You are on page 1of 82

MENTERI

TENAGA KERJA DAN TRAI\SN{IGRASI
REPTJBLIKII\DONESIA

KEPUTUSAN
MENTERITENAGAKERJADAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK
INDONESIA
NOMORKEP. trl / MENIT 12011
TENTANG
PENETAPAN
RANCANGAN
STANDAR
KOMPETENSI
KERJANASIONAL
INDONESIA
SEKTORPERTANIAN
BIDANGPERTANIAN
ORGANIK
TANAMAN
MENJADI
STANDAR
KOMPETENSI
KERJANASIONAL
INDONESIA
MENTERITENAGAKERJADAN TRANSMIGRASI
REPUBLIKINDONESIA,
Menimbang

:

bahwa untuk melaksanakan
ketentuanpasal 14 peraturan
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor
PER.21IMEN/X/2007
tentangTata cara penetapanstandar
KompetensiKerja NasionalIndonesia,perlu menetapkan
KeputusanMenteritentangpenetapanRancanganstandar
Kompetensi
KerjaNasional
Indonesia
sektorpertanianBidang
Pertanianorganik ranaman menjadistandar Kompetens-i
KerjaNasional
Indonesia;

Mengingat

:

1.

2.

3.
4.

M e m p e r ha ti ka n :

Undang-Undang
Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan
(Lembaran
NegaraRepublikIndonesia
Tahun 2003 Nomor39, TambahanLembaranNegara
RepublikIndonesia
Nomor4279);
PeraturanPemerintah
Nomor31 Tahun 2006 tentang
Sistem PelatihanKerja Nasional(LembaranNegara
RepubliklndonesiaTahun2006 Nomor67, Tambahan
Lembaran
NegaraRepublik
lndonesia
Nomor4637);
Keputusan
Presiden
Nomor84/PTahun200g:
Peraturan
MenteriTenagaKerjadanTransmigrasi
Nomor
PER.21lMEN/X/2007
tentang Tata Cara penetapan
StandarKompetensi
KerjaNasional
Indonesia;

1 . HasilKonvensiNasionalRancangan
StandarKompetensi

Kerja Nasional lndonesia Sektor pertanian Bidang
Pertanian
OrganikTanamanyangdiselenggarakan
tanggal
23-24Desember
2010bertempat
di Bandung,
JawaBarat;
2 . SuratKepalaBadanPenyuluhan
dan pengembangan
SDM
Pertanian
Nomor98/TU.020lJ.411t2011
tanggar13 Januari
2011tentang
RSKKNI
Pertanian
Organik
Tanaman;

M EMUTUSKAN:
Menetapkan
KESATU

Rancangan Standar KompetensiKerja Nasional Indonesia
Sektor PertanianBidangPertanianOrganikTanamanmenjadi
Standar KompetensiKerja NasionalIndonesia,sebagaimana
tercantumdalam Lampirandan merupakanbagianyang tidak
terpisahkandari KeputusanMenteriini.

KE D U A

Standar KompetensiKerja Nasional Indonesiasebagaimana
dimaksuddalam DiktumKESATUberlakusecaranasionaldan
menjadi acuan penyelenggaraanpendidikandan pelatihan
profesi serta uji kompetensi dalam rangka sertifikasi
kompetensi.

KETIGA

Standar KompetensiKerja Nasional lndonesiasebagaimana
dimaksud dalam Diktum KESATU pemberlakuannya
ditetapkanoleh MenteriPertanian.

KEEMPAT

Standar KompetensiKerja Nasional Indonesiasebagaimana
dimaksud dalam Diktum KETIGA ditinjau setiap lima tahun
atau sesuaidengankebutuhan.

KELIMA

KeputusanMenteriini mulaiberlakupadatanggalditetapkan.

Ditetapkan
di Jakarta
padatanggal 25 Januari 2011
MENTERI
TENAGAKERJADANTRANSMIGRASI
B L I KI N D O N E S I A .

CF

M.Si.

I

LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR KEP.07/MEN/I/2011
TENTANG
PENETAPAN RANCANGAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL
INDONESIA SEKTOR PERTANIAN BIDANG PERTANIAN ORGANIK TANAMAN
MENJADI STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dinamika pasar global menimbulkan berbagai dampak terhadap pola konsumsi dan
perdagangan produk pangan. Gaya hidup sehat berslogan kembali ke alam (back to
nature) menjadi trend baru yang mendorong meningkatnya kesadaran dan tuntutan
konsumen (domestik maupun internasional) terhadap produk pangan yang bermutu,
aman dan ramah lingkungan. Fenomena ini mendorong produk pangan organik
menjadi semakin populer dan mempunyai segmen pasar yang semakin besar.

Pangan organik merupakan jenis pangan yang berasal dari sebuah sistem pertanian
organik. Sistem pertanian organik adalah suatu sistem manajemen produksi holistik
yang meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agro-ekosistem, termasuk
keragaman hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah. Pertanian organik
bertujuan

untuk

memelihara

ekosistem

untuk

mencapai

produktivitas

yang

berkelanjutan, dan melakukan pengendalian gulma, hama dan penyakit, melalui
berbagai cara seperti daur ulang residu tumbuhan dan ternak, seleksi dan pergiliran
tanaman, manajemen

pengairan, pengolahan lahan dan penanaman serta

penggunaan bahan-bahan hayati. Pertanian organik menekankan penggunaan
praktek manajemen yang lebih mengutamakan penggunaan masukan setempat.
Bagi Indonesia yang memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah serta jumlah
penduduk yang besar dengan daya beli yang semakin meningkat, berkembangnya
permintaan akan produk pangan organik ini merupakan peluang yang harus

1

dimanfaatkan dalam rangka mendorong terwujudnya pertanian yang tangguh,
berdaya saing, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Untuk mampu mengoptimalkan potensi yang ada tersebut sehingga produk pangan
organik Indonesia dapat secara signifikan memberikan kontribusi terhadap devisa
negara, peningkatan kesejahteraan petani di pedesaan serta pelestarian lingkungan,
perlu dipersiapkan infrastruktur penunjang, baik berupa perangkat lunak maupun
perangkat kerasnya. Kementerian Pertanian secara bertahap telah berupaya
mengantisipasi kebutuhan tersebut, diantaranya dengan tersusunnya Standar
Nasional Indonesia (SNI) Nomor 6729-2010 tentang Sistem Pangan Organik serta
sistem sertifikasi pangan organik.
Komponen penting yang harus dibangun dalam rangka pengembangan sistem
pertanian organik di Indonesia adalah sistem pembinaan/fasilitasi dan sistem
pengawasan atas pertanian organik. Pada hakikatnya kedua komponen tersebut
saling berkaitan. Sistem pembinaan/fasilitasi diperlukan dalam rangka meningkatkan
kemampuan produsen (petani/kelompok tani) dalam penerapan sistem pertanian
organik yang sesuai dengan kaidah standar, yang diharapkan dapat meningkatkan
kesejahteraan produsen sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap
produk organik yang dihasilkan. Untuk mampu melaksanakan fungsi tersebut,
terlebih dahulu harus dibangun kapasitas dan kompetensi bagi fasilitator pertanian
organik. Sedangkan sistem pengawasan diperlukan dalam rangka meningkatkan
kompetensi dan kapasitas inspektor pertanian organik untuk mendukung sistem
penjaminan yang dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi organik.

Berangkat dari uraian di atas, Kementerian Pertanian telah menginisiasi penyusunan
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Pertanian Bidang
Pertanian Organik Tanaman. Pertanian dalam SKKNI ini mencakup pertanian
tanaman dan peternakan. Dengan demikian, ruang lingkup SKKNI Bidang Pertanian
Organik terdiri atas:
1. Fasilitator bidang pertanian organik tanaman dan peternakan.
2. Inspektor bidang pertanian organik tanaman dan peternakan.
Namun demikian, SKKNI dalam buku ini hanya dibatasi pada standar kompetensi
fasilitator bidang pertanian organik tanaman.

2

3 . PENGERTIAN SKKNI Berdasar arti dalam bahasa Indonesia. keterampilan dan/atau sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Lembaga Diklat Profesi (LDP) Sebagai acuan dalam melakukan pengembangan dan penyelenggaraan program diklat profesi Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. dan kata ”Indonesia” mempunyai arti nama untuk negara kesatuan Republik Indonesia. Kata ”Kompetensi Kerja” mempunyai arti sebagai kemampuan kerja seseorang yang dapat terobservasi. keterampilan dan sikap kerja seseorang dalam menyelesaikan suatu fungsi dan tugas atau pekerjaan sesuai dengan persyaratan pekerjaan yang ditetapkan.B. 2. SKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman ditujukan untuk memberikan pedoman bagi: 1. Secara spesifik. Sesuai PERMENAKERTRANS Nomor : PER. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sebagai acuan dalam melakukan pengembangan program sertifikasi profesi Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sebagai acuan dalam menetapkan prosedur dan kriteria penilaian uji kompetensi. Kata ”Nasional” mempunyai arti berlaku di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. 3. 21/MEN/X/2007 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). kata ”Standar” diartikan sebagai ukuran yang disepakati. C. dinyatakan bahwa SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan. serta mencakup atas pengetahuan. TUJUAN PENYUSUNAN SKKNI Penyusunan SKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman ini bertujuan untuk memberikan acuan baku tentang kriteria standar kompetensi kerja Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam rangka terciptanya Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman yang profesional.

dan Lembaga Diklat Profesi bersama-sama dengan pengguna (Pemerintah. Dengan tersusunnya SKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Melaksanakan kegiatan fasilitasi pertanian organik tanaman.1. 3.Dikaitkan dengan pembinaan. Pelaku Utama dan Pelaku Usaha) melakukan kesepakatan untuk mengacu pada SKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman sebagai standar kompetensi yang dipergunakan untuk menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan. Menyusun dan mengembangkan program diklat profesi dalam rangka pengembangan kompetensi Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman.2. Asosiasi profesi Pertanian Organik. PENGGUNAAN SKKNI SKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman antara lain digunakan sebagai acuan untuk: 1. Menyelenggarakan sertifikasi kompetensi Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. 5. Melaksanakan verifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Lembaga Diklat Profesi (LDP) bagi Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. peningkatan dan pengembangan profesionalitas Pertanian Organik di Indonesia.1. 1.3. maka diperlukan adanya SKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. 4 . Merencanakan kegiatan Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. 1. Menilai unjuk kerja Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. Mengembangkan program diklat Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. Melakukan sertifikasi profesi Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. Mengembangkan fasilitasi pertanian organik tanaman. 4. Melaksanakan evaluasi fasilitasi pertanian organik tanaman. Lembaga sertifikasi profesi diharapkan mampu untuk: 3.4. 2. Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman diharapkan mampu untuk: 1. Pemerintah Daerah. Lembaga Sertifikasi Profesi. 2. 3. 2. Melatih Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. Menyelenggarakan diklat Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman.1. 3. Menyusun uraian pekerjaan Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. maka: 1.2. dan meningkatkan kompetensi Pertanian Organik sesuai dengan kebutuhan program pembangunan pertanian.2. Lembaga diklat profesi diharapkan mampu untuk: 2. 1. D.

terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut: 1. 003 dan seterusnya pada masing-masing kelompok unit kompetensi. Setiap unit kompetensi merupakan satu kesatuan yang utuh. Nomor urut disusun dari yang terendah ke yang tertinggi. sub sektor/bidang. X X (2) 0 0 . nomor urut unit kompetensi dan versi. kelompok unit kompetensi. yaitu: X X X (1) . Kelompok Unit Kompetensi : Untuk kelompok kompetensi (3) diisi dengan 2 digit angka untuk masing-masing kelompok. 0 0 (5) Sektor/Bidang Lapangan Usaha: Untuk sektor (1) mengacu sebagaimana dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). yaitu : 01 : Kode kelompok kompetensi umum (general) 02 : Kode kelompok kompetensi inti (functional) 03 : Kode kelompok kompetensi khusus (specific) 04 : Kode kelompok kompetensi pilihan (optional) Nomor Urut Unit Kompetensi : Untuk nomor urut unit kompetensi (4). untuk menggambarkan bahwa tingkat kesulitan jenis pekerjaan pada unit kompetensi yang paling sederhana tanggung jawabnya ke jenis pekerjaan yang lebih besar tanggung 5 . Kode Unit Kompetensi Kode unit kompetensi mengacu kepada kodifikasi yang memuat sektor.E. Dalam daftar unit kompetensi terdiri atas unit-unit kompetensi. FORMAT STANDAR KOMPETENSI Format Standar Kompetensi dituliskan ke dalam format unit kompetensi. 0 (3) 0 (4) 0 . Sub Sektor/Sub Bidang Lapangan Usaha: Untuk Sub Sektor/Sub Bidang Lapangan Usaha (2) mengacu sebagaimana dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). diisi dengan singkatan 2 huruf kapital dari Sub Sektor/Sub Bidang. diisi dengan singkatan 3 huruf kapital dari nama sektor/bidang lapangan usaha. mulai dari angka 001. diisi dengan nomor urut unit kompetensi dengan menggunakan 3 digit angka. 002. Setiap format SKKNI ini terdiri dari daftar unit kompetensi.

jawabnya, atau dari pekerjaan yang paling mudah ke jenis pekerjaan yang lebih
komplek. Dengan demikian, semakin besar nomor urut, maka semakin tinggi
pengetahuan dan tanggung jawab yang dibutuhkan dalam unit kompetensi.
Versi unit kompetensi :

Diisi dengan 2 digit angka, mulai dari angka 01, 02 dan

seterusnya. Versi ini merupakan nomor urut penyusunan/penetapan standar
kompetensi.
Dengan demikian, kodefikasi unit kompetensi sektor Pertanian untuk bidang PO
yang digunakan adalah:
TAN. OT01.001.01

Versi atau edisi
Nomor urut unit pada kelompok
Nama kelompok unit
Nama bidang
Nama sektor

Penjelasan:
TAN :

Sektor Pertanian

OT

:

Fasilitator bidang pertanian organik tanaman

01

:

Kelompok kompetensi umum

001 :

Nomor urut unit kompetensi

01

Versi ke-1

:

2. Judul Unit Kompetensi
Judul unit kompetensi merupakan fungsi tugas/pekerjaan yang akan dilakukan,
dan dinyatakan sebagai suatu unit kompetensi yang menggambarkan sebagian
atau keseluruhan standar kompetensi. Judul unit biasanya menggunakan kalimat
aktif yang diawali dengan kata kerja aktif yang terukur.
a.

Kata

kerja

yang

disarankan

adalah:

memperbaiki,

mengoperasikan,

melakukan, melaksanakan, mengkomunikasikan, menggunakan, melayani,
merawat, merencanakan, membuat, dan lain-lain.
b.

Kata kerja aktif yang digunakan dalam penulisan judul unit kompetensi
sedapat mungkin dihindari penggunaan kata kerja: memahami, mengetahui,

6

menerangkan, menjelaskan, mempelajari, menguraikan, mengerti, dan lainlain
3. Deskripsi Unit Kompetensi
Deskripsi unit kompetensi merupakan bentuk kalimat yang menjelaskan secara
singkat isi dari judul unit kompetensi yang mendiskripsikan pengetahuan,
keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu tugas
pekerjaan yang dipersyaratkan dalam judul unit kompetensi.
4. Elemen Kompetensi
Elemen kompetensi merupakan bagian kecil dari unit kompetensi yang
mengidentifikasikan tugas-tugas yang harus dikerjakan untuk mencapai unit
kompetensi tersebut. Elemen kompetensi ditulis menggunakan kalimat aktif dan
untuk setiap unit kompetensi dapat terdiri dari 2 sampai 5 elemen kompetensi.
Kandungan elemen kompetensi dari setiap judul unit kompetensi dapat terdiri atas
semua

dan

atau

sebagian

dari

unsur:

”merencanakan,

menyiapkan,

melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan”.
5. Kriteria Unjuk Kerja
Kriteria unjuk kerja merupakan bentuk pernyataan

menggambarkan kegiatan

yang harus dikerjakan untuk memperagakan kompetensi di setiap elemen
kompetensi.

Kriteria

unjuk

kerja

harus

mencerminkan

aktifitas

yang

menggambarkan 3 aspek yang terdiri dari unsur-unsur pengetahuan, keterampilan
dan sikap kerja. Untuk setiap elemen kompetensi dapat terdiri 2 sampai dengan 5
kriteria unjuk kerja dan dirumuskan dalam kalimat terukur dengan bentuk pasif.
Pemilihan

kosakata

dalam

menulis

kalimat

kriteria

unjuk

kerja

harus

memperhatikan keterukuran aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja,
yang

ditulis

dengan

memperhatikan

level

Taksonomi

Bloom,

serta

pengembangannya yang terkait dengan aspek-aspek psikomotorik, kognitif dan
afektif sesuai dengan tingkat kesulitan pelaksanaan tugas pada tingkatan/urutan
unit kompetensi.
6. Batasan Variabel
Batasan variabel untuk unit kompetensi dapat menjelaskan:

7

a.

Konteks variabel yang dapat mendukung atau menambah kejelasan tentang
isi dari sejumlah elemen unit kompetensi pada satu unit kompetensi tertentu,
dan kondisi lainnya yang diperlukan dalam melaksanakan tugas.

b.

Perlengkapan yang diperlukan seperti peralatan, bahan atau fasilitas dan
materi yang digunakan sesuai dengan persyaratan yang harus dipenuhi
untuk melaksanakan unit kompetensi.

c.

Tugas yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang harus
dipenuhi untuk melaksanakan unit kompetensi.

d.

Peraturan-peraturan yang diperlukan sebagai dasar atau acuan dalam
melaksanakan tugas untuk memenuhi persyaratan kompetensi.

7. Panduan Penilaian
Panduan penilaian digunakan untuk membantu penilai dalam melakukan
penilaian/pengujian pada unit kompetensi antara lain meliputi:
a.

Penjelasan tentang hal-hal yang diperlukan dalam penilaian antara lain:
prosedur, alat, bahan dan tempat penilaian serta penugasan unit kompetensi
tertentu, dan unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai
persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit
kompetensi yang sedang dinilai serta keterkaitannya dengan unit kompetensi
lain.

b.

Kondisi pengujian, merupakan suatu kondisi yang berpengaruh atas
tercapainya kompetensi kerja, dimana, apa dan bagaimana serta lingkup
penilaian mana yang seharusnya dilakukan. Sebagai contoh, pengujian
dilakukan dengan metode tes tertulis, wawancara, demonstrasi, praktek di
tempat kerja dan menggunakan alat simulator, serta situasi yang disyaratkan
untuk terlaksananya kompetensi kerja.

c.

Pengetahuan yang dibutuhkan, merupakan informasi pengetahuan yang
diperlukan untuk mendukung tercapainya kriteria unjuk kerja pada unit
kompetensi tertentu.

d.

Keterampilan yang dibutuhkan, merupakan informasi keterampilan yang
diperlukan untuk mendukung tercapainya kriteria unjuk kerja pada unit
kompetensi tertentu.

e.

Aspek kritis, merupakan aspek atau kondisi yang harus dimiliki seseorang
untuk menemukenali sikap kerja untuk mendukung tercapainya kriteria unjuk
kerja pada unit kompetensi tertentu.

8

8. Kompetensi Kunci
Kompetensi kunci merupakan persyaratan kemampuan yang harus dimiliki
seseorang untuk mencapai unjuk kerja yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan
tugas pada unit kompetensi tertentu yang terdistribusi dalam 7 kriteria kompetensi
kunci, sebagai berikut :
a.

Mengumpulkan, menganalisa, mengorganisasikan informasi;

b.

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide;

c.

Merencanakan dan mengorganisasikan aktivitas/kegiatan;

d.

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok;

e.

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

f.

Memecahkan masalah;

g.

Menggunakan teknologi.

Masing-masing kompetensi kunci tersebut memiliki tiga kategori, yaitu (1) Tingkat
1 (melakukan kegiatan), (2) Tingkat 2 (Mengelola Kegiatan), dan (3) Tingkat 3
(Mengevaluasi dan Memodifikasi Proses). Tabel gradasi kompetensi kunci
disajikan pada Tabel 1.
Untuk memastikan bahwa kompetensi kunci terintegrasi dalam kegiatan-kegiatan
pelatihan kerja dan penilaian peserta pelatihan ataupun peserta uji kompetensi,
dapat ditanyakan tentang hal-hal di bawah ini, dengan pertanyaan bagaimana,
kapan, dengan siapa dan mengapa.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain:
a.

Bagaimanakah

informasi-informasi

yang

dikumpulkan,

dianalisis

dan

diorganisasikan?
b.

Apakah ide-ide/gagasan dan informasi yang dikomunikasikan?

c.

Apakah kegiatan-kegiatan yang direncanakan dan diorganisasikan?

d.

Siapakah orang-orang atau kelompok yang diajak bekerja sama?

e.

Bagaimanakah proses ide dan proses teknik matematika yang digunakan?

f.

Apakah permasalahan yang harus diselesaikan?

g.

Apakah teknologi dan peralatan serta bahan yang digunakan?

9

Bekerjasama dengan orang lain & kelompok Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sudah dipahami/aktivitas rutin Melaksanakan kegiatan dan membantu merumuskan tujuan Bekerjasama untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang bersifat kompleks 5. Memecahkan masalah Memecahkan masalah untuk tugas rutin di bawah pengawasan/ supervisi Memilih gagasan dan teknik bekerja yang tepat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks Memecahkan masalah untuk tugas rutin secara mandiri berdasar-kan pedoman/ panduan Memecahkan masalah yang komplek dengan menggunakan pendekatan metoda yang sistimatis 10 . menganalisis dan mengorganisasikan informasi Mengikuti pedoman yang ada dan merekam dari satu sumber informasi Mengakses dan merekam lebih dari satu sumber informasi 2. rencana. Mengkomunikasika n informasi dan ideide Menerapkan bentuk komunikasi untuk mengantisipasi kontek komunikasi sesuai jenis dan gaya berkomunikasi Menerapkan gagasan informasi dengan memilih gaya yang paling sesuai Memilih model dan bentuk yang sesuai dan memperbaiki dan mengevaluasi jenis komunikasi dari berbagai macam jenis dan gaya cara berkomunikasi 3. Mengumpulkan. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis Melaksanakan tugas-tugas yang sederhana dan telah ditetapkan Bekerjasama dalam menyelesaikan tugas yang lebih kompleks dengan menggunakan teknik dan matematis 6. 4. pengaturan.Tabel 1. Gradasi (Tingkatan) Kompetensi Kunci Kompetensi Kunci TINGKAT 1 “Melakukan Kegiatan” TINGKAT 2 “Mengelola Kegiatan” TINGKAT 3 “Mengevaluasi dan Memodifikasi Proses” Meneliti dan menyaring lebih dari satu sumber dan mengevaluasi kualitas informasi 1. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerja di bawah pengawasan atau supervisi Mengkoordinasi -kan dan mengatur proses pekerjaan dan menetapkan prioritas kerja Menggabungkan strategi. tujuan dan prioritas kerja.

memodifikasi dan mengembangkan produk barang atau jasa 9. Pengelompokan Unit-unit Kompetensi Pengelompokan unit-unit kompetensi dalam standar kompetensi suatu bidang keahlian/pekerjaan dapat dibagi ke dalam 3 kelompok. yaitu: Kelompok Kompetensi Umum/dasar. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan fasilitasi. Inti dan Khusus/Spesialisasi. Kelompok Kompetensi Khusus/Spesialisasi Kelompok kompetensi khusus mencakup unit-unit kompetensi yang dapat ditambahkan ke dalam sub bidang keahlian/pekerjaan tertentu yang memerlukan kekhususan/spesialisasi dan memerlukan kemampuan analisis yang mendalam dan terstruktur. b. menggabungkan. 11 . Misalnya Bertindak sesuai dengan Prinsip Pertanian Organik dalam melakukan kegiatan bidang pertanian organik tanaman. c. Misalnya menganalisis sejarah lahan. a. menyusun program fasilitasi. melaksanakan fasilitasi (mempersiapkan materi fasilitasi). Kelompok Kompetensi Inti Kelompok Kompetensi Inti mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan untuk mengerjakan tugas-tugas inti pada suatu bidang keahlian/ pekerjaan tertentu dan merupakan unit-unit yang wajib (compulsory) dari sub bidang keahlian/pekerjaan dimaksud dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan spesifik. dan melaksanakan jaminan mutu organik. Kelompok Kompetensi Umum/Dasar Kelompok Kompetensi Umum mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan pada hampir semua sub bidang keahlian/pekerjaan.Kompetensi Kunci 7. mengorganisasi -kan atau membuat produk barang atau jasa berdasarkan desain TINGKAT 3 “Mengevaluasi dan Memodifikasi Proses” Menggunakan teknologi untuk membuat desain/merancang. Menggunakan teknologi TINGKAT 1 “Melakukan Kegiatan” Menggunakan teknologi untuk membuat barang dan jasa yang sifatnya berulangulang pada tingkat dasar di bawah pengawasan/ supervisi TINGKAT 2 “Mengelola Kegiatan” Menggunakan teknologi untuk mengkonstruksi .

Peta Fungsi Fasilitator bidang Pertanian Organik Tanaman Bidang Kerja Utama Fungsi Kunci Fungsi Utama Pengembangan Diri Pengembangan Diri dan Interaksi Sosial Pengembangan Interaksi Sosial Persiapan Fasilitasi Pertanian Organik Sistem Pertanian Organik Penyelenggaraan Fasilitasi Pertanian organik Pengelolaan Pertanian Organik Pelaksanaan Fasilitasi Pertanian Organik Persiapan Budidaya Fungsi Dasar 1. Menganalisis Sejarah Lahan 2. Memproses Pupuk Organik 4. Misalnya melaksanakan usahatani melalui pendekatan sub sistem agribisnis. Membangun Jejaring Kerja 2. peta fungsi kompetensi meliputi pengembangan diri dan interaksi sosial. Melakukan Komunikasi Efektif 1. Mengorganisasikan Kelompok Sasaran 1. penyelenggaraan kegiatan bidang pertanian organik tanaman. Mengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi 1. Tabel 2.Unit-unit ini sebagai pelengkap dan bersifat pilihan untuk mengerjakan tugastugas spesifik pada sektor. Melaksanakan Fasilitasi (Mempersiapkan Materi Fasilitasi) 2. Mengelola Konversi Lahan 3. Melaksanakan Sistem Jaminan Mutu Organik 2. Memproses Pestisida Organik 12 . Menyusun Program Fasilitasi 1. F. Peta fungsi Fasilitator bidang Pertanian Organik Tanaman dapat dilihat pada Tabel 2. sub sektor atau bidang keahlian/pekerjaan tertentu. PETA FUNGSI FASILITATOR BIDANG PERTANIAN ORGANIK TANAMAN Berdasarkan pada lingkup dan cakupan kegiatan pertanian organik. Mengorganisasikan Pekerjaan 2.

MBA.Bidang Kerja Utama Fungsi Kunci Fungsi Utama Fungsi Dasar 1. Mengelola Pengairan Pelaksanaan Budidaya dan Penanganan Pasca Panen 3. Susunan keanggotaan masing-masing tim adalah sebagaimana tercantum pada Tabel 3. Tabel 3. Mengelola Kesuburan Tanah 2. 2. Penyakit dan Gulma Secara Organik 5. Komite SKKNI 1. Suhadi. M. Indratmo. Mengendalikan Hama.Pd 5. Mengelola Panen dan Pasca Panen G. Heri Suliyanto.Si Anggota 13 . Ir. Drs. Ir. M. Pusbangdiktan Kepala Seksi Pengembangan Standar Kompetensi Anggota BNSP Penanggung Jawab Instansi Teknis Pembina Sektor Ketua Instansi Teknis Pembina Sektor Sekretaris Instansi Teknis Pembina Sektor Anggota Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi BNSP Ket I. Pusbangdiktan Kepala Sub Bidang Kelembagaan.Pd 4. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan. Susunan Keanggotaan Komite SKKNI dan Tim Penyusun RSKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik Tanaman No Nama Jabatan di Instansi Jabatan dalam Tim Kepala Pusat Pendidikan. Panitia Teknis dan Tim Penyusun. KELOMPOK KERJA Kelompok Kerja Penyusunan SKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman antara lain meliputi: Komite SKKNI. M. Dra. Ir. Rosari HA. Mempersiapkan Benih/Bahan Tanam Organik 4. Standarisasi. Bayu Priantoko. MSc. 3.

SP 9. Diner Y. Agustina. Ir. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan. MS 7. Pusbangdiktan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang Penanggung Jawab Instansi Teknis Pembina Sektor Ketua Instansi Teknis Pembina Sektor Wakil Ketua Instansi Teknis Pembina Sektor Sekretaris Instansi Teknis Pembina Sektor Anggota Instansi Teknis Pembina Sektor Anggota Instansi Teknis Pembina Sektor Anggota Instansi Teknis Pembina Sektor Anggota Instansi Teknis Pembina Sektor Anggota Instansi Teknis Pembina Sektor Anggota Instansi Teknis Pembina Sektor Ket II. Rosari HA. Pusbangdiktan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kepala Sub Bidang Kelembagaan. M. Ir. Ir. M. SP.No Nama Jabatan di Instansi Jabatan dalam Tim Kepala Pusat Pendidikan. MP 10. Saragih.Sc 3. Dra. MSE 8. Rr. MM 4. Standarisasi. Heri Suliyanto. MBA.E. Tim Penyusun 1. Siti Noor Janah. Drh. Elvina Herdiani. Supriyadi. Sri Bintang. Anda Suhendi 14 . Ir. Ir. MSi 6. 2.Pd 5. Indratmo.

Sc 3. MM SPP Negeri Provinsi DKI Jakarta 10. Prof. Dr. Direktorat Jenderal Hortikultura. Standarisasi. Akhmad Chozhin ASAL INSTANSI Pusat Pendidikan. Ir. Tabel 4.Tidar Magelang/Praktisi Pertanian Organik MPPO Cabang Bali 8. Dr. M. Anton Muhibuddin 6. Ir. Nursamsi Universitas Gadjah Mada 5. MM Jabatan di Instansi Pusbangdiktan 12.d 23 Oktober 2010 di Hotel Jayakarta Yogyakarta yang dihadiri oleh 53 orang peserta terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut : Kementerian Pertanian. NAMA 1. Peserta Prakonvensi RSKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik Tanaman NO. Kaswanda. MSc Universitas Brawijaya Fak. Dr. Dr. M. M. MS. M. Dian Alfita Agro 14. dan stakeholder. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Ketut Kariada. Evan Royan Gapoktan Simpatik 16. Ir. Ir. Perguruan Tinggi. Prof. Service and Product Ideal 15 . Momon Rusmono. Dra.Sc 7. Ir. Prof. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. Prof. Ir. Hadi Riyanto. Ir. Diah Meidiantie. Ir. Yoserizal Pusbangdiktan Jabatan dalam Tim Anggota Anggota Ket Instansi Teknis Pembina Sektor Instansi Teknis Pembina Sektor Prakonvensi RSKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman dilaksanakan pada tanggal 21 s. Langgeng Muhono Sekditjen Hortikultura 12. Ir. Dr. Dandi Syukmadi CV. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Standarisasi. Pakar. MS Sekditjen Tanaman Pangan 15. Ir. MPd SMK Negeri 2 Subang 11. Indratmo. Ahmad Sulaiman. Pertanian Univ.No Nama 11. Dr. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Institut Pertanian Bogor 4. 2. Agus Kardinan Balittro Litbang Pertanian 13. MSc Maporina Jakarta 9. Ir. Susenaria Vemiati. Dhiyadi Supriadi PT. Sri Andajani. Ir. Daftar peserta prakonvensi seperti tertera pada Tabel 4.

Sri Bintang. Febi Andana P. Naniek Suryaningsih. Elvina Herdiani. dan Sertifikasi Profesi Pertanian 16 . MM 45. M. Ir. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Ir. Rasdi Wangsa Aliansi Organik Indonesia 22. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Dra. Standarisasi. SP. MP Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang 37.Ed 42. MSE Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian 35. Drh. Sismijati. Standarisasi.NO. MPS 44. Standarisasi. Siti Noor Janah. Ir. MS Kebunku Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Pusat Pendidikan. MSi 32. Sri Nuryati Aliansi Organik Indonesia 29. Iman Hidayat Sahani Yogyakarta 24. Ismanto Kelompok Tani Salak Organik Jogjakarta 20. Purnomo PT. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. M. Standarisasi. Standarisasi. Lessos Indonesia 27. Rr. Drh. SA. Drs. Dra. Nana Suhartana Jaker PO Jakarta 25. Standarisasi. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. SP. Sobirin Yayasan Pertanian Alternatif Nusantara 19. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Saragih. SP Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian 36. NAMA ASAL INSTANSI 17. Sri Widastuti Sahani 18. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan.Pd 39. Yoserizal 33. Ir. N. Susenaria V. Standarisasi.Ed 40. Heri Tabadepu Peka Indonesia 26. Nurwahidah 41. M. MM Pusat Pendidikan. Rosari HA. M. MM 31. Dra. Bibong Widiarti MPPO Jakarta 23. Supriyadi. Agustina. Dra. Tri Yudhi Sukartono Oryza Agro Consultant 21. Imron 30. Lily Noviani Batara MPPO Jakarta 28. Ir. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang 34. Standarisasi. Standarisasi. Bastian. Warsiman. MM 43. Anda Suhendi Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang 38. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan.E. Diner Y.

SE 50. Ir. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Institut Pertanian Bogor 11. Bayu Priantoko 5. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Ahmad Sulaiman. Sismijati. Zaenal Bachruddin. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Heri Suherman 53. M. Standarisasi. Heri Suliyanto. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. MM SPP Negeri Provinsi DKI Jakarta 17. Standarisasi. Thomas Widodo 9. SP ASAL INSTANSI Pusat Pendidikan. Agus Kardinan Balittro Litbang Pertanian 17 . Sugiyanto. Standarisasi. Prof. MBA 6. Standarisasi. MSc Maporina Jakarta 16. MSc Universitas Brawijaya Fak.Sc 3. Marianiwati. Standarisasi. Standarisasi. Ir. Ir. M. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. MPd SMK Negeri 2 Subang 18. Standarisasi. Ir. SE 49. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Standarisasi. Ir. M. Luqman Qurrata Aini.NO. Ir. Sri Tunjung P. MS 2. Jimmi RH Sinaga.Sc 7. Peserta Konvensi RSKKNI Fasilitator bidang Pertanian Organik Tanaman NO. Standarisasi. M. Prof. Standarisasi. Standarisasi. Lamhi Hutauruk. Dr. Dr. Pertanian Univ. S. Indratmo. Standarisasi. Hadi Riyanto. Dr. MS 8.Sc 14. PhD 13. Dr.Si Staf Ahli Menteri Kementerian Pertanian Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pusat Pendidikan. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Ketut Kariada. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan.Pt 48. Ir. Ir. Suheni 52. Syukur Iwantoro. Ir. Rahmad Saputra 51. Ir. Dr. NAMA 46. M. Anton Muhibuddin Universitas Brawijaya 12. Ronih. NAMA 1. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Pusat Pendidikan. Ir. Ir. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tabel 5. Gamal Nasir. Sri Andajani. Diah Meidiantie. Ir. SP 47. MS. Dr. Ir. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Prof.Ed ASAL INSTANSI 10.Tidar Magelang/Praktisi Pertanian Organik MPPO Cabang Bali 15. Lesti Nadia. Ir. MBA 4.

Heri Tabadepu Peka Indonesia 31. Sabirin Yayasan Pertanian Alternatif Nusantara 27. Ir. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Nurwahidah 45. Lilis Suharti Ditjen Hortikultura 21. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Bastian. Tri Yudhi Sukartono Oryza Agro Consultant 29. MS CV. Standarisasi.Ed 46. Dian Alfita Agro 20. N. Standarisasi.Sc 44. SP Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian 40. Drs. MM Pusat Pendidikan. Standarisasi. Standarisasi. Drh. Rosari HA. M. MM Ditjen Perkebunan 23. Saragih. MM 47. Lily Noviani Batara MPPO Jakarta 32. dan Sertifikasi Profesi Pertanian 18 . Elvina Herdiani. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. S. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Service and Product Ideal 25. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Supriyadi. Ir. Rr. Ir. Rita Mezu Ditjen Tanaman Pangan 22. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang 38. Standarisasi. Agustina.E. MM 35. Dwi Nurrochman 34. Bibong Widiarti MPPO Jakarta 30. ASAL INSTANSI 19. MSE Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian 39. Sri Widastuti Sahani 26. M. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. MP Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang 41. Ismanto Kelompok Tani Salak Organik Jogjakarta 28. M. Anda Suhendi Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang 42. Siti Noor Janah.Pd 43. SP. Dhiyadi Supriadi PT.Sos. Standarisasi. Ir. Sri Asih Harjanti. Hadi. Alam Lestari Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Pusat Pendidikan. SA. SP. Donny Budiman 48. MSi 36. Warsiman. Ir. M. Serena Kartika Ferdinandus Kebunku 33. Ir.NAMA NO. Ir. Dra. Yoserizal 37. Sri Bintang. M. Dra. Dandi Syukmadi CV. Agus Wahyu Darmayanto. Ir. Standarisasi. Yayan Royan Gapoktan Simpatik 24. Diner Y. Standarisasi.

Standarisasi. Kuswandi 72. Mustholihah 69.Pt 53. Standarisasi. Sri Tunjung P. SP. Standarisasi. MM 59. Standarisasi. Vitri Ariyanti. Benny Soryatman. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Kurniati 57. MMA 63. S. S. Jimmi RH Sinaga. Sunarso. Standarisasi. Standarisasi. Susenaria V. Yusiyem 67. Standarisasi. Marianiwati. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. MM 64. Lesti Nadia. Standarisasi. dan Sertifikasi Profesi Pertanian 19 . Arif Budi Sulistya. Standarisasi. Standarisasi. SP. Febi Andana P. Agus Sumarno 55. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Standarisasi. Heri Suherman 70. MM 51. Ronih. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Standarisasi. Standarisasi. Rahmad Saputra 66. MM 50. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. SP 71. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Standarisasi. Standarisasi. SP 58. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Dra. Standarisasi. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Mugiono ASAL INSTANSI Pusat Pendidikan. Standarisasi. Standarisasi. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Standarisasi. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Standarisasi. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. SP. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Aji Mulkan 60. SE 65. Standarisasi. Standarisasi. Agus Budi Mulyanto 62. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Muhammad Yanto. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. SP 52. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Suheni 68. SE 54.Kom 56. Standarisasi.NAMA NO. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. 49. SP. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pusat Pendidikan. Catur Nurhayati 61. Standarisasi.

20 . Nomor (1) s/d (4) berpedoman pada UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2005 yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS). diisi dengan 2 digit angka sesuai nama golongan lapangan usaha Sub golongan. merupakan uraian lebih lanjut dari kegiatan ekonomi yang tercakup dalam suatu golongan. 2. huruf kapital dari kategori lapangan usaha. Nomor (5) s/d (9) pengisiannya berdasarkan penjabaran lebih lanjut dari no (5) dan ditetapkan/dibakukan melalui Forum Konvensi antara Asosiasi Profesi. X 00 (1) (2) 00 00 00 00 00 Y 00 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) KBLI – 2005. 1 Kodifikasi X 2 00 3 00 4 00 Keterangan Kategori. Praktisi. Tabel 6. sedangkan penjelasan kodifikasi Pekerjaan/Profesi tersebut disajikan pada Tabel 5. merupakan uraian lebih lanjut dari kategori. sub sektor dan bidang yang bersangkutan. KODIFIKASI PEKERJAAN/PROFESI Pemberian kode pada suatu kualifikasi pekerjaan berdasarkan hasil kesepakatan dalam pemaketan sejumlah unit kompetensi. Praktisi dan Stakeholders pada sektor.BAB II STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR PERTANIAN BIDANG PERTANIAN ORGANIK TANAMAN A. dan Stakeholders Keterangan : 1. Pakar. Kodifikasi Pekerjaan/Profesi No. Asosiasi Profesi. merupakan uraian lebih lanjut dari golongan pokok. Golongan. Golongan Pokok. diisi dengan 1-2 digit angka sesuai nama golongan lapangan usaha. diisi dan ditetapkan dengan mengacu pada Format Kodifikasi Pekerjaan/Profesi seperti tercantum di bawah ini. Pakar. merupakan garis pokok penggolongan kegiatan ekonomi. diisi dengan 2 digit angka sesuai nama golongan pokok lapangan usaha.

mulai dari 01. Sub kelompok.Kualifikasi III. 02. Unit 21 . B.Kualifikasi II. 5 Kodifikasi 00 6 00 7 00 8 00 9 00 Keterangan Kelompok.Kualifikasi I . untuk Pemetaan SKKNI diisi dengan nomor urut versi dengan menggunakan 2 digit angka. untuk Sertifikat 4 Kualifikasi V s/d. Berdasarkan definisi tersebut. diisi dengan 1-2 digit angka sesuai nama kelompok lapangan usaha. Bagian. Kelompok Kompetensi Umum/Dasar Kelompok Kompetensi Umum/Dasar mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan pada Fasilitator Pertanian Organik Sub Bidang Tanaman. pengelompokan unit-unit kompetensi dibagi ke dalam 3 kelompok.Kualifikasi IV. keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Kompetensi PO terbagi atas 3 (tiga) kelompok kompetensi yaitu kelompok kompetensi umum. memilah lebih lanjut kegiatan yang tercakup dalam suatu sub golongan menjadi beberapa kegiatan yang lebih homogen.Tabel 5. memilah lebih lanjut kegiatan yang tercakup dalam suatu kelompok. diisi dengan 1-2 digit angka sesuai nama bagian lapangan usaha (pekerjaan / profesi/ jabatan) Kualifikasi kompetensi.IX. Kodifikasi untuk kompetensi PO dapat dilihat pada Tabel 5. untuk Sertifikat 5 s/d 9 Versi. diisi dengan 1 digit angka romawi dengan mengacu pada penjenjangan KKNI. untuk Sertifikat 2 . diisi dengan 1-2 digit angka sesuai nama sub kelompok lapangan usaha. untuk Sertifikat 3 . Kelompok Kompetensi Inti/Fungsional dan Kelompok Kompetensi Khusus/Spesialisasi. Lanjutan No. 03 dan seterusnya. PEMAKETAN UNIT KOMPETENSI Identifikasi Kompetensi PO Kompetensi PO merupakan kebulatan pengetahuan. yaitu : . kelompok kompetensi inti dan kelompok kompetensi khusus. untuk menetapkan jenjang kualifikasi kompetensi kerja dari yang terendah s/d yang tertinggi untuk masing-masing nama pekerjaan/ jabatan/profesi. memilah lebih lanjut kegian yang tercakup dalam suatu sub kelompok menjadi nama-nama pekerjaan (paket SKKNI). untuk Sertifikat 1 . yaitu Kelompok Kompetensi Umum/Dasar.

(14) Mengelola Panen dan Pasca Panen. 5. 4. 2. (12) Mempersiapkan Benih/Bahan Tanam Organik. (3) Mempersiapkan Materi Fasilitasi. Kelompok Kompetensi Inti Menganalisis Sejarah Lahan Menyusun Program Fasilitasi Mempersiapkan Materi Fasilitasi Melaksanakan Fasilitasi Mengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi Melaksanakan Sistem Jaminan Mutu Organik Mengelola Konversi Lahan * * * * * * * 22 . Tabel 7. (8) Memproses Pupuk Organik. No. (11) Mengelola Pengairan. 1. (9) Memproses Pestisida Organik. (10) Mengelola Kesuburan Tanah. (4) Melaksanakan Fasilitasi. Kelompok Kompetensi Inti/Fungsional Kelompok Kompetensi Inti/Fungsional mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan untuk mengerjakan tugas-tugas inti (fungsional).kompetensi kelompok umum/dasar meliputi: (1) Mengorganisasikan pekerjaan. Kelompok Kompetensi Khusus/Spesialisasi Kelompok kompetensi khusus/spesialisasi pada Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman tidak ada. (7) Mengelola Konversi Lahan. Kelompok Kompetensi Umum Mengorganisasikan Pekerjaan Melakukan Komunikasi Efektif Membangun Jejaring Kerja Mengorganisasikan Kelompok Sasaran * * * * II. Identifikasi kelompok Kompetensi bagi profesi Fasilitator bidang Pertanian Organik Tanaman. (3) Membangun jejaring kerja. (2) Menyusun Program Fasilitasi. (5) Mengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi. 7. 2. (13) Mengendalikan Hama. (2) Melakukan komunikasi efektif. 4. Penyakit dan Gulma Secara Organik. Unit Kompetensi Profesi Fasilitator I 1. dan merupakan unit-unit yang wajib (compulsory) untuk bidang keahlian Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. (6) Melaksanakan Sistem Jaminan Mutu Organik. 3. 6. dan (4) Mengorganisasikan kelompok sasaran. 3. Unit kompetensi inti antara lain: (1) Menganalisis Sejarah Lahan.

daftar unit kompetensi disajikan pada Tabel 6.010.003.01 Mengorganisasikan Kelompok Sasaran Kelompok Kompetensi Inti 1 TAN.01 Mengelola Konversi Lahan No Kode Unit 8 TAN.No.01 Memproses Pupuk Organik 9 TAN. Tabel 8. OT02.OT02.01 Menganalisis Sejarah Lahan 2 TAN.01 Mengorganisasikan Pekerjaan 2 TAN.01 Melaksanakan Fasilitasi 5 TAN. OT02.009.01 Melakukan Komunikasi Efektif 3 TAN. 13.002.003.001.OT02.004.OT01.007.006. 10.OT02.OT02.004.001.008.01 Membangun Jejaring Kerja 4 TAN.005.01 Mengelola Kesuburan Tanah 11 TAN.01 Mengelola Pengairan Unit Kompetensi 23 .002. No Kode Unit Unit Kompetensi Kelompok Kompetensi Umum/Dasar 1 TAN.OT01.OT01. DAFTAR UNIT KOMPETENSI Berdasarkan kodifikasi dan identifikasi kompetensi Fasilitator bidang Pertanian Organik tanaman. 9.01 Mempersiapkan Materi Fasilitasi 4 TAN.011.OT02.OT02.01 Mengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi 6 TAN. 14.01 Melaksanakan Sistem Jaminan Mutu Organik 7 TAN. Unit Kompetensi Memproses Pupuk Organik Memproses Pestisida Organik Mengelola Kesuburan Tanah Mengelola Pengairan Mempersiapkan Benih/Bahan Tanam Organik Mengendalikan Hama. Daftar Unit Kompetensi Fasilitator bidang Pertanian Organik Tanaman.OT02.OT02.01 Memproses Pestisida Organik 10 TAN. Penyakit dan Gulma Secara Organik Mengelola Panen dan Pasca Panen Profesi Fasilitator * * * * * * * C. 8.01 Menyusun Program Fasilitasi 3 TAN. 11.OT01.OT02. 12.

014.012.12 TAN.01 Mempersiapkan Benih/Bahan Tanam Organik 13 TAN.013. OT02.01 Mengendalikan Hama. OT02.01 14 TAN. Penyakit dan Gulma Secara Organik Mengelola Panen dan Pasca Panen 24 . OT02.

3. prasarana. Rencana kerja dikoordinasikan dengan organisasi mitra.D.1.3. 2. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan fasilitator pertanian organik dalam mengorganisasikan pekerjaan. 3. Merencanakan Pekerjaan 2.001. Konteks variabel: 1.3. Kebutuhan sarana. Mengkoordinasikan pekerjaan 3. Potensi dan permasalahan pengembangan Masalah pertanian organik di wilayah kerjanya dikumpulkan secara obyektif 1. 1. Rencana kerja disosialisasikan kepada kelompok sasaran 3.01 JUDUL UNIT : Mengorganisasikan Pekerjaan DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan. Standar Operasional Prosedur fasilitasi pertanian organik.3.1. Prinsip Pertanian Organik. Tata kelola kegiatan diorganisasikan dengan baik sesuai peruntukannya.1. Mengidentifikasi Potensi dan 1. dan tenaga kerja dihitung secara cermat.2. 2.OT01. 1.3. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1.2.2.2. UNIT KOMPETENSI 1.1. 25 . 1.1. BATASAN VARIABEL 1. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1. Unit ini berlaku bagi fasilitator pertanian organik dalam mengorganisasikan pekerjaan.3. Seluruh kegiatan dijadwalkan secara tepat dan sistematis. Kelompok Kompetensi Umum/Dasar KODE UNIT : TAN. Unit ini untuk pengembangan diri fasilitator pertanian organik.2. Hasil identifikasi potensi dan permasalahan dirumuskan dalam perencanaan pekerjaan 2. Setiap tahap pekerjaan direncanakan dengan matang.

Merencanakan pekerjaan. 3.3.5 Pengujian. 1.2.1.140/11/2008 Tentang Pedoman Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya Dan Penyuluh Pertanian Swasta.1.01 : Mengorganisasikan Kelompok Sasaran 1.1 TAN.1 Penentuan tempat.5. 1.004. 1.2 TAN.3. 4. 4. Permentan Nomor: 273/Kpts/OT. 1.1. Mengkoordinasikan pekerjaan.1. Mengidentifikasi potensi dan masalah.3. Alat komunikasi 2.140/12/2009 Tentang Metode Penyuluhan Pertanian. 1. 1.01 : Membangun Jejaring Kerja.2.2 Penyiapan alat dan bahan penilaian.1.1.1. 2. 3.2. Unit kompetensi yang terkait : 1. waktu dan cara penilaian.2.2.6 Pelaporan hasil pengujian.3 TAN. Komputer. PANDUAN PENILAIAN 1. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1. Permentan Nomor: 61/Permentan/OT. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : - 26 .peraturan yang diperlukan: 4.003. LCD.4.2. 1. Perlengkapan yang dibutuhkan: 2. 2.1. 4. penilaian dan penetapan kelulusan. OT01. 3. Permentan Nomor: 52/Permentan/OT. Peraturan . Tugas-tugas yang harus dilakukan: 3. Penjelasan prosedur penilaian : 1. OT01.2.2. OT01.002.4 Penetapan standar penilaian.3. Alat peraga. Alat tulis.1. 2.160/4/2007 Tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani.1.3 Penyusunan kriteria penilaian.01 : Melakukan Komunikasi Efektif 1.

4. 3.2. Perilaku organisasi.3. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1.5.1. dan mengorganisasikan informasi 3 2. Analisis SWOT. Memecahkan masalah 3 7. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. Ketepatan merumuskan potensi dan masalah. Pengetahuan yang dibutuhkan: 3. Keterampilan komunikasi. Pengembangan dan pemberdayaan kelompok sasaran. 3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4. Aspek kritis 5. Keterampilan manajerial. Kemampuan mengkoordinasikan pekerjaan.3.6. Teori kepemimpinan. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. 4. simulasi dan penugasan.2. Participatory Rural Appraisal (PRA). Menggunakan teknologi 2 27 . 4. 3. Keterampilan yang dibutuhkan: 4. 3. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 3 6. 2. Mengumpulkan. 3.1. 4.2.4. Keterampilan memotivasi. Metode penilaian dapat berupa kombinasi test tertulis.2.1. wawancara.1. menganalisa. 3. KOMPETENSI KUNCI NO. Budaya kerja. 5. 5. Kondisi penilaian: 2. 4. Keterampilan menganalisis potensi dan masalah.2.

dilakukan dengan dilakukan dengan dilakukan dengan BATASAN VARIABEL 1. Komunikasi dialogis pesan yang jelas. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan fasilitator pertanian organik dalam melakukan komunikasi efektif.3. 2.3.1. 2.3. Mengidentifikasi kelompok sasaran 1.2. Alat tulis. 2.1. karakteristik 3.2.002. Budaya kelompok sasaran dikenali. struktur dan budaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi diidentifikasi. Perlengkapan yang dibutuhkan: 2.1. Komunikasi dialogis sikap yang baik. Kelompok sasaran digolongkan sesuai dengan karakter. Konteks variabel: 1.2. Unsur-unsur komunikasi diidentifikasi. Komunikasi dialogis teknik yang benar. 28 . 1.3.1. 2. 3.3.01 JUDUL UNIT : Melakukan Komunikasi Efektif DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Mengidentifikasi komunikasi 2.2. Prinsip Pertanian Organik.4. Karakter kelompok sasaran dikenali.3.1. 1. 1. 3. Standar Operasional Prosedur fasilitasi pertanian organik. Melakukan komunikasi efektif dengan kelompok sasaran. 1. 2. 1.OT01.1. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1. 1. Media komunikasi dipilih sesuai dengan unsur-unsur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.2.2. Alat komunikasi. 3. Unit ini berlaku bagi fasilitator pertanian organik dalam melakukan komunikasi efektif. Unit ini untuk pengembangan diri fasilitator pertanian organik. Struktur kelompok sasaran dikenali.KODE UNIT : TAN. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1.

01 : Membangun Jejaring Kerja. 2. 3. 1.2. Komputer. Melakukan komunikasi efektif dengan kelompok sasaran.01 : Mengorganisasikan Kelompok Sasaran 1.3.5. 2. waktu dan cara penilaian.2.5. Kondisi penilaian: 2. TAN. 1.1.OT01.2.2. wawancara.2.OT01. 1.1. Unit kompetensi yang terkait: 1.1. Penilaian dilakukan dengan cara test tertulis.1.1.3.3. TAN.OT01. Pelaporan hasil pengujian. Alat peraga 2.3. simulasi dan penugasan. 1.1. 2. Penyusunan kriteria penilaian.4.2.6. 29 . 3. Penentuan tempat. Referensi yang mendukung. Mengidentifikasi karakteristik komunikasi. 3.1. 1.001. 1. Penetapan standar penilaian. Penjelasan prosedur penilaian: 1.4. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: 1.1. TAN.2.1. penilaian dan penetapan kelulusan. LCD. 1. 4.004.3.140/12/2009 Tentang Metode Penyuluhan Pertanian.2. Mengidentifikasi kelompok sasaran.6. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan.003.1.2. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya: - 2. PANDUAN PENILAIAN 1.01 : Mengorganisasikan Pekerjaan 1.1. Pengujian. Peraturan-peraturan yang diperlukan: Permentan Nomor: 52/Permentan/OT. Tugas-tugas yang harus dilakukan: 3. Penyiapan alat dan bahan penilaian.

Etika dalam berkomunikasi. 4. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Aspek kritis: 5. Teknik berkomunikasi.2. Menerapkan etika dalam berkomunikasi.1.4. Sosiologi. Mengumpulkan. Ketepatan mengidentifikasi kelompok sasaran 5.2.3. 5. 4. 3. Keterampilan yang dibutuhkan: 4. menganalisa. 3.3. Menggunakan teknologi 2 30 . Pengetahuan yang dibutuhkan: 3.1. Menggunakan alat komunikasi. Linguistik. 4.1. Memecahkan masalah 2 7. 5.3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4. 4.3. Melakukan komunikasi dengan bahasa yang dimengerti oleh kelompok sasaran. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6. KOMPETENSI KUNCI NO. Komunikasi Sosial.2. dan mengorganisasikan informasi 2 2. Membuat dan menggunakan alat peraga. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5.

Konteks Variabel : 1. BATASAN VARIABEL 1. 1.1.003.2. Jejaring kerja dibangun. 4. 4. Manfaat-manfaat jejaring kerja diidentifikasi untuk kepentingan bersama dengan mitra. Standar Operasional Prosedur fasilitasi pertanian organik. 1. Hasil evaluasi jejaring kerja didokumentasikan sebagai bahan laporan.2. Menyamakan pemahaman tentang aspek-aspek jejaring kerja kepada mitra 3. Mengevaluasi jejaring kerja Aspek-aspek yang diperlukan dan mempengaruhi jejaring kerja dipelajari dan diidentifikasi. Perlengkapan yang dibutuhkan dalam melaksanakan jejaring kerja meliputi: 2. 2. Alat tulis. 2.01 JUDUL UNIT : Membangun Jejaring Kerja DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. OT01. Unit ini berlaku bagi fasilitator pertanian organik dalam membangun jejaring kerja.1. 1.3.3. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1. Membangun dengan mitra jejaring 2. ELEMEN KOMPETENSI 1. Umpan balik jejaring kerja dikompilasikan.2. Tahapan pembentukan jejaring direncanakan sesuai kesepakatan. 4.1. 2. kerja 4. 1. 3. 31 . ketrampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan fasilitator pertanian organik dalam membangun jejaring kerja.3.KODE UNIT : TAN.2. Mengidentifikasi jejaring kerja KRITERIA UNJUK KERJA aspek-aspek 1. Efek dan dampak dari pelaksanaan jejaring kerja dievaluasi untuk pengembangan ke depan. Aspek-aspek yang mempengaruhi jejaring kerja disosialisaikan kepada mitra.2. Unit ini untuk pengembangan diri fasilitator pertanian organik.1. Prinsip Pertanian Organik. kerja 3.1.3. Capaian pemahaman tentang aspek-aspek jejaring kerja kepada mitra disepakati.1.1.

2.01 : Melakukan Komunikasi Efektif 1.OT01. Unit kompetensi yang terkait : 1.OT01.6. 1.002.01 : Mengorganisasikan Kelompok Sasaran 1.2.1. 3. Mengidentifikasi unsur jejaring kerja.1.OT01.1. Melaksanakan jejaring kerja dengan mitra.1. PANDUAN PENILAIAN 1.1. penilaian dan penetapan kelulusan.140/11/2008 Tentang Pedoman Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya dan Penyuluh Pertanian Swasta.1. 3. TAN. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: 1. 2.2.1.2. 1. simulasi dan penugasan.4. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. wawancara.1. Penyiapan alat dan bahan penilaian. 1.2. Penilaian dilakukan dengan cara test tertulis.01 : Mengorganisasikan Pekerjaan 1.2.1.2. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : - 2. 32 . TAN. Penetapan standar penilaian. TAN.2.1.2. Kondisi penilaian: 2.5. Penjelasan prosedur penilaian: 1. Permentan Nomor: 273/Kpts/OT. Alat komunikasi.peraturan yang diperlukan: 4.004. Mengevaluasi pelaksanaan jejaring kerja.1.2.3. Permentan Nomor: 61/Permentan/OT.001.2. waktu dan cara penilaian. 4. Pelaporan hasil pengujian. Penyusunan kriteria penilaian.3.1.160/4/2007 Tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani. Tugas-tugas yang harus dilaksanakan: 3. Pengujian. Peraturan . Penentuan tempat. 4. 1.3. 1.3. 3. 1.

4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5. menganalisa. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4. Kemampuan berkomunikasi. Teori Organisasi 3. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 3 3. Menggunakan teknologi 2 33 .1.1. Memecahkan masalah 3 7. dan mengorganisasikan informasi 3 2.3. Keterampilan yang dibutuhkan: 4. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6. Aspek kritis: 5. 4. Kemampuan membangun kepercayaan 5. Prinsip-prinsip jejaring kerja. Kemampuan mengelola konflik. Kemampuan membangun kepercayaan.2.2.3. Kemampuan mengelola konflik.2. KOMPETENSI KUNCI NO. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1.3.1. Pengetahuan yang dibutuhkan: 3. Teori Perilaku Organisasi 3. 5.3. 4. Kemampuan berkomunikasi. Mengumpulkan. 5.

1. Prinsip Pertanian Organik. sosial dan budaya dianalisis untuk menentukan karakteristik kelompok sasaran. 4.1. 3. 1.1. 3.2. Menyusun tujuan dan sasaran kelompok serta cara pencapaiannya 3. Kepengurusan kelompok ditetapkan secara partisipatif.01 JUDUL UNIT : Mengorganisasikan Kelompok Sasaran DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan. Potensi dan kondisi ekonomi. Hasil evaluasi pekerjaan didokumentasikan secara sistematis.2. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan Fasilitator Pertanian Organik dalam mengorganisasikan kelompok sasaran. 4. ekonomi dan tipikal kelompok sasaran 1. Cara mencapai tujuan dan sasaran kelompok ditetapkan secara partisipatif.1.2. 3.3. Menemukenali aspek sosial budaya. 2. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1.3. Tujuan dan sasaran kelompok ditetapkan secara parsitipatif.004. Membangun kelembagaan 2.1.2. 34 . Potensi dan kondisi ekonomi. sosial. dan budaya diidentifikasi bersama-sama kelompok sasaran. Mengevaluasi pengorganisasian kelompok sasaran 4.3. BATASAN VARIABEL 1. 2.2. Kelompok sebagai wadah pemberdayaan masyarakat ditumbuhkembangkan. Tujuan dan sasaran kelompok disusun sesuai kebutuhan kelompok sasaran. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan digunakan untuk perbaikan berkelanjutan.3.1.KODE UNIT : TAN. 2. Pengorganisasian kelompok dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Pelaksanaan pekerjaan dievaluasi dengan tepat. 1. Unit ini untuk pengembangan diri fasilitator pertanian organik. 1. Konteks variabel: 1. Unit ini berlaku bagi fasilitator pertanian organik dalam mengorganisasikan kelompok sasaran.3.OT01. 4. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1.

2.3.5.2. penilaian dan penetapan kelulusan. 2.4. Standar Operasional Prosedur fasilitasi pertanian organik. dan budaya kelompok sasaran.3. Peraturan-peraturan yang diperlukan: Permentan Nomor 273/Kpts/OT.4. Alat komputasi.OT01.01 : Melakukan Komunikasi Efektif 1. TAN. Data sosial.3.2. ekonomi dan tepikal kelompok sasaran. 1.1. 1.2.1.1. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : - 35 . Perlengkapan yang dibutuhkan: 2. 4. Mengevaluasi pengorganisasian kelompok sasaran.OT01.2. Menemukenali aspek sosial budaya. 1.01 : Membangun Jejaring Kerja.1.1. Penentuan standar penilaian.001.160/4/2007 Tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani.1.1.3. Referensi yang mendukung. Tugas-tugas yang harus dilakukan: 3. Penentuan tempat.1. Unit kompetensi yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah 1.1. 2. 2.1. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: 1. ekonomi.002.003.1. Penyiapan alat dan bahan penilaian. Membangun kelembagaan 3.4.OT01.01 : Mengorganisasikan Pekerjaan 1.3.2.1. waktu dan cara penilaian. Menyusun tujuan dan sasaran kelompok.2. TAN. PANDUAN PENILAIAN 1. Pengujian. Data potensi wilayah.2. 1. Pelaporan hasil pengujian. 2. Alat tulis.6. 1.3. 3.2. 3.5. 3. Penyusunan kriteria penilaian.2. 1. 1. TAN. Penjelasan prosedur penilaian 1.

Mengumpulkan. simulasi dan penugasan.1. Memecahkan masalah 3 7. 5. Participatory Rural Appraisal (PRA) 3. Prinsip-prinsip manajemen kelompok. 4. Penilaian dilakukan dengan cara test tertulis. Pengetahuan yang dibutuhkan: 3.2. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5. Perilaku organisasi. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4.2. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6.1. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Menggunakan teknologi 2 36 . KOMPETENSI KUNCI NO. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan.3. Aspek kritis Kemampuan melaksanakan Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk menemukenali aspek sosial budaya. Keterampilan memotivasi. dan mengorganisasikan informasi 3 2. Keterampilan memfasilitasi. 4.4. 3.3.2. ekonomi dan tipikal kelompok sasaran.1. 3. menganalisa. Keterampilan berkomunikasi. Keterampilan yang dibutuhkan: 4. 3. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 3 3. 2.2. Pengembangan dan pemberdayaan kelompok. 4. wawancara. Kondisi penilaian : 2.

1.2. Data hasil pengelompokkan dianalisis berdasarkan standar yang diacu.3.3 Daftar pertanyaan identifikasi disiapkan. 1. Unit ini berlaku bagi fasilitator pertanian organik dalam menganalisis sejarah lahan. Data hasil verifikasi dikelompokkan berdasarkan jenis data.3.01 JUDUL UNIT : Menganalisis Sejarah Lahan DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. Unit ini untuk persiapan fasilitasi pertanian organik.2. Alat komputasi. 3.1. 1.1. 2. 37 . 2. Konteks variabel : 1.001. Prinsip Pertanian Organik. BATASAN VARIABEL 1. 2.2.2 3. Data yang terkumpul diverifikasi sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Mengidentifikasi lahan. Identifikasi responden dilakukan.1.3. Responden ditetapkan berdasarkan hasil identifikasi Data tentang sejarah penggunaan lahan dikumpulkan dari responden terpilih.OT02. Alat tulis. 2. 2. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1.2. 1.2.3.1 3. 1. Kriteria responden untuk pengumpulan data. keterampilan dan sikap yang diperlukan dalam menganalisis sejarah lahan ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan status lahan. 3.1. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2. Kelompok Kompetensi Inti KODE UNIT : TAN. Mengumpulkan data 2. Standar minimal kriteria lahan organik.3.1. Status lahan ditetapkan berdasarkan hasil analisis.3. KRITERIA UNJUK KERJA sejarah 1.

1.OT02. Penilaian dilakukan dengan cara wawancara dan penugasan.3.2. Penentuan standar penilaian. Referensi yang mendukung.OT02.5.2.2.3. 4. 1. Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.007. Menetapkan status lahan.6.005.1.4.001.1.1.1.tugas yang harus dilakukan : 3.1.1. Pengujian.01 : Mengelola Konversi Lahan 1. TAN.1.1.2. 3. Klasifikasi data. TAN. TAN. Penyiapan alat dan bahan penilaian. Peta lahan. Penentuan tempat. 2. 1.1. soil test kit. 38 .2. 1. 1.OT01. 1. 3. 1.1. waktu dan cara penilaian. 3.1. Alat ukur (altimeter.2. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4. GPS. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3. Penyusunan kriteria penilaian. 1. Kondisi Penilaian : 2. Pelaporan hasil pengujian. 2. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya 1. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1.3. Penjelasan prosedur penilaian 1.01 : Melaksanakan Sistem Jaminan Mutu Organik 2. 2. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan.5.3.01 : Mengorganisasikan Pekerjaan 1. Unit kompetensi yang terkait : 1. penilaian dan penetapan kelulusan.2. Tugas .1. Mengidentifikasi sejarah lahan. 2. PANDUAN PENILAIAN 1. dan lain-lain).2.4. 4. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik.

Manajemen lahan. Statistika.3. Mengolah dan menganalisis data. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 3 6. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. Aspek kritis : 5. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. 4. 5.2. 3. 4. Keterampilan yang dibutuhkan : 4.3. KOMPETENSI KUNCI NO.2.3.1 Memilih dan menggunakan instrumen identifikasi sejarah lahan. 5.1. Melakukan wawancara. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4. 4. Memecahkan masalah 3 7. Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2. Menggunakan teknologi 3 39 . Menyiapkan dan menggunakan instrumen.2 Menganalisis hasil identifikasi sejarah lahan.

2 Alat komputasi.1. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2.1. 40 . Rencana program fasilitasi yang tersusun didiskusikan dengan pihak terkait.2. 1. BATASAN VARIABEL 1.1.3. 2.3 Standar minimal kriteria lahan organik.2. 1.2 Kriteria responden untuk pengumpulan data.2.3.002. Konteks variabel : 1. 1.3. Usaha pertanian organik yang potensial ditetapkan sesuai dengan potensi wilayah.OT02. Menyusun rencana program fasilitasi 2.1 Alat tulis. Informasi potensi usaha pertanian organik diidentfikasi. 3. 3. keterampilan dan sikap kerja Fasilitator Pertanian Organik dalam menyusun program fasilitasi kelompok sasaran ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1.3. Rencana program fasilitasi disusun berdasarkan prioritas kebutuhan sasaran. 2.01 JUDUL UNIT : Menyusun Program Fasilitasi DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. Menetapkan program fasilitasi 3. Sumber daya yang dibutuhkan untuk program fasilitasi diidentifikasi spesifikasinya dan jumlahnya 2. 1. 2. Menetapkan usaha pertanian organik yang potensial 1. Unit ini berlaku bagi Fasilitator Pertanian Organik dalam menyusun program fasilitasi pertanian organik. Sasaran fasilitasi ditetapkan berdasarkan potensi wilayah dan karakteristiknya.1 Prinsip Pertanian Organik. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 2. 1.2. Unit ini untuk persiapan fasilitasi pertanian organik.3. Rencana program fasilitasi pertanian organik ditetapkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.KODE UNIT : TAN.

001.2. Kondisi Penilaian : 2. 4. Penjelasan prosedur penilaian 1.OT01. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1.6. 1.5. Mengidentifikasi usaha pertanian organik. TAN.4.3. wawancara.3.OT02.1.3 3.2. Tugas –tugas yang harus dilakukan : 3.OT01.3. 2.2.140/10/2010 tentang Penerapan Sistem Jaminan Mutu. SNI 6729-2010 tentang Sistem Pangan Organik.002.2.01 : Mengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi 1.1. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.1. Penyiapan alat dan bahan penilaian.1. Permentan Nomor: 52/Permentan/OT.01 : Mengorganisasikan Pekerjaan 1. Permentan No. TAN.3.005.1. Penentuan tempat. penilaian dan penetapan kelulusan. PANDUAN PENILAIAN 1. 1.01 : Melakukan Komunikasi Efektif 2. TAN.2. 3.1.2. 20/Permentan/OT. Unit kompetensi yang terkait : 1.1.1. Penyusunan kriteria penilaian. Penetapan standar penilaian.2.004.1. 41 . TAN. Menyusun program fasilitasi.1. 1.01 : Melaksanakan Fasilitasi 1. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya 1. 1. waktu dan cara penilaian.2.140/12/2009 Tentang Metode Penyuluhan Pertanian 4.1. Pengujian. Permentan Nomor: 273/Kpts/OT.1.3.OT02.2. Referensi yang mendukung. Penilaian dilakukan dengan cara tes tertulis. Pelaporan hasil pengujian. dan simulasi. 1.4.2. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan.1. 1. 4.160/4/2007 Tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani. 4.

KOMPETENSI KUNCI NO. Mengolah data dan menyimpulkan. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3. Mengumpulkan dan menyajikan data. Menyusun program fasilitasi.1. Aspek kritis 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2. 4. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 3 3. 5.3.3. Membaca informasi hasil identifikasi. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 3 6.2.1. Mengumpulkan. Memecahkan masalah 2 7.1. 4. Statistika 4. Menggunakan teknologi 1 42 . Keterampilan yang dibutuhkan 5. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5. 4.2.2. Menyusun program fasilitasi. Komunikasi 3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4.

Menyusun materi fasilitasi 2. 2. Ujicoba metoda fasilitasi yang digunakan dievaluasi efektivitasnya. Metode fasiitasi ditetapkan berdasar pada hasil evaluasi.1. Metoda fasilitasi dipilih dan ditetapkan berdasarkan sasaran dan materi. Hasil identifikasi masalah dikelompokkan berdasarkan skala prioritas pemecahan masalah. Alat dan bahan materi fasilitasi disiapkan sesuai kebutuhan. 3. 3. 2. Mengidentifikasi masalah pada sasaran 1. 1.003. Alat dan bahan pembuatan media disiapkan. 3.KODE UNIT : TAN.OT02. Prinsip Pertanian Organik. 4. 3. Standar minimal kriteria lahan organik. Materi fasilitasi disusun berdasarkan kelompok masalah.2. keterampilan dan sikap kerja Fasilitator Pertanian dalam melaksanakan mempersiapkan materi fasilitasi tanaman organik.1.3. 4. 1. 1.2. 4. 1. Menguji coba metoda fasilitasi 4. 4. 1. Konteks variabel : 1. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Metoda fasilitasi diujicoba sesuai kebutuhan. 43 . Standar Operasional Prosedur fasilitasi pertanian organik. 4. 2.1.3.1.2. BATASAN VARIABEL 1. Membuat media fasilitasi 3. Media fasilitasi dibuat dengan tepat.3. Masalah diidentifikasi berdasarkan informasi sasaran.2.3. Unit ini untuk pelaksanaan fasilitasi.3. Media fasilitasi dipilih dan ditetapkan berdasarkan materi. 1. Unit ini berlaku untuk fasilitator pertanian organik dalam melaksanakan fasilitasi.1.01 JUDUL UNIT : Mempersiapkan Materi Fasilitasi DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1.3.

1.2.4.4. TAN.1. Penjelasan prosedur penilaian 1. waktu dan cara penilaian. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik. Alat tulis.1.1.3. Menyusun materi fasilitasi.5.01 : Memproses Pestisida Organik 1.1.4.1. penilaian dan penetapan kelulusan.2.1. Penetapan standar penilaian. OT02. TAN.2. Penyiapan alat dan bahan penilaian. 1. 3.2. OT02.160/4/2007 Tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani.2.01 : Memproses Pupuk Organik 1.4. Unit kompetensi yang terkait : 1.010.3. Mengidentifikasi masalah pada sasaran.1.5.6. Permentan Nomor: 273/Kpts/OT. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2. TAN. 3. 4.3. PANDUAN PENILAIAN 1. OT02. Permentan No. Membuat media fasilitasi. Penentuan tempat.011.1.3. 1. 1. 4.1.2. 3. TAN.140/10/2010 tentang Penerapan Sistem Jaminan Mutu.2. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1.2. 20/Permentan/OT. Pelaporan hasil pengujian. Permentan Nomor: 52/Permentan/OT.1.01 : Mengelola Pengairan 1.2. Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3. 4. OT02. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4. Alat peraga.2. Pengujian. Penyusunan kriteria penilaian. 3. 2. 4.007. Menguji coba metoda fasilitasi.009.2. 1.140/12/2009 Tentang Metode Penyuluhan Pertanian.01 : Mengelola Konversi Lahan 1.1. 1. OT02.01 : Mengelola Kesuburan Tanah 44 . 2. 1.008.3. Referensi yang mendukung. TAN.2.

Media fasilitasi untuk pertanian organik. TAN.1. Membuat media fasilitasi.2.2. OT02. TAN.3.7. OT01. wawancara. Memilih dan menetapkan metoda fasilitasi. Aspek kritis 5.013. 4.2.002. 4.01 : Mempersiapkan Benih/Bahan Tanam Organik 1.014. Teknik komunikasi.012. 3. Memilih dan menetapkan media fasilitasi.01 : Melakukan Komunikasi Efektif 1. TAN. OT02.01 : Mengorganisasikan Pekerjaan 1.3.3. simulasi dan unjuk kerja. TAN.01 : Melaksanakan Sistem Jaminan Mutu Organik 2.2. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. 5. OT02.006. Keterampilan yang dibutuhkan : 4.01 : Mengendalikan Hama. 2. 4.3. OT01. Penilaian dilakukan di Tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. Kondisi Penilaian : 2. Penyakit dan Gulma Secara Organik 1. 5.001.2.01 : Mengelola Panen dan Pasca Panen 1.1.1. Metode dan teknik fasilitasi. 3.6.2. 3.3.1. Penilaian dapat dilakukan dengan cara tes tertulis. Substansi pertanian organik.8.3.1.2. TAN. Melakukan dinamika kelompok. OT02.2. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : 1. 45 .3. TAN.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 46 . KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.KOMPETENSI KUNCI NO.

keterampilan dan sikap kerja Fasilitator Pertanian dalam melaksanakan fasilitasi pertanian organik ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Prinsip Pertanian Organik. 1.3. Menyiapkan kegiatan fasilitasi 2. Unit ini untuk pelaksanaan fasilitasi. 2.OT02.3.1.2. Sumber daya fasilitasi diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan.1.1. Menyiapkan sasaran fasilitasi 1. 1. Konteks variabel : 1.3.3.1. Rekaman kegiatan fasilitasi dibuat dengan menggunakan format dan prosedur yang ditetapkan.2. 1. Alat tulis. Unit ini berlaku untuk fasilitator pertanian organik dalam melaksanakan fasilitasi. 1.2. Standar Operasional Prosedur fasilitasi pertanian organik. Hasil identifikasi sumber daya untuk fasilitasi dikelompokkan berdasarkan jenis dan spesifikasinya 2.3. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk kegiatan fasilitasi 3.1.004. dan metode yang tepat 3. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan : 1.3. Standar minimal kriteria lahan organik. 1. BATASAN VARIABEL 1. Memberikan fasilitasi 3.2.KODE UNIT : TAN. 2. Fasilitasi kepada sasaran dilakukan dengan menggunakan media.1. 47 . 2.2. Hasil identifikasi petani atau sasaran fasilitasi dikelompokkan berdasarkan kelompok masalah.01 JUDUL UNIT : Melaksanakan Fasilitasi DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Sasaran fasilitasi didentifikasi dengan menggunakan prosedur yang ditetapkan.

Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4. Penentuan tempat.OT02.OT02.4. PANDUAN PENILAIAN 1.01 : Mengelola Kesuburan Tanah 1. Pelaporan hasil pengujian. 4.013. TAN.OT02. 1.OT02.4.2.8. TAN.OT02. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1. 1.140/10/2010 tentang Penerapan Sistem Jaminan Mutu.2.01 : Memproses Pupuk Organik 1.1.01 : Mengelola Panen dan Pasca Panen 48 . 2.1.3. 1.1. 3.1. 3.009. 4. 4.012.OT02. TAN.6.010.01 : Mengelola Pengairan 1.3. Referensi yang mendukung.2.1. 1.1. Memberikan fasilitasi. Permentan Nomor: 52/Permentan/OT. Penetapan standar penilaian. Permentan Nomor: 273/Kpts/OT.3.1. Penyusunan kriteria penilaian.01 : Mengelola Konversi Lahan 1. Alat peraga.01 : Memproses Pestisida Organik 1. penilaian dan penetapan kelulusan.3.5.008.011. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik.2.2. 1.01 : Mempersiapkan Benih/Bahan Tanam Organik 1. TAN. Unit kompetensi yang terkait : 1.2.1. TAN.01 : Mengendalikan Hama.2.6.2. 20/Permentan/OT.4.1. 3.1.2.2.014. TAN.2. Permentan No.160/4/2007 Tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani.OT02.2. Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3.5.7. 4. 1.OT02.1. Penyiapan alat dan bahan penilaian. TAN.2. Pengujian.2.2.007. waktu dan cara penilaian.3.140/12/2009 Tentang Metode Penyuluhan Pertanian. Menyiapkan kegiatan fasilitasi. Penyakit dan Gulma Secara Organik 1. TAN. Menyiapkan sasaran fasilitasi. Penjelasan prosedur penilaian 1.

2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 49 . Melakukan dinamika kelompok.3. 5.3. wawancara.5. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Memilih dan menetapkan media fasilitasi.006.OT02. Keterampilan yang dibutuhkan 4. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : 1. Penilaian dapat dilakukan dengan cara tes tertulis.01 : Mengorganisasikan Pekerjaan 1.01 : Melakukan Komunikasi Efektif 1.4.1. TAN.3.2. Substansi pertanian organik. Membuat media fasilitasi. simulasi dan unjuk kerja. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. KOMPETENSI KUNCI NO.4.2. 4.OT01. 3. 3. Teknik komunikasi 5. 3.3.002. Metode dan teknik fasilitasi. Penilaian dilakukan di Tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan.001. TAN. 2. Aspek kritis 5.3.3. Media fasilitasi untuk pertanian organik 4. TAN. Kondisi Penilaian 2.1.01 : Melaksanakan Sistem Jaminan Mutu Organik 2.OT01.6.3.1. Memilih dan menetapkan metoda fasilitasi.

2.3. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1.3. Evaluasi dilaksanakan dengan metode. keterampilan dan sikap kerja Fasilitator Pertanian Organik dalam melaksanakan evaluasi pelaksanaan Fasilitasi Pertanian Organik.3. Faktor kunci keberhasilan tujuan fasilitasi ditetapkan. Indikator ditetapkan berdasarkan tujuan fasilitasi. Unit ini berlaku bagi Fasilitator Pertanian Organik dalam mengevaluasi pelaksanaan kegiatan fasilitasi pertanian organik. Metode evaluasi dipilih berdasarkan jenis evaluasi.OT02. Sasaran evaluasi sebagai sumber informasi ditetapkan 1. 50 .2. indikator dan instrumen yang telah ditetapkan 3. Kriteria responden untuk pengumpulan data.2.1.005. Menganalisis hasil evaluasi 3.3.3. BATASAN VARIABEL 1. 1.1. 3.1.3.3. Merencanakan evaluasi 1. Data hasil evaluasi diolah dan dianalisis.2. Prinsip Pertanian Organik. Melakukan evaluasi 2. 1. Instrumen evaluasi disusun dengan tepat.KODE UNIT : TAN. Unit ini untuk tentang pelaksanaan fasilitasi. 3.4. Evaluasi dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditetapkan 2.01 JUDUL UNIT : Mengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan tujuan fasilitasi dianalisis. 1.4. Konteks variabel 1. Rencana tindak lanjut hasil evaluasi dirumuskan. 1. 1.1. 2.1. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1. Standar minimal kriteria fasilitasi pertanian organik.2. 3.

6.1.1. Alat komputasi.1. 1. Penentuan tempat.3.2. 1. penilaian dan penetapan kelulusan.1.3. 3. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1.006.002. 2. Merencanakan evaluasi.140/10/2010 tentang Penerapan Sistem Jaminan Mutu. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.01 : Melaksanakan Fasilitasi 1.140/12/2009 Tentang Metode Penyuluhan Pertanian.1. TAN. 4. OT02. Permentan No. Unit kompetensi yang terkait : 1. OT02.160/4/2007 Tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani.1. Penyiapan alat dan bahan penilaian. 1.2.2. TAN.2.2.004.01 : Melaksanakan Sistem Jaminan Mutu Organik 51 . Permentan Nomor: 273/Kpts/OT. 1.01 : Menyusun Program Fasilitasi 1. 2.1. 1. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : 1.1. Penetapan standar penilaian.2. 20/Permentan/OT. 4. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik.3. 1. Tugas -tugas yang harus dilakukan : 3. Pelaporan hasil pengujian. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2. Penetapan kriteria penilaian. 1.5. Menganalisis hasil evaluasi.1.2.1. Penjelasan prosedur penilaian 1. Pengujian. 4. Permentan Nomor: 52/Permentan/OT. PANDUAN PENILAIAN 1.3. waktu dan cara penilaian. 4. TAN. OT02. 3.1.4.4. Alat tulis. Referensi yang mendukung.2.3. Melakukan evaluasi 3.2.3.1.

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan fasilitasi. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2.2. Keterampilan yang dibutuhkan : 4. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3. 3. KOMPETENSI KUNCI NO. 4. 2. 3. 1. 1. Kondisi Penilaian : 2. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. Menyusun instrumen evaluasi. Penilaian dilakukan dengan cara wawancara dan portofolio. Menggunakan teknologi 2 52 . Aspek kritis Mengidentifikasi dan menganalisis faktor penyebab masalah. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6. 2. Memecahkan masalah 3 7.1. Mengumpulkan. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4. Aplikasi komputer. 5. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. 4. 2. Teknik analisis data. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5.2.

Elemen Standar Mutu Pangan Organik dipilih yang relevan dengan unit usaha. instruksi kerja dan format untuk sistem jaminan mutu standar pangan organik disiapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. 1. 1.1.3. 1. 2. Data pelaksanaan sistem mutu organik direkam berdasarkan ketentuan sistem mutu 2. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 53 . 3. 3. Kontek variabel 1.01 JUDUL UNIT : Melaksanakan Sistem Jaminan Mutu Organik DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan.1.2. Unit ini berlaku untuk fasilitator pertanian organik dalam melaksanakan sistem jaminan mutu organik.3. Melakukan persiapan sertifikasi tanaman organik. prosedur. 1.2.2. Unit ini untuk persiapan budidaya. Rekaman data didokumentasikan.3. Elemen Standar Pangan Organik terpilih disiapkan aspek legalitasnya untuk dapat dilaksanakan. Membuat dokumen sistem mutu organik.OT02. 2. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan fasilitator pertanian organik dalam melaksanakan sistem jaminan mutu standar pangan organik ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. 3.2.1. Menggunakan elemen standar pangan organik.3.KODE UNIT : TAN.1. BATASAN VARIABEL 1. Kebijakan mutu.006. Bahan sertifikasi tanaman organik disiapkan Audit internal dilakukan terhadap proses budidaya yang dilaksanakan Dokumen permohonan sertifikasi disiapkan secara lengkap dan benar. Elemen Standar Mutu Pangan Organik yang berlaku dan relevan diidentifikasi sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan 1. 2.

1.3. waktu dan cara penilaian.2.2.010. TAN.3.4.140/8/2007 Tentang Pelaksanaan Sistem Standardisasi Nasional Di Bidang Pertanian. Alat tulis 3.1.2.01 : Menganalisis Sejarah Lahan 1. Prinsip Pertanian Organik 1.1. TAN.1.008.6.1. Melakukan persiapan sertifikasi tanaman organik.OT02.OT02.2.3. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.3.2. Permentan Nomor 58/Permentan/OT. Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3.01 : Memproses Pupuk Organik 1.009. TAN. 1.007. Menggunakan elemen standar pangan organik yang relevan. Permentan Nomor 20/Permentan/OT.140/2/2010 Tentang Sistem Jaminan Mutu Pangan Hasil Pertanian. TAN. Penyusunan kriteria penilaian.4. 4.2. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1. Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik. Standar minimal kriteria sertifikasi organik 2.7. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2.3. Membuat dokumen sistem mutu organik.OT02.1. TAN. 4.2.011. Penentuan tempat.1.01 : Mempersiapkan Benih/Bahan Tanam Organik 54 . Penjelasan prosedur pengujian 1. Unit kompetensi yang terkait : 1.1. Dokumentasi Sistem Mutu 2.01 : Memproses Pestisida Organik 1. Persyaratan Sertifikasi Organik 2.2.OT02.2. PANDUAN PENILAIAN 1.5.1. 3. 1.01 : Mengelola Pengairan 1.2.2.2.2. 1. 4.OT02.1.01 : Mengelola Kesuburan Tanah 1.012. 4. 3.OT02.3. TAN.OT02.001.3.1. TAN.01 : Mengelola Konversi Lahan 1. Penyiapan alat dan bahan penilaian.2.

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5. 3. Persyaratan sistem sertifikasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. OT02. 4.9. tertulis. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2. 4. Kemampuan melaksanakan audit internal dan tindakan perbaikan. Mengumpulkan. 5. Menggunakan teknologi 3 55 .1. demonstrasi/praktek.OT02. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. Memecahkan masalah 3 7. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6.1.014. 2. Melaksanakan dokumentasi sistem mutu.1.3. 3.2.2. Keterampilan yang dibutuhkan : 4.3. Penilaian dilakukan dengan cara lisan. Melaksanakan audit internal.3.013. Kemampuan untuk identifikasi elemen standar dan persyaratan sertifikasi.2. Aspek kritis 5.01 : Mengendalikan Hama.2. Persyaratan standar organik. TAN.01 : Mengelola Panen dan Pasca Panen 1. Kondisi penilaian : 2.1.2.8. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3. 5. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Unit yang harus dikuasai sebelumnya : 2. TAN. 5. 4.2. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4. Kemampuan mendokumentasikan sistem mutu organik. KOMPETENSI KUNCI NO.1. Penyakit dan Gulma Secara Organik 1. Melaksanakan sistem budidaya dan pascapanen sesuai standar organik.

1. 1. 2.01 JUDUL UNIT : Mengelola Konversi Lahan DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan. 2.1 Kriteria dan syarat konversi lahan dijelaskan lahan dengan benar berdasarkan komoditasnya. 2. Awal penetapan konversi lahan dan jenis tindakan budidaya selama periode konversi didokumentasikan.1. Prinsip Pertanian Organik 1. 2. Menetapkan periode konversi. Data sejarah lahan.2.2 Tanaman yang akan dibudidayakan diidentifikasi. 3. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk mengelola konversi lahan ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1.3. 1.3.3. BATASAN VARIABEL 1. 56 . 2. Unit ini untuk persiapan budidaya.2. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1.1. Menetapkan periode konversi 1.2.2.KODE UNIT : TAN.1.007. Semua tindakan budidaya dilaksanakan sesuai dengan prinsip organik. 1.3. Standar minimal kriteria lahan organik 2. Unit ini berlaku dalam menangani konversi lahan. Menetapkan tindakan konversi lahan 2.1. Menetapkan tindakan konversi lahan.3. Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3. Referensi yang mendukung. 3.OT02. Konteks variabel : 1.1.2. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2.3 Periode konversi lahan ditentukan berdasarkan sejarah lahan dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Formulir pencatatan periode konversi dan tindakan budidaya. Periode konversi lahan dilaksanakan secara kontinyu.

2. 1.2. Penyiapan alat dan bahan penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara lisan. 57 .1. 1.1. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. Kondisi penilaian : 2.1.2. Memantau proses konversi lahan 5.2.1. PANDUAN PENILAIAN 1. 1. Teknik konversi lahan 3. 1.1.3.6. 3.1.5. Penjelasan prosedur penilaian 1. Pelaporan hasil pengujian.1. Undang-undang (UU) Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.01 : Menganalisis Sejarah Lahan 1. Keterampilan yang dibutuhkan : 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut: 3.1. penilaian dan penetapan kelulusan.001. tes tertulis.OT02. TAN. Kemampuan untuk mengenal sejarah lahan. Unit kompetensi yang terkait: 1.1. Penentuan tempat.2. Aspek kritis : 5. 1.1.2.4. Budidaya pertanian organik 4.1. Penentuan standar penilaian. Batas minimal periode konversi 4. simulasi dan unjuk kerja. 5. Pengujian. 1. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya: - 2.1. waktu dan cara penilaian. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4. Kemampuan untuk mencegah terjadinya pencemaran oleh bahan/input terlarang pada lahan yang sedang dikonversi. Penyusunan kriteria penilaian.3.4.2.1.1. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik.2. 4. 2.

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5. Memecahkan masalah 3 7.KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4. Menggunakan teknologi 2 58 . Mengumpulkan. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 1 2.

2. 1. Sarana pembuatan pupuk organik. 2. Standar minimal kriteria pupuk organik. Pupuk organik yang dibuat.2.1. 2.5.3. 2. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam memproses pupuk organik ELEMEN KOMPETENSI 1.KODE UNIT : TAN. Jenis pupuk organik diidentifikasi dengan benar Karakteristik pupuk organik dideskripsikan dengan benar Bahan baku pupuk organik dideskripsikan dengan benar. Formulir pencatatan pupuk organik.4.3.3.1. Kontek variabel : 1.1. 1. dikemas dan disimpan dengan benar. Pembuatan pupuk organik dicatat/direkam dan didokumentasikan BATASAN VARIABEL 1.3. Alat dan bahan pembuatan pupuk organik disiapkan. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1.OT02. Alat pembuat pupuk organik. Bahan pembuat pupuk organik. 2.2.1. Membuat pupuk organik 2.1. Alat tulis. 1.2.4. Pupuk organik dibuat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).5. 1. Unit ini untuk persiapan budidaya. Teknik pembuatan pupuk organik dipilih dengan tepat.3. 2. 1. 59 .008. Prinsip Pertanian Organik.2.01 JUDUL UNIT : Memproses Pupuk Organik DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan. 1. 2.3. 2. 1. Unit ini berlaku dalam memproses pupuk organik. Menyiapkan pembuatan pupuk organik KRITERIA UNJUK KERJA 1. 2.

010. tertulis dan demonstrasi/praktek. TAN. Kondisi penilaian : 2. 1.1.3. 1. 3. 2. Penjelasan prosedur pengujian 1. TAN.5. OT02.3.2.1.001. Penentuan tempat.1.1. Wadah yang tepat untuk jenis pupuk organik yang telah dibuat (padat dan cair). 1. Pengoperasian alat-alat pembuatan pupuk organik. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. 1. OT02. Karakteristik bahan-bahan pembuatan pupuk organik (padat dan cair).2. 1. Unit kompetensi yang terkait : 1.2. Daya simpan pupuk organik yang telah dibuat (padat dan cair). Pengetahuan yang dibutuhkan : 3. Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3.4. 4.1. penilaian dan penetapan kelulusan. 3. Kebutuhan nutrisi tanaman organik yang ditanam. 60 . Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1.4.01 : Mengelola Kesuburan Tanah 1. 3.6. Unit yang harus dikuasai sebelumnya: - 2.2.3. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik.1. 1. Penyusunan kriteria penilaian. Pelaporan hasil pengujian.01 : Menganalisis Sejarah Lahan 1. Menyiapkan pembuatan pupuk organik. Membuat pupuk organik. 3.1.2.1. Penyiapan alat dan bahan penilaian. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4. 3. Pengujian.3.1.2. 4.1.2.1.2. Penilaian dilakukan dengan cara lisan. PANDUAN PENILAIAN 1. waktu dan cara penilaian. Penentuan standar penilaian. 3.1.2.5.1.

Masa fermentasi pupuk organik. Memecahkan masalah 2 7. Kemampuan untuk identifikasi karakteristik khusus bahan-bahan pupuk organik. Mengemas dan menyimpan pupuk organik. Aspek kritis : 5.3. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Kemampuan menentukan komposisi masing-masing bahan pupuk organik.7. Menggunakan alat-alat pembuatan pupuk organik.4.5. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5.1. 4. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. 4.4. Keterampilan yang dibutuhkan : 4.1. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4.3. 4.2.3. Mengumpulkan. Menentukan kematangan pupuk organik. Kemampuan untuk menentukan kecukupan proses pembuatan pupuk organik. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 2. Sistem dan prosedur keselamatan kerja. Menggunakan teknologi 2 61 . 3. 5.2. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6. 5. Mencatat/merekam dan mendokumentasikan pembuatan pupuk organik. Kemampuan untuk meminimalkan kerusakan pada penyimpanan pupuk organik. Kemampuan memilih dan menggunakan peralatan yang tepat.6. KOMPETENSI KUNCI NO. 4. 4. Mencampur bahan-bahan pembuatan pupuk organik.5. 5. 5. 5.

2.1. 2. 1. 2.2. 1. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan : 1. 1.3. ELEMEN KOMPETENSI 1. Konteks variable : 1. 2. Menyiapkan pestisida organik KRITERIA UNJUK KERJA pembuatan 1. Membuat pestisida organik 2. Alat dan wadah pembuatan pestisida organik 62 . 2.1. Alat Pelindung Diri. Teknik pembuatan pestisida organik dipilih dengan tepat. 1. Pestisida organik yang dibuat dikemas dan disimpan dengan benar.1. 1. Pestisida organik dibuat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).1. 2. Jenis pestisida organik diidentifikasi dengan benar 1.2.KODE UNIT : TAN.2. Karakteristik pestisida organik dideskripsikan dengan benar 1.5. Prinsip Pertanian Organik.3. Bahan alami yang sesuai dengan SNI 6729-2010 tentang Sistem Pangan Organik.3.OT02. 2. Alat dan bahan pembuatan pestisida disiapkan. Bahan baku pestisida organik dideskripsikan dengan benar.2. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2.3. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam pembuatan pestisida organik.01 JUDUL UNIT : Memproses Pestisida Organik DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan. Unit ini untuk persiapan pengelolaan pertanian organik. Pembuatan pestisida organik dicatat/direkam dan didokumentasikan BATASAN VARIABEL 1.3. Unit ini berlaku dalam membuat pestisida organik.4.1.3. Standar minimal kriteria pestisida organik.009.

1. waktu dan cara penilaian.2.1. Prosedur/pedoman pembuatan pestisida organik. Penentuan tempat. 4.1.1. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1.3. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan.6.1. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik. 1.2. 3. Penyusunan kriteria penilaian.1. TAN.1.2. Unit kompetensi yang terkait : 1. Penyiapan alat dan bahan penilaian.3.1. Pelaporan hasil pengujian. Permennaker Nomor Per-05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen K3.1. 3. Penilaian dilakukan dengan cara lisan. PANDUAN PENILAIAN 1. 4. pelabelan dan penyimpanan pestisida organik. Membuat pestisida organik.2. Pengujian.2.1.3.1. 1. penilaian dan penetapan kelulusan. Penjelasan prosedur penilaian : 1.01 : Mengendalikan Hama. tertulis dan demonstrasi/praktek.4.5. 63 . 1. 3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : - 2. Pengetahuan tentang bahan-bahan dan alat yang dapat digunakan untuk memproses pestisida organik.OT02. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.3. 4. 1.1. Kondisi penilaian : 2. 4.013.1.3. 1.1. 2. Penyakit Dan Gulma Secara Organik 1. Penetapan standar penilaian. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.4. Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3. Pengemasan. Menyiapkan pembuatan pestisida organik 3.2.2.

Kesigapan dalam menangani kondisi darurat (keracunan). menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2. 4. Menjelaskan penanganan darurat jika terjadi kasus keracunan pada saat pembuatan. Kemampuan untuk menentukan keefektifan pestisida organik. 4.2. Kemampuan memilih dan menggunakan peralatan yang tepat.4. 5.3. Menjelaskan prosedur pembuatan pestisida organik. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4. 5. Sistem dan prosedur keselamatan kerja.4. Keterampilan yang dibutuhkan : 4. pelabelan dan penyimpanan pestisida organik dengan baik dan benar.1. Aspek kritis : 5. 4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 5. Kemampuan untuk melakukan pengemasan. Mengumpulkan. KOMPETENSI KUNCI NO. 5. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6. 4. Menjelaskan jenis hama dan penyakit yang berpotensi mengancam tanaman organik dan bahan-bahan yang dapat dijadikan pestisida organik untuk mengendalikan hama dan penyakit tersebut. Mencatat/merekam dan mendokumentasikan pembuatan pupuk organic.4.1. 4. 5. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3.2. Penguasaan teknik pebuatan pestisida organik.5. Menjelaskan kesesuaian bahan untuk pembuatan pestisida organik dengan persyaratan SNI 6729-2010 tentang Sistem Pangan Organik.3. Menggunakan teknologi 2 64 .5.3. 5. Memecahkan masalah 3 7.

agens hayati Lokal dan bahan pembenah tanah 3. Menggunakan Sumber Bahan Organik.1. Mencampur bahan organik dan agens hayati dalam tanah 4. Metode dan waktu pencampuran bahan organik dan agens hayati ditetapkan berdasarkan jenis bahan.KODE UNIT : TAN. Pola tanam dirancang sesuai dengan musim dan komoditas. Bahan organik.2 Standar minimal kriteria lahan organik.3. Kontek variabel : 1. 3.2. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1.1.1.3. 4. 3.1 Prinsip Pertanian Organik.01 JUDUL UNIT : Mengelola Kesuburan Tanah DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan.2. Waktu tanam dan jenis tanaman pupuk hijau ditetapkan. 4. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam mengelola kesuburan tanah ELEMEN KOMPETENSI 1. agens hayati lokal dan bahan pembenah tanah diidentifikasi. 2. Pola tanam dilakukan berdasarkan jadwal. 1.3. Melakukan penanaman tanaman pupuk hijau 2. Jenis tanaman pupuk hijau diidentifikasi. 1.3.3. Melakukan Pola Tanam KRITERIA UNJUK KERJA 1.010. 1.3 Jenis bahan lokal sebagai agens hayati 65 . 2. Dosis bahan organik dan agens hayati yang akan dicampur ditetapkan berdasarkan komposisinya. Unit ini berlaku dalam mengelola kesuburan tanah. Jadwal pola tanam disusun dengan benar. 1.1.2. BATASAN VARIABEL 1. agens hayati lokal dan bahan pembenah tanah diproses dengan benar sesuai jenis dan standar yang ditetapkan 4.2.OT02. Bahan organik dan agens hayati dicampur dengan benar.2. 1. Jenis bahan organik.3. Unit ini untuk pelaksanaan budidaya dan penanganan pascapanen. 1.1.

TAN.5. PANDUAN PENILAIAN 1. 2.1.01 : Menganalisis Sejarah Lahan 1. 4. 2. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1. penilaian dan penetapan kelulusan.2.OT02. Alat ukur pH Tanah.OT02.5 Pengujian. Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. TAN. 1. 4.008.2. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.1.4.6 Pelaporan hasil pengujian. Mencampur bahan organik dan agens hayati dalam tanah. Unit kompetensi yang terkait 1. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4. 3.2.6.1. 2.1.1. Penjelasan prosedur pengujian : 1. Menggunakan Sumber Bahan Organik dan agens hayati lokal. Referensi yang mendukung. waktu dan cara penilaian. Alat pembuat “bahan penyubur tanah”. 3. 2. TAN.2.2.3. Bahan penyubur tanah dan agen hayati lokal. 3.2.1.2.2. Melakukan penanaman tanaman pupuk hijau.2 Penyiapan alat dan bahan penilaian.011. 2.1 Penentuan tempat. 3. Melakukan pola tanam.3. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik.2.3 Penyusunan kriteria penilaian.1. 1. 4.1.OT02.1.001.3.1. 1.4.01 : Mengelola Pengairan 1. 1. Alat tulis.4 Penentuan standar penilaian. 1.01 : Memproses Pupuk Organik 66 . 1. Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3.3. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2.1. Tanaman pupuk hijau.

2. 3. 3. Menyusun dan melaksanakan pola tanam tanaman yang sesuai.3.1. Kemampuan menentukan komposisi bahan penyubur dan pembenah tanah yang sesuai dengan standar. Kondisi penilaian : 2. tertulis. 5.1. 4. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. 2.3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 2. KOMPETENSI KUNCI NO.2. Pengetahuan umum tentang kebutuhan nutrisi tanaman organik yang ditanam. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan.3. 5. Mengumpulkan. Menggunakan teknologi 2 67 . Teknik aplikasi bahan penyubur dan pembenah tanah.1. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. Menentukan komposisi material untuk “bahan penyubur dan pembenah tanah”. Aspek kritis : 5. 4. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6.2. Penilaian dilakukan dengan cara lisan. Karakteristik dan persyaratan standar terkait dengan bahan penyubur tanah dan pembenah tanah. Memecahkan masalah 3 7. Kemampuan menyusun dan melaksanakan pola tanam.1. Metode pengelolaan kesuburan tanah.1.2. 3. 4.3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5. Unit yang harus dikuasai sebelumnya: 2. 5. Keterampilan yang dibutuhkan : 4. Kemampuan untuk mengindentifikasi bahan penyubur dan pembenah tanah yang sesuai dengan standar. demonstrasi/praktek.

3 Standar minimal kriteria pengairan organik. 2. 1.4. 1. Kebutuhan air ditetapkan dengan benar.OT02. 1.3. Alat pengairan disiapkan berdasarkan topografi lahan dan kondisi tanaman. 4.3.2 Kriteria responden untuk pengumpulan data. 3. Jadwal pengairan ditentukan dengan benar.1 Prinsip Pertanian Organik.1.3.3.3.2. 3.1. 68 . 4. 2.2.2. Konteks variable : 1. 1. Kebutuhan air didistribusikan sesuai topografi lahan pertanaman dan fase pertumbuhan tanaman Pola pengairan dievaluasi berdasarkan periode tanam. Melakukan pengairan 2. Tindakan konservasi sumber air untuk pertanian organik diidentifikasi dengan benar Konservasi air untuk budidaya pertanian organik dilakukan dengan benar BATASAN VARIABEL 1. 1. 2. Melakukan Konservasi Air Sumber air untuk pertanian organik diidentifikasi Penyebab dan tingkat cemaran pada sumber air ditentukan dengan tepat Tindakan ’eliminasi’ cemaran sumber air dilakukan dengan benar Kelayakan sumber air direkomendasikan 4. 1.1.01 JUDUL UNIT : Mengelola Pengairan DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan.1.KODE UNIT : TAN.011. Unit ini berlaku dalam pengelolaan pengairan.3.1.2. 1. Unit ini untuk pelaksanaan budidaya pertanian organik. Mempersiapkan pengairan pelaksanaan 3. keterampilan dan sikap kerja untuk mengelola pengairan ELEMEN KOMPETENSI 1.2. KRITERIA UNJUK KERJA 1. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan : 1. Melakukan analisis sumber air.

3. Penyusunan kriteria penilaian. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik. Melakukan pengairan.1. 3.5.2. Melakukan analisis sumber air.2. Referensi yang mendukung. 1. Pelaporan hasil pengujian. 4. 1.4. Melakukan Konservasi Air.010.2. penilaian dan penetapan kelulusan.1. 1.1. 1.2.4. Penetapan standar penilaian. Mempersiapkan pelaksanaan pengairan. 3. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.1. Unit yang harus dikuasai sebelumnya: - 69 . 2. TAN.4.4.3.1.1. 2. Penyiapan alat dan bahan penilaian.2. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1.3. 2.1. 4.1.1.1. 4.2. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4. 1.3.3. Penentuan tempat. 4. Alat uji (Test Kit). Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3. 3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. 1.OT02.01 : Mengelola Kesuburan Tanah 1.1. Unit kompetensi yang terkait: 1.6. Penjelasan prosedur penilaian : 1. PANDUAN PENILAIAN 1. Alat tulis.3.2. waktu dan cara penilaian. Pengujian. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2. Alat ukur kedalaman sumber air.

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut: 4. 4. simulasi dan unjuk kerja. Kondisi penilaian : 2. wawancara.2.4. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. Aspek kritis : 5. 4. 3. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. Kriteria sumber air. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. 3. Penilaian dilakukan dengan cara tes tertulis. Pencemaran sumber air. 3.1. Kemampuan merumuskan hasil analisis.1.3. Berhitung. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut: 3. Kemampuan mengidentifikasi sumber air. Konservasi air.2.2. Kemampuan melakukan konservasi air KOMPETENSI KUNCI NO.3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4. Membaca alat ukur kedalaman/debit sumber air.1. Menggunakan teknologi 3 70 . 5. 5. 2.2. 4. Memecahkan masalah 3 7. Mengumpulkan.2. Menggunakan alat uji (test kit).3.1. Analisa limbah. 3.

2.1. Benih/bahan tanam organik dipilih dengan tepat sesuai dengan karakteristiknya. Konteks variabel : 1. Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3.1. BATASAN VARIABEL 1. 1. 2. Standar benih/bahan tanam organik.2.012. 2.2.2. 71 .1.1.01 JUDUL UNIT : Mempersiapkan Benih/Bahan Tanam Organik DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan.OT02. 1.3.3. Unit ini untuk pelaksanaan budidaya dan penanganan pasca panen. 3.1. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan: 1. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menyiapkan benih/bahan tanam organik ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Pencegahan kontaminasi benih/bahan tanam organik dilakukan sesuai dengan prinsip organik. 2. Unit ini berlaku untuk mempersiapkan benih/bahan tanam organik. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2. Jumlah benih/bahan tanam organik ditentukan sesuai kebutuhan.2. Referensi yang mendukung. Benih/bahan tanam organik disimpan dengan prinsip penyimpanan yang benar. 1. Menangani benih/bahan tanam organik 2. 2.3.1. 1. Prinsip Pertanian Organik. Benih/bahan tanam organik diidentifikasi berdasarkan sumbernya.KODE UNIT : TAN.3. 2. Alat dan bahan yang digunakan untuk perbenihan dan perbanyakan bahan tanam. Memilih benih/bahan tanam organik. Memilih benih/bahan tanam organik 1.

1. PANDUAN PENILAIAN 1.2.010.011. Penyusunan kriteria penilaian. waktu dan cara penilaian. TAN OT02.013.2. dan unjuk kerja.2. Penyiapan alat dan bahan. Kondisi penilaian : 2.1.2. tes tertulis.4.2.1. Menangani benih/bahan tanam organik. Pelaporan hasil pengujian. Penentuan tempat.2. Unit yang harus dikuasai sebelumnya : 2. Pengetahuan tentang sumber benih/bahan tanam organik.2. Penjelasan prosedur penilaian : 1.6.1.3. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1. 1.01 : Mengendalikan Hama. 1. 4.01 : Mengelola Kesuburan Tanah 1.1. penilaian dan penetapan kelulusan. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik. 1. 3.OT02. simulasi.2. 4.1.1. Penyakit dan Gulma Secara Organik 1.OT02. 72 . tentang Sistem Perbenihan Tanaman. Jenis/varietas dan standar benih/bahan tanam organik.2. 1. Unit kompetensi yang terkait : 1.3. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1995.1. Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. 4. Penentuan standar penilaian.01 : Mengelola Pengairan 1.1.1.1. TAN. TAN. 1. Pengujian.2.3. Penilaian dilakukan dengan cara lisan.1.3.1. 3.5. 2. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.3.

5. KOMPETENSI KUNCI NO.2. Menggunakan teknologi 2 73 .1.3. Aspek kritis : 5. Mengumpulkan. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3.1. Memecahkan masalah 2 7. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5. 4. Kemampuan menganalisis daya tumbuh. Memilih dan menghitung kebutuhan benih/bahan tanam organik. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6. Menyimpan benih/bahan tanam organik 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1.2.4. Kemampuan memilih dan menyimpan benih/bahan tanam berdasarkan sumbernya. Teknik penanganan benih/bahan tanam organik 4. Keterampilan yang dibutuhkan : 4.

2. Kegiatan pengendalian hama. penyakit dan gulma selama satu periode tanam didokumentasikan dalam bentuk laporan. Mengidentifikasi faktor-faktor 1.2.KODE UNIT : TAN. penyakit dan gulma dicatat sesuai format yang telah disiapkan 3. penyakit dan gulma 3. penyakit dan gulma secara organik.2. dan gulma diidentifikasi dengan benar.2. Penyakit dan Gulma Secara Organik DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan. Pengendalian hama. Unit ini untuk pelaksanaan budidaya dan penanganan pasca panen. dan gulma diidentifikasi dengan kesehatan tanaman benar. penyakit dan gulma secara organik. BATASAN VARIABEL 1. 1.3.4. Metode pengendalian hama. Hasil evaluasi pengendalian hama. Pengendalian hama. OT02. hama.3. 2.01 JUDUL UNIT : Mengendalikan Hama. dan gulma dilaksanakan dengan benar. penyakit dan gulma penyakit. 3. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. penyakit. agronomis yang mempengaruhi penyakit. 1.1. dan gulma dievaluasi secara periodik. Jenis dan bioekologi hama. dan gulma ditetapkan sesuai SNI pangan organik. Kesalahan agronomis yang mempengaruhi kesehatan tanaman diidentifikasi dengan benar.1.1. 1.2. Konteks variabel : 1. Unit ini berlaku dalam mengendalikan hama. dan gulma dijelaskan dengan benar. Melaksanakan pengendalian 2. Faktor-faktor penyebab munculnya hama. penyakit. penyakit. keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam pengendalian hama. 2. Jenis dan metode pengendalian hama. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan : 74 .3. 1.1. Melaporkan hasil pelaksanaan pengendalian hama. penyakit. 2.013.

Pelaporan hasil pengujian. Prinsip Pertanian Organik. penyakit dan gulma : 2. 2. 2. 1. Mulsa. 2. 2. 1.4. 4. waktu dan cara penilaian.3. gunting. Melaksanakan pengendalian hama. 3. TAN. Penjelasan prosedur penilaian : 1. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1. Mikroba antagonis. 2. Alat dan bahan pengendalian hama.1.6. Penyiapan alat dan bahan penilaian. Standar bahan organik pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).2. Musuh alami.8. dll). 3. penyakit dan gulma.1.01 : Mengelola Kesuburan Tanah 1.7. Pengujian.3.1. 1. Tanaman penutup tanah.2. penyakit dan gulma.01 : Mempersiapkan Benih/Bahan Tanam Organik 75 .5.1. 2.1.3.2. Penetapan standar penilaian. Tanaman perangkap.1.4.1. penyakit dan gulma 3. handsprayer.1. Melaporkan hasil pelaksanaan pengendalian hama. penyakit dan gulma : 3.3. penilaian dan penetapan kelulusan. garu.1. Perlengkapan untuk pengendalian hama. Alat-alat mekanis (cangkul. 2. Penentuan tempat.1. 1.010.2.OT02. Penyusunan kriteria penilaian.OT02. Tugas pekerjaan untuk mengendalikan hama. 2.2.1. 1.1.2. Unit-unit kompetensi yang terkait : 1.5. TAN. Mengidentifikasi faktor faktor yang mempengaruhi kesehatan tanaman.012.2.6.2.1. 1.3. 1. Peraturan-peraturan yang diperlukan : SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik PANDUAN PENILAIAN 1. Referensi yang mendukung.

4. Pengetahuan tentang metode pengendalian hama penyakit dan gulma secara organik. 4. Aspek kritis : Memilih dan mengaplikasikan bahan pengendalian hama. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2. Penilaian dilakukan dengan cara lisan. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5. penyakit dan gulma dengan benar KOMPETENSI KUNCI No. penyakit dan gulma. 3. 4. 2. peragaan.1. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : 1. tes tertulis.1.3.1. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. Keterampilan yang dibutuhkan : 4. penyakit dan gulma yang berpotensi mengancam tanaman dan hasil panen. Menggunakan teknologi 2 76 .3.1. 3.2. TAN. Pengetahuan tentang seleksi bibit dan pemilihan varietas. 5. Menjelaskan prosedur pengendalian hama. 3.OT02. Memecahkan masalah 3 7. Pengetahuan tentang bahan-bahan pengendalian hama dan penyakit yang sesuai dengan standar.2.2. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4. Mengumpulkan. Melakukan tindakan pengendalian hama. penyakit dan gulma yang sesuai sesuai dengan standar.1.009. simulasi dan atau demonstrasi. Kondisi penilaian : 2. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3. Menjelaskan jenis hama.3.3. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1.01: Memproses Pestisida Organik 2.

1. 77 . penanganan 4. OT02.014.01 JUDUL UNIT : Mengelola Panen dan Pasca Panen DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan. Tindakan penanganan pasca panen yang sesuai dengan standar diidentifikasi 3. Menetapkan waktu panen KRITERIA UNJUK KERJA 1. Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L).1. Melaporkan hasil panen. Penanganan pasca panen dilaksanakan sesuai dengan standar 3. Kegiatan pengelolaan pasca panen didokumentasikan dalam bentuk laporan.1. BATASAN VARIABEL 1. Rencana panen dibuat berdasarkan hasil identifikasi.3. Dalam melaksanakan pekerjaan harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain dan tidak terbatas dengan : 1.4. Ciri-ciri fisik tanaman siap panen diidentifikasi dengan benar.3. Prinsip Pertanian Organik. keterampilan dan sikap kerja untuk pengelolaan panen dan pasca panen.1. Hasil panen dicatat dalam buku panen.2.1. Bahan dan alat penanganan pasca panen yang sesuai dengan standar diidentifikasi 3.3. Alat panen disiapkan sesuai kebutuhan.3. 4. 2. 4. 2. Unit ini berlaku dalam mengelola panen dan pasca panen. 3. Unit ini untuk pelaksanaan budidaya dan penanganan panen dan pasca panen.2. Melaksanakan pasca panen 3. Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L).2. 1. ELEMEN KOMPETENSI 1. Pemanenan dilakukan sesuai Standar Operasioanl Prosedur (SOP).KODE UNIT : TAN. Tindakan pencegahan kecelakaan kerja dilakukan sesuai Kesehatan. 2. Melaksanakan panen 2. 1. 1.1.2. Konteks variabel : 1. Tindakan pencegahan kecelakaan kerja dilakukan sesuai Kesehatan.2.

3. Penilaian dilakukan di tempat kerja atau Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan.1. Prosedur penilaian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1. Kondisi penilaian : 2. 4.1.3. 1.3. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Referensi yang mendukung. Unit-unit kompetensi yang terkait : 1.1. Standar bahan pengemas organik.5.2.1.1. Pengujian. Sarana Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Melaksanakan penanganan pasca panen.3. Alat tulis. Melaporkan hasil panen. Pelaporan hasil pengujian.1. 2. 1. 3. Penetapan standar penilaian. Penyiapan alat dan bahan penilaian.4. Tugas-tugas yang diperlukan : 3. waktu dan cara penilaian. Penjelasan prosedur penilaian: 1. Unit yang harus dikuasai sebelumnya : - 2. Penentuan tempat. 78 .2.1. SNI 6729-2010 Tentang Sistem Pangan Organik PANDUAN PENILAIAN 1.1.1. 1. 2. penilaian dan penetapan kelulusan.3. Penyusunan kriteria penilaian. Melaksanakan panen. 1. Perlengkapan yang dibutuhkan : 2.2. 4. 3. 1. Perlengkapan panen dan pasca panen.2.1.4. 2.1. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.1.3.6. Menetapkan waktu panen. 1. 3. 2.1.4.2.2.

Teknik pemanenan. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. 5.4.2.1. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4. Menggunakan bahan penanganan pasca panen yang benar. tertulis. Aspek kritis : 5.1. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 1 3. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5. Melaksanakan penanganan pasca panen. 5. Teknik penanganan pasca panen. Mengumpulkan. Penanganan pasca panen. KOMPETENSI KUNCI NO. Memilih dan menggunakan alat panen. 4. Memecahkan masalah 2 7. Menentukan waktu panen.2. Keterampilan yang dibutuhkan : 4. simulasi. 4. Menggunakan teknologi 3 79 . 3. dan unjuk kerja. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 2. 5. Kriteria fisiologis tanaman siap panen.2. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.3.2. 3.1.2. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 1 6. Penilaian dilakukan dengan cara lisan.

maka SKKNI ini berlaku secara nasionaldan menjadi acuan bagi penyelenggaraan pendidikandan pelatihanserta uji kompetensidalam rangkasertifikasikompetensi.Si.BAB III KETENTUANPENUTUP Dengan ditetapkannyaRancanganStandar KompetensiKerja Nasional IndonesiaSektor PertanianBidang PertanianOrganikTanamanmenjadiStandarKompetensiKerja Nasional IndonesiaSektor PertanianBidangPertanianOrganikTanaman. Ditetapkandi Jakarta pada tanggal 25 Januari 2011 MENTERI JA DAN TRANSMIGRASI ISKANDAR. M. .