You are on page 1of 5

KASUS KORUPSI

N
O
1

CONTOH KASUS

DOKUMENTASI

Saya mencoba berbelanja di Supermarket
(nama

dirahasiakan).

mengambil

uang

Kasir

toko

kembalian

saya

sebanyak 200 rupiah dengan alasan
didonasikan. meskipun hanya 25 atau 50
rupiah atau kurang dari itu. Misalkan
total nilai belanjaan kita Rp 21.300 dan
kita menyerahkan uang Rp 50.000, maka
biasanya kasir hanya mengembalikan
uang Rp 28.500 saja dengan alasan tidak
ada uang receh Rp 200 (saya yakin uang
receh Rp 100 masih berlaku dan masih
banyak

beredar).

Masih

syukur

kalau kasir menambahkan sebuah permen
sebagai pengganti uang Rp 200 itu
(meskipun cara ini tidak adil karena
pembeli tidak minta diganti dengan
permen). Rp 100 memang kecil, orang
pikir berapalah nilainya itu di zaman
serba mahal ini. Kebanyakan konsumen
tidak mempermasalahkan hal ini atau
tidak ingin mencari ribut (tipikal orang
Indonesia: suka mengalah). Tetapi, coba
hitung,

jika

ada

200

orang

yang

berbelanja dalam satu hari lalu dan dari
setiap konsumen kasir mengambil Rp
100,

maka

dalam

satu

hari

kasir

mendapat uang tidak halal sejumlah Rp
20.000. Kalikan saja dalam satu bulan,
itu sudah Rp 600.000, dan kalikan lagi
dalam setahun kasir tersebut sudah
memperoleh Rp.7.200.000 atau bisa lebih
lagi tergantung banyaknya konsumen
yang

datang.

mengeluhkan

Banyak

orang

sudah

kejadian semacam ini,

tetapi pemilik toko/supermarket biasanya
tutup mata atau tidak mau tahu. Hak
sebagai konsumen sudah biasa tidak
mendapat perlindungan di negeri ini. Dan
tindakan ini bisa digolongkan dalam
tindakan korupsi
2

Seorang PNS menggunakan fasilitas
kendaraan operasional pemerintah untuk
jalan

jalan

ke

keluarganya.

pantai

Sementara

bersama
pemerintah

memfasilitasi kendaraan tersebut untuk
kepentingan kantor. Dan memudahkan
para pegawai untuk bekerja. Foto ini saya
ambil pada hari minggu, 2 oktober 2016.
Hari ini merupakan hari libur dan tidak
mungkin ada pekerjaan pemerintahan
dilakukan di hari libur. Pegawai itu telah
menyalahgunakan
memanfaatkan
untuk

jabatannya
sarana

kepentingan

dan

pemerintahan
pribadi.

Ini

merupakan tindak pidana korupsi dan
merugikan

Negara.

Ini

tidak

bisa

dibiarkan dan harus dilaporkan untuk di
beri sanksi agar tidak diulangi lagi.
3

Seorang pasien harus mengantre urutan
dalam pemeriksaan dokter, seharusnya
yang bersangkutan urutan ke-50, tetapi
karena ada keluarganya bekerja di rumah
sakit, ia mendapatkan kemudahan
menempati urutan ke-10. Ini merupakan
kecurangan yang dilakukan pasien dan
pegawai rumah sakit tersebut dan tidak
baik untuk dicontoh. Karena budaya
mengantri sudah diterapkan di Indonesia
tanpa mengenal pangkat dan kerabat.
Tindakan ini merupakan prilaku korupsi
curang.

4

Seorang mahasiswa membuat catatan
kecil yang digunakan untuk menyontek
pada saat ujian. Sikap ini bisa menjadi
benih-benih korupsi. Tindakan korupsi
pada

dasarnya

bukan

merupakan

peristiwa yang berdiri sendiri. Perilaku
korupsi menyangkut berbagai hal yang
bersifat

kompleks.

Seorang

yang

moralnya tidak kuat cenderung mudah
tergoda

untuk

melakukan

korupsi.

Godaan itu bisa berasal dari atasan,
teman setingkat, bawahannya, atau pihak
yang lain yang memberi kesempatan
untuk itu. Moral yang kurang kuat salah
satu

penyebabnya

adalah

lemahnya

pembelajaran agama dan etika. Sifat
semacam

ini

berpotensi

melakukan

tindakan apapun dengan cara-cara mudah
dan cepat atau jalan pintas, di antaranya
melakukan korupsi.
5

Seorang pedagang di pasar melakukan
kecurangan dalam timbangan. Seorang
konsumen membeli ikan nila segar
kepada

penjual

Rp.30.000/kg.
menawar

dengan

namun
ikan

Rp.25.000/kg

si

harga
konsumen

dengan
dengan

harga

kesepakatan

akhirnya ikan nila tersebut dibayar
dengan

harga

28000/kg.

Karena

penasaran apakah ikan tersebut sesuai
dengan

timbangan

si

konsumen

menimbang kembali di tempat lain untuk
memastikan. Alhasil Ikan tersebut tidak
sesuai dengan timbangan. Artinya si
penjual telah melakukan kecurangan. Hal
tersebut jelas merupakan satu bentuk
praktek sariqah (pencurian) terhadap
milik orang lain dan tidak mau bersikap
adil dengan sesama. Dengan demikian,
bila mengambil milik orang lain melalui
takaran dan timbangan yang curang
walaupun sedikit saja berakibat ancaman
doa kecelakaan. Dan tentu ancaman akan
lebih

besar

bagi

siapa

saja

yang

merampas harta dan kekayaan orang lain

dalam

jumlah

yang

lebih

banyak.

Tindakan ini merupakan korupsi curang
dan si pedagang memperoleh keuntungan
dengan cara yang tidak benar.