You are on page 1of 5

1.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Korosi

Korosi pada permukaan suatu logam dapat dipercepat oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Faktor Gas Terlarut
 Oksigen (02), adanya oksigen yang terlarut akan menyebabkan korosi pada metal seperti laju
korosi pada mild stell alloys akan bertambah dengan meningkatnya kandungan oksigen.
Kelarutan oksigen dalam air merupakan fungsi dari tekanan, temperatur dan kandungan
klorida. Untuk tekanan 1 atm dan temperatur kamar, kelarutan oksigen adalah 10 ppm dan
kelarutannya akan berkurang dengan bertambahnya temperatur dan konsentrasi garam.
Sedangkan kandungan oksigen dalam kandungan minyak-air yang dapat mengahambat
timbulnya korosi adalah 0,05 ppm atau kurang. Reaksi korosi secara umum pada besi karena
adanya kelarutan oksigen adalah sebagai berikut :
Reaksi Anoda : Fe Fe2- + 2e
Reaksi katoda : 02 + 2H20 + 4e 4 OH
 Karbondioksida (CO2), jika kardondioksida dilarutkan dalam air maka akan terbentuk asam
karbonat (H2CO2) yang dapat menurunkan pH air dan meningkatkan korosifitas, biasanya
bentuk korosinya berupa pitting yang secara umum reaksinya adalah:
CO2 + H2O H2CO3
Fe + H2CO3 FeCO3 + H2
FeC03 merupakan corrosion product yang dikenal sebagai sweet corrosion
b. Keberadaan Zat Pengotor
Zat Pengotor di permukaan logam dapat menyebabkan terjadinya reaksi reduksi
tambahan sehingga lebih banyak atom logam yang teroksidasi. Sebagai contoh, adanya
tumpukan debu karbon dari hasil pembakaran BBM pada permukaan logam mampu
mempercepat reaksi reduksi gas oksigen pada permukaan logam yang mengakibatkan proses
korosi semakin cepat pula.

Pengotor yang Mempercepat Korosi pada Permukaan Logam
c. Kontak dengan Elektrolit
Keberadaan elektrolit, seperti garam dalam air laut dapat mempercepat laju korosi
dengan menambah terjadinya reaksi tambahan. Konsentrasi elektrolit yang besar dapat
meningkatkan laju aliran elektron sehingga laju korosi meningkat.

karena adanya reaksi reduksi tambahan yang berlangsung pada katode yaitu: 2H+(aq) + 2e. yakni pada kondisi pH < 7 semakin besar. Knalpot Kendaraan Bermotor yang Mudah Terkorosi Akibat Temperatur Tinggi e. semakin tinggi temperatur maka semakin cepat terjadinya korosi. Temperatur Temperatur mempengaruhi kecepatan reaksi redoks pada peristiwa korosi.Bangkai Kapal di Dasar Laut yang Telah Terkorosi oleh Kandungan Garam yang Tinggi d. Secara umum. Efek korosi yang disebabkan oleh pengaruh temperatur dapat dilihat pada perkakas-perkakas atau mesin-mesin yang dalam pemakaiannya menimbulkan panas akibat gesekan (seperti cutting tools ) atau dikenai panas secara langsung (seperti mesin kendaraan bermotor). pH Peristiwa korosi pada kondisi asam. Hal ini disebabkan dengan meningkatnya temperatur maka meningkat pula energi kinetik partikel sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan efektif pada reaksi redoks semakin besar dan laju korosi pada logam semakin meningkat. .→ H2 Adanya reaksi reduksi tambahan pada katode menyebabkan lebih banyak atom logam yang teroksidasi sehingga laju korosi pada permukaan logam semakin besar.

Hal ini disebabkan karena mikroba tersebut mampu mendegradasi logam melalui reaksi redoks untuk memperoleh energi bagi keberlangsungan hidupnya. bakteri reduksi sulfat. bakteri besi mangan oksida. Efek ini memicu korosi pada permukaan logam melalui peningkatan reaksi oksidasi pada daerah anode. Logam Besi yang Belum Terkorosi Pada Kondisi Netral (bawah) f. g. antara lain: protozoa. . Mikroba Adanya koloni mikroba pada permukaan logam dapat menyebabkan peningkatan korosi pada logam. dan bakteri oksidasi sulfur-sulfida. yakni timbulnya perbedaan potensial pada permukaan logam akibat perbedaan E° antara atom-atom unsur logam yang berbeda dan terdapat pada permukaan logam dengan kemurnian rendah.Korosi Pada Kondisi Asam Lebih Cepat Terjadi (atas). Mikroba yang mampu menyebabkan korosi. Permukaan Logam yang Kasar Cenderung Mengalami Korosi  Efek Galvanic Coupling Kemurnian logam yang rendah mengindikasikan banyaknya atom-atom unsur lain yang terdapat pada logam tersebut sehingga memicu terjadinya efek Galvanic Coupling . Thiobacillus thiooxidans Thiobacillus ferroxidans. Metalurgi  Permukaan logam Permukaan logam yang lebih kasar akan menimbulkan beda potensial dan memiliki kecenderungan untuk menjadi anode yang terkorosi.

Media Korosif . dan juga menyebabkan pecahnya alooys. terjadi pemindahan. erosi danfreeting. Padatan ini menyebabkan terjadinya pitting. kondisi air tawar atau air laut. panas atau dingin. Lingkungan  Lokasi  Tergantung pada lokasi logam atau pipa berada : di daerah yang basah atau kering.  Mechanical  Kondisi pipa atau logam mendapatkan stress (tekanan). tetapi dalam produksi minyak hal ini cenderung menimbulkan masalah scale. laju korosinya juga akan lebih tinggi. ion sulafat ini biasanya terdapat dalam minyak. adanya proses kavitasi. Proses korosi juga dapat disebabkan oleh kenaikan konduktivity larutan garam. crevice corrosion. Klorida biasanya ditemukan pada campuran minyak-air dalam konsentrasi tinggi yang akan menyebabkan proses korosi.Korosi Pada Permukaan Logam yang Disebabkan oleh Mikroba Faktor Bakteri Pereduksi atau Sulfat Reducing Bacteria (SRB) h. memiliki potensi bahan kimia. i. Dalam air. dan oleh bakteri SRB sulfat diubah menjadi sulfida yang korosif. produksi minyak.  Karbonat (C03). dan apakah mengandung uap atau gas. mengalami fatigue (tekanan).  Sulfat (S04). klorida menyerang lapisan mild steel dan lapisan stainless steel. di permukaan atau di bawah tanah. dimana larutan garam yang lebih konduktif. kalsium karbonat sering digunakan sebagai pengontrol korosi dimana film karbonat diendapkan sebagai lapisan pelindung permukaan metal. j. ion sulfat juga ditemukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi dan bersifat kontaminan. Faktor Padatan Terlarut  Klorida (CI).

ini karena:  kedalaman yang lebih dari 5000 ft  temperatur terendah dalam sistem adalah 160oF dan tekanan 1500 lb/m2  pH dalam sistem ini adalah 5. yaitu:  Kegiatan produksi (Production)  Pendistribusian dan Penyimpanan (Transportation and Storage)  Operasi Pemisahan (Refinery Operation) Di daerah sumur condensasi (well condensates) akan sangat banyak terjadi korosi . Pengaruh konsentrasi dapat menimbulkan karakteristik berbeda antara kedua benda konstruksi.4 sehingga bersifat asam ( didalamnya terkandung asam organik) Untuk mengetahui karakteristik korosi dalam sumur dilakukan beberapa tindakan. Untuk material tertentu. Organisme Pengaruh mikroorganisme terhadap korosi ada 2 macam. yaitu:  Secara langsung menghasilkan zat korosif seperti hidrogen sulfida.Dengan perubahan konsentrasi media korosif pada lingkungan benda konstruksi akan menimbulkan beberapa kondisi korosi. Akibat lainnya yang dapat ditimbulkan dari kegiatan Mikro-Organisme antara lain:  bakteri aerob akan membutuhkan O2 untuk melakukan metabolisme  O2 yang dibutuhkan ini sebagian akan menjadikan awal proses korosi pada material  Aspek yang ditimbulkan oleh makro-organisme dalam menstimulus korosi:  pemakan perlindungan (coating)  merupakan perangkap zat korosif  hasil feses atau limbah metabolisme makro-organisme l. konsentrasi korosif sebanding dengan kecepatan korosi. Lingkungan Industri Minyak Pada umumnya di lingkungan industri minyak terdapat 3 area yang seringkali mengalami korosi. yaitu:  inspeksi permukaan peralatan  membuat analisa terhadap carbon dioksida dan asam organik  pengujian coupon exposure  survey terhadap tubing-caliper . asam organik dan anorganik  Secara tidak langsung menghasilkan zat katalisator atau depolarisasi yang merupakan bahan untuk mempercepat reaksi korosi antara material dengan lingkungannya. k. carbon dioksida.amonia.