalah: 1. Indikasi lain yaitu: 1.

Surgical trakeostomy Tipe ini dapat sementara dan permanen dan dilakukan di dalam ruang operasi. Memungkinkan jalan masuk langsung ke trachea untuk pembersihan. kejadian timbulnya infeksi juga jauh lebih kecil. E. Selain itu. Mengurangi kekuatan batuk sehingga mencegah pemindahan secret ke perifer oleh tekanan negatif intra toraks yang tinggi pada fase inspirasi batuk yang normal.5. Jenis Pipa Trakeostomi 1. Silver Negus Tubes 5 . Memungkinkan pemberian obat-obatan dan humidifikasi ke traktus. 6. 3. Cuffed Tubes Selang dilengkapi dengan balon yang dapat diatur sehingga memperkecil risiko timbulnya aspirasi. Insisi dibuat diantara cincin trakea kedua dan ketiga sepanjang 4-5 cm. Trakeostomi Dua Cabang (dengan kanul dalam) Dua bagian trakeostomi ini dapat dikembangkan dan dikempiskan sehingga kanul dalam dapat dibersihkan dan diganti untuk mencegah terjadi obstruksi. 4. 2. Dilakukan pembuatan lubang diantara cincing trakea satu dan dua atau dua dan tiga. Karena lubang yang dibuat lebih kecil. Uncuffed Tubes Digunakan pada tindakan trakeostomi dengan penderita yang tidak mempunyai risiko aspirasi. Jenis Tindakan Trakeostomi 1. 2. 7. F. maka penyembuhan lukanya akan lebih cepat dan tidak meninggalkan scar. 3. Mini tracheostomy Dilakukan insisi pada pertengahan membran krikotiroid dan trakeostomi mini ini dimasukan menggunakan kawat dan dilator. Percutaneous Tracheostomy Tipe ini hanya bersifat sementara dan dilakukan pada unit gawat darurat.

BAB III PENUTUP A. Tidak perlu terlalu sering dibersihkan dan penderita dapat merawat sendiri. bagian terbuka ini memungkinkan penderita untuk dapat berbicara. SARAN Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca dan dapat dijadikan salah satu referensi sebagai tugas maupun bahan praktikum. sehingga penderita masih tetap merasa bernafas melewati hidungnya. Selain itu. 6 . Perbedaan kata – kata yang dipergunakan dalam membedakan “ostomy” dan “otomy” tidak begitu jelas dalam masalah ini. B. sebab lubang yang diciptakan cukup bervariasi dalam ketetapan permanen atau tidaknya. 5. Fenestrated Tubes Trakeostomi ini mempunyai bagian yang terbuka di sebelah posteriornya.Terdiri dua bagian pipa yang digunakan untuk trakeostomi jangka panjang. KESIMPULAN Trakeostomi merupakan suatu prosedur operasi yang bertujuan untuk membuat suatu jalan nafas didalam trakea servikal.

7 .com/2011/10/19/kmb-i-prosedurperawatan-trakeostomi/ diakses tanggal 30 Oktober 2015. http://kumpulansopkeperawatan.id/2014/11/sopspo-perawatantrakheostomi. Kumpulan SOP (Standar Operasinal Prosedur).html diakses tanggal 30 Oktober 2015.usu. (2011). https://thefuturisticlovers.pdf diakses tanggal 30 Oktober 2015. Prosedur Perawatan Trakeostomi.DAFTAR PUSTAKA Wardani. Pengertian Trakeostomi. DazSpecta. Paniselvam.ac. repository.id/bitstream/123456789/21420/4/Chapter%20II.blogspot.wordpress. (2011).co. (2014).