A.

pengertian manajemen
Pengertian manajemen sumber daya manusia perspektif internasional dan makro,
dikemukakan oleh Moses N. kiggundu (danang surnyoto, 2012) yaitu human resource
management is the development and utilization of personnel for the effective achievement of
individual, organizational, commubity, national, internasional goals and objectives (manajemen
sumber manusia adalah pengembangan dan pemanfaatan personel bagi pencapaian yang efektif
mengenai sasaran-sasaran dan tujuan tujuan individu, organisasi, masyarakat, nasional dan
internasional).
Jadi manajemen sumber daya manusia adalah pendekatan terhadap manajemen manusia.
Pedekatan terhadapan manajemen manusia tersebut di dasarkan nilai manusia dalam
hubungannya dengan organisasi. Manusia merupakan sumber daya yang penting dalam
organisasi, di samping itu efektivitas organisasi ditentukan oleh manajemen manusia. Menurut
Armsrtrong pendekatan terhadap manajemen manusa ada empat prinsip dasar yaitu:
1. sumber daya manusia adalah harta yang paling penting yang dimiliki oleh organisasi,
sedangkan manajemen yang efektif adalah kunci keberhasilan organisasi tersebut.
2. Keberhasilan ini sangat mungkin jika peraturan atau kebijaksanaan dan prosedur yang
bertalian dengan manusia dari perusahaan tersebut saling berhubungan, memberikan
sumbangan terhadap pencapaian tujuan perusahaan serta perencanaan strategis.
3. Kultur dan nilai perusahaan, suasana organisasi dan perilaku manajerial yang berasal dari
kultur tersebut akan memberikan pengaruh besar terhadap hasil pencapaian terbaik.
4. Manajemen manusia berhubungan dengan integrasi, menjadikan semua anggota
organisasi tersebut terlibat dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Tugas manajemen sumber daya manusia berkisar pada upayanya mengelola unsur mansia
dengan segala potensi yang dimilikinya seefektif mungkin sehingga dapat di peroleh sumber
daya manusia yang puas dan memuaskan bagi organisasi. Manajemen sumber daya manusia
merupakan bagian manajemen umumnya yang memfokuskan diri pada unsur sumber manusia.
Perhatian ini mencakup fungsi manajerial, fungsi operasional, dan peran serta kedudukan sumber
daya manusia dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi secara terpadu.
Lingkup manajemen sumberdaya manusia meliputi semua aktivitas yang berhubungan
dengan sumber daya manusia dalam organisasi, seperti dikatakan oleh Russel & Bernadian
bahwa “man resource management function”. Aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
manajemen sumber daya manusia ini secara umum mencakup:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Rencana organisasi.
Staffing.
System reward, tunjungan-tunjangan, dan pematuhan.
Manajemn performasi.
Pengembangan pekerja dan organisasi.
Komunikasi dan hubungan masyarakat.

Peran etika bisnis dalam manajemen sumberdaya manusia Melalui berbagai pandangan dan penjelasan tersebut. kerja merupakan hak asasi manusia karena dengan hak hidup. baik perusahaan dan khususnya karyawan mendapatkan keuntungan yang sama. C. yaitu salah satu undang-undang yang paling besar dalam menetapkan dan melaksanakan panduannya untuk melindungi pekerja dari dari kondisi tidak aman dan hal-hal yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan kerjanya (Agus Arijanto. Dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam mencapai suatu tujuan perusahaan. Pemeriksaan kesehatan dalam rangka rekrutmen dan seleksi untuk mendapatkan pekerja yang kondisi kesehatanya cukup prima. Melindungi hak-hak para karyawan. jenis kelamin serta usul-usul Negara. sebagai berikut: 1. yaitu untuk menjalankan fungsi-fungsi yang terkandung dalam di dalam manajemen sumber daya manusia. Pemeriksa seluruh aspek kesehatan tubuh (general check up) personel kunci secara periodik. Selain itu dalam menjalankan etika bisnis ini. dikorporasi dikenal dengan kesetaraan kesempatan kerja (Equal Employment Opportunity). 3. yaitu tidak adanya diskriminasi dalam pengkaryaan berdasarkan ras warna kulit ataupun agama. . Berikut ini beberapa manfaat Erika bisnis dalam manajemen sumber daya manusia adalah sebagai berikut: 1. hak atas pekerjaan. bahkan mengembangkan karyawankaryawan sehingga fungsi tersebut terarah. 5. 6. seperti hak untuk perlingdungan keamanan dan keselamatan. Tidak adanya penyalahgunaan di dalam pengolaan dan sumber daya manusia. dan karyawan terpenuhi hak-hak di dalam perusahaan. bahwa peranan etika bisnis dalam manajemen sumber daya manusia. Mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas dengan menghentikan etika-etika bisnis. dan lain sebagainya. Hal ini merupakan hak asasi setiap manusia sehingga berlaku di manapun secara universal. 2. Tidak adanya KKN di dalam perusahaan. Kegiatan tersebut di Indonesia disebut dengan program keselamatan dan kesehatan kerja yang mana kegiatan ini antara lain. Di Occupatonal Safety and Healty Administration (OSHA). Program kesehatan fisik Program yang secara universal sudut hubungan industrial pancasial (HIP) yang haru dilaksanakan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan meliputi: 1. 2. melalui pengelolaan sumber daya manusia baik dilakukan perusahaan dalam menyaring tenaga kerja.B. 4. 2014). Permasalahan hokum dan etika bisnis dalam manajemen sumber daya manusia Dalam bisnis juga harus ada hokum dan etika dalam pengelolaanya. Dapat menyejahterakan karyawan.

3. melahirkan. gangguan saraf. yang dapat mencegah timbulnya perilaku yang merugikan pekerja atau perusahaan. antara para pekerja dengan para manajer (eksekutif). bahwa untuk mencapai penanganan sumber daya manusia sebagai human capital dapat dinilai dari komponen-komponen: 1) Perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia. 4. 6. 2) peningkatan pegawai. dan lainlain. meliputi: . antara lain: .Seberpa jauh sumber daya manusia dikaitan dengan tujuan peningkatan kualitas. . kecelakaan. Peningkatan pegawai Peningkatan pegawai atau karyawan. baik secara keseluruhan maupun aspek-aspek jasmaniah tertentu berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan.3. Perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia hal ini meliputi. agar tidak menjadi sumber penyakit. . 4) kinerja pegawai dan pengakuanserta.Seberapa besar insentif bagi keterlibatan pegawai dalam peningkatan kualitas. 5. . dimana kegiatan berupa: 1. 5) keputusan pegawai. Program kesehatan material. Menyelenggarakan acara-acara pembinaan mental. Bantuan pembiayaan perawatan kesehatan karena sakit. 3) pendidikan dan pelatihan. 2.Sebagai jauh perencanaan sumber daya manusia dikaitan dengan strategi. Pemeriksa kesehatan dalam rangka rekrutmen dan seleksi untuk mendapatkan pekerja yang kondisi kesehatannya cukup prima. Berbeda dengan program kesehatan fisik.Seberapa jauh perencanaan sumber daya manusia dikaitan dengan strategi. Penanganan sumber daya manusia sebagai human capital Sebagaimana telah di sebutkan di awal bab ini. D. 5. Membrikan perhatian dan melaksanakan usaha kuratif dalam membantu pekerja yang mengalami ketegangan mental kerena pekerjaan yang menajadi tanggung jawabnya. 1. Pemeriksa kesehatan seluruh pekerja. 2. program keselamatan. 4. seperti strees. dan kesehatan mental selain bersifat universal sesuai dengan kebutuhan manusia.Seberapa besear wewenang yang diberikan kepada pegawai dalam area kerja mereka. dan lain-lain. khususnya di bidang keagamaan. 2. Memberi perhatian dan melaksanakan usaha preventif dalam mencegah timbulnya masalah yang dapat mengakibatkan ketegangan mental berkerja.Seberapa besar penggunaan data pegawai untuk peningkatan pengelolaan sumber daya manusia. . Pengadaan staf dan peralatan medis secara memadai. . Memelihara dan mengembangkan program-program hubungan manusiawi yang akrab dan sehat. Mengupayakan lingkungan kerja dan senitasi yang bersih dan sehat.

Bagaimana intensitas organisasi meninjau ulang dan meningkatan reward program. Seberapa jauh pengaruh hasil pelatihan berhubungan dengan area pekerjaan pegawai. Bagaimana keberlanjutan peningkatan program untuk mencapai kepuasan pegawai. Bagaimana system penilaian dan evaluasi kepuasan pegawai. Keputusan pegawai Untuk mengukur keputusan pegawai. Bagaimana mengukur pelatihan pegawai dengan kategori pekerjaan. dapat diajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut: - Seberapa jauh program pengembangan pelayanan ke pegawai. 5. meliputi: - Bagaimana sistematika pengembangan program pelatihan dan pendidikan. Kinerja pegawai dan pengakuan Hal-hal ini perlu di tanyakan dalam mengatahui kinerja pegawai dan pengakuan atas kinerjanya tersebut. Bagaimana kelengkapan data dalam peningkatan dan pelayanan pegawai. 4. . meliputi: - Seberapa jauh reward program mendukung tujuan peningkatan mutu. Bagaimana indicator moningtoring keterlibatan pegawai pada semua tingkatan. 3. Bagaimana mengukur kaitan pelatihan dan pendidikan dengan pekerjaan pegawai. Bagaimana pengelolaan data dan bukti pengenalan setiap pegawai.- Bagaimana pengukuran dan pemantauan pegawai dalam peningkatan kualitas. Pendidikan dan pelatihan Untuk pendidikan dan pelatihan ini.