You are on page 1of 22

Sindroma Cushing yang Disertai Keluhan Lemas

Andrey Setiawan
FakultasKedokteranUniversitas Kristen KridaWacana
Jl. TerusanArjuna No. 6, Jakarta Barat 11510
E-mail: andrey_2108@hotmail.com
ABSTRAK:
Sindroma Cushing adalah suatu kumpulan gejala akibat terjadinya hiperkortisol didalam
tubuh. Penyakit ini lebih sering mengenai perempuan dibanding laki-laki. Penyebab terjadinya
sindroma ini bisa dipisah berdasalkan asalnya, ada yang endogen dan eksogen hiperkortisolisme.
Kasus endogen biasanya disebabkan gangguan aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal, sedangkan untuk
eksogen yang paling sering adalah terapi jangka panjang glukokortikoid.Diagnosis dari sindroma
Cushing, banyak dipengaruhi dari anamnesis dan juga pemeriksaan fisik yang bisa terlihat sebagai
gejala dan komplikasi dari penderita sindroma ini. Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan
adalah tes skrining dan tes supresi deksametason, yang bertujuan untuk mencari etiologi karena juga
berpengaruh pada penatalaksanaannya. Gejala yang timbul adalah efek dari hiperkortisolnya.
Komplikasi yang dapat terjadi adalah hipertensi, osteoporosis, diabetes tipe dua, dislipidemia, dan
rentan infeksi. Biasanya sindrom Cushing disembuhkan dengan penghentian bertahap glukokortikoid
atau operasi untuk faktor endogen. Prognosis baik untuk yang diobati, namun bisa fatal bila tidak
ditangani.
Kata kunci: sindrom Cushing, hiperkortisol, eksogen, endogen, glukokortikoid.

ABSTRACT:
Cushing syndrome is a collection of symptoms due to hypercortisol in the body. This
syndrome happen more often in women than in men. The etiology of this syndrome can be split by the
source of hypercortisol itself, there are endogenous and exogenous hypercortisolism. In endogenous
cases usually caused by disruption at the hypothalamic-pituitary-adrenal axis, while the exogenous
cases usually caused by long term glucocorticoid treatment. The diagnosis is made by an excellent
history taking and comprehensive physical examination, that will show you not only the symptoms
but also the complications in severe cases. Laboratory findings in Cushing Syndrome used tests that
are called screening and dexamethasone suppression test, the goal of these tests are to find out the
etiology of the syndrome, which may effect the treatment course we chose. The symptoms are related
to the hypercortisolism in this syndrome. Complications that can occur are hypertension,
osteoporosis, type two diabetes mellitus, dyslipidemia, and easily infected. Usually Cushing
syndrome is treated by gradually stop taking glucocorticoid or operation at the endogenous case.
The prognosis is usually good in patients with great treatment administration, while may be fatal on
some that are not treated.
Key words: Cushing Syndrome, hypercortisolism, exogenous, endogenous, glucocorticoid.

1

Pendahuluan
Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf untuk mengatur dan mengkoordinasi
aktivitas tubuh. Pengendalian endokrin diperantaral oleh pembawa pesan kimia, atau hormon,
yang dilepas oleh kelenjar endokrin ke dalam cairan tubuh, diabsorbsi ke dalam aliran darah,
dan dibawa melalui sistem sirkulasi menuju jaringan (sel) target.Hormon mempengaruhi sel
target melalui reseptor hormon, yaitu suatu molekul protein yang memiliki sisi pengikat
untuk hormon tertentu. Respons hormonal tubuh biasanya lebih lambat, durasi lebih lama,
dan distribusinya lebih luas daripada respons langsung otot dan kelenjar terhadap stimulus
sistem saraf. Kelenjar endokrin tidak memiliki duktus. Kelenjar ini mensekresi hormon
langsung ke dalam cairan jaringan di sekitar sel-selnya. Kelenjar endokrin biasanya
mensekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid. Dalam tubuh manusla
telah diidentifikasi sekitar 40 sampai 50 jenis hormon, hormon-hormon baru ditemukan di
berbagai bagian tubuh termasuk di saluran gastrointestinal, sistem saraf pusat, dan saraf
perifer. Konsentrasi hormon dalam sirkulasi adalah rendah.Hormon yang bersirkulasi dalam
aliran darah hanya sedikit, jika dibandingkan dengan zat aktif biologis lainnya. seperti
glukosa dan kolesterol. Walaupun hormon dapat mencapai sebagian besar sel tubuh, hanya sel
target tertentu yang memiliki reseptor spesifik yang dapat dipengaruhi.Kelenjar endokrin
memiliki persediaan pembuluh darah yang baik.Secara mikroskopis, kelenjar tersebut terdiri
dari korda atau sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak kapilar dan ditopang jaringan
ikat. Beberapa kelenjarpada sistem endokrin meliputi, kelenjar hipofisis anterior dan
posterior, kelenjar tiroid dan empat kelenjar paratiroid, dua kelenjar adrenal, pulau
Langerhans pankreas, dua ovarium dan testis, kelenjar pineal, dan kelenjar timus.1
Bila terjadi masalah pada salah satu sistem ini atau pada sistem saraf yang
merangsang pengeluaran hormon maka dapat terjadi ketidak seimbangan hormonal didalam
tubuh yang biasanya berdampak secara klinis, salah satunya adalah bila terjadi gangguan
sekresi ACTH dari hipofisis anterior atau efeknya adalah peningkatan sekresi kortisol pada
kelenjar adrenal yang biasa dikenal dengan sindroma Cushing. Selain dari faktor hormonal,
ternyata ada beberapa penyebab lain yang bisa menyebabkan seseorang ini terkena sindroma
Cushing yang akan dibahas lebih lanjut pada tinjauan ini. Pada tinjauan ini, akan dibahas halhal yang berkaitan dengan sindroma Cushing dan hal-hal yang perlu diketahui sebagai dokter
dalam mendiagnosis dan mengobati pasien dengan sindroma Cushing.

2

punggung bagian atas. daerah supraclavicula.2 Pasien dengan tumor penghasil ACTH (AdrenoCorticoTropic Hormone) atau yang dikenal dengan Cushing disease. hipoprolaktinemia. mungkin bisa terjadi sakit kepala. dan tanda-tanda lain yang berhubungan dengan penipisan kulit. Onset gejala yang cepat dari kelebihan glukokortikoid dalam hubungannya dengan perubahan karakteristik laki-laki pada wanita atau feminisasi pada pria dapat menunjukkan adanya keganasan pada kelenjar adrenal sebagai penyebab penting dari sindroma Cushing. dan penurunan libido seksual bisa saja terjadi karena hambatan pengeluaran sekresi LH dan FSH. Pasien dengan sindrom Cushing biasanya datang dengan keluhan peningkatan berat badan dan pembesaran. 3 .2 Infertilitas. dan mengangkat tangannya. Cukup sering ditemukan pasien menyadari adanya perubahan pada kulit. dan batang tubuh. maka hiposomatotropisme.Anamnesis Anamnesis dilakukan seperti biasa dengan penekanan pada kasus berupa hal-hal yang unik atau yang dapat membantu kita menegakkan diagnosis. Dikarenakan kelemahan yang cepat pada otot-otot daerah proksimal. atau gangguan pengelihatan. poliuria. atau hiperprolaktinemia. dan antropometri yang berhubungan dengan kasus lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan yang membantu penegakkan diagnosis. kesulitan dalam penyembuhan luka. disfungsi kognitif. pasien bisa saja mengalami kesulitan karena terlalu lemah ototnya untuk naik tangga.2 Pemeriksaan Fisik Seperti pemeriksaan pada semua kasus yang perlu diperhatikan awalnya adalah keadaan umum. terutama di wajah. hipotiroidisme. Bila efek yang cukup banyak dari tumor terdapat pada hipofisis anterior. berdiri dari kursi yang cukup rendah. impotensi. dan hipogonadisme bisa terjadi. Pasien mungkin mengalami peningkatan jaringan lemak diwajah atau moon face. Gangguan psikologi. yang kemungkinan berhubungan dengan terganggunya pusat sekresi LHRH. Pada perempuan dapat juga terjadi siklus menstruasi yang tidak reguler. atau malah tidak menstruasi sama sekali. osteopenia. dilanjutkan dengan pemeriksaan tanda-tanda vital. Baik hipertensi dan diabetes melitus yang baru terjadi atau yang semakin parah. peningkatan infeksi. nocturia. yaitu striae berwarna ungu yang mudah sekali memar. dan fraktur yang berhubungan dengan osteoporosis mungkin muncul. dan ketidakstabilan emosi mungkin bisa terjadi galaktore. seperti depresi.

dan tipe kebotakan pria dapat terjadi pada wanita. biasanya terlihat pada daerah abdomen. peningkatan rasio lingkar perut dan lingkar panggul lebih besar dari 1 pada pria dan 0. Daerah yang sering bergejala adalah ketiak dan daerah yang mudah bergesek seperti.2 Melemahnya otot-otot proksimal bisa dirasakan.8 pada wanita. punggung bawah. Kelebihan glukokortikoid bisa meningkatkan lanugo (rambut halus biasanya pada neonatus) pada wajah. seperti yang terjadi pada kanker adrenokortikal. punggung mungkin terlihat. yang berarti juga bisa terjadi gangguan fungsi hipofisis yang lain. pengelihatan yang kabur bisa terjadi pada tumor hipofisis anterior sebagai penghasil ACTH yang besar yang mengenai kiasma optikum. dan purpura. terutama pada bagian pipi. Gangguan pengelihatan. yang biasanya merupakan kejadian sering pada pasien dengan terapi steroid dosis tinggi. dan sakit tulang di aksila.2 Hipertensi dan kemungkinan edema bisa terjadi karena aktivasi kortisol pada mineralokortikoid reseptor yang berujung pada retensi air dan garam. Hal ini 4 . Atrofi kulit sampai terlihatnya jaringan subkutan dan tanda-tanda dehidrasi pada pemeriksaan turgor kulit bisa tampak. Gejala hipotiroidisme seperti relaksasi refleks yang lebih lambat. dan dada. siku. Rendahnya kadar testosteron pada pria bisa berujung pada penurunan ukuran testis karena hambatan hormon LHRH dan fungsi LH/FSH. dan diatas clavicula. Ekimosis bisa saja terjadi. Osteoporosis bisa mengakibatkan mudahnya terjadi fraktur dan kifosis. Pasien mungkin memiliki telangiektasi. Nekrosis avaskular panggul bisa juga terjadi karena kelebihan hormon glukokortikoid.dasar leher punggung belakang atau buffalo hump. lengan atas. leher.Striae warna merah keunguan yang biasanya lebih lebar dari 0. bisa terjadi pada tumor yang karena ukurannya mengganggu fungsi normal dari TRH dan TSH. Akantosis nigrikans yang berhubungan dengan resistensi insulin dan hiperinsulinemia bisa terjadi.5 cm. Pasien dengan sindroma Cushing bisa didapati di unit gawat darurat dengan gejala krisis adrenal. dan dibawah payudara. dan depresi. terutama bitemporal.2 Perubahan warna merah pada kulit wajah bisa saja muncul. Galaktore bisa terjadi karena tumor hipofisis anterior yang menekan penghubung hipofisis yang berlanjut pada peningkatan kadar prolaktin. Obesitas sentral dengan peningkatan lemak di mediastinum dan peritoneum. Ulcus pepticum bisa terjadi baik dengan ataupun tanpa gejala. Jerawat steroid. tetapi jarang pada hiperkortisolisme endogen. penurunan tinggi badan. paha atas. mudah lelah. yang terdiri dari lesi papula atau pustula di wajah. dada. gluteal. Pasien bisa juga merasa emosinya menjadi labil. hirsutisme. Bila kelebihan glukokortikoid dibarengi dengan kelebihan juga hormon androgen.

bisa terjadi pada pasien yang sedang diterapi dengan steroid lalu secara tiba-tiba menyetop obat tersebut atau menolak untuk meningkatkan intake steroidnya pada keadaan akut. Pada pasien dengan produksi ACTH ektopik. atau gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia nervosa. Penemuan lainnya termasuk hipoglikemia. Termasuk didalamnya fase depresi gangguan afektif. hiperkalemia. dan kebingungan karena rendah garam dan hipotensi. alkoholisme.2 Problem diagnostik utama adalah membedakan pasien dengan sindrom Cushing ringan dari hiperkortisolisme fisiologik ringan yang disebut sebagai sindrom pseudo-Cushing.3 Pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan darah. CT scan bernilai untuk menentukan lokalisasi tumor adrenal dan untuk mendiagnosis hiperplasia bilateral. dimana sering didapatkan peningkatan leukosit lebih besar dari 11. penghentian dari intoksikasi alkohol. dan hipokalemi alkalosis metabolik karena aktivasi kortisol melalui reseptor mineralokortikoid di ginjal.000/mm 3. Meskipun pemeriksaan fisik bisa memberikan tanda spesifik untuk diagnosa yang tepat. dan asidosis metabolik. termasuk gangguan gambaran sekresikortisoldiurnal. muntah. Semua pasien yang mengalami hipersekresi ACTH hipofisis harus menjalani pemeriksaan pencitraan MRI scan hipofisis dengan bahan kontras gadolinium. mikroadenoma kecil bisa ditemukan. Studi paling definitif yang ada untuk membedakan sindrom Cushing ringan dari sindrom pseudo-Cushing adalah penggunaan tes supresi deksametason diikuti oleh stimulasi corticotropin-releasing hormone/CRH. tomografi menjadi pilihan pertama.3 Diagnosis sindrom Cushing bergantung pada kadar produksi kortisol dan kegagalan menekan sekresi kortisol secara normal bila diberikan deksametason.2. Keadaan ini bisa mempunyai gambaran sindrom Cushing.2 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan radiologik untuk memeriksa adrenal adalah pencitraan tomografi komputer (CT Scan) abdomen. Hal ini bisa juga terjadi pada pasien dengan riwayat baru saja menjalani reseksi tumor pada penghasil ACTH atau penghasil kortisol atau yang meminum penghambat streoid adrenal. hiperglikemia. Sekali diagnosis 5 . hiponatremia. Dengan tehnik ini. termasuk peninggian kortisol bebas urin. sakit abdomen. yang biasa ditemukan pada pasien krisis adrenal adalah hipotensi.Keberadaan masa di adrenal dengan ukuran lebih besar dari 4-6 cm menyudut pada perkiraan keganasan adrenal. konfirmasi biokimia bisa jadi mengalami kesulitan dan bisa membutuhkan pemeriksaan ulang. dan gangguan supresi kortisol setelah tes supresi deksametason tengah malam.

Pada umumnya. selanjutnya pemeriksaan dirancang untuk menentukan etiologi. Tidak ada tes yang mempunyai spesifitas lebih besar dari 95 %. pengeluaran steroid juga tertekan.3 Penentuan etiologi sindrom Cushing diperumit dengan semua tes yang tersedia oleh karena tidak spesifik dan tumor-tumor yang menyebabkan sindrom Cushing cenderung spontan dan sering menyebabkan perubahan dramatik sekresi hormon (hormogenesis periodik). Untuk skrining awal dilakukan tes supresi deksametason tengah malam. pemeriksaan ACTH plasma digunakan pada diagnosis etiologi sindrom Cushing tak-tergantung-ACTH. Langkah yang digunakan untuk membedakan pasien dengan ACTH-secreting pituitary microadenoma atau hypothalamic-pituitary dysfunction dengan bentuk sindrom Cushing yang lain adalah dengan menentukan respon pengeluaran kortisol terhadap pemberian deksametason dosis tinggi (2 mg setiap 6 jam selama 2 hari). Bila diagnosis sindrom Cushing tersingkirkan dengan pemeriksaan kortisol basal urin dan plasma. Pada sindrom ACTH ektopik. dan pada kebanyakan pasien kadar ACTH 6 . Makroadenoma hipofisis yang mensekresi ACTH dan tumor-tumor nonendokrin yang menghasilkan ACTH biasanya mengakibatkan peningkatan kadar ACTH.ditegakkan. pada pasien obesitas).5 mg setiap 6 jam selama 48 jam). bisa digunakan tes supresi deksametason dosis tinggi tanpa didahului tes supresi dosis rendah. pengukuran kortisol bebas urin 24 jam juga bisa digunakan sebagai tes skrining. Pada kasus sulit (mis. Pemberian deksametason dosis tinggi dan rendah untuk menekan produksi kortisol mengalami kegagalan pada pasien dengan hiperplasia adrenal sekunder terhadap mikroadenoma hipofisis yang mensekresi ACTH atau tumor nonendokrin yang menghasilkan ACTH dan pada pasien dengan neoplasma adrenal. terutama untuk memisahkan penyebab tergantung-ACTH dari tak tergantung-ACTH. Kadang-kadang pada individu dengan hiperplasia nodul bilateral dan/atau produksi CRH ektopik. Diagnosis definitif ditetapkan bila gagal menurunkan kortisol urin menuju ke < 80 nmol/dl (30 µg/dl) atau kortisol plasma turun ke <140 nmol/L (5 µg/dl) setelah tes supresi deksametason dosis-rendah standar (0. sedangkan kebanyakan tumor adrenal menyebabkan kadar ACTH rendah atau tidak terdeteksi. Bila kadar kortisol bebas urin lebih tinggi dari 275 nmol/dl (100 µg/dl) adalah sugestif sindrom Cushing. Tes supresi dosis tinggi mendekatispesifitas 100 % jika kriteria yang digunakan adalah supresi kortisol bebas urin lebih besar dari 90 %. kadar ACTH bisa jadi meningkat di atas 110 pmol/L (500 pg/mL). dan mungkin perlu menggunakan kombinasi tes untuk mencapai diagnosis yang tepat.3 Kadar ACTH plasma dapat digunakan untuk membedakan berbagai penyebab sindrom Cushing.

Pada sindrom Cushing sebagai akibat mikroadenoma atau disfungsi hipotalamik pituitari. kadar ACTH berkisar dari 6-30 pmoL/L (30 . Kebanyakan pasien dengan disfungsi hipotalamik-pituitari dan/atau mikroadenoma mengalami peningkatan sekresi steroid atau ACTH sebagai respon terhadap pemberian metirapon atau CRH. Kadang-kadang seseorang dapat membedakan antara produksi ACTH ektopik dari ACTH hipofisis dengan menggunakan tes metirapon atau CRH. Kebanyakan mikroadenoma hipofisis juga berespon terhadap CRH. Problem utama dengan menggunakan kadar ACTH pada diagnosis banding sindrom Cushing adalah kadar ACTH bisa sama dengan individu-individu dengan disfungsi hipothalamik-hipofisis. Magnetic resonance imaging (MRI) dengan meningkatkan obat gadolinium bisa jadi lebih baik dari CT untuk maksud ini tetapi mikroadenoma hipofisis menunjukkan hanya setengah pasien dengan sindrom Cushing. dengan setengah kasus nilai berada dalam rentangan normal. Penggunaan tes infus CRH tidak memastikan karena jumlah penelitian yang telah dilakukan terbatas dan CRH tidak tersedia. seperti diutarakan di atas. Pada orang dengan imaging negatif. Tes CRH positif-palsu dan negatif-palsu dapat terjadi pada pasien-pasien dengan tumor nonendokrin dan hipofisis. Rasional yang mendasari tes ini adalah hipersekresi steroid oleh tumor adrenal atau produksi ACTH ektopik akan menekan aksis hipotalamik-pituitari sehingga penghambatan pelepasan ACTH hipofisis.3 Dilema diagnostik utama pada sindrom Cushing adalah untuk membedakan disfungsi hipofisis dan/atau aksis hipotalamik-pituitari dari tumor (mis. sedangkan pasien dengan tumor yang memproduksi ACTH ektopik tidak. pada beberapa sentra dilakukan pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan ACTH. Manifestasi klinik adalah sama kecuali tumor ektopik menghasilkan gejala lain seperti diare dan flushing dari tumor karsinoid atau hipertensi episodik dari feokromositoma.150 pg/mL) [normal < 14 pmol/L (< 60 pg/mL)]. seperti tes infus metirapon dan CRH. mikroadenoma hipofisis. produksi CRH ektopik. Tidak ada tes yang tersedia dapat dipercaya untuk membedakan jika tidak dijumpai tumor ektopik atau jika tidak menghasilkan hormon lain. dan produksi ACTH dari tumor nonendokrin (terutama tumor karsinoid). computed tomography (CT) kelenjar hipofisis biasanya normal. sedangkan responnya terhadap metirapon bervariasi. karsinoid atau feokromositoma) yang menghasilkan CRH dan/atau ACTH ektopik.berada di atas 40 pmoL/L (200 pg/mL). Diagnosis adenoma adrenal yang menghasilkan-kortisol disangkakan dengan peningkatan tidak proporsional kadar kortisol 7 .3 Beberapa pemeriksaan tambahan dianjurkan. Pada keadaan ini.

memberi kesan bahwa konversi hasil antara tidak efisien menjadi produk akhir. GDP 130mg/dL. Kelebihan produksi steroid tidak selalu secara klinik terbukti (mis. Karsinoma adrenokortikal penghasil-esterogen biasanya disertai dengan ginekomastia pada laki-laki dan disfungsi perdarahan uterus pada perempuan. Peningkatan sekresi androgen adrenal sering menyebabkan virilisasi pada perempuan. Hiperplasia bilateral dengan nodul-nodul mikro dan makro adalah penyebab yang langka dari Cushing syndrome.2 Differential Diagnosis 1. 8 . Diagnosis karsinoma adrenal disangkakan dengan massa abdomen yang teraba dan peningkatan nilai basal 17-ketosteroid urin dan DHEA sulfat plasma. Sindroma Cushing atau Cushing syndrome biasanya disebabkan oleh paparan peningkatan glukokortikoid endogen atau eksogen yang lama. PP : Hb 16. androgen pada laki-laki dewasa). Produksi berlebihan glukokortikoid endogen atau hiperkortisolisme yang tidak dipengaruhi oleh ACTH biasanya adalah karena neoplasma adrenokortikal primer. Cushing Disease/Penyakit Cushing. tidak ada riwayat penglihatan ganda. terutama 11. Riwayat keluarga DM tipe II. BB: 80 Kg.3 Working Diagnosis Seorang laki-laki 44 tahun diantar istrinya ke poliklinik dengan keluhan sejak 1. Ada riwayat asma yang diterapi dengan prednison. estron dan estradiol. KPR ++. Pada malam hari terbangun 3-4 x untuk buang air kecil.deoksikortisol. Sekresi estrogen adrenal biasanya menurun pada pasien ini sehubungan dengan supresi ACTH yang diinduksikortisol dan involusi zona retikularis yang menghasilkan androgen. Kadar kortisol urin dan plasma meningkat bervariasi. Karsinoma adrenal yang menyebabkan sindrom Cushing paling sering dikaitkan dengan peningkatan kadar hasil antara biosintesis steroid. lebih sering berupa adenoma dan jarang berupa karsinoma. Karsinona adrenal biasanya resisten terhadap perangsangan ACTH dan supresi deksametason. Na: 135 meq/L. GDS 230 mg/dL.bebas basal urin dengan hanya perubahan sedang pada 17-ketosteroid urin atau DHEA sulfat plasma. di perifer diubah menjadi esterogen. Kira-kira 20 % karsinoma adrenal tidak ada kaitan dengan sindrom endokrin dan dikira menjadi tak berfungsi atau menghasilkan prekursor biologik steroid inaktif. lingkar pinggang : 80 cm.5 bulan yang lalu sering lemas. PF: endomorph. atau sakit kepala. lingkar perut : 110 cm. TB: 150 cm. Tumor adrenal ini mensekresi jumlah androstenedion yang meningkat.

sangat jelas pada janin tetapi terreduksi setelah dewasa. maka pemberian obat yang membuat tubuh berhenti mengeluarkan kortisol juga bisa diberikan. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab Sindrom Cushing.Penyakit Cushing adalah kondisi dimana hipofisis mensekresi ACTH terlalu banyak. Biasanya kortisol dikeluarkan pada saat seseorang mengalami keadaan yang stress.Lobus anterior (adenohipofisis) kelenjar terdiri dari pars distalis. adrenelektomi adalah jalan lain untuk mengurangi sekresi kortisol. lemak. Setelah operasi. Kelemahan dan penipisan tulang juga bisa terjadi. Selama proses ini mungkin diperlukan penambahan kortisol sementara. Keadaan terlalu banyaknya ACTH bisa mengakibatkan meningkatnya produksi dan pengeluaran kortisol. tepatnya pada sela tursika dan terbungkus dalam perpanjangan duramater.4 Anatomi dan Fisiologi Kelenjar hipofisis adalah organ berbentuk oval. Selain pembedahan. tetapi tumor mungkin saja tumbuh kembali. dan terhambatnya pertumbuhan pada anak-anak. Pars intermedia. pars tuberalis. striae ungu. Bila gagal juga. operasi bisa mengobati. Pada pria ini juga berdampak pada penurunan libido dan impotensi. Bila kedua cara diatas gagal.Organ ini melekat di bagian dasar hipotalamus otak pada batang yang disebut infundibulum. tetapi merupakan bagian yang paling vaskular pada lobus anterior. dengan tangan dan kaki yang kurus. dan kulit yang tipis dan mudah robek.Hipofisis terletak pada lekukan berbentuk pelana di tulang sphenoid. dan protein tubuh serta menolong penurunan imun sehingga reaksi radang tidak terlalu parah. sebesar kacang dengan berat sekitar 0. muka bulan. suatu hormon stress. yang perlu dilakukan adalah operasi untuk menghilangkan tumor hipofisis bila memungkinkan. dan pars intermedia. Penyakit Cushing disebabkan oleh tumor atau hiperplasia dari hipofisis.4 Gejala yang diberikan adalah obesitas badan. Pemeriksaan yang diperlukan juga sama dengan sindroma Cushing.5 gram.Prognosis bila tidak diobati adalah buruk. Pars distalis merupakan tonjolan lobus anterior. Pars tuberalis pada manusia terreduksi menjadi lempeng tipis sel-sel epitelial pada bagian superior pars distalis. Untuk penatalaksanaan. Bagian ini fungsi endokrinnya tidak diketahui. bersebelahan dengan pars distalis. radiasi hipofisis juga mungkin digunakan. Perubahan kulit ditandai dengan jerawat dan infeksi kulit. hipofisis akan perlahan-lahan kembali ke arah normal. hormon ini mengatur penggunaan karbohidrat.Lobus posterior pituitari (neurohipofisis) tersusun dari pars 9 .

yang merupakan cabang arteri karotis interna. Bagian ini mengandung ujung akson dari neuron neurosekretori hipotalamus dan sel-sel seperti sel neuroglia (pituisit). Arteri hipofisis superior (cabang arteri karotis interna) memasukibagian tengah tonjolan hipotalamus dan batang infundibulum sehingga membentuk jaring-jaring kapilar pertama.1 Hubungan vaskular dan saraf antarahipotalamus dan hipofisis sangat penting untuk fungsi kelenjar hipofisis. kortisol.1 Hormon kortikal adrenal. Hormon hipofisis anterior juga dilepas berdasarkan sinyal dari hipotalamus. Infundibulum atau batang saraf. Neuron hipotalamus mensekresi dua neurohormon.Hormon dilepas oleh neurohipofisis berdasarkan sinyal dari neuron hipotalamus. Suplai darah ke lobus anterior (hipofisis) adalah tidak langsung. dan vena yang terletak di antara keduanya. yang menjadi awal jaring kapilar kedua di bagian bawah lobus anterior. Melalui sistem ini. berlawanan dengan hormon medular.1 Sistem portal hipotalamus-hipofisis mengacu pada kedua jaring kapilar di atas.Glukokortikoid disintesis dalam zona fasikulata. Suplai darah ke lobus posterior (neurohipofisis) terjadi melalui dua arteri hipofisis inferior.Lobus anterior tidak memiliki hubungan saraf langsung dengan hipotalamus. Salah satu hormon yang dikeluarkan oleh adenohipofisis adalah ACTH. dan infundibulum. yang dibawa di sepanjang akson dan disimpan dalam neurohipofisis. dan kortison. Hormon ini meliputi kortikosteron. tetapi melalui hubungan vaskular.Glukokortikoid mempengaruhi metabolisme glukosa. memasuki lobus posterior dan membentuk jaring-jaring kapilar.1 Lobus posterior diinervasi langsung oleh neuron nukleus supraoptik dan nukleus paraventrikular dalam hipotalamus. menghubungkan neurohipofisis dengan otak. dan lemak untuk membentuk cadangan molekul yang siap dimetabolis.Pars nervosa terhubung dengan hipotalamus otak. yang akan merangsang korteks kelenjar adrenal. Aliran vena mengalir melalui vena hipofisis ke dalam sinus dural. Hormon yang terpenting adalah kortisol. protein.Hormon ini meningkatkan sintesis glukosa dari sumber non10 . sangat penting untuk kehidupan. yang dipercaya tidak memiliki fungsi sekretori. oksitosin dan hormon antidiuretlk (ADH). hormon yang diproduksi di hipotalamus langsung dibawa k adenohipofisis tanpa memasuki sirkulasi darah besar. Jaring kapilar pertama dialiri vena portal hipofisis. Aksonnya memanjang menuruni batang infundibulum sebagai traktus saraf hipofisis-hipotalomus untuk masuk ke neurohipofisis.nervosa.

Hipotalamus kemudian mensekresi hormon pelepas kortikotropin (corticotropin-releasing hormone [CRH]). Sindrom ini kemudian dinamakan sindrom Cushing. dan peningkatan kadar glukosa darah.3 Penyebab hipersekresi ACTH hipofisis masih diperdebatkan. edema. yang melepas ACTH. Sindromsindrom ini tidak selalu dijumpai dalam bentuk “murni” tetapi bisa mempunyai gambaran tumpang tindih. Beberapa peneliti bependapat bahwa defek adalah adenoma hipofisis. osteoporosis. simpanan glikogen di hati (glikogenesis). Pada kebanyakan kasus penyebabnya adalah hiperplasia adrenal bilateral oleh karena hipersekresi ACTH hipofisis atau produksi ACTH oleh tumor non endokrin. dan tumor basofilik hipofisis. Stimulus utama dari ACTH adalah semua jenis stres fisik atau emosional. glukosuria. yang melewati sistem portal hipotalamus-hipofisis menuju kelenjar pituitari anterior. Kendali sekresi glukokortikoid adalah melalui kerja ACTH dalammekanisme umpan balik negatif. amenorea.1 Glukokortikoid mengakibatkan peningkatan persediaan asam amino.karbohidrat (glukoneogenesis). Stres (misalnya.1 Etiologi Kortisol plasma berlebihan (hiperkortisolisme) menyebabkan suatu keadaan yang dikenal sebagai sindrom Cushing. atau kerusakan jaringan) akan memicu impuls saraf ke hipotalamus. semua kasus sindrom Cushing endogen disebabkan oleh peningkatan produksi kortisol oleh adrenal. striae abdomen berwarna ungu. hipertensi. trauma.infeksi. mudah lelah kelemahan.ACTH bersirkulasi dalam darah menuju kelenjar adrenal dan mengeluarkan sekresi glukokortikoid. hirsutisme. lemak. Hormon ini juga menstabilisasi membran lisosom untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. di mana aldosteron berlebihan menyebabkan aldosteronisme.3 Cushing melukiskan suatu sindrom yang ditandai dengan obesitas badan (truncal obesity). pada beberapa laporan dijumpai tumor11 . dan glukosa dalam darah untuk membantu memperbaiki kerusakan yang disebabkan stres dan menstabilkan membran lisosom untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Tanpa mempertimbangkan etiologi.1 Hormon ini juga meningkatkan penguraian lemak dan protein serta menghambat ambilan asam amino dan sintesis protein. dan androgen adrenal berlebihan menyebabkan virilisme adrenal.

Konsekuensinya akan membutuhkan kadar kortisol lebih tinggi untuk menekan sekresi ACTH ke rentang normal.tanda dan simtom khas dari sindrom Cushing bisa tidak dijumpai atau minimal dengan produksi ACTH ektopik. Pada serangkaian pembedahan. defek bisa berada pada hipotalamus atau pada pusat-pusat saraf lebih tinggi. angka kekambuhan adalah lebih besar dari 20 %. Dengan ditemukan mikroadenoma pada hiperplasia adrenal tergantung hipofisis tidak menyingkirkan disregulasi CRH hipotalamus sebagai defek pada penyakit Cushing. Pada beberapa studi. tanpa mempertimbangkan apakah tumor dikenali secara radiografi. Kebanyakan dari kasus ini berkaitan dengan primitive small cell (oat cell) tipe dari karsinoma bronkogenik atau tumor timus. Tanda. Pada pengamatan jangka lama menunjukkan kecepatan kekambuhan setelah reseksi pembedahan yang berhasil perlu menjadi perhatian. Mungkin sulit untuk membedakan antara kekambuhan dengan terapi yang tidak adekuat. kebanyakan individu dengan hipersekresi ACTH hipofisis menderita adenoma (diameter <10 mm. tetapi bisa dijumpai makroadenoma (>10 mm) atau hiperplasia difusa sel-sel kortikotropik. atau adenoma bronkus. karsinoma medula tiroid. Produksi CRH ektopik mengakibatkan. mengakibatkan hiperplasia atau pembentukan tumor. Sekresi ACTH oleh tumor-tumor nonendokrin juga disertai oleh penumpukan fragmen ACTH dalam plasma dan peningkatan 12 . Hanya individu yang mempunyai tumor hipofisis yang menghasilkan ACTH dipastikan sebagai penyakit Cushing. tetapi pada beberapa sentra tujuan ini digunakan untuk seseorang yang menderita hipersekresi ACTH hipofisis. Pada waktu ini tumor hipofisis bisa menjadi independen dari pengaruh pengaturan sistem saraf pusat dan/atau kadar kortisol yang beredar. tak dapat dibedakan dari yang disebabkan oleh hipersekresi ACTH hipofisis. Di samping itu. Defek primer ini menyebabkan hiperstimulasi hipofisis. pasien tidak memperlihatkan manifestasi klinik. dan alkalosis hipokalemik merupakan manifestasi yang predominan. atau ovarium. Timbulnya sindrom Cushing bisamendadak. kimiawi. 50 % adalah 5 mm atau kurang). Sebaliknya pasien dengan tumor karsinoid atau feokromositoma mempunyai perjalanan klinis yang lebih lama dan biasanya menunjukkan gambaran cushingoid tipikal. pankreas.tumor pada lebih 90% pasien dengan hiperplasia adrenal tergantung hipofisis (pituitarydependent adrenal hyperplasia). terutama pada pasien-pasien dengan karsinoma paru.3 Tumor nonendokrin bisa mensekresi polipeptida yang secara biologik. secara biokimia dan gambaran radiologik. dan imunologik tak dapat dibedakan dari ACTH dan CRH dan menyebabkan hiperplasia adrenal bilateral. menyebabkan pelepasan corticotropin releasing hormone (CRH) yang tidak sesuai dengan kadar kortisol yang beredar.

dan gangguankulit umum yang memakai glukokortikoid sebagai anti inflamasi. sekitar 70% dikarenakan Cushing disease.3 Kira-kira 20-25 % pasien dengan sindrom Cushing menderita neoplasma adrenal.3 Penyebab terbanyak sindrom Cushing adalah iatrogenik pemberian steroid eksogen dengan berbagai alasan. Sementara gambaran klinik mirip dengan yang dijumpai pada tumor adrenal. dan 15% berupa tumor adrenal yang primer. Di Amerika sendiri disebutkan penyebab sindrom Cushing terbanyak adalah karena hormon glukokortikoid eksogen.3 Epidemiologi Insiden hiperplasia hipofisis-adrenal adalah tiga kali lebih besar pada wanita dari pada laki-laki. Dari kasus-kasus ini. 15% berupa ACTH ektopik. Hiperpigmentasi pada pasien dengan sindrom Cushing hampir selalu menunjukkan tumor ekstra adrenal. asma. steroid biasanya jelas meningkat. yaitu sebuah tumor pada hipofisis penghasil ACTH. Tumor ini biasanya unilateral dan kira-kira setengahnya adalah ganas (maligna). pasien-pasien ini biasanya dapat dibedakan didasarkan pada riwayat dan pemeriksaan laboratium.2-3 Sindrom Cushing tipe iatrogenicterjadi pada penderita arthritis rheumatoid.kadar molekul prekursor ACTH plasma. mungkin sekunder terhadap peningkatan ekspresi reseptor untuk peptida di korteks adrenal. di luar kranium atau dalam kranium. Kadangkadang pasien mempunyai gambaran biokimia hipersekresi ACTH hipofisis. Kejadian tahunan dari sindrom Cushing karena endogen glukokortikoid hanya 13 kasus dari jutaan penderita. Dua bentuk spesifik menyebabkan hiperplasia nodular: penyakit autoimun familial pada anak-anak atau dewasa muda (disebut displasia korteks multinodular beipigmen) dan hipersensitifitas terhadap gastric inhibitory polypeptide. Tumor-tumor ini bisa memproduksi jumlah besar ACTH.5 Patofisiologi 13 .Sindrom Cushing tipe spontandialami olehhiperfungsi korteks adrenal terjadi sebagai akibat rangsangan ACTH berlebih. dan bisa dijumpai pigmentasi kulit. maupun sebagai akibatpatologi adrenal yang mengakibatkan produksi kortisol abnormal. limfoma. kebanyakan muncul pada usia dekade ketiga atau keempat. Individu ini biasanya mempunyai mikro atau makronodular kedua kelenjar adrenal mengakibatkan hiperplasia nodular.

sebaliknya. karsinoma lebih sering. korteks adrenal yang tidak terkena dan yang terletak di kelenjar satunya mengalami atrofi karena supresi oleh sekresi ACTH.Adenoma dan karsinoma sama seringnya pada orang dewasa. Hiperplasia sel kortikotrof dapat bersifat primer atau timbul akibat rangsangan berlebihan ACTH yang dikeluarkan oleh tumor hipotalamus penghasil corticotropin releasing hormone (CRH). Untuk sebagian besar kasus sisanya.6 Neoplasma adrenal primer. Bentuk sindrom Cushing ini juga disebut sindrom Cushing independen-ACTH atau sindrom Cushing adrenal karena adrenal berfungsi secara otonom. Pada penyakit adrenokorteks makronodular masif (massive macronodular adrenocortical disease. karsinoma. dan sekresi ACTH ektopik oleh neoplasma nonendokrin. Keadaan biokimiawi pada sindrom Cushing adrenal adalah meningkatnya kadar kortisol serum dengan kadar ACTH rendah. dan hiperplasia korteks primer menjadi penyebab sekitar 10% sampai 20% kasus sindrom Cushing endogen. nodul 14 . kausa tersering sindrom Cushing adalah pemberian glukokortikoid eksogen. Di kebanyakan kasus. menyebabkan hiperkortisolisme. maka bentuk hipofisis dari sindrom Cushing ini disebut sebagai penyakit Cushing. Dalam praktik klinis. Tiga sumber lainnya hiperkortisolisme dapat dianggap sebagai sindrom Cushing endogen. pada anak.Sebagian besar hiperplasia adrenal disebabkan oleh pengaruh sekunder. hipersekresi kortisol oleh suatu adenoma. Terdapat empat kemungkinan sumber kelebihan kortisol. Kelenjar adrenal pada pasien penyakit Cushing ditandai oleh hiperplasia korteks nodular dengan derajat bervariasi. Karsinoma korteks cenderung menyebabkan hiperkortisolisme yang lebih nyata dibandingkan adenoma atau proses hiperplastik. hipofisis anterior mengandung daerah-daerah hiperplasia sel kortikotrof tanpa adenoma yang jelas. misalnya adenoma dan karsinoma adrenal. kelenjar hipofisis mengandung mikroadenoma penghasil ACTH yang tidak menimbulkan efek massa di otak. terdiri dari penyakit primer hipotalamus-hipofisis yang menyebabkan hipersekresi ACTH. dan hiperplasia korteks primerjarang dijumpai. MMAD). sebagian tumor kortikotrof dapat digolongkan sebagai makroadenoma (>10 mm). Dua jenis hiperplasia adrenokorteks bilateral primer pernah ditemukan pada kasus sindrom Cushing.6 Hipersekresi primer ACTH merupakan 70% sampai 80% dari kasus hiperkortisolisme endogen.Penyakit ini disebabkan oleh semua keadaan yang menyebabkan peningkatan kadar glukokortikoid. atau hiperplasia nodular adrenal. akibat peningkatan kadar ACTH. Hiperplasia korteks. Untuk menghargai dokter bedah saraf yang pertama kali melaporkan secara lengkap sindrom ini dan mengaitkannya dengan lesi di hipofisis. Pada kasus neoplasma unilateral.

MMAD mengenai orang usia lanjut. Sebaliknya.6 Lesi utama pada sindrom Cushing ditemukan di hipofisis dan kelenjar adrenal. Pada banyak kasus.biasanya bergaris tengah lebih dari 3 mm. dan tidak diketahui adanya komponen genetik.6 Pada pasien yang sindromnya terjadi akibat glukokortikoid eksogen. atrofi korteks. Korteks adrenal menebal difus dan kuning karena meningkatnya jumlah dan 15 . Varian kedua hiperplasia nodular primer. tumor penyebab adalah karsinoma sel kecil paru. adrenal tampak hiperplastik atau mengandung suatu neoplasma korteks. Varian sindrom Cushing ini lebih sering pada pria dan biasanya terjadi pada usia 40-an dan 50-an. disebut perubahan hialin Crooke. tetapi perjalanan penyakit yang biasanya cepat memburuk menghentikan pembesaran adrenal ini. Kedua kelenjar membesar.6 Sekresi ektopik ACTH oleh tumor nonhipofisis merupakan penyebab sebagian besar kasus sindrom Cushing sisanya (sekitar 10%). baik secara samar maupun nyata. Seperti pada varian hipofisis. Dalam keadaan seperti ini. dengan berat hingga 25 sampai 40 gram. hiperplasia difus. jarang karsinoma. Morfologi kelenjar adrenal bergantung pada kausa hiperkortisolisme. supresi ACTH endogen menyebabkan atrofi korteks bilateral akibat tidak adanya stimulasi pada zona fasikulata dan retikularis oleh ACTH. Hipofisis pada sindrom Cushing akan memperlihatkan perubahan-perubahan apa pun kausanya. sitoplasma sel penghasil ACTH yang dalam keadaan normal basofilik dan granular diganti oleh bahan homogen yang sedikit basofilik. Perubahan ini terjadi akibat akumulasi filamen keratin intermediat di sitoplasma. zona glomerulosa memiliki ketebalan normal karena bagian korteks ini fungsinya tidak bergantung pada ACTH. dan adenoma. terjadi akibat kadar glukokortikoid eksogen atau endogen yang sangat tinggi. kadang-kadang neoplasma neuroendokrin menghasilkan corticotropin-releasing hormone (CRH) ektopik yang pada akhirnya menyebabkan sekresi ACTH dan hiperkortisolisme. Untuk kasus ini. kelenjar adrenal mengalami hiperplasia korteks bilateral. Perubahan tersering. hiperplasia nodular. Kelenjar adrenal pada PPNAD memperlihatkan mikronodul bilateral difus (garis tengah <3 mm) yang biasanya berpigmen gelap (cokelat sampai hitam). Hiperplasia difus ditemukan pada 60% sampai 70% kasus sindrom Cushing. Selain tumor yang mengeluarkan ACTH ektopik. yang lebih sering ditemukan pada anak dibandingkan orang dewasa adalah suatu penyakit familial yang dikenal sebagai primary pigmented adrenal disease (PPNAD). pada kasus hiperkortisolisme endogen. Adrenal memperlihatkan salah satu dari kelainan-kelainan berikut.

tumor terdiri dari sel yang serupa dengan yang ditemukan pada zona fasikulata normal. Dan yang terakhir. berwarna kuning. yang tercermin oleh berkurangnya sekresi steroid urine. yaitu bentuk tersering. dipisahkan oleh daerah-daerah korteks yang melebar. Akan tetapi.6 Nodul-nodul ini terbentuk bilateral. kadar ACTH meningkat dan tidak dapat ditekan dengan pemberian deksametason dosis rendah. cenderung lebih besar dibandingkan adenoma. Adenoma atau karsinoma korteks adrenal sebagai sumber sekresi kortisol secara makroskopis tidak berbeda dari neoplasma adrenal nonfungsional. tidak terjadi penurunan ekskresi 17-OH-kortikosteroid. sebaliknya.Sekresi ACTH ektopik menyebabkan peningkatan kadar ACTH. Dapat diperoleh tiga pola umum. yaitu pada sindrom Cushing hipofisis.6 Adenoma adrenokorteks adalah tumor kuning yang dikelilingi oleh kapsul tipis atau tebal. setelah penyuntikan deksametason dosis tinggi. jika sindrom Cushing disebabkan 16 .ukuran sel kaya lemak di zona fasikulata dan retikularis. dan sebagian besar memiliki berat kurang dari 30 gram. dan tersebar di seluruh korteks. tetapi sekresinya sama sekali tidak peka terhadap pemberian deksametason dosis rendah atau tinggi. Karsinoma yang menimbulkan sindrom Cushing. Korteks dan nodul yang tidak terkena terdiri dari campuran sel jernih kaya-lemak dan sel padat miskin-lemak yang memperlihatkan variabilitas dalam ukuran sel dan nukleus serta kadangkadang memperlihatkan bentuk binukleus. baik jinak maupun ganas lebih sering dijumpai pada wanita pada usia 30-an sampai 50-an. Morfologi tumor serupa dengan adenoma nonfungsional dan adenoma yang menimbulkan hiperaldosteronisme. Pada tumor fungsional. Secara mikroskopis. baik yang jinak maupun ganas. Sebagian besar kasus hiperplasia menyebabkan peningkatan kadar ACTH serum. tetapi hal ini lebih mencolok pada hiperplasia nodular. korteks adrenal sekitar dan korteks adrenal kontralateral mengalami atrofi. akibat supresi ACTH endogen oleh kadar kortisol yang tinggi. berukuran 0.6 Penentuan kausa sindrom Cushing bergantung pada kadar ACTH serum dan pengukuran ekskresi steroid urine setelah pemberian deksametason. Neoplasma adrenokorteks primer yang menyebabkan sindrom Cushing dapat bersifat ganas atau jinak. Kedua lesi. baik berasal dari hipofisis maupun ektopik. Sedikit banyak dijumpai nodularitas. Oleh sebab itu. Tumor ini membentuk massa tidak berkapsul dengan berat sering melebihi 200 sampai 300 gram dan memperlihatkan semua ciri anaplastik kanker. hipofisis berespons dengan mengurangi sekresi ACTH.5 sampai 2 cm. Kedua adrenal secara total dapat mencapai berat 30 sampai 50 gram.

Peningkatan glukoneogenesis hati dan resistensi insulin dapat menyebabkan gangguan toleransi glukosa. hipertensi. yang mungkin bersifat individu dengan predisposisi diabetes. miopati. Alasan untuk distribusi yang aneh jaringan adiposa ini belum diketahui. kadar ACTH cukup rendah karena inhibisi umpan-balik hipofisis. tumor lemak epistemal dan pelebaran mediastinum sekunder terhadap penumpukan lemak. Mobilisasi jaringan ikat suportif perifer menyebabkan kelemahan otot dan kelelahan. Hiperkortisolisme mendorong penumpukan jaringan adiposa pada tempat-tempat tertentu. pola pengendapan jaringan lemak di sentral yang khas mulai tampak. baik deksametason dosis rendah maupun dosis tinggi tidak dapat menekan ekskresi kortisol. osteoporosis. misalnya obesitas. manifestasi awalnya dapat cukup samar. osteoporosis. adalah nonspesifik dan karena itu kurang membantu dalam mendiagnosis hiperkortisolisme. dan mudah berdarah bawah kulit. dan virilisasi (meskipun kurang sering) adalah lebih sugestif sindrom Cushing. daerah antara kedua tulang belikat.6 Manifestasi Klinis Banyak tanda-tanda dan simtom sindrom Cushing menyertai kerja glukokortikoid. tanda-tanda mudah berdarah. peningkatan kadar androgen adrenal dapat menyebabkan jerawat. dan oligomenorea atau amenorea. Wajah tampak pletorik. tanpadisertai peningkatan kadar sel darah merah.3 Sindrom Cushing. Sebaliknya. Seiring dengan waktu. mudah tersinggung. atau psikosis. Beberapa tanda-tanda dan simtom pada pasien dengan hiperkortisolisme. Jarang. bingung. tetapi berhubungan dengan resistensi insulin dan/atau peningkatan kadar insulin. yang menyebabkan obesitas badan. dan diabetes. Diabetes melitus klinis dijumpai pada kira-kira 20 % pasien. 17 . Hipertensi sering terjadi dan bisa dijumpai perubahan emosional. dan akumulasi lemak di leher posterior den punggung (punuk sapi/buffalo hump). Stadium-stadium awal penyakit dapat bermanifestasi sebagai hipertensi dan peningkatan berat badan. striae kulit. wajah bulan (moon facies). Osteoporosis bisa menyebabkan kolaps korpus vertebra dan tulang lain. Pada wanita. Seperti pada sekresi ACTH ektopik. striae yang khas. yang berkembang perlahan dan serupa dengan kelainan endokrin lain. khususnya di wajah bagian atas. hirsutis.oleh suatu tumor adrenal. Hiperkortisolisme menyebabkan atrofi selektif serat otot kedut cepat (tipe 2) sehingga massa otot menciut dan otot proksimal ekstremitas melemah. dan obesitas badan. dan emosi labil sampai depresi berat.

Manifestasi lain mencakup sejumlah gangguan mental. laki-laki biasanya terjadi hipogonadisme. Kadang-kadang hipokalemia. Prevalensi osteoporosis di usia dewasa pada pasien sindroma Cushing adalah sekitar 50%. rapuh. Efek katabolik pada protein menyebabkan berkurangnya kolagen dan resorpsi tulang. glukosuria. dan meningkatnya kerentanan fraktur. sindrom Cushing adalah kausa penting diabetes sekunder. dan polidipsia. Resorpsi tulang menyebabkan terjadinya osteoporosis. dan/atau diabetes melitus tipe 2. jaringan lemak di organ dalam (abdomen). yang bisa menambah resiko terjadinya penyakit kardiovaskular. kulit menipis. termasuk didalamnya adalah resistensi insulin. penyembuhan luka terganggu. dislipidemia. kelelahan akibat menurunnya masa dan kekuatan otot. kadar kortisol plasma dan urin meningkat. Kebanyakan pasien menunjukkan manifestasi dari sindroma metabolik. dan hipertensi. dan perempuan mengalami oligomenorhea atau tidak terjadi ovulasi. termasuk suasana hati yang berubah-ubah. yang menimbulkan nyeri punggung. Oleh karena itu. hipokloremia. dan alkalosis metabolik dijumpai. ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa FT4 juga rendah tapi buktinya belum cukup kuat.6 Komplikasi Pasien penderita bisa memiliki prognosis yang buruk dikarenakan komplikasinya.Glukokortikoid menginduksi glukoneogenesis dan menghambat penyerapan glukosa oleh sel sehingga terjadi hiperglikemia.6 Pasien sindrom Cushing berisiko besar mengalami berbagai infeksi karena glukokortikoid menekan respons imun. serta hirsutisme dan kelainan haid. depresi. psikosis. Dapat pula terjadi semakin mudahnya infeksi dan sering. koagulopati. dan mudah memar. intoleransi karbohidrat. terutama dengan produksi ACTH ektopik. Hiperkortisolisme menyebabkan supresi TSH dan terganggunya perubahan T4 menjadi T3 yang menyebabkan TSH dan FT3 rendah. dan sering terbentuk strie kulit di daerah perut. Kelainan reproduksi sering terjadi pada sindrom Cushing. Kecuali pada sindrom Cushing iatrogenik.3.7 Osteoporosis dan fraktur patologis bisa terjadi di beberapa pasien.7-8 Penatalaksanaan 18 .

pusing). dengan dosis ditingkatkan secara bertahap menjadi 8 sampai 10 g perhari. Pada dosis tinggi hampir semua pasien mengalami efek samping. kadar kortisol plasma dan urin harus dievaluasi untuk mentitrasi efek. isomer dari insektisida DDT. pasien diobati pra dan pascaoperatif jika akan dilakukan adrenalektomi total. Obat ini biasanya diberikan dalam dosis terbagi tiga sampai empat kali sehari. Pada kebanyakan pasien. Pada keadaan ini. Semua pasien yang diobati dengan mitotan harus menjalani terapi pemelihaan jangkalama. Obat ini menekan produksi kortisol dan menurunkan kadar kortisol plasma dan urin. Metastasis tersering terjadi di hati dan paru. meskipun tidak ada bukti bahwa ini memperbaiki survival. mitotan hanya menghambat steroidogenesis dan tidak menyebabkan regresi metastasis tumor. dan pasien dirujuk 19 .3 Kebanyakan pasien dengan karsinoma adrenal meninggal dalam 3 tahun setelah diagnosis. Terapi harus ditujukan untuk mengurangi kadar ACTH. pasien-pasien ini (terutama yang ACTH tertekan setelah pemberian deksametason dosis tinggi) menjalani eksplorasi bedah hipofisis via trans-sfenoidal dengan harapan ditemukan mikroadenoma. Pada banyak keadaan dianjurkan selective petrosal sinus venous sampling. Mitotan juga dapat diberikan sebagai terapi tambahan setelah reseksi karsinoma adrenal. somnolen.3 Pasien dengan hiperplasia bilateral mengalami peningkatan kadar ACTH absolut atau relatif. Pada beberapa pusat pengobatan. Kadang-kadang (terutama dengan produksi ACTH ektopik) eksisi tidak memungkinkan oleh karena penyakit sudah lanjut. Metastasis ke tulang biasanya refrakter terhadap obat dan harus diobati dengan terapi radiasi. bisa mengalami gangguan gastrointestinal (anoreksia. Obat utama untuk pengobatan karsinoma kortikoadrenal adalah mitotan. tetapi survival jangka lama terbatas. dilakukan eksplorasi adrenal dengan eksisi tumor. diare. tumor dan metastasis mengalami kemunduran.3 Ada kontroversi terhadap pengobatan hiperplasia adrenal bilateral bila sumber produksi berlebihan ACTH tidak jelas. muntah) atau neuromuskular (lesu.Bila diagnosis adenoma atau karsinoma lebih ditegakkan. pengobatan ideal adalah pengangkatan. bila disangkakan lesi unilateral. rutin menjalani tindakan bedah elektif sama dengan pasien Addison. zona glomerulosa juga bisa terganggu. Pada kira-kira sepertiga pasien. Meskipun kerja sitotoksiknya relatif selektif untuk daerah korteks adrenal yang memproduksi glukokortikoid. Oleh karena kemungkinan atrofi adrenal kontralateral. medik atau adrenalektomi bisa memperbaiki hiperkortisolisme. dan pada beberapa pasien perlu dilakukan penggantian mineralokortikoid. Oleh karena mitotan juga mengubah metabolisme kortisol ekstraadrenal.

minggu). Neoplasma hipofisis ini bisa sembuh jika kelainan utama berada di hipotalamus. Efek samping radiasi termasuk ocular motor palsy dan hipopituitarisme. dicadangkan untuk tumor rekuren pascaoperasi. Adrenalektomi kimiawi mungkin lebih unggul dengan pemberian penghambat steroidogenesis ketokonazol (600 . mungkin diperlukan hipofisektomi total.Kadang-kadang pendekatan pembedahan tidak memungkinkan. bisa menjadi pilihan pengobatan. Efek merugikan termasuk kebutuhan penggantian mineralokortikoid dan glukokortikoid sepanjang hayat dan 10 . Insufisiensi adrenal merupakan risiko semua obat-obat ini. adrenalektomi total menjadi pengobatan pilihan. bisa diindikasikan “medical” adrenalectomy. dan angka remisi biasanya kurang dari 50%.3 Radiasi hipofisis jarang dilakukan sebagai pengobatan primer. Mitotan lambat mencapai efek (berminggu. Mifepristone.20 % kemungkinan muncul kembali tumor hipofisis sepuluh tahun kemudian (sindrom Nelson). dan dibutuhkan penggantian steroid. angka kesembuhan dengan prosedur ini mendekati 100 %.ke senter yang lebih tepat jika prosedur tidak tersedia.1200 mg/ hari). kadar tinggi radiasi gamma dapat ditujukan pada tempat yang diinginkan dengan kurang penyebaran ke jaringan sekitar dengan menggunakan teknik stereotaktik.3 Pengobatan untuk sindroma Cushing eksogen adalah dengan pengurangan secara bertahap glukokortikoid yang dikonsumsi. Evaluasi radiologik kelenjar hipofisis secara periodik dengan MRI bersama dengan pemeriksaan ACTH serial harus dilakukan pada semua individu setelah adrenalektomi bilateral pada sindrom Cushing. Tidak pasti apakah mereka muncul de novo pada pasien ini atau dijumpai sebelum adrenalektomi tetapi kemungkinan ditemukan terlalu kecil. diabetes insipidus panhipopituitarisme. Penghambatan steroidogenesis juga bisa diindikasikan pada subjek cushingoid berat sebelum intervensi pembedahan. dan cedera saraf optik atau otak. Komplikasi pembedahan transsfenoidal adalah rinorea cairan serebrospinal. Long lag time antara pengobatan dan remisi. Jika mikroadenoma tidak dijumpai pada saat eksplorasi. Pada beberapa senter. Mitotan (2-3 g/hari) dan/atau penghambatan sintesis steroid aminoglutetimid (1 g/hari) dan metiraponi (2-3 g/hari) mungkin efektif secara tunggal atau gabungan. Kebanyakan tumor ini membutuhkan terapi pembedahan.3 Pada senter tertentu. suatu inhibitor kompetitif ikatan glukokortikoid terhadap reseptornya.2 20 . Tumor-tumor hipofisis bisa menjadi invasif dan menekan chiasma opticum atau meluas ke sinus kavernosa dan sfenoidalis.

Gejala yang timbul adalah efek dari hiperkortisolnya diantaranya ada beberapa yang berhubungan dengan kulit. endogen biasanya berhubungan dengan kasus kegagalan menjaga keseimbangan hormon oleh aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal. yang bisa saja terkena di adrenal atau tempat yang lebih tinggi hingga ke hipotalamus dengan hipersekresi CRH-nya. diabetes tipe dua. pasien yang dahulu atau yang telah mendapati steroid bisa terjadi krisis adrenal bila di stop dan tidak ditambahkan dosis pada serangan akut. Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan adalah tes skrining dan tes supresi deksametason. muskuloskeletal. memerlukan anamnesis yang menyeluruh dan juga pemeriksaan fisik yang lengkap sehingga bisa terlihat sebagai gejala dan komplikasi dari penderita sindroma ini pada kasus yang sudah cukup parah atau lanjut. karena dengan perbedaan etiologi yang ada penatalaksanaannya juga berbeda. yang harus diikuti secara berurutan untuk mendapatkan etiologi dari kasus ini. Laporanlaporan memberi kesan survival 5 tahun sebesar 22% dan waktu tengah survival adalah 14 bulan. Penyebab terjadinya sindroma ini bisa dipisah berdasalkan asalnya. Diagnosis dari sindroma Cushing. dislipidemia. Prognosis bergantung pada efek jangka lama dari kelebihan kortisol sebelum pengobatan.2 Penutup Sindroma Cushing adalah suatu kumpulan gejala yang terjadi akibat keadaan hiperkortisol didalam tubuh. seperti yang kita ketahui kortisol adalah hormon yang muncul pada saat orang sedang stress. disamping pembedahan. Penyakit ini lebih sering mengenai perempuan dibanding lakilaki dan biasanya mengenai perempuan pada usia dekade ke 3 dan 4. Komplikasi yang dapat terjadi adalah hipertensi. osteoporosis. dengan terjadinya penyembuhan total yang lama setelah pengurangan bertahap pemberian steroid. terutama aterosklerosis dan osteoporosis.3 Prognosis karsinoma adrenal adalah amat jelek. ada yang endogen dan eksogen. Usia kurang 40 tahun dan jauhnya metastasis berhubungan dengan prognosis yang jelek. 21 . sedangkan untuk eksogen yang paling sering adalah terapi jangka panjang glukokortikoid atau steroid dan juga terapi ACTH.Prognosis Adenoma adrenal yang berhasil diobati dengan pembedahan mempunyai prognosis baik dan tidak mungkin kekambuhan terjadi. ketahanan tubuh dan sebagainya seperti yang sudah disebutkan diatas.3 Steroid eksogen menekan aksis HPA. Tetapi perlu diperhatikan.

editor. 88: 5593-602. Prognosis baik untuk yang diobati. Wilson LM. 2011.200-2. Patofisiologi: konsepklinis proses-proses penyakit. J Clin Endocrinol Metab 2003. Jilid 3. diunduh dari http://www.h. 2009. 2013. Price SA. 7.nih.h. Edisi ke-6. 2004. Sloane E. Robbins &cotrandasarpatologispenyakit. 2. 3. Simadibrata M. diunduh dari http://www. 2 November 2013.1240-2. namun bisa fatal bila tidak ditangani dengan secepatnya dan benar. Diagnosis and Complications of Cushing’s Syndrome: a Consensus Statement. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 6. Cushing Syndrome updated on March 4th.ncbi. Biasanya sindrom Cushing disembuhkan dengan penghentian bertahap glukokortikoid pada kasus eksogen atau operasi untuk faktor endogen.com/health/cushings-syndrome/DS00470. Sudoyo AW. 5. Abbas AK.1232-6. Jakarta: InternaPublishing. Setiyohadi B. 2006. Jakarta: PenerbitBukuKedokteran EGC. 2013. 2 November 2013. Cushing’s Disease updated on December 11th.com/article/117365-overview. 2010. 8. Fausto N.nlm. Setiati S.2001-4. Kumar V. 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.medscape. Edisi Ke-5.dan rentan infeksi.mayoclinic. Anatomi dan fisiologi untuk pemula.gov/pubmedhealth/PMH0001388/. diunduh dari http://emedicine. 2 November 2013. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.h. Edisi ke-7. Cushing Syndrome updated on March 28th. 22 .h. Alwi I. Daftar Pustaka 1. Volume 2.